• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Penelitian

Dalam dokumen MANUSIA KABUPATEN BANTAENG (Halaman 33-37)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

L. Fokus Penelitian

Berdasarkan kerangka pikir diatas, maka fokus penelitian ini berangkat dari latar belakang masalah kemudian dirumuskan dalam rumusan dan dikaji berdasarkan teori dalam tinjauan pustaka, adapun fokus penelitian yang berpijak dari rumusan masalah. Fokus penelitian ini terdiri dari beberapa hal pokok yang perlu di uraikan yaitu: mengetahui Kompetensi Aparatur Sipil Negara Pada Badan

Pengelolaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber

Daya Manusia di Kabupaten Bantaeng

Kompetensi Manajerial - Tingkat Pendidikan - Palatihan Struktur

- Pengalaman Kepemimpinan

Optimalisasi Kompetensi ASN Kompetensi Teknik

- Spesialisasi Pendidikan - Pelatihan Teknis - Pengalaman bekerja

secara teknis

Kompetensi Sosial Kultur - Pengalaman kerja yang

berkaitan dengan masyarakat dalam hal agama, suku, dan budaya

Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bantaeng.

1. Kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis; spesialisasi pendidikan yang dimaksud ialah pengetahuan dan keahlian untuk mencapai hasil yang telah disepakati, kemampuan untuk memikirkan persoalan dan mencari alternatif baru.

2. Kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan; karakteristik yang mendasari individu dengan merujuk pada kriteria efektif dan / kinerja unggul dalam jabatan struktural.

3. Kompetensi sosial yaitu sosial kultural merupakan soft competence karena berasal dari individu. Sosial Kultural juga merupakan pondasi untuk menopang manajerial dan teknis. Jika tidak, maka semua kompetensi strategi ASN akan gagal. Sosial kultural meliputi semua integritas dan manajemen diri, keteladanan dan kepeloporan, membangun budaya organisasi serta membangun karakter dan Nasionalisme pelayanan publik.

4. Keyakinan dan nilai-nilai yaitu, Dalam humaniora dan ilmu sosial, nilai umumnya mengacu pada setiap objek (termasuk yang abstrak seperti karakteristik atau status) bahwa seseorang dianggap layak. Nilai sering dibentuk oleh keyakinan.

5. Keterampilan yaitu kemampuan untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan

tersebut.

6. Pengalaman yaitu peristiwa yang benar-benar pernah dialami. Pengungkapan pengalaman secara narasi berarti mengemukakan atau memaparkan suatu peristiwa atau pengalaman yang pernah dialami berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa.

7. Karakter adalah kepribadian yang dievaluasi, dan kepribadian adalah karakter yang mendevaluasi. Berdasarkan pernyataan tersebut, kepribadian dan karakter seseorang merupakan satu kesatuan yang merupakan hasil interaksi antara diri individu itu sendiri serta pengalaman hidup dan lingkungan sekitarnya.

8. Motivasi yaitu, suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar semangat seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Arti motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.

9. Isu emosional pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.

10. Kemampuan intelektual yaitu Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas mental -berpikir, menalar, dan memecahkan masalah. Individu dalam sebagian besar masyarakat menempatkan kecerdasan, dan untuk alasan yang tepat, pada nilai yang tinggi.

11. Budaya organisasi adalah suatu karakteristik yang ada pada sebuah organisasi

dan menjadi pedoman organisasi tersebut sehingga membedakannya dengan organisasi lainnya. Dengan kata lain, budaya organisasi adalah norma perilaku dan nilai-nilai yang dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi dan digunakan sebagai dasar dalam aturan perilaku dalam organisasi tersebut

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan lamanya setelah pelaksanaan seminar proposal.Penelitian ini berlokasi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM di Kabupaten Bantaeng, adapun penelitian dilokasi tersebut dalam rangka melihat Pengelolaan Kompotensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantaeng.

B. Tipe dan Jenis Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif, artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka melainkan data tersebut berasal dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya.sehingga yang menjadi tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realita empirik dibalik fenomena secara terperinci, mendalam, dan tuntas tentang sumber data. (Sugiyono 2003 : 11)

2. Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif (menggambarkan) dengan pendekatan kualitatif. Menurut Nazir (2013: 55), penelitian deskriptif yakni tipe penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, hal tersebut didasarkan karena penelitian ini menghasilkan data-data berupa kata-kata

menurut informan, apa adanya sesuai dengan pertanyaan penelitiannya, kemudian dianalisis pula dengan kata-kata yang melatarbelakangi responden berperilaku (berpikir, berperasaan, dan bertindak), direduksi, ditriangulasi, di simpulkan (diberi makna oleh peneliti), dan diverifikasi, adapun tujuannya adalah untuk menggambarkan secara tepat mengenai suatu keadaan, sifat-sifat individu atau gejala yang terjadi terhadap kelompok tertentu.

C. Sumber Data

Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder.

Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.Berdasarkan uraian tersebut maka sumber data dibedakan menjadi duayaitu :

1. Data primer ialah data yang didapatkan melalui hasil penelitian secara langsung kepada objek yang akan diteliti. Data primer ini didapatkan dengan hasil wawancara langsung terhadap responden atau pihak-pihak yang terkait ataupun melalui kuisoner yang diberikan yaitu berupa daftar pertanyaan yang berkaitan denganPengelolaan Kompotensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantaeng.

2. Data sekunder ialah data yang diperoleh dari sebuah pihak ke dua, ketiga dan seterusnya. Misalnya dari sebuah instansi ataupun organisasi yang bersangkutan, atau perorangan dari pihak yang telah mengumpulkan dan mengalihnya, seperti data dokumentasi, data wawancara dengan masyarakat, foto-

foto, buku dan lain-lain yang relevan dengan penelitian. Hal ini diperoleh dengan mencari dan mengumpulkan data dari informan baik itu secara tertulis ataupun gambar-gambar dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan penelitian.Dalam hal ini sumber data itu diperoleh dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM di Kabupaten Bantaeng.

D. Informan Penelitian

Informan adalah orang yang berada pada lingkup penelitian, artinya orang yang dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.Penelitian mengenai kompetensi aparatur sipil Negara padaBKPSDM Kabupaten Bantaeng memerlukan informan yang mempunyai pemahaman yang berkaitan langsung dengan masalah penelitian guna memperoleh data dan informasi yang lebih akurat. Oleh sebab itu, informan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Informan penelitian

No Nama Inisial Jabatan

1. DRS. Asri Sahrun Said ASS Kepala Badan

2. H.Hasbuddin Chattab, SE., M.Si HC Sekretaris

3. Muhammad Arief, S.sos MA

Kepala Bidang Pengembangan SDM

4. Herawaty D, S.Sos HD

Bidang Perencanaan dan Pengadaan

Pegawai

5. Suarsi, SE.,MM SI

Bidang Mutasi Pegawai

No Nama Inisial Jabatan

6. Rahmawati Hakim, S.Sos RH

Bidang Kesejahtraan dan Informasi

Kepegawaian

7. Andi Nilam, S.Sos AN

Bidang Pendidikan dan Pelatihan Sumber : Sekretariat BKPSDM Kabupaten Bantaeng, 2019

E. Teknik Pengumpulan Data

Pada teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni sebagai berikut : 1. Wawancara (Interview)

Teknik pengumpulan data ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran- gambaran tentang objek yang akan menjadi bahan penelitian dengan cara tanya jawab secara lebih rinci dan terbuka dengan secara langsung pada informan/responden. Wawancara ialah percakapan yang dilakukan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh kedua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang akan mengajukan pertanyaan dan yang akan diwawancarai (interviewee) kemudian memberikan jawaban atas pertanyaan yang ditanyakan itu.

2. Obervasi Langsung

Teknik ini merupakan sebuah pengamatan yang dilakukan secara langsung pada objek yang akan diteliti guna mendapatkan keterangan yang berupa informasi, data serta fakta akurat yang berkaitan dengan objek penelitian. Pada

teknik ini juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keseimbangan antara keterangan informan atau responden dan data pada kenyataan yang ada dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek dan tetap mengawasi keabsahannya. Observasi didefinisikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik pada gejala atau masalah yang nampak di objek penelitian.

3.Studi kepustakaan (Dokumen)

Teknik ini digunakan untuk memperoleh data-data pendukung (data sekunder) dari berbagai literatur baik berupa buku, makalah, majalah, hasil penelitian yang relevan, koran dan dokumen-dokumen tertulis lain sebagai referensi yang berkaitan dengan objek penelitian.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita kearah temuan ilmiah, bila dianalisis. Analisis data ialah langkah selanjutnya untuk mengolah data dari hasil penelitian menjadi data, dimana data diperoleh, dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menyimpulkan persoalan yang diajukan dalam menyusun hasil penelitian.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif (interactive model of analysis). Dalam model ini terdapat 3 komponen pokok. Menurut Miles dan Huberman dalam Sugyono (2013) ketiga komponen tersebut yaitu :

1. Reduksi data merupakan komponen pertama analisis data yang mempertegas, memperpendek, membuatfokus, membuang hal yang tidak penting dan mengatur data sedemikian rupa sehingga simpulan peneliti dapat dilakukan.

2. Sajian data merupakan suatu rakitan informasi yang memungkinkan kesimpulan. Secara singkat dapat berarti cerita sistematis dan logis supaya makna peristiwanya menjadi lebih mudah dipahami.

3. Penarikan kesimpulan pada waktu pengumpulan data peneliti sudah harus mulai mengerti apa arti dari hal-hal yang ia temui dengan mencatat peraturan- peraturan sebab akibat dan berbagai proporsi sehingga penarikan kesimpulan dapat di pertanggungjawabkan.

G. Pengabsahan Data

Pengabsahan data ialah bentuk batasan berkaitan suatu kepastian, bahwa yang berukur benar-benar merupakan variabel yang ingin diukur. Salah satu caranya adalah dengan proses triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Triangulasi pada hakikatnya merupakan pendekatan multimetode yang dilakukan peneliti pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbaga isu sutpandang, ada pun bentuk triangulasi yaitu :

a. Triangulasi Sumber

Membandingkan cara mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membanding apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada. Lebih lanjut dalam penelitian ini yang mengkaji tentang Kompetensi Aparatur

Sipil Negara (ASN) pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantaeng. Peneliti membandingkan hasil wawancara maupun pengamatan langsung dilapangan baik itu dari perspektif internal maupun eksternal.

b. Triangulasi Teknik

Untuk memperoleh data informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, maka untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam penelitian ini, lebih lanjut peneliti menggunakan teknik yang berbeda didalam memperoleh dan menggali informasi analisis gaya kepemimpinan demokratis pada organisasi pemerintahan daerah.

c. TriangulasiWaktu

Triangulasi waktu digunakan untuk validitas data yang berkaitan dengan pengecekan berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.

Perubahan suatu proses dan perilaku manusia mengalami perubahan dari waktu kewaktu sehingga untuk mendapatkan data yang sah melalui observasi penelitian perlu diadakan pengamatan tidak hanya satu kali pengamatan saja. Peneliti menggali informasi yang dibutuhkan terkait Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantaeng.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

1. Gambaran Umum Kabupaten Bantaeng

Kabupaten Bantaeng adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya terletak dibagian Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayh 395,83 km2, yang di rinci berdasarkan lahan sawah mencapai 7.253 ha (18,32%) dan lahan kering mencapai 32.330 ha. Secara administrasi Kecamatan yang terbagi atas 21 kelurahan dan 46 Desa.Jumlah penduduk mencapai 170.057 jiwa. (Sumber data : BPS Bantaeng 2019).

Kabupaten Bantaeng terletak di daerah pantai yang memanjang pada bagian barat dan timur sepnjang 21,5 kilometer yang cukup potensial untuk perkembangan perikanan dan rumput laut. Sektor Industri menjadi pilihan kedua untuk di kembangkan di Kabupaten Bantaeng yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pengembangan sektor industri sangat berpeluang di masa mendatang, namun membutuhkan investor yang snagat kuat.Dengan perkembangan sektor industri, dampaknya sangat positif, sebab disamping meningkatkan pendapatan masyrakat juga menyerap banyak tenaga kerja.

Industri- industri yang berkembang antara lain adalah industri pembersih buji kemiri, pembuatan gula merah, pertenunan godongan, pembuatan prabot rumah tangga, ayaman bambu atau daun lontar.

Visi : Mewujudkan Bantaeng yang maju, mandiri berlandaskan iman dan taqwa.

Misi: Membangun ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada sektor pertanian,

1. Menumbuhkan kekuatan ekonomi berbasis sumber daya unggulan yang berorentasi partisipasi, efesiensi dan keunggulan bersaing.

2. Meningkatkan kualitas usmber daya manusia dalam berbagai bidang kehidupan masyrakat.

3. Meningkatkan kemampuan birokrasi, pelayanan masyarakat dan tegaknya supermasi hukum.

4. Meningkatkan kedamian atau partisipsi masyarakat dalam pembanguna.

5. Mendorong pengembangan ajran agama, guna mewujudkan peningkatan kualitas iman dan taqwa.

Bantaeng Berjarak 125 Km kearah selatan dari Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2, dengan jumlah penduduk 170.057 jiwa (2006) dengan rincian Laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa. Terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan.

Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang. Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.

Kabupaten Bantaeng yang luasnya mencapai 0,63% dari luas Sulawesi Selatan, masih memiliki potensi alam untuk dikembangkan lebih lanjut. Lahan yang dimilikinya ±39.583 ha. Di Kabupaten Bantaeng mempunyai hutan produksi terbatas 1.262 Hektar dan hutan lindung 2.773 hektar. Secara keseluruhan luas kawasan hutan menurut fungsinya di kabupaten Bantaeng sebesar 6.222 Hektar (2006).

Karena sebagian besar penduduknya petani, maka wajar bila Bantaeng sangat mengandalkan sektor pertanian.Masuk dalam pengembangan Karaeng Lompo sebab memang jenis tanaman sayur-sayurannya sudah berkembang pesat selama ini.Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol.Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah- buahan seperti pisang dan mangga. Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.

Sektor industri menjadi pilihan kedua untuk dikembangkan di Kabupaten Bantaeng yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pengembangan sektor industri sangat berpeluang dimasa mendatang, namun membutuhkan investor yang sangat kuat. Dengan perkembangan sektor industri, dampaknya sangat positif, sebab disamping meningkatkan pendapatan masyarakat juga menyerap banyak tenaga kerja. Industri-industri yang berkembang antara lain adalah industri pembersih biji kemiri, pembuatan gula merah, pertenunan godongan, pembuatan perabot rumah tangga dari kayu, anyaman bambu atau daun lontar, dan lain-lain.

2. Profil Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng.

Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng berkantor dijalan Andi Mannapiang Kab.Bantaneg, Nomor Telpon/Fax (0413) 22587, Kode Pos 92412, website : bkd.bantaengkab.go.id, SMS Center BKD Bantaeng : 0895 234 0 2221.

a) Dasar Hukum pembentukan BKD Kabupaten Bantaeng;

1) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

2) Peraturan daerah Kabupaten Bantaeng Nomor 24 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng;

3) Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Organisasi, Kedudukan, Tugas dan Fungsi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bantaeng;

4) Peraturan Bupati Bantaeng Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng.

b) Struktur Organisasi BKD Kabupaten Bantaeng; Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng tertuang dalam Lampiran Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Organisasi, Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bantaeng yaitu :

Tupoksi BKD Kabupaten Bantaeng;

1) Tupoksi BKD Berdasarkan Perda Kab.Bantaeng Nomor 27 Tahun 2007 pada pasal 11 menyatakan bahwa Badan Kepegawaian Daerah (BKD mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis dalam pengelolaan manajemen kepegawaian daerah berdasarkan kewenangannya sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

2) Fungsi BKD Lebih lanjut dijelaskan pada pasal 11, untuk penyelenggaraan tugas tersebut pada pasal 12 Peraturan Daerah Nomor 27 Tahun 2007, Badan Kepegawaian Daerah mempunyai fungsi yaitu :

a. Sekretariat

b. Sub Bagian Keuangan

c. Sub Bagian Perencanaan Dan Pelaporan d. Subag Umum Dan Kepegawaian An e. Kelompok Jabatan Fungsional f. Bidang Pendidikan Dan Pelatihan

g. Bidang Kesejahteraan Dan Informasi Kepegawaian h. Bidang Mutasi Pegawai

i. Bidang Perencanaan Dan Pengadaan Pegawai j. Subid Kajian Dan Pengembangan Diklat k. Subid Diklat

l. Subid Kesejahteraan Dan Pembinaan Pegawai I. Subid Data Dan Informasi Kepegawaian II. Subid Mutasi Jabatan Dan Kepangkatan III. Subid Pemberhentian Dan Penetapan Pensiun IV. Subid Perencanaan Dan Formasi

V. Subid Pengadaan Pegawai VI. Kepala Badan

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang Kepegawaian;

b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang Kepegawaian;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Kepegawaian;

d. Pelaksaanaan Tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Adapun tugas pokok, fungsi rincian tugas pejabat struktural secara rinci dapat di lihat pada Peraturan Daerah Nomor 27 Tahun 2007 Tentang

Pembentukan Organisasi, Kedudukan, Tugas dan Fungsi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bantaeng.

Gambaran Umum PNS Kabupaten Bantaeng Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng, maka Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Bantaeng terdiri dari, Sekretariat Daerah yang terdiri atas 3 asisten, dan 9 Kepala Bagian dan dibantu oleh 5 staf ahli, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Sekretariat Korpri, 7 Badan, 13 Dinas, Inspektorat, 1 Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Anwar Makkatutu, 4 Kantor, 8 Kecamatan dengan rincian sebagai berikut : (1) Sekretariat Daerah; a. Asisten 1) Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra; 2) Asisten Ekbang dan Humas; 3) Asisten Administrasi Umum. b.

Staf Ahli 1) Staf ahli bidang ekonomi dan keuangan; 2) Staf ahli bidang hukum dan politik; 3) Staf ahli bidang pembangunan; 4) Staf ahli bidang kemasyarakatan

& SDM 5) Staf ahli bidang pemerintahan c. Kepala bagian 1) Bagian Administrasi Pemerintahan Umum 2) Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat 3) Bagian Pertanahan 4) Bagian Ekbang 5) Bagian Humas, Protokol dan Sandi 6) Bagian Keuangan 7) Bagian Hukum 8) Bagian Administrasi Organisasi dan Kepegawaian 9) Bagian Umum; (1) Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; (2) Sekretariat Korpri (3) Inspektorat Daerah (4) Badan a) Badan Kepegawaian Daerah b) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah c) Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup d) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan e) Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan f) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa g) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (5) Dinas a) Dinas Kependudukan dan Catatan

Sipil b) Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah c) Dinas Perhubungan dan Infokom d) Dinas Pertanian dan Peternakan e) Dinas Kehutanan dan Perkebunan f) Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil g) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi h) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga i) Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi j) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah k) Dinas Perikanan dan Kelautan l) Dinas Kesehatan m) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (6) Rumah Sakit Umum Daerah Prof.

Anwar Makkatutu; (7) Kantor a) Kantor Kesbang dan Linmas

b) Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah c) Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu d) Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (8) Kecamatan a) Kecamatan Bissappu; b) Kecamatan Ulu Ere; c) Kecamatan Sinoa; d) Kecamatan Bantaeng; e) Kecamatan Eremerasa; f) Kecamatan Tompobulu; g) Kecamatan Pa’jukukang h) Kecamatan Gantarang Keke (9) Kelurahan 1) Kelurahan Caile 2) Kelurahan Ela-Ela 3) Kelurahan Kalumeme 4) Kelurahan terang-Terang 5) Kelurahan Benteng 6) Kelurahan Kasimpureng 7) Kelurahan Loka 8) Kelurahan Tanah Kongkong 9) Kelurahan Bintarore 10) Kelurahan Matekko 11) Kelurahan Mariorennu 12) Kelurahan Jalanjang 13) Kelurahan Palampang 14) Kelurahan Borongrappoa 15) Kelurahan Tanete 16) Kelurahan Ballasaraja 17) Kelurahan jawi-jawi 18) Kelurahan Tanah Jaya 19) Kelurahan Laikang 20) Kelurahan Tanuntung 21) Kelurahan Bontokamasa

22) Kelurahan Eka Tiro 23) Kelurahan Tanah Beru 24) Kelurahan Sapolohe 25) Kelurahan Benjala 26) Kelurahan Tanah Lemo 27) Kelurahan Dannuang.

3. Deskripsi pengelolaan kompetensi aparatur sipil Negara pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bantaeng.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Bantaeng dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng Nomor 27 Tahun 2017 tentang pembentukan organisasi, kedudukan, tugas dan fungsi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bantaeng.

Badan Kepegawaian Daerah merupakan unsur pendukung tugas Bupati dalam pengelolaan manajemen kepegawaian daerah, dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Badan Kepewaian Daerah mempunyai tugas melaksanakan Penyusunan dan Pelaksanaan Kebijakan teknis dalam pengelolaan manajemen kepegawaian daerah.

Jumlah pegawai lingkup pemerintahan Kabupaten Bantaeng per desember 2018 mencapai 4.041 dengan uraian laki-laki 1.632 dan perempuan 2.409. adapun tingkat pendidikan pegawai lingkup pemerintahan kab.Bantaeng mencakup : Tabel 4.1 Jumlah Pegawai Lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng

No Pendidikan yang ditamatkan Jumlah

1 Sekolah Dasar (SD) 11

2 Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) 29

3 Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) 792

4 D I-IV (Diploma) 412

5 Sarjana (S1) 2476

6 Magister/Master (S2) 318

Dalam dokumen MANUSIA KABUPATEN BANTAENG (Halaman 33-37)

Dokumen terkait