BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
6. Evaluasi
4.14 Ajarkan cara menghitung respirasi selama 30 detik dan kalikan 2 atau hitung semama 1 menit penuh jika respirasi tidak teratur.
A: Analisys yaitu kesimpulan dari objektif dan subjektif
P: Planning yaitu rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan analisi(Dinarti.R , Aryani.H, Nuerhaeni, Chairani & Tutiany, 2013).
40
2. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah suatu karaktenstik dan populasi yang dapat menyebabkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi namun tidak dapat disertakan menjadi subjek penelitian(Rahmawati,A. Sudarmanto,Y &
Hasan,M, 2019).
Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah :
a. Pasien Asma Bronkial tidak bersedia dilakukan asuhan keperawatan b. Pasien tidak koperatif
c. Pasien dengan penurunan kesadaran C. Batasan Istilah ( Definisi operasional)
1. Asma Bronkial
Asma bronkhial merupakan suatu penyakit pada jalan napas yang disebabkan oleh stimulus tertentu yang menyerang bagian trachea dan bronki. Asma bronkial dapat menyerang dari semua golongan usia dari usia anak-anak hingga dewasa yang paling umum terjadi dan sebagaian besar kematian terjadi pada orang dewasa. Data diperoleh dari Puskesmas dan keluarga.
2. Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Klien Asma Bronkial
Keperawatan Keluarga adalah proses pemberian pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan keluarga dalam lingkup praktik keperawatan (Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes), 2010).
Asuhan keperawatan keluarga pasien pada Asma Bronkial adalah bentuk asuhan berupa pelayanan yang diberikan kepada klien dengan
menggunakan metode proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Asuhan keperawatan keluarga dilakukan setelah mendapatkannya analisa data rekam medis Puskesmas Graha Indah. Asuhan keperawatan diberikan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan klien tentang penyakit yang diderita.
D. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi
Pada studi kasus ini dilakukan di Balikpapan di wilayah kerja Puskesmas Graha Indah
2. Waktu
Studi kasus ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli-08 Agustus 2021.
E. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini dilakukan melalui tahap sebagai berikut:
1. Mahasiswa melakukan ujian proposal.
2. Mahasiswa melakukan perbaikan sesuai masukan dari penguji untuk memperoleh persetujuan pengambilan data.
3. Mahasiswa melakukan penyusunan penelitian berupa studi kasus yang diawali dengan identifikasi laporan asuhan keperawatan keluarga.
4. Kasus yang telah diperoleh dikonsultasikan ke pembimbing setelah kasus disetujui kemudian mahasiswa membuat review kasus dari kedua subjek 5. Mahasiswa membandingkan penegakan diagnosa keperawatan berdasarkan
SDKI antara konsep teori dengan kasus.
6. Mahasiswa membandingkan penyusunan perencanaan berdasarkan SIKI dan SLKI antara konsep teori dengan kasus.
7. Mahasiswa membandingkan pelaksanaan pada kasus sesuai dengan perencanaan beradasarkan SIKI dan SLKI pada konsep teori.
8. Mahasiswa melihat kesesuaian pelakasanaan evaluasi terhadap tujuan dan kriteria hasil dengan diagnosa yang ditegakkan.
9. Mahasiswa membuat kesimpulan dan saran tentang masalah keperawatan yang ditemukan dalam studi kasus.
10. Mahasiswa melakukan konsultasi kepada pembimbing.
11. Mahasiswa melakukan perbaikan sesuai masukan pada saat kosultasi dengan pembimbing.
F. Metode dan instrument Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penyusunan studi kasus dengan melakukan identifikasi laporan asuhan keperawatan keluarga yang kemudian mengulas kasus dari kedua subyek.
2. Instrumen Pengumpulan Data
Pada studi kasus ini instrument yang digunakan adalah format pengkajian asuhan keperawatan keluarga.
G. Keabsahan data
Untuk membuktikan kualitas data atau informasi yang diperoleh dalam penelitian sehingga menghasilkan data dengan validitas. Keabsahan data pada penelitian ini di tentukan oleh integritas peneliti (karena peneliti menjadi instrument utama) yaitu dalam melakukan asuhan keperawatan secara komprehensif pada klien dengan Asma Bronkial , keabsahan data dilakukan dengan cara penelitian melakukan studi kasus Asuhan Keperawatan secara komprehensif.
H. Analisis Data
Analisis data dilakukan sejak peneliti dilapangan, sewaktu pengumpulan data sampai dengan semua data terkumpul. Analisis data dilakukan dengan cara mengemukakan fakta, selanjutnya membandingkan dengan teori yang ada dan selanjutnya dituangkan dalam opini pembahasan. Teknik analisis yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban-jawaban dari penelitian yang diperoleh dari hasil interpretasi wawancara mendalam yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Teknik analisis digunakan dengan cara observasi oleh peneliti dan studi dokumentasi yang menggunakan data untuk selanjutnya diinterpretasikan oleh peneliti.
Cara analisis data:
1. Validasi data, teliti kembali data yang telah terkumpul.
2. Mengelompokan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosiospritual.
3. Membandingkan data-data hasil pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang abnormal dengan konsep teori antara 2 responden.
4. Membuat kesimpulan tentang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan.
Studi kasus ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Graha Indah yang terletak di Jl. SMS RT 03 Perum Garaha Indah Kelurahan Graha Indah.
Puskesmas Graha Indah sendiri mulai beroperasi sejak 12 November 2007, dengan tenaga puskesmas saai itu 1 dokter umum,1 perawat, dan 1 bidan. Demi tercapainya upaya kesehatan puskesmas bertangung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorang dan upaya kesehatan masyarakat, yang keduanya ditinjau dari Sistem Kesehatan Nasional.
Puskesmas Graha Indah dilengkapi dengan sumber daya yaitu sarana dan prasarana berupa dilantai dasar terdapat loket, ruang tunggu, ruang kesling, gudang, dapur, ruang bp, ruang lansia, ruang tindakan, laboratorium, toilet, ruang KIA, depo obat/farmasi. Lantai atas terdapar ruang gigi,imunisasi, gizi, ruang laktasi, ruang rapat,ruang pimpinan, ruang tata usaha dan toilet.
Studi kasus ini yang digunakan adalah kunjungan terhadap keluarga dengan menerapkan asuhan keperawatan serta analisis mengenai peningkatan peran keluarga dalam merawat sebelum dan sesudah implementasi model dan peran keluarga pada pasien asma bronkial di Wilayah Kerja Puskesmas Graha Indah.
Pada bab ini, penulis mengemukakan hasil dari asuhan keperawatan keluarga dengan proses keperawatan yang melalui proses pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada keluarga Ny. A alamat PDAM no 42 dan keluarga Ny. S Graha Indah B2 no 21.
2. Hasil Data Penelitian Asuhan Keperawatan Keluarga
Tabel 4.1 Anemnesis Identitas Pasien Dengan Asma Bronkial
DATA ANAMNESIS KELUARGA 1 KELUARGA 2
Identitas Pasien dan Keluarga
Ny A berusia 42 tahun pendidikan terakhir SMA, sebagai ibu rumah tangga.
Tn.S berusia 45 tahun, pendidikan terakhir SMA , bekerja sebagai pegawai swasta, memiliki 3 orang anak laki-laki yaitu Tn.A berusia 22 tahun pendidikan terakhir Sarjanaa, bekerja sebaai pegawai swasta, Tn.H 21 tahun pendidikan saat ini mahasiswa diperguruan tinggi dan An.M berusia 8tahun masih bersekolah dasar. Status imunisasi keluarga lengkap, dengan keadaan umum sehat Alamat: PDAM no 42 Kelurahan Graha Indah . Agama Islam. Suku Jawa, bahasa sehari-hari bahasa Indonesia.
Pelayanan kesehatan terdekat puskesmas, alat transportasi yang digunakan motor
Ny S berusia 42 tahun pendidikan terakhir SD, sebagai ibu rumah tangga.
Tn.S berusia 42tahun, pendidikan terakhir SD , bekerja sebagai buruh harian, memiliki 1 anak perempuan Ny.U berusia 22 tahun pendidikan terakhir SMA dan 1 anak laki-laki Tn.M berusaia 17 tahun masih bersekolah menengah Atas. Status imunisasi keluarga lengkap, dengan keadaan umum sehat.
Alamat: B2 no 21 Kelurahan Graha Indah .
Agama Islam. Suku Jawa, bahasa sehari-hari bahasa Indonesia. Pelayanan
kesehatan terdekat puskesmas, alat transportasi yang
digunakan motor
Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Keluarga saat ini berada pada tipe keluarga nuclear family yang mana ada keluarga inti terdiri dari Ny. A sebagai ibu.Tn.S sebagai Ayah,
Keluarga saat ini berada pada tipe keluarga nuclear family yang mana ada keluarga inti terdiri dari Ny. S sebagai istri, Tn.A sebagai suami, Ny.U dan
Tn.A,Tn.H dan An.Z sebagai anak. Saat ini beberapa sudah terpenuhi, Keluarga dapat mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan dengan sering bercanda, keluarga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang sekarang dimana untuk kebutuhan ekonomi juga dibantu oleh anak anaknya.
Pasien dan keluarga mempertahankan keakraban hubungan suami istri dengan saling merawat ketika sakit, pasien juga menjaga ikatan yang baik dengan anak anaknya Riwayat penyakit keluarga Inti:
Tn.S saat ini sehat, penampilan umum baik dan tidak ada riwayat penyakit,
Ny.A saat ini sedang mengalami sakit sesak nafas penampilan umum baik, awalnya Ny.A tidak tahu bahwa memiliki penyakit asma brobkial hanya saja Ny. A sering merasakan sesak nafas dan batuk berdahak yang dirasakan muncul disaat cuaca dingin dan ketika masuk waktu subuh , kemudian dicek ternyata Ny. A memiliki riwayat Asma dari keturunan orang tuanya.
Tn.A saat ini sehat namun memiliki penyakit asma bronkial yg merupakan turunan dari Ny.A dan terakhir kambuh bulan Mei karena harus penyusaian dengan suhu lingkungan dan kecapea, keadaaan penampilan umum Tn.A baik
Tn.H dan An.Z saai ini keadaannya sehat dan penampilan umum baik.
Riwayat penyakit keluarga:
Keluarga dari Tn.S tidak memiliki riwayat penyakit sedangkan keluarga dari Ny.A memiliki riwayat penyakit adma dari Ibu Ny.S
Tn.M sebagai anak. Saat ini beberapa sudah terpenuhi.
Keluarga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang sekarang dimana pasien harus mempertahankan hubungan dengan anak anaknya. Pasien menjaga ikatan yang baik dengan anaknya yang sudah berkeluarga
Riwayat penyakit keluarga inti:
Tn.A saat ini sehat penampilan umum baik, Ny.S saat ini sedang mengalami sakit sesak ,nafas penampilan umum baik, awal nya Ny. S mengetahui mempunyai penyakit asma bronkial saat hamil anak pertama yaitu tahun 1998 Ny S sering merasa sesak nafas dan alergi debu dan dingin, kemudian dicek ternyata Ny.S memiliki riwayat Asma dari keturunan orang tuanya dan harus minum obat tiap bangun tidur. Ny.U saat ini sehat namun memiliki penyakit asma bronkial yg merupakan turunan dari Ny.S dan terakhir kambuh bulan Juni karena Udara dingin, keadaaan penampilan umum dan Tn.M saat ini sehat keadaan penampilan umum baik/
Riwayat penyakit Keluarga:
Keluarga dari Tn.A tidak memiliki riwayat penyakit sedangkan keluarga dari Ny.S memiliki riwayat penyakit adma dari Ibu Ny.S
Keadaan Lingkungan Tempat tinggal keluarga Tn.S memiliki rumah 13x10m2 luas tanah 20x25m2. Bangunan tersebut milik sendiri, rumah Ny
Tempat tinggal keluarga Tn. A memiliki luas 7x12 m2 . Bangunan tersebut milik sendiri, memiliki 3 kamar, 1
S memiliki 3 kamar tidur, 2 ruang tamu, 2 ruang keluarga , 1 dapur, 2 kamar mandi dan wc, 1 ruang makan dan 1 ruang solat.
Ventilasi atau penerangan bagi Ny. A cukup memadai. Lantai rumah tampak bersih, hal ini terlihat dari tidak adanya kotoran pada lantai, lingkungan rumah bersih, lantai rumah
menggunakan keramik, dinding rumah terbuat dari beton. Untuk penggunaan air menggunakan sumur, dan untuk air minum air galon. Pekarangan rumah dipenuhi dengan tanaman hias, saluran pembuangan air limbah selokan, untuk pembuangan sampah biasanya langsung dibakar.
ruang tamu dan keluarga, 1 dapur, 1kamar mandi, ventilasi /penerangan cukup memadai, lantai rumah tampak bersih, lantai rumah menggunakan keramik, dunding rumah terbuat dari beton, lingkungan rumah bersih, untuk
penggunaan air keluarga menggunakan sumber air PDAM dan air minum galon, memiliki pekarangan rumah dengan tanaman hias, saluran pembuangan air limbah melalui selokan dan untuk , Tn. M tidak memiliki pekaranganm rumah, air limbah langsung ke selokan, untuk pembuangan sampah pembuangan sampah cukup bersih, karena biasanya ketika mulai penuh keluarga membuang sampahnya ke tempat sampah umum di sekitar tempat tinggalnya . Struktur Keluarga Keluarga Ny. A berkomunikasi
menggunakan bahasa Indonesia, keluarga mengatakan jika ada anggota keluarga yang mengalami masalah, diajak untuk bercerita apa masalahnya lalu didiskusikan untuk mencari jalan keluar atau
menyeselesaikan masalah, Tn. S mencari nafkah untuk keluarga dan Tn. A , Tn.H dan An Z berperan sebagai anak yang juga membantu mengurus rumah tangga dan belajar. Keluarga menganut agama islam dan suku Jawa
Keluarga Ny.S berkomunikasi menggunakan bahasa
indonesia sehari-hari. Ny S mengatakan bila ada anggota keluarga yang mengalami masalah, diajak untuk bercerita dan mencari jalan keluar sama-sama, karena bagi keluarga Ny.S masalah harus diselesaikan secara diskusi, Tn. A berperan sebagai kepala keluarga, Ny.S mengurus rumah tangga dan Tn.M sebagai anak. keluarga menganut agama islam dan suku Jawa
Fungsi Keluarga Keluarga Ny. A Selalu menyanyi dan perhatian kepada
anakanaknya, dan selau mendukung untuk bersikap sopan dan santun, Interaksi Ny A dengan keluarga terjalin dengan sangat baik dan saling
mendukung serta saling ketergantungan.Tn S memiliki peran yang besar dalam mengambil keputusan namun Tn. S selalu adil kepada keluarganya. Masalah yang saat ini dialami oleh keluarga adalah
Keluarga Ny.S biasa
menggunakan waktu senggang untuk berkumpul dirumah sambil bercerita. Ny.S selalu mendukung anak nya dalam melakukan hal yang positif, dan mengajarkan untuk saling menghormati, Ny.S
mengatakan biasa nya selalu menyapa dan menegur jika ada tetangga atau kerabat jika bertemu agar saling mengenal antar warga maupun tetangga, Ny.S mengatakan sering
Ny.A memiliki penyakit asma bronchial dan saat kambuh yang dirasakan yaitu sesak nafas dan batuk-batuk saat kambuh keluarga biasanya memberikan obat dan keluarga tidak tahu cara bagaimana mencegah penyakit asma
berkomunikasi dengan anaknya sepulang kerja , Masalah kesehatan yang saat ini sedang dialami oleh keluarga adalah Ny.S memiliki penyakit asma bronkial, dan saat ini sedang merasakan sesak nafas. Ketika sesak nafas keluarga biasanya memberi obatan dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk ketika keadaan saat parah. Keluarga mengatakan tidak tahu bagaimana mencegah penyakit asma.
Stress dan koping keluarga
Keluarga Tn.S mengatakan jika ada masalah seggera diselesaikan dan tidak mengingat lagi
masalah yang sudah dilewati, bagi keluarga Tn. H yang lalu biarlah berlalu tdak perlu di ingat-ingat lagi. Dan keluarga saling mensuport jika salah satu dari anggota keluarga ada yang dalam masalah dan berdiskusi dalam mengatasi masalah yang ada.
Keluarga Tn. A mengatakan bahwa masalah yang sudah berlalu atau pun massalah yang akan datang harus tetap dihadapi dengan lapang dada, dan diselesaikan dengan tenang. Jika ada masalah keluarga akan mencari jalan keluar bersama anaknya dengan cara berdiskusi.
Interpretasi Data:
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada pasien 1 dan 2 yaitu pasien 1 berusia 42 tahun pekerjaaan sebagai ibu rumah tangga, suku Jawa, pasien memiliki riwayat penyakit asma bronkial. Pasien tinggal bersama anak dan suaminya merupakan tipe keluarga Nuclear family yaitu Keluarga inti yang terdiri dari ayah,ibu,dan anak yang dibentuk karena ikatan pernikahan dan tinggal dalam satu rumah. Rumah pasien terdiri dari 1 lantai kondisi bersih dan menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari,PHBS dan pola komunikasi cukup baik.
Sedangkan pasien 2 berusia 42 tahun pekerjaan ibu rumah tangga, suku Jawa, pasien memiliki riwayat penyakit asma bronkial. Pasien tinggal bersama anak dan suaminya merupakan tipe keluarga Nuclear family yaitu Keluarga inti yang
terdiri dari ayah,ibu,dan anak yang dibentuk karena ikatan pernikahan dan tinggal dalam satu rumah. Rumah pasien terdiri dari 1 lantai kondisi bersih dan menggunakan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari,PHBS dan pola komunikasi cukup baik.
Tabel 4.2 Hasil Pemeriksaan Fisik Keluarga 1 dan 2
Pemeriksaan Keluarga 1 Tn.S Keluarga 2 Tn.A
Tanda-tanda vital Tn.S:
TD 130/70 mmHg ,suhu 36,2 C, respirasi 18x/menit, nadi 82x/menit Ny.A:
TD 120/80 mmHg, suhu 36,7 C, respirasi 20x/menit, nadi 88x/menit Tn.A:
TD : 120/90 mmHg , suhu 36.5 C, respirasi : 19x/menit, nadi : 80x/menit Tn.H:
TD 110/80 mmHg , suhu : 36.5C, respirasi : 18x/menit , nadi : 80x/menit An.Z:
TD 110/60 mmHg, suhu : 36.5C, respirasi 19x/menit,nadi : 80x/menit
Tn.A:
TD 110/70 mmHg, suhu 36C, respirasi 18x/menit , nadi 85x/menit Ny.S:
TD 130/70 mmHg, suhu 36C, respirasi 20x/menit, nadi 98x/menit Ny.U
TD 120/80 mmHg , suhu 36 C respirasi 17x/menit , nadi 80x/menit An.M
TD 120/80 mmHg , suhu 36 C, respirasi 17x/menit, nadi : 80x/menit
Berat Badan Tn.S : 58 kg Ny.A : 48 kg Tn.A : 53 kg Tn.H : 71 kg An.Z : 21 kg
Tn.A : 60kg Ny.S : 82 kg Ny.U : 78 kg Tn.M : 50 kg Tinggi Badan Tn.S : 157cm
Ny.A : 155cm Tn.A : 170 cm Tn.H : 172cm An.Z : 121cm
Tn.A : 155cm Ny.S : 155cm Ny.U : 155cm Tn.M : 160cm
Kesadaran Tn.S : Compos mentis Ny.A : Compos mentis Tn.A : Compos mentis Tn.H : Compos mentis An.Z : Compos mentis
Tn.A : Compos mentis Ny.S. : Compos mentis Ny.U : Compos mentis Tn.M. : Compos mentis Kepala Tn.S : Rambut hitam pendek, tidak
rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka.
Ny.A : Rambut hitam pendek, tidak rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka
Tn.A : Rambut hitam pendek, tidak rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka.
Tn.A : Rambut hitam pendek, tidak rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka.
Ny.S : Rambut hitam pendek, tidak rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka.
Ny.U : Rambut hitam pendek, tidak rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka.
Tn.H : Rambut hitam pendek, tidak rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka.
An.Z: Rambut hitam , tidak rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka.
Tn.M : Rambut hitam pendek, tidak rontok, tampak bersih, tidak ada bekas luka.
Mata Tn.S : Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih, kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
Ny.A : Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih, kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
Tn.A : Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih, kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
Tn.H : Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih, kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
An.Z : Tn.S : Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih, kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada
pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
Tn.A. Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih, kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
Ny.S : Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih, kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
Ny.U : Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih, kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
Tn.M. : Mata lengkap simetris kanan dan kiri, kornea mata jernih,
kongjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kelopak mata tidak ada pembengkakan, adanya reflek cahaya pupil, iris kanan dan kiri berwarna hitam.
Telinga Tn.S : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang agak kotor terdapat sedikit serumen berlebih, pendengaran berfungsi dengan baik.
Ny.A : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang telinga kotor terdapat sedikit serumen berlebih, pendengaran berfungsi dengan baik.
Tn. A : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang agak kotor terdapat sedikit serumen, pendengaran berfungsi dengan baik.
Tn.H : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang agak kotor terdapat sedikit serumen, pendengaran berfungsi dengan baik.
An.Z : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang agak kotor terdapat
Tn. A : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang agak kotor terdapat sedikit serumen berlebih,
pendengaran berfungsi dengan baik.
Ny.S : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang telinga kotor terdapat sedikit serumen berlebih,
pendengaran berfungsi dengan baik.
Ny.U : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang telinga kotor terdapat sedikit serumen berlebih,
pendengaran berfungsi dengan baik.
Tn.M : bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang agak kotor terdapat sedikit serumen, pendengaran berfungsi dengan baik.
sedikit serumen, pendengaran berfungsi dengan baik.
Hidung Tn.S : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
Ny.A : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
Tn.A : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
Tn.H : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
An.Z : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
Tn.A : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
Ny. S : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
Ny.U : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
Tn.M : Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan
Mulut Tn.S : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah
Ny.A : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah
Tn.A : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah
Tn.H : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah
An.Z : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah.
Tn.A : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah
Ny.S : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah
Ny.U : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah
Tn. M : Tidak ada stomatitis, gigi lengkap, bibir lembab, uvula letak simetris ditengah
Leher/
tenggorokan
Tn.S : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe Ny.A : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe Tn.A : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe Tn.H : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe An.Z : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Tn.A : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe Ny.S : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe Ny.U : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe Tn.M : Tidak ada kelenjar tiroid dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Dada dan paru- paru
Tn.S : Pergerakan dada tampak simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas
tambahan, tidak ada keluhan sesak nafas.
Ny.A : Pergerakan dada tampak simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan, ada keluhan sesak nafas.
Tn.A : Pergerakan dada tampak
simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan, tidak ada keluhan sesak nafas.
Tn.H : Tn.A : Pergerakan dada tampak simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan, tidak ada keluhan sesak nafas.
An.Z : Tn.A : Pergerakan dada tampak simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas
Tn.A : Pergerakan dada tampak simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan, tidak ada keluhan sesak nafas.
Ny.S : Pergerakan dada tampak simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan, ada keluhan sesak nafas.
Ny.U : Pergerakan dada tampak simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan, tidak ada keluhan sesak nafas.
Tn.M : Pergerakan dada tampak simetris, vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan, tidak ada keluhan sesak nafas.