BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Pada bab ini diuraikan tentang penyajian data dan analisis yang terdiri berasal gambaran obyek penelitian yang menggambarkan gambaran umum dari obyek penelitian diikuti sub-sub pembahasan sesuai fokus yg diteliti, penyajian data yang memuat tentang uraian data dan temuan yang diperoleh dengan menggunakan metode serta prosedur yang diuraikan, dan pembahasan temuan yang berisi gagasan peneliti, keterkaitan antara kategori-kategori dan dimensi- dimensi, posisi temuan dengan temuan-temuan sebelumnya, dan penafsiran dan penjelasan dari temuan yang diungkap dari lapangan.
52
Tabel 4.1
Kondisi Demografi Desa Wringinrejo
Jumlah Laki-laki 6460
Jumlah Perempuan 3550
Jumlah Kepala Keluarga Laki-laki 1970 Jumlah Perempuan Kepala Keluarga Perempuan 346
Jumlah Penduduk 6460
Kepadatan Penduduk 1.102,65/km
Tabel 4.2
Data Status Perceraian Perempuan Kepala Keluarga
Status Perceraian Jumlah
Cerai Mati 196
Cerai Hidup 254
Kawin 58
Tabel 4.3
Data Pekerjaan Perempuan Kepala Keluarga
Pekerjaan Jumlah
Petani 196
Wiraswasta 70
Ibu Rumah Tangga 57
Pekerjaan lain 152
Mayoritas mata pencahariaan perempuan kepala keluarga sebagai petani. bergerak dibidang pertanian. Permasalah yang sering muncul berkaitan dengan keadaan ekonomi penduduk adalah tersedianya
lapangan pekerjaan yang kurang memadai dengan perkembangan penduduk.
2. Deskripsi Konselor
Konselor yang dimaksud artinya orang yang memiliki keahlian dalam memberikan bantuan atau layanan dalam mental spriritual terhadap seorang yang bersifat lahiriyah maupun bathiniyah. Selain itu, konselor juga mempunyai keahlian dalam bimbingan dan konseling islam. Hubungan antara konselor dan konseli bersifat individu ke individu. Proses konseling di sini untuk membantu konseli untuk mengerti dan menjelaskan pandangan mereka terhadap kehidupan dan untuk membantu mereka mencapai tujuan konseli dan memulai memecahkan masalah emosional mereka.51 Pada penangana masalah ini, yang menjadi konselor adalah penyuluh Kecamatan Gambiran, yaitu :
a. Identitas
Nama : Sururin Nafi’ah, S.Pd.I
Tempat Tanggal Lahir : Banyuwangi, 24 November 1981
Alamat : Sidotentrem RT 02 RW 03 Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi
Agama : Islam
b. Latar Belakang Pendidikan Konselor
1) RA Khadijah 88 Yosomulyo Kecamatan Gambiran tahun 1988.
2) MI Miftahul Huda Yosomulyo Kecamatan Gambiran tahun 1994.
51 Maryatul Khibtiyah, “Peran Konseling Keluarga dalam Menghadapi Gender dengan Segala Permasalahannya,”, No.2 (April 2014) :362-363.
54
3) MTs Kebunrejo Genteng tahun 1997.
4) MAN Genteng tahun 2000.
5) IAI Ibrahimy Genteng program D2 Tahun 2006.
6) IAIN Jember Program Studi Bahasa Arab S1 Tahun 2015.
c. Pengalaman Konselor :
1) Anggota Lembaga Konseling Pelajar (LKP) Kabupaten Banyuwangi.
2) Ketua bidang pemberdayaan ekonomi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).
3) Pernah mengikuti pelatihan konselor polresta Banyuwangi.
4) Pendampingan keluarga sakinah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gambiran.
5) Sekretaris Forum Penyuluh Agama Islam (FPAI) tahun 2017 Kabupaten Banyuwangi.
6) Bendahara Duta Aksara Al-Qur’an tahun 2020-2024 Kecamatan Gambiran.
7) Ranting Fatayat Yosomulyo.
8) Anggota Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU)52
d. Kepribadian Konselor
Segi keprobadian menunjukkan bahwa konselor termasuk orang yang dapat diandalkan, pribadi yang peka terhadap sekitar, sabar dan ulet.
Konselor juga termasuk orang yang ramah dan mudah bergaul dengan
52 Hasil wawancara dengan konselor, 11 Juni 2021.
orang lain. Selain itu konselor juga dapat dipercaya untuk menjaga rahasia atas masalah yang dihadapi oleh konseli.
3. Deskripsi Konseli
Konseli merupakan individu atau sekelompok orang yang mengalami masalah dan memerlukan bantuan berupa bimbingan dan konseling untuk memecahkan masalah atau kesulitan yang dihadapinya. Konseli dalam penelitian ini adalah salah satu wanita kepala keluarga yang harus berjuang demi masa depannya dan masa depan anaknya dan ingin meningkatkan ekonomi untuk kehidupan sehari-harinya. Perempuan ini juga ingin hidup mandiri tanpa membebani orang tua sebab masalah yang dia alami dengan mantan suaminya. Untuk lebih jelasnya, peneliti akan menguraikan tentang ciri-ciri konseli, kepribadian konseli, keadaan ekonomi konseli, dan lingkungan sekitar konseli sebagai berikut :
a. Konseli Petama 1) Data Konseli
Nama : Hirmatul Khamiyah
Tempat dan Tanggal Lahir : Banyuwangi, 27 Oktober 1993
Usia : 28 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Anak ke- : 1 dari 1 bersaudara
Alamat : Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran
Pendidikan : SMK
56
2) Latar Belakang Pendidikan Konseli
1) TK Dharma Wanita 11 Wringinrejo Kecamatan Gambiran.
2) SDN 4 Tamanrejo Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran.
3) MTs Darussalam Toyamas Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran.
4) SMK Mambaul Huda Krasak Tegalsari.53 3) Identitas Orang tua Konseli
Nama Ayah Konseli : Mulyono
Usia : 58 Tahun
Pekerjaan : Petani Nama Ibu Konseli : Siti Juariyah
Usia : 52 Tahun
Pekerjaan : Petani 4) Identitas Anak
Nama Anak ke-1 Konseli : Ahmad Fajar Nur Fadilah Tempat Tanggal Lahir : Banyuwangi, 06 Februari 2012
Usia : 9 tahun
5) Latar Belakang Konseli
Konseli merupakan anak tunggal dari pasangan suami-istri Mulyono dan Siti Juariyah. Konseli berasal dari keluarga yang baik dan bahagia. Setelah konseli memutuskan untuk menceraikan suaminya, dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan anak pertamanya sama seperti saat ia masih menikah, sedangkan anak keduanya tinggal bersama
53 Hasil wawancara dengan konseli, 11 juni 2021.
ayahnya. Saat ini dia masih ingin membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. Konseli sadar bahwa ia harus bekerja lebih keras lagi untuk menggantikan peran ayahnya untuk menghidupi anaknya dan untuk kedua orang tuanya juga.54
a) Latar Belakang Pendidikan Konseli
Mengenai latar belakang pendidikan konseli, konseli pernah menempuh pendidikan terakhirnya yaitu di SMK Mambaul Huda Krasak Tegalsari Banyuwangi dan masuk di jurusan tatabusana.
b) Latar Belakang Ekonomi Konseli
Konseli berasal dari keluarga kurang mampu. Semenjak ia bercerai dengan suaminya, dia mulai bekerja membantu orang tuanya untuk menghidupi anak pertamanya dan membantu meringankan beban orang tuanya.
c) Latar Belakang Keadaan Lingkungan
Keadaan lingkungan di sekitar konseli sangat baik, rumah konseli berada di pemukiman desa, antara rumah konseli dengan rumah yang lain berdekatan. Jadi hubungan antara tetangga dan keluarga konseli terjalin dengan baik.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dan konselor, ternyata lingkungan di luar konseli sempat mempengaruhi
54 Hasil wawancara dengan konseli, 11 Juni 2021.
58
keadaan konseli untuk tetap berinteraksi baik dengan tetangganya dan membuat konseli hanya mengurung diri di rumahnya.55
d) Kepribadian Konseli
Konseli merupakan orang yang mudah terbuka pada teman maupun orang tuanya, konseli juga termasuk orang yang jujur. Orang tuanya mendidik dia dengan baik, terlihat dari cara konseli berinteraksi dengan peneliti dan konselor, dia mempunyai sifat yang supel dan mudah bergaul dengan orang lain.56
6) Deskripsi Masalah Konseli
WS.Winkel menyatakan bahwa masalah adalah sesuatu yang menghambat, merintangi, mempersulit dalam usaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.57 Masalah adalah segala sesuatu yang membebani pikiran dan perasaan seseorang yang mengharuskan untuk mendapatkan penyelesaian. Sebab, tidak jarang juga segala permasalahan yang dirasakan dan dihadapi orang seseorang tidak mendapatkan solusi atau penyelesaian yang akhirnya dapat membentuk penyimpangan perilaku seseorang.
Pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti di lapangan menunjukkan bahwa konseli memiliki perilaku yang kurang percaya diri dan membutuhkan bantuan untuk tetap optimis dalam menjalankan hari-harinya untuk meningkatkan permasalahan
55 Hasil wawancara dengan tetangga konseli, 5 Juli 2021.
56 Hasil observasi oleh konselor, 11 juni 2021.
57 W.S.Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan di Sekolah Menengah, (Jakarta:
Gramedia, 1989) hlm 56.
ekonomi yang dihadapinya sebagai kepala keluarga untuk anak pertamanya dan dia tidak ingin membebani kedua orang tuanya lagi.
Semenjak ia menikah, pada tahun 2011 kehidupannya berubah. Ia memutuskan menikah dengan suaminya yang hanya lulusan SMP, sedangkan ia lulusan SMK. Akibat perlakuan suaminya yang terlalu memaksakan kehendaknya dan suaminya juga memiliki masalah dengan kedua orang tuanya karena tidak sebagai kepala keluarga dan hanya mengandalkan orang tua konseli, dia tidak dapat menghidupi keluarganya dengan baik. Akhirnya konseli memutuskan untuk menggugat cerai suaminya pada tahun 2019 dan memutuskan untuk merawat anak pertamanya dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Hal itu membuat konseli stress dan sempat mengalami trauma.58
b. Konseli Kedua 1) Data Konseli
Nama : Lailatul Mubarokah
Tempat dan Tanggal Lahir : Banyuwangi, 17 Januari 1992
Usia : 29 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Anak ke- : 1 dari 2 bersaudara
Alamat : Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran
58 Hasil wawancara dengan konseli, 11 Juni 2021.
60
Pendidikan : Strata 1 2) Latar Belakang Pendidikan Konseli
TK Dharma Wanita 11 Wringinrejo Kecamatan Gambiran.
MI Hidayatul Ulum Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran.
MTs Darussalam Toyamas Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran.
SMA Negeri 2 Genteng.
Intitut Agama Islam Ibrahimi Banyuwangi59 3) Identitas Orang tua Konseli
Nama Ayah Konseli : Mashuri (Alm)
Usia : 63 Tahun
Nama Ibu Konseli : Jariyah
Usia : 60 Tahun
Pekerjaan : Pedagang 7) Identitas Anak
Nama Anak ke-1 Konseli : Muhammad Maulana Ibrahim Tempat Tanggal Lahir : Banyuwangi, 12 Mei 2015
Usia : 6 tahun
8) Latar Belakang Konseli
Konseli merupakan anak pertama dari pasangan suami-istri Mashuri (alm) dan Jariyah. Konseli berasal dari keluarga yang baik dan bahagia. Setelah konseli memutuskan untuk menceraikan suaminya, dia tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai pedagang dan anaknya. Saat
59 Hasil wawancara dengan konseli, 11 juni 2021.
ini dia masih ingin membantu meringankan beban ekonomi keluarganya.
Konseli sadar bahwa dia harus bekerja lebih keras lagi untuk menggantikan peran ayahnya untuk menghidupi anaknya dan untuk ibunya juga.60
e) Latar Belakang Pendidikan Konseli
Mengenai latar belakang pendidikan konseli, konseli pernah menempuh pendidikan terakhirnya yaitu di Institut Agama Islam Banyuwangi dan masuk di program studi Pendidikan Agama Islam.
f) Latar Belakang Ekonomi Konseli
Konseli berasal dari keluarga kurang mampu. Semenjak dia bercerai dengan suaminya, dia mulai bekerja membantu orang tuanya untuk menghidupi anak pertamanya dan membantu meringankan beban orang tuanya yaitu bekerja sebagai guru honorer di Madrasah ibtidaiyah Hidayatul Ulum Wringinrejo.
g) Latar Belakang Keadaan Lingkungan
Keadaan lingkungan di sekitar konseli sangat baik, rumah konseli berada di pemukiman desa, antara rumah konseli dengan rumah yang lain berdekatan. Jadi hubungan antara tetangga dan keluarga konseli terjalin dengan baik.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dan konselor, ternyata lingkungan di luar konseli sempat mempengaruhi
60 Hasil wawancara dengan konseli, 11 Juni 2021.
62
keadaan konseli untuk tetap berinteraksi baik dengan tetangganya dan membuat konseli hanya mengurung diri di rumahnya.61
h) Kepribadian Konseli
Konseli merupakan orang yang tidak mudah terbuka pada teman maupun orang tuanya, konseli juga termasuk orang yang jujur. Orang tuanya mendidik dia dengan baik, terlihat dari cara konseli berinteraksi dengan peneliti dan konselor, dia mempunyai sifat yang supel dan mudah bergaul dengan orang lain.62
9) Deskripsi Masalah Konseli
Pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti di lapangan menunjukkan bahwa konseli memiliki trauma dan cemas dengan perekonomiannya dan membutuhkan bantuan untuk tetap optimis dalam menjalankan hari-harinya untuk meningkatkan permasalahan ekonomi yang dihadapinya sebagai kepala keluarga untuk anak pertamanya dan ia tidak ingin membebani kedua orang tuanya lagi.
Akibat perilaku suaminya yang berselingkuh, kehidupan pernikahannya menjadi berubah, sering terjadi pertengkaran dan berimbas kepada anaknya. Akhirnya konseli memutuskan untuk menggugat cerai suaminya pada tahun 2019 dan memutuskan untuk merawat anak pertamanya dan tinggal bersama ibunya. Hal itu membuat konseli stress dan sempat mengalami trauma.63
c. Konseli Ketiga
61 Hasil wawancara dengan tetangga konseli, 5 Juli 2021.
62 Hasil observasi oleh konselor, 11 juni 2021.
63 Hasil wawancara dengan konseli, 11 Juni 2021.
1) Data Konseli
Nama : Lia Lutfiana
Tempat dan Tanggal Lahir : Banyuwangi, 11 Juli 1992
Usia : 29 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Anak ke- : 1 dari 1 bersaudara
Alamat : Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran Pendidikan : Strata 1
4) Latar Belakang Pendidikan Konseli
TK Dharma Wanita 11 Wringinrejo Kecamatan Gambiran.
MI Hidayatul Ulum Desa Wringinrejo Kecamatan Gambiran.
MTs Negeri Genteng Kecamatan Gambiran.
Madrasah Aliyah Negeri Genteng
Intitut Agama Islam Ibrahimi Banyuwangi64 5) Identitas Orang tua Konseli
Nama Ayah Konseli : Imam Tauchid
Usia : 61 Tahun
Pekerjaan : Petani Nama Ibu Konseli : Sholimah
Usia : 60 Tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
64 Hasil wawancara dengan konseli, 11 juni 2021.
64
10) Identitas Anak
Nama Anak ke-1 Konseli : Azzami Aly Bachtiar Saifudin Tempat Tanggal Lahir : Banyuwangi, 26 April 2014
Usia : 7 tahun
11) Latar Belakang Konseli
Konseli merupakan anak pertama dari pasangan suami-istri Imam Tauchid dan Sholimah. Konseli berasal dari keluarga yang baik dan bahagia. Setelah konseli memutuskan untuk menceraikan suaminya, dia tinggal bersama kedua orang tua dan anaknya. Saat ini dia masih ingin membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. Konseli sadar bahwa dia harus bekerja lebih keras lagi untuk menggantikan peran ayahnya untuk menghidupi anaknya dan kedua orang tuanya juga.65
i) Latar Belakang Pendidikan Konseli
Mengenai latar belakang pendidikan konseli, konseli pernah menempuh pendidikan terakhirnya yaitu di Institut Agama Islam Banyuwangi dan masuk di program studi Pendidikan Anak Usia Dini.
j) Latar Belakang Ekonomi Konseli
Konseli berasal dari keluarga kurang mampu. Semenjak dia bercerai dengan suaminya, dia mulai bekerja membantu orang tuanya untuk menghidupi anak pertamanya dan membantu meringankan beban orang tuanya yaitu bekerja sebagai guru honorer di Taman Kanak- kanak Dharma Wanita 1 Desa Wringinrejo.
65 Hasil wawancara dengan konseli, 11 Juni 2021.
k) Latar Belakang Keadaan Lingkungan
Keadaan lingkungan di sekitar konseli sangat baik, rumah konseli berada di pemukiman desa, antara rumah konseli dengan rumah yang lain berdekatan. Jadi hubungan antara tetangga dan keluarga konseli terjalin dengan baik.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dan konselor, ternyata lingkungan di luar konseli sempat mempengaruhi keadaan konseli untuk tetap berinteraksi baik dengan tetangganya dan membuat konseli hanya mengurung diri di rumahnya. Saat konseli keluar rumah, banyak tetangga yang berfikiran negatif terhadap konseli.Bahkan, anak konseli juga menjadi korban omongan tetangganya yang kurang baik.66
l) Kepribadian Konseli
Konseli merupakan orang yang mudah terbuka pada teman maupun orang tuanya, konseli juga termasuk orang yang jujur. Orang tuanya mendidik dia dengan baik, terlihat dari cara konseli berinteraksi dengan peneliti dan konselor, dia mempunyai sifat yang supel dan mudah bergaul dengan orang lain.67
12) Deskripsi Masalah Konseli
Pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti di lapangan menunjukkan bahwa konseli memiliki sikap kurang percaya diri dengan keadaan konseli saat ini, perekonomiannya membutuhkan
66 Hasil wawancara dengan tetangga konseli, 5 Juli 2021.
67 Hasil observasi oleh konselor, 11 juni 2021.
66
bantuan untuk tetap optimis dalam menjalankan hari-harinya untuk meningkatkan permasalahan ekonomi yang dihadapinya sebagai kepala keluarga untuk anak pertamanya dan dia tidak ingin membebani kedua orang tuanya lagi.
Akibat perilaku suaminya yang melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kehidupan pernikahannya menjadi berubah, sering terjadi pertengkaran dan berimbas kepada anaknya, bahkan sampai saat ini, anaknya belum mengetahui jika kedua orang tuanya sudah berpisah. Saat suami konseli marah, dia langsung menjatuhkan talak 3 kepada konseli. Semenjak saat itu, konseli memutuskan untuk merawat anak pertamanya dan tinggal bersama kedua orang tuanya, namun, masalah pendidikan anaknya masih menjadi tanggung jawab suaminya. Walaupun, beban ekonomi untuk pendidikan anaknya sudah ditanggung oleh suaminya, namun konseli juga memiliki tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga dan harus dapat berdaptasi dengan keadaan konseli saat ini.68