BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Objek Penelitian
1. Gambaran Umum
Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka merupakan salah satu dari Madrasah Muhammadiyah yang ada kecematan Tombolo Pao.
Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka ini berdampingan dengan Madrasah Tsanawiyah Balassuka.
Secara geografis Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka ini terletak pada :
a. sebelah utara berbatasan dengan rumah penduduk b. sebelah Selatan berbatasan dengan pegunungan c. sebelah Barat berbatasan dengan persawahan d. sebelah Timur berbatasan dengan jalan aspal
Adapun profil Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sebagai berikut :
Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka Alamat : Sapohiring
Tlp/Hp :
Kode Pos : 92174 Desa : Balassuka Kecamatan : Tombolo Pao
39
Kabupaten : Gowa
Provinsi : Sulawesi Selatan Status : Swasta
NSS Baru : 1312273060081
NPSN : 40320460
2. Sejarah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka
Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka adalah salah satu sekolah yang berada dibawa naungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Gowa. Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka merupakan lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan dengan penyajian semi pondok artinya untuk mata pelajaran agama 30% dan 70% untuk mata pelajaran umum.
Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka ini didirikan pada tanggal 20 juni 1990 yang di pelopori oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah ketika itu seperti Abd. Malik, S. Sos, MM, Rabania, Hasanuddin, dan Drs.
Marzuki Ali. Selain itu tokoh masyarakat di desa Balassuka juga sangat berperan dalam prosinibes pendirian Madrasah Aliyah Balassuka.
Madrasah Aliyah Balassuka ini didirikan 3 tahun sebelum didirikannya Madrasah Tsanawiyah Balassuka. Jadi alumni dari Mts.
Muhammadiyah Balaasuka lansung lanjut Madrasah Aliyah Balassuka.
Madrasah Aliyah Balassuka ini sangat member kontribusi besar kepada masyarakat Balassuka karena Madrasah ini adalah satu-satunya sekolah tingkat menengah atas yang ada di desa Balassuka.
Semenjak awal berdirinya sekolah ini hingga sekarang belum juga terlalu banyak perubahan. Dari segi fisik madrasah ini masih jauh dari harapan dimana dinding sekolah masih terbuat dari seng juga tripleks dan masih berlantaikan tanah. Akses menuju sekolah ini juga terbilang susah karena masih banyak siswa yang tinggal jauh dari sekolah ini sedangkan jalan menuju sekolah ini harus melewati jalan tanah, naik gunung dan bahkan menyeberang sawah.
Disamping itu dari tahun 1990 hingga sekarang sekolah ini sudah 4 kali berganti kepala sekolah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:
TABEL 3
Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dari Masa ke Masa No. Nama Kepala Sekolah Lama Jabatan Masa Jabatan
1 Rabanai 1990-1993
2 Marsuki Ali, S. Ag 1993-1995
3 Abd Malik, S. Sos, MM 1995-1999
4 Nurdin, S. Ag - 1999- Sekarang
Sumber : Kantor MAM Balassuka, 2013 3. Tujuan, Visi, dan Misi
Pendidikan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar tentang ilmu pengetahuan dan agama untuk mengembangkan kehuidupannya secara pribadi, masyarakat sebagai warga Negara serta untuk mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan lebih tinggi.
Adapun visi Madrasah Alyah Muhammadiyah Balassuka yaitu, terbentuknya kader yang berakhlak mulia, professional, dan mandiri.
Sedangkan misi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka yaitu a. Mendorong upaya peningkatan pelayanan pendidikan dalam rangka
turut mensukseskan pendidikan.
b. Mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan
c. Berupaya agar anak didik dapat menjunjung tinggi bermartabat islam, suka beribadah, bertanggung jawab serta dapat bermanfaat di tengah- tengah masyarakat.
4. Keadaan Guru
Guru sebagai pengajar memiiki tugas dan tanggung jawab untuk memotovasi, membimbing dan membereri fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan. Guru sebagai anggota masyarakat memiliki potensi dan kepercayaan untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik merupakan suatu tugas fungsional dan profesional karena guru tidak untuk semua orang apalagi memiliki fungsi kemanusiaan. Guru bertugas dan bertanggung jawab untuk mengatur, memimpin, mengarahkan da sekaligus sebagai orang tua bagi anak didik.
Seperti halnya d MA muhammadiyah Balassuka, guru dituntut untuk mampu secara lahir bathin mendidik para siswa agar meraih keberhasilan secara kualitatif , baik kualitas intelektual maupun kualitas kepribadian.
Oleh karena itu, guru-guru disekolah ini selain memiliki kemampuan
profesional, juga dibutuhkan yang memiliki integritas kepribadian yang tinggi dari segi ilmu pengetahuan, moral, akhlak, dan visi ke islaman yang kuat.
Di MA Muhammadiyah Balassuka, sejak lahirnya hingga kini masih eksis memiliki guru-guru yang komitmen pada profesinya sebagai pendidik, disiplin keislaman dan disiplin ilmu dengan berbagai latar belakang pendidikan yang variatif. Ada yang lulusan sekolah kejuruan, pesantren, perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi islam.
Untuk mengetahui keadaan guru dan pelajaran yang diajarkan yang di MA Muhammadiyah Balassuka, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
TABEL 4
Keadaan Guru Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka No. Nama Guru Pendidikan
Terakhir Bidang Studi
1. Nurdin, S. Ag S1 Aqidah akhlak
2. Abd. Malik, S. Sos, MM S2 PKN, Sosiologi
3. ST. Nortijah, S. Ag S1 SKI, Quran Hadist, Ilmu Tajwid
4 Rosmawati, S. Ag S1 Fiqih dan Bhs Arab
5. Maryam, S. Ag S1 Geografi, Ekonomi, dan Sejarah
6. Ahmad, A. Ma D3 Mulok
7. Nasrullah, S.S, MM S2 Bhs. Indonesia
8. Kasman SMA Penjaskes
9. Nurhidayah, S. Pd S1 Matematika 10. Muliana, S. Pd. I S1 Pend. Seni
11. Mustakim, S. Pd S1 Bhs. Inggris Sumber : TU MAM Balassuka, 2014
5. Keadaan Sarana dan Prasarana
Setiap lembaga pendidikan tentu mempunyai fasilitas-fasilitas yang maksimal untuk menunjang terselanggaranya proses belajar mengajar.
Sarana dan prasarana mutlak harus disediakan demi efektifitas dan efesiensi proses belajar mengajar
Adapun sarana dan prsarana yang ada di MA Muhammadiyah Balassuka sesuai dengan data terakhir tahun ajaran 2012-2013 dapa dilihat pada tbel berikut ini :
TABEL 5
Keadaan Sarana dan Prasarana MA Muhammadiyah Balassuka No. Sarana dan
prasarana
Keadaan
Baik Rusak Jumlah
1. Bangku siswa 4 6 10
2. Kursi siswa 7 9 16
3. Meja guru 3 3
4. Kursi guru 2 1 3
5. Papan tulis 2 1 3
6. Kantor 1 1
7. Ruang belajar 3 3
Sumber : TU MAM Balassuka, 2013
B. Peranan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Desa Balassuka, Kec. Tombolopao, Kab. Gowa.
Peranan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka terhadap siswanya dapat dikemukakan sebagai mengasuh, mendidik dan mengarahkan menuju kepada kedewasaan serta menanamkan norma agama. Disamping itu Madrasah juga harus mampu mengembangkan potensi siswanya.
Dari hasil penelitian terhadap sampel alumni siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka menunjukkan bahwa peranan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka adalah :
1. Menyiapkan tenaga pengajar yang berilmu pengertahuan yang tinggi
TABEL 6
Tabulasi Hasil Angket tenaga pengajar Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
1 Tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi disertai jiwa ke Islaman yang menunjang profesi sebagai seorang pendidik
A Sangat setuju 3 11,11 %
B Setuju 23 85,18 %
C Kurang setuju 1 3,71 %
D Tidak setuju 0 0 %
Sumber data : Olah Angket No. 1, 2014
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tenaga pengajar Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka memiliki ilmu pengetahuan
yang tinggi disertai dengan jiwa ke Islaman yang menunjang profesi sebagai pendidik. Hal ini dapat diketahui dari tabulasi jawaban responden yaitu 85,18 mengatakan setuju, 11,11 % sangat setuju dan 3,71 kurang setuju.
Hal senada diungkapkan oleh Nurdin, S.Ag Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka yang mengatakan bahwa :
Dalam perekrutan tenaga pengajar Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka, ada dua hal yang selalu diperhatikan yaitu calon tenaga pengajar harus memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan dan yang terpenting adalah calon tenaga pengajar harus memiliki jiwa ke Islaman yang dapat menunjang profesinya sebagai tenaga pendidik nantinya. (Nurdin, S.Ag, Wawancara di Sekolah, 10 Januari 2014)
2. Mengembangkan Potensi peserta didik TABEL 7
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka mengembangkan potensi peserta didik
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 2 Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka mengembangkan
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, kreatif, mandiri serta bertanggung jawab
A Selalu 12 44,44 %
B Sering 10 37,03 %
C Kadang-kadang 4 14,81 %
D Tidak pernah 1 3,72 %
Sumber data : Olah Angket No. 3, 2014
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka selalu mengembangkan potensi peserta didiknya. Hal ini terlihat seperti yang digambarkan dari hasil penelitian yaitu
44,44 % responden mengatakan selalu, 37,03 % mengatakan sering, 14,81
% mengatakan kadang-kadang.
Salah seorang guru Madrasah Aliyah Muhammadiyah BalassukaAhmad, A. Ma mengatakan bahwa :
Pengembangan potensi yang dimiliki peserta didik itu sangat penting sehingga di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka diberikan jadwal khusus untuk pengembangan potensi diri siswa.
(Ahmad, A. Ma, Wawancara 10 Januari 2014) 3. Mengadakan pengkaderan secara rutin
TABEL 8
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka rutin mengadakan pengkaderan
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 3 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka rutin
mengadakan pengkaderan untuk menambah wawasan ke Islaman para siswa
A Selalu 8 29,62 %
B Sering 16 59,25 %
C Kadang-kadang 3 11,13 %
D Tidak pernah 0 0 %
Sumber data : Olah Angket No. 3, 2014
Tabel diatas memberi pemahaman bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering mengadakan pengkaderan untuk menambah wawasan ke Islaman para siswa. Hal ini terlihat seperti yang digambarkan dari hasil penelitian yaitu sebanyak 59,25 % responden mengatakan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering mengadakan pengkaderan untuk menambah wawasan ke Islaman para siswa, 29,62 % mengatakan selalu dan 11,13 % mengatakan kadang- kadang.
Salah seorang guru Rosmawati, S.Ag mengatakan bahwa :
Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka, karena pengkaderan merupakan salah satu sarana pengembangan sumber daya manusia para siswa. Dimana diarena pengkaderanlah siswa dilatih untuk mandiri dan menemukan jati dirinya yang sebenarnya.
(Rosmawati, S.Ag, Wawancara, 10 Januari 2014).
4. Membekali peserta didik dengan IPTEK dan IMTAQ TABEL 9
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka membekali peserta didik dengan IPTEK dan IMTAQ
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 4 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka membekali
peserta didik dengan ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK) yang dilandasi dengan iman dan taqwa (IMTAQ) yang tangguh
A Selalu 5 18,51 %
B Sering 16 59,25 %
C Kadang-kadang 6 22,24 %
D Tidak pernah 0 0 %
Sumber data : Olah Angket No. 4, 2014
Tabel di atas menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering membekali peserta didiknya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dilandasi dengan iman dan taqwa (IMTAQ) yang tangguh. Hal ini terlihat dari hasil penelitian bahwa sebanyak 18,51 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu membekali peserta didiknya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dilandasi dengan iman dan taqwa (IMTAQ) yang tangguh. Sebanyak 59,25 % mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering membekali peserta didiknya dengan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dilandasi dengan iman dan taqwa (IMTAQ) yang tangguh. Dan sebanyak 22,24 % mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka kadang-kadang membekali peserta didiknya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dilandasi dengan iman dan taqwa (IMTAQ) yang tangguh.
5. Meningkatkan kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan masyarakat
TABEL 10
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka meningkatkan kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan
masyarakat
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 5 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu
meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar dengan jiwa islami
A Selalu 7 25,92 %
B Sering 13 48,14 %
C Kadang-kadang 5 18,51 %
D Tidak pernah 2 7,43 %
Sumber data : Olah Angket No. 5, 2014
Tabel di atas memberikan pemahaman bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar dengan jiwa islami. Hal ini terlihat seperti yang digambarkan dari hasil penelitian yaitu dari 27 orang responden 7 orang diantaranya atau sebanyak 25,92 % mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu meningkatkan
kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar dengan jiwa islami. 48,14 % mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka sering meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar dengan jiwa islami. 18,51 % mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka kadang- kadang meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar dengan jiwa islami. Dan 7,43 % mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka tidak pernah meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar dengan jiwa islami.
6. Menciptakan Alumni yang dapat berbaur dengan masyarakat TABEL 11
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka menciptakan alumni yang dapat berbaur dengan masyarakat dengan
metode Islami
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 6 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dapat
menciptakan alumni yang dapat berbaur dengan masyarakat dengan metode Islami
A Sangat setuju 10 37,03 %
B Setuju 11 40,74 %
C Kurang setuju 5 18,51 %
D Tidak setuju 1 3,72 %
Sumber data : Olah Angket No. 6, 2014
Tabel di atas memberikan pemahaman bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dapat menciptakan alumni yang dapat berbaur dengan masyarakat dengan metode Islami. Hal ini terlihat seperti yang digambarkan dari hasil penelitian yaitu sebanyak 37,03 % sangat setuju Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka dapat menciptakan alumni yang dapat berbaur dengan masyarakat dengan metode Islami. 40,74 % setuju Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka dapat menciptakan alumni yang dapat berbaur dengan masyarakat dengan metode Islami.
18,51 % kurang setuju Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka dapat menciptakan alumni yang dapat berbaur dengan masyarakat dengan metode Islami. 3,72 % tidak setuju Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka dapat menciptakan alumni yang dapat berbaur dengan masyarakat dengan metode Islami.
C. Faktor pendukung dan penghambat Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka.
Dalam setiap kegiatan tentu tidak akan terlepas dari berbagai faktor yang akan memberikan pengaruh positif maupun negative. Dalam sebuah kegiatan tentu akan memberikan pengaruh atau dampak positif dan begitu pula sebaliknya.
1. Faktor Pendukung
Dalam melaksanakan suatu aktivitas atau kegiatan apapun tentunya dibutuhkan adanya suatu pendukung agar aktivitas dapat berjalan
dengan lancar. Beberapa faktor pendukung pada Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah :
a. Kualitas Sumber Daya Manusia
Jika penulis melihat dari dokumentasi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dari awal berdirinya sampai sekarang, sekolah ini merekrut tenaga pengajar sebagian besar pendidikannya strata satu (S1), dalam penempatannya pun sebagian besar menyesuaikan dengan latar belakang pendidikannya. Seiring dengan perkembangan Zaman maka proses pembelajaran pun mengalami peningkatan, keadaan ini mendorong kepala sekolah untuk mencari tenaga pengajar yang menguasasi ilmu ke Agamaan dan berakhlak baik serta pengajar yang dapat diandalkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya tenaga pengajar yang direkrut sampai sekarang berjumlah 8 orang yang berasal dari jenjang pendidikan satrata satu (S1) dan 2 orang dari jenjang pendidikan strata dua (S2). Sehingga dengan jenjang yang mereka tempuh dapat memberikan masukan-masukan yang berharga terhadap perkembangan sekolah baik itu berupa pemikiran atau wawasan yang dapat membantu kepal ekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka.
b. Lingkungan dan Masyarakat
Secara geografis letak Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka letaknya berada jauh dengan jalan besar sehingga membuat lingkungannya nyaman, bebas bising, bersih dan indah.
Adapun dukungan dari masyarakat sangat menyetujui adanya sekolah ini. Walaupun pada awalnya syiar agama Islam pada umumnya dan bidang pendidikan atau pengkajian terhadap ilmu-ilmu agama pada khususnya masih terbelakang. Akan tetapi masyarakat sangat mendukung akan terwujudnya sekolah tersebut sehingga gedung sekolahpun dibangun atas swadaya masyarakat.
Sarana dan Prasana
Usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam rangka meningkatkan kualtas sumber daya manusia di desa Balassuka adalah dengan melengkapi sarana dan prasarana yang memadai.
Faktor penghambat
Faktor penghambat yang dialami Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dalam meningkatkan kualitas sumber daya Manusia di desa Balassuka adalah :
a. Adanya perbedaan motivasi guru untuk berfikir maju yang terpengaruh oleh waktu dan kondisi fisik yang bermacam-macam.
Hal ini sesuai dengan penyampaian kepala sekolah yang mengatakan bahwa :
Masih ada beberapa guru yang kurang memberikan motivasi kepada siswa. Mereka hanya menunaikan kewajiban sebagai pengajar.
(Nurdin, S.Ag, Wawancara 10 Januari 2014)
b. Sarana dan prasarana masih sangat terbatas, seperti buku-buku penunjang, komputer, ruangan kelas, sarana perpustakaan dan laboratorium.
c. Adanya kekurangan guru atau staf pengajar dan tata usaha sehingga beberapa orang guru mengajarkan beberapa mata pelajaran.
B. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Upaya yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia utamanya para peserta didiknya sekaligus mempersiapkan peserta didiknya untuk terjun kemasyarakat secara langsung secara mandiri. Upaya-upaya yang dilakukan adalah :
1. Menciptakan Iklim yang kondusif dalam pembelajaran TABEL 12
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka menciptakan iklim yang kondusif dalam pembelajaran untuk
meningkatkan daya saing
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 7 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu
berupaya menciptakan iklim yang kondusif dalam pembelajaran untuk meningkatkan daya saing
A Selalu 10 37,03 %
B Sering 12 44,44 %
C Kadang-kadang 5 18,53 %
D Tidak pernah 0 0 %
Sumber data : Olah Angket No. 7, 2014
Tabel di atas menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering berupaya menciptakan iklim yang
kondusif dalam pembelajaran untuk meningkatkan daya saing peserta didiknya. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yaitu sebanyak 37,03 % responden mengatakan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu berupaya menciptakan iklim yang kondusif dalam pembelajaran untuk meningkatkan daya saing peserta didiknya. 44,44 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering berupaya menciptakan iklim yang kondusif dalam pembelajaran untuk meningkatkan daya saing peserta didiknya. 18,53 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka kadang- kadang berupaya menciptakan iklim yang kondusif dalam pembelajaran untuk meningkatkan daya saing peserta didiknya.
2. Menciptakan strategi yang tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal
TABEL 13
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka menciptakan strategi yang tepat untuk meningkatkan sumber daya
manusia yang handal
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 8 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu
berupaya menciptakan strategi yang tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal
A Selalu 9 33,33 %
B Sering 13 48,14 %
C Kadang-kadang 4 14,81 %
D Tidak pernah 1 3,72 %
Sumber data : Olah Angket No. 8, 2014
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering berupaya menciptakan strategi yang
tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Yaitu sebanyak 33,33 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu berupaya menciptakan strategi yang tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal. 48,14 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering berupaya menciptakan strategi yang tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal. 14,81 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka kadang- kadang berupaya menciptakan strategi yang tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal. 3,72 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka tidak pernah berupaya menciptakan strategi yang tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang handal.
3. Menjalin hubungan kekeluargaan dengan peserta didiknya dan masyarakat
TABEL 14
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka menjalin hubungan kekeluargaan dengan peserta didiknya dan
masyarakat
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 9 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu
berupaya menjalin hubungan kekeluargaan dengan peserta didiknya dan masyarakat
A Selalu 13 48,14 %
B Sering 11 40,74 %
C Kadang-kadang 3 11,12 %
D Tidak pernah 0 0 %
Sumber data : Olah Angket No. 9, 2014
Tabel di atas menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka selalu berupaya menjalin hubungan kekeluargaan dengan peserta didiknya dan masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yaitu 48,14 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu berupaya menjalin hubungan kekeluargaan dengan peserta didiknya dan masyarakat sekitar.
40,74 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering berupaya menjalin hubungan kekeluargaan dengan peserta didiknya dan masyarakat sekitar. 11,12 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka kadang-kadang berupaya menjalin hubungan kekeluargaan dengan peserta didiknya dan masyarakat sekitar.
4. Pendidikan diarahkan pada pembentukan moral, aqidah, dan kepribadian siswa
TABEL 15
Tabulasi Hasil Angket Pendidikan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka diarahkan pada pembentukan moral, aqidah, dan
kepribadian siswa
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 10 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu
berupaya mengarahkan pendidikannya pada penbentukan moral, aqidah, dan kepribadian siswa
A Selalu 10 37,03 %
B Sering 12 44,44 %
C Kadang-kadang 5 18,53 %
D Tidak pernah 0 0 %
Sumber data : Olah Angket No. 10, 2014
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering berupaya mengarahkan pendidikannya pada penbentukan moral, aqidah, dan kepribadian siswa. Hal ini terlihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,03 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu berupaya mengarahkan pendidikannya pada penbentukan moral, aqidah, dan kepribadian siswa. 44,44 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka sering berupaya mengarahkan pendidikannya pada penbentukan moral, aqidah, dan kepribadian siswa.
18,53 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka kadang-kadang berupaya mengarahkan pendidikannya pada penbentukan moral, aqidah, dan kepribadian siswa.
5. Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan lebih tinggi
TABEL 16
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada
jenjang pendidikan lebih tinggi
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 11 Apakah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu
berupaya meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi
A Selalu 11 40,74 %
B Sering 10 37,03 %
C Kadang-kadang 6 22,23 %
D Tidak pernah 0 0 %
Sumber data : Olah Angket No. 11, 2014
Tabel di atas memberikan pemahaman bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu berupaya meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yaitu sebanyak 40,74 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka selalu berupaya meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. 37,03 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sering berupaya meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. 22,23 % responden mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka kadang-kang berupaya meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.