BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Sumber Daya Manusia
1. Pengertian Sumber Daya Manusia
kekuatan idealisme, semangat mengabdi dan sekaligus beribadah, kecintaan yang diperjuangkan yang diikuti oleh kesediaan berkorban.
Kekuatan itu semua ternyata melahirkan ketahanan hidup dan semangat maju yang luar biasa. Tidak sedikit lembaga pendidikan, bahkan yang dikelola oleh pemerintah, selalu mengeluh karena terbatasnya dana, maka lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak menghiraukan itu semua.
Dengan kekuatan yang ada, mereka melakukan yang terbaik apa yang bisa dilakukan. Semuanya itu selayaknya dijadikan kekayaan, bahan kajian dan sekaligus renungan, bahwa ternyata kekuatan penyelenggaraan pendidikan tidak selalu ada pada jumlah anggaran, melainkan pada semangat, idealisme, cita-cita, kecintaan, perjuangan yang diikuti oleh semangat berkorban itu. Belajar dari lembaga pendidikan Muhammadiyah, maka justru di sinilah sesungguhnya letak kunci keberhasilan pengembangan lembaga pendidikan itu.
c. Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan asetdan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) didalam organisasi bisnis, yang dapat mewujudkan menjadipotensi nyata (real) secara fisik dan non-fisik dalammewujudkan eksistensi organisasi.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwasumber daya manusia adalah suatu proses mendayagunakanmanusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi, agar potensifisik dan psikis yang dimilikinya berfungsi maksimal bagipencapaian tujuan organisasi (lembaga).Disamping itu, manusia adalah makhluk Tuhan yangkompleks dan unik serta diciptakan dalam integrasi duasubstansi yang tidak berdiri sendiri yaitu tubuh ( fisik /jasmani) sebagai unsur materi, dan jiwa yang bersifat nonmateri. Hubungan kerja yang paling intensif dilingkunganorganisasi adalah antara pemimpin dengan para pekerja (staf)yang ada di bawahnya.Hubungan kerja semakin penting artinya dalam usahaorganisasi mewujudkan eksistensinya dilingkungan tugas yanglebih luas dan kompetetif pada masa yang akan datang .
Sedangkan pengertian Kualitas Sumber Daya Manusia adalah seperti yang dikemukakanoleh Danim (1996) dalam bukunya “Transformasi Sumber Daya Manusia” yaitu : Kualitas Sumber Daya Manusia adalah sumber daya yang memenuhi kriteria kualitas fisik dan kesehatan, kualitas intelektual (pengetahuan dan keterampilan), dan kualitas mental spiritual (kejuangan). Sedangkan pengertian kualitas sumber daya manusia
menurut Matindas (1997) dalam bukunya “Kualitas Sumber Daya Manusia”, Kualitas Sumber Daya manusia adalah sumber daya manusia yang bukan hanya memiliki kesanggupan untuk menyelesaikan pekerjaannya, melainkan juga untuk mengembangkan dirinya serta
mendorong pengembangan diri rekan-
rekannya. ((http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/07/makalah-sumber- daya-manusia.html#ixzz2KB3O5MXd. Diakses 10 Agustus 2013))
2. Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Peningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Ardimovis. 2012:74 mengatakan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan kualitas sumber daya manusia terdiri dari 2 faktor, yakni faktor pendukung an faktor penghambat :
a. Faktor Pendukung.
Ada beberapa faktor yang dapat mendukung untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, diantaranya adalah :
1. Tersedianya Lembaga Pendidikan.
Dengan adanya lembaga pendidikan yang sudah tersebar luas keseluruh pelosok nusantara maka hal ini dapat menciotakan kesempatan kepada seluruh penduduk di negri ini untuk dapat mengenyam pendidikan.
2. Keinginan untuk berkembang.
Sadar bahwa setiap individu ingin selalu berkembang maka hal ini adalah modal yang sangat berharga untuk dapat meningkatkan juga kualitas akan sumber daya yang dimiliki.
b. Faktor Penghambat.
Ada beberapa faktor yang menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia, antara lain :
1. Biaya pendidikan relatif mahal sehingga tidak dapat dijangkau oleh semua penduduk terutama penduduk yang mempunyai penghasilan rendah.
2. Minat menyekolahkan masih sangat rendah, terutama di daerah- daerah pedesaan terpencil. Dikalangan masyarakat pedesaan yang terpencil, seorang anak masih dianggap sebagai salah satu komoditas atau unit ekonomi keluarga. Banyak anak usia sekolah daripada disekolahkan lebih baik dipekerjakan untuk membantu orang tuanya
3. Sarana dan prasarana pendidikan yang masih belum memadai dan proporsional, terutama untuk sekolah lanjutan (SMP dan SMA).
Keterbatasan daya tampung di SMP dan SMA, menyebabkan lulusan SD tidak tertampung semuanya di tingkat yang lebih atas.
Idealnya, kalau pemerintah telah menetapkan kebijaksanan wajib belajar sembilan tahun, proporsi SD dan SMP harus seimbang. Oleh
karena itu, pemerintah harus terus berusaha secara maksimal untuk menyediakan layanan pendidikan yang murah dan berkualitas.
4. Rendahnya kualitas sarana fisik. Banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang gedung-gedungnya telah rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak legkap dan banyak yang rusak, laboratorium tidak standart, serta pemakaian teknologi informasi tidak memadai. Bahkan yang lebih parah masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, dan tidak memiliki laboratorium.
5. Rendahnya kualitas guru.Keadaan guru di Indonesia sangat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk melaksanakan tugasnya sebagai mana tertuang dalam pasal 39 UU No.20/2003, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian, dan pengabdian masyarakat.
6. Rendahnya kesejahteraan guru. Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai andil dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Menurut FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) pada pertengahan 2005, idealnya guru mempunyai gaji bulanan sebesar Rp 3.000.000. Tetapi kenyataannya sekarang rata-rata gaji guru PNS Rp 1.500.000, guru bantu Rp 460.000, dan guru honorer rata-rata Rp10.000 per jam. Dengan pendapatan yang seperti itu,
banyak guru yang melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les p[ada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang buku/LKS, pedagang ponsel dan pulsa, dan sebagainya. Keadaan seperti ini juga mempunyai andil untuk mempengaruhi kualitas seorang guru. Seandainya guru-guru di Indonesia telah sejahtera, maka mereka akan benar-benar memusatkan segala aktivitasnya untuk melaksanakan tugasnya.
3. Upaya-upaya yang Dapat Dilakukan untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menangani masalah redahnya tingkat pendidikan, antara lain :
1. Memperluas kesempatan belajar, baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah. Selain itu perlu dilakukan upaya penyadaran terhadap masyarakat bahwa pendidikan merupakan media strategis guna meningkatkan kualitas sumber daya insaniah.
2. Meringankan biaya pendidikan dan membebaskan biaya bagi yang tidak mampu, serta memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi. Di dalam UUD juga dikatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas dan harganya murah.
3. Meningkatkan jumlah dan kualitas sarana serta prasarana pendidikan, seperti gedung-gedung sekolah, laboratorium, perpustakaan, media pembelajaran dan pengangkatan guru serta ahli kependidikan yang profesional.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif, yaitu dalam bentuk kata-kata, uraian-uraian yang dapt juga berupa angka disertai penjelasan. Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapt diamati.
Penelitian kualitatif menyajikan secara langsung hakikat antara peneliti dengan responden. Karena itu, peneliti tidak berangkat dari suatu kesimpulan sementara untuk diuji keberlakuannya dilapangan, melainkan peneliti mengamati dilapangan dan menyimpulkan data selengkap mungkin sesuai dengan fokus penelitian, sehingga data yang diperoleh data deskriptif tentang apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan orang yang berkaitan langsung dengan ruang dan waktu serta makna yang diangkat bukan karena suatu rekayasa teoritis.
B. Lokasi dan Objek Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini di desa Balassuka adapun objek penelitian ini adalah para alumni-alumni dari Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka yang ada di Desa Balassuka.
31
C. Variabel Penelitian
Penelitian ini mengkaji tentang Peranan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Desa Balassuka Kec. Tombolo Pao, Kab. Gowa. Dan untuk kelengkapan penelitian tersebut melibatkan dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen. Madrasah Aliyah Muhammadiyah sebagai variabel mempengaruhi dan Kualitas Sumber Daya Manusia sebagai variabel dipengaruhi.
D. Defenisi Operasional Variabel
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah Peranan Madrasah Alyah Muhammadiyah Balassuka Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Desa Balassuka Kec. Tombolo Pao, Kab. Gowa. Data variabel tersebut dikumpulkan berdasarkan kecendrugan atau kenyataan di lapangan tanpa memberikan perlakuan khusus, maka dapat dilihat dari sifatnya penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif.
Data variabel diatas dianalisis dengan metode yang digunakan untuk mengetahui kemungkinan ada tidaknya Peranan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Desa Balassuka Kec. Tombolo Pao, Kab. Gowa.
Untuk menggambarkan variabel yang akan diteliti dalam penalitian ini secara operasional dinyatakan sebagai berikut :
1. Lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Desa Balassuka ini adalahMA Muhammadiyah Balassuka.
2. Kualitas Sumber Daya Manusia yang dimaksud disini adalah para alumni dari sekolah tersebut yang kualitas sumber daya manusianya baik terutama dari segi mata pencaharian.
E. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini maka diperlukan objek penelitian yang disebut populasi dan sampel. Menurut Siswujo yang dikutip Mardalis (1993: 54) bahwa “Populasi adalah sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat kriteria yang ditentukan peneliti”
Sedangkan Margono (2007: 118) menyebutkan bahwa populasi adalah Keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala nilai tes atau peristiwa- peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian. Jadi populasi berhubungan dengan data yang diperoleh dari keseluruhan yang menjadi objek dalam penelitian.
Populasi menurut Suharsimi Arikunto (1998 : 67) adalah
“Keseluruhan subjek penelitian. Apabila ingin meneliti semua elemen yang ada di dalam wilayah penelitian maka penelitiannya merupakan penelitian populasi”.
Berdasarkan pengertian populasi diatas maka populasi yang dimaksudkan peneliti disini adalah seluruh alumni Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sebagai terlihat dalam tabel berikut.
TABEL 1
Keadaan Populasi Penelitian Pada Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka
No Angkatan (Tahun) Jumlah Jumlah
Keseluruhan Laki-laki Perempuan
1 1993 7 8 15
2 1994 4 6 10
3 1995 3 4 7
4 1996 4 5 9
5 1997 2 6 8
6 1998 5 3 8
7 1999 6 7 13
8 2000 5 8 13
9 2001 5 3 8
10 2002 2 5 7
11 2003 5 7 12
12 2004 4 10 14
13 2005 2 3 5
14 2006 7 5 12
15 2007 8 12 20
16 2008 10 11 21
17 2009 11 9 20
18 2010 7 7 14
19 2011 10 15 25
20 2012 3 4 7
21 2013 13 12 25
Jumlah 123 156 273
Sumber Data : Kantor MA Muhammadiyah Ballasuka Tahun 2014
2. Sampel
Pengambilan sampel dimaksudkan untuk memudahkan peneliti dalam pengumpulan data, pengolahan dan menganalisis data dari sejumlah populasi yang berhubungan dengan penelitian. Sampel menurut Suharsimi Arikunto adalah:
“Sebagian atau wakil yang akan diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud mengeneralisasikan hasil penelitian sampel”. ( 1998: 117)
Senada dengan pendapat Margono (2007: 119) menyatakan bahwa
“Sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu”.
Sampel dalam penelitian ini adalah para alumni Madrasah Aliyah Muhammadiyah sebanyak 10 % dari total populasi. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik klaster yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan prinsip probabilitas untuk memudahkan penelitian.
Pengambilan sampel berdasarkan pendapat Arikunto bahwa apabila subjeknya kurang dari 100 maka lebih baik diambil keseluruhan sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. (Suharsimi Arikunto, 1998: 120)
Karena populasinya lebih dari 100 orang maka sampel yang dibutuhkan adalah 10 % yaitu sebanyak 27 orang. Yang kemudian disebut sebagai informan utama. Lebih lanjut penulis memaparkan sampel dalam sebuah tabel sebagai berikut :
TABEL 2
Keadaan Sampel Penelitian Pada Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka
No Angkatan (Tahun) Jumlah
1 1993 1
2 1994 1
3 1995 1
4 1996 1
5 1997 1
6 1998 1
7 1999 1
8 2000 1
9 2001 1
10 2002 1
11 2003 1
12 2004 1
13 2005 1
14 2006 1
15 2007 1
16 2008 2
17 2009 2
18 2010 2
19 2011 2
20 2012 2
21 2013 2
Jumlah 27
Sumber Data : Kantor MA Muhammadiyah Ballasuka Tahun 2013
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian sehingga mendapatkan data sebagaimana adanya.
Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data di lapangan mengenai Peranan Marasah Aliyah
MuhammadiyahBalassuka Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Desa Balassuka Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa yaitu:
1. Angket atau kuisioner (quistisionnaire) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.
2. Interviu (interview) yang sering juga disebut wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk mendapatkan informasi dari terwawancara.
3. Observasi yaitu pengumpulan data dengan memperhatikan sesuatu atau hal-hal yang ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat indera.
4. Dokumentasi, dari asal kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Dalam melaksanakan penelitian dengan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku- buku, absensi, peraturan-peraturan, notulen rapat, absensi siswa, perangkat-perangkat pembelajaran dan semacamnya.
G. Teknik Pengumpulan data
Pengumpulan data penelitian, dilakukan dengan menggunakan teknik field research (riset lapangan) yaitu pengumpulan data dengan meneliti langsung ke lapangan yang dimaksudkan untuk memperoleh data yang lebih akurat berhubungan dengan permasalahan yang diteliti, dengan menggunakan teknik sebagai berikut:
a. Angket dengan memberikan pertanyaan tertulis dalam bentuk pilihan ganda atau essay kepada responden untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian.
b. Wawancara dengan beberapa responden untuk memperoleh data yang diperlukan, dengan melakukan percakapan yang berhubungan dengan permasalahan yang telah dirumuskan ataupun menggunakan daftar pertanyaan,
c. Observasi dengan mengamati secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
d. Dokumen atau tulisan yang berhubungan dengan pembahasan sebagai bukti tertulis
H. Teknik Analisis Data
Untuk mengelola data menjadi sebuah pembahasan, maka peneliti menganalisis data dengan teknik analisis deskriftif yaitu berusaha memberikan gambaran dari data yang diperoleh dengan menggunakan rumus persentase sesuai dengan tabel sebelumnya.
Rumus yang digunakan dalam menganalisis data adalah sebagai berikut :
% N 100 P F
Keterangan :
F : Frekuensi yang sedang dicari persentase N : Jumlah frekuensi/ banyaknya responden P : Angka persentase
BAB IV
HASIL PENELITIAN A. Gambaran Objek Penelitian
1. Gambaran Umum
Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka merupakan salah satu dari Madrasah Muhammadiyah yang ada kecematan Tombolo Pao.
Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka ini berdampingan dengan Madrasah Tsanawiyah Balassuka.
Secara geografis Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka ini terletak pada :
a. sebelah utara berbatasan dengan rumah penduduk b. sebelah Selatan berbatasan dengan pegunungan c. sebelah Barat berbatasan dengan persawahan d. sebelah Timur berbatasan dengan jalan aspal
Adapun profil Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka sebagai berikut :
Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka Alamat : Sapohiring
Tlp/Hp :
Kode Pos : 92174 Desa : Balassuka Kecamatan : Tombolo Pao
39
Kabupaten : Gowa
Provinsi : Sulawesi Selatan Status : Swasta
NSS Baru : 1312273060081
NPSN : 40320460
2. Sejarah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka
Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka adalah salah satu sekolah yang berada dibawa naungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Gowa. Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka merupakan lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan dengan penyajian semi pondok artinya untuk mata pelajaran agama 30% dan 70% untuk mata pelajaran umum.
Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka ini didirikan pada tanggal 20 juni 1990 yang di pelopori oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah ketika itu seperti Abd. Malik, S. Sos, MM, Rabania, Hasanuddin, dan Drs.
Marzuki Ali. Selain itu tokoh masyarakat di desa Balassuka juga sangat berperan dalam prosinibes pendirian Madrasah Aliyah Balassuka.
Madrasah Aliyah Balassuka ini didirikan 3 tahun sebelum didirikannya Madrasah Tsanawiyah Balassuka. Jadi alumni dari Mts.
Muhammadiyah Balaasuka lansung lanjut Madrasah Aliyah Balassuka.
Madrasah Aliyah Balassuka ini sangat member kontribusi besar kepada masyarakat Balassuka karena Madrasah ini adalah satu-satunya sekolah tingkat menengah atas yang ada di desa Balassuka.
Semenjak awal berdirinya sekolah ini hingga sekarang belum juga terlalu banyak perubahan. Dari segi fisik madrasah ini masih jauh dari harapan dimana dinding sekolah masih terbuat dari seng juga tripleks dan masih berlantaikan tanah. Akses menuju sekolah ini juga terbilang susah karena masih banyak siswa yang tinggal jauh dari sekolah ini sedangkan jalan menuju sekolah ini harus melewati jalan tanah, naik gunung dan bahkan menyeberang sawah.
Disamping itu dari tahun 1990 hingga sekarang sekolah ini sudah 4 kali berganti kepala sekolah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:
TABEL 3
Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dari Masa ke Masa No. Nama Kepala Sekolah Lama Jabatan Masa Jabatan
1 Rabanai 1990-1993
2 Marsuki Ali, S. Ag 1993-1995
3 Abd Malik, S. Sos, MM 1995-1999
4 Nurdin, S. Ag - 1999- Sekarang
Sumber : Kantor MAM Balassuka, 2013 3. Tujuan, Visi, dan Misi
Pendidikan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar tentang ilmu pengetahuan dan agama untuk mengembangkan kehuidupannya secara pribadi, masyarakat sebagai warga Negara serta untuk mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan lebih tinggi.
Adapun visi Madrasah Alyah Muhammadiyah Balassuka yaitu, terbentuknya kader yang berakhlak mulia, professional, dan mandiri.
Sedangkan misi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka yaitu a. Mendorong upaya peningkatan pelayanan pendidikan dalam rangka
turut mensukseskan pendidikan.
b. Mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan
c. Berupaya agar anak didik dapat menjunjung tinggi bermartabat islam, suka beribadah, bertanggung jawab serta dapat bermanfaat di tengah- tengah masyarakat.
4. Keadaan Guru
Guru sebagai pengajar memiiki tugas dan tanggung jawab untuk memotovasi, membimbing dan membereri fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan. Guru sebagai anggota masyarakat memiliki potensi dan kepercayaan untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik merupakan suatu tugas fungsional dan profesional karena guru tidak untuk semua orang apalagi memiliki fungsi kemanusiaan. Guru bertugas dan bertanggung jawab untuk mengatur, memimpin, mengarahkan da sekaligus sebagai orang tua bagi anak didik.
Seperti halnya d MA muhammadiyah Balassuka, guru dituntut untuk mampu secara lahir bathin mendidik para siswa agar meraih keberhasilan secara kualitatif , baik kualitas intelektual maupun kualitas kepribadian.
Oleh karena itu, guru-guru disekolah ini selain memiliki kemampuan
profesional, juga dibutuhkan yang memiliki integritas kepribadian yang tinggi dari segi ilmu pengetahuan, moral, akhlak, dan visi ke islaman yang kuat.
Di MA Muhammadiyah Balassuka, sejak lahirnya hingga kini masih eksis memiliki guru-guru yang komitmen pada profesinya sebagai pendidik, disiplin keislaman dan disiplin ilmu dengan berbagai latar belakang pendidikan yang variatif. Ada yang lulusan sekolah kejuruan, pesantren, perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi islam.
Untuk mengetahui keadaan guru dan pelajaran yang diajarkan yang di MA Muhammadiyah Balassuka, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
TABEL 4
Keadaan Guru Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka No. Nama Guru Pendidikan
Terakhir Bidang Studi
1. Nurdin, S. Ag S1 Aqidah akhlak
2. Abd. Malik, S. Sos, MM S2 PKN, Sosiologi
3. ST. Nortijah, S. Ag S1 SKI, Quran Hadist, Ilmu Tajwid
4 Rosmawati, S. Ag S1 Fiqih dan Bhs Arab
5. Maryam, S. Ag S1 Geografi, Ekonomi, dan Sejarah
6. Ahmad, A. Ma D3 Mulok
7. Nasrullah, S.S, MM S2 Bhs. Indonesia
8. Kasman SMA Penjaskes
9. Nurhidayah, S. Pd S1 Matematika 10. Muliana, S. Pd. I S1 Pend. Seni
11. Mustakim, S. Pd S1 Bhs. Inggris Sumber : TU MAM Balassuka, 2014
5. Keadaan Sarana dan Prasarana
Setiap lembaga pendidikan tentu mempunyai fasilitas-fasilitas yang maksimal untuk menunjang terselanggaranya proses belajar mengajar.
Sarana dan prasarana mutlak harus disediakan demi efektifitas dan efesiensi proses belajar mengajar
Adapun sarana dan prsarana yang ada di MA Muhammadiyah Balassuka sesuai dengan data terakhir tahun ajaran 2012-2013 dapa dilihat pada tbel berikut ini :
TABEL 5
Keadaan Sarana dan Prasarana MA Muhammadiyah Balassuka No. Sarana dan
prasarana
Keadaan
Baik Rusak Jumlah
1. Bangku siswa 4 6 10
2. Kursi siswa 7 9 16
3. Meja guru 3 3
4. Kursi guru 2 1 3
5. Papan tulis 2 1 3
6. Kantor 1 1
7. Ruang belajar 3 3
Sumber : TU MAM Balassuka, 2013
B. Peranan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Desa Balassuka, Kec. Tombolopao, Kab. Gowa.
Peranan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka terhadap siswanya dapat dikemukakan sebagai mengasuh, mendidik dan mengarahkan menuju kepada kedewasaan serta menanamkan norma agama. Disamping itu Madrasah juga harus mampu mengembangkan potensi siswanya.
Dari hasil penelitian terhadap sampel alumni siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka menunjukkan bahwa peranan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka adalah :
1. Menyiapkan tenaga pengajar yang berilmu pengertahuan yang tinggi
TABEL 6
Tabulasi Hasil Angket tenaga pengajar Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase
1 Tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi disertai jiwa ke Islaman yang menunjang profesi sebagai seorang pendidik
A Sangat setuju 3 11,11 %
B Setuju 23 85,18 %
C Kurang setuju 1 3,71 %
D Tidak setuju 0 0 %
Sumber data : Olah Angket No. 1, 2014
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tenaga pengajar Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka memiliki ilmu pengetahuan
yang tinggi disertai dengan jiwa ke Islaman yang menunjang profesi sebagai pendidik. Hal ini dapat diketahui dari tabulasi jawaban responden yaitu 85,18 mengatakan setuju, 11,11 % sangat setuju dan 3,71 kurang setuju.
Hal senada diungkapkan oleh Nurdin, S.Ag Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka yang mengatakan bahwa :
Dalam perekrutan tenaga pengajar Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka, ada dua hal yang selalu diperhatikan yaitu calon tenaga pengajar harus memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan dan yang terpenting adalah calon tenaga pengajar harus memiliki jiwa ke Islaman yang dapat menunjang profesinya sebagai tenaga pendidik nantinya. (Nurdin, S.Ag, Wawancara di Sekolah, 10 Januari 2014)
2. Mengembangkan Potensi peserta didik TABEL 7
Tabulasi Hasil Angket Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka mengembangkan potensi peserta didik
No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 2 Madrasah Aliyah Muhammadiyah Balassuka mengembangkan
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, kreatif, mandiri serta bertanggung jawab
A Selalu 12 44,44 %
B Sering 10 37,03 %
C Kadang-kadang 4 14,81 %
D Tidak pernah 1 3,72 %
Sumber data : Olah Angket No. 3, 2014
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Ballasuka selalu mengembangkan potensi peserta didiknya. Hal ini terlihat seperti yang digambarkan dari hasil penelitian yaitu