• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Lokasi

BAB II TEMUAN DAN PAPARAN DATA

A. Gambaran Umum Lokasi

Awal dari lawatan keluarga Scheurs ke Pulau dengan julukan Pulau Seribu Masjid atau kita kenal dengan Lombok yang pertama mengesankan adalah keindahan Pulaunya. Selain dari keindahannya, kekurangan atau kemiskinan menjadi pusat perhatian, dapat dilihat dari orang-orang yang kesusahan mencari makanan sampai mengais sampah, anak-anak meminta di pinggir jalan raya, banyaknya orang-orang miskin yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan, anak-anak disabilitas yang tidak mempunyai skill baik itu dalam hal berbicara, berjalan maupun lainnya, anak-anak disabilitas yang di kesampingkan, bahkan tak jarang tidak diterima di sekolah umum. Hal-hal seperi ini memotivasi Apip Sutardidan istrinya Mindi Melanie Schreurs untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka yang berkebutuhan khusus dengan mendirikan sebuah Instansi yakni Yayasan Lombok Care. Ini bertujuan untuk membantu memenuhi angan anak-anak penyandang disabalitas terutama bagi orang-orang yang kurang mampu dengan harapan bisa berpendidikan gratis. Keluarga Schreurs mulanya membangun Stichting (yayasan) Lombok Care di Belanda, bertepatan pada tahun 2008 dan menjalin relasi dengan salah satu yayasan lokal dalam menjalankan progres-progres yang dirancang untuk Pulau Lombok yakni pada tahun 2009-2011. Di 7 Juni pada tahun 2012 silam,

37

Stichting Lombok Care Belanda menetapkan untuk membangun sebuah Yayasan Lombok Care di Pulau Seribu Masjid (Lombok), Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 37

Berawal dari kecemasan pendiri yayasan ini yang melihat keadaan sosial anak-anak jalanan terutama anak-anak berkebutuhan khusus di Lombok dengan kisaran berjumlah lumayan banyak pada saat itu memotivasi mereka memutuskan untuk memangkas masalah-masalah sosial yang dialami ini. Dari sinilah beberapa anak-anak berkebutuhan khusus yang di muat oleh mereka di sebuah kontrakan. Semakin lama semakin bertambah jumlah anak disabilitas, menjadi 12 anak. Seiring berjalannya waktu anak-anal terus bertambah rumah sewaan di daerah Kecamatan Gunung sari itu tidak lagi dapat menampung, sehingga pendirinya berusaha mencari bantuan-bantuan sosial dari para donatur yang kebanyakan berasal dari luar negeri, khususnya Belanda. Dan akhirnya mereka mampu membeli tanah dengan luas sekitar 1,5 hektar dan mendirikan bangunan yang lebih layak untuk menampung, mengasuh juga membina anak jalanan tersebut.

Yayasan Lombok Care ini ialah yayasan yang bukan bersifat pemerintahan dan tidak berorientasi pada keuntungan dikarenakan yayasan ini hanya berusaha untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus yang berada di Indonesia. Yayasan ini berujuan untuk membagi peluang pada

37

Pembangunan Daerah Lombok Nusa Tenggara Barat (Stdi Kasus: Yayasan Lombok care (journal of Global Discorse), Vol. 2, Nomor 45-65 January-June, Tahun 2020, hlm.

45.

38

setiap anak di dunia ini agar hidup bahagia serta kehidupan yang baik, bebas dari kemiskinan, eksploitasi juga dari kekerasan. Lain daripada mengasuh anak berkebutuhan khusus, Peduli Anak juga menjalin relasi dengan pemerintah Indonesia dan LSM lainnya guna mendukung keluarga juga komunitas anak yang kemungkinan besar menjadi anak terlantar.

Problematika kelompok anak yang berakibat fatal ini termasuk memiskinkan anak, anak yang menderita kekerasan fisik maupun mental, juga anak yang terlantar atau yatim piatu. Adanya pemberdayaan, keluarga mereka dan juga lingkup komunitas, Peduli Anak mempunyai cara untuk mengatasi maraknya masalah sosial.

Yayasan Lombok Care berpusat pada agenda-agenda Readycation yaitu rehabilitasi serta memberi pemahaman pada anak berkebutuhan khusus baik secara fisik maupun ganda. Juga agenda memberi bantuan sosial lainnya. Tujuan dari yayasan ini yaitu memberikan terapi kepada anak-anak berkebutuhan khusus (fisik), memberikan pendidikan formal dan informal, menyediakan fasilitas bermain anak dan membantu meningkatkan minat, bakat, keterampilan juga kepercayaan diri pada anak untuk menjadi mandiri.

2. Visi dan Misi

Memperjuangkan masa depan anak berkubutuhan khusus yang sesuai dengan kemampuan anak serta berusaha mendapatkan hak-hak anak berkebutuhan khusus terutama yang miskin dan tidak mampu dalam

39

mencapai masa depan yang lebih baik yang tidak didapatkan di sekolah umum.

Beberapa makna yang terkandung dalam visi tersebut antara lain : a. Membangun adalah upaya meningkatkan potensi sosial masyarakat

melalui program dan kegiatan yang terencana, sistematis dan berkelanjutan.

b. Kemandirian adalah kemampuan masyarakat membangun dirinya dalam upaya menata kehidupan sosial material maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketentraman lahir batin, yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak azasi serta kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

c. Masyarakat adalah seluruh masyarakat Desa Batu Layar,Kecamatan Gunung sari, Lombok Barat, NTB yang termasuk dalam kategori miskin, cacat, terlantar, tuna sosial, ketertinggalan atau terpencil, korban bencana alam dan bencana sosial.

Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan di Yayasan Lombok care menetapkan Misi yang akan menjadi pegangan dalam mengembangkan atau merumuskan langkah selanjutnya.

a. Memberikan pelayanan dan tempat Rehabilitasi serta pendidikan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Lombok

40

b. Memperkuat program RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat)

c. Memberikan penyuluhan terkait dengan perilaku dan sikap terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

d. Meningkatkan bakat, minat, keterampilan dan kepercayaan diri anak agar dapat mandiri

3. Tujuan

a. Memberikan terapi kepada anak berkebutuhan khusus (fisik) b. Memberikan pendidikan formal dan informal

c. Menyediakan fasilitas bermain untuk anak

d. Meningkatkan bakat, minat, ketrampilan dan kepercayaan diri anak agar dapat mandiri

4. Kriteria

Kriteria anak yang masuk di LombokCare

a. Anak yang berkebutuhan khusus terutama tuna daksa (fisik)

b. Anak berkebutuhan khusus terutama yang miskin atau tidak mampu c. Anak berkebutuhan khusus yang mempunyai motivasi

d. Anak berkebutuhan khusus dengan usia maksimal 18 tahun e. Mendapatkan persetujuan dari orang tua dan wali anak.

Dari data yang di himpun Lombok care jumlah penyandang disabilitas ada 208 dengan keterangan sebagai berikut:

41

Tabel 1 Jenis Disabilitas di Yayasan Lombok care

No Jenis Disabilitas Jumlah

1 Gangguan Pendengaran 3

2 Penglihatan Rendah 3

3 Keterbelakangan Mental 11

4 Sindrom Down 18

5 Spina Bifida 3

6 Hiperaktif, ADHD, Autisme 11

7 DMP 1

8 Kaki Pengkor 26

9 Gangguan Otot 5

10 Cerebral Palsy 77

11 Lainnya 27

12 Keterlambatan pengembangan 11 13 Hidro, Mikro, Macrochepalus 12

Tabel 2 Berdasarkan Wilayah

No PULAU LOMBAK JUMLAH

1 Kab, Lombok Utacara 10

2 Kab, Lombok Timur 6

3 Kab, Lombok Barat 124

4 Kota Mataram 42

5 Kab, Lomkok Tengah 21

PULAU SUMBAWA

1 Kab, Dompu 2

2 Kab, Bima 3

B. Peran Lombok care Dalam Mengembangkan Potensi Anak Disabilitas Lombok care

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bahwa tujuan umum pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan anak disabilitas di Lombok care Kabupaten Lombok Barat sebagai berikut: untuk membuat penyandang disabilitas menjadi mandiri, dalam arti memiliki potensi untuk mampu memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi, dan sanggup memenuhi kebutuhannya dengan tidak menggantungkan hidup mereka pada bantuan

42

orang lain. Bantuan secara ide, gagasan dan pikiran itu jelas sangat mereka perlukan.

Tujuan khusus mempersiapkan kecakapan berkomunikasi, mengembangkan sikap dan perilaku, mengembangkan kemampuan membantu diri sendiri dan kecakapan hidup, memperluas pengetahuan dan, mengembangkan ketrampilan dengan skill, mengembangkan kecakapan untuk memanfaatkan waktu senggang dan melakukan rekreasi, mengembangkan kecakapan memecahkan masalah. Peran Lombok care dalam pengembangan potensi anak disabilitas melalui Keterampilan ini merupakan pelatihan yang menitik beratkan pada praktik dengan tujuan mempersiapkan anak-anak cacat fisik atau anak disabilitas agar terampil di bidang tertentu (sesuai dengan bakat, minat, dan potensi yang dimilik setiap anak) agar dapat berkompetensi dalam dunia kerja dan dunia usaha.

Tahap pelatihan, yaitu yang berhubungan dengan aspek pengembangan potensi anak disabilitas melalui fungsi fisik, dan yang berkaitan dengan pelatihan keterampilan yang mengacu pada tujuan kemandirian anak serta bertujuan untuk mengembangkan potensi anak disabilitas agar menjadi manusia yang cakap, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab. Tahap pelatihan yang perlu dikembangkan pada diri masing-masing anak disabilitas yaitu: membantu perkembangan fisik, meningkatkan perkembangan emosi dan Perkembangan sosial anak.

yang diharapkan dimiliki oleh

orang yang an bentuk-bentuk peran bisa

43

berupa memperhatikan, mengarahkan, membimbing, dan ikut bertanggung jawab atas kehidupannya sehari-hari baik jasmani maupun rohani. Dalam hal ini Lombok care tentunya memiliki kewajiban yang penuh terhadap perkembangan potensi anak disabilitas. Untuk mengetahui peran Lombok care dalam mengembangkan potensi anak disabilitas, oleh karena itu peneliti akan mentuangkan data terkait dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan.38

Problematika yang paling sering terjadi pada anak disabilitas ialah kesulitan untuk bias menjadi mandiri juga kesulitan melakuan interaksi sosial dengan baik. Hal ini menjadi tantangan bagi Yayasan Lombok care dalam meniingkatkan pelayanan rehabilitasi ataupun pendidikan pada anak disabilitas dan menyampaikannya kepada khalayak. Keikutsertaan Lombok care dalam mendorong kemampuan anak-anak disabilitas Lombok care dalam mengatasi maslah seperti itu yakni:

1. Peran Lombok care Sebagai Motivator

Sebagai motivator, pada proses pendampingan ini anggota Lombok care yang telah senior atau memiliki pengalaman lebih lama mencoba menggali potensi sumber daya yang dimiliki oleh anak disabilitas atau yang memiliki kebutuhan khusus yang baru bergabung atau belajar.

Kemudian mereka mengembangkan kesadaran diri tiap anggotanya agar dapat terbuka terhadap permasalahan yang dihadapi. Selain itu, sebagai pendamping, anggota yang telah senior juga menjadi komunikator, mereka

38 Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1994), hal.

854

44

menjadi tempat untuk berbagi informasi dan mampu membantu anak disabilitas melaksanakan berbagai program atau pekerjaan di yayasan.

Di penelitian ini dapat dilihat dari hasil observasi bahwasannya keikutsertaan Lombok care sebagai pendorong itu penting bagi kemajuan potensi anak disabilitas. Dapat dinilai dari hasil wawancara dengan Ketua yayasan Lombok care yakni Afip Sutardi menjelaskan:

Salah satu peran Lombok care dalam mengembangkan potensi anak yang disabilitas atau yang memiliki kebutuhan khusus yaitu kami menjadikan pola pemberdayaan kepada anak yang disabilitas dengan nama program Readycation yaitu program rehabilitasi dan memberi edukasi denggan tujuan agar menyiapkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk bisa hidup

39

Bapak Budi selaku Pengelola yayasan Lombok care menjelaskan pentingnya motivasi bagi anak diisabilitas, beliau menyatakan bahwa:

Saya memberi motivasi dalam bentuk apa saja kepada anak-anak disabilitas, apapun yang dia inginkan dan mereka butuhkan saya berusahan berikan tanpa membedakan dengan semua anak disabilitas seperti tuna rungu, tuna wisma, tuna bicara, seperti anak begitu menyenangi menggambar, dan saya selalu mendukung hal apapun yang mereka senangi, karena untuk bisa bersosialisasi secara mandiri serta melakukan kegiatan lain secara mandiri meskipun sepenuhnya tidak bisa dilepas untuk

40

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, peneliti mengamati secara langsung peran yayasan Lombok care anak disabilitas di Kabupaten Lombok Barat memberikan motivasi, dorongan serta dukungan untuk anak penyandang anak disabilitas dalam perkembangan potensinya.

39 Afip Sutardi, Wawancara, Desa Sandik, 20 Oktober 2022

40 Budi, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022

45

Agar pada fase anak sampai remaja ini mereka tetap bisa merasakannya tanpa ada perbedaan yang mereka alami.41

SLB Pelangi Lombok care adalah sekolah yang diperuntukkan untuk anak disabilitas. Selain memperoleh pelatihan untuk penyembuhan disabilitasnya anak-anak juga mendapatkan pendidikan formal sama seperti anak biasa atau sehat lainnya, meskipun cara pengajaran mereka tidak berbeda dengan pendidikan formal karena SLB Pelangi Lombok care, supaya anak-anak tidak hanya focus kepenyembuhan tetapi focus untuk belajar seperti anak-anak sehat lainnya. Peneliti melakukan wawancara dengan ketua yayasan Lombok care, beliau menyatakan bahwa:

-anak disini merupakan anak disabilitas, tetapi juga mereka berhak mendapatakan pendidikan agar mereka memiliki pengetahuan, sehingga kami yang ada di yayasan ini membangun SLB Pelangi Lombok care, supaya anak-anak tidak hanya focus kepenyembuhan tetapi focus untuk belajar seperti anak-anak sehat 42

Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa anak-anak tidak hanya mendapatkan pelatihan untuk penyembuhan tetapi juga mendapatkan pendidikan, mengingat hal tersebut pasti jadwal yang sesuia agar kegiatan tidak mengalami bentrok. Penelitia menanyakan hal tersebut terhadap pengelola yayasan beliau meyatakan bahwa:

dakan di pagi hari, mulai hari Senin sampai hari Sabtu. Dalam kegiatan edukasi, anak-anak di SLB juga mendapatkan terapi sesuai dengan jadwal masing-masing.

Program akademik SLB Pelangi Lombok care dilengkapi

41 Observasi, Desa Sandik, 19 Oktober 2022

42 Afip Sutardi, Wawancara, Desa Sandik, 20 Oktober 2022

46

dengan kegiatan olahraga, motorik kasar dan motorik halus serta

43

Pemberian program pelayanan SLB Pelangi Lombok Care berupa bimbingan fisik, bimbingan mental, bimbingan sosial, intelektual dan bimbingan keterampilan. Bimbingan fisik dimaksudkan untuk memelihara kesehatan jasmani dan perkembangan anak. Bimbingan mental dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan sikap, perilaku dan kreatifitas, rasa percaya diri dan harga diri, agama, budi pekerti, etika, kecerdasan emosional, dan mental psikologis. Bimbingan SLB Pelangi Lombok Care untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial, kemampuan penyesuaian diri dan kerjasama dalam kelompok atau lingkungannya. Kegiatan intelektual agar anak dapat memahami kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Bimbingan keterampilan agar anak memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.

Yayasan Lombok care mengadakan beberapa pelatihan seperti on hand dengan bantuan Best-lap yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot otot bahu dan jari-jari tangan, serta diberikan stimulasi berupa stretching, dan stimulasi merayapa agar berpindah dengan pola yang benar dan masih banyak lagi jenis pelatihan lainnya yang diberikan.

Melatih keterampilan yang ada di diri anak-anak disabilitas, pelatihan

43 Budi, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022

47

diadakan agar siswa memiliki keterampilan khusus yang bermanfaat bagi mereka. Peneliti melakukan wawancara dengan ketua yayasan:

Di SLB ini kami menerapkan pola pemberdayaan kepada ABK terkait kemampuan juga keterampilan serta kemandirian ABK agar anak-anak di sini memiliki keterampilan seperti anak-anak

normal lainnya dan supa 44

Selain itu juga peneliti melakukan wawancara dengan pengelola yayasan Lombok care menegnai tujuan dari diadakan pelatihan apa saja yang akan diajarkan, beliau menyatakan:

life skill ini diadakan pada siang hari di hari Senin sampai pada hari J -anak disabilitas yang sudah sekolah di SLB atau sekolah inklusi. Kemampuan yang telah berjalan di Lombok care adalah Komputer, membuat gelang, bros, celengan, pot bunga, gantungan kunci, berkebun dan bernyanyi. Tujuan pentting dari program life skill antara lain:

Menimbulkan kepercayaan diri pada anak, Sebagai wadah bagi anak untuk mengekspresikan diri, Memberdayakan anak dengan membuat suatu keterampilan tertentu yang bisa bermanfaat

45

Dapat diketahui bahwa yayasan Lombok care bukan hanya mengadakan pelatihan, menyediakan sekolah khusus tetapi juga mendakan latihan untuk anak-anak disabilitas, agar mereka memiliki keterampilan, sehingga mereka bisa mandiri dengan keahlian yang mereka miliki.

2. Peran Lombok care Sebagai Fasilitator

Anggota Lombok care juga menjadi fasilitator yang mendampingi anak disabilitas dengan melakukan pengarahan seperti membantu dalam proses produksi produk kreatif dengan mengenalkan cara-cara penggunaan alat dan mengajari teknik-teknik membuat kerajinan. Apabila anak

44 Afip Sutardi, Wawancara, Desa Sandik, 20 Oktober 2022

45 Beni, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022

48

disabilitas mengalami kesulitan, setiap anggota yayasan selalu mendiskusikannya dan saling membantu satu sama lain. Hasil wawancara dengan ketua yayasan tentang anak disabilitas yang memiliki hasrat di bidang seni suara, Nir mengungkapkan:

Beberapa fasilitas yang telah kami sediakan sesuai dengan kesenangan merekasebab mereka suka musik juga bernyanyi jadi kami menyediakan fasilitasi seperti, kaset yang berisi lagu anak-anak, kami juga siapkan mikrofon supaya mereka bisa bernyanyi secara leluasa, serta alat-alat musik yang mereka senangi, seperti piano dengan ukuran kecil, uga kami ikut bermain dengan mereka, saya yang memainkan dan dia

46

Hal senada di ungkapkan Beni, untuk menguatkan hasil yang diungkapkan oleh informan. Beni memaparkan

Jujur saja mereka ini memiliki soft skill atau kemampuan masing-masing dalam diri mereka, tanpa berpendidikan umum ataupun khusus juga sebenarnya kita orang-orang terdekatnya juga bisa memberikan yang terbaik untuk mereka, dengan kita mendukung hal-hal yang dia senangi, seperti memberi barang- barang yang mereka mau untuk belajar mengembangkan potensi dirinya, yang suka music misalkan difasilitasi dengan sesuatu yang berkaitan dengan musik, contoh, dihandphone kan sekarang bisa seperti didownload, atau langsung nonton youtube bisa juga ajak bernyanyi dengan orang tuanya, yang suka gambar berikan ya alat- 47

Dari hasil wawancara di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Lombok care memberikan fasilitas kepada anak penyandang disabilitas sesuai dengan kebutuhan kesenangan anak supaya dapat mendukung perkembangan potensi anak sendiri, seperti anak yang suka seni suara dapat diberikan fasilitas handphone untuk mendownload lagu atau bisa

46 Afip Sutardi, Wawancara, Desa Sandik, 20 Oktober 2022

47 Beni, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022

49

juga bernyanyi bersama orang-orang terdekat. Sedangkan yang menyukai seni lukis dapat diberikan alat-alat melukis berupa buku gambar, pensil warna, crayon, atau bisa juga menggunakan yang lebih modern seperti belajar melalui aplikasi dihandphone.

Yayasan juga memiliki sarana dan prasaraan yang diharapkan dapat mendukung pelaksnaan pelatihan dan rehabilitas adalah sebagai berikut: a.

mobilitas: 2 kendaraan roda 2 dan 1 kendaraan roda 4 yang dipergunankan untuk kebutuhan rehabilitant dan edukasi, baik untuk kegiatan luar Yayasan maupun dalam memudahkan kedatangan dan kepulangan anak, dalam melaksanakan program sehari-hari yang berkendala transportasi. b.

ruangan dan sarana lain: di Yayasan terdapat beberapa ruangan yaitu ruang kantor, ruang admistrasi, ruang ketua Yayasan, fisioterapi/multifungsi yang di lengkangpi dengan kamar mandi, aksesibibel untuk pengguna kursi roda, ruang konseling dan Assesment, ruang guru, ruang bermain+perpustakaan, ruang Kesehatan (UKS), ruangan kelas, ruang petugas keamanan. C. alat bantu seperti kursi roda, kruk, sepatuo rtopedi, sepatu AFO, KAFO dan peralatan kantor, seperti: komputer, printer, kamera, dab sound system.48

3. Peran Lombok care Sebagai Mediator

Peran Lombok care sebagai mediator yaitu anggota Lombok care dituntut untuk menguasai media pendidikan untuk anak, baik itu dari jenis maupun bentuknya. Dalam mengembangakn potensi yang ada pada diri

48 Observasi di Yayasan Lombok care pada, 19 oktober 2022.

50

seorang anak penyandang tunagrahita perlu kita mengetahui cara-cara yang tepat, hal ini terpapar pada pernyataan informan mengungkapkan seperti yang digambarkan di bawah ini:

coba disekolahkan, namun karena perbadaan cara pola berfikirnya dengan anak normal lain, akhirnya kami memutuskan untuk memberhentikannya, sebab dia tidak mampu untuk menerima juga mengikuti cara belajar anak-anak normal pada umumnya, tapi kalau untuk soal kepandaian atau keahliannya di bidang tertentu kami tidak memasukkannya, karena yang kami tau dia ini hanya menyenangi menggambar

49

Hal yang sama juga di sampaikan untuk mendukung hasil yang diungkapkan oleh informan. Peneliti melakukan wawancara dengan ketua yayasan:

karena mereka ini butuh pendidikan yang lebih khusus juga pengawasan yang baik, jadi kebanyakan yang seperti mereka berhenti sekolah di sekolah umum, karena yang saya pantau kebanyakan dari orang tuanya tidak terlalu memahami pendidikan yang layak dan baik untuk anak mereka, mereka ini seharusnya mendapat pendidikan yang khusus agar kiranya mereka dapat mengembangkan sesuatu yang terpendam dalam pribadi mereka, karena kan kalau disekolah khusus guru- gurunya juga khusus yang sesuai dengan anak ini, tidak seperti

50

Hal ini selaras dengan hasil wawancara di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha yang dilakukan untuk menyalurkan perkembangan potensi anak disabilitas di Lombok care Kabupaten Lombok Barat yang lakukan belum ada. Para Lombok care anak disabilitas sempat menyekolahkan anaknya di sekolah umum, tapi karena keterbatasan yang mereka miliki menjadikan mereka susah untuk

49 Beni, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022

50 Afip Sutardi, Wawancara, Desa Sandik, 20 Oktober 2022

51

beradaptasi dengan pembelajaran yang ada di sekolah umum. Pada akhirnya mereka kesulitan \untuk naik kelas dan berujung berhenti sekolah.

Para anggota Lombok care berperan langsung sebagai mediator dalam mengembangkan potensi anak. Lombok care memilih anggotanya sebagai mediator karena para anggota lebih paham dalam mengajarkan anak penyandang disabilitas, selain itu juga para anggota memiliki keterampilan yang dibutuhkan yang sesuai dengan keterampilan anak-anak disabilitas, sehingga memudahkan anak dalam mengembang potensinya.

C. Hasil Peran Lombok care Dalam Pengembangan Potensi Anak Disabilitas

Dokumen terkait