BAB II TEMUAN DAN PAPARAN DATA
C. Hasil Peran Lombok care Dalam Pengembangan Potensi
51
beradaptasi dengan pembelajaran yang ada di sekolah umum. Pada akhirnya mereka kesulitan \untuk naik kelas dan berujung berhenti sekolah.
Para anggota Lombok care berperan langsung sebagai mediator dalam mengembangkan potensi anak. Lombok care memilih anggotanya sebagai mediator karena para anggota lebih paham dalam mengajarkan anak penyandang disabilitas, selain itu juga para anggota memiliki keterampilan yang dibutuhkan yang sesuai dengan keterampilan anak-anak disabilitas, sehingga memudahkan anak dalam mengembang potensinya.
C. Hasil Peran Lombok care Dalam Pengembangan Potensi Anak Disabilitas
52
care saat ini adalah fokus pada pengembangan minat dan bakat. Karena anak- anak tersebut merupakan penyandang disabilitas. Tetapi mereka masih mampu melakukan apa yang mereka sukai dan juga sesuai dengan bakat yang mereka miliki. Walaupun beberapa di antaranya hanya ikut serta saja dalam pengembangan tersebut. Karena anak tersebut belum fokus terhadap apa yang disukai dan juga bakat yang sebenarnya dimiliki.
Dalam menekuni keterampilan yang telah banyak dilakukan oleh yayasan di luar sana. Merupakan sebuah rencana masa mendatang yang ingin juga dilakukan oleh pihak Yayasan Lombok care untuk anak-anak asuhnya.
Namun hal tersebut juga harus melihat kepada kondisi anak-anak disabilitas.
Karena bagaimanapun pihak Yayasan Lombok care akan tetap mendukung segala kegiatan yang dilakukan anak-anak, selama kegiatan tersebut positif dan tidak menganggu aktivitas sekolah anak-anak. Karena pihak Yayasan Lombok care ingin anak-anak disabilitas menjadi anak-anak yang memiliki bekal ilmu yang cukup untuk kehidupan mereka. Terlebih lagi dengan kondisi anak-anak yang diasuhnya.
Pengembangan minat dan bakat dalam seni lukis dan seni musik, adalah merupakan bidang seni yang saat ini difokuskan kepada anak-anak terutama anak-anak disabilitas yang berada di Yayasan Lombok care. Tetapi di masa mendatang tidak menutup kemungkinan untuk lebih mengeksplorasi potensi anak dalam minat dan bakatnya dalam bidang seni lainnya atau di luar bidang seni. Seperti kegiatan belajar menggambar sebenarnya adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh anak-anak disabilitas di Yayasan Lombok care
53
untuk mengisi waktu luang mereka. Di antara anak-anak disabilitas tersebut memang ada yang memiliki bakat dalam bidang ini. Hal tersebut terlihat dari hasil gambar yang dibuat. Kemudian untuk seni musik, menjadi salah satu bentuk kegiatan anak-anak secara berkelompok. Agar bisa menumbuhkan rasa kebersamaan antar anak, karena berada pada satu kelompok kegiatan seperti band musik. Pak Beni juga pernah berkata:
berdasarkan penilaian, salah satunya penilaian dari salah seorang guru di sekolah. Yang melihat bahwa ada anak disabilitas di Yayasan Lombok care ini yang berbakat dalam seni lukis dan juga musik. Lalu guru tersebut juga menyampaikan pendapatnya, agar pihak Yayasan Lombok care mempertimbangkan bakat anak tersebut. Supaya tidak
terbatas hanya 51
Sebelum kemudian program pengembangan minat dan bakat dilaksanakan, beberapa hal perencanaan dibuat oleh pihak yayasan seperti yang dikatakan oleh Pak Beni yaitu tahapan atau proses perencanaan terdiri dari :
1. Mempertimbangkan dan mengembangkan hasil penilaian dari guru atau info dari guru sekolah.
2. Mendata anak yang akan mengikuti program pengembangan minat dan bakat.
3. Melakukan konsultasi dan tes dengan psikolog.
4. Melakukan pertimbangan bahwa pelatihan tidak boleh mengganggu waktu sekolah atau hal akademik.
51 Beni, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022
54
5. Memberikan fasilitas berupa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
6. Mencarikan pelatih yang sesuai dengan bidang yang akan menjadi bahan dalam pengembangan minat dan bakat.
7. Membuat jadwal latihan secara rutin
Sedangkan untuk pelaksanaannya sendiri, Pak Afip Sutardi memberikan beberapa hal yang diketahuinnya mengenai pelaksanaannya.
Karena untuk pelaksanaannya sendiri lebih diserahkan kepada para pelatih dari masing-masing bidang seni lukis dan seni musik. Seperti yang beliau katakan:
metode yang dilakukan diantaranya: menyederhanakan materi dengan kesesuaian kemampuan anak dan bahan/materinya adalah berupa teori terlebih dahulu kemudian disesuaikan dengan kemampuan anak dengan pengamatan dari pelatih 52
Kemudian untuk evaluasinya sendiri, Pak Afip Sutardi juga memberikan beberapa hal yang diketahuimya. Seperti yang beliau katakan:
berapa kali latihan, kemudian dilakukan evaluasi seperti untuk seni lukis, anak sudah dapat menghasilkan berapa karya lukis yang lebih baik dari sebelum pelatihan. Sedangkan untuk musik, dalam beberapa latihan sudah menguasai berapa lagu, saat penampilan di panggung sudah dapat menampilkan berapa lagu, dan mandiri dalam penampilan di panggung 53
Dalam membuat program pengembangan minat dan bakat, ada strategi-strategi yang dilakukan oleh pihak Yayasan Lombok care. Di
52 Afip Sutardi, Wawancara, Desa Sandik, 20 Oktober 2022
53 Beni, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022
55
antaranya berikut ini seperti yang telah dirangkum dari hasil wawancara dengan Pak Afip Sutardi, yaitu:
a Mengamati anak, dalam hal minat dan bakat yang ada pada anak dan kemudian melakukan tes psikologi minat dan bakat.
b Mencari profesional untuk pelatihan, jika sudah menemukan apa yang menjadi minat dan bakat anak-anak.
c Memberikan fasilitas untuk latihan, dengan apa yang dibutuhkan oleh pelatihnya yang menyeseuaikan dengan kondisi anak-anak.
d Membuat jadwal, yang terpenting tidak mengganggu waktu sekolah (waktu di luar hari sekolah). Penyeseuain antara waktu anak-anak dengan pelatih, serta durasi dalam setiap pertemuan tidak terlalu lama. Agar anak- anak tidak bosan, karena masih bisa diulang kembali pada pertemuan berikutnya.
e Memberikan wadah untuk tampil, hasil selama pelatihan ditampilkan/dipublikasikan agar dapat dilihat oleh masyarakat umum di luar orang-orang yang berada di Yayasan Lombok care.
Anak-anak disabilitas di Yayasan Lombok care mungkin sudah terbiasa dengan kegiatan menggambar/melukis, baik saat mereka belajar di sekolah dan ataupun sebelum adanya pengembangan minat dan bakat. Tetapi karena kegiatan menggambar/melukis tersebut semakin diperbanyak/diperdalam ilmunya melalui program pengembangan minat dan bakat. Maka diperlukan seorang pelatih lukis khusus untuk pelaksanaan kegiatan program pengembangan minat dan bakat dalam seni lukis tersebut.
56
Pelatih lukis yang kemudian mengajarkan anak-anak dalam kegiatan program pengembangan minat dan bakat dalam seni lukis tersebut adalah bernama Pak Beni. Beliau adalah seorang kesenian. Saat beliau ditanya mengenai bagaimana beliau bisa menjadi pelatih lukis untuk anak-anak Yayasan Lombok care, beliau menjawab:
Untuk anak-anak disabilitas di Yayasan Lombok care, strategi yang sebaiknya diterapkan adalah 1.berupaya membuat anak-anak menyukai kegiatan melukis. Anak-anak sedapat mungkin melukis tanpa paksaan, tapi atas dorongan diri sendiri. Pihak pengajar, pembimbing dapat nerperan sebagai motivator yang terus menerus memberi motivasi dan rangsangan dengan berbagai bentuknya, agar anak-anak merasa membutuhkan dan akhirnya mencintai kegiatan ini.
2. pengembangan sebaiknya bersifat kontinyu dan diperkenalkan/diajak lebih jauh mengenal beberapa teknik melukis.
Yang pernah saya ajarkan adalah: melukis dengan oil pastel/crayon, menggambar dengan cat air, membuat monoprint, menggambar alam benda contohnya botol, cangkir dengan crayon. Di sini saya tidak lebih pada bagaimana menumbuhkan gairah dalam diri mereka untuk mengeksplorasi bahan dan ide yang mereka miliki. Serta melatih kemampuan mengamati lingkungan dan alam sekitar seperti benda mati atau benda hidup. Sehingga dapat meningkatkan kepekaan rasa dan akal budi. Untuk mencapai dua hal tersebut saya sebagai pengajar tidak banyak memberi contoh, tetapi berusaha semaksimal mungkin mendorong anak mengeluarkan seluruh kemampuannya dan kreatifitasnya melalui tanya jawab bercerita, mengajak anak mengamati benda-benda dan lingkungan sekitar dan mengajak berimajinasi sambil terus bereksplorasi dengan material yang sedang dihadapi 54
Dari beliau mencoba mengutarakan pendapatnya mengenai kegiatan pengembangan minat dan bakat yang dilakukan pihak Lombok care kepada anak-anak asuhnya. Beliau juga memberikan tahukan sedikit strateginya agar mungkin bisa diterapkan juga oleh pihak Lombok care untuk anak-anak yang mengikuti kegiatan pengembangan minat dan bakat khususnya dalam seni
54 Beni, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022
57
lukis. Serta strategi beliau dalam mengajarkan anak-anak melukis dengan tekniknya yang telah beliau terapkan untuk anak-anak Yayasan Lombok care.
Melihat dari hasil karya anak-anak. Dan beberapa yang berbakat dalam bidang seni lukis. Berusaha untuk pelatihan lukis tersebut tetap berlanjut.
Bahkan dengan pengembangan minat dan bakat dalam seni lukis yang telah dilakukan, telah bermanfaat bagi salah seorang anak. Dengan bakat menggambarnya yang kini bisa dilakukan dengan komputer. Dan dia juga terkadang digunakan oleh pihak sekolahnya untuk mendesign suatu yang sedang dibutuhkan oleh sekolahnya.
Berbeda dengan seni lukis/menggambar yang sudah terbiasa dilakukan oleh anak-anak sebelum adanya kegiatan pengembangan minat dan bakat. Untuk seni musik cenderung anak-anak mungkin tidak terbiasa.
Namun segala hal yang berhubungan dengan dunia musik, biasanya pasti disukai. Baik itu dari segi lagu, bernyanyi, memainkan alat musik, dan sebagainya. Dari usia anak-anak hingga usia tua pun memiliki ketertarikan tersendiri dalam seni musik. Hal inilah yang kemudian mudah untuk bisa memperkenalkan kepada anak-anak Yayasan Lombok care, khususnya yang berada di Lombok care. Untuk bisa mengikuti kegiatan pengembangan minat dan bakat dalam seni musik. Karena kebanyakan anak laki-laki juga menyukai kegiatan bermusik, di samping kegiatan olahraga seperti sepakbola atau futsal yang juga mendominasi kegiatan anak laki-laki. Baik itu hanya sekedar menyukai permainannya dengan menonton, atau juga memang suka
58
bermain sepakbola/futsal. Sama halnya seperti anak-anak yang mengikuti kegiatan pengembangan minat dan bakat tersebut.
Sejauh ini hasil yang sudah dicapai oleh anak-anak dari pengembangan minat dan bakat dalam seni lukis dan seni musik yang mereka lakukan. Juga dirasakan oleh pihak Yayasan Lombok care seperti Pak Beni yang menyampaikan penilaiannya:
-anak disabilitas di antaranya, mereka menjadi bangga pada diri mereka karena memiliki keterampilan yang diakui. Sehingga mereka juga merasa dihargai dengan keterampilan yang mereka miliki dan dapat ditampilkan, lebih percaya diri karena sudah pernah merasakan menampilkan hasil karya mereka. di sekolah pun terkadang dipakai untuk kegiatan-kegiatan tertentu yang sesuai dengan bidang yang dikuasai. Waktu luang mereka terisi dengan kegiatan positif. Berharap bisa menjadi jalan alternatif kelak nanti sudah menyelesaikan pendidikan sekolah. 55 Bapak Afip Sutardi pun merasakan hasil pencapaian terjadi pada anak-anak didik mereka berkata:
-anak disabilitas menggambar dan melukis di Yayasan Lombok care saya melihat beberapa anak memiliki potensi yang cukup baik yang bisa terus berkembang. Hal tersebut berdasarkan pengamatan saya atas sikap dan keseriusan anak-anak tersebut dalam berkegiatan, dan atas peningkatan yang tampak dalam perkembangan karya mereka dari waktu ke waktu. Saya melihat hal ini sebagai hal yang positif, bukan karena berharap suatu ketika mereka akan menjalanibidang seni sebagai profesi. Meskipun hal tersebut dimungkinkan dan bagus sejauh itu disukai oleh mereka.
kegiatan seni yang dikembangkan akan dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan mengekspresikan diri, lebih menghargai keindahan, dan memupuk motivasi untuk
56
Hasil Pengembangan minat dan bakat yang dilakukan adalah pada bidang seni lukis dan seni musik. Karena bidang seni tersebut yang saat ini
55 Beni, Wawancara, Desa Sandik, 19 Oktober 2022
56 Afip Sutardi, Wawancara, Desa Sandik, 20 Oktober 2022
59
sesuai dengan minat dan bakat anak-anak disabilitas. Dan karena manfaat dari kedua seni tersebut untuk anak-anak penyandang disabilitas seperti mereka.
yaitu misalnya untuk sinkronisasi otak dan tubuh. Tujuan dari pengembangan minat dan bakat tersebut di antaranya agar anak-anak lebih bisa mengeksplorasi potensi yang mereka miliki pada kedua bidang tersebut, agar anak-anak lebih percaya diri dengan minat dan bakat yang mereka milik dengan dimulai dari seni lukis dan seni musik, serta b
untuk mereka saat nanti sudah menyelesaikan pendidikan sekolahnya.
60 BAB III