BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
NDS : 42.19.22.0012
NPSN : 40311963
NSS : 232196004024
STATUS : Swasta Akreditasi : A
ALAMAT : Jalan Andalas lr. 126H/7C Telp.(0411)3611936 Kel./Kec. : Bontoala/Bontoala Kota : Makassar
Propinsi : Sulawesi Selatan
Email/website : [email protected] /www.smkmuhda.sch.id SK. PENDIRIAN
Nomor : III.A/10.1/19/1992 Tanggal : 10 Januari 1992
Pejabat :Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Bontoala.
Kepala Sekolah : Drs. Firdaus Yusuf 45
Program keahlian : a. Teknik Kendaraan Ringan b. Teknik Sepeda Motor c. Teknik Audio Video
d. Teknik Komputer Multimedia e. Teknik Komputer Jaringan f. Administrasi Perkantoran g. Akuntansi
i. Perbankan
Sistem pendidikan : - Lama pendidikan 4 tahun
- Kurikulum 2013
- Praktek Kerja Industri (prakerin) 3 s/d 6 bulan Ekstrakurikuler : a. Pencak Silat Tapak Suci
b. Marching Band
c. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)
d. Kepanduan Hisbul Wathan (HW)
e. Seni dll
Fasilitas Belajar : Ruang Kelas 5 ruang Full AC Ruang Kelas 18 ruang Kipas Angin Ruang Laboratorium Komputer 4 ruang Ruang Laboratorium Teknik Audio Video Ruang Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Ruang Bengkel Teknik Sepeda Motor Jaringan internet/Wifi Area
Awalnya kebijakan pemerintahan menutup SPG (Sekolah Pendidikan Guru) tahun 90an, sehingga SPG Muhammadiyah Bontoala termasuk yang harus di tutup sehingga manajemen sekolah yang dipimpin Bapak H. Usman Latief ( alm ) bersama pimpinan cabang Muhammadiyah Bontoala memutuskan mengalih fungsikan SPG menjadi sekolah SMPS (Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial).
Namun dalam perjalanannya setelah satu tahun pertama ternyata bahwa animo masyarakat sangat rendah untuk memasukkan anaknya di SMPS sehingga para pimpinan sekali lagi mengambil kebijakan setelah diadakan beberapa kali rapat untuk membuka sekolah tekhnologi atau (STM) maka didirikanlah STM Muhammadiyah Bontoala melalui SK PCM Bontoala Bagian pendidikan Nomor : III/A/10/I/19/1992 tanggal 1 Agustus 1992 dan izin operasional dari kandep pendidikan masyarakat Nomor: 2644/106.22/a/93 tanggal 28 Juli 1993 izin kawil pendidikan dan kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan Nomor:
228/KEP/106/H/1993 Tanggal: 2 Oktober 1993 dengan program study yang di buka adalah:
1. Rumpun Otomotif Program Studi Mekanik Otomotif.
2. Rumpun Elekronika Program studi Elekronika Komunikasi.
Dengan kepala sekolah Bapak H. Usman Latief sampai bulan Maret Tahun 1996. Tenaga pendidikan awalnya untuk pembelajaran umum mengunakan guru- guru SPG, sementara untuk pelajaran kejuruan mengunakan guru STM pembangunan di tambah guru SPG yang masih bertahan.sebagai guru honor kejuruan.
Tahun ajaran 1995/1996 STM Muhammadiyah Bontoala berubah menjadi SMK Muhammadiyah 2 Bontoala. Dalam perkembangannya SMK Muhammadiyah 2 Bontoala mengalami kemajuan yang luar biasa baik kuantitas dan kualitas, dimana awal berdirinya menerima siswa baru 27 orang, pada tahun ajaran 2010 menerima siswa baru 332 orang.
Kemudian sejalan dengan tutunan perkembangan pada tahun 2006/2007 menambah program keahlian Multi Media, dan tahun 2009/2010 dengan perubahan kurikulum ke spectrum Program Keahlian Otomotif berubah menjadi Tehnik Otomotif Kendaraan Ringan dan Tehnik Otomotif Sepeda Motor.
Tahun 2014 SMK Muhammadiyah 1 Bontoala dan SMK Muhammadiyah 2 Bontoala disatukan mengingat kedua sekolah tersebut bergabung dalam satu kompleks. Secara otomoatis jurusan Akuntansi, Administrasi Perkantoran dan Teknik Komputer Jaringan masuk dalam jurusan SMK Muhammadiyah 2 Bontoala dan di tahun itu juga jurusan perbankan dibentuk.
Setelah masa jabatan Drs. H. Natsir, M.Si berakhir pada tahun 2016 maka estafet kepemimpinan SMK Muhammadiyah 2 Bontoala dilanjutkan oleh Drs.
FirdausYusuf sampai sekarang .
2. Visi Misi dan Tujuan SMK Muhammadiyah 2 Bontoala a. Visi
Adapun visi pendidikan SMK Muhammadiyah 2 Bontoala adalah
“Menjadi sekolah yang berkualitas, unggul dalam IMTAQ dan IPTEK, mandiri mampu berkompetisi secara nasional dan internasional”
Indikator :
1. Mendorong aktifitas dan kreatifitas secara optimal kepada seluruh komponen sekolah terutama para siswa.
2. Mengoptimalkan pembelajaran dalam rangka meningkatkan keterampilan siswa supaya mereka memiliki prestasi yang dapat dibanggakan.
3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga kecerdasan siswa terus diasah agar terciptanya kecerdasan intelektual dan emosional yang mantap.
4. Antusias terhadap perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Menanamkan cinta kebersihan dan keindahan kepada semua komponen sekolah.
6. Menimbulkan penghayatan yang dalam dan pengalaman yang tinggi terhadap ajaran agama (Religi) sehinggan tercipta kematangan dalam befikir dan bertindak.
7. Melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler dalam pengembangan dan pembentukan karakter siswa dalam menciptakan karakter bangsa.
b. Misi
1. Meningkatkan kualitas PBM berbasis kompetensi standar Nasional dan Internasional
2. Mengembangkan manajemen berstandar ISO 9001-2008
3. Mengembangkan pelatihan SDM yang lebih berkompeten
4. Mengembangkan program keahlian berstandar Nasional dan Internasional
5. Meningkatkan kualitas tamatan berkompeten dibidang Otomotif, Elektro dan Teknik Komputer dan bisnis manajemen perbankan.
6. Mengembangkan kesadaran berwiraswasta bagi tammatan
7. Mengembangkan pendidikan yang mandiri dengan pengembangan unit produksi.
8. Membentuk karakter siswa yang besumber dari pengamalan Alquran dan Assunnah.
9. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Islam sesuai tuntunan Al-Quran dan Assunnah.
c. Tujuan
a) Tujuan jangka panjang
Berdasarkan Visi dan Misi yang telah dirumuskan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, tujuan yang diharapkan tercapai oleh sekolah pada tahun 2017/2018 adalah : Menghasilkan tamatan yang professional cinta tanah air, mampu bersaing di pasar kerja nasional dan internasional mandiri serta beriman bertaqwa dan berakhlak mulia.
b) Tujuan Jangka Pendek Sekolah
1. Menerapkan managemen mutu standar ISO 9001-2008
2. Terwujudnya manajemen sekolah yang transparan dan partisipatif, melibatkan seluruh warga sekolah.
3. Menggunakan kurikulum kejuruan yang disusun bersama mitra DUDI
4. Meningkatkan kompetensi guru dan staf
5. Meningkatkan sarana dan prasarana penunjang PBM, RKB dan ruang kerja siswa (bengkel dan laboratorium)
6. Mengupayakan peningkatan pendapatan dan belanja sekolah 7. Meningkatkan kualitas input dan output siswa
8. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan sekolah.
9. Meningkatkan peran serta DUDI dalam pelaksanaan dan pengembangan sekolah.
10. Membuat kerjasama MOU bersama pihak DUDI dalam rangka pengembangan sekolah.
11. Menata lingkungan sekolah yang bersih, indah, resik, rapi dan hijau (asri)
12. Memiliki kegiatan ekstra kurikuler yang maju dan berprestasi disegala bidang.
13. Terbentuknya karakter siswa yang berorientasi karakter bangsa.
14. Terwujudnya disiplin yang tinggi dari seluruh warga sekolah.
15. Terwujudanya suasana pergaulan sehari-hari yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan.
16. Meningkatkan pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan khususnya baca tulis Alquran.
3. Keadaan Guru
Guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, dalam usaha mengantarkan siswa kepada kedewasaan baik dalam berfikir maupun dalam bertingkah laku. Oleh karena itu, guru dituntut keahliannya dalam mengajar dan mendidik siswanya, agar ilmu dan bidang studi yang diajarkan mudah diserap dan ditransfer anak didik. Dengan demikian, nampak jelas bahwa menjadi guru bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, sebab keberhasilan suatu sekolah khususnya di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala tergantung pada aktivitas dan kreativitas seorang guru dalam memberikan bimbingan dan pembelajaran terhadap siswa.
Kemudian klasifikasi tenaga pendidik di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala sebanyak 60 orang termasuk pimpinan sekolah. Untuk mengetahui lebih jelas keadaan jumlah guru dan mata pelajaran yang di ajarkannya dapat dilihat pada tabel berikut .
Tabel 4. 1
Pimpinan SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
No Nama Jabatan
1 Drs. Firdaus Yusuf Kepala Sekolah
2 Drs.Muri Khalid,M.Pd.I Wakasek Humas/Urs. Industri
3 Agus Purwanto,S.Pd
Nip: 19690822 200701 1 002
Wakasek Kurikulum
4 Abd. Munir Wakasek. Ismubah dan MM 5 Ir.H.A.Rosihan Wakasek Urusan sarana & SDM 6 Ilham Osman, S.Pd, M.Kes Wakasek Kesiswaan
Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
Tabel 4. 2
Keadaan guru di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
No Nama Guru Mata Pelajaran
1 Muhammad Said A.Mk Fisika
2 Ahmad Amiruddin, S.Pd Tek. Elektronika
3 Abd. Rasyid, S.Pd Otomotif
4 Abdullah Djafar , S.Pd Tek. Elektronika 5 St. Salwiyah, S.Pd Pend. Ekonomi
6 Ka’bai, S.Pd Bhs. Inggris
7 Drs. Nurdin Nonci Otomotif
8 Drs. H. Masrabu Otomotif
9 Syamsuddin,S.Ag Agama Islam
10 Ir.A. Rosnaeti Teknik Industri 11 Dra. Hj. St. Saenab Agama Islam
12 Masri, S.Pd Bhs. Indonesia
13 Nur Kahar, S.Pd Elektronika
14 Niswah, S.Pd Otomotif
15 Drs. Sukri Kimia
16 Drs. Muh. Ali Matematika
17 Hj. Nuraidar, SH Hokum
18 Ramlawati L. S.Kom Informatika 19 Andi Marliah, M.Pd Bhs. Indonesia 20 Siti Nurjannah,S.Pd Matematika
21 Adb. Malik,S.Pd Tek. Otomotif
22 Drs. A. Wahab Otomotif
23 Drs. Abd. Rahman Otomotif
24 Mustiah Eni,SS Bhs. Indonesia
25 Kurnia ningsi, S.Pd Bhs. Inggris
26 Nuriyah,S.Pd Fisika
27 Nilawati Safar, S.Pd PKN 28 DRS. Abdullah, M.Pd Manajemen 29 Dedi Setiawan,S.Pd Tek.otomotif
30 A.Rostianti ,SH Hukum
31 Arini Rusli, S.Pd Penjaskes 32 Ahmad Thoriq,S.Kom, MT Te. Informatika 33 Hasanuddin Djalil, M.Pdi Bhs. Arab
34 Suharto Bhs. Inggris
35 Suherman,S.Kom,M.I. Kom Ilmu Komunikasi 36 Muh. Fahmi Basmar Tek. Informatika 37 Dra. Hj. Jumriah Babo IPS
38 Syamsul Asri, M.Pd Otomotif 39 Ahmad Soliqin, S.Pd Tek.Elektro 40 Bau Illang, S.Pd Pend. Ekonomi 41 Budiarman, S.Kom STIMIK Handayani
42 Wasniati, S.Pd Pend.Ekonomi
43 Surahmat, S.Ag Pend.Agama Islam
44 Dra. Rajening Pend. Agama Islam
45 Nur Syamsi Hasyim, S.Ag Pend. Agama Islam 46 Ummussalamah, S.Pd Bhs. Indonesia
47 Hairawati, S.Pd Pend. Ekonomi.AK
48 Hermawati Yuli P., S.Pd Matematika 49 Sidiq Fiqi Raharjo BP/BK 50 Suhardi Syam, S.Pd Seni Rupa
51 Asrianto, S.Pd Penjaskes
52 Muh. Fikri, S.Ag PAI
53 Haji Wadang Otomotif
54 Suriani SMU
55 Desi Anggarani SMK
56 Reski Amelia Multimedia
Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Muhammadiya 2 Bontoala
4. Keadaan Fasilitas Sekolah
SMK Muhammadiyah 2 Bontoala memiliki fasilitas yang dapat dikategorikan sangat memadai yang dapat mendukung keberlangsungan proses pembelajaran yang produktif. Adapun beberapa fasilitas yang terdapat di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar, yakni :
Tabel 4.3
Keadaan Fasilitas Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Bontoala
No Fasilitas Jumlah
1 Ruang Kepala Sekolah /Ruang Wakil Kepala Sekolah
1
2 Ruang Guru 1
3 Ruang Pelayanan Administrasi 1
4 Ruang Belajar/Kelas 23
5 Ruang BP/BK 1
6 Ruang Perpustakaan 1
57 Sahar Chaca Multimedia
58 Nur Rahmi Ulul Azmi IPA
59 Muhammad Kasim SMU
60 Karyanti andi sahabu
7 Lab. Bahasa 1
8 Lab. Multimedia 1
9 Lab. KKPI 2
10 wc 8
11 Gudang 1
12 Ruang praktek 8
13 Musolah 1
14 Tempat parkir 1
Sumber Data: Kantor Tata Usaha SMK Muhammadiya 2 Bontoala
B. Pembahasan
1. Upaya Peningkatan Etos Kerja Terhadap Produktifitas Kinerja Guru di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Kota Makassar
Etos kerja merupakan motivasi seseorang dalam melaksanakan aktifitasnya, karena etos kerja akan menggambarkan dedikasi seseorang. Seorang pimpinan dalam suatu organisasi harus mampu menciptakan semangat kerja yang positif sehingga personil dalam organisasi tersebut termotivasi dalam melaksanakan pekerjaan, yang terarah pada peningkatan prestasi kerja. Seorang guru diberi kesempatan untuk mewujudkan kepribadiannya dalam pekerjaan sehingga guru akan merasa bangga dan puas, usaha-usahanya dihargai dan bermanfaat. Guru yang memiliki etos kerja yang tinggi tentunya akan berimplikasi pada kualitas pekerjaannya, yaitu dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.
Dalam meningkatkan semangat kerja guru dan tenaga kependidikan , Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah mempunyai peran penting dalam peningkatan semangat kerja terhadap kinerja guru. Kepala sekolah harus memiliki kecerdasan emosional yang mampu menanamkan, memajukan, dan meningkatkan nilai mental, moral, fisik, kepada guru, tenaga administrasi dan peserta didik.
a.
Motivasi kerja guruDalam rangka meningkatkan motivasi kerja guru, kepala sekolah SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar mempunyai peranan yang sangat besar dan memberikan dukungan yang sangat tinggi kepada guru atau karyawan untuk memiliki semangat kerja yang tinggi dalam bekerja.
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar dengan menyebarkan angket motivasi kerja guru di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar maka di peroleh data sebagai berikut :
Table 4. 4
Apakah Kepala sekolah selalu menanamkan sikap disiplin yang tinggi dalam bekerja
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 41 66,6 %
2 Setuju 11 18,3 %
3 Tidak setuju 7 11,6 %
4 Sangat tidak setuju 1 1,6 %
Jumlah 60 100 %
Sumber data : angket No. 1
Berdasarkan table jawaban responden diatas, maka dapat disimpulkan bahwa didalam bekerja kepala sekolah selalu menanamkan sikap disiplin yang tinggi, di buktikan dengan ada 41 orang guru yang menjawab sangat setuju (66,6
%) , 11 orang guru (18,3 % ) yang menyataka setuju, 7 orang guru (11,6 %) guru yang menyatakan tidak setuju, dan 1 orang guru (1,6 %) guru yang menyatakan sangat tidak setuju.
Dari uraian di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa kepala sekolah SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar selalu menanamkan sikap disiplin yang tinggi dalam bekerja.
Hal ini sesuai dengan pendapat bapak Drs. Firdaus Yusuf selaku kepala sekolah SMK Muhammadiyah 2 Bontoala mengatakan: “saya selalu mengingatkan
kepada guru ataupun karyawan di sini agar selalu menanamkan sikap disiplin yang tunggi dalam melakukan pekerjaan. Misalnya dating kesekolah tepat waktu, ketika jam mengajar guru harus suda ada di kelas. Jika ada guru yang tidak disiplin tentunya dikenakan sangsi, baik sangsi lisan maipun tulisan.
Table 4.5
Kepala sekolah selalu menjalin komunikasi yang harmonis dengan guru
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 43 71,6 %
2 Setuju 10 16,6 %
3 Tidak setuju 6 10 %
4 Sangat tidak setuju 1 1,6 %
Jumlah 60 100 %
Sumber data: angke No.2
Berdasarkan hasil analisis pada table di atas mengenai tanggapan responden tentang kepala sekolah selalu menjalin komunikasi yang harmonis dengan guru, maka di peroleh persentase dari tipe-tipe alternative jawaban tersebut. 43 responden menjawab sangat setuju atau dengan jumlah persentase 71,6%, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 10 responden atau dengan jumlah persentase 16,6%, selanjutnya 6 responden yang menjawab tidak setuju
atau dengan jumlah persentase 10%, dan 1 responden yang menjawab sangat tidak setuju atau dengan persentase 1,6%.
Hal ini sesuai dengan pendapat pak Drs. Firdaus Yusuf selaku kepala sekolah SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar mengatakan: saya selalu berusaha menjalin komunikasi yang baik antara guru dan karyawan.
Table. 4.6
Kepala sekolah selalu memberikan suport setiap pekerjaan yang guru lakukan
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 26 43,3%
2 Setuju 19 31,6 %
3 Tidak setuju 10 16,6 %
4 Sangat tidak setuju 5 8,3%
Jumlah 60 100 %
Sumber data: angket No. 3
Berdasarkan hasil analisis pada table di atas mengenai tanggapan responden tentang kepala sekolah selalu memberikan support setiap pekerjaan yang guru lakukan, maka di peroleh persentase dari tipe-tipe alternative jawaban tersebut. 26 responden menjawab sangat setuju atau dengan jumlah persentase 43,3%, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 19 responden atau dengan jumlah persentase 31,6%, selanjutnya 10 responden yang menjawab tidak setuju
atau dengan jumlah persentase 16,6%, dan 5 responden yang menjawab sangat tidak setuju atau dengan persentase 8,3%.
Dari uraian di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa, kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada guru setiap pekerjaan yang mereka lakukan.
Hal ini sesuai dengan pendapat bapak Drs. Firdaus Yusuf selaku kepala sekolah SMK Muhammadiyan 2 Bontoala mengatakan: “saya selalu memberikan motivasi kepada guru atau karyawan setiapa apa yang mereka kerjakan selagi itu memberikan banyak manfaat bagi guru atau peserta didik,karena semakin banyak karya yang mereka lakukan tentunya akan memberikan dampak positif dan juga manfaat bagi guru itu sendiri dan juga sekolah.”
Tabrl 4. 7
Kepala sekolah selalu memberikan bimbingan dalam penyusunan perangkat pembelajaran
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 32 53,3%
2 Setuju 21 35 %
3 Tidak setuju 5 8,3 %
4 Sangat tidak setuju 2 3,3%
Jumlah 60 100 %
Sumber data: Angket No.4
Berdasarkan hasil analisis pada table di atas mengenai tanggapan responden tentang Kepala sekolah selalu memberikan bimbingan dalam penyusunan perangkat pembelajaran, maka di peroleh persentase dari tipe-tipe alternative jawaban tersebut. 32 responden menjawab sangat setuju atau dengan jumlah persentase 53,3%, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 21 responden atau dengan jumlah persentase 35%, selanjutnya 5 responden yang menjawab tidak setuju atau dengan jumlah persentase 8,3%, dan 2 responden yang menjawab sangat tidak setuju atau dengan persentase 3,3%.
Hal ini sesuai dengan pendapat pak Drs. Firdaus Yusuf selaku kepala sekolah SMK Muhammadiya 2 Bontoala Makassar mengatakan: “saya mengadakan bimbingan dalam penyusunan perangkat pembelajaran, misalnya diadakan worsop penyusunan perencanaan pembelajaran bagi tenaka pendidik.
Dari uraian diatas peneliti menyimpulkan bahwa kepala sekolah memberikan sudah berupaya memberikan dorongan kepada guru dala penyusunan perangkat pembelajaran melalui worsop penyusunan perangkat pembelajaran.”
Table 4.8
Kepala sekolah selalu melakukan evaluasi setiap kinerja guru
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 32 53,3%
2 Setuju 21 35 %
3 Tidak setuju 7 11,6 %
4 Sangat tidak setuju 2 3,3%
Jumlah 60 100 %
Sumber data: Angket No. 5
Berdasarkan hasil analisis pada table di atas mengenai tanggapan responden tentang Kepala sekolah selalu melakukan evaluasi setiap kinerja guru, maka di peroleh persentase dari tipe-tipe alternative jawaban tersebut. 32 responden menjawab sangat setuju atau dengan jumlah persentase 53,3%, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 21 responden atau dengan jumlah persentase 35%, selanjutnya 7 responden yang menjawab tidak setuju atau dengan jumlah persentase 11,6%, dan 2 responden yang menjawab sangat tidak setuju atau dengan persentase 3,3%.
Hal ini sesuai dengan pendapat pak Drs. Firdaus Yusuf kepala sekolah SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar mengatakan: “ada upaya yang saya lakukan dalam meningkatkan kinerja guru, misalnya melakukan evaluasi dalam pembelajaran, contoh melakukan supervise kepada guru-guru, melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas.”
Berdasarkan uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa ada upaya yang di lakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, misalnya diadakannya supervise terhada guru dan pemantauan dalam proses pembelajaran di kelas.
Tabel 4.9
Lingkungan kerja yang ada memberikan rasa aman saya dalam bekerja No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 34 56,6%
2 Setuju 16 26,6 %
3 Tidak setuju 7 11,6 %
4 Sangat tidak setuju 3 5%
Jumlah 60 100 %
Sumber data: Angket No. 6
Berdasarkan hasil analisis pada table di atas mengenai tanggapan responden tentang Lingkungan kerja yang ada memberikan rasa aman saya dalam bekerja, maka di peroleh persentase dari tipe-tipe alternative jawaban tersebut. 34 responden menjawab sangat setuju atau dengan jumlah persentase 56,6%, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 16 responden atau dengan jumlah persentase 26,6%, selanjutnya 7 responden yang menjawab tidak setuju atau dengan jumlah persentase 11,6%, dan 3 responden yang menjawab sangat tidak setuju atau dengan persentase 5%.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa, suasana di sekolah tersebut sangat baik, sehingga membuat guru-guru merasa nyaman ketika berada di sekolah.
Table. 4.10
Kepala sekolah selalu menciptakan suasan kerja yang nyaman No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 28 46,6%
2 Setuju 21 35 %
3 Tidak setuju 9 15 %
4 Sangat tidak setuju 2 3,3%
Jumlah 60 100 %
Sumber Data: angket no. 7
Berdasarkan hasil analisis pada table di atas mengenai tanggapan responden tentang Kepala sekolah selalu menciptakan suasan kerja yang nyaman, maka di peroleh persentase dari tipe-tipe alternative jawaban tersebut. 28 responden menjawab sangat setuju atau dengan jumlah persentase 46%, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 21 responden atau dengan jumlah persentase 35%, selanjutnya 9 responden yang menjawab tidak setuju atau dengan jumlah persentase 15%, dan 2 responden yang menjawab sangat tidak setuju atau dengan persentase 3,3%.
Hal ini sesuai dengan pendapat pak Drs. Firdaus Yusuf selaku kepala sekolah SMK Muhammadiyah 2 bontoala mengatakan: “saya selalu menciptakan suasana kerja yang nyaman dengan cara menjalin komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan, saling bertukar pendapat, dan selalu memberikan dorongan
kepada guru dan karyawan aga selalu menghormati dan manghargai antara sesama.”
Dari uraian di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa kepala sekolah SMK Muhammadiyah sudah berupaya meningkatkan etos kerja guru melalui menciptakan suasana kerja yang nyaman, misalnya menjalin komunikasi yang harmonis antara atasan dan bawahan dan saling menghargai antara sesama.
Table 4. 11
Kepala sekolah selalu memberikan dorongan agar selalu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 35 58,3%
2 Setuju 21 35 %
3 Tidak setuju 3 5 %
4 Sangat tidak setuju 1 1,6%
Jumlah 60 100 %
Sumber Data: angket no. 8
Berdasarkan hasil analisis pada table di atas mengenai tanggapan responden tentang Kepala sekolah selalu memberikan dorongan agar selalu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, maka di peroleh persentase dari tipe-tipe alternative jawaban tersebut. 35 responden menjawab sangat setuju atau dengan jumlah persentase 58,3%, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 21 responden atau dengan jumlah persentase 35%, selanjutnya
responden yang menjawab tidak setuju atau dengan jumlah persentase 5%, dan 1 responden yang menjawab sangat tidak setuju atau dengan persentase 1,6%.
Hal ini sesuai dengan pendapat pak Drs. Firdaus Yusuf kepala sekolah SMK Muhammadiya 2 makassar mengatakan: “ saya selaku kepala sekolah disini, selalu memberikan dorongan kepada guru dan karyawan agar selalu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, karena setiap pekerjaan yang di amanahkan akan diminta pertanggung jawaban bukan hanya kepada kepala sekolah akan tetapi kepada Allah SWT. Dan saya juga memberikan sangsi jika ada guru yang tidak mau menjalankan tugas yang di berikan, misalnya berupa teguran kepada guru tersebut.”
Dari uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kepala sekolah sudah melakukan upaya dalam meningkatkan semangat kerja guru melalui pemberian dorongan kepada guru agar selalu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Table 4.12
Dalam melakukan pekerjaan Saya selalu berusaha menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan sesuai dengan target waktu kerja yang di berikan.
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 29 48,3%
2 Setuju 21 35 %
3 Tidak setuju 7 11,6 %
4 Sangat tidak setuju 3 5%
Jumlah 60 100 %
Sumber Data: angket no. 9
Berdasarkan hasil analisis pada table di atas mengenai tanggapan responden tentang Dalam melakukan pekerjaan Saya selalu berusaha menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan sesuai dengan target waktu kerja yang di berikan, maka di peroleh persentase dari tipe-tipe alternative jawaban tersebut.
29 responden menjawab sangat setuju atau dengan jumlah persentase 48,3%, sedangkan yang menjawab setuju sebanyak 21 responden atau dengan jumlah persentase 35%, selanjutnya 7 responden yang menjawab tidak setuju atau dengan jumlah persentase 11,6%, dan 3 responden yang menjawab sangat tidak setuju atau dengan persentase 5%.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa, dalam melakukan guru dan karyawan selalu mengerjakan dengan tepat waktu.
Table 4. 13
Kepala sekolah selalu memberikan dorongan agar selalu menjalankan tugas dengan penuh semangat
No Jawaban Responden Frekuensi (F) Presentase %
1 Sangat setuju 25 41%