BAB III PEMBAHASAN
3.8. Gangguan Pencernaan pada Kuda
Proses pencernaan yang berjalan tidak semestinya atau gangguan pencernaan tentu juga memiliki dampak yang tidak baik bagi ternak termasuk kuda. Beberapa gangguan pencernaan dapat diakibatkan oleh berbagai faktor baik itu dari pakan, bakteri, organ pencernaan dan lain sebagainya. Berikut beberapa gangguan pencernaan pada kuda : 3.6.1. Cacingan
Cacing gelang atau cacing putih (Ascarids) adalah cacing yang hidup pada usus halus dan merupakan parasit terbesar dalam usus tetapi cacing ini tidak menyebabkan kerusakan pada usus. Menurut Maswarni dan Nofiar (2014) salah satu jenis cacing gelang yang sering menyerang kuda adalah Parascaris Equorum. Gejala yang ditimbulkan adalah kondisi kuda tidak tangkas dan mudah lelah, bulu kasar, sering terjadi gangguan pencernaan menumpuk pada usus halus sehingga kuda kelihatan seperti kolik, dan cacing sewaktu-waktu bisa mengganggu hati dan paru-paru. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, menempatkan kuda belo pada kandang atau lapangan rumput yang bersih, mengumpulkan kotoran pada tempat yang disediakan, serta menyediakan air yang bersih dan segar.
Pemeriksaan telur cacing pada feses anak kuda akan menunjukkan negatif sampai umur tiga bulan sehingga pengobatan akan dilakukan pada saat anak kuda mulai mengkomsumsi rumput dan konsentrat. Pengobatan dianjurkan menggunakan karbon disulphida atau bisulphida. Obat cacing harus diberikan secara teratur walaupun belum
menimbulkan gejala, bila gejala sudah muncul berarti kerusakan pada jaringan tubuh sudah terjadi.
3. 3. 2. Diare
Diare merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi pada alat pencernaan. Kondisi lingkungan yang tidak kondusif menyebabkan kondisi tubuh menurun, dan suhu tubuh meningkat. Penyebab lainnya adalah alas kandang yang basah dan kontaminasi feses.
Menurut Maswarni dan Nofiar (2014) diare menimbulkan gejala berupa feses encer, pinggul berlumuran kotoran, kondisi tubuh menurun, lemah, dan kehilangan selera makan. Pencegahan utama yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan, mengurangi pakan yang mengandung kadar lemak tinggi dan meningkatkan kandungan serat kasar pada induk, untuk kuda belo pencegahan dilakukan dengan cara mengurangi frekuensi menyusu, yaitu menyusu secara selang-seling. Diare pada anak kuda memerlukan perhatian khusus, seperti pencucian pinggul dengan air hangat yang diikuti dengan mengolesi minyak agar tidak lecet dan iritasi. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian sulfaguanidin dan norit dengan perbandingan 1 : 4 untuk setiap 40 kg berat badan.
3. 3. 3. Kolik
Gangguan pencernaan ini disebabkan oleh makanan yang berlebihan, minuman berlebihan pada waktu panas, makanan berjamur dan bahkan oleh infestasi cacing gelang. Usus terhalang atau terjepit, dapat menimbulkan rasa sakit, sedangkan kuda sangat sensitif. Menurut Blakely dan Bade (1991) tanda – tanda kolik adalah bergerak terus menerus, kesakitan, berkeringat, berguling guling dan tentu saja adanya rasa tidak nyaman. Berguling – guling (rolling) yang menyebabkan terbelitnya usus, merupakan hal yang fatal. Kuda sebaiknya di ikat supaya tidak rolling. Tanda – tanda lainnya adalah bibir menggulung dan kuda menolak untuk makan. Pengobatannya adalah denggan mengajak kuda berjalan – jalan sampai dokter hewan datang. Minyak mineral sering kali di berikan melalui pipa masuk ke lambung (stomach tube) untuk menghilangkan pemadatan.
Dijelaskan oleh Maswarni dan Nofiar (2014) kuda yang mengalami kolik akan merasakan tidak nyaman pada bagian perut maka kuda sering melihat ke bagian perut dan menggigit bagian flank. Kuda juga cenderung gelisah serta bangun dan tidur sambil menggaruk – garuk lantai. Pencegahan yang dapat di lakukan yaitu dengan memberikan pakan yang teratur dengan kuantitas dan kualitas yang memadai yaitu dengan
pemberian laxative, analgesic, sedative, obat spasmolityc, cairan terapi, pengontrolan, pemeliharaan gigi dan manajemen pemeliharaan yang baik.
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan isi dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pakan yang baik bagi ternak adalah pakan yang menyediakan nutrisi sesuai yang dibutuhkan ternak. Kebutuhan nutrisi kuda meliputi energi, protein, mineral, vitamin, dan air. Bahan pakan yang akan diberikan pada kuda perlu diketahui kandungan nutrisinya. Kebutuhan energi pada kuda dipenuhi dari karbohidrat dan lemak. Pakan sumber karbohidrat bagi kuda berupa biji- bijian dan hijauan. Lemak dalam tubuh hewan dibutuhkan sebagai sumber energi dan pembawa vitamin. Pakan kuda yang baik juga harus terdiri dari hijauan dan pakan konsentrat. Bahan makanan untuk ransum harian kuda biasanya terdiri dari dua macam yaitu hijauan dan konsentrat. Hijauan dapat berupa rumput dan legum dalam bentuk segar atau kering. Selain hijauan bahan penyusun ransum kuda adalah konsentrat dan suplemen.
Konsentrat ada berbagai variasi berdasarkan bahan penyusun dan kandungan zat makanannya.
4.2 Saran
Sebaiknya pakan yang diberikan kepada kuda harus sesuai dengan umur dari kuda tersebut. Selain umur juga keadaan dari kuda tersebut apakah kuda tersebut sedang bunting atau sedang sakit karena kebutuhan kuda berbeda-beda. Pakan yang diberikan juga harus berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dari kuda tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Abun, 2006. Kebutuhan Vitamin Untuk Kuda Bahan Ajar Mata Kuliah Nutrisi Ternak Monogastrik. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Jatinangor.
Blakely, J dan Bade,D.H.1991.Ilmu Peternakan Edisi Keempat.Yogyakarta : UGM-Press Burba JD. 2007. The Dilemma of Bucked Shins in the Racehorse. DVM, Diplomate ACVS
Professor, Equine Surgery Equine Health Studies Program LSU School of Veterinary Medicine.
Chambliss, C. G. and E. L. Jhonson. 2002. Pastures and Forages Crops for Horses. In:
C.G. Chambliss (Ed.). Florida Forage Handbook. Institute of Food and Agricultural Sciences, University of Florida.
Chekee, P.R. 1999. Applied Animal Nutrition: Feed and Feeding. Second edition. Prentice Hall Inc. Upper Saddle River, New Jersey.
Clayton HM. 1991. Conditioning Sport Horses. Canada; Sport Horse Publication. Coyle, E.F.,(1984) Ergogenic aids. Clinical Sport Medicine 3 (3), pp 731.
Cunha, T.J. 1991. Feeding and Nutrition Horse. 2nd Edition. Academic Press Inc. San Diego.California.
Davies, Z. 2009. Introduction to Horse Nutrition. Wiley Black Well, London.
Duberstein JK, Johnson ED. 2009. How to Feed a Horse: Understanding Basic Principles of Horse Nutrition. The University of Georgia and Ft. Valley State University, the U.S. Department of Agriculture and counties of the state cooperating.
Eaton MD, Hodgson DR, Evans DL, Bryden WL, Rose RJ. 2010. Effect of a diet containing supplementary fat on the capacity for high intensity exercise. Equine Veterinary Journal, 27: 353–356.
Ensminger, M.E.1969.Horses and Horsmenship Fourth Edition.Danville : Insterstate Printers and Publisher.
FAO. 1950. Calorie Requirements. Martinus Nijhoff-The Hague, Wangshington.
Frape D. 2004 Equine Nutrition and Feeding. Churcill Livington Inc. New York.
Freeman DW, Potter GD, Scheling GT, Kreider JL. 1988. Nitrogen metabolism in mature horses at varying of work. J. Anim. Sci. 66 : 407.
Glade MJ. 1983. Nutrition and Performance of Racing Thoroughbred. Eq. Vet. J. 17 : 381- 385.
Guay, K. A., H. A. Brady, V. G. Allen, K. R. Pond, D. B Wester, L. A. Janecka and N. L.
Heningger. 2002. Matua Bromegrass Hay for Mares In Gestation and Lactation.
J. Anim. Sci. 80: 2960 – 2966
Heningger. 2002. Matua Bromegrass Hay for Mares In Gestation and Lactation. J. Anim.
Sci. 80: 2960 – 2966
Hinkle DK et al. 1981. Nitrogen balance in exercising mature horses fed varying levels of protein. P.91. in Proc. 7th . Eq. Nutr.Physiol. Soc. Simp. Warrenton, Va. exercised muscle of normal subjects by creatine supplementation. Clinical Sci. 83.
Hintz HF, Schryver HF. 1972. Availability to ponies of calcium and phosphorus from various supplements. J. Anim. Sci. 34:979.
Jacoeb ,T.N. 1994.Budidaya Ternak Kuda.Yogyakarta : Kanisius.
Kacker, R, Panwar B. 1996. Textbook of Equine Husbandry. Vikas publishing House.
NewDelhi
Kidd, J. 1985. International Encyclopedia of Horse Breed. HPBooks Inc. London
Kohnke J. 1992. Feeding and Nutrition, The making of campion. Australia; Birubi Pacific.
Kohnke JR, Kelleher F, Trevor-Jones P. 1999. Feeding Horses in Australia: A Guide for Horse Owners and Managers. RIRDC Publication No. 99/49, RIRDC Project No.
UWS-13A.
Mansyur, Tanuwiria dan D. Rusmana. 2006. Eksplorasi Hijauan Pakan Kuda dan Kandungan Nutrisinya. Unpad, Bandung. Pp : 924 – 931.
Maswarni dan Nofiar.2014.Manajemen Pemeliharaan dan Pengembangbiakan Kuda.Jakarta : Penebar Swadaya.
Maynard LA, Loosli JK. 1979. Animal Nutrition 6th ed. New York etc. McGrawHill, Book Company.
McBane, S.1994.Modern Stables Management.United Kigdom : Ward Lock.