• Tidak ada hasil yang ditemukan

ىُْلِفبَغْلا

B. Dinamika Perubahan Sosial Perilaku Keagamaan Masyarakat Lingkar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

2. Gerak Dinamis Sektor Perekonomian dan Orientasi Kerja

Jauh sebelum berdirinya Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, masyarakat lingkar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid merupakan masyarakat tradisional, agraris, agamis, dan sangat kuat berpegang teguh pada nilai-nilai adat. Sebelum dibangunnya Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid wilayah lingkar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid merupakan wilayah yang sepi, terpencil, dan jauh dari akses keramaian. Hamparan sawah, hijau ranau aneka tanaman menghiasi pemukiman penduduk di musim hujan, sebagaimana bumi akan pecah dan rerumputan pun mengering di saat kemarau tiba. Masyarakat setempat hanya menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian dan peternakan. Pertanian dengan sistem gora merupakan sistem pertanian unggulan yang menjadi mata pencaharian masyarakat setiap tahunnya.

Sektor usaha lainnya seperti perdagangan dengan berbagai variannya masih sangat jarang dan hanya merupakan aktifitas sampingan kelompok-kelompok masyarakat tertentu yang memiliki kemampuan modal ekonomi cukup tinggi.

297Observasi 27 Desember 2020

298Observasi, 27 Desember 2020

Sebelum berdirinya Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, wilayah selatan bandar udara merupakan wilayah yang banyak dipandang masyarakat lainnya sebagai wilayah yang tidak aman. Fakta menunjukkan bahwa Berbagai kasus kriminal kerap kali terjadi. Perampokan dan pencurian adalah salah satu contoh kasus yang sering kali menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat setempat maupun masyarakat luar.

Kehidupan masyarakat banyak yang masih di bawah garis kemiskinan dan jauh dari kesejahteraan. Mata pencaharian yang sangat terbatas menyebabkan masyarakat sulit mengalami perubahan ke arah yang lebih maju dalam sektor perekonomian.

Keterbatasan ekonomi yang diebabkan oleh terbatasnya mata pencaharian masyarakat semakin dirasakan sulit karena lokasi pemukiman penduduk khususnya kawasan selatan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid berada pada kawasan yang sepi dan jauh dari keramaian.

Dalam kondisi seperti itu masyarakat tetap berada pada pojok-pojok kehidupan yang marjinal, terbatas dan terkoptasi oleh horizon kehidupan perkampungan yang tradisionalis, agraris, dan jauh dari akses keramaian.

Pasca berdirinya Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, kehidupan masyarakat penduduk asli Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid khususnya wilayah Desa Penujak, Desa Tanak Awu dan Desa Ketara berubah sangat signifikan dan drastis. Fakta menunjukkan bahwa setelah berdiri dan beroperasinya Bandar Udara Internasioanl Zainuddin Abdul Madjid akses jalan yang luas dan lintas arah menjadikan Desa Penujak, Desa Tanak Awu,Desa Ketare, dan Desa Kawo merupakan deretan desa-desa yang ramai dilalui masyarakat lokal, domistik, dan bahkan internasional.299

Dari segi ekonomi keberadaan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Dalam kenyataannya, Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid telah menjadi peluang kerja dan usaha bagi masyarakat sekitarnya. Secara faktual penduduk desa Penujuak, Tanak Awu, dan Desa Ketara mendapatkan kesempatan bekerja di dalam lingkup manajemen PT Angkasa Pura yang membawahi manajemen Bandar Udata Internasional Zainuddin Abdul Madjid.300

Secara empiris inti dari keberadaan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dalam aspek ekonomi adalah pekerjaan yang dibuktiikan dengan adanya peluang kerja bagi masyarakat setempat maupun terbukanya peluang usaha bagi masyarakat secara luas. Peluang usaha dalam

299Observasi, 27 Desember 2020

300Observasi, 27 Desember 2020

hal ini adalah tumbuhnya sektor-sektor baru mata pencaharian masyarakat, seperti usaha dagang dan berbagai bentuk usaha kecil menengah.

Sebagaimnana dikemukakan oleh lalu Baehaqi tokoh masyarakat Desa Tanak Awu :

Dampak yang sangat jelas dari keberadaan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dari aspek ekonomi adalah lapangan pekerjaan dan usaha. Sebagian masyarakat dari kalangan pemuda dapat mendapatkan pekerjaan di dalam manajemen Bandara itu sendiri, dan masyarakat dapat memanfaatkan keramaian Bandara sebagai peluang usaha dalam berbagai bentuk dan spesifikasinya seperti restoran, penginapan, travel, kuliner dan yang lainnya 301

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa perubahan kehidupan masyarakat lingkat Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid bergerak sangat dinamis. Hal ini dapat dibuktikan dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Kesibukan masyarakat tidak hanya pada sektor pertanian yang memang menjadi mata pencaharian pokok mayoritas masyarakat, tetapi juga sibuk dengan dunia usaha baru yang sangat bervariasi seperti perdagangan, dan usaha-usaha kecil menengah302. Keberadaan dan keramaian Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid telah memberikan dampak ekonomi yang sangat berarti terhadap kehidupan masyarakat, terutama masyarakat lingkar selatan. Kepala Desa Ketara Lalu Buntaran mengemukakan ―Kalau dulu masyarakat banyak yang mengembala, sekarang banyak yang pegang setir.‖303

Pernyataan Kepala Desa Ketara tersebut di atas merupakan gambaran penting dari dinamika kehidupam sosial masyarakat lingkar Bandar Udara Intenasioal Zainuddin Abdul Madjid. Pernyataan tersebut merupakan penegasan dari fakta empiris bahwa perubahan ekonomi akibat adanya sarana transportasi bertaraf internasional telah berdampak secara mendasar terhadap paradigma berpikir masyarakat, sehingga saat ini perkembangan kehidupan sosial dan ekonomi bergerak demikian cepat.

Dalam realitasnya masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan dan peluang yang datang sendiri. Tumbuh dan beragamnya mata pencaharian pokok masyarakat telah memberikan dampak kesejahteraan yang sangat berarti sehingga secara dinamis berbagai problem yang berakar pada persoalan kesejahteraan hidup tidak lagi menjadi masalah dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat mendapatkan pekerjaan dan menyebabkannya

301 Lalu Baehaqi, Tokoh Masyarakat Desa Tanak Awu, Wawncara, 7 Nopember 2020.

302Observasi, 27 Desember 2020

303 Lalu Buntaran, Kepala Desa Ketara, Wawancara, 20 Desember 2020.

memiliki penghasilan. Saat ini wilayah-wilayah lingkar selatan secara faktual aman.304

Perubahan paradigma berpikir masyarakat tampak telah mendorong munculnya kesadaran tentang pendidikan yang tidak saja dipahami sebagai tempat menuntut ilmu pada tataran kognitif-konseptual-normatif tetapi juga sebagai wadah pembinaan aspek life skill masyarakat yang dapat dipergunakan untuk menunjang kehidupan mereka di tengah derasnya arus globalisasi yang sangat kompetitif. Fakta menunjukkan bahwa dunia kerja menjadi sasaran yang sangat jelas dari arah pendidikan masyarakat lingkar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Faktanya kelompok pemuda lebih tertarik untuk mencari pekerjaan dari pada melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi.305Sebagaimana dikemukakan Lalu Buzuburrahman bahwa:

Orientasi yang dapat dibaca dalam peta dinamika kehidupan masyarakat kaitannya dengan pendidikan dan dunia kerja adalah bagaimana dengan pendidikan yang dimiliki masyarakat dapat terserap dalam dunia kerja yang berujung dapat menjadi mata pencaharian yang mensejahterakan.306

Sejalan dengan itu ditemukan fakta pula bahwa keberadaan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, destinasi wisata wilayah selatan Lombok Tengah, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan berbagai infrastruktur dan kelengkapan fasilitasnya seperti Rumah Sakit Internasional yang saat ini sudah mulai dibangun menjadi arah bidikan, orientasi, dan harapan masyarakat.307

Realitas adanya peluang kerja dan usaha sekaligus realitas tantangan- tantangan ekonomi yang secara faktual berada di hadapan masyarakat tampaknya juga telah membentuk pola pikir kemandirian di dalam menciptakan berbagai usaha. Sebagaimana di ceritakan lalu Baehaqi

Masyarakat saat ini berpandangan bahwa dengan pendidikan yang baik dapat membentuk cara berpikir yang baik pula sehingga pendidikan menjadi petunjuk arah yang jelas dan lurus tentang prediksi-prediksi masa depan terkait dunia usaha.308