ىُْلِفبَغْلا
C. Urgensi Pendidikan Islam Non Formal Majelis Ta’lim Bagi Penguatan Perilaku Keagamaan Masyarakat Lingkar Bandar Udara Internasional Perilaku Keagamaan Masyarakat Lingkar Bandar Udara Internasional
4. Urgensi Majelis Ta’lim Bagi Perbaikan Diri dan Keluarga
Berdasarkan pengamatan di lapangan, saat ini protes dari kalangan perempuan terhadap pola pembagian harta warisan berdasarkan kebiasaan adat mulai terjadi. Kalangan perempuan mulai berani menuntut hak-hak mereka secara penuh dan terbuka berdasarkan ketentuan agama. Mereka juga membawa permasalahan ini kepada tokoh agama untuk mendapatkan kejelasan dan kepastian hukum menurut agama, sehingga dapat menjadi pedoman mereka di dalam menuntut keadilan atas hak-hak mereka dalam masalah bagi waris.Jumlah kaum perempuan seperti itu memang tidak banyak Dari 100% jamaah pengajian yang ada di masing-masing majelis ta‘lim hanya ada 1 % saja dari mereka yang membawa permasalahan hak warisnya ke tokoh agama. Umumnya kalangan perempuan menerima pola trasmne kayun (pembagian harta warisan yang berdasarkan pada kebiasaan/adat dengan saling menerima/mengihlaskan lebih atau kurangnya) dalam pembagian harta warisannya. Dalam memberikan jawaban tokoh agama/para tuan guru dan ustazd tetap merujuk kepada ketentuan-ketentuan faraid seperti ketentuan bahwa perempuan mendapatkan bagian dua anak perempuan berbanding satu anak laki. Dalam realitasnya juga, jamaah perempuan tidak sekedar membawa pertanyaan-pertanyaan tentang hak warisan, namun juga terkait dengan hak-hak suami istri dalam berumah tangga seperti hak-hak sangdang, pangan, dan papan.353
ustaz memberikan penguatan-penguatan mental dan cara pandang dari sudut agama sebagai bekal para jamaah untuk menjalani kehidupan rumah tangganya dengan baik.
Perbaikan terhadap kehidupan rumah tangga dalam pandangan para tuan guru dan ustas pengasuh majelis ta‘lim merupakan persoalan penting yang tidak bisa dibaikan karena kondisi keluarga akan menjadi refrensi yang membentuk pola pikir, cara pandang, dan bahkan tingkah laku anak yang nmotabene merupakan pelanjut kehidupan orang tuanya. Karena sejumlah kasus kriminal misalnya seperti penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja dan pemuda justru salah satu faktor yang ditemukan adalah lemahnya peran keluarga. Ustaz H. lalu Muaz mengatakan :
Remaja dan pemuda adalah kelompok yang sangat rentan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, terutama sekali mereka yang tidak mendapatkan perhatian serius dan maksimal dari orang tuanya.
Lemahnya kontrol dan perhatian orang tua menjadi peluang terjadinya pergaulan yang tidak terkendali di kalangan remaja dan pemuda sehingga dapat menyeret mereka kepada pergaulan yang menjerumuskan.354
Penguatan peran keluarga di tengah masa transisi seperti yang sedang terjadi pada masyarakat lingkar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid oleh masyarakat dipandang urgen dan mendesak dilakukan secara intensif dan berkesinambungan, terutama sekali di dalam menghadapi derasnya arus globalisasi yang semakin menghawatirkan. Penguatan dan pembinaan terhadap unit-unit keluarga dalam masyarakat yang berlangsung melalui mkajelis-majelis ta‘lim dirasakan masyarakat sangat membantu dan telah berdampak positif terhadap upaya-upaya harmonisasi kehidupan keluarga sebagai basis awal penanaman dan penguatan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat.
Pada tataran praksis kehidupan masyarakat lingkar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, majelis ta‘lim setidaknya telah menunjukkan posisi dan nilai penting yaitu menjadi pengarah dan penyuluh kehidupan masyarakat lingkar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dalam berbagai aspeknya termasuk kaitannya dengan pembinaan keluarga dan penerapan fungsi-fungsinya sesuai dengan ajaran Islam. Majelis ta‘lim juga tampak telah tampil dengan manfaat yang sangat penting yakni sebagai pengayom masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan.
Majelis ta‘lim juga merupakan sumber nasehat yang selalu dibutuhkan untuk
354 Ustaz H. L. Muaz, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah,Wawancara, 8 Desember 2020
melahirkan kesadaran keagamaan masyarakat. Dengan sangat jelas hal ini disebutkan Hajjah Syahril warga masyarakat Desa Kawo :
Majelis ta‘lim merupakan pengarah, penggerak, pengayom, penasehat dan menumbuhkan kesdaran di bidang keagamaan.355
Senada dengan pernyataan warga di atas, majelis ta‘lim telah memberikan ruang yang luas bagi masyarakat yang ingin mendalami ilmu agama dan bahkan ingin kembali ke jalan yang lurus. Majelis ta‘lim memberikan bimbingan dan jalan bagi para jamaah untuk memperbaiki diri dan mengisi diri dengan hal-hal positif berdasarkan tuntunan agama. Keberadaan majelis ta‘lim dirasakan sebagai rumah introspeksi dan rstorasi sikap perilaku dan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Tuntunan-tuntunan yang disampaikan tuan guru dan para uztaz menjadi jalan hidup yang dirasakan nyaman dan bernilai bagi masyarakat. Aneka manfaat majelis ta‘lim dirasakan oleh masyarakat lingkar Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid terutama sekali dalam memperbaiki diri, keluarga, dan masyarakat. Manfaat pengajian di majelis ta‘lim setidaknya menjadi dasar adanya perubahan cara pandang masyarakat di dalam memilih dan memilah jalan hidupnya. Pencerahan-pencerahan yang diberikan oleh para tuan guru dan unstaz telah mendorong perubahan cara berpikir ke arah yang lebih religius sehingga menjadi sumber daya kontrol bagi setiap sikap dan tindakan dalam menjalani kehidupan.Sebagaimana dikemukakan Hajjah Syahril di Desa kawo, hal yang sama juga dikemukakan oleh Hajjah Siti Maryam :
Manfaat yang saya rasakan setelah aktif di Majelis Ta‘lim adalah selalu merasa takut jika melakukan sesuatu yang tidak baik. saya selalu yakin akan diberikan kebaikan oleh Allah Saya juga terdorong untuk selalu menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.356
Pada tahap yang paling awal majelis ta‘lim memberikan dampak sangat positif bagi perubahan dan perkembangan pribadi jamaahnya secara individual. Nilai positif pada tahap awal ini dalam kenyataannya telah memberikan dampak terhadap kehidupan keluarga jamaah pengajian.
Keaktifan anggota keluarga dalam majelis ta‘lim memberikan perubahan lebih lanjut yang sangat berarti pada pada tingkat keluarga. Dampak positif yang dapat dilihat dari kehidupan keluarga adalah semangat menjalankan
355 Hajjah Syahril, Jamaah Majelis Ta‘lim Al-Mashudien NW Desa Kawo Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Wawancara, 13 September 2020.
356 Hajjah Siti Maryam, Jamaah Pengajian Majelis Ta‘lim Daruttaubah Selanglet Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Wawancara, 31 Desember 2020.
ajaran agama Islam semakin meningkat baik dalam melaksanakan ibadah mahdah maupun ibadah ghairu mahdah .357
Peningkatan semangat ibadah mahdah dapat dilihat dari semakin makmurnya masjid dengan aktifitas shalat berjamaah warga dari masing- masing keluarga. Sedangkan ibadah ghairu mahdah dapat dilihat dari realitas semakin solidnya masyarakat dalam saling membantu, gotong royong, dan saling berbagi. Majelis ta‘lim juga semakin memperkokoh tradisi masyarakat yang memang sangat terbiasa dengan sikap saling tolong-menolong, toleran, dan saling menghargai. 358
Berdasarkan observasi ditemukan data bahwa masyarakat lingkar bandar udara dalam kesehariannya selalu memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah dan pengajian rutin yang terjadwal. Sebelum majelis ta‘lim berkembang seperti saat ini persentase kehadiran masyarakat untuk menuaikan shalat berjamaah tidak lebih dari 10-20 % dari masyarakat mukim. Berbeda dengan saat ini ketika majelis ta‘lim telah berkembang cukup pesat. Tidak kurang dari 20-45% masyarakat dalam satu komunitas masjid melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla. Masyarakat juga masih solid dalam hal saling membantu dan tolong menolong baik berupa tenaga maupun berupa materi. Kenyataan ini secara faktual dapat dilihat pada acara-acara kematian dan tasyakkuran pernikahan. Pada acara kematian masyarakat terlibat penuh, bahkan seluruh kesibukan lain dihentikan untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada warga yang mendapatkan musibah kematian. Bantuan yang diberikan berupa tenaga maupun materi yang disalurkan melalui tradisi belangar. Pada acara-acara tasyakkuran pernikahan, masyarakat juga memberikan dukungan dan bantuan baik berupa tenaga maupun materi. Bantuan materi disalurkan melalui wadah sosial yang disebut banjar359 sebuah persatuan yang dibentuk untuk saling membantu antar warga.360