• Tidak ada hasil yang ditemukan

GUGATAN KABUR (OBSCUUR LIBEL)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

B. GUGATAN KABUR (OBSCUUR LIBEL)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 72 dari 130 halaman, Putusan Nomor: 150/G/TF/2022/PTUN.JKT

14. Sebagai kesimpulan, bahwa apa yang dipersoalkan oleh Penggugat dan apa yang diminta oleh Penggugat di dalam Petitum, adalah agar Tergugat I menerbitkan Keputusan TUN yang merupakan Pengaturan yang bersifat umum, , dan bukan Keputusan TUN yang bersifat konkret, individual dan final, sehingga apa yang dimohonkan Penggugat tidak masuk ke dalam kompetensi absolut Pengadilan TUN.

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 73 dari 130 halaman, Putusan Nomor: 150/G/TF/2022/PTUN.JKT

harga minyak goreng di seluruh Indonesia pada 16 Maret - 30 April 2022; (halaman 12 surat gugatan)

c. Objek gugatan dalam perkara a quo merupakan tindakan administrasi pemerintahan dalam hal TIDAK MELAKUKAN perbuatan konkret dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan oleh para Tergugat berupa jaminan dalam memenuhi pasokan dan stabilisasi harga kebutuhan pokok in casu minyak goreng dan verifikasi dan pendataan menyeluruh mengenai pola pendistribusian minyak goreng sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di seluruh Indonesia pada 16 Maret - 30 April 2022.(halaman 4 surat gugatan)

d. Aturan yang menjadi dasar dari dalil tersebut di atas adalah UU No.7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yakni:

(1) Pasal 5 - Pemerintah mengatur kegiatan perdagangan melalui kebijakan dan pengendalian

(2) Pasal 25

Pemerintah dan Pemda mengendalikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang memadai, mutu yang baik, dan harga yang terjangkau;

Pemerintah dan Pemda berkewajiban mendorong peningkatan dan melindungi produksi barang kebutuhan pokok dan barang penting dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional.

(3) Pasal 26

Dalam kondisi tertentu yang dapat mengganggu kegiatan perdagangan nasional, pemerintah berkewajiban menjamin pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting. (ayat 1)

Dalam menjamin pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting, Menteri menetapkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 73

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 74 dari 130 halaman, Putusan Nomor: 150/G/TF/2022/PTUN.JKT

kebijakan harga, pengelolaan stok dan logistik, serta pengelolaan ekspor dan impor. (ayat 3)

(halaman 16 surat gugatan)

e. Bahwa dengan tidak dilaksanakan kewajiban-kewajiban di atas, maka Tergugat I telah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum oleh Penguasa. (poin 14 halaman 16 surat gugatan)

f. Namun demikian, Penggugat mengakui bahwa telah ada Peraturan Menteri Perdagangan No.11 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Curah, yang menetapkan harga minyak goreng sebesar Rp.14.500, yang menurut Penggugat merupakan harga yang ideal dan akan membantu masyarakat Indonesia secara keseluruhan, sekaligus memberikan keuntungan yang memadai bagi para pengusaha …dst. (poin 9 halaman 15 surat gugatan)

g. Di sisi lain, Penggugat tetap meminta di dalam Petitum agar Tergugat I menetapkan harga minyak goreng, yakni Rp.14.400/kg untuk minyak goreng curah, dan Rp.15.050/kg untuk minyak goreng kemasan sederhana.

4. Gugatan tersebut sangat membingungkan dan mengandung kontradiksi di dalamnya. Kontradiksi dan hal membingungkan tersebut adalah:

a. Menurut Penggugat, Tergugat I tidak menjamin dalam memenuhi pasokan dan stabilisasi harga kebutuhan pokok dan barang penting in casu minyak goreng, sehingga terjadi kelangkaan dan tingginya harga minyak, namun di sisi lain mengakui adanya Peraturan Menteri Perdagangan No.11 Tahun 2022 yang menetapkan harga minyak goreng sebesar Rp.14.500, yang menurut Penggugat merupakan harga yang ideal dan akan membantu masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

b. Jika Penggugat konsisten dengan gugatannya, dan sejalan antara posita dan petitumnya, maka ketika Penggugat meminta di dalam petitum agar ditetapkan HET minyak goreng sebesar Rp.14.400/kg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 74

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 75 dari 130 halaman, Putusan Nomor: 150/G/TF/2022/PTUN.JKT

untuk minyak goreng curah, dan Rp.15.050/kg untuk minyak goreng kemasan sederhana, Penggugat sudah harus memastikan bahwa tidak

ada kebijakan pemerintah terkait penetapan HET tersebut. Namun kenyataannya, bahwa kebijakan terkait HET minyak goreng tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.11 Tahun 2022 dan keberadaan peraturan tersebut telah pula diketahui oleh Penggugat.

c. Dengan demikian, isu yang sebenarnya terjadi bukanlah ketiadaan langkah dan kebijakan Pemerintah, melainkan adanya perbedaan nilai HET yang ditetapkan oleh Tergugat I di dalam Permendag No.11 Tahun 2022 dengan nilai HET yang diingingkan oleh Penggugat sebagaimana tertuang di dalam Petitumnya. Jika Penggugat berpendapat bahwa HET yang ditetapkan di dalam Permendag tersebut keliru, maka kekeliruan tersebut seharusnya dikoreksi dengan mengajukan pengujian terhadap Peraturan Menteri, yang jalurnya adalah melalui uji materiil peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang kepada Mahkamah Agung.

d. Jika Penggugat meminta di dalam Petitum dan mengusulkan nilai HET minyak goreng sebesar Rp.14.400/kg untuk minyak goreng curah, dan Rp.15.050/kg untuk minyak goreng kemasan sederhana, seharusnya di dalam Posita, Penggugat mengemukakan alasan logis mengapa nilai tersebut harus ditetapkan oleh Pemerintah, dan mengapa nilai tersebut lebih baik dan lebih logis jika dibandingkan dengan nilai HET yang telah ditetapkan oleh Tergugat I melalui Peraturan Menteri. Kenyataannya, Penggugat tidak menguraikan dan menjelaskan hal tersebut.

5. Berdasarkan uraian dan penjelasan tersebut di atas, gugatan Penggugat yang tidak jelas karena tidak menjelaskan alasan penetapan Nilai HET padahal hal tersebut dimohonkan dalam gugatan, dan inkonsistensi antara Posita dan Petitum merupakan gugatan yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 75

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 76 dari 130 halaman, Putusan Nomor: 150/G/TF/2022/PTUN.JKT

kabur (obscuur libel), sehingga gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima.