• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAKIKAT STRATEGI METAKOGNITIF DALAM MEMBACA

Dalam dokumen SAMPLE (Halaman 124-129)

STRATEGI METAKOGNITIF DALAM PEMAHAMAN BACAAN

B. HAKIKAT STRATEGI METAKOGNITIF DALAM MEMBACA

110

MENGENAL RAGAM STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA

Wenden lebih jauh menjelaskan fungsi pengetahuan metakognitif da- lam pembelajaran bahasa. Dalam penjelasannya yang diperluas, pengeta- huan orang berkaitan dengan pengetahuan umum peserta didik tentang

“faktor manusia yang memfasilitasi atau menghambat pembelajaran”. Ini terdiri dari empat kategori pengetahuan atau keyakinan: (1) faktor kog- nitif dan afektif yang memengaruhi pemerolehan bahasa seperti usia, bakat bahasa, dan motivasi; (2) pengetahuan khusus pembelajar tentang bagaimana faktor-faktor di atas berlaku dalam pengalaman belajar bahasa mereka; (3) keyakinan efikasi diri peserta didik; dan (4) keyakinan peserta didik tentang kemampuan mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut Wenden, pengetahuan tugas mengacu pada pengeta- huan peserta didik tentang tujuan tugas dan bagaimana hal itu terkait de- ngan kebutuhan belajar bahasa mereka. Pengetahuan tugas juga menca- kup informasi mengenai sifat dan tuntutan tugas. Pengetahuan strategis berkaitan dengan pengetahuan umum tentang strategi dan pengetahuan khusus tentang kapan dan bagaimana menggunakannya.223

jumlah strategi yang dapat mereka terapkan. Hasil ini menegaskan man- faat penerapan strategi secara percaya diri dan sadar.226

Wenden mendefinisikan strategi metakognitif sebagai keterampil- an umum “yang melaluinya pelajar mengelola, mengarahkan, mengatur, membimbing pembelajaran mereka” yang terdiri dari perencanaan, eva- luasi, dan pemantauan. Kategorisasi strategi metakognitif ini didasarkan pada Brown, Bransford, Ferrara, dan Campione. Selain itu, O’Malley, dan Chamot juga mengadopsi tiga strategi (yaitu, perencanaan, evaluasi, dan pemantauan) dalam taksonomi strategi pembelajaran bahasa mereka.227

Strategi metakognitif adalah aktivitas mental sadar atau tidak sadar yang melakukan fungsi eksekutif dalam pengelolaan strategi kognitif:228 1. Menilai situasi: Memperhitungkan kondisi seputar tugas bahasa de-

ngan menilai pengetahuan sendiri, sumber daya internal dan ekster- nal yang tersedia, dan kendala situasi sebelum terlibat dalam tugas.

2. Pemantauan: Menentukan efektivitas kinerja seseorang atau orang lain saat terlibat dalam tugas.

3. Mengevaluasi diri: Menentukan efektivitas kinerja seseorang atau orang lain setelah terlibat dalam aktivitas.

4. Pengujian diri: Menguji diri sendiri untuk menentukan efektivitas penggunaan bahasa sendiri atau kekurangannya.

Kesadaran strategi membaca metakognitif memainkan peran penting dalam pemahaman membaca dan proses pendidikan. Terlepas dari pen- tingnya, strategi metakognitif telah lama diabaikan dalam pengajaran, pe- nelitian, pembelajaran, dan penilaian bahasa Inggris. Kurangnya keteram- pilan strategi membaca metakognitif yang baik ini diperparah oleh peran sentral pemahaman membaca dalam keberhasilan pendidikan. Kemam- puan strategi membaca metakognitif perlu difokuskan dalam pembela- jaran dan pengajaran bahasa. Keterampilan membaca pemahaman meta- kognitif memiliki efek positif pada belajar bahasa kedua dan pelajar dapat memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan untuk komunikasi yang efektif dalam bahasa Inggris.229

226 Maryam Rahimirad, “The Impact of Metacognitive Strategy Instruction on the Listening Perfor- mance of University Students,” Procedia - Social and Behavioral Sciences 98 (May 6, 2014): 1485–1491, accessed June 30, 2019, https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042814026603.

227 Zhang, Metacognitive and Cognitive Strategy Use in Reading Comprehension A Structural Equation Modelling Approach.

228 Richards, Teaching Listening and Speaking From Theory to Practice.

229 Mohammad Reza Ahmadi, Hairul Nizam Ismail, and Muhammad Kamarul Kabilan Abdullah, “The

SAMPLE

112

MENGENAL RAGAM STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik melaporkan pe- mahaman yang lebih baik tentang sifat dan tuntutan membaca, kesadaran yang lebih dalam tentang pengetahuan metakognitif dalam meningkatkan pemahaman membaca dan peningkatan kepercayaan diri dalam mena- ngani latihan membaca. Para pelajar juga menunjukkan peningkatan ki- nerja membaca dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi metakognitif.230

Peserta didik bisa memanfaatkan strategi membaca metakognitif dalam rangka merencanakan, menyusun, dan mengevaluasi keberha- silan proses belajar mereka. Mereka sadar akan proses kognitif mereka selama membaca dan mampu memanfaatkan beragam strategi membaca metakognitif untuk mencapai pemahaman. Strategi membaca metakog- nitif membuat siswa sadar akan tujuan mereka. Mereka mampu meman- tau proses membaca, memeriksa pemahaman bacaan mereka, menyusun strategi, mengevaluasi penerapan strategi mereka dan setelah evaluasi, menyesuaikan pilihan strategi mereka jika diperlukan. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam menggunakan strategi metakognitif dalam mem- baca pemahaman melalui pemantauan proses pemahaman yang efektif yang dianggap penting dalam mengembangkan keterampilan membaca.231

Memahami teks bahasa Inggris masih dianggap sulit bagi siswa. Stra- tegi metakognitif telah dianggap efektif dalam mengatasi kesulitan mem- baca oleh banyak peneliti. Siswa secara umum menunjukkan kesadaran moderat dari semua strategi dan memiliki preferensi untuk menggunakan Strategi Pemecahan Masalah, diikuti oleh Strategi Dukungan dan Strategi Global. Studi ini juga menunjukkan bahwa siswa berkinerja tinggi meng- gunakan strategi lebih sering daripada siswa berkinerja rendah. Dapat di- simpulkan bahwa semakin siswa sadar menggunakan strategi membaca metakognitif, semakin baik kinerja mereka dalam keterampilan membaca.

Oleh karena itu, mengajarkan siswa untuk menggunakan strategi meta- kognitif dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.232

Importance of Metacognitive Reading Strategy Awareness in Reading Comprehension,” English Lang- uage Teaching 6, no. 10 (2013): 235–244.

230 Feng Teng, “The Benefits of Metacognitive Reading Strategy Awareness Instruction for Young Lear- ners of English as a Second Language,” Literacy 54, no. 1 (January 1, 2020): 29–39, accessed May 7, 2022, https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/lit.12181.

231 Muhammad Nafi Annury et al., “The Use of Metacognitive Strategies in EFL Reading Comprehensi- on,” Advances in Social Science, Education and Humanities Research 343 (August 29, 2019): 62–66.

232 Zulfadli A. Aziz, Chairina Nasir, and Ramazani Ramazani, “Applying Metacognitive Strategies in

SAMPLE

Metakognisi siswa tentang membaca strategis dapat diamati secara eksternal ketika mereka menggarisbawahi beberapa bagian teks, mem- buat catatan, atau melihat ke depan dan ke belakang melintasi halaman.

Namun, sebagian besar strategi membaca menyangkut pemikiran inter- nal selama membaca (Paris & Flukes, 2005). Oleh karena itu, pengukuran membaca strategis siswa sering disimpulkan dari apa yang mereka kata- kan tentang proses membaca mereka. Ada tiga metode yang sering digu- nakan untuk memperoleh informasi tentang metakognisi siswa tentang membaca strategis: laporan diri selama membaca, wawancara setelah membaca, dan survei pemikiran pembaca dalam proses membaca.233

Pertama adalah laporan diri selama membaca. Ketika menilai aspek metakognitif dari membaca strategis dengan laporan diri, peneliti bia- sanya meminta pembaca untuk berpikir keras selama membaca dengan mengajukan pertanyaan secara berkala tentang apa yang mereka pikirkan pada titik-titik tertentu selama mereka membaca. Ericsson (2002) ber- pendapat bahwa ketika subjek diinstruksikan untuk mengungkapkan pi- kiran mereka yang sedang berlangsung sambil fokus pada tugas, peneliti bisa mendapatkan hubungan terdekat antara proses berpikir mereka dan laporan verbal (Dörnyei, 2007).

Kedua adalah wawancara setelah membaca. Wawancara dianggap se- bagai metode yang paling sering digunakan dalam penyelidikan kualitatif (Dörnyei, 2007). Di bidang pemahaman bacaan, wawancara dapat menca- kup pertanyaan terbuka tentang berbagai aspek membaca (Paris & Flukes, 2005). Misalnya, Myers dan Paris (1978) melakukan studi metakognitif per- tama tentang membaca dengan menggunakan wawancara dengan siswa kelas dua dan enam tentang bagaimana variabel tugas, orang, dan strategi memengaruhi membaca. Mereka mengidentifikasi peningkatan perkem- bangan dalam kesadaran strategi anak-anak dan variabel yang membuat membaca menjadi mudah atau sulit. Selain itu, wawancara juga dapat di- gunakan untuk menilai apa yang siswa peroleh dari instruksi kelas. Misal- nya, Paris dan Jacobs (1984) menggunakan wawancara untuk mengeva- luasi pengetahuan strategi siswa kelas tiga dan lima yang diperoleh dari intervensi kelas. Temuan mereka mengungkapkan bahwa mereka yang

Comprehending English Reading Texts,” Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Litera- ture 19, no. 1 (July 31, 2019): 138.

233 Zhang, Metacognitive and Cognitive Strategy Use in Reading Comprehension A Structural Equation Modelling Approach.

SAMPLE

114

MENGENAL RAGAM STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA

berpartisipasi dalam program intervensi memperoleh kesadaran strategi lebih dari kelompok kontrol. Paris dan Flukes (2005) berpendapat bahwa wawancara juga dapat digunakan untuk mendiagnosis kesadaran siswa tentang strategi membaca dan menilai nilai relatif dan frekuensi penggu- naan strategi yang berbeda.

Ketiga adalah survei dan kuesioner. Meskipun laporan diri dan wa- wancara memberikan data yang kaya dan mendalam tentang aspek meta- kognitif pembaca dari membaca strategis, mereka harus diberikan seca- ra individual, yang membutuhkan banyak waktu. Oleh karena itu, banyak peneliti menggunakan metode alternatif survei dan kuesioner karena dapat dilakukan secara lebih efisien dalam kelompok untuk memperoleh informasi tentang penggunaan strategi membaca. Baik peneliti membaca L1 dan L2 telah mengembangkan kuesioner dan memberikannya kepada pembaca dari kelompok usia, budaya, dan bahasa yang berbeda untuk memperoleh penggunaan strategi membaca pembaca (misalnya, Carrell, 1989b; Jacobs & Paris, 1987; Mokhtari & Reichard, 2002; Mokhtari , Sheor- ey, & Reichard, 2008; Phakiti, 2003, 2008b; Schmitt, 1990).

SAMPLE

8

Dalam dokumen SAMPLE (Halaman 124-129)