MODEL PEMAHAMAN BACAAN
D. TEORI SKEMA 80
3. Mewakili peran penting yang dimainkan oleh pengaturan diri yang ak- tif dalam membaca.
Pandangan sederhana membaca (SVR) mengusulkan bahwa kinerja dalam pemahaman bacaan adalah hasil dari decoding dan pemahaman li- nguistik, dan setiap komponen diperlukan tetapi tidak cukup untuk pe- mahaman bacaan. Dalam studi ini, pengaruh prediktif bersama dan unik dari decoding dan pemahaman linguistik untuk pemahaman membaca di- kaji pada siswa di kelas 3 sampai 5. Anak-anak menyelesaikan beberapa langkah dari setiap konstruksi, dan variabel laten digunakan dalam semua analisis. Secara keseluruhan, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa (a) dua konstruksi yang termasuk dalam akun SVR untuk hampir semua vari- ans dalam pemahaman bacaan; (b) ada tren perkembangan dalam kepen- tingan relatif dari dua komponen; dan (c) dua komponen berbagi varians prediktif substansial, yang dapat mempersulit upaya untuk secara sub- stansial meningkatkan pemahaman membaca anak-anak karena tumpang tindih mungkin mencerminkan perbedaan individu yang stabil dalam ke- mampuan kognitif atau linguistik umum.78
Model SVR dicirikan dengan berfokus pada dua mode pengajaran eks- plisit dan implisit yang dapat dikontrol untuk memecahkan kode fitur li- nguistik dari teks bacaan. Namun, model ini memiliki beberapa kelemahan serius karena sangat padat. Oleh karena itu, dibutuhkan guru yang sangat berpengalaman dalam hal teknik pedagogi selain domain linguistik.79
32
MENGENAL RAGAM STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA
informasi baru dan memungkinkannya untuk masuk dan menjadi bagian dari penyimpanan pengetahuan”. Selain itu, mereka mengakui peran pen- ting dari pembuatan referensi dalam proses aktivasi skema yang terjadi, baik ketika informasi teks dimasukkan dalam proses awal decoding, atau ketika diambil dari memori. Pembuatan referensi terlibat dalam empat situasi: (1) memutuskan skema apa yang harus diaktifkan dalam mema- hami teks; (2) memutuskan apakah karakter atau item kontekstual ter- tentu cocok dengan slot skema tertentu; (3) mengisi slot skema tertentu dengan menetapkan nilai default ketika ada kekurangan informasi konkret dalam teks; dan (4) menarik kesimpulan tanpa adanya pengetahuan da- lam skema. Untuk meringkas, dalam teori skema Anderson dan Pearson, pembaca dianggap sebagai peserta aktif. Dengan kata lain, pengetahuan dunia pembaca, pengalaman sebelumnya, dan kemampuan menyimpul- kan memainkan peran yang sangat penting dalam pemahaman bacaan mereka. Implikasi dari model ini untuk membaca B2 terletak pada pem- baca B2 yang terlibat dalam membaca akademis biasanya memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman dunia dengan membaca B1 yang melibatkan pemrosesan bahasa tingkat yang jauh lebih tinggi.81
Dengan perkembangan ilmu kognitif, khususnya psikologi kognitif dan teori pemrosesan informasi, banyak ahli bahasa dan psikolog terapan mem- berikan bobot yang berbeda pada membaca. Mereka cenderung menggam- barkan membaca sebagai proses yang rumit, yang memperoleh keterlibatan aktif daripada pasif. Beberapa peneliti telah menjadi prihatin tentang proses membaca daripada produk. Akibatnya, tiga model membaca telah diusulkan untuk menjelaskan proses pemahaman, seperti model bottom-up, model top-down, dan model interaktif. Model interaktif inilah yang secara funda- mental mendorong perkembangan teori dalam membaca, khususnya teori skema. Dalam pandangan skema-teoretis membaca adalah proses interak- tif. Interaksi terjadi pada tiga tingkat: interaksi antara pemrosesan bottom- up dan top-down, interaksi antara keterampilan tingkat rendah dan tingkat tinggi, dan antara latar belakang pengetahuan pembaca dan latar belakang pengetahuan yang diandaikan dalam teks. Pemrosesan bottom-up diaktif- kan oleh data spesifik dari teks. Pemrosesan top-down dimulai dengan pre- diksi umum berdasarkan skema level yang lebih tinggi, kemudian mencari di level yang lebih spesifik untuk mengonfirmasi prediksi ini. Pemrosesan
81 Grabe, Reading in a Second Language Moving from Theory to Practice.
SAMPLE
bottom-up dan pemrosesan top-down selalu terjadi secara bersamaan dan interaktif dalam membaca. Pembaca secara sadar atau tidak sadar menggu- nakan dua jenis pemrosesan secara bergantian untuk membangun pema- haman. Teori skema memandu pembaca saat mereka memahami penga- laman baru dan juga memungkinkan mereka membuat prediksi tentang apa yang mungkin mereka harapkan untuk dialami dalam konteks tertentu.82
Menurut model pengajaran skema integral, skema mengacu pada fak- ta bahwa semua jenis pengetahuan dapat dikelompokkan ke dalam bebe- rapa unit tertentu dan blok bangunan kognisi. Schemata bersifat hierarki karena skema besar mencakup yang kecil, dan skema kecil mencakup yang lebih kecil. Skema memiliki semua jenis kategori, seperti skema urusan, skema situasi, skema peran, skema kategori, skema cerita, dan skema eks- positori. Model pengajaran skema integral menekankan bahwa membaca adalah komunikasi positif antara pembaca dan penulis, dan berfokus pada fungsi latar belakang pengetahuan dalam pemahaman bacaan. Menurut model pengajaran skema integral, ada hubungan tertentu antara bagian yang berbeda dari skema, yang dapat memperdalam dan lebih jauh pe- mahaman bahan bacaan. Semua teori skema menekankan pada strategi teks non-r ini mengacu pada pengambilan keputusan umum produser dan pilihan teks yang dihasilkan dalam proses produksi. Sementara, kesinam- bungan teks-strategis bersifat khusus, pilihan penulis tentang kesinam- bungan strategi-teks ditentukan oleh tujuan komunikasi. Singkatnya, itu adalah metode yang diadopsi penulis untuk mengatur tata letak keselu- ruhan teks sesuai dengan tujuan atau fungsi wacana. Model pengajaran skema integral tampaknya sempurna untuk menjelaskan proses membaca dan digunakan untuk mengajar membaca bahasa Inggris di tingkat pergu- ruan tinggi, namun cenderung melupakan bahwa membaca terjadi dalam keadaan tertentu dengan tujuan tertentu. Faktanya, guru melatih kete- rampilan membaca siswa sambil memberikan pengetahuan linguistik. Te- tapi keterampilan membaca ini dilatih sebagai keterampilan yang terpisah dan siswa mendapatkan ide yang salah bahwa mereka harus memahami teks yang berbeda dengan metode yang sama.83
Banyak ahli membaca setuju bahwa teori skema adalah salah satu teo- ri yang masuk akal dari pemrosesan informasi manusia. Schemata, bentuk
82 Shuying An, “Schema Theory in Reading,” Theory and Practice in Language Studies 3, no. 1 (2013):
130–134.
83 Ibid.
SAMPLE
34
MENGENAL RAGAM STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA
jamak dari skema, diyakini sebagai blok bangunan kognisi. Peran penge- tahuan pembaca yang sudah ada sebelumnya tentang kode linguistik ser- ta pengetahuan pembaca tentang dunia (skema), untuk kasus membaca, memiliki kepentingan yang sama dengan kata-kata tercetak dalam teks.
Dikatakan bahwa semakin banyak informasi nonvisual yang dimiliki pem- baca, semakin sedikit informasi visual yang dibutuhkan. Untuk proses bel- ajar mengajar, guru diharapkan menggunakan strategi yang berbeda un- tuk menangani pengetahuan dan skema siswa yang sudah ada sebelumnya untuk memaksimalkan pembelajaran siswa.84
Teori skema berpikir bahwa memahami sebuah teks adalah proses in- teraktif antara latar belakang pengetahuan pembaca dan teks. Pemahaman teks membutuhkan kemampuan untuk menghubungkan materi tekstual dengan pengetahuannya sendiri. Memahami kata, kalimat, dan keseluruh- an teks melibatkan lebih dari sekadar mengandalkan pengetahuan lingu- istik seseorang. Dari teori skema, jelas bahwa makna tidak sepenuhnya disajikan dalam teks secara pasif menunggu untuk diterjemahkan oleh pembaca. Makna direkonstruksi atau diciptakan proses membaca melalui interaksi teks dan latar belakang pengetahuan pembaca. Jadi, yang harus dilakukan guru adalah mengajar siswa untuk menghubungkan pengetahu- an awal mereka dengan teks. Dengan melakukan ini siswa dapat lebih me- mahami makna global dari teks. Dalam proses pengajaran teks, siswa akan diarahkan untuk mengetahui berapa bagian teks yang akan dibagi. Misal- nya, materi yang terkait dengan teks akan dicantumkan sebagai berikut:85 1. Tentang penulis;
2. Tentang latar belakang;
3. Tentang kata-kata;
4. Tentang penjelasan teks;
5. Tentang struktur teks;
6. Tentang frasa dalam teks dan latihan;
7. Tentang kalimat yang berguna untuk menulis;
8. Makna yang dalam dari teks;
9. Menulis;
10. Implikasi teks dalam pengajaran bahasa.
84 Fahriany Fahriany, “SCHEMA THEORY IN READING CLASS,” IJEE (Indonesian Journal of English Education) 1, no. 1 (March 4, 2015): 17–28.
85 Yanxia Shen, “An Exploration of Schema Theory in Intensive Reading,” English Language Teaching 1, no. 2 (2008): 104–107.
SAMPLE
Menurut Rumelhart, skema dapat dibagi menjadi tiga jenis: skema linguistik, skema konten dan skema formal. Skema linguistik adalah pe- ngetahuan bahasa pembaca sebelumnya, yang berarti tentang bahasa, ko- sakata dan pengetahuan tata bahasa. Skema linguistik adalah dasar dari pemahaman bacaan bahasa Inggris. Tanpa skema linguistik, sulit bagi pembaca untuk menghubungkan informasi yang diberikan dalam artikel dengan informasi sebelumnya, dan juga sulit untuk menggabungkan kon- ten dan skema formal dengan skema linguistik. Skema konten mengan- dung dua aspek. Salah satunya adalah konteks atau lingkungan sosial yang terkait dengan bahan bacaan, yang lainnya adalah latar belakang pengeta- huan yang telah diketahui pembaca. Namun dalam arti sempit, skema isi mengacu pada latar belakang budaya pengetahuan bahasa tersebut. Pe- mahaman makna bahasa sangat bergantung pada pemahaman tradisi dan adat budaya. Skema formal mengacu pada bentuk wacana, kerangka, dan struktur retorika artikel.86
Skema adalah struktur mental dari pengetahuan dunia umum ma- nusia, pertama kali diciptakan oleh psikolog Inggris, Sir Frederic Bartlett (1886–1969), untuk menjelaskan ketidakakuratan ingatan manusia terha- dap teks-teks tertentu. Dia menyatakan bahwa orang memberikan lebih banyak informasi daripada yang dinyatakan dalam teks karena penge- tahuan yang tersimpan di suatu tempat dalam ingatan mereka, yang dia usulkan sebagai skema atau tautan bawah sadar yang melestarikan penge- tahuan mereka sebelumnya. Pada 1970-an, Minsky mengembangkan Teori Bingkai Minsky ketika mencoba menciptakan mesin yang dapat mema- hami kata-kata di sekitarnya dengan kemampuan manusia. Dia berpen- dapat bahwa manusia menggunakan kenalan mereka sendiri sebelumnya untuk mengatasi tingkat informasi baru, sehingga mesin perlu diberikan data tertentu untuk memungkinkan mereka bekerja sebagai manusia. Te- ori skema menyiratkan bahwa pemahaman membaca dapat dibangun de- ngan menggunakan strategi bottom-up decoding informasi yang berasal dari huruf, kata-kata dan potongan struktural, di samping strategi top- down menggunakan skema atau latar belakang pengetahuan dunia.87
86 Yang Xue, “The Use of Schema Theory in the Teaching of Reading Comprehension,” International Journal of Liberal Arts And Social Science 7, no. 4 (2019): 58–63, accessed May 7, 2022, https://ijlass.org/
the-use-of-schema-theory-in-the-teaching-of-reading-comprehension/.
87 Nafa, Broad Guide to Reading and Comprehension.
SAMPLE
36
MENGENAL RAGAM STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA
Dr. Hj. Nurul Lailatul Khusniyah, M.Pd47 menyatakan bahwa orang memberikan lebih banyak informasi daripada yang dinyatakan dalam teks karena pengetahuan yang tersimpan di suatu tempat dalam ingatan mereka, yang dia usulkan sebagai skema atau tautan bawah sadar yang melestarikan pengetahuan mereka sebelumnya. Pada 1970-an, Minsky mengembangkan Teori Bingkai Minsky ketika mencoba menciptakan mesin yang dapat memahami kata-kata di sekitarnya dengan kemampuan manusia. Dia berpendapat bahwa manusia menggunakan kenalan mereka sendiri sebelumnya untuk mengatasi tingkat informasi baru, sehingga mesin perlu diberikan data tertentu untuk memungkinkan mereka bekerja sebagai manusia. Teori skema menyiratkan bahwa pemahaman membaca dapat dibangun dengan menggunakan strategi bottom-up decoding informasi yang berasal dari huruf, kata-kata dan potongan struktural, di samping strategi top-down menggunakan skema atau latar belakang pengetahuan dunia.87
87Nafa, Broad Guide to Reading and Comprehension.
GAMBAR 2.2. MENGAPA PENGETAHUAN SKEMATIS SISWA BERVARIASI?