APA ITU MEMBACA
E. TINGKATAN PEMAHAMAN DALAM MEMAHAMI BACAAN
Pemahaman terhadap bacaan memiliki tingkat berbeda dan harus dikuasai oleh setiap pembaca dengan tahapan yang berproses. Menurut Thomas Barret ada tiga jenis tindakan dengan taksonomi atau tingkatan pemahaman bacaan dalam tiga tingkat, yaitu:36
1. Pemahaman literal; merupakan pemahaman yang paling rendah dari tiga level, yang mensyaratkan pembaca untuk mampu mengatakan kembali fakta-fakta atau informasi yang ada dalam teks.
2. Pemahaman inferensial; merupakan tingkat selanjutnya yang merujuk pada kemampuan pembaca untuk mendapatkan informasi untuk me- nyimpulkan isi teks.
3. Pemahaman kritikal; merupakan pemahaman kritis atau evaluasi, ya- itu pemahaman tingkat ketiga dan paling tinggi dalam taksonomi, me- libatkan pembuatan kritik terhadap informasi yang ada dalam teks.
Pendapat berbeda muncul dari Paris dan Stahl bahwa ada 3 tingkatan atau level dalam proses pemahaman bacaan antara lain:37
1. Proses decoding, merujuk pada persepsi dan konseptual dalam meli- batkan pemerolehan kata dan makna kalimat.
2. Pada tingkat analisis, berikutnya adalah proposisi yang berkaitan de- ngan jaringan kompleks, disebut microstructure. Adapun dalam struk- tur teks global disebut macrostructure.
3. Representasi mental pembaca dalam membangun teks.
Menurut Johnson, untuk memahami bacaan, ada tiga jenis keterampilan pemahaman yang harus dimiliki, yaitu; pemahaman sebelum membaca, se- lama membaca dan setelah membaca. Keterampilan pemahaman dapat de- ngan mudah dipelajari dan fleksibel diterapkan pada berbagai macam situ- asi membaca. Berikut penjelasan setiap tahapan dalam memahami bacaan;38
36 Brassell and Rasinski, Comprehension That Works Taking Students Beyond Ordinary Understanding to Deep Comprehension.
37 Paris and Stahl, Children’s Reading Comprehension and Assessment.
38 Andrew P. Johnson, Teaching Reading and Writing A Guidebook for Tutoring and Remediating Stu- dents (Lanham: Rowman and Littlefield Education, 2008).
SAMPLE
1. Keterampilan pemahaman sebelum membaca biasa digunakan untuk me-review struktur teks yang dibaca atau berhubungan dengan infor- masi baru untuk diketahui oleh pembaca. Ada tiga keterampilan dalam tahap ini yaitu; pertama adalah pemahaman pendahuluan (melihat ju- dul dan tujuan bacaan, bacalah paragraf pertama dan terakhir, dan baca setiap bab). Kedua adalah menelaah (melihat judul dan tujuan, menandai hal-hal penting, menelaah setiap tanda yang muncul, mem- baca tiap bab, dan menambahkan atau modifikasi hasil telaah). Ketiga adalah merangkum (memahami judul dan tujuan, membuat rangkum- an dari setiap inti sari bacaan dan menelaah setiap inti bacaan, mem- baca tiap bab dan menambahkan atau modifikasi hasil rangkuman).
2. Keterampilan pemahaman selama membaca digunakan untuk memo- nitor pemahaman, evaluasi ide-ide dari setiap paragraf dan memulai mengorganisasikan ide-ide sampai pada struktur teks. Pada tahap ini keterampilan yang ada adalah membaca paragraf berulang kali, serta membaca dan berhenti untuk memahami.
3. Keterampilan pemahaman setelah membaca digunakan untuk me- nyusun ulang ide-ide penting, mengelola ide-ide, dan evaluasi ide-ide setelah membaca setiap bab. Dua keterampilan yang ada pada tahap ini adalah membaca ulang artikel dan membuat rangkuman.
Pendapat berbeda dari Scanlon, dkk. bahwa dalam membangun mak- na teks, pembaca terlibat dalam jenis berbeda atau tingkat berpikir. Ada tiga level atau tingkatan pemahaman bacaan yang teridentifikasi antara lain:39
1. Pemahaman literal melibatkan pemahaman informasi yang ada dalam teks secara langsung.
2. Pemahaman inferensial melibatkan penciptaan inferensi atau kesim- pulan yang dijembatani informasi yang muncul secara langsung da- lam teks dengan informasi yang pembaca siap miliki. Menurut Yuill &
Oakhill, pembaca efektif menggambarkan pengetahuan mereka untuk membuat kesimpulan yang menunjukkan perbedaan dari penulis, se- dangkan pembaca tidak efektif gagal melakukan hal tersebut.
3. Pemahaman kritikal melibatkan evaluasi informasi dalam teks yang relatif memiliki makna sampai pada pembaca dan diperhatikan dari segi perspektif penulis.
39 Scanlon, Anderson, and Sweeney, Early Intervention for Reading Difficulties.
SAMPLE
20
MENGENAL RAGAM STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA
Pendapat berbeda diungkapkan oleh Cunningham & Stanovich dalam Willis, bahwa untuk memahami teks, pembaca harus mampu mengubah kata atau mengenali kata dan mengakses proses integrasi teks sampai membangun makna dan mempertahankan isi kata selama memenuhi wak- tu untuk menstimulasi penyimpanan mereka yang berhubungan dengan informasi dalam memori yang panjang. Adapun menurut Snow, Burn &
Griffin, bahwa memulai pemahaman pengajaran dan pembelajaran yang dibangun dalam pengetahuan lingusitik anak dan konsep pengetahuan dan termasuk instruksi pembelajaran secara eksplisit dalam strategi se- perti merangkum, memprediksi, dan mengevaluasi diri untuk meningkat- kan pemahaman.40 Dalam memahami bacaan tahapan pertama yang ha- rus dilakukan oleh pembaca adalah memahami setiap kata dengan makna yang tersimpan dan mengintegrasikannya secara keseluruhan. Konsep pemahaman bacaan dapat dimulai dari konsep pengetahuan lingustik yang dimiliki oleh setiap orang. Model lain yang dapat digunakan untuk menunjukkan keterampilan dan proses yang terlibat untuk kesuksesan membaca, yaitu konstruksi model integrasi Kintsch dan Rawson. Model ini melibatkan secara detail proses pemahaman bacaan. Model tersebut muncul ketika kita membaca teks, kita menciptakan representasi makna personal; representasi tersebut (merupakan model mental) yang mencip- takan informasi dari teks itu sendiri selama proses generalisasi penge- tahuan kata dan topik. Model ini terdiri dari tiga level atau tahapan yang disebut “textbase”’ yaitu kombinasi antara eksistensi pengetahuan umum pembaca sampai pada bentuk representasi makna teks itu sendiri. Inter- pretasi makna disebut “situation model”, sedangkan yang membentuknya, pembaca menggunakan perbedaan jenis pengetahuan. Ketiga level pema- haman bacaan tersebut, yaitu:41
1. Level linguistik, pembaca mengelola dan memproses kata itu sendiri dan maknanya.
2. Level mikrostruktur, pembaca melakukan isolasi kata untuk mengelo- la dan memproses makna yang lebih besar dari teks.
3. Level makrostruktur, pembaca mengelola dan memproses tema, topik dan informasi genre tentang teks.
40 Judy Willis, Teaching the Brain to Read Strategies for Improving Fluency, Vocabulary and Comprehen- sion, (Alexandria: ASCD, 2008).
41 Paula J. Clarke et al., Developing Reading Comprehension, (West Sussex: John Wiley & Sons Ltd, 2014).
SAMPLE
Strategi dasar yang mungkin digunakan pembaca untuk membantu pemrosesan dan pemahaman teks meliputi:42
1. Hati-hati melihat dan meninjau apa yang akan dibaca.
2. Mempertanyakan diri sendiri (apa yang sudah saya ketahui tentang ini? Apakah saya setuju dengan poin ini?).
3. Selektif membaca beberapa bagian teks secara mendalam dan mem- baca sekilas bagian lain.
4. Mengidentifikasi ide-ide utama.
5. Mengabaikan informasi yang berlebihan.
6. Melatih informasi yang mungkin ingin mereka ingat nanti.
7. Membaca ulang bagian yang sulit atau penting.
8. Merefleksikan dan berpikir kritis tentang informasi.
9. Meringkas poin utama dan detail yang relevan.
42 Westwood, Reading and Learning Difficulties.