BAB III LANDASAN TEORI
3.5 Hama dan Penyakit Teh
Hama dan penyakit tanaman adalah organisme yang mengganggu tanaman budidaya sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya terhambat.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman mulai dari benih, pembibitan, pemanenan hingga proses penyimpanan di gudang tidak pernah luput gangguan hama, patogen, gulma ataupun faktor-faktor lain yang mengganggu tanaman tersebut. Seorang peneliti dari India pernah menyatakan bahwa akibat dari kerugian tanaman akibat gulma sebanyak 33%, akibat patogen 26%, hama 26%
dan kerusakan penyimpanan sekitar 7%, dan ada pun data Hama dan Penyakit Teh beserta gejalanya yang di ambil dari buku (Setyamidjaja, 2000).
Tabel 3.3 Data Hama dan Penyakit Kode Nama Hama dan Penyakit
P001 Hama Nematoda heterodera marioni P002 Hama Nematoda pratylenchus prattensi P003 Hama Nematoda meloidogyne sp.
P004 Hama Zeuzera coffeae P005 Hama Xylobarus morigerus
P006 Hama Kepik biji poecilocoris harwickii P007 Hama Lalat biji adrame determinata P008 Hama Helopeltis antonii
P009 Hama Ulat jengkal (hyposidra talaca)
P010 Hama Ulat penggulung daun (homona coffearia) P011 Hama Ulat penggulung pucuk (cydia leucostome) P012 Hama Ulat api (setora nitens)
P013 Hama Tungau Jingga (brevipalpus phoenicis) P014 Penyakit akar merah anggur
P015 Penyakit akar hitam P016 Penyakit akar merah bata P017 Penyakit akar coklat P018 Penyakit leher akar P019 Penyakit jamur upas P020 Penyakit lumut – lumutan
P021 Penyakit cacar teh 31
32
Kode Nama Hama dan Penyakit P022 Penyakit busuk daun
P023 Penyakit mati ujung pada bidang petik P024 Penyakit fisiologis
Tabel 3.4 Gejala Penyakit Kode Gejala Nama Gejala
G01 Terbentuk gelembung kista di akar
G02 Akar akan membusuk
G03 Tumbuhnya bibit lambat dan kerdil atau mati G04 Akar rambut sedikit
G05 Tidak terbentuk gelembung kista di akar G06 Menggagalkan pembentukan akar bibit setek
G07 Tumbuh merana dan mati
G08 Terdapat lubang di batang G09 Gerekan secara melingkar G10 Terdapat tumpukan kotoran
G11 Terdapat bubuk kayu
G12 Terdapat kerusakan pada bibit
G13 Merusak biji
G14 Menghisap isi biji yang masih muda
G15 Biji akan gugur
G16 Keping biji berbintik kuning hingga jingga G17 Terdapat telur di dalam biji yang retak G18 Terdapat larva di dalam biji
G19 Keping biji rusak dan mati
G20 Terdapat bercak coklat kehitaman pada daun
G21 Daun mengering
G22 Terdapat lubang pada daun
G23 Tanaman tidak berdaun
G24 Rusaknya daun mudan dan tua G25 Daun tergulung atau terlipat G26 Perdu teh tidak berdaun G27 Anoreksia atau batuk
G28 Pertumbuhan tunas atau ranting terhambat G29 Terdapat gigitan di pinggir daun
G30 Daun bergerigi
G31 Terdapat bercak kecil pada pangkal daun G32 Daun berwarna kemerah-merahan
G33 Daun rontok
G34 Daun menguning
G35 Daun Layu
G36 Bagian yang terserang menjadi busuk
32
33
Kode Gejala Nama Gejala
G37 Mengeluarkan cairan
G38 Tanaman mati
G39 Permukaan kayu terdapat benang berwarna putih G40 Jamur pada kulit akar
G41 Kulit luar akar terdapat benang jamur berwarna coklat hitam G42 Terdapat butiran pasir yang melekat
G43 Terdapat jamur berwarna putih kecoklatan pada kulit dan kayu
G44 Terdapat jamur pada kulit dan kayu yang tersusun seperti kipas
G45 Pada bagian kayu kering dan lapuk tanpak garis berwarna hitam
G46 Pada leher akar melekat sebagai kerak berupa melingkar G47 Kulit terdapat lapisan berwarna putih,kuning sampai merang
jingga
G48 Kulit yang terlapisi menjadi kering dan mati G49 Terdapat lumut pada batang dan cabang G50 Bitik kecil tembus cahaya diameter 0,25mm G51 Bercak pusat tidak berwarna
G52 Bercak membesar mencapai 1 cm
G53 Permukaan terdapat spora berwarna putih G54 Bercak cokelat dari ujung daun
G55 Daun induk gugur
G56 Setek mengering dan mati
G57 Bekas petikan timbul bercak berwarna cokelat G58 Bekas pemetikan mengering
G59 Pucuk baru tidak terbentuk
G60 Kekurangan unsur hara
33
BAB IV
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
4.1 Analisis Permasalahan
Sistem pakar merupakan sistem yang terstruktur dengan basis pengetahuan yang dinamis. Pengetahuan yang ada pada sistem pakar dapat bertambah sehingga harus bisa ditambah maupun dihapus tanpa harus mengubah isi dari program secara keseluruhan. Jadi perubahan hanya dilakukan pada bagian basis pengetahuan saja.
Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan perancangan dilakukan. Tujuan diterapkannya analisis terhadap suatu sistem adalah untuk mngetahui alasan mengapa sistem tersebut diperlukan, merumuskan kebutuhan-kebutuhan dari sistem tersebut untuk mereduksi sumberdaya yang berlebih serta membantu merencanakan penjadwalan pembentukan sistem, sehingga fungsi yang terdapat didalam sistem tersebut bekerja secara optimal.
Salah satu unsur pokok yang harus dipertimbangkan dalam tahap analisis sistem ini yaitu masalah perangkat lunak, karena perangkat lunak yang digunakan haruslah sesuai dengan masalah yang disesuaikan.
4.1.1. Analisa Masalah
Gejala penyakit tanaman teh dapat disebabkan oleh faktor biotis dan abiotis. Aplikasi ini dibuat hanya berdasarkan faktor biotis saja yaitu penyakit tanaman teh yang disebabkan oleh organisme hidup yang kesemuanya adalah mikroorganisme yaitu jamur, bakteri, dan virus. Untuk itu diperlukan pengetahuan mengenai gejala fisik yang timbul pada tanaman teh seperti pada daun, batang atau ranting,akar dan buah.
4.1.2. Analisis Tanaman Teh
Data yang digunakan pada sistem ini adalah data dari gejala dan penyakit tanaman teh oleh faktor biotis dan abiotis
4.1.3. Analisis Penyakit dan Gejala
Sistem pakar ini hanya digunakan untuk prosedur penanganan penyakit pada tanaman teh. Data sampel sebagai data awal jenis penyakit yang diagnosa adalah 24 jenis penyakit pada tanaman teh. Pada tabel 3.1 dan tabel 3.2 akan
34
35
dijelaskan mengenai nama penyakit, gejala dan penanganan pada 25 penyakit tanaman teh.
4.2. Fungsi Utama Perangkat Lunak
Fungsi utama dari perangkat lunak ini adalah:
a. Dapat menentukan Penyakit Tanaman Teh
b. Dapat memberikan informasi kepada pengguna tentang solusi pada penyakit Tanaman Teh.
4.3. Perancangan Sistem
Perancangan sistem bertujuan untuk memberikan gambaran perencanaan sistem yang akan dibangun atau dkembangkan. Dalam tahap ini juga akan diberikan gambaran mengenai alur informasi dan proses dalam sistem. Berikut ini langkah-langkah yang akan dilakukan dalam perancangan sistem.
4.3.1. Flowchart Sistem
Flowchart sistem adalah penggambaran secara grafis dari langkah-langkah dan urutan-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analisis dan programer untuk memecahkan masalah kedalam segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian program. Berikut ini gambaran dari flowchart sistem yang akan dibuat
35
36
Gambar 4.3 Flowchart system
Pada gambar 4.1 dijelaskan flowchar yang akan dibuat, aplikasi system pakar dimulai dengan user memilih metode forward chaining atau backward chaning. Apabila user memilih forward chaining maka user harus melakukan imput biodata diri, lalu system akan menyimpan data tersebut ke database.
Kemudian user akan mengisi form input gejala, setelah system mendapatkan input gejala tanaman maka system melakukan proses forward chaining. Output yang dihasilkan adalah berupa halaman hasil diagnosa dari input gejala user yang diproses menggunakan metode forward chaining.
Apabila user memilih backwar chaining maka user harus melakukan imput biodata diri, lalu system akan menyimpan data tersebut ke database.
Kemudian user akan mengisi form input gejala dan penyakit yang diduga terjadi pada tanaman tersebut, setelah system mendapatkan input gejala dan perkiraan penyakit tanaman maka system melakukan proses backward chaining. Output yang dihasilkan adalah berupa halaman hasil diagnosa dari input gejala dan perkiraan penyakit tanaman yang diproses menggunakan metode backward chaining.
4.3.2. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram atau ERD adalah suatu diagram yang menggambarkan susunan tabel beserta atribut-atributnya dan menentukan relasi antar tabel. ERD juga menerangkan relasi antara atribut dengan tabelnya, dimana atribut mempunyai fungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari tabel tersebut.
Berikut dilihat pada gambar 4.2 ERD dari sistem yang akan dibuat:
36
37
Gambar 4.4 ERD
Pada gambar 4.2 dijelaskan relasi antar tabel pada database melalui diagram ERD. Pada diagram tersebut dijelaskan bahwa tabel penyakit memiliki relasi pada tabel gejala dan tabel rule. Melalui diagram tersebut dapat dipahami bahwa satu penyakit dapat memiliki banyak gejala dan satu penyakit hanya memiliki satu rule.
4.3.3. Data Flow Diagram (DFD)
Data flow diagram yang disingkat DFD atau diagram arus data adalah suatu diagram yang menjelaskan tentang aliran data di dalam suatu sistem. Dalam sistem ini, terdapat beberapa level DFD yang dijelaskan dibawah ini.
4.3.3.1. Context Diagram (CD)
Context Diagram (CD) atau Diagram konteks adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entity luar, masukan dan keluaran dari sistem. Menurut Afyenni, Diagram konteks harus menggambarkan satu proses saja, tidak boleh lebih, dan tidak menggambarkan data store (2014).
Diagram konteks ini juga menggambarkan kesatuan luar (external entity) dengan sistem secara umum. Berikut ini gambaran dari diagram konteks sistem yang akan dibuat:
Gambar 4.5 Context Diagram/Diagram Konteks
Pada gambar 4.3 dijelaskan hubungan anara user, masukan dan keluaran dari system melalui diagram CD ( Context Diagram ) diatas. Dari diagram
37
38
tersebut dapat dipahami alur yang terjadi pada system yaitu admin melakukan input data gejala, penyakit, solusi dan data rule yang dijadikan bahan untuk system melakukan proses diagnosa. Di sisi lain user melakukan input data user dan data gejala serta penyakit tanaman, kemudian system akan memproses inputan user yang dipertimbangkan dengan data yang telah diinput oleh admin.
Dari proses yang telah dilakukan oleh system maka akan menghasilkan suatu hasil diagnosa penyakit pada tanaman teh yang ditampilkan kepada user.
4.3.3.2. Data Flow Diagram Level 0 (DFD 0)
Data Flow Diagram level 0 atau DFD 0 adalah sebuah DFD yang menjabarkan proses-proses yang ada didalam diagram konteks. Berikut ini gambaran dari DFD 0 dari sistem yang akan dibuat.
Gambar 4.6 DFD 0
Pada gambar 4.4 dijelaskan alur jalannnya data melalui DFD 0 yang menjelaskan alur data dari admin dan dari user. Dari diagram tersebut dapat dipahami admin melakukan login dengan mengisi username dan password,
apabila username dan password valid maka akan menampilkan halaman admin. 38
39
Pada halam admin dapat dilakukan proses input data gejala,data penyakit, data solusi dan data rule.
User dapat melakukan konsultasi melalui system dengan melakukan input data user, data gejala dan data penyakit. Data tersebut akan diproses oleh system dengan mencocokkan data input user dengan data rule yang terbentuk dari data gejala, penyakit dan solusi yang telah diinputkan oleh admin. Pada proses konsultasi dihasilkan hasil diagnosa penyakit pada tanaman teh.
4.4. Perancangan Antar Muka
Perancangan antar muka bertujuan untuk memberikan gambaran tentang aplikasi yang akan dibangun, sehingga akan mempermudah dalam mengimplementasikan aplikasi dan pembuatan aplikasi yang User friendly.
Perancangan ini akan diimplementasikan menjadi sebuah program yang utuh dan dapat digunakan oleh semua user. Rancangan aplikasi sistem pakar untuk diagnosa hama dan penyakit tanaman teh yang akan dibangun adalah sebagai berikut.
4.4.1. Halaman Utama
Pada gambar 4.5 terdapat halaman utama dalam sistem ini adalah suatu halaman yang berguna untuk mengakses keseluruhan menu dalam sistem ini.
Gambar 4.7 Halaman Utama
4.4.2. Halaman Input Data Konsultasi Home
Konsultas i
Selamat datang SP Teh
39
40
Pada gambar 4.6 terdapat halaman input data konsultasi berfungsi untuk mengetahui siapa saja yang menggunakan aplikasi tersebut.
Gambar 4.8 Halaman Input Data Konsultasi
4.4.3. Halaman Konsultasi Forward
Pada gambar 4.7 terdapat halaman Konsultasi Forward ini berfungsi untuk pencarian hasil dari data gejala yang terdapat pada tanaman teh. Di halaman ini pengguna hanya menginput gejala penyakit.
Home Konsultas
i
Input Gejala Input Gejala Input Gejala Input Gejala Input Gejala Submit
Forward Backwar
d Home a Konsultas
i
Nama Alamat Jenis Kelamin
No Hp
Clear Forward
Backwar d SP Teh
Submit
SP Teh
40
41
Gambar 4.9 Halaman Konsultasi Method Forward
4.4.4. Halaman Konsultasi Backward
Pada gambar 4.8 terdapat halaman Konsultasi Forward ini berfungsi untuk pencarian hasil dari data gejala dan data penyakit yang terdapat pada tanaman teh.
Di halaman ini pengguna hanya menginput data gejala dan data penyakit.
Gambar 4.10 Halaman Konsultasi Method Backward
4.5. Kaidah Produksi
Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk jika-maka (IF-THEN). Kaidah ini dapat dikatakan sebagai hubungan implikasi dua bagian, yaitu bagian premis (jika) dan bagian konklusi (maka). Apabila bagian premis dipenuhi makabagian konklusi juga akan bernilai benar. Suatu kaidah juga dapat terdiri atas beberapa premis dan lebih dari satu konklusi. Antara premis dan konklusi dapat berhubungan dengan “OR” atau “AND”.
Berdasarkan tabel keputusan dan pohon keputusan, maka kaidah aturan produksi hama dan penyakit tanaman teh metode forward chaining terdapat beberapa rule sebagai berikut :
a. Kaidah 1 :jika terbentuk gelembung kista di akar dan akar akan membusuk dan tumbuhnya bibit lambat dan kerdil atau mati maka penyakit Hama Nematoda heterodera marioni (P001).
Home a Konsulta
si
Input Gejala Input Gejala Input Gejala Input Gejala Input Gejala Submit
Forward Backwar
d
Pilih Penyakit SP Teh
41
42
b. Kaidah 2 : jika akar rambut sedikit dan tidak terbentuk gelembung kista di akar maka Hama Nematoda pratylenchus prattensi (P002).
c. Kaidah 3 : jika Menggagalkan pembentukan akar bibit setek dan Tumbuh merana dan mati maka Hama Nematoda meloidogyne sp. (P003).
d. Kaidah 4 : jika Terdapat lubang di batang dan Gerekan secara melingkar dan Terdapat tumpukan kotoran maka Hama Zeuzera coffeae (P004).
e. Kaidah 5 : jika Terdapat bubuk kayu dan Terdapat kerusakan pada bibit maka Hama Xylobarus morigerus (P005).
f. Kaidah 6 : jika Merusak biji dan Menghisap isi biji yang masih muda dan Biji akan gugur dan Keping biji berbintik kuning hingga jingga maka Hama Kepik biji poecilocoris harwickii (P006).
g. Kaidah 7 : jika Terdapat telur di dalam biji yang retak dan Terdapat larva di dalam biji dan Keping biji rusak dan mati maka Hama Lalat biji adrame determinata (P007).
h. Kaidah 8 : jika Terdapat bercak coklat kehitaman pada daun dan Daun mengering maka Hama Helopeltis antonii (P008).
i. Kaidah 9 : jika Terdapat lubang pada daun dan Tanaman tidak berdaun maka Hama Ulat jengkal (hyposidra talaca) (P009).
j. Kaidah 10 : jika Rusaknya daun mudan dan tua dan Daun tergulung atau terlipat dan Perdu teh tidak berdaun maka Hama Ulat penggulung daun (homona coffearia) (P010).
k. Kaidah 11 : jika Anoreksia atau batuk dan Pertumbuhan tunas atau ranting terhambat maka Hama Ulat penggulung pucuk (cydia leucostome) (P011).
l. Kaidah 12 : jika Terdapat gigitan di pinggir daun dan Daun bergerigi maka Hama Ulat api (setora nitens) (P012).
m. Kaidah 13 : jika Terdapat bercak kecil pada pangkal daun dan Daun berwarna kemerah-merahan dan Daun rontok maka Hama Tungau Jingga (brevipalpus phoenicis) (P013).
n. Kaidah 14 : jika Daun rontok dan Daun menguning dan Daun Layu dan Bagian yang terserang menjadi busuk dan Mengeluarkan cairan maka Penyakit akar merah anggur (P014).
42
43
o. Kaidah 15 : jika Daun rontok dan Daun menguning dan Daun Layu dan Tanaman mati dan Permukaan kayu terdapat benang berwarna putih maka Penyakit akar hitam (P015).
p. Kaidah 16 : jika Daun rontok dan Daun menguning dan Daun Layu dan Tanaman mati dan Jamur pada kulit akar maka Penyakit akar merah bata (P016).
q. Kaidah 17 : jika Kulit luar akar terdapat benang jamur berwarna coklat hitam dan Terdapat butiran pasir yang melekat dan Terdapat jamur berwarna putih kecoklatan pada kulit dan kayu dan Terdapat jamur pada kulit dan kayu yang tersusun seperti kipas Penyakit akar coklat (P017).
r. Kaidah 18 : jika Terdapat jamur pada kulit dan kayu yang tersusun seperti kipas dan Pada bagian kayu kering dan lapuk tanpak garis berwarna hitam dan Pada leher akar melekat sebagai kerak berupa melingkar maka Penyakit leher akar (P018).
s. Kaidah 19 : jika Kulit terdapat lapisan berwarna putih,kuning sampai merang jingga dan Kulit yang terlapisi menjadi kering dan mati maka Penyakit jamur upas (P019).
t. Kaidah 20 : jika Terdapat lumut pada batang dan cabang maka Penyakit lumut – lumutan (P020).
u. Kaidah 21 : jika Bitik kecil tembus cahaya diameter 0,25mm dan Bercak pusat tidak berwarna dan Bercak membesar mencapai 1 cm dan Permukaan terdapat spora berwarna putih maka Penyakit cacar teh (P021).
v. Kaidah 22 : jika Bercak cokelat dari ujung daun dan Daun induk gugur maka Penyakit busuk daun (P022).
w. Kaidah 23 : jika Setek mengering dan mati dan Bekas petikan timbul bercak berwarna cokelat dan Bekas pemetikan mengering dan Pucuk baru tidak terbentuk maka Penyakit mati ujung pada bidang petik (P023).
x. Kaidah 24 : jika Kekurangan unsur hara maka Penyakit fisiologis (P024).
43
4.6. Perancangan Pengambilan Keputusan
Pada tabel 4.1, Proses ini untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin dicapai dengan mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai tujuan tersebut.
Tabel 4.5 Tabel Hubungan Gejala dan Penyakit K
o d e
Kode Penyakit P
0 1
P 0 2
P 0 3
P 0 4
P 0 5
P 0 6
P 0 7
P 0 8
P 0 9
P 1 0
P 1 1
P 1 2
P 1 3
P 1 4
P 1 5
P 1 6
P 1 7
P 1 8
P 1 9
P 2 0
P 2 1
P 2 2
P 2 3
P 2 4 G
0 1
* G 0 2
* G 0 3
* G 0 4
* G
0 5
*
G *
44
K o d e
Kode Penyakit P
0 1
P 0 2
P 0 3
P 0 4
P 0 5
P 0 6
P 0 7
P 0 8
P 0 9
P 1 0
P 1 1
P 1 2
P 1 3
P 1 4
P 1 5
P 1 6
P 1 7
P 1 8
P 1 9
P 2 0
P 2 1
P 2 2
P 2 3
P 2 4 0
6 G 0 7
* G
0 8
* G
0 9
* G
1 0
* G
1 1
* G
1 2
* G
1 3
*
G *
45
K o d e
Kode Penyakit P
0 1
P 0 2
P 0 3
P 0 4
P 0 5
P 0 6
P 0 7
P 0 8
P 0 9
P 1 0
P 1 1
P 1 2
P 1 3
P 1 4
P 1 5
P 1 6
P 1 7
P 1 8
P 1 9
P 2 0
P 2 1
P 2 2
P 2 3
P 2 4 1
4 G 1 5
* G
1 6
* G
1 7
* G
1 8
* G
1 9
* G
2 0
* G
2 1
*
G *
46
K o d e
Kode Penyakit P
0 1
P 0 2
P 0 3
P 0 4
P 0 5
P 0 6
P 0 7
P 0 8
P 0 9
P 1 0
P 1 1
P 1 2
P 1 3
P 1 4
P 1 5
P 1 6
P 1 7
P 1 8
P 1 9
P 2 0
P 2 1
P 2 2
P 2 3
P 2 4 2
2 G 2 3
* G
2 4
* G
2 5
* G
2 6
* G
2 7
* G
2 8
* G
2 9
*
G *
47
K o d e
Kode Penyakit P
0 1
P 0 2
P 0 3
P 0 4
P 0 5
P 0 6
P 0 7
P 0 8
P 0 9
P 1 0
P 1 1
P 1 2
P 1 3
P 1 4
P 1 5
P 1 6
P 1 7
P 1 8
P 1 9
P 2 0
P 2 1
P 2 2
P 2 3
P 2 4 3
0 G 3 1
* G
3 2
* G
3 3
* * * *
G 3 4
* * *
G 3 5
* * *
G 3 6
* G
3 7
*
G *
48
K o d e
Kode Penyakit P
0 1
P 0 2
P 0 3
P 0 4
P 0 5
P 0 6
P 0 7
P 0 8
P 0 9
P 1 0
P 1 1
P 1 2
P 1 3
P 1 4
P 1 5
P 1 6
P 1 7
P 1 8
P 1 9
P 2 0
P 2 1
P 2 2
P 2 3
P 2 4 3
8 G 3 9
* G
4 0
* G
4 1
* G
4 2
* G
4 3
* G
4 4
* G
4 5
*
G *
49
K o d e
Kode Penyakit P
0 1
P 0 2
P 0 3
P 0 4
P 0 5
P 0 6
P 0 7
P 0 8
P 0 9
P 1 0
P 1 1
P 1 2
P 1 3
P 1 4
P 1 5
P 1 6
P 1 7
P 1 8
P 1 9
P 2 0
P 2 1
P 2 2
P 2 3
P 2 4 4
6 G 4 7
* G
4 8
* G
4 9
* G
5 0
* G
5 1
* G
5 2
* G
5 3
*
G *
50
K o d e
Kode Penyakit P
0 1
P 0 2
P 0 3
P 0 4
P 0 5
P 0 6
P 0 7
P 0 8
P 0 9
P 1 0
P 1 1
P 1 2
P 1 3
P 1 4
P 1 5
P 1 6
P 1 7
P 1 8
P 1 9
P 2 0
P 2 1
P 2 2
P 2 3
P 2 4 5
4 G 5 5
* G
5 6
* G
5 7
* G
5 8
* G
5 9
* G
6 0
*
51
52
4.6.1. Keterangan Tabel Hubungan Gejala
Berikut ini adalah keterangan data-data gejala yang digunakan dalam contoh pelacakan metode Forward & Backward Chaining bisa di lihat pada tabel 4.2
Tabel 4.6 Gejala K
o d e G ej al a
Nama Gejala
K od
e G eja la
Nama Gejala
G 0 1
Terbentuk gelembung kista di akar
G 31
Terdapat bercak kecil pada pangkal daun G
0 2
Akar akan membusuk G
32
Daun berwarna
kemerah-merahan G
0 3
Tumbuhnya bibit lambat dan kerdil atau mati
G
33 Daun rontok
G 0 4
Akar rambut sedikit G
34 Daun menguning
G 0 5
Tidak terbentuk gelembung kista di akar
G
35 Daun Layu
G 0 6
Menggagalkan
pembentukan akar bibit setek
G 36
Bagian yang terserang menjadi busuk
G 0 7
Tumbuh merana dan mati
G
37 Mengeluarkan cairan
G Terdapat lubang di G Tanaman mati
53
K o d e G ej al a
Nama Gejala
K od
e G eja la
Nama Gejala
0
8 batang 38
G 0 9
Gerekan secara
melingkar
G 39
Permukaan kayu
terdapat benang
berwarna putih G
1 0
Terdapat tumpukan kotoran
G
40 Jamur pada kulit akar G
1 1
Terdapat bubuk kayu G
41
Kulit luar akar terdapat benang jamur berwarna coklat hitam
G 1 2
Terdapat kerusakan pada bibit
G 42
Terdapat butiran pasir yang melekat
G 1 3
Merusak biji G
43
Terdapat jamur
berwarna putih
kecoklatan pada kulit dan kayu
G 1 4
Menghisap isi biji yang masih muda
G 44
Terdapat jamur pada kulit dan kayu yang tersusun seperti kipas G
1 5
Biji akan gugur G
45
Pada bagian kayu kering dan lapuk tanpak garis berwarna hitam G
1 6
Keping biji berbintik kuning hingga jingga
G 46
Pada leher akar melekat sebagai kerak berupa melingkar
G Terdapat telur di dalam G Kulit terdapat lapisan
54
K o d e G ej al a
Nama Gejala
K od
e G eja la
Nama Gejala
1
7 biji yang retak 47 berwarna putih,kuning
sampai merang jingga G
1 8
Terdapat larva di dalam biji
G 48
Kulit yang terlapisi menjadi kering dan mati G
1 9
Keping biji rusak dan mati
G 49
Terdapat lumut pada batang dan cabang G
2 0
Terdapat bercak coklat kehitaman pada daun
G 50
Bitik kecil tembus cahaya diameter 0,25mm G
2 1
Daun mengering G
51
Bercak pusat tidak berwarna
G 2 2
Terdapat lubang pada daun
G 52
Bercak membesar mencapai 1 cm
G 2 3
Tanaman tidak berdaun G 53
Permukaan terdapat spora berwarna putih G
2 4
Rusaknya daun mudah dan tua
G 54
Bercak cokelat dari ujung daun
G 2 5
Daun tergulung atau terlipat
G
55 Daun induk gugur G
2
Perdu teh tidak berdaun
G 56
Setek mengering dan mati
55
K o d e G ej al a
Nama Gejala
K od
e G eja la
Nama Gejala
6 G 2 7
Anoreksia atau batuk G 57
Bekas petikan timbul bercak berwarna cokelat G
2 8
Pertumbuhan tunas atau ranting terhambat
G 58
Bekas pemetikan mengering
G 2 9
Terdapat gigitan di pinggir daun
G 59
Pucuk baru tidak terbentuk
G 3 0
Daun bergerigi G
60 Kekurangan unsur hara
4.6.2. Keterangan Tabel Hubungan Penyakit
Berikut ini adalah keterangan data-data penyakit yang digunakan dalam contoh pelacakan metode Forward Chaining & Backward Chaining yand dapat di lihat pada tabel 4.3
Tabel 4.7 Penyakit Kode
Penyaki t
Nama Penyakit P01 Hama Nematado Beterodera Marioni P02 Hama Nematoda Pratylenchus Prattensi P03 Hama Nematoda meloidogyne sp.
P04 Hama Zeuzera coffeae P05 Hama Xylobarus morigerus
P06 Hama Kepik biji poecilocoris harwickii
56
Kode Penyaki
t
Nama Penyakit P07 Hama Lalat biji adrame determinate P08 Hama Helopeltis antonii
P09 Hama Ulat jengkal (hyposidra talaca)
P10 Hama Ulat penggulung daun (homona coffearia) P11 Hama Ulat penggulung pucuk (cydia
leucostome)
P12 Hama Ulat api (setora nitens)
P13 Hama Tungau Jingga (brevipalpus phoenicis) P14 Penyakit akar merah anggur Penyakit akar hitam P15 Penyakit akar merah bata
P16 Penyakit akar merah bata P17 Penyakit akar coklat P18 Penyakit leher akar P19 Penyakit jamur upas P20 Penyakit lumut – lumutan P21 Penyakit cacar teh
P22 Penyakit busuk daun
P23 Penyakit mati ujung pada bidang petik P24 Penyakit fisiologis
4.6.3. Tabel Rule
Berikut ini adalah data rule yang digunakan dalam contoh pelacakan metode Forward & Backward Chaining yand dapat di lihat pada tabel 4.4
Tabel 4.8 Rule
Rule IF Then
1 G01&G02&G03 P01
2 G04&G05 P02
3 G06&G07 P03
4 G08&G09&G10 P04
5 G11&G12 P05
6 G13&G14&G15&G16 P06
7 G17&G18&G19 P07
8 G20&G21 P08
9 G22&G23 P09
10 G24&G25&G26 P10
11 G27&G28 P11
12 G29&G30 P12
13 G31&G32&G33 P13
14 G33&G34&G35&G36&G37 P14 15 G33&G34&G35&G38&G39 P15
57
Rule IF Then
16 G33&G34&G35&G40 P16
17 G41&G42&G43 P17
18 G44&G45&G46 P18
19 G47&G48 P19
20 G49 P20
21 G50&G51&G52&G53 P21
22 G54&G55 P22
23 G56&G57&G58&G59 P23
24 G60 P24
4.7. Analisis Metode Pelacakan
1. Analisis pengambilan kesimpulan pada penelusuran terhenti di node penyakit
Tabel 4.9 Tabel Analisa Method Forward Chaining kasus -1 Kode
Gejala terjadi
Jawaban Arah
Penelus uran lainnya
Kod e Peny
akit yang terdet
eksi
Keterangan Y
a
T ida k
G33 x G34 P14
, P15, P16
Penelusura n berlanjut
G34 x G35 P14
, P15, P16
Penelusura n berlanjut
G35 x G36
P14 , P15, P16
Penelusura n berlanjut
G38 x G39 P15 Penelusura
n berlanjut
G39 x Selesa
i P15 Penyakit
terdeteksi
Pada tabel 4.5, metode pelacakan yang digunakan dalam membangun sistem pakar untuk diagnosa hama dan penyakit tanaman teh adalah Forward dan Backward Chaining. Apabila pelacakan dari node-node gejala terhenti pada node 0, kesimpulannya penyakit tidak ditemukan. Maka untuk kasus ini, kesimpulan penyakit akan diarahkan ke node penyakit yang berada pada cabang node gejala terpenuhi yang terakhir, Berikut ini contoh analisis pengambilan kesimpulan.