1375
ii. Penilaian keaktifan siswa di dalam pembelajaran
Teknik ini dilakukan beriringan dengan penilaian yang lain, misalnya saat dibuka sesi tanya jawab yang dilakukan guru saat melakukan penilaian presentasi.
Guru menilai siswa dari keaktifannya bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan guru, namun pertanyaan serta jawaban yang diutarakan siswa tetap terfokus pada materi.
Setelah guru mendapatkan nilai dari masing-masing siswa, maka guru akan menilai rata-rata nilai dari masing- masing kompetensi siswa dan memasukkan nilai dalam SIKADU (Sistem Akademik Terpadu).
C. Hambatan dalam Pelaksanaan
sikap dari masing-masing siswa. Hal ini dapat diatasi guru dengan menarik sampel siswa perkelas, guru menuturkan bahwa perkelasnya pasti terdapat siswa yang sikapnya tidak baik, kurang baik, baik, hingga sangat baik.
Maka dari itu guru akan lebih mudah menghafal siswa dengan kriteria tersebut.
Pada kompetensi pengetahuan, siswa yang tergolong kemampuannya rendah seringkali menghambat pembelajaran dalam kelas. Misalnya saat guru melakukan penilaian harian, siswa tidak dapat mencapai KKM, maka guru harus mengadakan program remidial yang memakan waktu pembelajaran, dan juga membuat pekerjaan guru bertambah untuk mengkoreksi kembali jawaban siswa yang remidi. Cara mengatasi guru untuk hal tersebut biasanya guru mengadakan remidi dengan memberi tugas yang dapat dikerjakan siswa di rumah.
Sedangkan pada kompetensi keterampilan, guru merasa membutuhkan waktu yang lama untuk benar-benar secara ideal melakukan penilaian ini. Guru harus memantau siswa saat berdiskusi dan presentasi dan juga menilai siswa saat itu juga. Guru megatasi hal ini dengan sampel siswa perkelas, yaitu dengan mencatat nomor absen siswa yang aktif selama diskusi dan presentasi dan mencatat nomor absen siswa yang pasif selama berdiskusi dan presentasi.
Selain beberapa hal tersebut, guru menuturkan bahwa penilaian autentik terkendala pada waktu terlebih lagi saat materi yang akan disampaikan pada siswa lebih banyak dibandingkan minggu efektif yang ada di dalam kalender akademik. Terkadang hal ini yang membuat guru menjadi tidak maksimal dalam melakukan penilaian.
Hal ini diatasi guru dengan menyesuaikan materi dengan kalender akademik agar materi inti tersampaikan dengan baik, tanpa perlu terburu-buru diakhir semester karena materi belum tersampaikan sedangkan penilaian akhir semester akan segera dilaksanakan.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat kesimpulannya adalah pelaksanaan penilaian autentik dalam mata pelajaran PPKn di SMK Negeri 2 Salatiga belum berjalan dengan maksimal, namun guru sudah melakukan perencanaan penilaian autentik dengan baik pada umumnya.
Perencanaan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru meliputi:
mempersiapkan jenis tes yang akan diberikan kepada siswa, mempersiapkan skala penilaian, mempersiapkan lembar panduan pengamatan penilaian siswa, dan mempersiapkan instrumen penilaian siswa.
Pelaksanaan penilaian autentik di SMK Negeri 2 Salatiga sudah terlaksana, namun masih terdapat beberapa indikator yang belum dilaksanakan oleh guru, seperti penilaian sikap yang seharusnya dapat dilakukan dengan 3 teknik yaitu teknik observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman, sedangkan guru hanya melaksanakan satu teknik saja yaitu teknik observasi. Jika dilihat dari RPP guru, sebenarnya guru telah menyantumkan teknik penilaian observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman, namun dalam pelaksanaannya hanya satu teknik yang digunakan. Nampak pula beberapa teknik lain dalam penilaian autentik seperti teknik jurnal, proyek, dan portofolio oleh guru belum terlaksana.
1377
Beberapa hambatan yang dihadapi guru PPkn dalam melaksanakan penilaian autentik antara lain: kurikulum yang diadakan revisi terus menerus, dan waktu yang lama dalam penilaian. Namun sebagai guru yang dituntut untuk profesional, guru telah mampu mengatasi hambatan tersebut dengan baik.
Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian maka ada beberapa saran kepada pihak-pihak yang terkait dalam Pelaksanaan Penilaian Autentik dalam Mata Pelajaran PPKn Kelas XII TKJ A SMK Negeri 2 Salatiga Semester Ganjil Tahun Ajaran 2018/2019, antara lain:
a. Guru diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya mengenai penilaian autentik yang ideal melalui membaca buku mengenai pedoman penilaian autentik, pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh dinas pendidikan, internet, maupun sumber-sumber lain.
b. Pihak sekolah melakukan pemantauan kepada guru dalam pelaksaaan pembelajaran dan penilaian autentik di dalam kelas.
Pemberian angket kepada siswa mengenai penilaian yang telah dilaksanakan oleh guru. Agar penilaian yang ideal yang sesuai dengan pedoman dapat terlaksana dengan baik secara keseluruhan.
c. Dalam implementasi penilaian autentik diharapkan guru bersifat terbuka terhadap kritik dan saran agar tercapainya penilaian yang autentik, sehingga siswa merasa benar-benar telah mengetahui kemampuannya.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2008. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.
Fadillah, M. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SD/MTS, dan SMA/MA. Yogyakarta : Ar- Ruzz
Mas’ud. A & Sundari. 2010. Modul Mata Kuliah Evaluasi dan Proses Belajar Biologi. Ternate:
Universitas Khairun Ternate.
Samsuri. 2011. Pendidikan Karakter Warga Negara. Yogyakarta:
Diandra Pustaka Indonesia.
Sunarti & Rahmawati. 2014. Penilaian dalam Kurikulum 2013 (Membantu Guru dan Clon Guru Mengetahui Langkah-
langkah Penilaian
Pembelajaran). Yogyakarta:
Andi Offset
Ubaedillah, A. 2011. Pendidikan Kewargaan: Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani. Edisi Ketiga. Jakarta:
ICCE UIN Syarif Hidayatullah Lampiran Permendikbud No. 66 tahun
2013 tentang Standar Penilaian Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik.
Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKn DI KELAS X (SEPULUH) KGSP-B SMK NEGERI 2 SALATIGA
Regi Kristiawan & Nani Mediatati
Prodi PPKn FKIP Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga Email: [email protected] / [email protected] Abstract. This study aims to describe the implementation of character education in PPKn learning in class X KGSP B of SMK Negeri 2 Salatiga. Type of research:
qualitative descriptive, research subject of PPKn teachers and students. Data collection: unstructured interview techniques, passive observation, documentation, and questionnaires. Data analysis using qualitative analysis.
Research results: The implementation of character education in PPKn learning has been carried out starting from the planning, implementation and evaluation stages, the characters that grow: are religious, responsible, honest, disciplined, nationalism, and work together. Obstacles: some students lack character during learning. Solution: do a small reprimand and a friendly approach. PPKn learning is effective in carrying out character education.
Keywords: Character education, Civics Learning PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah