BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif komparatif. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk melihat perbandingan atau perbedaan antara dua vaiabel atau lebih, dalam hal ini, peneliti ingin melihat perbandingan hasil belajar siswa yang menerapakan metode inkuiri dan metode problem solving. Populasi dan sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas IV yang berjumlah 30
siswa, sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Hal ini sesuai pendapat Arikunto, bahwa apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.80 Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data dari pemberian tes berupa tes obyektif (pilihan ganda) yang berjumlah 10 soal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MI Al-Muslimun NW Tegal, dapat dilihat nilai rata-rata pada kelas yang menerapkan metode inkuiri sebesar 59,3, sedangkan kelas yang menerapkan metode problem solving sebesar 70,6. Sebelum melakukan uji hipotesis akan dilakukan uji prasyarat yakni uji normalitas dan uji homogenitas untuk mengetahui rumus mana yang akan digunakan dalam uji-t.
Pada penelitian ini uji normalitas yang digunakan adalah rumus chi kuadrat dengan kreteria χ2hitung < χ2tabel, maka data tersebut terdistribusi normal. Dalam uji normalitas ini penghitungan dilakukan pada kelas yang menerapkan metode inkuiri dan kelas yang menerapkan metode problem solving. Adapun hasil yang didapatkan pada kelas inkuiri nilai χ2hitung= 5,5.
Selanjutnya dibandingkan dengan χ2tabel= 11,070, sehingga nilai yang didapatkan adalah 5,5 < 11,070. Sedangkan pada kelas metode problem solving didapatkan nilai χ2hitung= 5,7 setelah dibandingkan dengan χ2tabel= 11,070. Maka nilai yang didaptkan adalah 5,7 < 11,070. Siregar berpendapat bahwa uji normalitas ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari lapangan terdistribusi normal atau tidak.81 Jika data sudah terdistribusi normal maka siswa dianggap mampu mengerjakan soal yang telah
80 Arikunto, Prosedur Penelitian, h. 174.
81 Siregar, Statistik Parametrik, h. 153.
diberikan. Artinya, bahwa soal yang dibuat oleh peneliti sudah memenuhi kreteria baik, sehingga dapat dikatakan data sudah mengikuti bentuk distribusi normal dimana data memusat pada nilai rata-rata dan median. Dari pemaparan hasil analisis uji normalitas data di atas bahwa tes hasil belajar yang didapatkan dari kedua kelas tersebut yakni kelas yang menerapkan metode inkuiri dan kelas yang menerapkan metode problem solving adalah berdistribusi normal.
Setelah dilakukan uji normalitas, selanjutnya dilakukan uji homogenitas.
Menurut Siregar uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah objek (tiga sampel atau lebih) yang diteliti mempunyai varian yang sama.82 Dalam penelitian ini, uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data pada variabel X dan Y bersifat homogen atau tidak. Berdasarkan hasil penghitungan uji homogenitas yang sudah dilakukan pada kelas inkuiri didapatkan varian=
237,1, sedangkan pada kelas metode problem solving didapatkan varian=
149,5. Setelah dimasukkan kedalam rumus didapatkan nilai Fhitung= 1,58 dan Ftabel= 2,48. Jadi, dapat dikatakan bahwa varian data tersebut homogen karena Fhitung < Ftabel, yakni 1,58 < 2,48.
Setelah mengetahui data sudah berdistribusi normal dan homogen.
Selanjutnya akan diuji hipotesis untuk mengetahui hipotesis yang diajukan diterima atau tidak. Pada penelitian ini jumlah siswa pada kelas yang menerapkan metode inkuiri sebanyak 15 siswa dan pada kelas yang menerapkan metode problem solving sebanyak 15 siswa. Sehingga rumus
82 Ibid., h. 167.
yang digunakan dalam uji hipotesis dalam penelitian ini adalah rumus separated varian. Jadi sesuai pendapat Sugiyono bila n1 = n2, dengan varian homogen 𝜎12 = 𝜎22 maka dapat digunakan rumus separated varian atau polled varian dengan dk = n1 + n2 – 2.83 Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan rumus separated varian didapatkan thitung= 2,23 dan ttabel= 2,048 (pada taraf signifikan 5%), sehingga didapatkan bahwa thitung > ttabel atau 2,23 >2,048, maka Ha diterima.
Pembelajaran dengan menerapkan metode problem solving lebih merangsang pengetahuan siswa secara aktif untuk berpikir menyelesaikan masalah, ini dikarenakan pada saat pembelajaran siswa sudah dibekali pengetahuan sebelumnya oleh guru, sehingga siswa lebih bersemangat dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Abdul Majid bahwa metode problem solving ini memberikan pengertian kepada siswa dengan menstimulasi siswa untuk memperhatikan, menelaah dan berpikir tentang sesuatu masalah dan memecahkan masalah tersebut.84 Sehingga metode problem solving ini lebih dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Perbedaan peningkatan hasil belajar pada kelas yang menerapkan metode inkuiri dikarenakan proses pembelajarannya. Pada metode inkuiri pembelajarannya berbasis penemuan. Guru merangsang rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, sehingga siswa mencari arternatif untuk menemukan, menjawab dan memecahkan masalah yang diberikan. Hal
83 Sugiyono, Metode Penelitian, h. 196.
84 Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran, h. 142.
ini sesuai pendapat Takdir Ilahi bahwa metode inkuiri dapat dikatakan sebagai metode yang mengacu pada suatu cara untuk mempertanyakan, mencari pengetahuan (penemuan) atau informasi untuk memecahkan masalah.85
Jadi, berdasarkan pengolahan dan analisis data yang sudah dilakukan menunjukkan thitung= 2,23 dan ttabel = 2,048 (pada taraf signifikan 5%). Karena nilai thitung > ttabel maka terdapat perbandingan metode inkuiri dengan metode problem solving dalam hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV di MI Al-Muslimun NW Tegal Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat tahun ajaran 2016/2017.
85 Takdir Ilahi, Revitalisasi pendidikan, h.78.
BAB V PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbandingan metode inkuiri d engan metode problem solving dalam hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas IV di MI Al-Muslimun NW Tegal Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat tahun ajaran 2016/2017. Hal ini dapat dalam nilai rata-rata kedua kelas tersebut, bahwa kelas yang menerapkan metode inkuiri memiliki rata-rata 59,3 sehingga dapat dikategorikan sedang. Sedangkan kelas yang menerapkan metode problem solving rata-rata yang diperoleh 70,6 maka dapat dikategorikan tinggi. Perbedaan ini terdapat pada perlakuan yang diberikan.
Metode problem solving ini lebih merangsang pengetahuan siswa secara aktif untuk berpikir menyelesaikan masalah, ini dikarenakan pada saat pembelajaran siswa sudah dibekali pengetahuan sebelumnya oleh guru, sehingga siswa lebih bersemangat dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Jadi, berdasarkan pengolahan dan analisis data yang dilakukan menunjukkan thitung= 2,23 dan ttabel = 2,048 (pada taraf signifikan 5%), sehingga dapat disimpulkan thitung > ttabel atau 2,23 > 2,048, maka Ha diterima.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas serta hasil-hasil penelitian yang diperoleh, maka dikemukakan saran-saran sebagai berikut:
69
1. Bagi guru agar dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan menggunakan berbagai strategi, metode maupun model pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan keaktifan dalam belajar. Jika keaktifan siswa meningkat maka akan berdampak pada hasil belajarnya. Kedua metode ini dapat dijadikan alterntive untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
Terlebih pada metode problem solving ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar baik individu maupun kelompok dalam menyelesaikan suatu masalah.
2. Bagi siswa agar dapat terus meningkatkan hasil belajarnya, khususnya pada mata pelajaran matematika dengan memanfaatkan buku, lingkungan sekitar, maupun sumber-sumber lain yang relevan sebagai pendukung belajar di sekolah.
3. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan, bahan rujukan dan perbandingan penelitian selanjutnya yang berminat untuk melakukan penelitian dengan masalah yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.
Ahmad Susanto. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Prenada Media Group, 2014.
Bahtiar. Strategi Belajar Mengajar Sains (IPA). Mataram: CV Snabil, 2015.
Bisri Mustofa. Metode Menulis Skripsi Dan Tesis. Yogyakarta: Optimus, 2008.
Daryanto. Inovasi Pembelajaran Efektif . Bandung: Yrama Widya. 2013.
Eko Putro Widoyoko, Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2014
Djemari Mardapi. Teknik Penyusunan Instrument Tes Dan Non Tes.
Jokjakarta: Mitra Cendikia Pres. 2008.
Heruman. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.
Iif Khoiru Ahmad. dkk, Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP. Jakarta:
Prestasi Pustakarya, 2011.
Juliansyah Noor. Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana, 2013.
Khamidah, “Penerapan Metode Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan Siswa Kelas IV Semester 2 SD Negeri 2 Mayong Tahun Ajaran 2013” (Skripsi, Universitas Muria Kudus, 2013), h. ix
Made Wena. Strategi. Pembeajaran Inovatif Kontemporer Satu Tinjauan Konseptual Operasional Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009.
Miftahul Huda. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Jogjakarta:
Pustaka Belajar, 2014.
Muhammad Takdir Ilahi. Revitalisasi pendidikan Berbasis Moral. Yogyakarta:
Ar-Ruzz Media, 2012.
Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.
Nasruddin, “Karakteristik dan Ruang Lingkup Pembelajaran MAtematika di Sekolah”, Al-Khawarizmi, vol, 2 (Oktober, 2013, h. 70
Ridwan Abdullah Sani. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015.
Rostiyah. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2001.
“
Retno Utari, Taksonomi Bloom Apa dan Bagaimana Menggunakannya?,”dalam http://www.bppk.depkeu.go.id/webbpkn/attachments/article Diambil pada hari Senin, tanggal 27 Maret jam 11.40.
S. Nasution. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara, 2008
Sirnawati, “Penerapan Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Pecahan” (Skripsi, IAIN, Mataram, 2011), h. xv.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta, 2013.
Sugiono. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta, 2014.
Suharsimi Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.
Syofian Siregar. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta:
Bumi Aksara, 2014.
“Saiframadhan, Tafsir Surah Al- Ghasyiyah ayat 17-20,” dalam http://saiframadhan.wordpress.com/2013/12/01/tafsir-surah Surah Al- Ghasyiyah ayat 17-20 Diambil pada hari Sabtu, tanggal 8 Juli jam 10.27.
Trianto. Medesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Prenada Media Group, 2010.
Wina Sanjaya. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana, 2006.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
Hasil Wawancara Guru Mata Pelajaran Matematika Nama Guru : Muktiatul Ubaiyah, S.Pd.
Umur : 25 tahun
Nama Sekolah tempat Mengajar : MI Muslimun NW Tegal Pengalaman Mengajar : 3 tahun
Kelas Mengajar : IV, V, VI
Waktu Wawancara : Kamis, 24 November 2016.
Rangkuman Daftar Pertanyaan Wawancara
No Pertanyaan Jawaban
1. Kurikulum apa yang digunakan di sekolah ini?
KTSP
2. Apakah selama ibu mengajar
disini ada kendala atau masalah yang sering ibu hadapi?
Tentu ada, kendala menghadapi anak yang malas, tidak bisa diatur sehingga nilainya tidak memuaskan.
3. Bagaimana Ibu menghadapi anak yang malas ?
Untuk anak yang malas, setiap pembelajaran berlangsung selalu diberi motivasi, nasihat dengan kata-kata yang baik, tidak menyinggung.
4. Bagaimana cara Ibu mengatasi anak-anak yang sulit mengerti pelajaran agar tidak tertinggal oleh teman-temannya yang sudah mengerti?
Jika anak yang mengalami kesulitan belajar biasanya mereka cenderung malu bertanya kepada guru, sehingga saya memerintahkan mereka untuk bertanya dengan teman sekelas yang sudah mengerti dan memberikan mereka tugas kelompok agar dapat bertanya dengan temannya.
5. Strategi, model, metode dan media apa yang sering Ibu gunakan dalam pemebelajaran matematika?
Dalam proses pembelajaran saya jarang meggunakan media.
Metode yang saya gunakan metode ceramah, diskusi, pemberian contoh dan latihan.
6. Bagaimana minat dan respon Hanya sebagian siswa saja yang
siswa terhadap pembelajaran matematika?
antusias dalam mengikuti pembelajaran.
7. Apakah ada motivasi anak untuk mengikuti pembelajaran?
Ada, walaupun hanya sebagian anak.
8. Menurut Ibu apa yang membuat pelajaran Matematika kurang diminati oleh sebagian siswa dan bagaimana agar dapat meningkatkan minat mereka?
Banyak siswa terlalu beranggapan bahwa matematika itu adalah mata pelajaran yang sulit karena berhubungan dengan angka-angka dan rumus yang harus mereka hafalkan.
Jadi dalam proses pembelajaran matematika siswa harus sering- sering mencoba soal-soal.
9. Berapakah jumlah siswa kelas IV dan bagaimanakah ketuntasan hasil belajarnya, apakah sudah memuaskan atau tidak?
Jumlah siswa kelas IV berjumlah 30, ketuntasan hasil belajar hanya 45,9% saja.
Standar KKM yang dipakai hanya 60, ini artinya masih banyak siswa yang tidak mencapai KKM.
10. Menurut Ibu bahan pelajaran Matematika apa yang paling sulit di mengerti oleh murid‐murid kelas 4 ?
Pecahan, sudut, bangun ruang.
Sesungguhnya semua akan terasa sulit jika tidak bisa mengatasi anak-anak tersebut.
11. Apakah terdapat kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan pembelajaran yang Ibu gunakan selama ini?
Iya tentu ada, tetapi sebagai guru kita harus bisa menerapkannya dan menguasai dengan semaksimal mungkin agar pembelajaran dapat berjalan dan tujuanpun dapat tercapai
13 Apakah pembelajaran
matematika yang Ibu gunakan selama ini dapat membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan?
Iya saya sudah cukup akan tetapi perlu ditingkatkan.
14. Menurut Ibu cukupkah jika murid hanya mengandalkan
Tidak cukup. Biasanya siswa mencari buku-buku lain untuk
materi yang diberikan disekolah untuk pembelajaran?
mnegerjakan soal-soal.
15. Bagaimana kualitas
pembelajaran yang sudah Ibu terapkan dikelas?
Sudah cukup baik.
Kamis, 24 November 2016
Guru Bidang Studi
Muktiatul Ubaiyah, S.Pd.
Lempiran 2
Pedoman Observasi Saat Pembelajaran Nama : Muktiatul Ubaiyah, S.Pd.
Guru Kelas : IV
Mata pelajaran : Matematika
Petunjuk pengisian berilah tanda (√) untuk setiap descriptoryang nampak.
Penilaian:
Skor 4 diberikan jika 76%-100% (22-30 siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
Skor 3 diberikan jika 51%-75% (15-21 siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
Skor 2 diberikan jika 26%-50% (8- 14 siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
Skor 1 diberikan jika 0%-25% (0-7 siswa) melakukan deskriptor yang dimaksud
N o .
Indikator/Deskri ptor
Sub Indikator/Des
kriptor
Penilaian S k o r 1 2 3 4
1 .
Guru a. Penguasaan materi √ 3
b. Kesiapan mengajar √ 3
c. Hubungan dengan siswa
√ 3 d. Kemampuan
mengevaluasi
√ 3 2
.
Metode dan model pembelajaran yang
digunakan
a. Kesesuaian
metode dan model pembelajaran dengan materi
√ 2
b. Variasi metode
dan model
pembelajaran yang digunakan
√ 1
3 .
Siswa a. Kondisi dan
kemampuan siswa
√ 3
b. Kesiapan menerima pembelajaran
√ 2
c. Memotivasi siswa √ 2
4 .
Media a. Ada tidaknya
media yang
digunakan
√ 1
b. Kesesuaian media dengan materi
√ 1
5 .
Evaluasi a. Evaluasi pada proses
pembelajaran
√ 3
b. Evaluasi hasil atau evaluasi pada akhir pembelajaran
√ 3
Jumlah 2
9 Kategori
Catatan tambahan dari pengamat:
Meninting, 2017
Observer
Riska Anggraeni NIM.151139061
Lampiran 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : MI Al-Muslimun NW Tegal Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester :IV/ 2 (dua) Alokasi Waktu : 4 x 35 menit A. Standar Kompetensi
6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
6.2 Menyederhanakan berbagai bentuk pecahan C. Indikator
6.2.1. Menyatakan pecahan dari bagian keseluruhan
6.2.2. Menunjukan pecahan-pecahan yang senilai dari suatu pecahan 6.2.3. Menemukan pecahan sederhana
D. Tujuan Pembelajaran
6.2.1. Siswa dapat menyatakan pecahan dari bagian keseluruhan
6.2.2. Siswa dapat menunjukan pecahan-pecahan yang senilai dari suatu pecahan
6.2.3. Siswa dapat menemukan bilangan pecahan sederhana E. Materi Ajar
Pecahan Senilai F. Model Pembelajaran
Model pendekatan: Kontestual
Metode: Inkuiri, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas.
G. Media Pembelajaran
kertas berbentu lingkaran, kotak dan segitiga H. Langkah-langkah pembelajaran
No Kegiatan Alokasi
waktu
Metode
1. Pendahuluan
Salam dan menanyakan kabar
Absen
Mengajak semua siswa untuk berdoa
a. Apersepsi
Guru menyajikan beberapa pecahan berbentuk lingkaran, kotak, segitiga dan meminta siswa mengamati dan dapat menjawabnya.
b. Motivasi
Memberikan motivasi materi yang diajarkan terkait dengan kehidupan hari-hari.
c. Menyampaikan tujuan
pembelajaran
10 menit
Inkuiri Tanya jawab Pemberian tugas 2. Kegiatan Inti
a. Eksplorasi.
Guru memberikan pertanyaan sederhana, misalnya pernahkan kalian membagi roti menjadi 3 bagian yang sama? Kertas yang dipotong mnejadi menjadi 2 bagian yang sama? Jeruk yang terbagi menjadi beberapa bagian yang sama?
Adapun permasalahan yang akan dibahas menentukan
pecahan senilai,
menyederhanakan pecahan, mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran.
Sehingga diperoleh hipotesis sederhana sebgai berikut
“bahwa dalam benda-benda di sekitar kita mempunyai nilai pecahan”.
Guru membagi siswa kedalam 4 kelompok masing-masing terdiri dari 4 orang siswa b. Elaborasi
Siswa diminta untuk berdiskusi materi yang telah diberikan dan
120 menit
mengerjakannya dengan teliti.
Siswa diminta uuntuk menguji jawabannya yang telah dirumuskan bersama dengan teman kelompknya dan mempresentasikanya didepan kelas
Siswa diminta menyimpulkan dan menjelaskan kepada teman-temannya.
c. Komfirmasi
Guru memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk bertanya, menyampaikan pendapat atau pengalaman-pengalaman siswa.
Guru menjelaskan kembali mengenai pecahan untuk memperkuat pengertian mereka.
3. Penutup
Guru mengadakan penilaian dan menganalisis hasil
Refleksi berupa PR siswa mencari benda disekitar rumah untuk dapat dinyatakan dalam suatu pecahan.
Kemudian mempresentasikan hasilnya didepan kelas.
Salam
10 menit
I. Sumber belajar/Alat peraga/Media belajar
1. Matematika Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV BSE 2. Media gambar diam, kertas berbentuk lingkaran, kotak dan segitiga.
J. Penilaian
a. Jenis penilaian: Tes uraian obyektif b. Bentuk instrument: Tes essay
Soal
Lembar Kerja Siswa
Topik : Menggunakan konsep pecahan dalam kehidupan sehari-hari dalam pemecahan masalah
Kelas/semester: IV/Dua Anggota Kelompok : 1.
2.
3.
4.
Petunjuk
1. Pelajari Lembar Kerja Siswa tentang memahami pecahan senilai, menyederhanakan pecahan, meyelesaikan masalah sehari-hari melalaui pecahanen dan penggunaannya dalam memecahkan masalah, secara berdiskusi dengan teman-teman sekelompokmu.
2. Diskusikan dan bahas secara bersama soal- soal serta permasalahan yang ada pada kelompokmu, jika dalam kelompokmu menemukan kesulitan dan tidak menemukan jawaban dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, coba tanyakan pada gurumu.
1. Gambarlah dan warnailah daerah pada bangun datar yang menunjukkan pecahan berikut.
a. 13 b. 24 c. 35 d. 26 e. 56
2. Perhatikan gambar di bawah ini
Perhatikan gambar berikut ini ! bagaimanakah cara membaca dari keseruhan dari gambar ini. Jelaskan bagaimana kamu menemukannya ! Jawab:
………
………
………
………
3. Coba jawab pertanyaan permasalahan dibawah ini!
1. Dani membeli 5 buah jeruk. Dua buah jeruk diberikan kepada adiknya. Banyaknya jeruk yang diberikan kepada adknya adalah….bagian bagian dari semuanya.
2. Dikelas IV terdapat 40 siswa, terdiri dari 25 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Banyaknya siswa perempuan adalah ….. bgian dari semuanya.
3. Satu keranjang terdapat 25 jeruk. Dari jumlah tersebut 8 jeruk rusak. Banyak jeruk yang baik adlah… bagian dari keseluruhan.
Jelaskan bagaimana kamu menemukannya!
Jawab
………
………
………
………
4. Perhatikan soal dibawah ini coba tentukan 5 pecahan senilai dari pecahan dibawah ini!
1. 14
2. 1 8
Jelaskan bagaimana menyelesaikannya.
Jawab:
………
………
………
………
5. Ayo sederhanaan pecahan dibawah ini!
a. 102
b. 16
20
Tuliskan bagaimana kamu menemukan penyelesaiannya!
Jawab:
Rubik Menyesaikan Soal
Aspek Baik sekali Baik Cukup Perlu
Bimbingan
4 3 2 1
Melakukan seluruh prosedur
Seluruh langkah pengerjaan dilakukan
Sebagian langkah pengerjaan dilakukan
Sebagian kecil langkah
pengerjaan dilakukan
Dikerjakan tanpa
memperhatikan proses
pengerjaan Jawaban lengkap
sesuai butir pertanyaan
Seluruh butir pertanyaan diisi
Sebagian besar pertanyaan diisi
Sebagian kecil pertanyaan diisi
Sama sekali tidak diisi Isi jawaban Seluruh Sebagian besar Sebagian kecil Jawaban sama
sesuai pertanyaan
jawaban benar sesuai
pertanyaan
jawaban benar sesuai
pertanyaan
jawaban benar sesuai
pertanyaan
sekali tidak sesuai dengan jawaban
Rubik Performansi
No. Aspek Kriteria Skor
1.
2.
3.
Pengetahuan
Kerjasama
Partisipasi
*
Pengetahuan
* kadang- kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan
* aktif kerjasama
* kadang- kadang kerjasama
* tidak berkerjasama
* aktif partisipasi
* kadang- kadang aktif
* tidak aktif
4 2 1 4 2 1 4 2 1
……..……..,2017
Guru Bidang Studi Mahasiswa/ Peneliti
Muktiatul Ubaiyah, S.Pd. RiskaAnggraeni NIM.15.1.13.9.061
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : MI Al-Muslimun NW Tegal Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : IV/ 2 (dua) Alokasi Waktu : 4 x 35 menit K. Standar Kompetensi
7. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah.
L. Kompetensi Dasar
6.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan M. Indikator
6.5.1. Menghitung operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama
6.5.2. Menyatakan operasional penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal
6.5.3. Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pecahan
N. Tujuan Pembelajaran
6.5.1. Siswa dapat menghitung operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama
6.5.2. Siswa dapat menyatakan operasional penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal
6.5.3. Siswa dapat memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pecahan
O. Materi Ajar
Menyelesaikan masalah sehari-hari melalui pecahan P. Model Pembelajaran
Model pendekatan: Kontestual
Metode: Inkuiri, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas.
Q. Media Pembelajaran
Media gambar diam, kertas berbentuk lingkaran, kotak dan segitiga.
R. Langkah-langkah pembelajaran
No Kegiatan Alokasi waktu Metode
1. Pendahuluan
Salam dan menanyakan kabar
Absen
Mengajak semua siswa untuk berdoa
d. Apersepsi
Mengajak siswa memahami konsep pecahan
e. Motivasi
Memberikan motivasi materi yang diajarkan terkait dengan kehidupan hari-hari.
f. Menyampaikan tujuan pembelajaran
10 menit
Inkuiri tanya jawab, diskusi pemberian tugas.
2. Kegiatan Inti d. Eksplorasi
Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai materi pecahan untuk melihat kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah atau materi yang diberikan.
Guru meminta siswa untuk duduk kembali bersama kelompok yang telah dibagikan kemarin
e. Elaborasi
Siswa diminta untuk berdiskusi materi yang telah
diberikan dan
mengerjakannya dengan teliti.
Siswa diminta uuntuk menguji jawabannya yang telah dirumuskan bersama dengan teman kelompknya didepan kelas
Siswa diminta
menyimpulakan dan
120 menit
menjelaskan kepada teman- temannya.
f. Komfirmasi
Guru dan siswa secara bersama-sama mengulang kembali materi yang telah dipelajari
Guru mengadakan tanya jawab mengenai arti pecahan.
3. Penutup
Guru mengadakan penilaian dan menganalisis hasil
Refleksi berupa PR
Salam
10 menit
S. Sumber belajar/Alat peraga/Media belajar 3. Buku Paket Matematika BSE kelas IV
4. Buku Paket Dunia Matematika Platinum kelas IV
5. Matematika Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV BSE 6. kertas lingkaran, kotak dan segitiga.
T. Penilaian
a. Jenis penilaian: Tes uraian obyektif b. Bentuk instrument: Tes essay
Soal
1. Andi mempunyai kapur tulis 78 dus. Joko diberi Andi 38 kapur tulis. Berapa sisa kapur tulis Andi?
2. Pak Joko memotong sebuah kue menjadi beberapa bagian yang sama.
Dewi memperoleh 18 15 bagian. Dewa meminta kue Dewi 183 bagian.
Berapakah sisa kue Dewi sekarang?
3. Pedagang beras itu mempunyai 107 ton persedian beras. Dalam dua hari berturut-turut telah terjual sebanyak 14 ton beras dan 15 ton beras.
a. Berapa ton beras yang terjual dalam dua hari?
b. Berapa ton beras yang belum terjual?
4. Bu Diah membeli kancing baju 0,5 pak. Dirumah, Bu Diah masih mempunyai 1,6pak kancing baju. Banyak kancing baju Bu Diah sekarang?