• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Analisis

Dalam dokumen pengaruh perilaku sosial antar siswa dan (Halaman 73-113)

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN

D. Hasil Analisis

prestasi belajar matematika siswa tergolong dalam kategori cukup data secara rinci terdapat pada lampiran.

π‘Ÿπ‘₯1π‘₯2 0,659 Cukup Positif

(π‘Ÿπ‘₯1𝑋2)2 0,4343 -

KP = (π‘Ÿπ‘₯1𝑋2)2 x 100% 43,43% Besar kontribusi

𝑅π‘₯1π‘₯2𝑦 0,814 Sangat Positif

(𝑅π‘₯1π‘₯2𝑦)2 0,6625

KPB = (𝑅π‘₯1π‘₯2𝑦)2 x 100% 66,25% Besar kontribusi

Persamaan regresi Y = 1, 167 + 0, 689 X1 + 0, 321 X2

Fhitung 20,7

Fh > Ft

Ftabel 3,47 Signifikan

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang cukup positif antara perilaku sosial antar siswa (X1) terhadap prestasi belajar matematika siswa (Y), dengan besar pengaruhnya adalah 54,67% dan

motivasi belajar (X2) adalah 55,12 %. Diperoeh persamaan regresi Y = 1, 167 + 0, 689 X1 + 0, 321 X2. Dari tabel dapat di lihat juga bahwa

besarnya pengaruh perilaku sosial antar siswa dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa VIII MTs. Baitul Hidayah NW Midang sebesar 66,25 %.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.Deskripsi Lokasi dan Hasil

1. Letak Geografis Lokasi Penelitian

Secara umum MTs Baitul Hidayah NW Midang terletak di Jln. Patimura No. 66 Desa Midang Kecamatan Gunung Sari Kabupaten

Lombok Barat. Letak geografis sekolah ini sangat strategis karena sangat mudah dijangkau oleh para siswa serta lingkungannya yang nyaman dan tidak terganggu oleh hal-hal yang dapat mengganggu proses belajar dan mengajar.Adapun batasan wilayahnya sebagai berikut :

a. Sebelah Selatan berbatasan dengan jalan raya dan pondok putri milik Yayasan Baitul Hidayah NW Midang.

b. Sebelah Utara berbatasan dengan lahan kosong dan persawahan milik Yayasan Baitul Hidayah NW Midang.

c. Sebelah Timur berbatasan dengan perumahan penduduk Midang dan pondok pesantren As-Saiyidah.

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Pemukiman warga Midang.49 2. Aspek Sarana dan Prasarana

Untuk memperlancar proses pembelajaran yang dilaksanakan, MTs Baitul Hidayah NW Midang didukung oleh fasilitas-fasilitas penunjang yang turut memberikan kontribusi besar atas suksesnya pendidikan yang dijalankan. Sarana dan prasarana fisik yang di miliki MTs Baitul Hidayah

49Sumber (Observasi MTs Baitul Hidayah NW Midang). Dikutip pada tanggal 6 Desember 2016.

NW Midang berupa gedung tempat belajar, ruang kantor kepala madrasah, ruang guru, ruang TU, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium komputer, aula serta beberapa sarana fisik lainnya.

Secara skematis, uraian tentang fasilitas penunjang pelaksanaan pendidikan di MTs Baitul Hidayah NW Midang dipaparkan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 11.

Daftar Sarana dan Prasarana MTs Baitul Hidayah NW Midang

No Sarana/Perlengkapan Jumlah Keterangan

1. Ruang Kelas 6 Baik

2. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

3. Ruang Tata Usaha 1 Baik

4. Ruang Guru 1 Baik

5. Ruang Perpustakaan 1 Baik

6. Ruang Lab. Komputer 1 Baik

7. Ruang UKS - Baik

8. Ruang Aula 1 Baik

9. Tempat Olahraga 1 Baik

10. Ruang BP - Baik

11. Kantin 2 Baik

12. Gudang 1 Baik

13. Kamar Mandi/ WC 2 Kurang baik

14. Musholla 1 Baik

15. Ruang Lainnya 1 Baik

16. Meja Guru 6 Baik

17. Bangku/Kursi Guru 10 Baik

18. Meja Siswa 70 Baik

19. Bangku/Kursi Siswa 70 Baik

20. Papan Tulis 6 Baik

21. Lemari Guru 4 Baik

22. Komputer 20 Baik

23. Printer 2 Baik

24. Audio Visual 1 Set Baik

25. LCD/OHP 1 Baik

Sarana dan prasarana yang ada di MTs Baitul Hidayah NW Midang bisa dikatakan baik sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar atau proses pendidikan. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam kekurangan bentuk kelengkapan fisik maupun penggunaan dari sarana yang tersedia.

3. Aspek Guru

Guru juga merupakan salah satu komponen pendidikan yang sangat urgen, yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa sehingga mereka dapat menjadi insan yang bermanfaat bagi Agama, Nusa, dan Bangsa. Selain itu juga, guru merupakan figur dalam dunia pendidikan yang akan dicontoh dan diteladani. Oleh karena kedudukan guru untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan sesuai bidang studi masing-masing.

Guru adalah faktor utama yang menyebabkan suatu program pendidikan dapat berlangsung. Tanpa adanya kehadiran seorang guru, proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik, karena tidak akan mungkin siswa dapat belajar sendiri tanpa bimbingan dari seorang guru. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan seorang guru bagi keberhasilan proses pembelajaran.

Berhasil tidaknya anak didik dalam belajar maupun baik atau tidaknya prilaku siswa, dapat dilihat dari bagaimana sekolah berperan dan bertindak kepada mereka. Para guru di MTs Baitul Hidayah NW Midang memiliki

tanggung jawab yang besar terhadap anak didiknya, terlebih ketika siswa- siswanya ada masalah maka guru cepat merespon dan melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah siswa, khususnya yang berkaitan dengan proses transformasi ilmu pengetahuan kepada siswa. Mengenai keadaan guru MTs Baitul Hidayah NW Midang Tahun Pelajaran 2015/2016 dapat di lihat pada table berikut:

Tabel 12.

Daftar Nama Guru MTs Baitul Hidayah NW Midang Tahun Pelajaran 2015/2016

NO. NAMA JABATAN

1 Hj. Eka Andhini, SP. S. Pd.

NIP. 197704192005012006

Kepala Madrasah

2 Isroni, S. Pd. I. Waka Madrasah

3 Ariana Fibriandhini, S. Pd. Waka Kurikulum

4 Dra. Hj. Fatimah Kepala Sekolah RA

5 Enny Partyasningsih, S. H. Guru Tetap Yayasan

6 Hamzah Guru Tetap Yayasan

7 Dra. Hj. Husniah Guru Tetap Yayasan

8 Sulfiani, S. Pd. Guru Tetap Yayasan

10 M. Wawan Fatwa, S. Pd. Guru Tetap Yayasan 11 M. Sunny Iskandar P. Guru Tetap Yayasan 12 Nuri Suriani, S. Pd. Guru Tetap Yayasan

13 Saiful Affandi, S. Pd. Guru Tetap Yayasan 14 Sanmul Haj, S. Pd. I. Guru Tetap Yayasan 15 Sirnopati, S. Pd. Guru Tetap Yayasan 16 Inda Setiawati, S. Pd. Guru Tetap Yayasan 17 Sri Handayani, S. Pd. I. Guru Tetap Yayasan

18 Fitriani, S. Pd. Guru Tetap Yayasan

19 Sri Arthaningsih, S. Pd. Guru Tetap Yayasan 20 Abdul Hadi, A. Md. Guru Tetap Yayasan 21 Raimunah, S. Pd. I. Guru Tetap Yayasan

22 Uswatul Wathani Guru Tetap Yayasan

23 M. Ridwan, S. Amd. Guru Tetap Yayasan

24 Hurniati Guru Tetap Yayasan

25 Nurhayati, S. Pd. I. Guru Tetap Yayasan 26 Tammimi Muttaqin, S. Pd. I. Guru Tetap Yayasan

27 Badrul Islam Guru Tetap Yayasan

28 M. Alwi, S. Pd. Guru Tetap Yayasan

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah tenaga pendidik yang ada di MTs Baitul Hidayah NW Midang adalah sebanyak 28 orang guru.50

Disamping guru menjadi tenaga pengajar yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di

50Sumber (Arsip guru MTs Baitul Hidayah NW Midang). Dikutip pada tanggal 6 Desember 2016.

sekolah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, guru juga mempunyai peran yang sangat penting dalam segala kegiatan sekolah, misalnya mengisi kegiatan ekstra kelas.

4. Keadaan Siswa

Dalam proses belajar mengajar, siswa menduduki peranan yang sangat penting, karena siswa juga ikut menjadi tolak ukur bermutu atau tidaknya suatu lembaga pendidikan. Oleh karena itu keberadaan dan peran aktif siswa mutlak di perlukan dalam proses pembelajaran. Sebagai sebuah lembaga pendidikan formal, MTs Baitul Hidayah NW Midang merekrut siswa dan siswi dari berbagai wilayah yang ada di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram.

MTs Baitul Hidayah NW Midang merupakan salah satu institusi pendidikan yang cukup bagus dan berkualitas, sehingga banyak diminati oleh masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya, hal ini terlihat pada siswa yang ada di Madrasyah yang bukan hanya masyarakat di sekitar saja yang ada akan tetapi masyarakat yang jauh pun juga menyekolahkan anak- anaknya di MTs Baitul Hidayah NW Midang ini. Madrasyah ini sudah cukup berhasil mencetak siswa-siswi yang kompeten dalam intelektual, emosional dan spiritual.Sekolah ini sudah banyak menghasilkan anak-anak yang berhasil dan sukses dalam hidupnya.

Tabel 13.

Keadaan siswa MTs Baitul Hidayah NW Midang Tahun Pelajaran 2015/2016

NO KELAS LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH

1 VII 10 12 22

2 VIII 21 3 24

3 IX 17 8 25

Jumlah Keseluruhan 71

Dari keterangan yang terdapat dalam tabel 1 di atas, dapat diketahui bahwa jumlah siswa kelas VII-IX MTs Baitul Hidayah NW Midang berjumlah 71 orang siswa dan siswi.51

5. Struktur Organisasi MTs Baitul Hidayah NW Midang

Struktur organisasi sekolah merupakan kumpulan dari beberapa orang untuk melakukan kerja sama dalam mencapai suatu tujuan dalam pencapain visi misi dan tujuan dari pendidikan dalam suatu lembaga. Tujuan dari struktur organisasi ini adalah untuk memudahkan mengatur pembagian tugas kerja agar dapat diketahui dengan mudah dan tidak terjadi tumpang tindih.Demikian halnya dengan Madrasah Tsanawiyah Baitul Hidayah NW Midang mempunyai struktur organisasi yang teratur dan dinamis, maka pengelolaan madrasah dapat beroperasi dengan menggunakan garis

51Sumber (Arsip guru MTs Baitul Hidayah NW Midang). Dikutip pada tanggal 6 Desember 2016.

komando berdasarkan proporsi pembidangan yang telah disepakati bersama.

Adapun struktur organisasi Madrasah Tsanawiyah Baitul Hidayah NW Midang adalah sebagai berikut :52

52 Sumber (Arsip guru MTs Baitul Hidayah NW Midang). Dikutip pada tanggal 6 Desember 2016.

KEPALA SEKOLAH

Hj. EKA ANDHINI, SP.S.Pd Nip.1977041920050120 WAKIL KEPALA SEKOLAH 06 Ariana Fibriandhini, S. Pd.

DEWAN / KOMITE ISRONI, S.Pd.I

TATA USAHA ABDUL HADI,A.Md

WK.UR. KURIKULUM Ariana Fibriandhni, S.

Pd

WK.UR.KESISWAAN WK.UR.SARAN WK.UR HUMAS

JABATAN

WALI KELAS VII Dra. Hj. Fatimah

WALI KELAS VIII Enny Partyasningsih, SH

WALI KELAS IX Sulfiani, S.Pd

GURU

Penjaskes Sirnopati, S.Pd

Matematika Fitriani, S.Pd

Qur’an Hadist Badrul Islam

Fiqih Dra. Hj. Husniah

Sejarah Sanmul Hajji,

S.Pd.I TIKOM Herman Haris,

S.Sos.I Mulok Bahasa

Hamzah

TIKOM Utwatul Wathani

Bahasa Sulfiani, S.Pd

Akidah Akhak Rimunah, S.Pd.I

Mulok Ke NW an Suhaebul Fahmi

Bahasa Arab Isroni, S.Pd.I

IPA Terpadu Moh. Wawan Fatwa,S.Pd IPS Terpadu Inda Setiawati,

S.Pd Mulok English Maseran Hadi

Matematika Ariana Fibriandhini,

Bahasa Inggris Saeful Afandi, S.Pd

PKn Enny Partyasningsih,

Bahasa Inggris Yuli Astuti

Seni Budaya Nuri Suryani

SISWA

MASYARAKAT

STRUKTUR ORGANISASI MTs. BAITUL HIDAYAH

Keterangan :

Garis Koodinasi Garis Komando

B.Pengujian hipotesis

Untuk menguji apakah hipotesis diterima atau ditolak maka yang digunakan sebagai pegangan adalah uji F dengan taraf kesalahan 5%, bila harga Fh>Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan uji F bahwa Fh> sebesar 20,7 dan Ftabel sebesar 3,47 hal ini berarti bahwa Fh>Ftabel yang menunjukkan bahwa Ha diterima. Jadi dalam penelitian ini terdapat pengaruh antara perilaku sosial antar siswa dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII MTs. Baitul Hidayah NW Midang Tahun Pelajaran 2015/2016.

C.Pembahasan

Sebelum diadakan penelitian terlebih dahulu dipersiapkan alat yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu angket, dan sumber lainnya yaitu nilai prestasi belajar matematika siswa.Pertanyaan angket yang disediakan sebanyak 30 Pertanyaan dari masing-masing variabel bebasnya adalah perilaku sosial antar siswa (X1) dan motivasi belajar (X2). Dari 30 Pertanyaan yang disediakan ternyata yang valid 14 pertanyaan untuk variabel (X1) dan 14 pertanyaan yang valid untuk variabel (X2), yang tiap pertanyaanya dikonsultasikan dengan harga rtabel = 0, 413 dimana jumlah responden (N) = 23.

Pertanyaan yang valid akan ditentukan validitasnya, dimana kedua variabel tersebut akan dikonsultasikan dengan harga rtabel= 0,413 Dengan derajat kebebasannya = 23 ternyata setelah dikonsultasikan dengan rtabel kedua variabel tersebut adalah reliabel. Dari hasil deskripsi, diperoleh bahwa kategori perilaku sosial antar siswa yang tergolong sangat tinggi diperoleh sebanyak 4

siswa, kategori siswa yang tergolong tinggi diperoleh sebanyak 4 siswa, kategori siswa yang tergolong sedang diperoleh sebanyak 6 siswa, kategori siswa yang tergolong rendah diperoleh sebanyak 2 siswa dan kategori siswa yang tergolong sangat rendah diperoleh sebanyak 8 siswa. Sedangkan hasil deskripsi yang diperoleh berdasarkan kategori motivasi belajar yang kategorinya sangat tinggi diperoleh sebanyak 3 siswa, kategori tinggi diperoleh sebanyak 4 siswa, kategori sedang diperoleh sebanyak 7 siswa, kategori siswa yang tergolong rendah diperoleh sebanyak 4 siswa dan kategori siswa yang tergolong sangat rendah diperoleh sebanyak 6 siswa.

Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi yaitu Y = 1, 167 + 0, 689 X1 + 0, 321 X2. Sedangkan nilai korelasi product moment anatara perilaku sosial dengan prestasi belajar matematika sebesar 0,739 dengan koefisien penentu sebesar 54,67% dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika sebesar 0,742 Dengan koefisien penentu sebesar 55,12%, sedangkan nilai korelasi perilaku sosial antar siswa dengan motivasi belajar sebesar 0,659 Dengan koefisien penentu 43,43% setelah masing-masing korelasi product moment diperoleh maka akan dihubungkan dengan korelasi ganda (Rx1x2y). nilai korelasi ganda diperoleh sebesar 0,814 dan koefisien penentu berganda (KPB) sebesar 66,25 %.

Setelah hasil korelasi ganda diperoleh selanjutnya akan diuji signifikan hubungan ke tiga variabel dengan menggunakan rumus uji F (Fhitung) dan diperoleh Fh sebesar 20,7 yang akan dikonsultasikan dengan ara Ftabel sebesar 3,47 dengan taraf kesalahan 5% dan N= 24 dengan derajat kebebasan (dk) =

n – k – 1 = 24 – 2 – 1 = 21, ternyata Fh>Ftabel(20,7 > 3,47) ini menunjukkan bahwa hipotesis alternative (Ha) diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan adanya interaksi antar siswa akan mempermudah dalam pemecahan masalah baik itu materi atau soal-soal latihan matematika maupun masalah- masalah yang lain. Apabila kita mengadakan interaksi dengan teman yang lain tentu masalah akan muda diatasi, karena masing-masing individu memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda-beda. Apabila perilaku sosial terjalin dengan baik, maka dapat meningkatkan prestasi belajar.

Begitu juga dengan motivasi belajar bila dikaitkan dengan prestasi belajar siswa sangat berkaitan karena hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa itu sendiri. Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan melahirkan prestasi yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar sangat menentukan prestasi belajar siswa itu sendiri.

Perilaku sosial antar siswa merupakan interaksi antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Dengan interaksi ini dapat menimbulkan motivasi belajar sehingga dengan motivasi belajar maka keinginan untuk belajar semakin tinggi sehingga dapat menyebabkan prestasi belajar matematika siswa meningkat.

Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa dengan adanya perilaku sosial yang baik antar siswa dan motivasi belajar yang tinggi maka dapat menyebabkan prestasi belajar siswa meningkat.

BAB VI PENUTUP

A.Simpulan

Berdasarkan rumusan masalah, hasil penelitian dan pembahasan, maka dalam penelitian ini dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:

Ada pengaruh perilaku sosial antar siswa kelas VIII MTs Baitul Hidayah NW Midang Tahun Pelajaran 2015/2016. Analisis perilaku sosial antar siswa dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII MTs Baitul Hidayah NW Midang Tahun Pelajaran 2015/2016 sebesar 0,814 dengan koefisien penentu bergandanya sebesar 66,25%, dari hasil di atas di uji signifikannya dimana Fh diperoleh sebesar 20,7 dan Ftabel sebesar 3,47. Karena Fh lebih besar dari Ftabel maka Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa perilaku sosial antar siswa merupakan interaksi antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Dengan interaksi ini dapat menimbulkan motivasi belajar sehingga dengan motivasi belajar maka keinginan untuk belajar semakin tinggi sehingga dapat menyebabkan prestasi belajar matematika siswa meningkat.

B.Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas serta hasil-hasil penelitian yang diperoleh, maka dikemukakan saran-saran sebagai berikut:

1. Diharapkan dari hasil penelitian ini bermanfaat bagi siswa akan perlunya perilaku sosial antar siswa agar lebih termotivasi belajarnya sehingga prestasi belajar meningkat.

2. Dari hasil penelitian ini, diharapkan pada guru matematika yang mengajar di MTs Baitul Hidayah NW Midang khususnya pada kelas VIII, agar lebih memperhatikan perilaku siswa-siswanya, karena dengan menjaga hubungan baik antar siswa maka kegiatan belajar siswa tersebut akan berjalan dengan baik.

3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian mengenai hasil belajar dan motivasi belajar matematika yang dikaitkan dengan perhatian orang tua siswa, kondisi lingkungan siswa atau faktor ekstrinsik lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman Mulyono. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: PT.

Rineka Cipta, 2003.

Abu Ahmadi. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

Amirul Hadi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Pustaka setia, 2005.

Suharsimi Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2002.

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta, 2002.

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta, 2013.

Fahrozin dan Fathiyah. Pemahaman Tingkah Laku.Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004.

OemarHamalik. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesio, 2000.

Hamzah B. Uno. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan.Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005.

Muhammad Ali. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesio, 2007.

Muhammad Fathurrohman dan Sulistyorini. Belajar dan Pembelajaran Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sesuai Standar Nasional. Yogyakarta:

Teras, 2012.

Nawawi.Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press, 1993.

Punaji Setyosari. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta:

Kencana, 2013.

Purwanto.Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Psikologi Pendidikan.

Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2010.

Sambas Ali Muhidin dan Maman Abdurrahman. Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur Dalam Penelitian. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2007.

Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Soekanto. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi. Jakarta: Rajawali, 1985.

Sugiyono.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta, 2012.

Sugiyono.Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2007.

Susanto Ahmad. Teori Belajar Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2013.

Tuβ€Ÿu Tulus. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo, 2004.

Vebrianto. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Gramedia Widiyasarana Indonesia, 2003.

Zamroni. Pengantar Pengembangan Teori Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1992.

LAMPIRAN 1 KISI-KISI PENYUSUNAN INSTRUMEN PENELITIAN PERILAKU

SOSIAL ANTAR SISWA SEBELUM DIVALIDASI

Variabel dan Sub Variabel Indikator No.

Soal Perilaku Sosial Antar Siswa

1. Komponen perilaku sosial

ο‚· Sifat dasar

ο‚· Perbedaan perorangan

ο‚· Lingkungan

ο‚· Motivasi

ο‚· Sifat dasar 1. Malu bertanya.

2. Memberi ucapan selamat kepada teman.

3. Merasa rendah diri.

4. Percaya diri.

5. Mau menang sendiri.

6. Sombong.

ο‚· Perbedaan perorangan

1. Memberi penjelasan kepada teman tentang materi yang sulit dipahami oleh teman yang lain.

2. Memberi dan meminta contekan.

3. Menyalin jawaban PR teman.

4. Membanggakan diri dan teman-teman yang lain.

5. Mengejek teman.

ο‚· Lingkungan

1. Mengganggu teman.

2. Menyembunyikan catatan teman.

3. Diskusi pada waktu istrahat.

4. Membaca buku.

5. Belajar sendiri.

6. Suasana kelas yang ribut.

1 2 3 4 29 30

5

6, 26 7 8, 9 10, 12

11 14 15 16, 28

17 18

7. Belajar kelompok.

8. Membuat keributan di dalam kelas.

ο‚· Motivasi 1. Berdiskusi.

2. Mengikuti belajar teman yang pintar.

3. Membantu teman-teman dalam menyelesaikan soal-soal latihan.

4. Mengajak teman-teman membahas soal- soal matematika.

24 13

19, 20, 25 21,22

23, 27

ANGKET PENELITIAN PERILAKU SOSIAL ANTAR SISWA Nama :

Kelas : No. Absen :

PERILAKU SOSIAL ANTAR SISWA A.Petunjuk :

Berikut ini terdapat 30 buah pernyataan. Baca dan pahamilah baik-baik setiap pertanyaan di bawah ini. Anda di minta untuk memberi tanda silang (X) salah satu jawaban dari pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan diri anda pada lembar jawaban yang di sediakan.

B.Daftar pernyataan :

1. Saya biasanya malu bertanya kepada teman sebangku apabila saya kesulitan mengerjakan soal matematika.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

2. Saya biasanya memberi ucapan selamat kepada teman-teman yang mendapatkan nilai matematika yang tinggi.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

3. Saya biasanya merasa rendah diri bila ingin bergaul dengan teman-teman yang lebih pintar.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

4. Apakah anda yakin dengan tugas kelompok yang diberikan guru akan benar?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

5. Apakah anda biasanya memberikan penjelasan tentang materi matematika yang sulit dipahami kepada teman yang bertanya?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

6. Apakah anda biasanya memberi dan meminta contekan kepada teman- teman pada saat ulangan matematika?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

7. Saya biasanya menyalin jawaban matematika dari teman-teman yang lain.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

8. Apakah anda akan merasa bangga apabila teman anda mendapat mendapat nilai matematika yang tinggi?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

9. Apakah anda biasanya membanggakan diri dihadapan teman-teman jika anda mendapat mendapat nilai matematika yang tinggi?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

10. Saya biasanya mengejek teman-teman yang nilai matematikanya rendah dari saya.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

11. Saya biasanya mengganggu teman-teman yang sedang belajar matematika.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

12. Apakah anda biasa mengejek teman yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

13. Apakah anda biasa membuat keributan di dalam kelas pada saat guru sedang mengajar?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

14. Apakah anda biasa menyembunyikan catatan teman-teman yang lain?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

15. Saya biasanya menggunakan waktu istrahat dengan diskusi matematika bersama teman kelas.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah 16. Saya biasanya membaca buku matematika di perpustakaan.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

17. Jika guru tidak masuk, saya dan teman-teman mengerjakan soal latihan matematika di kelas.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

18. Apakah anda merasa nyaman belajar dengan suasana kelas yang ribut?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

19. Saya biasanya berdiskusi dengan teman sebangku untuk membahas soal matematika yang sulit di pahami.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

20. Apakah anda ikut berpartisipasi secara aktif dalam diskusi untuk membahas materi matematika yang sulit di pahami?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah 21. Saya biasanya mengikuti cara belajar teman yang lebih pintar.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

22. Saya biasanya membantu teman-teman dalam menyelesaikan soal-soal latihan matematika di dalam kelas.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

23. Apakah anda biasanya mengajak teman-teman untuk membahas soal-soal latihan matematika yang diberikan guru?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

24. Saya biasanya belajar kelompok dengan teman-teman kelas baik di sekolah maupun di rumah.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

25. Saya biasanya berdiskusi membahas soal-soal matematika dengan teman- teman yang sepintar dengan saya.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

26. Apakah anda biasanya memaksa teman-teman kelas bila anda tidak di izinkan untuk menyalin jawaban matematika?

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

27. Sepulang sekolah saya biasanya mengajak teman-teman untuk membahas soal matematika di rumah.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

28. Saya biasanya membaca buku cerita di dalam kelas pada saat guru sedang mengajar.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

29. Dalam berdiskusi, saya tidak mau mendengar pendapat dari teman lain.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

30. Dengan nilai matematika saya tinggi, maka saya merasa paling pintar diantara teman kelas.

a. Selalu b. Sering c. Jarang d. Tidak pernah

Dalam dokumen pengaruh perilaku sosial antar siswa dan (Halaman 73-113)

Dokumen terkait