• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PELAKSANAAN AKSI PERUBAHAN KINERJA

Dalam dokumen A. DUKUNGAN STAKEHOLDER (Halaman 51-90)

40

41 Tabel 3. 1

Matriks Persandingan Rencana dan Realisasi Aksi Perubahan

No. Tahapan/Kegiatan Output Penanggungjawab Rencana

Pelaksanaan

Realisasi

Pelaksanaan Keterangan/ Evidence TAHAPAN JANGKA PENDEK (60 Hari Kalender)

1. Persiapan Pelaksanaan Aksi Perubahan

Kesamaan persepsi dengan stakeholder internal dan eksternal

a. Koordinasi dengan stakeholder internal

Dokumen kesamaan persepsi dengan stakeholder internal

Project Leader 23 September

2020

30 September

2020

Mundur 7 (tujuh) hari untuk persiapan Evidence:

Undangan

Daftar Hadir

Notulen

Dokumentasi b. Koordinasi dengan

stakeholder eksternal

Dokumen kesamaan persepsi dengan stakeholder eksternal

Project Leader 24 September

2020

2 Oktober 2020

Mundur karena mundurnya rapat koordinasi stakeholder internal

Evidence:

Undangan

Daftar Hadir

Notulen

Dokumentasi 2. Pembentukan Tim Efektif Terbentuknya SK Tim Efektif

a. Rapat pembentukan tim kerja

Terbentuknya susunan draft Tim Kerja

Project Leader 1 Oktober 2020

5 Oktober 2020

Mundur karena

menyesuaikan mundurnya rapat koordinasi

stakeholder

42

No. Tahapan/Kegiatan Output Penanggungjawab Rencana

Pelaksanaan

Realisasi

Pelaksanaan Keterangan/ Evidence Evidence:

Undangan

Daftar Hadir

Notulen

Dokumentasi b. Menyusun draft SK Tim

Kerja

Tersusunnya draft SK Tim Efektif

Tim Administrasi 1 Oktober 2020

5 Oktober 2020

Mundur karena

menyesuaikan mundurnya rapat koordinasi

stakeholder

Evidence: Draft SK Tim Efektif

c. Menetapkan Tim Efektif Tersedianya SK Tim Kerja Sponsor 1 Oktober 2020

5 Oktober 2020

Mundur karena

menyesuaikan mundurnya rapat koordinasi

stakeholder

Evidence: SK Tim Efektif 3. Menyiapkan bahan dan materi

referensi penyusunan pedoman teknis pemanfaatan ruang

a. Mengumpulkan referensi pedoman teknis

pemanfaatan ruang

Tersedianya bahan dan materi referensi pedoman teknis pemanfaatan ruang

Project Leader &

Tim Administrasi

5-6 Oktober 2020

5 Oktober 2020

Evidence: Peraturan terkait pedoman teknis pemanfaatan ruang b. Mempelajari referensi

pedoman teknis pemanfaatan ruang

Terpahaminya referensi pedoman teknis

pemanfaatan ruang

Project Leader &

Tim Pelaksana

7-8 Oktober 2020

8 Oktober Evidence : Peraturan terkait pedoman teknis pemanfaatan ruang 4. Penentuan deliniasi batas

43

No. Tahapan/Kegiatan Output Penanggungjawab Rencana

Pelaksanaan

Realisasi

Pelaksanaan Keterangan/ Evidence wilayah

a. Menyiapkan deliniasi peta kawasan perencanaan

Tim Pelaksana 5 Oktober

2020

Evidence: Peta deliniasi wilayah perencanaan b. Penyepakatan batas

wilayah Purworejo- Kulonprogo

Tim Pelaksana 6 Oktober

2020

Evidence:

Undangan

Daftar Hadir

Berita acara kesepakatan batas wilayah

Dokumentasi 5. Koordinasi dengan Tim

Penyusun dan Pokja Perencanaan TKPRD

Tersusunnya kerangka rancangan buku a. Melakukan konsultasi

dengan tim penyusun pedoman teknis pemanfaatan ruang

Terwujudnya satu pemahaman terkait pedoman teknis pemanfaatan ruang

Project Leader &

Tim Pelaksana

15 Oktober 2020

13 Oktober 2020

Maju menyesuaikan jadwal tim efektif Evidence: Foto Dokumentasi kegiatan b. Melakukan konsultasi

dengan Pokja Perencanaan TKPRD

Terwujudnya satu pemahaman terkait pedoman teknis pemanfaatan ruang

Project Leader &

Tim Pelaksana

16 Oktober 2020

15 Oktober 2020

Maju menyesuaikan jadwal tim efektif Evidence: Foto Dokumentasi kegiatan 6. Penyusunan kerangka

rancangan pedoman teknis pemanfaatan ruang

a. Menyusun kerangka rancangan pedoman teknis pemanfaatan ruang

Tersusunnya kerangka rancangan pedoman teknis pemanfaatan ruang

Project Leader, Tim Pelaksana, & Tim

Administrasi

21 Oktober 2020

16 Oktober 2020

Maju menyesuaikan jadwal tim efektif

Evidence: Draft kerangka rancangan pedoman

44

No. Tahapan/Kegiatan Output Penanggungjawab Rencana

Pelaksanaan

Realisasi

Pelaksanaan Keterangan/ Evidence teknis pemanfaatan ruang b. Melakukan koordinasi

dengan tim pelaksana

Tersusunnya rancangan awal pedoman teknis pemanfaatan ruang

Project Leader, Tim Pelaksana, & Tim

Administrasi

24 Oktober 2020

16 Oktober 2020

Evidence: Dokumentasi hasil koordinasi dengan stakeholder

7. Survei dan pemetaan fasum dan fasos

a. Menyiapkan instrument survey dan surat tugas

Tersusunnya instrumen survei

Tim Pelaksana 19 Oktober

2020

Evidence:

Surat tugas

Instrumen survei b. Melakukan survei pemetaan

fasum dan fasos

Tersedianya data hasil survei lapangan

Tim Pelaksana 20-22

Oktober 2020

Evidence:

Foto kegiatan

Data hasil survei lapangan 8. Penyusunan peta RDTR

a. Digitasi on screen peta RDTR

Tim Pelaksana 23-26

Oktober 2020

Evidence: Foto kegiatan

b. Pencetakan peta RDTR Tim Pelaksana 28 November

2020

Evidence: Peta RDTR 9. Finalisasi draft pedoman teknis

pemanfaatan ruang

Tersedianya draft final buku pedoman penyusunan kinerja perangkat daerah a. Brainstorming dengan OPD

terkait

Tersusunnya draft final pedoman teknis

pemanfaatan ruang

Project Leader &

Tim pelaksana, Tim Administrasi, Perangkat Daerah

4 November 2020

3 November 2020

Maju menyesuaikan jadwal tim efektif Evidence:

Undangan

Daftar Hadir

45

No. Tahapan/Kegiatan Output Penanggungjawab Rencana

Pelaksanaan

Realisasi

Pelaksanaan Keterangan/ Evidence

Laporan hasil koordinasi

Foto kegiatan b. Melakukan konsultasi

muatan dan materi dengan Pokja Perencanaan TKPRD

Tersedianya draft final buku pedoman penyusunan kinerja perangkat daerah

Tim Pelaksana &

Tim Administrasi

5 November 2020

6 November 2020

Mundur menyesuaikan jadwal tim efektif

Foto kegiatan 10. Penetapan Pedoman

Teknis Pemanfaatan Ruang Oleh Kepala DPUPR

Ditetapkannya pedoman teknis pemanfaatan ruang oleh Kepala DPUPR

a. Penyusunan surat monev Tersusunnya surat monev Project Leader &

Mentor

16 November 2020

Evidence: Surat Evaluasi Aksi Perubahan

b. Pernyataan/ Testimoni User Didapatkannya testimoni User

Project Leader &

Tim Administrasi

17 - 19 November

2020

Evidence: Pernyataan User

c. Penetapan Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang

Surat Penetapan Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang

Project Leader &

Tim Administrasi

18-19 November

2020

Evidence: Dokumen Surat Penetapan Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang

11 Monitoring dan Evaluasi a. Rapat monitoring dan

evaluasi pelaksanaan aksi perubahan

Terlaksananya monitoring dan evaluasi pelaksanaan aksi perubahan

Project Leader &

Mentor

16 November 2020

23 November 2020

Mundur 1 minggu

menyesuaikan jadwal tim efektif

Evidence:

Undangan

46

No. Tahapan/Kegiatan Output Penanggungjawab Rencana

Pelaksanaan

Realisasi

Pelaksanaan Keterangan/ Evidence

Daftar Hadir

Notulen

Dokumentasi b. Penyusunan laporan aksi

perubahan

Laporan aksi perubahan Project Leader 19 November 23-24 November

Mundur menyesuaikan jadwal dan kesibukan project leader

Evidence:

Foto Dokumentasi JANGKA MENENGAH (6 bulan setelah 60 Hari Kalender)

1. Integrasi Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang Berbasis Keselamatan Penerbangan di Kawasan Border City dalam Rancangan Peraturan Bupati Kabupaten Purworejo

Dokumen Draft Rancangan Peraturan Bupati tentang Pedoman Pemanfaatan Ruang berbasis

Keselamatan Penerbangan di Kawasan Border City

Januari-April 2021

2. Pembahasan Rancangan Peraturan Bupati tentang Pedoman Pemanfaatan Ruang di Kawasan Border City dengan OPD terkait

Dokumen Draft Rancangan Peraturan Bupati pasca pembahasan dengan OPD terkait

Mei 2021

JANGKA PANJANG (1 – 2 tahun setelah jangka pendek dan jangka menengah) 1. Pengesahan peraturan bupati

tentang pedoman teknis pemanfaatan ruang Kawasan Border City Purworejo

Peraturan Bupati tentang Pedoman Pemanfaatan Ruang Kawasan Border City

Juni- Desember

2021

47 2. Uraian Singkat Hasil Kegiatan

Dalam mencapai hasil kinerja aksi perubahan, tahapan yang dilaksanakan sebagai berikut :

Tahapan Uraian

Milestone 1 Persiapan pelaksanaan aksi perubahan a. Kegiatan 1 : Koordinasi dengan Stakeholder Internal Hari, tanggal : Rabu, 30 September 2020

Waktu : 09.00.00 WIB – selesai

Tempat : Aula DPUPR

Pelaksana : Project Leader

Uraian Kronologis : Tanggal 30 September 2020 project leader melakukan koordinasi dengan mentor dan stakeholder internal. Dalam acara ini project leader memaparkan tentang pelaksanaan aksi perubahan.

Seluruh stakeholder mendukung pelaksanaan aksi perubahan dan dibuktikan dalam lembar dukungan.

Evidence

Undangan :

48

Tahapan Uraian

Daftar Hadir

Notulen/Laporan

49

Tahapan Uraian

Foto Kegiatan :

b. Kegiatan 2 : Koordinasi dengan Stakeholder Eksternal Hari, tanggal : Jumat. 2 Oktober 2020

Waktu : 09.00.00 WIB – selesai

Tempat : Aula DPUPR

Pelaksana : Project Leader

Uraian Kronologis : Tanggal 2 Oktober 2020 project leader melakukan koordinasi dengan mentor dan stakeholder eksternal. Dalam acara ini project leader memaparkan tentang pelaksanaan aksi perubahan dan menyampaikan manfaat aksi perubahan untuk masing-masing stakeholder. Dari kegiatan ini diperoleh dukungan dari seluruh stakeholder eksternal.

Evidence :

Undangan :

50

Tahapan Uraian

Daftar Hadir :

Notulen/Laporan :

51

Tahapan Uraian

Foto Kegiatan :

Milestone 2 : Pembentukan tim efektif a. Kegiatan 1 : Rapat pembentukan tim efektif

Hari, tanggal : Senin, 5 Oktober 2020

Waktu : 09.00 WIB

Tempat : Aula DPUPR

Pelaksana : Project Leader

Uraian Kronologis : Tanggal 5 Oktober melakukan rapat pembentukan tim efektif bersama dengan Sponsor, Mentor dan Stakeholder internal.

Evidence :

Undangan :

52

Tahapan Uraian

Daftar Hadir :

Notulen/Laporan :

53

Tahapan Uraian

Foto Kegiatan :

b. Kegiatan 2 Menyusun draft SK tim efektif

Uraian Kronologis : Pada tanggal 5 Oktober Project leader dengan dukungan dari Mentor dan Sponsor melakukan penyusunan draft SK Tim Efektif

Evidence

Draft SK Kepala DPUPR

:

54

Tahapan Uraian

c. Kegiatan 3 Menetapkan SK tim efektif

Uraian Kronologis : Pada tanggal 5 Oktober pula draft SK yang telah disusun Project leader dilakukan pengesahan oleh Sponsor yaitu Kepala DPUPR Kabupaten Purworejo.

Berdasarkan SK yang telah disahkan terdapat 3 unsur tim efektif yaitu:

 Tim administrasi

 Tim pelaksana

 Tim multimedia

Evidence

SK Kepala DPUPR :

55

Tahapan Uraian

:

Milestone 3 : Menyiapkan bahan dan materi referensi penyusunan pedoman teknis pemanfaatan ruang

a. Mengumpulkan referensi pedoman teknis pemanfaatan ruang

Uraian Kronologis : Untuk memenuhi ketersediaan referensi pedoman teknis pemanfaatan ruang, project leader bersama tim efektif yang telah terbentuk melakukan pengumpulan referensi pedoman baik berupa Peraturan Daerah, Peraturan Menteri, Peraturan Pemerintah maupun Undang-undang.

Berdasarkan pengumpulan yang telah dilakukan diperoleh beberapa referensi pedoman teknis pemanfaatan ruang antara lain:

 Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan

 Permen ATR 16 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan RDTR dan PZ

 Perda Kab. Purworejo 27 tahun 2011 tentang RTRW Kab. Purworejo

56

Tahapan Uraian

Evidence

Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan

:

57

Tahapan Uraian

Permen ATR 16 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan RDTR dan PZ

:

Perda Kab.

Purworejo 27 tahun 2011 tentang RTRW Kab. Purworejo

:

58

Tahapan Uraian

b. Mempelajari referensi pedoman teknis pemanfaatan ruang

Uraian Kronologis : Setelah tersedia referensi pedoman teknis pemanfaatan ruang, project leader mempelajari referensi pedoman tersebut dengan anggota tim efektif.

Evidence :

Dokumentasi :

Kesimpulan : Berdasarkan referensi pedoman yang sudah dipelajari diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya:

 Penyusunan Pedoman Teknis pemanfaatan ruang dapat mengacu pada Permen ATR/BPN No 16 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang

 Landasan hukum penyusunan pedoman teknis pemanfaatan ruang mengacu pada UU no 1 tahun 2009 tentang penerbangan.

 Arahan pengembangan kawasan Border City mengacu pada Perda No 27 tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Purworejo

Milestone 4 : Penentuan deliniasi batas wilayah a. Menyiapkan deliniasi peta wilayah perencanan

Uraian Kronologis : Penentuan deliniasi batas wilayah sangat penting dilakukan mengingat belum ada kejelasan batas persil yang akan diatur dalam pedoman pemanfaatan ruang ini, khususnya lokasi persil yang berada di perbatasan Kabupaten Purworejo – Kabupaten Kulon Progo. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan antara batas sesuai Permendagri batas wilayah dengan batas sesuai patok pilar perapatan.

Tahap pertama dari penentuan batas wilayah adalah penyiapan deliniasi batas wilayah perencanaan untuk dapat disepakati antara dua daerah berbatasan.

59

Tahapan Uraian

Evidence :

Dokumentasi :

b. Penyepakatan batas wilayah Purworejo-Kulonprogo

Uraian Kronologis : Draft deliniasi batas wilayah yang telah dilakukan sinkronisasi antara Kabupaten Purworejo-Kulon Progo, selanjutnya dilakukan penyepakatan batas wilayah oleh camat di wilayah perbatasan, unsur tata pemerintahan kedua kabupaten serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Evidence :

60

Tahapan Uraian

Undangan :

61

Tahapan Uraian

Daftar Hadir :

:

62

Tahapan Uraian

Notulen/Laporan :

Foto Kegiatan :

63

Tahapan Uraian

BA Kesepakatan batas wilayah

Milestone 5 : Koordinasi dengan Tim Penyusun dan Pokja Perencanaan TKPRD

a. Melakukan

konsultasi dengan tim penyusun pedoman teknis pemanfaatan ruang

:

64

Tahapan Uraian

b. Melakukan

konsultasi dengan pokja

perencanaan TKPRD

:

Milestone 6 : Penyusunan kerangka rancangan pedoman teknis pemanfaatan ruang

a. Menyusun kerangka rancangan

pedoman teknis pemanfaatan ruang

:

b. Melakukan

koordinasi dengan tim pelaksana

:

65

Tahapan Uraian

Milestone 7 : Survei dan pemetaan fasum dan fasos a. Menyiapkan

instrument survey dan surat tugas (SPPD)

Evidence

Instrumen survei :

Surat tugas (SPPD) :

66

Tahapan Uraian

b. Melakukan survey pemetaan fasum dan fasos

:

Milestone 8 : Penyusunan peta rencana pola ruang pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

a. Digitasi on screen peta pola ruang

67

Tahapan Uraian

b. Pencetakan peta RDTR

Milestone 9 : Finalisasi draft pedoman teknis pemanfaatan ruang

a. Brainstorming dengan OPD terkait

Evidence

Undangan :

68

Tahapan Uraian

Daftar Hadir :

Notulen/Laporan :

69

Tahapan Uraian

Foto Kegiatan :

Konsultasi muatan dan materi dengan Pokja Perencanaan TKPRD

:

70

Tahapan Uraian

Milestone 10 : Penetapan Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang Oleh Kepala DPUPR

a. Penyusunan surat monev

:

b. Pernyataan/

Testimoni User :

71

Tahapan Uraian

c. Penetapan Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang

72

Tahapan Uraian

Milestone 11 : Monitoring dan Evaluasi a. Rapat Monitoring

dan evaluasi pelaksanaan Aksi Perubahan

Evidence:

73

Tahapan Uraian

74

Tahapan Uraian

b. Penyusunan Laporan Aksi Perubahan

75

3. Perubahan sebelum dan sesudah aksi perubahan jangka pendek

Aksi perubahan dalam rangka penyusunan pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keselamatan penerbangan di Kawasan Border City Kabupaten Purworejo telah dilaksanakan.

Meskipun terdapat pergeseran jadwal pelaksanaan kegiatan, namun secara umum pentahapan dilaksanakan sebagaimana rencana.

Berikut disampaikan perubahan sebelum dan sesudah aksi perubahan jangka pendek :

Tabel 3. 2

Perubahan Sebelum dan Sesudah Aksi Perubahan Jangka Pendek No. Sebelum Aksi Perubahan Setelah Aksi Perubahan

1. Kegiatan pemanfaatan ruang di Kawasan Border City belum memiliki pedoman teknis yang jelas

Kegiatan pemanfaatan ruang di Kawasan Border City telah memiliki pedoman teknis yang jelas

2. Masyarakat belum mengetahui pedoman investasi di Kawasan Border City

Masyarakat lebih mengetahui pedoman investasi di Kawasan Border City

3. Pemerintah daerah (DPMPTSP, DPUPR) mengalami kesulitan dalam mengeluarkan rekomendasi tata ruang di Kawasan Border City

Dengan adanya pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis Keselamatan Penerbangan di Kawasan Border City Pemerintah daerah lebih mudah dalam mengeluarkan rekomendasi tata ruang di Kawasan Border City

76

B. Lesson Learnt Kepemimpinan Kinerja Pelayanan Publik

Dalam pelaksanaan aksi perubahan ini peran kepemimpinan melayani sangat dibutuhkan dalam membantu tercapainya hasil aksi perubahan.

1. Kemampuan Mengaktualisasikan Manajemen Kinerja dan Pengendalian Mutu Kinerja

Sebagai project leader yang bertanggungjawab atas pelaksanaan aksi perubahan “Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang Berbasia Keselamatan Penerbangan di Kawasan Border City Kabupaten Purworejo” pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo selama 60 hari efektif berkolaborasi dengan tim ekektif dan stakeholder mendapatkan pengalaman dalam mengaktualisasikan manajemen kinerja dan pengendalian mutu kinerja sebagai berikut:

1) Project leader harus mampu mempergunakan waktu dan kesempatan secara efisien dan efektif dengan cara memobilisasi dan melakukan kolaborasi dengan tim efektif maupun stakeholder internal dan eksternal.

2) Membangun komunikasi, koordinasi dan menyatukan cara pandang dengan tim efektif dan stakeholder dalam kegiatan rapat-rapat koordinasi dan diskusi aksi perubahan mulai dari memberikan masukan, penyusunan kerangka rancangan pedoman hingga finalisasi draft pedoman teknis pemanfaatan ruang.

3) Dukungan-dukungan yang didapatkan dari stakeholder baik internal maupun eksternal tidak mengalami kesulitan. Bahkan bisa dikatakan sangat lancar sehingga diperoleh dukungan stakeholder melebihi target awal yang direncanakan. Strategi project leader untuk mendapatkan dukungan terutama dari stakeholder eksternal adalah dengan menjelaskan secara langsung manfaat aksi perubahan bagi stakeholder dan menerima saran/ masukan yang dating dari stakeholder.

77

4) Dalam mengendalikan mutu kinerja aksi perubahan di sela-sela pelaksanaan tugas pokok/tugas rutin sehari-hari tidak mudah terutama bagi tim efektif. Namun berkat semangat yang tinggi mampu menyelesaikan aksi perubahan tepat waktu.

2. Kepemimpinan Pelaksanaan Kinerja dalam Pelaksanaan Aksi Perubahan Untuk Memperoleh Hasil Yang Diharapkan

Dalam melaksanakan aksi perubahan “Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang Berbasia Keselamatan Penerbangan di Kawasan Border City Kabupaten Purworejo” pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo selama 60 hari efektif berkolaborasi dengan tim ekektif dan stakeholder mendapatkan berbagai pembelajaran kepemimpinan, diantaranya :

1. Sekretaris Daerah, selaku ketua Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kabupaten Purworejo yang memiliki komitmen dan dukungan yang sangat besar dalam keberlangsungan aksi perubahan ini. Dengan komitmennya, pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keselamatan penerbangan didorong agar diharapkan dapat terwujudnya ruang wilayah yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.

2. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) selaku garda terdepan penanaman modal dan pelayanan perijinan di Kabupaten Purworejo telah mendorong pengintegrasian pedoman teknis pemanfaatan ruang Kawasan Border City untuk dapat diintegrasikan dengan pelayanan perijinan dan kebutuhan penanaman modal di daerah agar dapat mendorong pertumbuhan investasi di daerah

3. Kepala Bappeda selaku garda terdepan perencanaan pembangunan daerah telah mendorong agar materi pedoman teknis pemanfaatan ruang dapat terpadu dengan program pengembangan jangka menengah dan jangka panjang Kabupaten Purworejo sehingga dapat terwujud kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo.

78

4. Kepala DPUPR, selaku garda terdepan penataan ruang dan penyediaan infrastruktur di Kabupaten Purworejo telah mendorong penyediaan infrastruktur prioritas di Kawasan Border City untuk mewujudkan kawasan unggul dan berdaya saing.

5. Kepala Bagian Pemerintahan Setda, selaku garda terdepan pengampu kewenangan batas wilayah di Kabupaten Purworejo telah memberikan dorongan yang luar biasa sehingga dapat disepakati garis batas wilayah antara Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulon Progo (Batas deliniasi wilayah perencanaan dengan Kabupaten Kulon Progo) sehingga dapat terwujud kepastian batas wilayah yang akan diatur pedoman teknis pemanfaatan ruangnya.

79 BAB IV

KONTRIBUSI AKSI PERUBAHAN DALAM MENDUKUNG PELAYANAN PUBLIK DIGITAL

A. Aksi Perubahan Kinerja dan Pelayanan Publik Digital

Memasuki era revolusi industri 4.0, sebagai nama trend dari otomasi dan pertukaran terkini dalam teknologi pabrik, seluruh sektor/bidang usaha ditantang untuk menghasilkan “pabrik pintar”.

Tidak terkecuali pada bidang penataan ruang, Pemerintah dituntut untuk melakukan terobosan-terobosan berbasis Teknologi Informatika, demi mempermudah dan mempercepat pelayanan publik.

Pada aksi perubahan ini pemanfaatan teknologi digital akan dilakukan pada tahapan jangka panjang. Dimana teknologi digital telah tersedia dan terintegrasi pada Sistem Perijinan Digital Dalam Jaringan melalui layanan “Si Ida” di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kerjasama pengintegrasian pelayanan rekomendasi tata ruang dalam “Si Ida” telah terjalin sejak tahun 2019 dalam pelayanan Informasi Kesesuaian Tata Ruang Secara Online (IKTR Online).

Namun demikian kerjasama yang sudah terjalin tersebut belum optimal mengingat belum adanya pedoman teknis pemanfaatan ruang yang mengatur peruntukan secara detail berbasis keselamatan penerbangan.

Komitmen pengintegrasian lebih lanjut tentang pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keselamatan penerbangan telah diperoleh dari Kepala DPMPTSP.

B. Kendala dan Manajemen Resiko Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan Publik

Sehubungan dengan pergeseran tahapan/kegiatan realisasi aksi perubahan kinerja pelayanan publik jangka pendek ini, disampaikan

80

kendala dan manajemen resiko yang dilaksanakan project leader, antara lain :

Tabel 4. 1

Kendala dan Manajemen Resiko Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan Publik

No Tahapan Kegiatan Kendala Resiko Strategi

1. Persiapan pelaksanaan aksi perubahan a. Koordinasi dengan

stekeholder internal

Kesibukan

stakeholder dan project leader yang sangat tinggi

Terlambatmya pelaksanaan tahapan kegiatan aksi perubahan

Pengaturan jadwal koordinasi dengan stakeholder

b. Koordinasi dengan stakeholder eksternal

Kesibukan

stakeholder dan project leader yang sangat tinggi

Terlambatmya pelaksanaan tahapan kegiatan aksi perubahan

Pengaturan jadwal koordinasi dengan stakeholder

2. Pembentukan Tim Efektif a. Rapat pembentukan

Tim Kerja

Mundurnya jadwal milestone

pertama

Terlambatmya pelaksanaan tahapan kegiatan aksi perubahan

Pengaturan jadwal koordinasi dengan stakeholder

b. Menyusun draft SK Tim kerja

Tim administrasi tidak berkomitmen menyusun draft tim kerja

SK tim kerja tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal

Pengikatan

komitmen oleh project leader dan pertemuan

koordinasi secara berkala

c. Menetapkan Tim Efektif

Kesibukan

pejabat yang mengesahkan/

menandatangani SK sangat tinggi

SK tim kerja tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal

Koordinasi yang optimal dengan pejabat yang mengesahkan/

menandatangani SK

3. Menyiapkan bahan dan materi referensi penyusunan pedoman pemanfaatan ruang a. Mengumpulkan

referensi pedoman pemanfaatan ruang

Tim pelaksana tidak mengetahui referensi

pedoman pemanfaatan ruang yang harus digunakan

Referensi pedoman pemanfaatan ruang tidak diperoleh

Melakukan komunikasi dan konsultasi dengan stakeholder terkait tentang referensi yang harus digunakan b. Mempelajari

referensi pedoman teknis pemanfaatan ruang

Tim pelaksana tidak berkomitmen mempelajari referensi pedoman teknis

Tidak

terlaksananya penyusunan pedoman teknis pemanfaatan ruang sesuai referensi

Pengikatan komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan koordinasi secara berkala

81

No Tahapan Kegiatan Kendala Resiko Strategi

4. Penentuan deliniasi batas wilayah a. Menyiapkan deliniasi

peta kawasan perencanaan

Deliniasi kawasan perencanaan terdapat

perbedaan antara batas

permendagri dengan kondisi real lapangan

Tidak dapat terpetakan deliniasi kawasan

perencanaan

Dilakukan deliniasi kawasan

perencanaan secara kartometris

b. Penyepakatan batas wilayah Purworejo- Kulonprogo

Kesibukan

stakeholder dan yang sangat tinggi

Tidak dapat disepakati batas wilayah untuk kawasan

perencanaan

Pengaturan jadwal penyepakatan dengan stakeholder

5. Koordinasi dengan Tim Penyusun dan Pokja Perencanaan TKPRD a. Melakukan konsultasi

dengan Tim Penyusun Pedoman teknis Pemanfaatan Ruang

Adanya kondisi pandemi Covid-19

Tidak dapat dilaksanakan kegiatan secara tatap muka secara normal

Kegiatan konsultasi dilaksanakan dengan

memperhatikan protokol kesehatan b. Melakukan konsultasi

dengan Pokja Perencanaan TKPRD

Adanya kondisi pandemi Covid-19

Tidak dapat dilaksanakan kegiatan secara tatap muka secara normal

Kegiatan konsultasi dilaksanakan dengan

memperhatikan protokol kesehatan 6. Penyusunan kerangka rancangan pedoman teknis pemanfaatan ruang

a. Menyusun kerangka rancangan pedoman teknis pemanfaatan ruang

Tim pelaksana tidak berkomitmen menyusun

kerangka rancangan

pedoman teknis pemanfaatan ruang

Tidak

terlaksananya penyusunan kerangka pedoman teknis pemanfaatan ruang

Pengikatan komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan koordinasi secara berkala

b. Melakukan Koordinasi dengan Tim

Pelaksana

Adanya kondisi pandemi Covid-19

Tidak dapat dilaksanakan kegiatan koordinasi secara normal

Kegiatan tatap muka dilaksanakan dengan

memperhatikan protokol kesehatan 7. Survei dan Pemetaan Fasum dan Fasos

a. Menyiapkan

instrument survey dan surat tugas

Tim administrasi tidak berkomitmen menyusun

instrument survey dan surat tugas

Tidak

terselesaikannya instrument survey dan surat tugas sesuai jadwal

Pengikatan komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan koordinasi secara berkala

b. Melakukan survei pemetaan fasum dan fasos

Kesibukan tim pelaksana yang sangat tinggi

Tidak dapat terlaksananya survey pemetaan

Pengikatan

komitmen oleh project leader dan

82

No Tahapan Kegiatan Kendala Resiko Strategi

sesuai jadwal mentor melalui pertemuan

koordinasi secara berkala

8. Penyusunan Peta RDTR a. Digitasi on screen

peta RDTR

Kesibukan tim pelaksana yang sangat tinggi

Tidak dapat terselesaikan peta RDTR secara tepat waktu

Pengikatan

komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan

koordinasi secara berkala

b. Pencetakan peta RDTR

Kesibukan tim pelaksana yang sangat tinggi

Tidak dapat terselesaikan peta RDTR secara tepat waktu

Pengikatan

komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan

koordinasi secara berkala

9. Finalisasi draft pedoman teknis pemanfaatan ruang a. Brain storming

dengan OPD terkait

Adanya kondisi pandemi Covid-19

Tidak dapat dilaksanakan brain storming secara tatap muka

Kegiatan brain storming

dilaksanakan dengan

memperhatikan protokol kesehatan b. Melakukan Konsultasi

muatan dan materi Pokja Perencana TKPRD

Adanya kondisi pandemi Covid-19

Tidak dapat dilaksanakan konsultasi secara tatap muka

Kegiatan brain storming

dilaksanakan dengan

memperhatikan protokol kesehatan 10. Penetapan Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang Oleh Kepala DPUPR

a. Penyusunan surat monev

Adanya kondisi pandemi Covid-19

Tidak dapat disampaikan surat monev secara tatap muka

Kegiatan

penyampaian surat monev

dilaksanakan secara daring b. Pernyataan/

Testimoni User

Adanya kondisi pandemi Covid-19

Tidak dapat disampaikan testimony user

Testimoni user disampaikan secara daring c. Penetapan Pedoman

Teknis Pemanfaatan Ruang

Kesibukan

pejabat yang mengesahkan/

menetapkan pedoman

Pedoman teknis pemanfaatan ruang tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal

Koordinasi yang optimal dengan pejabat yang mengesahkan/

menetapkan pedoman 11. Monitoring dan Evaluasi

a. Rapat monitoring dan evaluasi pelaksanaan aksi

Adanya kondisi pandemi Covid-19

Kegiatan monev tidak dapat dilaksanakan

Kegiatan monev dilaksanakan dengan

Dalam dokumen A. DUKUNGAN STAKEHOLDER (Halaman 51-90)

Dokumen terkait