BAB IV KONTRIBUSI AKSI PERUBAHAN DALAM MENDUKUNG
B. Kendala dan Manajemen Resiko Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan
A. Aksi Perubahan Kinerja dan Pelayanan Publik Digital
Memasuki era revolusi industri 4.0, sebagai nama trend dari otomasi dan pertukaran terkini dalam teknologi pabrik, seluruh sektor/bidang usaha ditantang untuk menghasilkan “pabrik pintar”.
Tidak terkecuali pada bidang penataan ruang, Pemerintah dituntut untuk melakukan terobosan-terobosan berbasis Teknologi Informatika, demi mempermudah dan mempercepat pelayanan publik.
Pada aksi perubahan ini pemanfaatan teknologi digital akan dilakukan pada tahapan jangka panjang. Dimana teknologi digital telah tersedia dan terintegrasi pada Sistem Perijinan Digital Dalam Jaringan melalui layanan “Si Ida” di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kerjasama pengintegrasian pelayanan rekomendasi tata ruang dalam “Si Ida” telah terjalin sejak tahun 2019 dalam pelayanan Informasi Kesesuaian Tata Ruang Secara Online (IKTR Online).
Namun demikian kerjasama yang sudah terjalin tersebut belum optimal mengingat belum adanya pedoman teknis pemanfaatan ruang yang mengatur peruntukan secara detail berbasis keselamatan penerbangan.
Komitmen pengintegrasian lebih lanjut tentang pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keselamatan penerbangan telah diperoleh dari Kepala DPMPTSP.
B. Kendala dan Manajemen Resiko Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan Publik
Sehubungan dengan pergeseran tahapan/kegiatan realisasi aksi perubahan kinerja pelayanan publik jangka pendek ini, disampaikan
80
kendala dan manajemen resiko yang dilaksanakan project leader, antara lain :
Tabel 4. 1
Kendala dan Manajemen Resiko Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan Publik
No Tahapan Kegiatan Kendala Resiko Strategi
1. Persiapan pelaksanaan aksi perubahan a. Koordinasi dengan
stekeholder internal
Kesibukan
stakeholder dan project leader yang sangat tinggi
Terlambatmya pelaksanaan tahapan kegiatan aksi perubahan
Pengaturan jadwal koordinasi dengan stakeholder
b. Koordinasi dengan stakeholder eksternal
Kesibukan
stakeholder dan project leader yang sangat tinggi
Terlambatmya pelaksanaan tahapan kegiatan aksi perubahan
Pengaturan jadwal koordinasi dengan stakeholder
2. Pembentukan Tim Efektif a. Rapat pembentukan
Tim Kerja
Mundurnya jadwal milestone
pertama
Terlambatmya pelaksanaan tahapan kegiatan aksi perubahan
Pengaturan jadwal koordinasi dengan stakeholder
b. Menyusun draft SK Tim kerja
Tim administrasi tidak berkomitmen menyusun draft tim kerja
SK tim kerja tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal
Pengikatan
komitmen oleh project leader dan pertemuan
koordinasi secara berkala
c. Menetapkan Tim Efektif
Kesibukan
pejabat yang mengesahkan/
menandatangani SK sangat tinggi
SK tim kerja tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal
Koordinasi yang optimal dengan pejabat yang mengesahkan/
menandatangani SK
3. Menyiapkan bahan dan materi referensi penyusunan pedoman pemanfaatan ruang a. Mengumpulkan
referensi pedoman pemanfaatan ruang
Tim pelaksana tidak mengetahui referensi
pedoman pemanfaatan ruang yang harus digunakan
Referensi pedoman pemanfaatan ruang tidak diperoleh
Melakukan komunikasi dan konsultasi dengan stakeholder terkait tentang referensi yang harus digunakan b. Mempelajari
referensi pedoman teknis pemanfaatan ruang
Tim pelaksana tidak berkomitmen mempelajari referensi pedoman teknis
Tidak
terlaksananya penyusunan pedoman teknis pemanfaatan ruang sesuai referensi
Pengikatan komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan koordinasi secara berkala
81
No Tahapan Kegiatan Kendala Resiko Strategi
4. Penentuan deliniasi batas wilayah a. Menyiapkan deliniasi
peta kawasan perencanaan
Deliniasi kawasan perencanaan terdapat
perbedaan antara batas
permendagri dengan kondisi real lapangan
Tidak dapat terpetakan deliniasi kawasan
perencanaan
Dilakukan deliniasi kawasan
perencanaan secara kartometris
b. Penyepakatan batas wilayah Purworejo- Kulonprogo
Kesibukan
stakeholder dan yang sangat tinggi
Tidak dapat disepakati batas wilayah untuk kawasan
perencanaan
Pengaturan jadwal penyepakatan dengan stakeholder
5. Koordinasi dengan Tim Penyusun dan Pokja Perencanaan TKPRD a. Melakukan konsultasi
dengan Tim Penyusun Pedoman teknis Pemanfaatan Ruang
Adanya kondisi pandemi Covid-19
Tidak dapat dilaksanakan kegiatan secara tatap muka secara normal
Kegiatan konsultasi dilaksanakan dengan
memperhatikan protokol kesehatan b. Melakukan konsultasi
dengan Pokja Perencanaan TKPRD
Adanya kondisi pandemi Covid-19
Tidak dapat dilaksanakan kegiatan secara tatap muka secara normal
Kegiatan konsultasi dilaksanakan dengan
memperhatikan protokol kesehatan 6. Penyusunan kerangka rancangan pedoman teknis pemanfaatan ruang
a. Menyusun kerangka rancangan pedoman teknis pemanfaatan ruang
Tim pelaksana tidak berkomitmen menyusun
kerangka rancangan
pedoman teknis pemanfaatan ruang
Tidak
terlaksananya penyusunan kerangka pedoman teknis pemanfaatan ruang
Pengikatan komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan koordinasi secara berkala
b. Melakukan Koordinasi dengan Tim
Pelaksana
Adanya kondisi pandemi Covid-19
Tidak dapat dilaksanakan kegiatan koordinasi secara normal
Kegiatan tatap muka dilaksanakan dengan
memperhatikan protokol kesehatan 7. Survei dan Pemetaan Fasum dan Fasos
a. Menyiapkan
instrument survey dan surat tugas
Tim administrasi tidak berkomitmen menyusun
instrument survey dan surat tugas
Tidak
terselesaikannya instrument survey dan surat tugas sesuai jadwal
Pengikatan komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan koordinasi secara berkala
b. Melakukan survei pemetaan fasum dan fasos
Kesibukan tim pelaksana yang sangat tinggi
Tidak dapat terlaksananya survey pemetaan
Pengikatan
komitmen oleh project leader dan
82
No Tahapan Kegiatan Kendala Resiko Strategi
sesuai jadwal mentor melalui pertemuan
koordinasi secara berkala
8. Penyusunan Peta RDTR a. Digitasi on screen
peta RDTR
Kesibukan tim pelaksana yang sangat tinggi
Tidak dapat terselesaikan peta RDTR secara tepat waktu
Pengikatan
komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan
koordinasi secara berkala
b. Pencetakan peta RDTR
Kesibukan tim pelaksana yang sangat tinggi
Tidak dapat terselesaikan peta RDTR secara tepat waktu
Pengikatan
komitmen oleh project leader dan mentor melalui pertemuan
koordinasi secara berkala
9. Finalisasi draft pedoman teknis pemanfaatan ruang a. Brain storming
dengan OPD terkait
Adanya kondisi pandemi Covid-19
Tidak dapat dilaksanakan brain storming secara tatap muka
Kegiatan brain storming
dilaksanakan dengan
memperhatikan protokol kesehatan b. Melakukan Konsultasi
muatan dan materi Pokja Perencana TKPRD
Adanya kondisi pandemi Covid-19
Tidak dapat dilaksanakan konsultasi secara tatap muka
Kegiatan brain storming
dilaksanakan dengan
memperhatikan protokol kesehatan 10. Penetapan Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang Oleh Kepala DPUPR
a. Penyusunan surat monev
Adanya kondisi pandemi Covid-19
Tidak dapat disampaikan surat monev secara tatap muka
Kegiatan
penyampaian surat monev
dilaksanakan secara daring b. Pernyataan/
Testimoni User
Adanya kondisi pandemi Covid-19
Tidak dapat disampaikan testimony user
Testimoni user disampaikan secara daring c. Penetapan Pedoman
Teknis Pemanfaatan Ruang
Kesibukan
pejabat yang mengesahkan/
menetapkan pedoman
Pedoman teknis pemanfaatan ruang tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal
Koordinasi yang optimal dengan pejabat yang mengesahkan/
menetapkan pedoman 11. Monitoring dan Evaluasi
a. Rapat monitoring dan evaluasi pelaksanaan aksi
Adanya kondisi pandemi Covid-19
Kegiatan monev tidak dapat dilaksanakan
Kegiatan monev dilaksanakan dengan
83
No Tahapan Kegiatan Kendala Resiko Strategi
perubahan secara normal memperhatikan
protokol kesehatan b. Penyusunan laporan
aksi perubahan
Beberapa pelaksanaan tahapan aksi perubahan tidak sesuai jadwal
Laporan realisasi aksi perubahan tidak dapat selesai sesuai jadwal
Percepatan penyusunan laporan aksi perubahan
Sumber: Hasil Analisis 2020
84 BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Dengan adanya hasil aksi perubahan berupa Buku Pedoman Teknis Pemanfaatan Ruang Berbasis Keselamatan Penerbangan di Kawasan Border City, maka :
1. Akan meningkatkan kinerja Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang dalam penyediaan pedoman pemanfaatan ruang/ rencana tata ruang di Kabupaten Purworejo;
2. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo mendapatkan rujukan pedoman dalam merumuskan kebijakan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah.
3. Pemerintah daerah akan lebih mudah dan jelas dalam memberikan rekomendasi pemanfaatan ruang/perijinan serta lebih mudah dalam merumuskan kebijakan sektoral di Kawasan Border City;
4. Masyarakat akan mendapatkan informasi investasi di Kawasan Border City serta mendapatkan pedoman teknis pemanfaatan ruang yang aplikatif.
B. Rekomendasi
Sehubungan dengan terbatasnya waktu pelaksanaan aksi perubahan, kondisi pandemi Covid-19 dan terdapat pekerjaan yang lebih prioritas sehingga pelaksanaan aksi perubahan ini belum maksimal, untuk itu direkomendasikan :
1. Untuk mendukung perkembangan digitalisasi, maka perlu disiapkan buku pedoman versi digital yang dapat didownload melalui aplikasi
“Si Ida”;
2. Untuk memperkuat penerapannya oleh Perangkat Daerah, perlu disusun regulasi berupa Peraturan Bupati Purworejo pada pelaksanaan jangka panjang; dan
85
3. Pelaksanaan rencana jangka menengah dan jangka Panjang sesuai dengan pentahapan.
86
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : YUSUF SYARIFUDIN, ST, MSc
NIP : 198411242010011 033
Pangkat : Penata, III/c
Jabatan : Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang DPUPR Kabupaten Purworejo
Tempat/Tgl Lahir : Sukoharjo,24 November 1984
Agama : Islam
Alamat Rumah : Dusun Jogonandan RT 2 RW 2 Desa Lubangkidul Kecamatan Butuh Kbaupaten Purworejo
Status : Menikah
Istri : Trihartini Sulistyowati, SKM
Anak :
1. Thariq Ziyad Farzali (8 November 2009) 2. Rania Rafifatu Rifda (11Januari 2012)
87 Riwayat Pendidikan :
1. SD Negeri Sugihan 1 Kabupaten Sukoharjo(Tahun 1990 - 1996) 2. SMP Negeri 1 Sukoharjo (Tahun 1996- 1999)
3. SMA Negeri 1 Sukoharjo (Tahun 1999- 2002)
4. Universitas Diponegoro Semarang – S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (Tahun 2002 – 2007)
5. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta – S2 Geografi Penginderaan Jauh (Tahun 2008 – 2012)
Riwayat Pekerjaan :
1. DPUPR Kabupaten Purworejo – Bidang Perencanaan (Tahun 2010 - 2017)
2. DPUPR Kabupaten Purworejo – Bidang Ciptakarya dan Tata Ruang (Tahun 2018 - sekarang)
LAMPIRAN EVIDENCE:
A. DUKUNGAN STAKEHOLDER
B. MILESTONE/ TAHAPAN
DUKUNGAN
STAKEHOLDER
Dukungan Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo (Bp. Drs Said Romadhon)
Dukungan Kepala DPUPR Kabupaten Purworejo (Bp. Suranto, S.Sos, MPA)
Dukungan Kepala DPMPTSP Kabupaten Purworejo (Bp. Fithri Edi Nugroho, SE, MM)
Dukungan Kepala Bappeda Kabupaten Purworejo (Bp. Ir. Bambang Jati Asmara, MA)
Dukungan Ketua Pokja Perencanaan TKPRD
Kabupaten Purworejo (Bp. Anggit Wahyu N, S.Si, M.Acc)
Dukungan Kabid Perumahan dan Permukiman Kab. Purworejo (Ibu Indah Herlawati, ST, MM)
Dukungan Kabid Penanaman Modal DPMPSTP (Bp. Nur Aminingrum, MM dan Kabid PSP DPPKP Kab. Purworejo (Ibu
Muhibbatul Karimah, SP, MM)
Dukungan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Purworejo (Bp. Alipman Syafii)
Dukungan Kabag Pemerintahan Setda Kab. Purworejo (Ibu Sri Setyowati, SH, MM)
Dukungan Staf PT Angkasapura II (Bp Asnawi)
Dukungan Ketua LPNU (Unsur Masyarakat) Kab. Purworejo (Bp. Muh Heriyanto, ST, MT)
Dukungan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan Setda Kab. Purworejo
(Bp Wiyono Budi Santoso, SH)
Dukungan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Kulon Progo (Bp. Kultus Padmono, ST)
Dukungan Kasi Penataan Pertanahan BPN Kab. Purworejo (Bp. Joko Purwanto, S.Si)
MILESTONE/
TAHAPAN
MILESTONE 1
Persiapan pelaksanaan aksi perubahan a. Koordinasi Stakeholder Internal
b. Koordinasi Stakeholder Eksternal
A. KOORDINASI STAKEHOLDER INTERNAL
Foto Dokumentasi Koordinasi Stakeholder Internal
B. KOORDINASI STAKEHOLDER EKSTERNAL
Foto Dokumentasi Koordinasi Stakeholder Eksternal