PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), maka kawasan perkotaan di sekitar lokasi bandara, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Purworejo akan mengalami pertumbuhan yang pesat. Pemerintah Kabupaten Purworejo menyikapi hal tersebut dengan menetapkan kawasan sekitar Bandara YIA sebagai kawasan kota perbatasan, yaitu kota yang menjadi pusat kegiatan utama bandara. Berdasarkan ciri geografis wilayahnya, wilayah kota perbatasan merupakan perpaduan antara dataran rendah dan pantai di bagian selatan serta beberapa perbukitan di sisi utara.
Merujuk data Kementerian Perhubungan, kawasan Kota Perbatasan bahkan termasuk dalam kawasan rawan kecelakaan penerbangan, karena kawasan ini termasuk dalam zona Zona Keselamatan Operasional Penerbangan, dimana pemanfaatan ruangnya harus mematuhi ketentuan teknis tersebut. daerah. transportasi udara. Dalam konteks penataan ruang, penetapan pedoman pemanfaatan ruang sangat penting untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Pedoman pemanfaatan ruang ini berfungsi untuk menjembatani kebutuhan akan perkembangan bandara yang pesat dan mengendalikan penggunaan ruang di kawasan sekitar Bandara YIA serta menjaga fungsi kawasan sekitar bandara.
Dengan adanya juknis pemanfaatan ruang di kawasan Kota Perbatasan diharapkan kinerja pemerintah semakin meningkat. Dalam menganalisis permasalahan pelayanan publik, pimpinan proyek selaku Kepala Dinas Perencanaan dan Tata Guna Lahan DPUPR Kabupaten Purworejo menggunakan model Leavitt Diamond.
Diagnosa Organisasi Kinerja Pelayanan Publik
Kurangnya pemahaman pegawai dalam penyusunan juknis pemanfaatan ruang disebabkan oleh beban kerja yang berat dan berubahnya peraturan/referensi kementerian/lembaga dalam penyusunan juknis pemanfaatan ruang. Proses penetapan dan pengesahan pedoman penggunaan lahan yang sejalan dengan dinamika pembangunan memerlukan waktu yang panjang dan rumit. Kondisi belum adanya pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keselamatan penerbangan disebabkan rumit dan panjangnya proses penyusunan peraturan tata ruang daerah, sehingga tujuan kinerja pemberian peraturan/pedoman pemanfaatan ruang di daerah tidak tercapai.
Namun di sisi lain, ketersediaan pedoman pemanfaatan ruang masyarakat dan OPD terkait sangat ditunggu-tunggu. Terdapat staf di bagian perencanaan dan pemanfaatan ruang yang belum memahami pedoman teknis pemanfaatan ruang. Pembentukan tim pengembangan terpadu seluruh OPD untuk mendukung penyusunan pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keselamatan penerbangan.
Menggali referensi dari berbagai peraturan perundang-undangan mengenai penyusunan petunjuk teknis pemanfaatan ruang berdasarkan keselamatan penerbangan. Menyusun rancangan kerangka pedoman teknis pemanfaatan ruang yang mengacu pada berbagai peraturan perundang-undangan terkait.
Tujuan dan Manfaat
Sekaligus berkoordinasi dengan Tim Penyusun dan Pokja Perencanaan TKPRD untuk memperoleh masukan dari berbagai kepentingan (sektor). Meningkatkan kinerja Bagian Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang dalam memberikan petunjuk teknis pemanfaatan ruang di Kabupaten Purworejo. Memberikan pedoman bagi pemangku kepentingan (OPD terkait) dalam penerbitan izin di Kawasan Kota Perbatasan Kabupaten Purworejo.
DESKRIPSI PROSES KEPEMIMPINAN KINERJA PELAYANAN
Membangun Integritas dan Akuntabilitas Kepemimpinan dalam
- Visi dan Misi
- Gambaran Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
- Deskripsi Umum Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang
Perumusan kebijakan teknis di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yang meliputi perencanaan dan pembangunan, sumber daya air, pengembangan masyarakat, dan karya kreatif; Menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, yang meliputi perencanaan dan pengembangan, sumber daya air, pengembangan masyarakat, dan kreativitas; Pembinaan dan pengawasan teknis di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, yang meliputi perencanaan dan pembangunan, sumber daya air, pengembangan masyarakat, dan penciptaan karya;
Penataan perizinan dan pelayanan umum di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, termasuk perencanaan dan pembangunan, sumber daya air, pengembangan masyarakat, dan penciptaan karya; Melaksanakan koordinasi kegiatan dan kerja sama teknis dengan badan lain di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yang meliputi perencanaan dan pengembangan, sumber daya air, pengembangan masyarakat, dan karya kreatif; Penyelenggaraan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas profesi di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, yang meliputi perencanaan dan pembangunan, sumber daya air, pengembangan masyarakat, dan penciptaan karya.
Kegiatan penataan dan pemanfaatan tata ruang dipilih sebagai sasaran perubahan yang diharapkan dapat memberikan dampak perubahan yang lebih baik bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang itu sendiri maupun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo secara keseluruhan. Dari uraian tugas pokok dan fungsi sebagai kepala bidang penataan dan pemanfaatan ruang, tugas melaksanakan penataan dan pemanfaatan ruang wilayah masih rendah.
Pengendalian Mutu Kinerja dan Pengelolaan Budaya Pelayanan 19
- Perubahan Budaya Kerja dan Nilai-nilai Organisasi
Pencapaian Kinerja Ketersediaan Peraturan dan Informasi Rencana Umum dan Detail (RTRW, RDTR, RTR Kawasan Strategis).
Pengelolaan Tim Kerja (Perubahan Kedudukan dan Peran
- Membangun Komunikasi Efektif
- Mobilisasi Stakeholder
- Pengelolaan Sumber Daya Organisasi Terintegrasi
Pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan aksi perubahan ini terdiri dari pemangku kepentingan internal dan eksternal yang masing-masing mempunyai perannya masing-masing. Mentor, bertugas mengarahkan dan membimbing agen perubahan dalam penyusunan Aksi Perubahan 3 Manajer pengawas dan. Lebih jelasnya peran masing-masing pemangku kepentingan yang terlibat pasca aksi perubahan dapat dilihat pada tabel berikut.
Gambaran jaringan kerja dan peta hubungan antar pemangku kepentingan dalam upaya penerapan langkah perubahan ini dapat disajikan pada gambar berikut. Gambar detail pemetaan kuadran pemangku kepentingan pada perubahan ini dapat Anda lihat pada gambar berikut. Berdasarkan penjelasan di atas, terdapat tambahan pemangku kepentingan terkait perannya dalam aksi perubahan ini.
Pembina dalam perubahan ini adalah kepala bagian CKTR DPUPR Purworejo dengan tugas sebagai berikut. Memberikan arahan, bimbingan, pengarahan dan persetujuan kepada Manajer Proyek dalam penyusunan rencana aksi dan laporan perubahan.
HASIL PELAKSANAAN AKSI PERUBAHAN KINERJA
Pencantuman pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keamanan penerbangan di kawasan kota perbatasan dalam rancangan peraturan daerah Kabupaten Purworejo. Telah dilakukan tindakan perubahan dalam rangka penyusunan pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keamanan penerbangan di kawasan perkotaan perbatasan Kabupaten Purworejo. Dengan hasil kampanye perubahan berupa Pedoman Teknis keselamatan penerbangan penggunaan ruang di kawasan kota perbatasan yaitu.
Masyarakat akan mendapat informasi mengenai investasi di kawasan kota perbatasan serta petunjuk teknis pemanfaatan ruang yang berlaku.
KONTRIBUSI AKSI PERUBAHAN DALAM MENDUKUNG
Aksi Perubahan Kinerja dan Pelayanan Publik Digital
Tanpa terkecuali di bidang penataan ruang, pemerintah dituntut untuk melakukan terobosan-terobosan berbasis teknologi informasi guna mempermudah dan mempercepat pelayanan publik. Dimana teknologi digital telah tersedia dan diintegrasikan ke dalam sistem perizinan digital dalam jaringan melalui layanan “Si Ida” pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sejak tahun 2019, telah terjalin kerja sama integrasi layanan rekomendasi spasial di “Si Ida” dalam Layanan Informasi Spasial Online (IKTR Online).
Namun kerja sama yang terjalin belum maksimal mengingat belum ada pedoman teknis pemanfaatan ruang yang mengatur detail alokasi berdasarkan keselamatan penerbangan. Komitmen untuk lebih mengintegrasikan pedoman teknis pemanfaatan ruang berbasis keselamatan penerbangan telah diperoleh dari Kepala DPMPTSP.
Kendala dan Manajemen Resiko Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan
Hal ini akan meningkatkan kinerja Dinas Perencanaan dan Penataan Ruang dalam memberikan pedoman pemanfaatan ruang/penataan ruang di Kabupaten Purworejo; Pemerintah daerah akan lebih mudah dan jelas memberikan rekomendasi pemanfaatan ruang/izin dan lebih mudah merumuskan kebijakan sektoral di perbatasan wilayah perkotaan;
PENUTUP
Simpulan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo mendapat pedoman acuan dalam perumusan kebijakan pembangunan infrastruktur dan pembangunan daerah.
Rekomendasi