• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian dan pembahasan

Dalam dokumen pengaruh harga dan kualitas garam terhadap (Halaman 51-67)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian dan pembahasan

Sumber Mata Pencaharian di Kecamatan Arungkeke

NO Pertanian Jumlah Diluar Sektor Peranian Jumlah

1. Petani 3.278 Perdagangan 529

2. Peternak 197 Jasa 268

3. Tambak dan Nelayan 942 PNS dan ABRI 265 Sumber data :Hasil wawancara Tanggal 20 Agustus 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa yang bekerja di sector pertanian yang terdiri petani sebanyak 3.278 orang, peternak sebanyak 197 orang, tambak dan nelayan sebanyak 942 orang. Sedangkan diluar sector pertanian yaitu perdagangan sebanyak 529 orang, jasa sebanyak 268 orang, PNS dan ABRI sebanyak 265 orang.

35

N o

.

Kelas Interval Frekuensi Persentase 1

.

Mahal 10 40

2 .

Sedang 3 12

3 .

Murah 12 48

Jumlah 25 100

Berdasarkan tabel diatas tersebut diketahui bahwa frekuensi untuk variabel harga dianggap mahal oleh repsonden kisarn Rp.3.500-Rp. 5.000 sebanyak 10 responden (40%), selanjutnya pada kategori harga dianggap cukup murah atau sedang kisaran Rp. 2.500-Rp.3.400 sebanyak 3 respon (12%), dan sisanya sebanyak 12 responden (48%) pada kisaran Rp. 1.000- Rp.2.400.

Variabel harga dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan murah. Skor untuk menentukan kategori diperoleh dari nilai mean ideal dan standar deviasi ideal. Dari skor mean dan standar deviasi ideal tersebut dapat dilakukan klasifikasi mengenai kecenderungan variabel harga berdasarkan persepsi konsumen.

Gambar 4.1 Diagram Lingkaran Kategorisasi Harga Garam 40%

12%

48%

Harga Garam

Mahal Sedang Murah

37

Diagram lingkaran tersebut menunjukkan bahwa konsumen kisaran harga garam yang ditawarkan pedangang memang cukup bervariasi dan berdasarkan pada hasil penyebaran kuesioner yang diberikan terhadap variabel harga termasuk dalam kategori murah yaitu sebanyak 12 orang (48%).

b. Kualitas Garam

Data tentang variabel kualitas diperoleh berdasarkan persepsi konsumen melalui angket dengan jumlah responden 25 responden. Berdasarkan data penelitian yang telah diolah, selanjutnya disusun distribusi frekuensi seperti tabel di bawah ini:

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Variabel Kualitas Garam No Kelas Interval Frekuensi Persentase

1 Sangat

Bagus 2 8%

2 Bagus 11 44%

3 Cukup Bagus 5 20%

4 Kurang

Bagus 7 28%

5 Tidak Bagus - -

Jumlah 25 100%

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa frekuensi tertinggi untuk variabel kualitas garam terletak pada tanggapan kualitas garam bagus sebanyak 11 orang (44%), tanggapan kualitas garam kurang bagus dengan jumlah konsumen sebanyak 7 orang (28%), dan tanggapan kualitas garam cukup bagus dengan jumlah konsumen sebanyak 5 orang (20%).

Selanjutnya disusul tanggapan kualitas garam sangat bagus dengan jumlah konsumen sebanyak 2 orang (8%). Kualitas garam agar data lebih mudah dapat dimaknai, selanjutnya variabel kualitas garam dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu sangat bagus, bagus, cukup bagus, kurang bagus, dan

Gambar 4.2 Diagram Lingkaran Kategorisasi Harga Garam

Diagram lingkaran tersebut menunjukkan bahwa kualita garam menurut konsumen dan harga yang di tetapkan pedangang memang cukup bervariasi dan berdasarkan pada hasil penyebaran kuesioner yang diberikan terhadap variabel harga termasuk dalam kategori bagus yaitu sebanyak 11 orang (44%).

c. Kepuasan Konsumen

Data tentang variabel kepuasan konsumen diperoleh berdasarkan persepsi konsumen melalui angket dengan jumlah responden 25 konsumen. Hasil analisis deskriptif pada variabel kepuasan konsumen diperoleh skor tertinggi sebesar 89, skor terendah sebesar 42, rata-rata (mean) sebesar 61,23, median 62, modus 59, dan standar deviasi sebesar 7,301. Selanjutnya disusun distribusi frekuensi seperti tabel di bawah ini:

Tabel 4.4 Frekuensi Kepuasan Konsumen 5 Distribusi

No. Kelas

Interval

Frekuensi Persentase

1 Sangat Puas 0 0%

2 Puas 9 36%

3 Cukup Puas 12 48%

4 Kurang Puas 4 16%

5 Tidak Puas 0 0%

Jumlah 25 100%

8%

20% 44%

28% 0%

Kualitas Garam

Sangat Bagus Bagus Cukup Bagus Kurang Bagus Tidak Bagus

39

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa frekuensi tertinggi untuk variabel kepuasan konsumen terletak pada kategori cukup puas antara perbandingan harga dan kualitas harga sebanyak 12 orang (48%).

Selanjutnya disusul kategori puas dengan jumlah konsumen sebanyak 9 orang (38%), dan yang terakhir pada kategori kurang puas antara perbandingan harga dan kualitas harga sebanyak 4 orang (16%)

Gambar 4.3 Diagram Lingkaran Kategorisasi Kepuasan Konsumen Diagram lingkaran tersebut menunjukkan bahwa kepuasan konsumen terkait keseimbangan anatara harga dan kualitas garam yang di tawarkan pedagang ditanggapi cukup puas oleh konsumen sebanyak 12 orang (48%).

2. Pengujian Prasyarat Analisis

Sebelum menguji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji homoskedastisitas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari setiap variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov. Untuk

Sangat Puas 0% Puas

36%

Cukup Puas 48%

Kurang Puas

16%

Tidak Puas 0%

Kepuasan Konsumen

Sangat Puas Puas Cukup Puas Kurang Puas Tidak Puas

nilai Asymp. Sig lebih dari atau sama dengan 0,05 (taraf signifikansi 5%) maka data berdistribusi normal, sebaliknya apabila nilai Asymp. Sig kurang dari 0,05 maka distribusi data tidak normal. Hasil uji normalitas ditunjukkan tabel berikut:

Tabel 4. 5 Ringkasan Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 25

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 3.13014275 Most Extreme Differences Absolute .101

Positive .101

Negative -.082

Test Statistic .101

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan pada tabel menunjukkan nilai Asymp. Sig untuk variabel harga dan kualitas adalah 0,200 atau lebih besar dari 0,05, sehingga data variabel tersebut berdistribusi norma, sehingga data variabel kepuasan konsumen berdistribusi normal. Oleh karena itu, persyaratan analisis regresi ganda terpenuhi.

b. Uji Linearitas

Uji linearitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel bebas dengan variabel terikat memiliki hubungan yang linear atau tidak. Apabila

41

harga signifikansi kurang dari 0,05 maka hubungannya bersifat tidak linear, sebaliknya apabila nilai signifikansi lebih dari atau sama dengan 0,05 maka hubungannya bersifat linear. Hasil uji linearitas ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 4.6 Ringkasan Hasil Uji Linearitas ANOVA Table

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

Kepuasan

Konsumen * Harga

Between Groups

(Combined) 143.003 8 17.875 1.667 .183

Linearity 54.885 1 54.885 5.119 .138

Deviation from Linearity

88.118 7 12.588 1.174 .370

Within Groups 171.557 16 10.722

Total 314.560 24

Berdasarkan tabel dapat diketahui hasil uji linearitas untuk variabel harga, kualitas terhadap kepuasan konsumen diperoleh harga sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,370, maka dapat disimpulkan bahwa variabel harga (X1) memiliki hubungan yang linear dengan kepuasan konsumen (Y). Hasil uji linearitas untuk variabel kualitas terhadap kepuasan konsumen diperoleh harga sig 0,183 atau lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel kualitas (X2) terhadap kepuasan konsumen (Y) bersifat linear.

c. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi yang sangat kuat atau sempurna antar variabel bebas. Untuk mengetahui apakah ada multikolinearitas atau tidak adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai VIF kurang dari 4 maka tidak terjadi multikolinearitas, sedangkan jika nilai VIF lebih dari 4 maka

berikut:

43

Tabel 4.7 Ringkasan Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

95.0% Confidence

Interval for B Correlations

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta

Lower Bound

Upper Bound

Zero-

order Partial Part

Tolera nce VIF

1 (Constant) 20.672 4.593 11.147 30.196

Harga .238 .324 .178 -.435 .910 .418 .154 .135 .576 1.737

Kualitas Garam

.505 .333 .368 -.186 1.195 .484 .307 .279 .576 1.737

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa semua variabel mempunyai nilai VIF kurang dari 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas pada penelitian ini dan memenuhi persyaratan untuk dilakukan analisis regresi ganda.

3. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel harga dan kualitas terhadap kepuasan konsumen. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan tiga variabel bebas. Hasil analisis regresi linear berganda yang dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.8 Ringkasan Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 20.672 4.593 4.501 .000

Harga .238 .324 .178 3.733 .001

Kualitas Garam

.505 .333 .368 1.515 .004

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

(X1) sebesar 0,178, koefisien variabel kualitas (X2) sebesar 0,368, dan bilangan konstanta sebesar 20.672. Dari hasil analisis regresi tersebut dapat diketahui persamaan regresi linear berganda tiga prediktor sebagai berikut:

Y = 20.672+ 0, 178Xi + 0,368X2

a. Uji Parsial (Uji t)

Uji parsial (Uji t) digunakan untuk menunjukkan pengaruh secara individu variabel bebas yang ada dalam model terhadap variabel terikat. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat. Apabila nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Penjelasan hasil uji t untuk masing-masing variabel bebas adalah sebagai berikut:

1) Pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen diperoleh nilai koefisien regresi (b1) sebesar 0,178.

Pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung sebesar 3.733 dengan nilai signifikansi 0,001. Nilai signifikansi yang dihasilkan kurang dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa variabel harga berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen. Oleh karena koefisien regresi memiliki nilai positif maka dapat dikatakan bahwa variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumen.

2) Pengaruh kualitas terhadap konsumen

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh kualitas terhadap kepuasan konsumen diperoleh nilai koefisien regresi (b2) sebesar 0,368.

45

Pada taraf signifikansi 5% diperoleh thitung sebesar 1.515 dengan nilai signifikansi 0,004. Nilai signifikansi yang dihasilkan kurang dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa variabel kualitas berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen. Oleh karena koefisien regresi mempunyai nilai positif maka dapat dikatakan bahwa variabel kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.

Semakin tinggi kualitas maka kepuasan konsumen akan meningkat.

b. Uji Simultan F (Uji F)

Uji simultan (Uji F) digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas yaitu harga dan kualitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu kepuasan konsumen.

Tabel 4. 9 Ringkasan Hasil Uji F ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 79.413 2 39.706 3.715 .041b

Residual 235.147 22 10.689

Total 314.560 24

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen b. Predictors: (Constant), Kualitas Garam, Harga

Berdasarkan hasil perhitungan secara simultan pengaruh harga dan kualitas terhadap kepuasan konsumen, pada taraf signifikansi 5% diperoleh Fhitung 3.715 dengan signifikansi F sebesar 0,041. Nilai signifikansi F yang dihasilkan kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan harga dan kualitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen.

c. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk menunjukkan seberapa besar persentase variabel bebas (harga dan kualitas) secara bersama-sama

Model Summaryb

Model R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Change Statistics R Square

Change F Change df1 df2

Sig. F Change

1 .502a .252 .184 3.26933 .252 3.715 2 22 .041

a. Predictors: (Constant), Kualitas Garam, Harga b. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

Hasil pengujian regresi linear ganda menunjukkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,252 atau sebesar 25.2%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 25.2% kepuasan konsumen dipengaruhi oleh harga dan kualitas, sedangkan sisanya 74.8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

C. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas terhadap kepuasan konsumen.

1. Pengaruh Harga terhadap Kepuasan Konsumen

Berdasarkan deskripsi data penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar konsumen memberikan penilaian terhadap variabel harga termasuk dalam kategori murah dengan persentase 48%. Disusul dengan kategori mahal sebesar 40%, kemudian dalam kategori rendah dengan persentase 12%. Penelitian ini juga membuktikan bahwa hipotesis pertama diterima, yaitu harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.

Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen diperoleh nilai koefisien regresi (b1) sebesar 0,178. Pada taraf signifikansi 5% dapat diketahui thitung sebesar 3.733 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001. Oleh karena koefisien regresi mempunyai nilai

47

positif dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Pada tingkat harga tertentu, apabila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat. Dengan demikian, apabila nilai yang dirasakan konsumen semakin tinggi, maka akan menciptakan kepuasan konsumen.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ari Prasetio (2012) dengan judul “Pengaruh Kualitas dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus Pada PT. TIKI Cabang Semarang)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan PT. TIKI Cabang Semarang. Dengan demikian, hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya.

Harga juga menjadi faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen.

Kotler dan Amstrong (2008: 345) mengatakan bahwa harga merupakan sejumlah nilai yang dibebankan atas suatu produk atau jasa yang diberikan oleh konsumen untuk memperoleh keuntungan dari menggunakan produk atau jasa. Murah atau mahalnya harga suatu produk atau jasa sifatnya relatif. Harga yang terlalu tinggi tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik maka dapat menimbulkan kekecewaan konsumen. Dengan demikian, dalam menetapkan harga, pemilik usaha harus menyesuaikan harga dengan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Selain itu, pemilik usaha juga perlu membandingkan harga yang ditetapkan dengan harga produk atau jasa serupa yang diproduksi atau ditawarkan oleh pesaing. Hal ini dimaksudkan agar harga yang ditentukan oleh perusahaan tersebut tidak terlalu tinggi atau sebaliknya.

2. Pengaruh Kualitas terhadap Kepuasan Konsumen

Berdasarkan deskripsi data penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar konsumen berpendapat bahwa kualitas garam yang dijual dikategorikan

bahwa hipotesis kedua diterima, yaitu kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil perhitungan secara parsial pengaruh kualitas terhadap kepuasan konsumen diperoleh nilai koefisien regresi (b2) sebesar 0,368. Pada taraf signifikansi 5% dapat diketahui thitung sebesar 1.515 dengan nilai signifikansi sebesar 0,004. Oleh karena koefisien regresi mempunyai nilai positif dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Semakin tinggi kualitas maka kepuasan konsumen akan meningkat.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ari Prasetio (2012), Dwi Aryani dan Febrina Rosinta (2009), serta dan Greifie Lumintang dan Rotinsulu Jopie J. (2015). Hasil penelitian yang mereka lakukan menyimpulkan bahwa kualitas berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Yesenia dan Edward H. Siregar (2014) yang menunjukkan bahwa kualitas tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hal ini dapat disebabkan karena ada variabel lain yang lebih mempengaruhi kepuasan konsumen seperti kualitas produk, harga, ataupun fasilitas.

3. Pengaruh Harga dan Kualitas Secara Bersama-sama terhadap Kepuasan Konsumen

Kepuasan konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis terhadap variabel harga dan kualitas terhadap kepuasan konsumen. Hasil analisis menunjukkan secara bersama-sama harga dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini ditunjukkan dengan nilai R yang memiliki nilai positif dan

49

nilai signifikansi 0,041 atau kurang dari 0,05.

Secara simultan kedua variabel bebas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Besarnya pengaruh kedua variabel bebas tersebut terhadap kepuasan konsumen adalah 25.2%. Namun, masih terdapat variabel lain yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Total nilai variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yaitu sebesar 74,8%.

Jadi, dengan melihat besarnya pengaruh kedua variabel bebas tersebut terhadap kepuasan konsumen maka sudah sepatutnya kedua variabel tersebut menjadi perhatian khusus bagi pihak petani dan pedagang garam, dalam rangka meningkatkan mutu kualitas produk.

Harga dan kualitas merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Semakin tinggi tingkat kualitas produk dalam memuaskan konsumen, maka akan menyebabkan kepuasan konsumen yang tinggi pula (Kotler & Keller, 2009: 144). Harga juga mempengaruhi kepuasan konsumen. Apabila harga yang ditetapkan oleh pemilik usaha tidak sesuai dengan manfaat produk atau jasa, maka hal itu dapat menurunkan tingkat kepuasan konsumen. Sebaliknya, jika harga yang ditetapkan oleh pemilik usaha sesuai dengan manfaat yang diterima maka akan meningkatkan kepuasan konsumen. Pada tingkat harga tertentu, jika manfaat yang dirasakan meningkat, maka nilainya akan meningkat pula. Apabila nilai yang dirasakan konsumen semakin tinggi, maka akan menciptakan kepuasan konsumen yang maksimal (Tjiptono, 1997: 151). Kualitas pun juga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Lovelock, Wirtz, dan Mussry (2010: 154) mendefinisikan kualitas sebagai sesuatu yang secara konsisten dapat memenuhi atau melampaui harapan pelanggan/konsumen Semakin tinggi kualitas, maka semakin tinggi pula kepuasan konsumen.

45 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan harga terhadap kepuasan konsumen. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan koefisien regresi (b1) sebesar 0,178. Pada taraf signifikansi 5% dapat diketahui thitung sebesar 3.733 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001. Oleh karena koefisien regresi mempunyai nilai positif dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.

2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas terhadap kepuasan konsumen. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan koefisien regresi (b2) sebesar 0,368. Pada taraf signifikansi 5% dapat diketahui thitung sebesar 1.515 dengan nilai signifikansi sebesar 0,004. Oleh karena koefisien regresi mempunyai nilai positif dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Semakin tinggi kualitas maka kepuasan konsumen akan meningkat..

3. Hasil analisis menunjukkan secara bersama-sama harga dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.

Hal ini ditunjukkan dengan nilai R yang memiliki nilai positif dan nilai signifikansi 0,041 atau kurang dari 0,05.

B. Saran

Berdasarkan hasil analisis, maka peneliti memberikan beberapa saran

46

sebagai berikut:

1. Untuk lebih meningkatkan produksi garam di Kabupaten Jeneponto dan disarankan kepada para petani agar lebih kreatif dalam mengelolah penggaraman seiring dengan perkembanga zaman 2. Disarankan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan

penggaraman dan membeli alat yang tepat untuk mengelolah penggaraman.

3. Pemerintah lebih berperan aktif dalam menjaga stabilitas harag garam di Kabupaten Jenponto, khususnya pada saat musim panen.

Amir M, Taufiq. (2005). Dinamika Pemasaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Armstrong, Kotler . (2015). Marketing an Introducing Prentice Hall twelfth edition, . England:

Pearson Education, Inc.

Boone, Lodis E, Kurtz, David L.,. (2008). Pengantar Bisnis Kontenporer. Jakarta: Salemba Empat.

Bestians Ronaldy. (2014). Analisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi garam di Kec.

Kaliori Kab. Rembang. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.

Dharmmesta. (2008). Manajemen Pemasaran : Analisis Perilaku Konsumen. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Gaffar. (2007). Management and marketing public relations. Bandung: Alfabeta.

Gede Surya. A. (2010). Pengaruh harga dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen PT.

Garam (Persero) di jawa Timur. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pembagunan Nasional.

Hurriyati, R. . (2010). Bauran Pemasaran dan Loyalitas konsumen. Jakarta: CV. Alfabeta.

Kotler dan Keller. (2012). Manajemen pemasaran, Edisi 12. Jakarta: Jakarta : Erlangga.

Kotler, P. (2005). Manajemen pemasaran, Edisi 13 jilid 1. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.

Olivia Wangitan. (2018). Pengaruh harga terhadap penjualan produk motor Yamaha Mio pada PT. Hasjrat Abadi Outlet Karobasa Manado. Dalam Jurnal Administrasi Bisnis Universitas Samratulangi.

Samuel Gianluca, E. (2017). Pengaruh produk, harga, promosi penjualan pemasaran langsung dan dogital terhadap minat beli. Jurnal Universitas Sanata Dharma.

Situmorang, J. (2011). Pemasaran hijau yang semakin menjadi kebutuhan dalam dunis bisnis.

Jurnal Administrasi Bisnis Vol 7. No. 2. pp. 131-142, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods ).

Bandung: Alfabeta cv.

Sumarni dan Soeprihanto. (2010). Pengantar Bisnis ( Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan) Edisi kelima. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Tjipto, F. (2011). Strategi Pemasaran Edisi ketiga. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

48

L A M P

I

R

A

N

LAMPIRAN 1 Tabulasi Data

No Nomor Butir Skor

Harga

1 2 3 4 5

1 3 2 2 2 3 12

2 3 3 3 3 3 15

3 4 3 4 3 3 17

4 4 4 4 4 4 20

5 4 4 4 4 4 20

6 3 2 3 3 3 14

7 3 3 3 3 3 15

8 4 3 3 3 3 16

9 3 3 3 4 4 17

10 3 4 3 4 4 18

11 2 2 3 2 3 12

12 4 3 4 4 4 19

13 4 4 4 4 4 20

14 3 4 4 2 4 17

15 4 4 4 4 4 20

16 4 4 4 4 4 20

17 4 3 4 3 3 17

18 4 4 4 5 5 22

19 4 4 4 4 4 20

20 3 3 4 4 2 16

21 3 3 3 3 3 15

22 4 3 3 2 3 15

23 3 3 3 3 3 15

24 4 4 4 4 4 20

25 4 3 4 4 4 19

50

No Nomor Butir Skor

1 2 3 4 5 KG

1 2 3 2 2 3 12

2 4 4 4 3 4 19

3 4 4 3 3 2 16

4 4 2 3 3 4 16

5 4 4 3 3 4 18

6 3 3 3 2 4 15

7 3 3 3 2 4 15

8 4 3 2 2 3 14

9 3 4 3 3 3 16

10 4 3 3 3 3 16

11 2 2 2 2 3 11

12 4 3 3 3 4 17

13 4 4 3 4 4 19

14 3 2 1 2 4 12

15 4 2 4 4 5 19

16 4 4 4 4 5 21

17 3 3 3 4 4 17

18 4 4 3 4 5 20

19 3 3 2 2 5 15

20 3 3 2 3 3 14

21 3 3 3 3 4 16

22 2 3 2 2 4 13

23 3 3 2 2 4 14

24 2 3 2 2 4 13

25 4 4 3 3 4 18

46

No Nomor Butir Skor

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KK

1 4 4 2 3 3 1 1 2 3 1

24

2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3

32

3 3 3 3 2 4 3 2 4 4 4

32

4 4 4 3 4 2 3 4 2 2 2

30

5 4 3 3 3 4 3 1 3 3 3

30

6 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3

36

7 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3

35

8 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3

36

9 3 4 3 3 4 1 2 3 3 3

29

10 4 4 4 4 3 2 3 2 4 2

32

11 3 4 3 2 3 2 2 3 3 2

27

12 4 4 4 4 4 3 2 3 4 3

35

13 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4

35

14 2 4 2 4 4 3 2 4 4 4

33

15 4 2 2 4 4 4 2 2 4 2

30

16 4 4 4 4 5 5 3 4 4 4

41

17 4 4 5 3 4 3 3 4 4 4

38

18 4 4 4 5 4 3 3 3 3 4

37

19 4 4 3 3 4 3 1 2 4 3

31

20 4 3 3 4 4 3 1 3 4 2

31

21 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 32

22 4 4 4 4 4 3 2 2 3 3 33

23 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 31

24 4 4 4 4 4 3 2 3 4 3 35

25 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 34

47

Lampiran 2 .Analisis Data

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 25

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 3.13014275 Most Extreme Differences Absolute .101

Positive .101

Negative -.082

Test Statistic .101

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

52

ANOVA Table

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Kepuasan

Konsumen * Harga

Between Groups

(Combined) 143.003 8 17.875 1.667 .183

Linearity 54.885 1 54.885 5.119 .138

Deviation from Linearity 88.118 7 12.588 1.174 .370

Within Groups 171.557 16 10.722

Total 314.560 24

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

95.0% Confidence Interval

for B Correlations

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta

Lower Bound

Upper Bound

Zero-

order Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) 20.672 4.593 4.501 .000 11.147 30.196

Harga .238 .324 .178 3.733 .001 -.435 .910 .418 .154 .135 .576 1.737

Kualitas Garam

.505 .333 .368 1.515 .004 -.186 1.195 .484 .307 .279 .576 1.737

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

49

Lampiran 3. Regresi Berganda

Regression

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

Kepuasan Konsumen 32.7600 3.62031 25

Harga 17.2400 2.71232 25

Kualitas Garam 15.8400 2.64071 25

Correlations

Kepuasan

Konsumen Harga Kualitas Garam

Pearson Correlation Kepuasan Konsumen 1.000 .418 .484

Harga .418 1.000 .651

Kualitas Garam .484 .651 1.000

Sig. (1-tailed) Kepuasan Konsumen . .019 .007

Harga .019 . .000

Kualitas Garam .007 .000 .

N Kepuasan Konsumen 25 25 25

Harga 25 25 25

Kualitas Garam 25 25 25

Variables Entered/Removeda

Model Variables Entered Variables Removed Method 1 Kualitas Garam,

Hargab

. Enter

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen b. All requested variables entered.

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Change Statistics

54

Estimate R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change

1 .502a .252 .184 3.26933 .252 3.715 2 22 .041

a. Predictors: (Constant), Kualitas Garam, Harga b. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 79.413 2 39.706 3.715 .041b

Residual 235.147 22 10.689

Total 314.560 24

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen b. Predictors: (Constant), Kualitas Garam, Harga

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

95.0% Confidence Interval

for B Correlations

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta

Lower Bound

Upper Bound

Zero-

order Partial Part Tolerance VIF

1 (Constant) 20.672 4.593 4.501 .000 11.147 30.196

Harga .238 .324 .178 3.733 .001 -.435 .910 .418 .154 .135 .576 1.737

Kualitas Garam

.505 .333 .368 1.515 .004 -.186 1.195 .484 .307 .279 .576 1.737

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

Coefficient Correlationsa

Model Kualitas Garam Harga

1 Correlations Kualitas Garam 1.000 -.651

Harga -.651 1.000

Covariances Kualitas Garam .111 -.070

Harga -.070 .105

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

56

51

Collinearity Diagnosticsa

Model Dimension Eigenvalue Condition Index

Variance Proportions

(Constant) Harga Kualitas Garam

1 1 2.978 1.000 .00 .00 .00

2 .014 14.710 .96 .08 .29

3 .008 18.744 .04 .92 .71

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 29.0730 36.0191 32.7600 1.81903 25

Residual -5.57752 4.98086 .00000 3.13014 25

Std. Predicted Value -2.027 1.792 .000 1.000 25

Std. Residual -1.706 1.524 .000 .957 25

a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

57

Dokumentasi

58

53

BIOGRAFI PENULIS

Pendidikan yang telah ditempuh oleh peneliti yaitu Pendidikan Sekolah Dasar di SDN 144 Buhung Lantang lulus tahun 2010, melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMPN 29 Bulukumba lulus pada tahun 2013, kemudian setelah lulus melanjutkan pendidikan di SMAN 4 Bulukumba lulus pada tahun 2016, dan mulai tahun 2016 mengikuti program S1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar sampai. Sampai dengan penulisan Skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswi Program S1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.

Fitra Mustika panggilan Fira Lahir di Desa Buhung Bundang Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba pada tanggal 17 Januari 1999 dari pasangan Bapak Jasman dan Ibu Nurtahan. Peneliti adalah anak tunggal, dan sekarang tinggal di Perumahan Bumi Permata Hijau Alauddin Blok A15/8

Dalam dokumen pengaruh harga dan kualitas garam terhadap (Halaman 51-67)

Dokumen terkait