BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitan
3. Hasil Penelitian Data Laporan Keuangan Hiro Farm
pedagang kecil. Hal ini akan semakin mengurangi keuntungan yang diperoleh peternak. Pemasaran dengan pola mandiri banyak digunakan oleh peternak dengan modal sendiri sesuai dengan skala usaha peternakan yang diinginkan. Jalur pemasaran meliputi pengumpul, pasar tradisiona, pasar modern, dan penjual sendiri.49 Dan pola mandiri ini yang dipakai oleh usaha Hiro Farm.
3. Hasil Penelitian Data Laporan Keuangan Hiro Farm
44
Tabel 8. Biaya Tetap Usaha Hiro Farm Periode Tahun 2019
Sumber : Data Primer Hiro Farm setelah diolah 2021
Tabel 9. Biaya Tetap Usaha Hiro Farm Periode Tahun 2020
Sumber : Data Primer Hiro Farm setelah diolah 2021
2) Biaya Tidak Tetap (Variabel Cost)
Biaya tidak tetap yang dikeluarkan oleh usaha Hiro Farm terdiri dari, PPh Pasal 25, Mineral Campur Pakan (MIKO), Pabrikan Konsetrat Pakan (New Hope), pakan (jagung dan dedak), obat/vaksin, tre (tempat telur), DOC (anak ayam), listrik kandang, dan ongkos angkut pakan.
Gambaran mengenai biaya tetap Hiro Farm, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
No Uraian Nilai (Rp)
1
Pembelanjaan (Belanja Bangunan, PBB, Operasional Kandang)
Rp 1.392.812.117
2 Gaji Rp 1.123.281.000
Total Biaya Tetap Rp 2.516.093.117
No Uraian Nilai (Rp)
1 Gaji Rp 1.172.109.000
2
Belanja
Bangunan/Operasional Kandang, Pajak Bumi Bangunan (PBB)
Rp 1.346.980.190 Total Biaya Tetap Rp 2.676.829.190
Tabel 10. Biaya Variabel Usaha Hiro Farm Periode Tahun 2018
Sumber : Data Primer Hiro Farm setelah diolah 2021
Tabel 11. Biaya Variabel Usaha Hiro Farm Periode Tahun 2019
Sumber : Data Primer Hiro Farm setelah diolah 2021
No Uraian Nilai (Rp)
1 MIKO (Mineral
Campur Pakan) Rp 369.135.000 2 Tre + Ongkos Rp 720.298.000 3 DOC (Anak Ayam) Rp 709.560.000 4 Pakan Rp 17.340.648.500 5 Obat/Vaksin Rp 892.952.590 6 Biaya Borongan
Tukang Rp 215.000.000 7 Listrik Kandang Rp 73.200.000 8 PPH Pasal 25 Rp 39.000.000 Total Biaya Tetap Rp 20.359.794.090
No Uraian Nilai (Rp)
1 MIKO (Mineral
Campur Pakan) Rp 585.600.000 2 Tre (Tempat Telur) Rp 897.049.000 3 DOC (Anak Ayam) Rp 2.664.455.900 4 Pakan Rp 20.770.480.190 5 Obat/Vaksin Rp 1.399.970.423 6 Listrik Kandang Rp 107.192.493 7 PPH Pasal 25 Rp 122.160.000 Total Biaya Variabel Rp 26.546.908.006
46
Tabel 12. Biaya Variabel Usaha Hiro Farm Periode Tahun 2020
Sumber : Data Primer Hiro Farm setelah diolah 2021
b. Konsep Analisis Penerimaan dan Pendapatan Hiro Farm
Jumlah penerimaan yang didapat oleh Usaha Hiro Farm berasal dari penjualan telur, penjualan ayam afkiran, dan penjualan kotoran ayam. dalam data laporan keuangan Hiro Farm, data penjualan dibagi menjadi dua, yaitu penjualan telur dengan jumlah besar dan penjualan telur dengan jumlah kecil (eceran).
Gambaran mengenai jumlah penerimaan Hiro Farm dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 13. Jumlah Penerimaan Usaha Hiro Farm Periode Tahun 2018
Sumber : Data Primer Hiro Farm setelah diolah 2021
No Uraian Nilai (Rp)
1 MIKO (Mineral
Campur Pakan) Rp 494.100.000 2 Tre (Tempat Teelur) Rp 748.603.300 3 DOC (Anak Ayam) Rp 1.500.667.600 4 Pakan (Jagung &
Dedak) Rp 21.883.966.100 5 Obat/Vaksin Rp 1.241.674.734 6 Ongkos Angkut
Pangan Rp 250.479.000 7 Listrik Kandang Rp 109.358.281 8 PPh Pasal 25 Rp 157.740.000 Total Biaya Tetap Rp 26.386.589.015
No Uraian Nilai (Rp)
1 Penjualan Telur Rp 22.635.927.000 2
Pemasukan Kandang (Telur Eceran, Kotoran per
karung)
Rp 171.158.000 Total Penerimaan Rp 22.807.085.000
Tabel 14. Jumlah Penerimaan Usaha Hiro Farm Periode Tahun 2019
Sumber : Data Primer Hiro Farm setelah diolah 2021
Tabel 15. Jumlah Penerimaan Usaha Hiro Farm Periode Tahun 2020
Sumber : Data Primer Hiro Farm setelah diolah 2021
No Uraian Nilai (Rp)
1 Afkiran Rp 2.627.439.000 2 Penjualan Telur Rp 26.675.057.709 3
Pemasukan Kandang (Telur Eceran, Kotoran per
karung)
Rp 395.527.000 Total Penerimaan Rp 29.698.023.709
No Uraian Nilai (Rp)
1 Afkiran Rp 2.627.439.000
2 Penjualan Telur Rp 26.675.057.709 3
Pemasukan Kandang (Telur Eceran, Kotoran per karung)
Rp 395.527.000 Total Rp 29.698.023.709
48
Setelah semua data keuangan diperoleh, maka untuk proses rinciannya akan dihitung dan dikalkulasikan dengan rumus matematis di bawah ini;
Biaya Produksi Tahun 2018 diperoleh dengan menggunakan rumus;
TC = TFC + TVC
TC = 2.028.602.100 + 20.359.794.090 = 22.388.396.190
Dan Biaya Pendapatan Tahun 2018 diperoleh dengan menggunakan rumus;
∏ = TR – TC
∏ = 22.807.085.000 – 22.388.396.190 = 247.530.800
Biaya Produksi Tahun 2019 diperoleh dengan menggunakan rumus;
TC = TFC + TVC
TC = 2.516.093.117 + 26.546.908.006 = 29.063.001.123
Dan Biaya Pendapatan Tahun 2019 diperoleh dengan menggunakan rumus;
∏ = TR – TC
∏ = 29.467.829.276 – 29.063.001.123 = 404.822.153
Biaya Produksi Tahun 2020 diperoleh dengan menggunakan rumus;
TC = TFC + TVC
TC = 2.676.829.190 + 26.386.589.015 = 28.860.078.205
Dan Biaya Pendapatan Tahun 2020 diperoleh dengan menggunakan rumus;
∏ = TR – TC
∏ = 29.698.023.709 – 28.860.078.205 = 837.945.5004
Sehingga dapat disimpulkan di atas bahwa penerimaan usaha Hiro Farm lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Total penerimaan pada tahun 2018 sebesar Rp22.807.085.000. Sedangkan total biaya yang dikeluarkan sejumlah Rp22.388.396.190, sehingga hal ini dapat diukur dengan pendapatan (bersih), maka diperoleh dengan hasil Rp247.530.810.
Total penerimaan pada tahun 2019 sebesar Rp29.467.829.276.
Sedangkan total biaya yang dikeluarkan sejumlah Rp29.063.001.123.
sehingga hal ini dapat diukur dengan pendapatan (bersih), maka diperoleh dengan hasil Rp404.822.153.
Total penerimaan tahun 2020 sebesar Rp29.698.023.709.
Sedangkan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp28.860.078.205, sehingga hal ini dapat diukur dengan analisis pendapatan (bersih), maka diperoleh dengan hasil Rp837.945.504.
50
c. Analisis Studi Kelayakan Usaha Hiro Farm
Tujuan dilakukannya studi kelayakan usaha intinya agar usaha atau proyek ini djalankan tidak akan sia – sia atau dengan kata laintidak membuang uang, tenaga, dan pikiran secara percuma serta tidak akan menimbulkan masalah yang tidak perlu di masa yang akan dating. Bahkan dengan adanya usaha atau proyek akan dapat memberikan keuntungan serta manfaat kepada berbagai pihak.50
Untuk menganalisis kelayakan usaha Hiro Farm, dalam penelitian ini menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Revenue Cost Ratio (R/C). Dan hasil dari kelayakan usaha Hiro Farm dengan menggunakan parameter yang telah dibahas sebelumnya, yaitu :
1) Net Present Value (NPV)
Net Present Value adalah hasil selisih penerimaan dengan pengeluaran yang sudah dilakukan. NPV adalah nilai uang sekarang yang berasal dari sejumlah uang di masa yang akan datang dan dikonversikan ke sekarang dengan memakai tingkat bunga terpilih.
NPV = −𝐶0+ 𝑐1
(1+𝑖)+ 𝑐2
(1+𝑖)2 + ⋯ 𝑐𝑛
(1+𝑖)𝑛
Keterangan :
C0 : Intial investment (investasi awal)
C1 : Arus kas investasi pada tahun pertama Cn : Arus kas investasi pada tahun ke – n i : Discount factor (tingkat suku bunga)51
Dengan menggunakan rumus yang di atas maka diperolehh dengan perhitngan sebagai berikut :
− 100.000.000 + (247.530.810
1 + 0,0)1 ) + 404.822.153
1 + 0,0)2 + 837.945.504 1 + 0,0)3
= 1.390.298.467
Peneliti juga menggunaka rumus NPV dari Excel memberikan jawaban yang sama seperti jawaban di atas; = NPV(rate;values1;values2;values n;) = 𝑅𝑝1.390.298.467.
Kriteria:
NPV > 0, maka investasi layak secara finansial NPV < 0, maka investasi tidak layak secara finansial NPV = 0, maka investasi berada pada posisi titik impas
51Khamaludin, Sutresna Juhara dan Sodikin, “Studi Kelayakan Bisnis Bengkel Bubut Cipta Teknik Mandiri (Studi Kasus di Perumnas Tangerang Banten)”, Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik, Vol 6, Nomor 1, 2019, hlm. 3.
Tahun Pendapatan Bunga
0 -Rp 100.000.000
2018 Rp 247.530.810 2019 Rp 404.822.153
2020 Rp 837.945.504 0%
52
Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh hasil NPV lebih besar dari pada 0, dengan nilai NPV sebesar Rp1.390.298.467 lebih besar daripada 0.
Maka usaha Hiro Farm dinyatakan layak secara finansial.
2) Internal Rate of Return (IRR)
Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return), dasar pemikiran dari metode IRR adalah memberikan satu angka yang menyimpulkan manfaat dari suatu proyek. Angka yang dihasilkan tidak bergantung pada tingkat suku buunga yang merujuk pada pasar modal.
Kriteria :
IRR > i, maka layak secara finansial
IRR < i, maka investasi tidak layak secara finansial
IRR = i, maka investasi berada pada posisi titik impas (Break Even Point)
Dengan kata lain, Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang menggambarkan nilai bersih sekarang (NPV) sama dengan jumlah nilai investasi.52 Peneliti menghitung IRR dengan menggunakan rumus yang ada dalam excel; =IRR(modal awal investasi;values; values2; values n;) = 301%
Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh nilai IRR sebesar 301%, menandakan nilai NPV lebih besar dari pada i, maka
52Ibid, hlm. 3.
berdasarkan kriteria di atas, usaha Hiro Farrm dinyatakan layak secara finansial.
3) Analisis Pendeketan Revenue Cost Ratio (R/C)
Menurut Soekawati, suatu usaha yang akan dilaksanakan dinilai dapat memberikan keuntungan atau layak diterima jika dilakukan analisis kelayakan usaha. Kelayakan usaha dapat diketahui dengan pendekatan R/C.
R/C adalah singkatan dari Revenue Cost Ratio atau dikenal dengan perbandingan (nisbah) antara total biaya (TR) dan total penerimaan (TC).
Rumus : a = R/C Keterangan :
a : Kriteria Kelayakan
R : Penerimaan total dinyatakan dalam satuan (Rp) C : Biaya total dinyatakan dalam satuan (Rp) 53 a) Tahun 2018
a = R/C
a = 22.807.085.000 / 22.388.396.190 a = 1,018
b) Tahun 2019 a = R/C
a = 29.467.829.276 / 29.063.001.123
53Soekawati, Analisa Usaha Tani, (Universitas Indonesia, Press, Jakarta, 1995)
54
a = 1,013 c) Tahun 2020
a = R/C
a = 29.698.023.709 / 28.860.078.205 a = 1,029
Apabila a = 1 maka usahatani tidak untung atau impas, a < 1 menunjukan bahwa usaha tersebut tidak layak diusahakan dan jika a > 1 maka usahatani tersebut layak untuk diusahakan.
Berdasarkan hasil perhitungan di atas di peroleh nilai R/C pada tahun 2018 sebesar 1,018, tahun 2019 sebesar 1,013, dan tahun 2020 sebesar 1,029. Berdasarkan dengan kriteria R/C yang menyatakan IRR > 1, maka usaha Hiro Farm dinyatakan layak diusahakan.