BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Penelitian
(ROA) terbesar terjadi pada perusahaan MEGA yaitu sebesar 3.64% dan nilai Return on Asset (ROA) terkecil terjadi pada perusahaan BBKP itu sebesar - 4.6%. Nilai Debt to Equity Ratio (DER) terbesar terjadi pada perusahaan BSIM itu sebesar 18.65% dan nilai Debt to Equity Ratio (DER) terkecil terjadi pada perusahaan BBRI yaitu sebesar 0.64%. Sedangkan nilai Harga saham terbesar terjadi pada perusahaan MAYA yaitu sebesar Rp7.650 dan nilai harga saham terkecil pada perusahaan BABP yaitu sebesar Rp50.
Hasil Pengujian Normalitas Data P-Plot (Sumber: lampiran 4 hasil uji asumsi klasik)
Berdasarkan gambar 4.2 di atas uji normalitas dapat dilihat data titik-titik menyebar di sekitar garis secara diagonal sehingga dapat disimpulkan data tersebut berdistribusi normal dan regresi memenuhi asumsi normalitas dan layak untuk di analisis.
b. Uji Autokolerasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara pengganggu periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelum). Jika ada korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi.
Tabel 4.5 Uji
Autokorelasi
Pengukur Nilai
Du 1.652
Dw 1.775
4-Du 2.348
Hasil pengujian autokorelasi
(sumber: lampiran 4 hasil uji asumsi klasik)
Berdasarkan tabel 4.5 di atas uji autokorelasi, nilai Durbin Watson sebesar 1.775 dengan membandingkan nilai tabel menggunakan nilai signifikan 0,05. Oleh karena itu dapat dilihat du<d<4-du atau 1,652<1,775< 2,348 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokolerasi positif maupun negative.
c. Uji Multikoliniaritas
Uji asumsi tentang Multikolonieritas bertujuan untuk membuktikan atau menguji ada tidaknya hubungan linier antara variabel bebas atau lainnya.
Tabel 4.6 Uji
Multikolinearitas
Hasil pengujian multikolinearitas
(Sumber: lampiran 4 hasil uji asumsi klasik)
Berdasarkan tabel 4.6 di atas, hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai VIF dan hasil toleransi untuk masing- masing variabel sebagai berikut:
Variabel
Collinearity Statistics Tolerance VIF
ROA 0,894 1,119
DER 0,894 1,119
a. Nilai Toleransi untuk Return on Asset sebesar 0.894 >0.10 dan nilai VIF 1.119<10.000 maka variabel ROA dinyatakan bebas dari multikolinearitas
b. Nilai toleransi untuk Debt to Equity Ratio sebesar 0.894>0.10 dan nilai VIF 1.119 < 10.000 maka variabel DER dinyatakan bebas dari multikolinearitas.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi gejala multikolinearitas antara variabel independent (bebas).
d. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas bertujuan apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika varians residual satu pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas jadi model regresi yang baik homokedastisitas atau tidak menjadi heterokedastisitas. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residual SRESID. Pada grafik scatterplot sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah Residual analisisnya. Dasar analisisnya adalah:
Jika titik-titik membentuk pola tertentu yang teratur, maka
mengidentifikasi telah terjadi heterokedastisitas
Jika ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.
Gambar 4.3 Uji Heteroskedastisitas
Hasil Pengujian heteroskedastisitas (Sumber: lampiran 4 hasil uji asumsi klasik)
Berdasarkan gambar 4.3 tersebut, dapat diketahui bahwa titik- titik, menyebar secara acak dan membentuk pola tertentu dengan jelas. Serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk mengetahui pengaruh masing masing variabel independen terhadap variabel dependen.
2. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk melihat sejauh mana pengaruh ROA dan DER terhadap Harga Saham.
Tabel 4.7 Analisis Regresi Berganda Variable
Independen
Variable Dependen
Hasil Regresi
B Beta t Sig Keterangan
ROA Harga
Saham
0,014 0,004 3,606 0,001 Positif dan signifikan
DER Harga
Saham
0,036 0,035 1.032 0,306 Tidak berpengaruh
R= 0,434
R Square= 0,189
F= 6,515 Sig = 0,003 Persamaan
Regresi
Y=1.313 + 0,014+0,036 (Sumber: lampiran 5 analisis linear berganda)
Berdasarkan table 4.7 menjelaskan pengaruh masing-masing variable bebas terhadap variable terikat.
Penjelasan hasil untuk masing-masing variable bebas adalah sebagai berikut:
a. Nilai a = 1.313 menunjukkan bahwa jika variabel independen yaitu ROA dan DER dalam keadaan konstan atau tidak mengalami perubahan.
b. Nilai koefisien regresi ROA = 0,014 menunjukkan jika Return on Asset di tingkatkan 100% maka harga saham naik sebesar 0,014.
c. Nilai koefisien regresi DER = 0,036 menujukkan jika debt to equity ratio di tingkatkan 100% maka dividen payout ratio naik sebesar 0.036.
3. Uji Hipotesis 1. Uji Model (uji-F)
Hasil pengujian model (uji f) berpengaruh dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 6,515 dan nilai signifikansinya sebesar 0,003 lebih kecil dari 0,05 artinya model menggambarkan fakta.
2. Uji t
Hasil pengujian uji t dapat di jabarkan penjelasan pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat sebagai berikut :
1) Diketahui nilai sig untuk Return on Asset sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05) yang artinya Return on Asset berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Dan untuk nilai t hitungnya adalah sebesar 3,606 sedangkan nilai t tabel sebesar 1,672. Terlihat bahwa t hitung 3,606 > t tabel 1,672, maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak artinya ROA berpengaruh secara parsial terhadap harga saham.
2) Diketahui nilai sig untuk Debt to Equity Ratio sebesar 0,306 lebih besar dari nilai sig 0,05 (0,306 > 0,05) yang artinya Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Dan untuk nilai t hitung sebesar 1,032 sedangkan t tabel sebesar 1,672. Terlihat bahwa t hitung 1,032 < 1,672, maka dapat disimpulkan bahwa H2 di tolak artinya DER tidak berpengaruh secara parsial terhadap harga saham.
3. Koefisien Determinan R
nilai R square sebesar 0,189 maka dapat diartikan bahwa besar pengaruh Return on Asset dan Debt to Equity Ratio terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2017-2020 sebesar 18,9% yang artinya sangat lemah. Sedangkan sisanya 81,1% di pengaruhi oleh variabel- variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.