• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IX. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Hasil identifikasi dan pemeriksaan rebusan herba pegagan.

a. Hasil identifikasi herba pegagan dapat dilihat pada tabel II.

Tabel 2. Hasil identifikasi ekstrak herba pegagan.

Kandungan

kimia Pereaksi Pengamatan Hasil

Saponin HCl 2N busa stabil (± 5-10 menit). +

Tanin FeCl3 Terbentuk warna biru tua

atau hijau kehitaman + Glikosida H2SO4 (p) + asam

asetat anhidrat

warna biru (hijau kehitaman

/ungu) +

b. Hasil pemeriksaan rebusan herba pegagan.

Tabel 3. Hasil pemeriksaan rebusan herba pegagan.

Bentuk Warna Bau pH Rendemen

Cairan kental Coklat Kehitaman Khas 5,05 21,29%

c. Bentuk fisik emulgel rebusan Herba Pegagan

Emulgel Rebusan herba pegagan dibuat dengan variasi konsentrasi Hydroxy Propyl Methyl Cellulose 3,5%, 4,0%, 4,5% dan 5,0%. Dari masing-masing bentuk fisik diperoleh hasil seperti dalam tabel berikut.

Tabel 4. Bentuk fisik emulgel rebusan herba pegagan

FORMULA WARNA BAU HOMOGENNITAS

F1 Coklat tua Khas, Homogen

F2 Coklat muda Khas, Homogen

F3 Coklat muda Khas, Homogen

F4 Coklat muda Khas, Homogen

d. Hasil pengamatan organoleptik emulgel rebusan herba pegagan

Pengamatan organoleptik sediaan emulgel rebusan herba pegagan, pada penyimpanan selama 6 minggu dapat dilihat pada tabel IV.

26 Tabel 5. Hasil pengamatan organoleptis selama 6 minggu

Formula Waktu (minggu)

Organoleptis Bau Pertumbuhan

Jamur

Lapisan pada

permukaan Homogenitas

F1

0 - - - -

1 - - - -

2 - - - -

3 - - - -

4 - - - -

5 - - - -

6 - - + +

F2

0 - - - -

1 - - - -

2 - - - -

3 - - - -

4 - - - -

5 - - - -

6 - - + +

F3

0 - - - -

1 - - - -

2 - - - -

3 - - - -

4 - - - -

5 - - - -

6 - - + +

F4

0 - - - -

1 - - - -

2 - - - -

3 - - - -

4 - - - -

5 - - - -

6 - - - -

Keterangan : (+) = Terjadi Perubahan, (-) = Tidak terjadi Perubahan

27 e. Hasil pengukuran pH sediaan emulgel rebusan herba pegagan, Pengukuran pH

dilakukan setiap minggu selama 6 minggu.

Gambar 2. pH sediaan selama penyimpanan

f. Pemeriksaan viskositas.

Data viskositas rata-rata Viskositas emulgel rebusan herba pegagan pada 50rpm dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. Kurva viskositas rata-rata.

6. Hasil Uji Pemisahan Fase Emulgel Rebusan Herba Pegagan a. Uji dengan metode sentrifugasi

Hasil uji stabilitas stabilitas fisik emulgel rebusan herba pegagan dengan metode sentrifugasi dapat dilihat pada tabel V.

Tabel VI. Pengaruh Sentrifugasi terhadap pemisahan fase

Kecepatan Pemisahan fase

Putaran (rpm) F1 F2 F3 F4

3000 + + - -

Ket : sentrifugasi dilakukan selama 20 menit (+) = Terjadi Perubahan

(-) = Tidak Terjadi Perubahan

28 b. Uji dengan metode Freeze thaw

Hasil uji stabilitas fisik emulgel rebusan herba pegagan dengan metode freeze thaw dapat dilihat pada tabel VI.

Tabel 7. Hasil pengamatan pada siklus freeze thaw

Formula Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3

Freeze Thaw freeze thaw Freeze Thaw

1 - - - + + +

2 - - - + - +

3 - - - -

4 - - - -

Keterangan : (+) = Terjadi Perubahan (-) = Tidak Terjadi Perubahan

B. Pembahasan

Herba pegagan merupakan salah satu tanaman yang secara empiris telah digunakan untuk kecantikan dan bisa digunakan sebagai anti penuaan dini. Herba pegagan mengandung asiaticosida dan glicoside madecassoside yang berguna sebagai anti penuaan dini. Pemanfaatan herba pegagan belum dilakukan secara optimal karena belum diformulasikan menjadi bentuk sediaan yang praktis, efisien dan nyaman digunakan.

Kestabilan fisik emulgel ekstrak herba pegagan diamati dari pengamatn organoleptis, homogenitas, viskositas, pH dan uji freeze thaw selama 6 minggu.

Pengamatan fisik ini bertujuan untuk mengetahui apakah pada penyimpanan selama 6 minggu pada suhu kamar dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan pada peningkatan konsentrasi Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) 3,5%, 4,0%, 4,5%, dan 5,0%.

Hasil pengamatan organoleptik pada warna diperoleh menunjukkan F1 berwarna coklat tua, sementara pada F2, F3, dan F4 berwarna Coklat muda. Semakin besar konsentrasi gelling agent yang ditambahkan maka warna coklat semakin lemah dan baunya pun akan semakin berkurang. Kemudian pada pemeriksaan pertumbuhan jamur tidak ditemukan.

Hasil pengamatan homogenitas dan lapisan sediaan emulgel rebusan herba pegagan selama 6 minggu pada suhu kamar menunjukkan bahwa pada sediaan formula ke-4 tidak terbentuk lapisan pada sediaan homogen selama batas penyimpanan, tetapi pada formula ke-1, formula ke-2, dan formula ke-3 terbentuk lapisan minyak pada permukaan sediaan dan sediaan menjadi tidak homogen.

29 Pemisahaan yang terjadi karena konsentrasi pada HPMC yang rendah. Sehingga air yang terjerat atau yang terikat pada polimer sedikit dan menyebabkan tidak terjadinya ikatan yang kuat antara fase gel, fase emulsi dan ekstrak. Selain itu fase emulsi globul-globul minyak sudah tidak dikelilingi oleh lapisan pengemulsi dan minyak akan lebih cenderung untuk bergabung. Rusaknya lapisan pengemulsi juga menjadi penyebab pecahnya pada sediaan formula ke-1, formula ke-2 dan formula ke 3.

Hasil pemeriksaan pH pada sediaan formula 1,2,3 dan 4 menunjukkan terjadi peningkatan dan penurunan secara penyimpanan.Pada ke empat formula mengalami penurunan selama penyimpanan. Hal ini disebabkan karena adanya interaksi antar zat masing-masing dan kondisi penyimpanan, namun masih berada dalam rentang pH kulit normal yaitu pada rentang 4,5 hingga 6,5.

Pada uji pemisahaan fase dengan sentrifugasi, terlihat pada formula 1 dan 2 terjadi pemisahaan ini disebabkan oleh tidak stabilnya ikatan yang berbentuk antara globul minyak yang terdispersi dengan air karena adanya guncangan yang cepat, berbeda dengan formula 3 dan 4 tidak tejadi pemisahan karena ikatan antara globul minyak yang terdispersi pada fase air stabil dan membentuk struktur yang lebih kompak.

Penyimpanan sediaan pada siklus freeze thaw dilakukan untuk melihat pengaruh suhu terhadap pemisahan fase emulgel selama penyimpanan dengan suhu yang berbeda yaitu siklus freeze pada suhu 4oC dan siklus thaw pada suhu 45oC. Pengamatan dilakukan selama 3 siklus hasil pengamatan pada formula 1 dan formula 2 terjadi perubahan pada thaw, siklus ke-2, dan pada formula 1 mengalami perubahan freeze dan thaw dan pada formula 2 terjadi perubahan pada thaw, siklus ke-3, sedangkan pada formula ke-3 dan ke-4 tidak mengalami perubahan. Hal ini terjadi karena formula pada konsentrasi gelling agent rendah memiliki konsistensi emulsi yang tinggi, pada emulsi suhu yang ekstrim dapat menyebabkan emulsi menjadi kasar dan coalensi dimana terbentuk globul yang besar naik ke permukaan atau turun ke dasar dan membentuk lapisan yang tebal yang akan diikuti dengan breaking yaitu pemisahaan fase terdispersi dari fase kontinu, prosesnya irreversible karena lapisan emulgator yang mengelilingi caoran sudah tidak ada(2).

30 Penyimpanan pada kondisi freeze menyebabkan rata-rata ukuran globul meningkat. Akan tetapi pada peningkatan suhu yaitu pada kondisi thaw akan terjadi menurun ukuran globul. Hal ini terjadi karena pada saat fase air yang disimpan pada kondisi freeze akan membentuk kristal es sehingga ruang fase air menjadi menyempit dan akan memaksa fase padat untuk berdekatan sedangkan pada penyimpanan kondisi thaw kristal es akan mencair membentuk suatu lapisan yang terpisah dari fase padatnya.

Berdasarkan hasil pengukuran viscositas dapat diketahui semakin besar konsentrasi Hydroxyl propyl Methyl Celullose (HPMC) sebagai Gelling Agent dapat meningkatkan viskositas sediaan emulgel rebusan herba pegagan. Pada F1, F2, F3, dan F4 diperoleh nilai viscositas yang pada setiap formulanya memiliki konsistensi kekentalan yang berbeda, semakin tinggi konsentrasi gelling agent maka semakin kental.

Berdasarkan pengamatan kenaikan viskositas pada sediaan disebabkan oleh peningkatan konsentrasi HPMC. Semakin tinggi konsentrasi HPMC yang digunakan maka semakin banyak molekul-molekul yang saling berdekatan dan mengakibatkan daya kohesivitas pun akan semakiin besar dari pada daya adhesivitasnya.

Hasil analisa pengamatan viskositas diperoleh data yang normal dengan nilai signifikan > 0,05 pada uji Kolmogorv – Smirnov maka Ho diterima atau data-data tersebut terdistribusi normal dan memenuhi syarat untuk dilakukan pengujian parametik, kenudian dilanjutkan pada uji homogenitas diperoleh nilai signifikan yaitu >

0,05 maka data viskositas dinyatakan homogen, dilanjutkan pada ANAVA, diperoleh p

= 0.000 (p<0,05) maka terdapat perbedaan bermakna pada tiap formula, maka dapat dilanjutkan uji tuckey–HSD untuk melihat perbedaannnya.

31 BAB X

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi Hydroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) sebagai Gelling Agent dapat meningkatkan stabilitas fisik emulgel ekstrak herba pegagan.( Centella asiatica L. ).

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disarankan untuk dilanjutkan uji stabilitas kimia dan mikrobiologi terhadap emulgel ekstrak herba pegagan, serta dilakukan uji iritasi dan uji keamanan emulgel terhadap kulit.

32 DAFTAR PUSTAKA

Aging Skin Net. Causes of Aging Skin. www.skincarephysicians.com/

agingskinnet/basicfacts. html. 24 Juni 2011

Anonim. 2003. Handbook of Pharmaceutical Excipient. Fourth Edition. Editor: Raymon C.

Rowe, Paul J Sheskey dan Paul J Weller. The Pharmaceutical Press, London. Hal.

89,297,390,521,571.

Ansel, H. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Terjemahan: F. Ibrahim. Universitas Indonesia Press. Hal. 357-391.

Dalimartha, S. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Hal. 149-151.

Dedi A. 2009. Pengaruh Peningkatan Konsentasi Hydroxy Prphyl Methyl Cellulose (HPMC) Sebagai Gelling Agent Terhadap Viskositas Emulgel Estrak Etanol 70

% Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanni Ness ex Bl.). Jurusan Farmasi.

Fakultas MIPA. UHAMKA. Jakarta. Hal. 8-16, 21, 27.

Departemen Kesehatan. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Depkes RI. Jakarta. Hal. 4, 7, 1002, 1030, 1043, 39, 799.

Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan obat. Direktorat Jendral POM. Departemen kesehatan RI.

Jakarta. Hal. 5, 10-11.

Lieberman, A.H., Ringer, M., Banker, S.G. 1989. Pharmaceutical Dosage Forms : Disperse System, volume I & II. Marcel Dekker. New york: 184, 198-199,289- 290, 310 240, 399-404, 512.

Martin, A. 1993. Farmasi Fisik II. Edisi 3. Terjemahan: Yoshita. UI Press. Jakarta. Hal 923- 972, 1077-1163, 1170, 1256, 1269.

Martini, K. 1997. Fundamentals of Anatomy and Physiology. Fourth Edition. Prentice Hall, USA. Hal.148-161.

Mohamed, M I. . Optimization of Chlorpenesin Emulgel Formulation. www.aapsj.org.

27 Juni 20011.

Rieger, M. M. 2000. Harry’s Cosmeticology, Eight Edition. Chemical Publishing Inc., New York. Hal 3-12

Suratman. Pengaruh Ekstrak Antanan dalam Bentuk Salep, Krim dan Jelly terhadap Penyembuhan Luka Bakar. www.kalbe.co.id. 20 september 2011.

33 U.S National Library. National Institutes of Health. Aging changes in skin.

www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/004014.html. 24 Juni 2011

Voigt, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Terjemahan: Soendani Noerono.

UGM. Yogyakarta. Hal. 314, 328, 335, 340, 341, 344-347, 358.

Warieh E. W. 2006. Formulasi Krim Pelembut Ekstrak Herba Pegagan. Fakultas Farmasi. Universitas Pancasila. Jakarta. Hal. 33-38.

Wasitaatmadja, SM.1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. UI Press, Jakarta. Hal 181-188.

34 Lampiran 1. Biodata Ketua Peneliti

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Zainul Islam, M.Farm., Apt

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli

4 NIP/NIK/Identitas lainnya

5 NIDN 0426067902

6 Tempat, Tanggal Lahir Jakarta, 26 Juni 1979

7 E-mail [email protected]

8 Nomor Telepon/HP 0818730773

9 Alamat Kantor Jl. Delima II/IV Prumnas Klender, Jakarta Timur, 13460

10 Nomor Telepon/Faks

11 Lulusan yang Telah Dihasilkan S1 : 20 orang

12 Nomor Telepon/Faks

1. Farmakologi 1, 2 dan 3

13 Mata Kuliah yang Diampu 2. Praktek Farmakologi 3. Praktek Farmakoterapi

4. Manajemen dan Wirausaha Farmasi

Jakarta, 30 Juli 2018

Ketua Peneliti,

Zainul Islam, M. Farm. Apt.

NIDN. 0426067902

35 Lampiran 2. Biodata Anggota Peneliti

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Fahjar Prisiska, M. Farm., Apt.

2 Jenis Kelamin Pria

3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli

4 NIP/NIK/Identitas lainnya D. 12.0774

5 NIDN 0311048101

6 Tempat, Tanggal Lahir Jakarta, 11 April 1981

7 E-mail [email protected]

8 Nomor Telepon/HP 081318886601

9 Alamat Kantor Jl. Delima II/IV Prumnas Klender, Jakarta Timur,

13460

10 Nomor Telepon/Faks 021-8611070/021-86603233

11 Lulusan yang Telah Dihasilkan S-1 = 50 orang; S-2 = - orang; S-3 = - orang

12 Nomor Telepon/Faks

5. Kimia Fisika

13 Mata Kuliah yang Diampu 6. Farmasi Fisika

7. Praktikum Farmasi Fisika

8. Stabilitas Obat

B. Riwayat Pendidikan

S-1 S-2 S-3

Nama Perguruan Tinggi UHAMKA ANDALAS -

Bidang Ilmu Farmasi Farmasi -

Tahun Masuk-Lulus 1999-2005 2008-2011 -

Validasi Penetapan Kadar

Optimasi Formula

Loperamid HCl dalam

Judul Skripsi/

Biomembran Kitosan dari

Medium Isopropil ALkohol -

Tesis/Disertasi secara Spektrofotometer Udang Kelong dengan

Penambahan Madu

UV-Vis

Nama

1. Drs. Taufik Riadi, 1. DR. Muslim Suardi, M.

M.Si., Apt. Farm., Apt

Pembimbing/Promotor 2. Onny Indriani, M. Si., 2. Prof. Dr. Elfi Sahlan -

Apt Ben, M. Si., Apt.

36 C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)

No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan

Sumber* Jml (Juta Rp)

Pengaruh Peningkatan Konsentrasi Madu Terhadap 1 2015 Difusi Neomisin Sulfat Pada Sediaan Penutup LEMLIT

Rp. 8.500.000 Luka melalui Membran Millipore-Isopropil UHAMKA

Miristat

Pengaruh Penggunaan Gelatin, PVP, dan Metil LEMLIT

2 2016 sellulosa sebagai Bahan Pengikat Terhadap Sifat UHAMKA Rp. 9.800.000 Fisik Tablet Kunyah Ekstrak Kering Sambioto

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

Pendanaan

No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Jml

Sumber* (Juta

Rp)

Sosialisasi GKSO dan Penyuluhan DAGUSIBU (Dapatkan,

1 2017 Gunakan, SImpan dan Buang) Obat dengan Benar. FFS MANDIRI - UHAMKA. LUSTRUM 1.

Sosialisasi GKSO dan Penyuluhan DAGUSIBU (Dapatkan, 2 2017 Gunakan, SImpan dan Buang) Obat dengan Benar. Perumahan MANDIRI -

Villa Mutiara Gading 3 Rt : 004/012.Babelan Bekasi E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun

1 -

2 -

37 F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir

No. Nama Pertemuan Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

Ilmiah / Seminar

Seminar “Tantangan Wirausaha Bidang Farmasi Lustrum 1 FFS

1 Kefarmasian : dan Perkembangan Regulasi Kefarmasian UHAMKA. 14-15 April

. Indonesia 2017

RAKERDA IAI

Wisma PKBI, 18 – 19

2 RAKERDA IAI DKI JAKARTA Maret 2017

DKI JAKARTA

Jakarta Selatan

Seminar Wisma PKBI, 18 – 19

3 “APOTEKER BERANI TAMPIL” Maret 2017

Kefarmasian

Jakarta Selatan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan qadapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya

Jakarta, 30 Juli 2018 Anggota Peneliti,

Fahjar Prisiska, M. Farm., Apt.

38 Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Peneliti

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Zainul Islam, M. Farm., Apt.

NIDN : 0426067902

Pangkat / Golongan : III-B

Jabatan Fungsional : Asisten Ahli

Dengan ini menyatakan bahwa proposal penelitian saya dengan judul: “ Pengaruh Peningkatan Konsentrasi Hydroxy Propyl Methyl Celulose sebagai Gelling Agent terhadap Stabilitas Fisik Emulgel Rebusan Herba Pegagan (centella asiatic L) “.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Jakarta, 30 Juli 2018 Yang menyatakan,

Zainul Islam, M. Farm., Apt.

NIDN. 0426067902

39 Lampiran 4. PH Ekstrak Emulgel Herba Pegagan

Tabel 8. Hasil Perhitungan pH Rata – rata

Formula Waktu pH Rata-rata

(minggu ke-) Replika 1

Replika 2

Replika

3

0 5.75

5.74 5.75 5.75 1 5.73

5.74 5.72 5.73 2 5.73

5.72 5.72 5.72 1 3 5.71

5.70 5.69 5.70 4 5.69

5.68 5.69 5.69 5 5.66

5.65 5.66 5.66 6 5.65

5.63 5.65 5.64 0 5.77

5.78 5.76 5.77 1 5.75

5.74 5.75 5.75 2 5.74

5.74 5.73 5.74 2 3 5.72

5.70 5.73 5.72 4 5.71

5.70 5.71 5.71 5 5.69

5.68 5.68 5.68 6 5.66

5.67 5.69 5.67 0 5.83

5.83 5.82 5.83 1 5.82

5.83 5.80 5.82 2 5.81

5.82 5.80 5.81 3 3 5.81

5.81 5.80 5.81 4 5.80

5.79 5.80 5.80 5 5.77

5.76 5.77 5.77

40 6 5.75

5.73 5.76 5.75 0 5.95

5.93 5.96 5.95 1 5.95

5.94 5.94 5.94 2 5.94

5.98 5.89 5.94 4 3 5.93

5.93 5.92 5.93 4 5.91

5.90 5.92 5.91 5 5.89

5.87 5.89 5.88 6 5.88

5.86 5.87 5.87

41 Lampiran 5. Perhitungan HLB

Tween 80 HLB = 15 Span 80 HLB = 4.3 HLB butuh paraffin : 12

Jumlah yang emulgator yang ditambahkan : 2 gram Cara perhitungan : metode Aligasi

Twee 80 15 7.7

12

Span 80 4.3 3+

HLB campuran 10.7

Jumlah Tween 80 = 7.7/10.7 x 2 gram = 1.44 gram Span 80 = 3/10.7 x 2 gram = 0.56 gram

43 Lampiran 7. Hasil Analisa Data Statistik Terhadap Evaluasi Uji Viskositas

Emulgel ekstrak Herba Pegagan 1. Uji Normalitas

Hipotesa uji : Ho: Data viskositas terdistribusi normal Hi : Data viskositas tidak terdistribusi normal

Pengambilan keputusan :Signifikan>0.05 maka Ho diterima Signifikan<0.05 maka Ho ditolak

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

konsentrasi

N 28

Normal Parametersa,,b Mean 4.2500

Std. Deviation .56928

Most Extreme Differences Absolute .170

Positive .170

Negative -.170

Kolmogorov-Smirnov Z .898

Asymp. Sig. (2-tailed) .395

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Kesimpulannya : Nilai Signifikan > 0,05 maka Ho diterima, berarti data viskositas

terdistribusi normal.

44 Lampiran 7. (Lanjutan)

2. Uji Homogenitas

Tujuan : Untuk mengetahui apakah data mempunyai varian yang sama atau tidak

Hipotesa : Ho = data viscositas mempunyai varian yang sama H1 = data viscositas mempunyai varian yang berbeda Ketentuan : Sig > 0,05 maka Ho diterima

Sig < 0,05 maka Ho ditolak

Test of Homogeneity of Variances

Viscositas

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.422 3 24 .739

Kesimpulan : nilai 0,739 > 0,05 Ho diterima berarti data viscositas mempunyai varian yang sama.

45 Lampiran 7. (Lanjutan)

Pengambilan keputusan : - Signifikan > 0,05 maka Ho diterima - Signifikan < 0,05 maka Ho ditolak

ANOVA

Viscositas

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 484554.393 3 161518.131 281.969 .000

Within Groups 13747.714 24 572.821

Total 498302.107 27

Hipotesis uji : - Ho : Data viscositas terdistribusi normal -H1 : Data viscositas tidak terdistribusi normal

Pengambilan keputusan : - Signifikan > 0,05 maka Ho diterima - Signifikan < 0,05 maka Ho ditolak

Kesimpulan : Nilai sig 0,000 < 0,05 Ho ditolak berarti terdapat perbedaan viskositas pada tiap formula

46 Lampiran 7. (Lanjutan)

Multiple Comparisons Viscositas

Tukey HSD (I)

konsent rasi

(J) konsent rasi

Mean Difference

(I-J) Std. Error Sig.

95% Confidence Interval

Lower Bound Upper Bound 3.50 4.00 -204.14286* 12.79309 .000 -239.4340 -168.8517

4.50 -251.28571* 12.79309 .000 -286.5769 -215.9946 5.00 -363.28571* 12.79309 .000 -398.5769 -327.9946

4.00 3.50 204.14286* 12.79309 .000 168.8517 239.4340

4.50 -47.14286* 12.79309 .006 -82.4340 -11.8517

5.00 -159.14286* 12.79309 .000 -194.4340 -123.8517

4.50 3.50 251.28571* 12.79309 .000 215.9946 286.5769

4.00 47.14286* 12.79309 .006 11.8517 82.4340

5.00 -112.00000* 12.79309 .000 -147.2911 -76.7089

5.00 3.50 363.28571* 12.79309 .000 327.9946 398.5769

4.00 159.14286* 12.79309 .000 123.8517 194.4340

4.50 112.00000* 12.79309 .000 76.7089 147.2911

*. The mean difference is significant at the 0.05 level.

Viscositas Tukey HSDa

konsent

rasi N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3 4

3.50 7 481.1429

4.00 7 685.2857

4.50 7 732.4286

5.00 7 844.4286

Sig. 1.000 1.000 1.000 1.000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

47 Lampiran 8. Sertifikat of Analisa Hydroxy Propyl Methyl Cellulose

48 Lampiran 9. Hasil Determinasi Ekstrak Herba Pegagan

49 Lampiran 10. Evaluasi Uji Viskositas dan Rheologi.

Rumus:

Shearing stress = k x % torque Dimana:

k : k tabel spindel yang digunakan

% torque : persen yang terbaca pada Viskometer Brookfield.

Cara perhitungan:

Diketahui: k pada spindel 6 = 2,35

% torque = 8,2 Shearing stress = k x % torque

= 2,35 x 8,2 = 19,27 dyne/cm2

Tabel X. Faktor konversi spindel dari viskometer brookfield.

Nomor spindel 1 2 3 4 5 6 7

k 0,035 0,119 0,279 0,539 1,05 2,35 8,4 n = 0,1 1,728 1,431 1,457 1,492 1,544 1,366 1,936

0,2 0,967 0,875 0,882 0,892 0,907 0,851 1,007 0,3 0,705 0,656 0,656 0,658 0,663 0,629 0,681 0,4 0,576 0,535 0,530 0,529 0,528 0,503 0,515 0,5 0,499 0,458 0,449 0,445 0,442 0,421 0,413 kN 0,6 0,449 0,404 0,392 0,387 0,382 0,363 0,346 0,7 0,414 0,365 0,350 0,343 0,338 0,320 0,297 0,8 0,387 0,334 0,317 0,310 0,304 0,286 0,261 0,9 0,367 0,310 0,291 0,283 0,276 0,260 0,232 1,0 0,351 0,291 0,270 0,262 0,254 0,238 0,209

50

Lampiran 10. (Lanjutan)

Gambar 4. Kurva sifat alir F1 Minggu 0

Gambar 5. Kurva sifat alir F1 Minggu 1

Gambar 6. Kurva sifat alir F1 Minggu 2

Gambar 7. Kurva sifat alir F1 Minggu 3

51 Lampiran 10. (Lanjutan)

Gambar 8. Kurva sifat alir F1 Minggu 4

Gambar 9. Kurva sifat alir F1 Minggu 5

Gambar 10. Kurva sifat alir F1 Minggu 6

Gambar 11. Kurva sifat alir F2 Minggu 0

52 Lampiran 10. (Lanjutan)

Gambar 12. Kurva sifat alir F2 Minggu 1

Gambar 13. Kurva sifat alir F2 Minggu 2

Gambar 14. Kurva sifat alir F2 Minggu 3

Gambar 15. Kurva sifat alir F2 Minggu 4

53 Lampiran 10. (Lanjutan)

Gambar 16. Kurva sifat alir F2 Minggu 5

Gambar 17. Kurva sifat alir F2 Minggu 6

Gambar 18. Kurva sifat alir F3 Minggu 0

Gambar 19. Kurva sifat alir F3 Minggu 1

54 Lampiran 10. (Lanjutan)

Gambar 20. Kurva sifat alir F3 Minggu 2

Gambar 21. Kurva sifat alir F3 Minggu 3

Gambar 22. Kurva sifat alir F3 Minggu 4

Gambar 23. Kurva sifat alir F3 Minggu 5

55 Lampiran 10. (Lanjutan)

Gambar 24. Kurva sifat alir F3 Minggu 6

Gambar 25. Kurva sifat alir F4 Minggu 0

Gambar 26. Kurva sifat alir F4 Minggu 1

Gambar 27. Kurva sifat alir F4 Minggu 2

56 Lampiran 10. (Lanjutan)

Gambar 28. Kurva sifat alir F4 Minggu 3

Gambar 29. Kurva sifat alir F4 Minggu 4

Gambar 30. Kurva sifat alir F4 Minggu 5

Gambar 31. Kurva sifat alir F4 Minggu 6

57 Lampiran 11. Perhitungan Pembuatan Rebusan Herba Pegagan.

Perhitungan untuk Ekstrak Herba Pegagan 3%, sebagai berikut:

Setelah ditimbang 3x, bobot rata-rata = 9,30g Untuk 1x pakai = 9,30g/ 3 = 3,10g

Untuk 50x pakai = 3,10g x 50 = 155g herba pegagan kering.

155g herba pegagan kering -> infusa 1000ml -> rotavapor 1 jam -> 100ml ekstrak ->

dipanaskan diatas penangas air pada suhu 50C ( 30menit) -> ditimbang 33g (u/ 50x pakai).

Dosis dalam 100g emulgel = 100g/33g = 3,03g ekstrak  3 ekstrak

% dosis dlm emulgel = 3g x 100% = 3 %.

100g

Rendemen Hasil Rebusan Herba Pegagan = (33 gram / 155 gram) x 100 % = 21,29%

58 Lampiran 12. Bahan dan Alat yang digunakan.

Gambar32.Viskometer Brookfield.

Gambar 33. Spindle.

Gambar 34. pH meter.

Dokumen terkait