BAB V. METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
1. Alat-alat penelitian
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: timbangan analitik, viskometer Brookfield (tipe RV), pH meter, alat-alat gelas, botol timbang, rotary evaporator, water bath, oven, lemari pendingin, lumpang, stemper, botol vial, aluminium foil, pot plastic.
2. Bahan penelitian
Rebusan herba pegagan (Centella asiatica L.), Propilenglikol, Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), parafin cair, tween 80, span 80, metil paraben, propil paraben, natrium metabisulfit, dan aquadest.
3. Pola Penelitian
a. Pengumpulan dan penyediaan bahan penelitian b. Pemeriksaan rebusan herba pegagan
c. Penyusunan formula emulgel d. Pembuatan emulgel
e. Evaluasi sediaan emulgel 4. Prosedur Penelitian
a. Pengumpulan dan penyediaan bahan penelitian
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rebusan herba pegagan (Centella asiatica L.) yang diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITRO) Bogor, bahan pembuat emulgel diperoleh dari Pedagang Besar Farmasi (PBF) dengan spesifikasi yang sesuai standar literatur acuan.
b. Determinasi tanaman.
Herba pegagan di determinasi di Herbarium Bogoriense, LBN, LIPI- Bogor. c. Pemeriksaan rebusan
1) Pembuatan rebusan herba pegagan.
Pegagan kering dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil, setelah itu direbus dengan 1 liter air sampai mendidih pada suhu 100oC, sambil sesekali diaduk. Pemanasan dilakukan hingga tersisa 0,5 liter. Kemudian didiamkan hingga dingin dan disaring. Sari dipekatkan dengan menggunakan rotari evaporator pada suhu 50oC dan putaran 50 rpm hingga konsistensi yang dikehendaki kemudian didinginkan.
18 2) Identifikasi rebusan.
a) Saponin.
0,5 gram sample + aqua fervida, dinginkan, saring, filtrat kocok ad buih/busa.
Jika belum stabil ditambahkan HCl 2N 1 tetes, kocok ad busa stabil (± 5-10 menit).
b) Tanin.
1 gram sample + aqua fervida dipanaskan ad 1 jam, angkat, saring, dinginkan.
Filtrat ambil sedikit + FeCl3 ad warna biru.
c) Glikosida.
3 gram sample + labu didih + 9 ml aquadest. + 2 ml etanol 96% di refluk ad mendidih selama 10 menit, diangkat, saring, dinginkan + Pb asetat 5% 25 ml, diamkan selama 5 menit, masukkan dalam corong pisah, ekstraksi + kloroform : isopropanol = 3 : 2 sebanyak 3 x 3 ml, lapisan bawah uapkan ad kering + methanol ± 3-4 mlad dapat dibagi menjadi 3 bagian dalam tabung rx. Tabung 1, 2 dan 3 → uapkan ad kering.
i. tabung 1 + H2SO4 (p) + asam asetat anhidrat ad warna biru (hijau kehitaman/ungu).
ii. tabung 2 + aquadest. ± 2 ml + molish 1 tetes H2SO4 (p) ad warna ungu (cincin).
iii. tabung 5 + Asam asetat glacial ± 3 ml dipanaskan, angkat, dinginkan + FeCl3 1% 1 tetes dikocok + H2SO4 (p) ad cincin ungu.
3) Uji organoleptis rebusan
Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati warna, bentuk, dan bau ekstrak yang dilihat secara visual.
d. Penyusunan Formula Emulgel
Formula emulgel rebusan herba pegagan (Centella asiatica L.) dapat dilihat pada tabel.
Tabel 1. Formula emulgel
Bahan Kegunaan Jumlah (%)
F1 F2 F3 F4 Rebusan Herba
Pegagan Zat Aktif 3 3 3 3
HPMC Gelling Agent 3,5 4,0 4,5 5,0
Parafin Liquidum Minyak 10 10 10 10
Tween 80 Surfaktan 1,44 1,44 1,44 1,44
Span 80 Surfaktan 0,56 0,56 0,56 0,56
Propilenglikol Humektan 10 10 10 10 Metil Paraben Pengawet 0,18 0,18 0,18 0,18 Propil Paraben Pengawet 0,2 0,2 0,2 0,2 Natrium Metabisulfit Anti oksidan 0,01 0,01 0,01 0,01
Aqua ad Pelarut 100 100 100 100
19 d. Pembuatan emulgel
1) Fase emulsi
a) Span 80 dilarutkan dalam parafin liquid aduk hingga homogen (massa 1).
b) Na-metabisulfit dilarutkan dalam aquadest sisa perhitungan kemudian dicampurkan dengan Tween 80 (massa 2).
c) Metil paraben dan Propil paraben dilarutkan dalam sebagian propilenglikol masing-masing (1:5) dan (1:4) (massa 3).
d) Fase minyak (massa 1) dan fase air (massa 2, massa 3) dipanaskan terpisah pada suhu 70-80 ºC, kemudian fase minyak dicampur dengan fase air diaduk hingga homogen dan diperoleh pada suhu kamar. (massa 4)
2) Fase Gel
Hidroxypropyl Methylcellulose (HPMC) didispersikan sedikit demi sedikit dalam air, aduk hingga terbentuk gel yang homogen, diamkan sampai terbentuk gel yang jernih.
(massa 5)
3) Fase gabungan
a) Rebusan yang telah dilarutkan dengan propilenglikol sisa ditambah massa 4 (fase emulsi) dicampur, kemudian aduk hingga homogen. (massa 6)
b) Massa 5 ditambahkan massa 6 sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga homogen.
c) Cukupkan dengan aquadest hingga 100 ml.
d) Amati sediaan emulgel dari berbagai konsentrasi HPMC.
e. Evaluasi sediaan Emulgel
1) Pemeriksaan organoleptis sediaan emulgel
Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati warna, bentuk, dan bau sediaan emulgel yang dilihat secara visual dan diamati selama 6 minggu pada suhu kamar.
2) Pemeriksaan homogenitas
Emulgel dioleskan pada kaca objek, ditutup dengan cover glass, diamati dengan penglihatan mata, dilihat apakah homogen dan permukaannya halus atau tidak dan selama 6 minggu pada suhu kamar.
20 3) Uji viskositas
Uji viskositas ditentukan dengan menggunakan viskometer Brookfield, sediaan dimasukkan pada wadah, kemudian pada spindle nomor 4 dari viskometer dicelupkan kedalamnya sampai garis tanda batas yang ada pada spindel lalu dinyalakan sampai spindle berputar dan diatur kecepatannya dari 30 rpm, 50 rpm, 60 rpm, 100 rpm, dan kembali 60 rpm, 50 rpm, dan 30 rpm. Hasil pembacaan skala dicatat untuk menghitung viskositasnya.
4) Pemeriksaan pH
Pemeriksaan pH dilakukan menggunakan pH meter dengan mengkalibrasi pH meter menggunakan elektroda yang dicelupkan dalam larutan dapar fosfat pH 7,0, bersihkan kemudian dicelupkan dalam dapar fosfat pH 4,0, bersihkan. Ukur pH sediaan dengan cara mencelupkan elektroda pada pH meter dalam sediaan, amati dan catat pH yang tertera pada alat.
5) Uji Pemisahan fase a) Metode uji sentrifugasi
Sebanyak 4,0 gram sediaan ditimbang dan dimasukkan ke dalam tabung kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3750 rpm selama 5 jam secara bertahap dan diamati terjadi pemisahan setelah pembuatan.
b) Uji freeze thaw(15)
Siklus pemisahan fase dengan metode freeze thaw pada emulgel dilakukan penyimpanan pada suhu 4oC dan 45 oC, sebanyak masing-masing 4,0 gram dari sediaan emulgel dimasukkan ke dalam 8 vial, 4 vial untuk kontrol disimpan pada suhu normal dan 4 vial untuk siklus freeze thaw. Kemudian vial ditutup dan disimpan selama 3 hari pada suhu 4oC diamati perubahan organoleptisnya. Setelah penyimpanan pada suhu 4oC sediaan disimpan pada suhu 45 oC selama 3 hari, amati perubahan organoleptisnya. Siklus ini dilakukan pada 3 siklus penyimpanan.
C. Analisa Data
Data di Analisa berdasarkan data hasil pengamatan uji viskositas yang diperoleh pada setiap formula menggunakan uji Analisa Varian (ANAVA) satu arah dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) dan apabila terdapat perbedaan bermakna maka dilanjutkan dengan uji Tuckey-HSD dan Uji Duncan.
21 BAB VI
JADWAL PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian