BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Adapun uraian pelaksanaan penelitian tindakan pada penelitian ini diuraikan sebagai berikt:
1. Siklus I
Peroses pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam 2x pertemuan, setiap pertemuan memiliki alokasi waktu yang sama yaitu 2x40 menit. Materi yang diajarkan pada siklus I yaitu tentang pelaku ekonomi dan peran pelaku ekonomi.
a. Perencanaan Tindakan
Dalam pelaksanaan tindakan terlebih dahulu disiapkan materi yangakn disampaikan dengan strategi pembelajaran card sort yang perlu disiapkan adalah:
1) Menyiapkan kartu ( Card Sort) 2) Menyiapkan RPP
3) Menyiapkan lembar observasi siswa 4) Menyiapkan lembar observasi guru
5) Menyiapkan tes evaluasi dan kunci jawaban b. Pelaksanaan tindakan
Proses pemelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yakni dilakukan pada hari selasa tanggal 20 dan hari kamis tanggal 22 agustus 2019.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa tanggal 20 dengan matri yang di ajarkan tentang kegiatan ekonomi, peneliti disini dibantu oleh guru yang bersangkutan. Adapun pada awal kegiatan
pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran card sort dan memberikan kartu kepada siswa yang berisi kategori atau materi yang dibahas kemudian siswa mencari teman dengan kategori yang sama dan membentuk kelompok sesuai dengan kategori yang sama dan mendiskusikan dengan teman kelompok, setelah selesai melakukan diskusi guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi. pada pertemuan pertama ini dilakukan observasi mengenai kegiatan siswa dan kegiatan guru selama proses pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh observer tentang kekurangan-kekurangan yang ada pada pertemuan pertama akan dilakukan perbaikan pada pertemuan yang kedua pada siklus I.
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari kamis tanggal 22 agustus 2019 dengan mengadakan evaluasi. Pada pertemuan kedua ini guru mengulang kembali materi yang disampaikan pada pertemuan pertama, kemudian setelah itu guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui tingkat daya serap siswa terhadap materi yang sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Segala kekurang yang terjadi pada siklus I harus direvisi kembali untuk melanjutkan tindakan pada siklus berikutnya, jika siklus I ketuntasan belajar belum tercapai maka akan dilanjutkan kesiklus II.
c. Hasil Observasi
Selama pelaksanaan tindakan diadakan observasi untuk mengetahui kesesuaian rencana sekenario pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran, Pelaksanaan observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru selama proses pembelajaran.
1) Hasil observasi aktivitas guru
Observasi terhadap kegiatan mengajar guru didalam kelas dengan menggunakan lembar observasi guru yang sudah disediakan oleh observer. Adapun hasil observasi yang diperoleh pada siklus I dari aktivitas guru dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
Tabel 6
Data Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I Siklus Jumlah
Deskriptor
Skor rata-rata kategori Deskriptor
Nampak
Presentase
Baik
I 5 11 78%
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas mengajar guru pada siklus I berkategori baik, dengan presentase 78% hal ini menunjukkan indikator ketercapaian penelitian tentang aktivitas guru sudah tercapai.
2) Hasil observasi aktivitas siswa
Adapun hasil observasi yang diperoleh pada siklus I dari aktivitas siswa dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
Tabel 7
Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Siklus Jumlah
Deskriptor
Skor Rata-Rata Kategori Deskriptor
Nampak
Presentase
Cukup aktif
I 5 9 60%
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 9 dengan presentase 60% dan termasuk dalam kategori cukup aktif, dengan jumlah siswa 12 orang mengikuti pembelajaran demikian dilakukan perbaikan- perbaikan dalam melaksanakan pembelajaran sehingga aktivitas siswa mencapai kategori aktif.
3) Evaluasi hasil belajar
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, maka pada tahap pelaksanaan tindakan dilakukan kegiatan evaluasi yang berlansung diakhir siklus.
Kegiatan evaluasi ini diberikan secara individu dengan memberikan soal pilihan ganda yang berjumlah 20 soal kepada siswa.
Adapun hasil evaluasi belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 8
Evaluasi hasil Belajar Siklus I
No Siklus I
1 Nilai Tertinngi 80
2 Nilai Terendah 40
3 Nilai rata-rata 75
4 Jumlah siswa yang ikut tes 12 5 Jumlah siswa yang tuntas 8 6 jumlah siswa yang tidak tuntas 5 7 Jumlah siswa yang tidak ikut tes 1 8 Presentase ketuntasan 66,66%
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal hanya sebesar 66,66% dengan rata-rata 75 jumlah presentase tersebut masih dinyatakan belum tuntas, karna belum mencapai nilai KKM 70 secara individu dan belum tuntas secara kelasikal ≥85% siswa yang tuntas, dengan perhitungan sebagai berikut:
a) Ketuntasan Belajar klasikal
KBK= �ℎ � �
�ℎ � 100%
KBK= 100%
= 66,66%
b) Nilai rata-rata kelas M= Ʃ
�
M=
=75 d. Refleksi
Berdasarkan hasil penelitian siklus I, dari hasil evaluasi dalam hal pengusaan materi maupun hasil observasi proses belajar mengajar,
indikator yang ditetapkan belum tercapai secara optimal yakni hasil dari observasi aktivitas siswa masih berkategori cukup aktif, dan dari hasil evaluasi belajar sebagian siswa masih dibawah KKM dari 13 siswa yang tuntas 8 siswa dan yang belum tuntas 5 siswa pada siklus I dengan presentasi ketuntasan 66,66%. Dalam hal ini penerapan strategi pembelajaran card sort belum dilaksanakan secara optimal.
Oleh karna itu, refleksi dilakukan untuk menetukan kekurangan- kekurangan yang terjadi dan selanjutnya diadakan perbaikan- perbaikanmaupun penyempurnaan dalam pelaksanaan selanjutnya.
Adapun hasil refleksi pada siklus I sebagai berikut:
1) siswa belum mampu bekerja sama dengan anggota kelompoknya.
2) siswa masih suka ribut pada saat diskusi kelompok
3) kurangnya keaktifan siswa bertanya dan mengemukan pendapatnya.
4) guru masih belum bisa mengontrol siswa didalam diskusi sehingga suasana kelas tidak kondusif.
5) intraksi siswa dengan guru masih kurang
Setelah memperhatikan kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I peneliti melakukan perbaikan untuk pelaksanaan siklus II.
Adapun perbaikan perbaikan yang dilakukan antara lain:
1) Guru menyampaikan tujuan pembelajran pada kegiatan awal
2) Guru menyampaikan bahan bacaan/ materi untuk diberikan kepada siswa
3) Mengadakan tanya jawab di awal pembelajaran untuk membangkitkan semangat belajar siswa.
4) Memberikan masukan pada siswa agar berani mengemukakan pendapat agar siswa berani mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dimengerti.
5) Menghimbau kepada setiap kelompok agar dalam diskusi lebih mengutamakan kerjasama.
6) Membimbing setiap kelompok secara bergantian pada saat diskusi 7) Menciptakan suasana belajar yang tenang dan menyenangkan bagi
siswa pada saat proses pembelajaran.
2. Siklus II
Peroses pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam 2x pertemuan, setiap pertemuan memiliki alokasi waktu yang sama yaitu 2x40 menit. Materi yang diajarkan pada siklus II yaitu te ntang pelaku ekonomi dan peran pelaku ekonomi.
a. Perencanaan Tindakan
Dalam pelaksanaan tindakan terlebih dahulu disiapkan materi yangakn disampaikan dengan strategi pembelajaran card sort yang perlu disiapkan adalah:
1) Menyiapkan kartu ( Card Sort) 2) Menyiapkan RPP
3) Menyiapkan lembar observasi siswa 4) Menyiapkan lembar observasi guru
5) Menyiapkan tes evaluasi dan kunci jawaban b. Pelaksanaan tindakan
Proses pemelajaran pada siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yakni dilakukan pada hari selasa tanggal 27 agustus 2019 dan hari kamis tanggal 29 agustus 2019. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa tanggal 27 adapun materi yang di ajarkan tentang kegiatan ekonomi yang berlangsung selama 2x45 atau 2 jam pelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat pada tahap perencanaan.
Pada pertemuan pertama dilakukan juga observasi terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung yang dilakukan oleh observer yakni peneliti. Semua hasil pengamatan tentang kekurangan-kekurangan tindakan pada pertemuan pertama siklus II dicatat oleh observer. Kegiatan pada siklus II ini dapat berupa kegiatan sebagaimana yang telah dilakukan pada siklus I, tetapi sudah dilakukan perbaikan-perbaikan atau tambahan-tambahan berdasarkan hambatan atau kegagalan yang dijumpai pada siklus I.
Pertemuan kedua dilakukan pada hari kamis tanggal 29 agustus 2019, dengan memberikan tes atau soal-soal evaluasi kepada siswa secara individu sesuai materi yang telah dibahas pada minggu sebelumnya dan pada pertemuan ini guru bersama dengan siswa
membahas ulang soal-soal evaluasi yang telah dijawab dan dikumpulkan oleh siswa yang berlangsung selama 2x45 menit.
c. Hasil Observasi
Kegiatan observasi dilakukan sama dengan siklus I yaitu dilakukan oleh observer dengan mengisi lembar observasi. Dari hasil observasi siklus II ini terlihat bahwa tujuan pembelajaran sudah terlihat sesuai dengan sekenario pembelajaran yang telah disiapkan, guru telah maksimal dalam membimbing secara merata serta memotivasi siswa dalam mengelurakan pendapatnya. Dengan demikian selama proses belajar mengajar siswa lebih aktif dan berpartisipasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Perbaikan-perbaikan dilakukan berdasarkan pengalama pembelajaran siklus I sudah di lakukan perbaiki. Sehingga dalam proses belajar mengajar pada siklus II guru dan siswa telah melaksanakan belajar mengajar sesuai dengan perencana yang sudah diperbaiki.
1) Hasil observasi aktivitas guru siklus II
Observasi terhadap kegiatan mengajar guru didalam kelas dengan menggunakan lembar observasi guru yang sudah disediakan oleh observer. Adapun hasil observasi yang diperoleh pada siklus II dari aktivitas guru dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
Tabel 9
Data Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II Siklus Jumlah
langkah pembelajaran
Langkah pembelajaran yang terlaksana
kategori Jumlah Presentase
Sangat baik
II 5 14 93%
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas mengajar guru pada siklus II berkategori sangat baik.
dengan presentase 93% hal ini menunjukkan indikator ketercapaian penelitian tentang aktivitas guru sudah tercapai. Hasil tersebut sudah mencapai standar indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebagai target ketuntasan aktivitas guru.
2) Hasil observasi aktivitas siswa
Adapun hasil observasi yang diperoleh pada siklus II dari aktivitas siswa dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
Tabel 10
Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Siklus
Jumlah langkah pembelajaran
Langkah pembelajaran
yang terlaksana Kategori Skor Presentase
Aktif
II 5 12 80%
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui jumlah skor pembelajaran pada siklus II berjumlah 12 dengan presentase 85%, yang berkategori aktif. Hasil tersebut sudah mencapai standar indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebagai target ketuntasan belajar siswa. Yaitu jika aktivitas belajar siswa minimal
telah mencapai kategori aktif, maka aktivitas belajar siswa dikatakan meningkat. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa dikatakan meningkat.
3) Hasil evaluasi siawa
Adapun hasil evaluasi belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 11
hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II
No Siklus II
1 Nilai Tertinngi 100
2 Nilai Terendah 70
3 Nilai rata-rata 83,07
4 Jumlah siswa yang ikut tes 13 5 Jumlah siswa yang tidak ikut tes 0 6 Jumlah siswa yang tuntas 13 7 Jumlah siswa yg tidak tuntas 0 8 Presentase ketuntasan 100%
Berdasarkan tabel hasil evaluasi belajar di atas dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal yang tercapai adalah 100% dngan rata-tara 83,07 dilihat dari hasil evaluasi belajar siswa ternyata telah mencapai standar yang sudah ditetapkan yaitu presentase siswa yang mendapat nilai ≥ 70 dan ini lebih dari 85%. Berdasarkan hasil tersebut dapat di pastikan bahwa tujuan pembelajaran tindakan pada siklus II sudah tercapai.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa prsentase siswa yang mendapat nilai ≥ 70% adalah 13 siswa, ini berarti indikator penelitian menunjukkan sudah mencapai standar ketuntasan belajar
siswa yaitu 85%. Dari data 13 siswa yang memiliki nilai ≥ 70.
Adapun perhitunganya sebagai berikut:
a) Ketuntasan Belajar klasikal
KBK= �ℎ � �
�ℎ � 100%
KBK= 100%
= 100%
b) Nilai rata-rata kelas M= Ʃ
�
M=
= 83,07 d. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pada siklus II dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa pada tiap siklus mengalaimi peningkatan, ketuntasan belajar klasikal pada siklus I mencapai 66,66% dan mengalami peningkatan pada siklus II mencapai 100% yakni dari 13 siswa yang tuntas 13 siswa dengan nilai KKM ≥ 70 dengan nilai rata-rata 83,07. Begitu juga hasil observasi kegiatan siswa pada siklus I mencapai kategori cukup aktif, dan mengalami peningkatan pada siklus II dengan kategori aktif. Karena ketuntasan klasikal sudah tercapai dan aktivitas belajar siswa sudah mencapai kategori aktif maka dengan demikian tindakan penelitian diberhentikan.
B. Pembahasan
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan efektivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII MTs NW Ubung melalui strategi pembelajaran card sort. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan prosedur PTK yang telah ditetapkan dari awal dengan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi yang telah dipaparkan pada hasil penelitian, kegiatan penelitian ini dilakukan dalam II siklus dan tiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan.
Berikut ringkasan hasil observasi dan hasil evaluasi belajar siswa pada kedua siklus:
Tabel 12
hasil observasi dan hasil evaluasi belajar siswa siklus I dan siklus II Aktivitas guru Aktivitas siswa Hasil belajar Siklus Skor kategori skor Kategori Jumlah
siswa yang ikut tes
Jumlah siswa
yang tuntas
presentase
I 12 Baik 9 Cukup
Aktif
12 8 66,66%
II 14 Sangat Baik
12 Aktif 13 13 100%
Berdasarkan analisis yang diperoleh pada siklus I, pada pokok bahasan pelaku ekonomi presentase ketuntasan yang diperoleh siswa kelas VIII MTs NW ubung sebesar 66,66% dengan nilai rata-rata 75 dari 12 siswa yang mengikuti pembelajaran dan evaluasi hasil belajar. Hasil presentase pada siklus I ini belum mencapai ketuntasan klasikal yang diharpkan yaitu 85%.
Hasil observasi pada siklus I untuk aktivitas siswa dapat dikatakan cukup aktif
sedangkan untuk aktivitas guru dapat dikatakan baik, walaupun masih terdapat kekurangan-kekuranga yang muncul pada aktivitas siswa dan aktivitas guru, namun dapat dilakukan perbaikan-perbaikan pada siklus berikutnya.
Hasil observasi dan dilakukan refleksi pada siklus I ini masih terdapat beberapa faktor yang perlu di perbaiki diantaranya, siswa belum mampu bekerja sama dengan anggota kelompoknya, masih suka ribut pada saat diskusi, kurang aktifnya siswa untuk mengemukakan pendapatnya, interaksi siswa dengan guru perlu ditingkatkan, guru belum sepenuhnya dalam mengontrol siswa di dalam diskusi sehingga suasana kelas menjadi ribut ini terlihat dari adanya sebagian siswa yang masih ngobrol, bercanda, dan bermain denga temanya, pemberian motivasi kepada siswa masih kurang aktif sehingga penggunaan card sort sebagai strategi pembelajaran masih belum maksimal, karna masih adanya siswa yang bingung dalam mendeskripsikan card sort yang disediakan oleh guru, dan interaksi dalam belajar mengajar masih kurang ini terlihat dari siswa kurang aktif dalam diskusi sama teman kelompok dan utunk menanyakan hal-hal yang belum jelas apa yang telah disampaikan oleh guru. Maka untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut penelitian dilanjutkan pada siklus selanjutnya atau siklus II.
Proses pembealjaran pada siklus II ini, menunjukkan adanya peningkatan pada aktivitas guru dari 12 menjadi 14 dan meningkat menjadi kategori sangat baik Begitu halnya dengan aktivitas dan hasil belajar siswa, aktivitas belajar siswa dari 9 menjadi 12 dan berkategori aktif. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari presentase 66,66% menjadi 100% atau dari
8 siswa yang tuntas, meningkat menjadi 13 siswa yang tuntas. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian pada siklus II berhasil, karena aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
Keberhasilan dalam penelitian ini tentunya tidak terlepas dari pembelajaran yang digunakan serta peran guru yang melakukan refleksi dengan baik, sehingga penelitian ini berhasil dengan hasil yang memuaskan pada siklus II, peneingkatan aktivitas, dan hasil belajar siswa tidak terlepas dari penerapan strategi pembelajaran Card Sort yang digunakan secara optimal dalam proses belajar mengajar. Selain itu dalam pembelajaran dikelas diharapkan guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari- hari dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberika ide-ide dari pengalaman kehidupan nyata dalam pembelajaran dikelas agar lebih bermakna proses belajar mengajar tersebut. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran adalah siswa diharapkan aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran untuk berpikir, menganalisa, menyimpulkan, berintraksi, berbuat untuk mencoba, menemukan konsep baru atau menghasilkan suatu karya.32
Strategi pembelajaran Card Sort dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa dengan tingkat keberhasilan belajar dari suatu peroses pembelajaran dengan indikator, ketuntasan belajar siswa dapat dikatakan tuntas apabila sekurang-kurangnya 85% dari jumlah siswa yang tuntas secara individu memperoleh nilai KKM 70 dalam peningkatan hasil belajar, meningkatkan
32 Hamzah B. Uno, dkk, Belajar dengan Pendekatan PAILKEM, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011), hal. 77.
hasil belajar siswa apabila secara statistik hasil belajar siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pemahamn awal dengan pemahaman setelah pembelajaran Card Sort diterapkan, meningkatkan minat dan motivasi apabila setelah pembelajaran siswa menjadi termotivasi untuk belajar lebih giat dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik serta siswa belajar dalam keadaaan yang menyenangkan33
Jadi, guru harus memperhatikan strategi belajar mengajar yang dapat mengaktifkan siswa, dapat memberikan pengalaman langsing kepada siswa, sehingga siswa menjadi lebih bergairah dalam belajar dan menjadikan proses pembelajaran menjadi bermakna, dan guru harus memperhatikan materi atau bahan ajar yang sesuai dengan strategi yang digunakan. Selain itu guru juga harus memperhatikan keadaan individu seperti minat, kemampuan, dan latar belakang siswa
Dengan demikian penggunaan Card Sort sebagai strategi pembelajaran akan memberikan kontribusi yang sangat tinggi dalam proses belajar mengajar dikelas. Karena, guru memberikan kesempatan langsung kepada siswa untuk mengalami langsung proses pembelajaran yang dilakukan. Ketercapain ketuntasan belajar pada sikus I dan siklus II menunjukan bahwa penerapan strategi pembelajaran Card Sort dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII MTs NW Ubung tahun pelajaran 2019/2020.
33 Fransiska Saadi, “ Peningkatan Efektivitas Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Menggunakan Media Tepat Guna Di Kelas IV Sekolah Dasar Negri 02 Toho”, Artikel Penelitian, PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak 2013, hlm. 8.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerpan strategi pembelajaran Card Sort dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa kelas VIII MTs NW Ubung tahun pelajaran 2019/2020.
Peningkatan ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang tuntas, dan pada aktivitas guru menunjukan kategori baik dengan skor 12 atau dengan presentase 80%. Siklus I jumlah siswa yang tuntas 8 orang (66,66%) dan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas 13 orang (100%). Sehingga terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan efektivitas belajar dapat dilihat dari perolehan skor pembelajaran aktivitas dari siklus I, skor 9 dengan presentase 60% (cukup aktif) dan pada siklus II skor 14 dengan presentase 80% (aktif).
B. Saran
Sehubungan dengan kesimpulan hasil penelitian diatas, maka saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti adalah:
1. Kepada kepala sekolah MTs NW Ubung agar selalu mengambil kebijakan untuk menerapkan motode/ strategi dalam proses pembelajaran dan hendaknya diterapkan pada kelas lainnya tidak hanya pada kelas VIII saja, dengan melibatkan guru kelas dan guru mata pelajaran pada khususnya
59
2. Kepada guru IPS dan guru yang lainya hendaknya melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai seperti apa yang diharapkan.
3. Bagi siswa, diharapkan selalu menumbuhkan rasa percaya diri/ mental yang kuat, dan saling menghargai pendapat orang lain bukan malah mentertawainya.
4. Bagi peneliti lain disarankan untuk melanjutkan penelitian tentang penggunaan Card Sort sebagai strategi pembelajaran karena dengan adanya penelitian ini dapat diketahui faktor apa saja yang mempengaruhi ketuntasan belajar siswa dan seberapa besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu.
DAFTAR PUSTAKA
Wina Sanjaya, setrategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2011.
I Ketut Sanjaya, dkk,e-JournalPGSD Universitas Pendidikan Ganesha Mimbar PGSD Vol: 6 No: 3 Tahun: 2016.
Henilia Yulita, Business & Management Journal Bunda Mulia, Vol 10, No:1, Maret 2014.
Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan, jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.
Hamzah B. Uno, model pembelajaran, jakarta: Bumi Aksara, 2014.
Melvin L.silberman, Active Learning 101 cara belajar siswa aktif, Edisi Revisi bandung: nuansa,2016.
Afifatu Rohmawati, Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 9 Edisi 1, April 2015.
Tritanto, Model Pembelajaran Terpadu, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014.
Ahmad Susanto, Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta:
Kencana Prenda Media Group, 2013.
Suharsimi , Prosedur Penelitian Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Eko Putro Widoyoko, Eval uasi Program Pembelajaran, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Amirul Hadi. dkk, Metodelogi Penelitian Pendidikan, Bandung: CV Pustaka Setia, 2005.
Muhamad, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.
Ernawati, dkk, “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Belajar Kelompok (Learning group) pada Pembelajaran PKn Kelas V SDN 1 Palasa”, jurnal Kreatif Online Tadulako Vol:1 No:1 ISSN 2345-614X
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2016
Supriyadi, Strategi Belajar & Mengajar, Yogyakarta: Jaya Ilmu, 2011.
Hamzah B. Uno, dkk, Belajar dengan Pendekatan PAILKEM, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011.
Buku profil madrasah MTs NW ubung , 2019.
Lalu Juniardiansah Amarulullah, dkk, “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Bantuan Media Konkrit untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA”, Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol:1 No:1, april 2018
Suharsimi, Dkk, Penelitian Tindakan Kelas, jakarta, PT Bumi Aksara, 2006
Profil Sekolah
a. Nomor Statistik Madrasah (NSM) : 121252020087
b. Nama Madrasah : MTs NW Ubung
c. Status : Swasta
d. Nomor SK Pendirian : 169 AKR. MTs/ B/IX 2007 e. Tanggal SK Pendirian : 22/07/1992
f. Tahun Pendirian : 1992
g. Nomor SK Izin Oprasional : WX.90.296 MTs./2/92 h. Tanggal SK Izin Oprasional : 22/08/1992
i. NPSN : 50201880
j. Alamat Madrasah : JLn. TGH. L. Muhammad Hukum Kec. jonggat, Kab/Kota Lombok Tengah Prop. Nusa Tenggara Barat
k. Letak koordinat Lembagga (GIS) : 1) Latitude (Lintang) : -8669567 2) Longitude (Bujur) : 116.197.865
l. Keadaan Tanah :
1) Luas Tanah : 2300
2) Luas Bangunan : 500 2
3) Satus Tanah : milik sendiri
4. Letak Geografis MTs. NW Ubung
Letak geografis MTs. NW Ubung terletak di jalan TGH. L.
Muhammad Hukum, Dusun Batrate, Desa Ubung, Kec. Jonggat, Kab.
Lombok Tengah.
a. Sebelah Barat : rumah penduduk b. Sebelah Timur : PA Habiburahman c. Sebelah Utara : MA NW Ubung d. Sebelah Selatan : rumah penduduk