• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui keefektifan kemampuan menulis puisi bebas dengan menggunakan teknik teratai pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar dengan siswa yang diberikan perlakuan dan tanpa diberikan perlakuan, maka hasilnya dapat dibandingkan. Tes awal memperoleh skor data dari hasil pre-test dan tes akhir memperoleh data skor dari hasil post-test yakni kemampuan menulis puisi bebas.

Berikut penjelasan hasil dari penelitian dengan analisis statistik deskriptif serta analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian tentang penggunaan teknik teratai terhadap kemampuan menulis puisi bebas pada siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 18 Makassar.

1. Deskripsi Data Penelitian

Pada analisis ini data yang diolah merupakan data pre-test dan post-test pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar, atau siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik teratai. Untuk itu peneliti memberikan pre-test dan post-test berupa tugas menulis puisi bebas.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar, peneliti telah mengumpulkan data dengan

46

menggunakan tes tertulis pre-test dan post-test sehingga dapat diproleh hasil dari kemampuan menulis puisi bebas sebelum dan setelah menggunakan teknik teratai.

Penggunaan teknik teratai ini digunakan untuk mengetahui apakah teknik tersebut efektif digunakan terhadap kemampuan menulis puisi bebas pada siswa.

Penggunaan teknik ini diberikan pada kelas X IPA3 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berikut akan disajikan perolehan skor dari hasil pre-test dan post-test:

Tabel 4.1 Perolehan skor kemampuan menulis Puisi Bebas Pre-Test Dan Post-Test

No. NamaSiswa Nilai

Pre-test Post-Test

1. A Alya Poetri Rahman 38 45

2. A Gemintang Pamungkas 36 47

3. Alain Antonius Padandanan 39 45

4. Alisiya Nur Kolbi 42 53

5. Andhika Restu Pratama 32 47

6. Andi Muh. Fadjar Launru 28 45

7. Andi Tenriajeng Roem Wajuanna 19 41

8. Anggun Amelia Putri 36 52

9. Aozidah Lutfiah 36 47

10. Atifah Nur Wafirah 42 48

11. Ayu Puspita 38 48

12. Fadhiah Nur Elvina 42 52

13. Feby Deswita 38 47

14. Ivanda Farrel Syahputra 36 47

15. Jelitha Thresianty Ady Bumbungan 36 53

16. Khen Bryan Tambun 36 53

17. Khusnul Fatimah 41 57

18. Monaliza Najwa Zalzabila 36 47

19. Muh. Adhian Kasmala Putra 32 48

20. Muhammad Alfian Fathir 42 52

21. Muhammad Miftahul Jannah 36 52

22. Muhammad Taufik Subkhan 36 45

23. Nurhikma 41 51

24. Nurlia Ramadaud 36 52

25. Putri Dwi Natasya Kamal 32 51

26. Putri Risva Nafisa J 42 57

27. Rhuina Aura Fadiga 36 52

28. Riani Handayani 41 47

29. Rio Gawa Revlito 41 45

30. Salsabila Sri Maharani 42 57

31. Sirat Rizqi Salamun 36 52

32. Tsaniyah Agustina Wandini 36 52

33. Ummul Muafiah 38 47

34. Victhor Djuand Pallangan 32 41

35. Vika Tri Hardianty 39 48

36. Wardah Mufidah 36 48

Jumlah 1325 1773

Rata-rata

37 50

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahawa sampel pada kelas X IPA3 dari perolehan pretestdengan nilai rata rata 37 dan perolehan skor postest dengan nilai rata-rata 50. Adapun cara mencari rata-rata dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

Mx : mean yang di cari

∑fx: jumlah dari hasil perkalian antara masing-masing dengan frekuensinya

N : jumlah subjek

Pembelajaran menulis puisi bebasdengan menggunakan teknik teratai, disajikan melalui analisis data statistik. Analisis data ini menggambarkan perolehan skor siswa dari yang tertinggi hingga terendah.

𝑀𝑥 fx N

Tabel 4.2 Distrbusi Frekunsi Perolehan Skor Pre-test Kelas

Interval

Tingkat

Keberhasilan Frekuensi Persentase %

50-60 Sangat tinggi - 0%

42-49 Tinggi 6 16%

32-41 Sedang 28 78%

20-31 Rendah 1 3%

10-19 Sangat rendah 1 3%

36 100%

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Perolehan Skor Post-test Kelas

Interval

Tingkat

Kemampuan Frekuensi Persentase %

50-60 Sangat tinggi 16 44%

42-49 Tinggi 18 50%

32-41 Sedang 2 6%

20-31 Rendah - 0%

10-19 Sangat rendah - 0%

36 100%

Berdasarkan tabel 4.2 dan 4.3 diatas, dapat diketahui bahwa perolehan skor sangat tinggi berkisar antara 50-60, kelompok tinggi memiliki skor 40-49, kelompok sedang dengan skor 29-39, sedangkan kelompok sangat rendah memiliki skor 20-28, dan skor sangat rendah 10-19. distribusi frekuensi skor pre- test dan post-test. dapat dilihat pada histogram berikut:

Gambar 4.1 Histogram Perolehan Skor Pre-test

Gambar 4.2 Histogram Perolehan Skor Post-test

0%

16%

78%

3% 3%

0 5 10 15 20 25 30

50-60 42-49 32-41 20-31 10-19

Histogram Perolehan Skor Pre-test

frekuensi

44%

50%

6%

0% 0%

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20

50-60 42-49 32-41 20-31 43739

Histogram Perolehan Skor Post-test

frekunsi

Berdasarkan histogram pada gambar 4.1 di atas, menunjukkan hasil skor pada kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas sebelum menggunakan teknik teratai menunjukkan bahwa satu orang siswa yang memperoleh skor sangat rendah (3%), satu orang siswa memperoleh skor rendah (3%), dua puluh empat orang memperoleh skor sedang (78%), tujuh orang memperoleh skor tinggi (16%), dan tidak ada siswa yang memperoleh skor sangat tinggi (0%).

Sedangkan pada histogram gambar 4.2, dapat dilihat hasil skor pada kemampuan menulis puisi bebas siswa dengan menggunakan teknik teratai menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh skor sangat rendah maupun rendah (0%), dan dua siswa yang memperoleh skor sedang (6%), delapan belas siswa yang memperoleh skor tinggi (50%), dan terdapat enam belas siswa yang berhasil memperoleh skor sangat tinggi (44%).

Berikut rangkuman hasil pengolahan data pre-test dan post-test :

Tabel 4.4 Rangkuman Data Statistik Nilai Skor Kemampuan Menulis Puisi Bebas Pre-test dan Post-test

Data N

Skor Tertinggi

Skor Terendah

Rata-

Rata Median Modus

Pre-test 36 42 28 37 36 36

Post-test 36 57 45 50 48 47

2. Uji Persyaratan Analisis Data

Sebelum melakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas yang dapat disajikan sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Data yang diuji adalah skor dari posttest kelas eksperimen. Uji normalitas ini menggunakan SPSS 26. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas 1) Jika nilai signifikansi (Asymp. sig.) >0,05 maka data penelitian berdistribusi

normal.

2) Sebaliknya, jika nilai signifikansi (Asymp. sig.) < 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal.

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 36

Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std.

Deviation

3,94281054

Most Extreme Differences

Absolute ,106

Positive ,096

Negative -,106

Test Statistic ,106

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,200 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

Untuk data lebih jelas dapat dilihat pada lampiran.

Dari hasil uji normalitas yang sudah dijabarkan, dapat disimpulkan data yang diperoleh dari pretest-posttest pada kemampuan menulis puisi bebas berdistribusi normal dan memenuhi syarat untuk analisis data.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas menggunakan bantuan SPSS 26 dalam mengolah data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berikut akan dijabarkan rangkuman hasilnya: Berikut dasar pengambilan keputusan:

1. Jika nilai signifikansi (sig.) atau nilai probabilitas < 0,05, maka varian dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah tidak sama.

2. Jika nilai signifikansi (sig.) atau nilai probabilitas > 0,05, maka varian dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah sama.

Berikut hasil perhitungan uji homogenitas, pada data pre-test dan Post- test:

Tabel 4.6 Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

Hasil Belajar

Based on Mean ,104 1 70 ,748

Based on Median ,053 1 70 ,818

Based on Median and with adjusted df

,053 1 64,635 ,819

Based on trimmed mean

,060 1 70 ,807

Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat kita lihat bahwa data uji homogenitas berdistribusi normal. Dilihat dari levene statistik sebesar 0,060, df1 sebanyak 1,

dan df2 sebanyak 70. Karena signifikannya lebih dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa uji homogenitas berstatus normal.

c. Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah

“Penggunaan teknik teratai dalam pembelajaran menulis puisi bebas pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar” Untuk mengetahui keefektifan penggunaan teknik teratai dalam pembelajaran menulis puisi bebas siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest danpostest. Hasil tersebut di uji dengan uji-t data menggunakan SPSS 26. Berikut langkah-langkah meenguji hasil penelitian menggunakan uji independent t-tes menurut Arifin (2017:96-98).

a. Buka aplikasi SPSS, pilih data yang terdapat di penyimpanan.

b. Pilih dan klik menu Analize>Compare Means>Independent-samples T test.

c. Pindahkan variabel nilai ke kotak isian Test Variabel, dan variabel metode ke kotak isian Grouping Variabel.

d. Klik tombol Define Groups, isi angka 1 (metode x) pada isian grup satu, dan isi angka 2 (metode y) pada isian grup dua.

e. Klik tombol continue, jendela independent t tes akan ditampilkan kembali.

Berikut dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sampel t test (Arifin, 2017:98).

a. Perhatikan kolom levene’s test for equality of variance, jika nilai sig. (2- tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti tidak ada

perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antar kelas eksperimen dan kelas kontrol.

b. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antar kelas eksperimen dengan kelas kontrol (Purnomo, 2017:89).

c. Pada kolom levene’s test for equality of variance, huruf T adalah thitung, dan df (n) adalah nilai dari n-2 yang digunakan untuk menentukan nilai ttabel.

d. Jika data dinyatakan homogen maka perhatikan kolom equal variance asummed jika data tidak dintakan homogen perhatikan kolom equal variance not asummed.

Tabel 4.7 Uji Independen Sampel Tes Equal Variance Asummed

Equal Variance not Asummed Levene Test for

Equality of F ,104

Variances Sig, ,748

T 12,163 12,163

Df 70 68,698

Sig. (2-tailed ,000 ,000

Mean Differens 12,38889 12,38889 Std. Eror

Difference 1,01859 1,01859

95% Confidence Interval of the

Difference Lower 10,35738 10,35670 the difference

Upper 14,42040 14,42108

Berdasarkan tabel di atas, maka peneliti mendapatkan nilai tabel sebesar 1,666.

Tabel distribusinya dapat dilihat di lampiran nomor delapan. Berikut perbadingan nilai thitung dan ttabel data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Tabel 4.8 Hasil Uji-t data pre-test dan post-test

Data thitung ttabel Df Keterangan

Pre-test 12,163 1,666 70 Sig<0,05

Post-test

Berdasarkan tabel 4.8, maka hasil analisis data uji-t pre-test dan post- test menunjukkan bahwathitung 12,163 lebih besar daripada ttabel 1,666, maka terjadi perbedaan yang signifikan setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian, maka penggunaan teknik teratai ini lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bebas pada siswa. Berdasarkan uraian di atas, kesimpulan penelitian hipotesis pada bab II adalah:

Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji t dengan bantuan SPSS versi 26, nilai signifikan sebesar 0,200 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari hasil Pre-test dan Post-Test dan dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti penerapan teknik terataiefektif digunakan pada pembelajaran keterampilan menulis puisi bebas pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar.

Dokumen terkait