• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Analisis data disebut juga pengolahan data penafsiran data. Analisis data adalah rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematis, penafsiran dan vertifikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial, akademis dan ilmiah (Siyoto dkk, 2015: 109). Menurut Hidayati, (2013: 40-41) teknik analisis data dilakukan sebagai berikut:

1. Uji Persyaratan Analisis Data a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui kenormalan data yang diteliti memiliki distribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan menggunakan rumus kolmogrof smirnov dengan bantuan aplikasi SPSS 26. Menurut Purnomo (2017: 112), kolmogrof smirnov digunakan untuk mengetahui distribusi data, apakah mengikuti distribusi normal, poisson, uniform, atau eksponensial. Dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikansi lebih dari 0,05. Langkah-langkah analisisnya sebagai berikut:

1) Mencari nilai residual, klik Analize>Regresion>Linear.

2) Pada kotak dialog regression, masukkan Working Capital Turnover dan total Asset Turnover ke kotak independent, kemudian masukkan variabel rentabilitas ke kotak dependent, selanjutnya klik Save.

3) Kotak dialog residual yang muncul beri tanda centang pada kotak

Unstandardized”. Kemudian klik tombol continue lalu tekan OK.

4) Untuk menguji normalitas, klik Analyze>Non Parametric Test> Legacy Dialog >1-Sample K-S.

5) Setelah kotak one-sample-kolmogorov-Smirnov Test, masukkan Variabel Unstandardized residual ke kotak variabel list. Pada test distribution, pastikan terpilih normal. Jika sudah tekan tombol OK.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui sampel yang di ambil dari populasi mempunyai varians yang sama dan tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan (Hidayati (2013:40). Berikut langkah-langkah uji homogenitas dalam penelitian ini dengan menggunakan SPSS 26:

1) Buka aplikasi SPSS, klik variabel view

2) Klik kolom None. Pada kotak Value Label, isi angka satu pada kotak Value, dan isi huruf A pada kotak label, lalu klik add.

3) Isi kembali kotak Value dengan angka dua, dan huru B pada kotak Label, lalu klik Add.

4) Klik data View, masukkan data hasil belajar B ke kotak “Hasil” kemudian masukkan kategorisasi atau kode kelas A dilanjutkan dibawahnya kode kelas B ke kotak “Kelas”.

5) Pilih Analyze>Compare Means> lalu klik One-Way Anova

6) Di kotak One-Way Anova masukkan variabel hasil ke kotak Dependent List dan masukkan variabel kelas ke kotak Factor lalu klik Options.

7) Berikan tanda centang pada kotak Homogenity of Variance test pada bagian statistic, klik continue dan yang terakhir klik OK.

2. Uji Hipotesis

Setelah memenuhi persyaratan uji normalitas dan homogentitas selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji independent sampel tes (Uji-t) dengan bantuan SPSS 26 . Uji independent sampel tes bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikanantara siswa sebelum dan sesudah menggunakan teknik teratai dalam pembelajaran menulis puisi bebas (Arifin, 2017:96).

Berikut langkah-langkah menguji hasil penelitian menggunakan uji independent t tes menurut Arifin (2017:26).

a. Buka aplikasi SPSS, pilih data yang terdapat di penyimpanan.

b. Pilih dan klik menu Analize>Compare Means>Independent-samples T test.

c. Pindahkan variabel nilai ke kotak isian Test Variabel, dan variabel metode ke kotak isian Grouping Variabel.

d. Klik tombol Define Groups, isi angka 1 (metode x) pada isian grup satu, dan isi angka 2 (metode y) pada isian grup dua.

e. Klik tombol continue, jendela independent t tes akan ditampilkan kembali.

3. SPSS

SPSS (Statistical product and service solutions) adalah salah satu program komputer yang khusus dibuat untuk mengolah data dengan metode statistik tertentu (Santoso, 2018:11). SPSS adalah salah satu program statistik yang popular dan banyak digunakan dalam penelitian-penelitian sosial dan riset.

SPSS pertama kali dibuat tahun 1968 oleh tiga mahasiswa Stanford University, dan di operasikan pada computer mainframe. SPSS muncul pertama kali dengan versi PC dengan nama SPSS/PC+. Pada tahun 1992 SPSS for Windows keluar dan sekarang SPSS sudah sampai versi 26 Wardana(2020:4), menjelaskan beberapa langkah dalam menggunakan SPSS yaitu:

a. Membangun data, kita persiapkan SPSS untuk menampung data yang telah ada, membangun dan mungkin memodifikasi file data seperti melakukan transformasi data.

b. Memilih prosedur statistik, apakah statistic deskriptif, parametric, atau non parametric

c. Memilih variable yang dianalisis, kita menentukan yang mana variable bebas (independent variable) dan yang mana variable terikat (dependent variable).

1). Variabel bebas adalah variabel yang tidak tergantung dengan hasil pengamatan disebut juga faktor sebab/faktor perlakuan (biasanya disimbolkan x).

2). Variabel terikat adalah variabel yang tergantung dengan hasil pengamatan, disebut juga faktor akibat/faktor pengamatan (biasanya disimbolkan y).

d.Menjalankan prosedur dan melihat hasil analisis.

46 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui keefektifan kemampuan menulis puisi bebas dengan menggunakan teknik teratai pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar dengan siswa yang diberikan perlakuan dan tanpa diberikan perlakuan, maka hasilnya dapat dibandingkan. Tes awal memperoleh skor data dari hasil pre-test dan tes akhir memperoleh data skor dari hasil post-test yakni kemampuan menulis puisi bebas.

Berikut penjelasan hasil dari penelitian dengan analisis statistik deskriptif serta analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian tentang penggunaan teknik teratai terhadap kemampuan menulis puisi bebas pada siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 18 Makassar.

1. Deskripsi Data Penelitian

Pada analisis ini data yang diolah merupakan data pre-test dan post-test pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar, atau siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik teratai. Untuk itu peneliti memberikan pre-test dan post-test berupa tugas menulis puisi bebas.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar, peneliti telah mengumpulkan data dengan

46

menggunakan tes tertulis pre-test dan post-test sehingga dapat diproleh hasil dari kemampuan menulis puisi bebas sebelum dan setelah menggunakan teknik teratai.

Penggunaan teknik teratai ini digunakan untuk mengetahui apakah teknik tersebut efektif digunakan terhadap kemampuan menulis puisi bebas pada siswa.

Penggunaan teknik ini diberikan pada kelas X IPA3 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berikut akan disajikan perolehan skor dari hasil pre-test dan post-test:

Tabel 4.1 Perolehan skor kemampuan menulis Puisi Bebas Pre-Test Dan Post-Test

No. NamaSiswa Nilai

Pre-test Post-Test

1. A Alya Poetri Rahman 38 45

2. A Gemintang Pamungkas 36 47

3. Alain Antonius Padandanan 39 45

4. Alisiya Nur Kolbi 42 53

5. Andhika Restu Pratama 32 47

6. Andi Muh. Fadjar Launru 28 45

7. Andi Tenriajeng Roem Wajuanna 19 41

8. Anggun Amelia Putri 36 52

9. Aozidah Lutfiah 36 47

10. Atifah Nur Wafirah 42 48

11. Ayu Puspita 38 48

12. Fadhiah Nur Elvina 42 52

13. Feby Deswita 38 47

14. Ivanda Farrel Syahputra 36 47

15. Jelitha Thresianty Ady Bumbungan 36 53

16. Khen Bryan Tambun 36 53

17. Khusnul Fatimah 41 57

18. Monaliza Najwa Zalzabila 36 47

19. Muh. Adhian Kasmala Putra 32 48

20. Muhammad Alfian Fathir 42 52

21. Muhammad Miftahul Jannah 36 52

22. Muhammad Taufik Subkhan 36 45

23. Nurhikma 41 51

24. Nurlia Ramadaud 36 52

25. Putri Dwi Natasya Kamal 32 51

26. Putri Risva Nafisa J 42 57

27. Rhuina Aura Fadiga 36 52

28. Riani Handayani 41 47

29. Rio Gawa Revlito 41 45

30. Salsabila Sri Maharani 42 57

31. Sirat Rizqi Salamun 36 52

32. Tsaniyah Agustina Wandini 36 52

33. Ummul Muafiah 38 47

34. Victhor Djuand Pallangan 32 41

35. Vika Tri Hardianty 39 48

36. Wardah Mufidah 36 48

Jumlah 1325 1773

Rata-rata

37 50

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahawa sampel pada kelas X IPA3 dari perolehan pretestdengan nilai rata rata 37 dan perolehan skor postest dengan nilai rata-rata 50. Adapun cara mencari rata-rata dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

Mx : mean yang di cari

∑fx: jumlah dari hasil perkalian antara masing-masing dengan frekuensinya

N : jumlah subjek

Pembelajaran menulis puisi bebasdengan menggunakan teknik teratai, disajikan melalui analisis data statistik. Analisis data ini menggambarkan perolehan skor siswa dari yang tertinggi hingga terendah.

𝑀𝑥 fx N

Tabel 4.2 Distrbusi Frekunsi Perolehan Skor Pre-test Kelas

Interval

Tingkat

Keberhasilan Frekuensi Persentase %

50-60 Sangat tinggi - 0%

42-49 Tinggi 6 16%

32-41 Sedang 28 78%

20-31 Rendah 1 3%

10-19 Sangat rendah 1 3%

36 100%

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Perolehan Skor Post-test Kelas

Interval

Tingkat

Kemampuan Frekuensi Persentase %

50-60 Sangat tinggi 16 44%

42-49 Tinggi 18 50%

32-41 Sedang 2 6%

20-31 Rendah - 0%

10-19 Sangat rendah - 0%

36 100%

Berdasarkan tabel 4.2 dan 4.3 diatas, dapat diketahui bahwa perolehan skor sangat tinggi berkisar antara 50-60, kelompok tinggi memiliki skor 40-49, kelompok sedang dengan skor 29-39, sedangkan kelompok sangat rendah memiliki skor 20-28, dan skor sangat rendah 10-19. distribusi frekuensi skor pre- test dan post-test. dapat dilihat pada histogram berikut:

Gambar 4.1 Histogram Perolehan Skor Pre-test

Gambar 4.2 Histogram Perolehan Skor Post-test

0%

16%

78%

3% 3%

0 5 10 15 20 25 30

50-60 42-49 32-41 20-31 10-19

Histogram Perolehan Skor Pre-test

frekuensi

44%

50%

6%

0% 0%

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20

50-60 42-49 32-41 20-31 43739

Histogram Perolehan Skor Post-test

frekunsi

Berdasarkan histogram pada gambar 4.1 di atas, menunjukkan hasil skor pada kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas sebelum menggunakan teknik teratai menunjukkan bahwa satu orang siswa yang memperoleh skor sangat rendah (3%), satu orang siswa memperoleh skor rendah (3%), dua puluh empat orang memperoleh skor sedang (78%), tujuh orang memperoleh skor tinggi (16%), dan tidak ada siswa yang memperoleh skor sangat tinggi (0%).

Sedangkan pada histogram gambar 4.2, dapat dilihat hasil skor pada kemampuan menulis puisi bebas siswa dengan menggunakan teknik teratai menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh skor sangat rendah maupun rendah (0%), dan dua siswa yang memperoleh skor sedang (6%), delapan belas siswa yang memperoleh skor tinggi (50%), dan terdapat enam belas siswa yang berhasil memperoleh skor sangat tinggi (44%).

Berikut rangkuman hasil pengolahan data pre-test dan post-test :

Tabel 4.4 Rangkuman Data Statistik Nilai Skor Kemampuan Menulis Puisi Bebas Pre-test dan Post-test

Data N

Skor Tertinggi

Skor Terendah

Rata-

Rata Median Modus

Pre-test 36 42 28 37 36 36

Post-test 36 57 45 50 48 47

2. Uji Persyaratan Analisis Data

Sebelum melakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas yang dapat disajikan sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Data yang diuji adalah skor dari posttest kelas eksperimen. Uji normalitas ini menggunakan SPSS 26. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas 1) Jika nilai signifikansi (Asymp. sig.) >0,05 maka data penelitian berdistribusi

normal.

2) Sebaliknya, jika nilai signifikansi (Asymp. sig.) < 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal.

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 36

Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std.

Deviation

3,94281054

Most Extreme Differences

Absolute ,106

Positive ,096

Negative -,106

Test Statistic ,106

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,200 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

Untuk data lebih jelas dapat dilihat pada lampiran.

Dari hasil uji normalitas yang sudah dijabarkan, dapat disimpulkan data yang diperoleh dari pretest-posttest pada kemampuan menulis puisi bebas berdistribusi normal dan memenuhi syarat untuk analisis data.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas menggunakan bantuan SPSS 26 dalam mengolah data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berikut akan dijabarkan rangkuman hasilnya: Berikut dasar pengambilan keputusan:

1. Jika nilai signifikansi (sig.) atau nilai probabilitas < 0,05, maka varian dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah tidak sama.

2. Jika nilai signifikansi (sig.) atau nilai probabilitas > 0,05, maka varian dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah sama.

Berikut hasil perhitungan uji homogenitas, pada data pre-test dan Post- test:

Tabel 4.6 Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

Hasil Belajar

Based on Mean ,104 1 70 ,748

Based on Median ,053 1 70 ,818

Based on Median and with adjusted df

,053 1 64,635 ,819

Based on trimmed mean

,060 1 70 ,807

Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat kita lihat bahwa data uji homogenitas berdistribusi normal. Dilihat dari levene statistik sebesar 0,060, df1 sebanyak 1,

dan df2 sebanyak 70. Karena signifikannya lebih dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa uji homogenitas berstatus normal.

c. Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah

“Penggunaan teknik teratai dalam pembelajaran menulis puisi bebas pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar” Untuk mengetahui keefektifan penggunaan teknik teratai dalam pembelajaran menulis puisi bebas siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest danpostest. Hasil tersebut di uji dengan uji-t data menggunakan SPSS 26. Berikut langkah-langkah meenguji hasil penelitian menggunakan uji independent t-tes menurut Arifin (2017:96-98).

a. Buka aplikasi SPSS, pilih data yang terdapat di penyimpanan.

b. Pilih dan klik menu Analize>Compare Means>Independent-samples T test.

c. Pindahkan variabel nilai ke kotak isian Test Variabel, dan variabel metode ke kotak isian Grouping Variabel.

d. Klik tombol Define Groups, isi angka 1 (metode x) pada isian grup satu, dan isi angka 2 (metode y) pada isian grup dua.

e. Klik tombol continue, jendela independent t tes akan ditampilkan kembali.

Berikut dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sampel t test (Arifin, 2017:98).

a. Perhatikan kolom levene’s test for equality of variance, jika nilai sig. (2- tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti tidak ada

perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antar kelas eksperimen dan kelas kontrol.

b. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antar kelas eksperimen dengan kelas kontrol (Purnomo, 2017:89).

c. Pada kolom levene’s test for equality of variance, huruf T adalah thitung, dan df (n) adalah nilai dari n-2 yang digunakan untuk menentukan nilai ttabel.

d. Jika data dinyatakan homogen maka perhatikan kolom equal variance asummed jika data tidak dintakan homogen perhatikan kolom equal variance not asummed.

Tabel 4.7 Uji Independen Sampel Tes Equal Variance Asummed

Equal Variance not Asummed Levene Test for

Equality of F ,104

Variances Sig, ,748

T 12,163 12,163

Df 70 68,698

Sig. (2-tailed ,000 ,000

Mean Differens 12,38889 12,38889 Std. Eror

Difference 1,01859 1,01859

95% Confidence Interval of the

Difference Lower 10,35738 10,35670 the difference

Upper 14,42040 14,42108

Berdasarkan tabel di atas, maka peneliti mendapatkan nilai tabel sebesar 1,666.

Tabel distribusinya dapat dilihat di lampiran nomor delapan. Berikut perbadingan nilai thitung dan ttabel data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Tabel 4.8 Hasil Uji-t data pre-test dan post-test

Data thitung ttabel Df Keterangan

Pre-test 12,163 1,666 70 Sig<0,05

Post-test

Berdasarkan tabel 4.8, maka hasil analisis data uji-t pre-test dan post- test menunjukkan bahwathitung 12,163 lebih besar daripada ttabel 1,666, maka terjadi perbedaan yang signifikan setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian, maka penggunaan teknik teratai ini lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bebas pada siswa. Berdasarkan uraian di atas, kesimpulan penelitian hipotesis pada bab II adalah:

Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji t dengan bantuan SPSS versi 26, nilai signifikan sebesar 0,200 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari hasil Pre-test dan Post-Test dan dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti penerapan teknik terataiefektif digunakan pada pembelajaran keterampilan menulis puisi bebas pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar.

B. Pembahasan

Penelitian dilakukan untuk mencaritahu keefektifan penggunaan teknik teratai sebelum dan sesudah diberinya perlakuan terhadap kemampuan menulis

puisi bebas pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar. Teknik pembelajaran adalah jalan, alat, atau media yang digunakan olehguru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang ingin dicapai. Dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah, untuk merangsang imajinasi siswa terhadap ide-ide dalam menulis puisi diperlukan sebuah teknik baru yang diperlukan. Keefektifan penggunaan teknik teratai patut dicoba dalam pembelajaran menuls puisi bebas. Teknik ini dapat membantu siswa untuk memunculkan ide dalam penulisan. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan memiliki tiga kegitan pokok yaitu: terjun, amati, dan rangkai.

Pembelajaran menulis puisi merupakan materi yang diajarkan pada siswa kelas X IPA3 semester ganjil. Pembelajaran menulis puisi adalah salah satu kegiatan yang bersifat produktif-kreatif yang memerlukan keterlibatan pikiran dan perasaan seseorang. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 18 Makassar, Komp. Mangga Tiga Permai Daya, Paccerakkang, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90241. Teknik pembelajaran teratai ini belum pernah diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada sekolah tersebut. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X IPA dengan jumlah siswa sebanyak 180 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA3 dengan jumlah siswa 36 siswa.

1. Deskripsi Kondsi Awal Pembelajaran Menulis Puisi Bebas Sebelum diberi Perlakuan (Pre-Test)

Pada kondisi awal dalam penelitian ini kemampuan menulis puisi diketahui dengan melakukan pre-test. Pre-test dilakukan untuk memperoleh data sebelum menggunakan teknik teratai terhadap kemampuan menulis puisi bebas pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar. Pemerolehan data dapat dilakukan dengan menggunakan tes tertulis yakni menulis puisi bebas sebelum diberikan perlakuan. Adapun perolehan skor pre-test tertinggi ialah 42 dan terendah 28 rata-rata sebesar 37, modus sebanyak 36, dan median sebesar 36.

2. Deskripsi Kondisi Akhir Pembelajaran Menulis Puisi Bebas Setelah diberi Perlakuan (Post-Test)

Pada kondisi ini kemampuan menulis puisi dapat diketahui dengan melakukan post-test. post-test ini dilakukan untuk memperoleh data ssetelah menggunakan teknik teratai terhadap kemampuan menulis puisi bebas pada siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar. Pemerolehan data dapat dilakukan dengan menggunakan tes tertulis yakni menulis puisi bebas menggunakan teknik teratai. Adapun skor post-test yang tertinggi ialah 57 dan terendah 45 rata-rata sebesar 50, modus sebanyak 47, dan median sebesar 48.

3. Perbedaaan Keefektifan TeknikTerataipadaPembelajaranMenulis PuisiBebasSiswa KelasX IPA3 SMA Negeri 18 Makassar antar pre-test dan post-test.

Hasil dari pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari masing-masing skor pre-test dan post-test sebelum dan setelah diberi perlakuan. Siswa yang tanpa menggunakan teknik

teratai (pre-test) diberi materi mengenai puisi seperti pada umumnya kemudian siswa diminta untuk menulis puisi bebas tanpa diberi perlakuan, sedangkan siswa yang menggunakan teknik teratai (post-test) diberikan materi mengenai teknik teratai dalam pembelajaran menulis puisi, dan siswa diminta untuk menulis puisi bebas dengan menerapkan teknik teratai pada saat menulis puisi. Adapaun langkah-langkah yang dilakukan pada saat pembelajaran sebelum diberinya perlakuan:

a. Guru menjelaskan materi pembelajaran tentang puisi.

b. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa dan diberi contoh puisi dengan tema tertentu.

c. Siswa diminta untuk membuat puisi bebas.

d. Siswa diminta untuk menulis puisi sesuai unsur-unsur pembangun puisi.

e. Kemudian hasil tugas siswa diberikan kepada guru

Sementara langkah-langkah pembelajaran untuk siswa yang diberikan perlakuan (post-test) ialah sebagai berikut:

1) Pendahuluan

(a) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu pembelajaran menulis puisi.

(b) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran.

(c) Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa dan diberi contoh puisi dengan tema tertentu.

(d) Setiap kelompok diminta untuk melakukan observasi yang dapat diamati.

Melalui observasi siswa diminta untuk merekam berbagai hal yang ditemukan di sekitar sekolah.

(e) siswa keluar kelas untuk mencari objek sesuai tema yang ditentukan.

2) Inti

(a) Di luar kelas

(1) Siswa diminta untuk melakukan observasi dan menyebutkan fakta-fakta yang dapat diamati di alam sekitar sekolah sesuai dengan pembagian kelompok masing-masing.

(2) Siswa mencatat hal-hal yang mereka temukan di sekitar sekolah.

(b) Di dalam kelas

(1) Siswa memeriksa hasil penemuan mereka sesuai dengan kelompok masing- masing.

(2) Siswa mengumpulkan tugas menulis puisi yang telah diberikan.

Setelah mendapat pembelajaran keterampilan menulis puisi bebas sebelum dan setelah menggunakan teknik teratai, skor post-test lebih tinggi dibanding dengan skor pre-test. Diketahui skor rata-rata pada siswa yang diberikan perlakuan (post-test) sebanyak 50 sedangkan skor rata-rata pada pada siswa yang tidak diberikan perlakuan (pre-test) sebanyak 37. Pada saat post-test, siswa terlihat lebih mudh menuls puisi. sedangn pada saat pre-test siswa mengalmi kesultan dalam menentukan ide, topik, dan stuktur pembangunnya.

Skor rata-rata pre-test dan post-test kemudian dihitung dengan menggunakan uji-t. Hasil perhitungan diperoleh thitung sebesar 12,163 dan nilai

ttabel 1,666 hal ini menunjukan thitung> ttabel. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test.

4. Tingkat Keefektifan Penggunaan Teknik Teratai Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Bebas pada Siswa Kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar.

Setelah Mendeskripsikan perbedaan antara pre-test dan post-test, maka tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan penggunaan teknik teratai dalam pembelajaran menulis puisi bebas siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 18 Makassar.

Berdasarkan hasil ujit data pre-tst dan post-tst, diperoleh nilai thitung sebesar 12,163 dan nilai ttabel 1,666 hal ini menunjukan thitung> ttabel. Oleh sebab itu, data tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang siginifikan antara pre-test dan post-test sehingga, dapat disimpulkan bahwa teknik tertai ini lebih efektf digunakan dalam pembelajaran puisi bebas.

5. Kelebihan Teknik Pembelajaran Teratai

Kelebihan dari teknik pembelajaran ini ialah sebagai berikut:

a. Peserta didik akan merasa senang dan bermakna ketika pembelajaran berlangsung di lingkungan alam sekitar sekolah.

b. Memudahkan peserta didik untuk menuangkan ide-idenya dalam menulis puisi.

c. Peserta didik lebih antusias dalam menulis.

d. Melatih peserta didik berdiskusi.

Dokumen terkait