BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Tujuan peneliti melaksanakan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Self Efficacy terhadap hasil belajar matematika siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Peneliti mengawali kegiatan penelitian ini pada tanggal 2 Oktober 2020 dengan menyerahkan surat izin penelitian kepada Kepala Sekolah SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3-12 Oktober 2020. Lokasi penelitian yaitu SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang dengan mengambil seluruh siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang sebagai populasi. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dan VI yang seluruhnya berjumlah 40.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh data hasil penelitian yang selanjutnya akan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian. Data-data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan bantuan aplikasi program Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25.0 for windows. Adapun analisis statistik deskriptif dan inferensial dilakukan dengan cara sebagai berikut :
35 1. Analisis Statistik Deskriptif
Data penelitian ini terdiri terdiri dari variabel independen (X) yaitu Self Efficacy dan variabel dependen (Y) yaitu hasil belajar matematika siswa.
Deskripsi data mencakup nilai minimum, maksimum, sum, mean, median,dan standar devisi serta tabel kategori.
a. Hasil Analisis Deskriptif Self Efficacy
Self Efficacy siswa pada mata pelajaran matematika diukur dengan menggunakan angket yang disebarkan pada sampel penelitian. Untuk melakukan analisis deskriptif, data tersebut diuji dengan menggunakan bantuan SPSS 25.0 Berikut output untuk analisis deskriptif data self efficacy.
Statistic Std. Error
Self efficacy Mean 95,20 ,853
95% Confidence Interval for Mean
Lower Bound 93,47 Upper Bound 96,93
5% Trimmed Mean 95,14
Median 96,00
Variance 29,138
Std. Deviation 5,398
Minimum 84
Maximum 107
Range 23
Interquartile Range 7
Skewness ,103 ,374
Kurtosis -,098 ,733
Self Efficacy dalam penelitian ini diukur menggunakan angket. Dapat dilihat bahwa mean atau nilai rata-rata nilai pemberian Self Efficacy di kelas V dan VI SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang adalah 95,20
36 skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 107 dan nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 84. Adapun standar deviasi kuesioner self efficacy adalah 5,398 yang artinya self efficacy siswa cukup baik karena nilai sebaranya menjauhi 0.
Gambaran Self Efficacy pada siswa kelas V dan VI SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Kategori Variabel Self Efficacy
Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase
X ≥ 100 Tinggi 9 22,5%
90 ≤ X < 100 Sedang 27 67,5%
X < 90 Rendah 4 10%
40 100%
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa responden yang skornya berada pada kategori tinggi berjumlah 9 siswa dengan presentase 22,5%.
Responden yang skornya berada pada kategori sedang berjumlah 27 siswa dengan presentase 67,5%. Selain itu, responden yang skornya berada pada kategori rendah berjumlah 4 siswa dengan presentase 10%. Dengan demikian, gambaran Self Efficacy berada pada kategori sedang.
b. Hasil Analisis Deskriptif Hasil Belajar Matematika Siswa
Hasil belajar siswa diperoleh dari nilai ulangan harian siswa. Data tersebut diperoleh melalui dokumentasi dari guru masing-masing kelas sampel penelitian.
Untuk melakukan analisis deskriptif, data tersebut diuji dengan menggunakan bantuan SPSS 25.0. Berikut ditampilkan output spss untuk analisis deskriptif data hasil belajar.
37
Hasil belajar Mean 72,73 ,816
95% Confidence Interval for Mean
Lower Bound 71,07 Upper Bound 74,38
5% Trimmed Mean 72,50
Median 71,50
Variance 26,666
Std. Deviation 5,164
Minimum 63
Maximum 86
Range 23
Interquartile Range 8
Skewness ,692 ,374
Kurtosis ,253 ,733
Dapat dilihat bahwa mean atau nilai rata-rata nilai hasil belajar matematika siswa di kelas V dan VI SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang adalah 72,73 nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 86 dan nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 63. Adapun standar deviasi kuesioner hasil belajar siswa adalah 5,164.
Gambaran hasil belajar matematika siswa kelas V dan VI SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2 Kategori Variabel Hasil Belajar
Interval Skor Kategori Frekuensi Presentase
X ≥ 78 Tinggi 7 17,5%
67 ≤ X < 78 Sedang 31 77,5%
X < 67 Rendah 2 5%
40 100%
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa responden yang skornya berada pada kategori tinggi berjumlah 7 siswa dengan presentase 17,5%.
Responden yang skornya berada pada kategori sedang berjumlah 31 siswa dengan
38 presentase 77,5% Selain itu, responden yang skornya berada pada kategori rendah berjumlah 2 siswa dengan presentase 5%. Dengan demikian, gambaran hasil belajar matematika siswa berada pada kategori sedang.
2. Analisis Statistik Inferensial a. Uji Prasyarat
Uji prasyarat dalam penelitian ini yakni, uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov Smirnow dan uji linearitas dengan menggunakan Test for Linierity.
1). Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Perhitungan dilakukan dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25.0 dengan uji Kolmogorov Smirnov Normality Test. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada output Tests of Normality bagian kolmogorov-smirnov pada nilai Sig.
(signifikansi). Data normal jika sig> α, untuk taraf signifikan (α) 5%. Jika signifikansi lebih dari 0,05, maka data berdistribusi normal, begitupun sebaliknya jika data tidak berdistribusi normal dapat dipakai statistik non parametrik.
Pengujian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui berdistribusi normal atau tidaknya sebuah data, selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut:
39 Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
Self efficacy ,119 40 ,156 ,973 40 ,438
Hasil belajar ,131 40 ,082 ,953 40 ,097
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan tabel 4.3 diketahui data angket self efficacy diperoleh nilai Signifikansi 0,156 > 0,05, sehingga dapat di simpulkan bahwa data self efficacy berdistribusi normal. Sedangkan data hasil belajar matematika siswa diperoleh nilai Signifikansi 0,082 > 0,05, sehingga dapat di simpulkan bahwa data hasil belajar matematika siswa berdistribusi normal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dari kedua variabel tersebut berdistribusi normal atau memenuhi persyaratan uji normalitas.
2). Uji Linearitas
Uji lineritas digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat apakah berbentuk linear atau tidak. Data diolah dengan bantuan program SPSS versi 25.0 dengan menggunakan Test forLinearity pada taraf signifikansi 0,05. Hubungan yang linier ditandai dengan adanya kenaikan skor pada suatu variabel diikuti kenaikan pula pada variabel lainnya.
Dasar pengambilan keputusan yaitu apabila diperoleh nilai sig. Linearity < 0,05 dan nilai sig. deviatioan from linierity > 0,05 maka hubungan antara variabel linear. Hasil uji linearitas dapat dilihat pada tabel berikut ini.
40 Tabel 4.4 Hasil Uji Linearitas
ANOVA Table
Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
Hasil belajar * Self efficacy
Between Groups
(Combined) 583,796 15 38,920 2,048 ,057
Linearity 425,293 1 425,293 22,375 ,000
Deviation from Linearity
158,503 14 11,322 ,596 ,842
Within Groups 456,179 24 19,007
Total 1039,975 39
Berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti dengan bantuan SPSS 25.0, diperoleh nilai sig. linierity sebesar 0,000 < 0,05 pada linearity dan nilai sig.
deviation from linearity sebesar 0,842 > 0,05. Dengan demikian berdasarkan kriteria pengambilan keputusan test of linierity distribusi data penelitian berbentuk linear.
b. Uji Hipotesis Penelitian
Uji hipotesis dilakukan setelah dilakukan uji normalitas dan uji linearitas.
Berdasarkan uji normalitas dan uji linearitas, diperoleh sebaran data berdistribusi normal, dan terdapat hubungan yang linear antara self efficacy dengan hasil belajar matematika siswa di SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Berikut ini adalah tabel hasil uji pearson correlation:
41 Tabel 4.5 Hasil Uji Pearson Correlation Produc Moment.
Correlations
Self efficacy Hasil belajar
Self efficacy Pearson Correlation 1 ,639**
Sig. (2-tailed) ,000
N 40 40
Hasil belajar Pearson Correlation ,639** 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 40 40
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 25.0, didapatkan koefisien korelasi antara self efficacy dengan hasil belajar matematika siswa sebesar 0,639.
Tabel 4.6 Uji Kofisien
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,639a ,409 ,393 4,022
a. Predictors: (Constant), Self efficacy
Tabel analisis menunjukkan bahwa penelitian ini memperoleh koefisien determinan (R2) sebesar 0,409 yang menandakan bahwa faktor self efficacy memberikan kontribusi dengan hasil belajar matematika siswa sebesar 40,9%, sedangkan 59,1,% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
42 Tabel 4.7 Uji Signifikan
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 425,293 1 425,293 26,292 ,000b
Residual 614,682 38 16,176
Total 1039,975 39
a. Dependent Variable: Hasil belajar b. Predictors: (Constant), Self efficacy
Berdasarkan tabel diatas, didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 < α (0,05). Artinya terdapat pengaruh antara Self Efficacy terhadap hasil belajar matematika siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.
Tabel 4.8 Uji Analisis Regresi Linear Sederhana Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 14,486 11,376 1,273 ,211
Self efficacy ,612 ,119 ,639 5,128 ,000
a. Dependent Variable: Hasil belajar
Persamaan garis regresi pada hasil perhitungan analisis tabel diatas yaitu Y
= 14,486 – 0,612 X. Hal ini berarti setiap perubahan satu satuan dari X akan diikuti perubahan Y sebesar 0,612. Kriteria uji koefisien dari variabel self efficacy terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran matematika sebagai berikut.
Hipotesis dalam bentuk kalimat :
a) H0 : Self efficacy pada pelajaran matematika tidak berpengaruh terhadap hasil belajar matematika.
43 b) Ha : Self efficacy pada pelajaran matematika berpengaruh terhadap hasil belajar
matematika.
Hipotesis dalam bentuk statistik : c) H0 : β1 = 0
d) Ha : β1 ≠ 0
Dasar Pengambilan Keputusan dengan membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel, yaitu jika -ttabel < thitung < ttabel maka H0 diterima, selain itu H0 ditolak.
Diambil pada tabel Coefficientsa nilai thitung untuk self efficacy yaitu 5,128.
Sedangkan nilai ttabel dengan α = 0,05, dk = n – k = 40 – 2 = 38 menunjukkan nilai 2,02439. Dapat diketahui bahwa -ttabel < thitung < ttabel atau -2,024439 < 5,128 <
2,02439 sehingga H0 ditolak . Artinya terdapat pengaruh secara signifikan terhadap antara self efficacy dan hasil belajar matematika.