PENDAHULUAN
Latar Belakang
Untuk menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran, hasil belajar sering dijadikan tolak ukur pencapaian tujuan pendidikan. Mengingat hasil pembelajaran dijadikan tolak ukur pencapaian tujuan pembelajaran, maka diperlukan suatu proses untuk mengetahui apakah hasil pembelajaran sudah selaras dengan tujuan pembelajaran. Mengingat pentingnya matematika dalam dunia pendidikan, maka setiap sekolah melakukan upaya yang berbeda-beda untuk mencapai hasil pembelajaran yang memuaskan, guna menciptakan generasi yang berkualitas di masa depan.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang pada tanggal 30 Januari 2020, upaya tersebut sudah dilakukan pihak sekolah, namun hasilnya masih belum memenuhi tujuan usaha yaitu meningkatkan hasil belajar. dari para siswa. Dari sini peneliti berasumsi bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar tidak hanya berasal dari luar (eksternal), tetapi juga berasal dari dalam (internal). Menurut Syarifuddin, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu.
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan kecemasan matematika terhadap hasil belajar. Untuk itu peneliti mengambil judul Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.
Rumusan Masalah
Dalam konteks pendidikan, jika peserta didik mempunyai self- eficacy maka mereka akan termotivasi untuk berhasil mencapai tujuan belajar dan dapat bertahan ketika menghadapi kesulitan (tugas). Schunk mengatakan bahwa siswa yang memiliki self-eficacious dalam belajar cenderung memiliki pengaturan diri yang lebih (menetapkan tujuan, menggunakan strategi belajar aktif, memantau pemahaman mereka, mengevaluasi kemajuan menuju tujuan mereka) dan menciptakan lingkungan belajar yang efektif (menghilangkan atau meminimalkan gangguan, menemukan mitra belajar yang efektif). Namun pada kenyataannya, peserta pelatihan kurang merasakan pentingnya peran self-eficacy.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika melalui efikasi diri. Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah sehingga dapat membantu pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan kaitannya dengan hasil belajar matematika siswa yang dipengaruhi oleh efikasi diri.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
- Pengertian Self Efficacy
- Hasil Belajar
Pengertian hasil belajar dapat dipahami dari dua kata penyusunnya, yaitu “hasil” dan “belajar”. Hasil belajar seringkali dijadikan tolak ukur seberapa baik seseorang menguasai materi yang diajarkan. Jadi dalam hal ini Purwanto (2013) mengartikan hasil belajar adalah tingkat ketuntasan yang dicapai siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Hasil belajar jenis ini tergolong pada jenis hasil belajar tingkat rendah dibandingkan dengan jenis hasil belajar lainnya. Analisis merupakan jenis hasil belajar kompleks yang memanfaatkan jenis hasil belajar sebelumnya yaitu pengetahuan, pemahaman dan penerapan. Untuk menyusun rencana pembelajaran dan merumuskan tujuan pembelajaran, penting bagi guru untuk mengetahui jenis-jenis hasil pembelajaran.
20 Sebagai sesuatu yang timbul dari kegiatan pembelajaran, tentunya terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Untuk mengetahui hasil belajar siswa selama proses belajar mengajar diperlukan suatu pengukuran yang disebut tes.
Kerangka Pikir
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Variabel Penelitian
- Desain Penelitian
- Defenisi Operasional Variabel
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah efikasi diri (X), dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar (Y). Metode angket ini digunakan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap efikasi diri siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Teknik ini ditujukan kepada siswa kelas V dan VI, kemudian digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengaruh data efikasi diri terhadap hasil belajar matematika siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.
Statistik inferensial digunakan peneliti untuk menganalisis data dari skor angket self-ability dan hasil belajar matematika siswa. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap hasil belajar matematika siswa di SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Terlihat bahwa mean atau nilai rata-rata Self-Efficacy siswa kelas V dan VI SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang adalah sebesar 95,20.
Berdasarkan uji normalitas dan uji linieritas, sebaran data berdistribusi normal dan terdapat hubungan linier antara efikasi diri dengan hasil belajar matematika siswa di SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Artinya terdapat pengaruh antara Self-Efficacy terhadap hasil belajar Matematika siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap hasil belajar matematika siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.
Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah efikasi diri dan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa. Penelitian yang berjudul “Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Hasil Belajar Siswa di SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang” dilakukan. Berdasarkan analisis data, pengujian hipotesis, hasil dan pembahasan yang disampaikan peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara self-eficacy terhadap hasil belajar matematika siswa di SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.
Rata-rata tingkat efikasi diri siswa dalam pembelajaran matematika di SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang termasuk dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 67,5%. Hubungan Self-Efficacy Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Inpres Lanraki 1 Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Pengaruh Model Pembelajaran dan Self-Efficacy Terhadap Hasil Belajar Matematika Di SMA Negeri 1 Parigi: E-journal Mitra Sains.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Peneliti mengawali kegiatan penelitian ini pada tanggal 2 Oktober 2020 dengan menyerahkan izin penelitian kepada Kepala SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekan. Lokasi penelitian adalah SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang dengan mengambil seluruh siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang sebagai populasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan aplikasi Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25.0 for Windows.
Data penelitian terdiri dari variabel bebas (X) yaitu Self-Efficacy dan variabel terikat (Y) yaitu hasil belajar matematika siswa. Efikasi diri siswa dalam matematika diukur dengan angket yang dibagikan kepada sampel penelitian. Untuk melakukan analisis deskriptif, data diuji dengan program SPSS 25.0. Berikut hasil analisis deskriptif data efikasi diri.
Standar deviasi angket self efikasi diri sebesar 5,398 yang berarti efikasi diri siswa cukup baik karena skornya jauh dari 0. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa responden yang skornya berada pada kategori tinggi sebanyak 9 siswa dengan persentase 22,5%. Terlihat nilai rata-rata atau mean hasil belajar matematika siswa kelas V dan VI. kepada kelas SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang 72,73, nilai tertinggi yang diraih siswa sebesar 86, nilai terendah yang diraih siswa sebesar 63.
Dari tabel diatas terlihat responden yang poinnya pada kategori tinggi berjumlah 7 siswa dengan persentase 17,5%. Uji prasyarat dalam penelitian ini adalah uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnow dan uji linearitas menggunakan Test for Linearity. Berdasarkan tabel 4.3 diketahui data kuisioner efikasi diri memperoleh nilai signifikansi 0,156 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data efikasi diri berdistribusi normal.
Sedangkan data hasil belajar matematika siswa memperoleh nilai signifikansi 0,082 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar matematika siswa berdistribusi normal. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan bantuan SPSS versi 25.0, diperoleh koefisien korelasi antara efikasi diri dengan hasil belajar matematika siswa sebesar 0,639. Kriteria pengujian koefisien variabel self efikasi diri terhadap hasil belajar matematika siswa adalah sebagai berikut: a) H0 : Self efikasi diri matematika tidak berpengaruh terhadap hasil belajar matematika.
Pembahasan
44 Analisis Data Variabel Self-Efficacy Siswa Kelas V dan Enam SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang untuk indikator rasa percaya diri dapat memotivasi diri dalam mengambil tindakan dan dapat menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas pada penelitian ini didominasi kategori menengah. Demikian pula analisis data hasil belajar matematika siswa pada kegiatan pembelajaran juga berlangsung pada kategori sedang. Konsep dasar teori efikasi diri adalah masalah keyakinan bahwa setiap individu mempunyai kemampuan mengendalikan pikiran, perasaan, dan perilakunya.
Efikasi diri merupakan masalah persepsi subjektif, artinya efikasi diri tidak selalu mencerminkan kemampuan yang sebenarnya, namun berkaitan dengan keyakinan individu. Efikasi diri berpengaruh terhadap kemandirian belajar, hal ini dapat dibuktikan dengan siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan meningkatkan kemampuannya dalam mengatur tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya dengan percaya diri dan tanpa bantuan orang lain. Efikasi diri dapat ditingkatkan dengan beberapa cara, seperti, 1) siswa yang merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas dapat berdiskusi dengan teman atau guru yang bersangkutan sehingga tidak ada indikasi untuk menghindari keadaan tersebut.
Hal ini wajar jika siswa yang memiliki self efikasi dan motivasi berprestasi yang tinggi akan mempunyai rasa percaya diri dan meningkatkan seluruh kemampuannya untuk mencapai prestasi yang maksimal. Efikasi diri dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kemandirian belajar, tidak menutup kemungkinan siswa yang memiliki efikasi diri dan motivasi berprestasi yang tinggi akan berhasil mencapai prestasi yang maksimal. Karena 0,842 > 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan self-eficacy terhadap hasil belajar siswa.
Hal ini menunjukkan bahwa 40,9% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh efikasi diri, sedangkan 59,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Bagi pihak sekolah hendaknya menggandeng orang tua atau wali siswa untuk turut serta memotivasi siswa, khususnya siswa yang memiliki efikasi diri rendah, agar siswa merasa percaya diri dengan kemampuannya, disertai dengan upaya untuk meningkatkan dan mempersiapkan diri dalam menghadapi tugas yang diberikan. oleh sekolah. pengajar. Siswa diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri karena efikasi diri memungkinkan siswa mengembangkan motivasinya untuk mempersiapkan tugas yang ingin diberikan guru.
Peneliti selanjutnya sebaiknya menyelidiki faktor-faktor lain sehingga dapat menambah wawasan baru yang berguna dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Keyakinan saya terhadap kemampuan saya meningkat ketika saya berhasil memecahkan masalah yang sulit.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran
- Populasi Penelitian
- Sampel Penelitian
- Kisi-Kisi Angket Self Efficacy
- Skor Skala Likert
- Kategori Variabel
- Kategori Variabel Self Efficacy
- Kategori Variabel Hasil Belajar Matematika
- Hasil Uji Normalitas
- Hasil Uji Linearitas
- Hasil Uji Analisis Korelasi
- Hasil Uji Koefisien
- Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana