BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
43 b) Ha : Self efficacy pada pelajaran matematika berpengaruh terhadap hasil belajar
matematika.
Hipotesis dalam bentuk statistik : c) H0 : β1 = 0
d) Ha : β1 ≠ 0
Dasar Pengambilan Keputusan dengan membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel, yaitu jika -ttabel < thitung < ttabel maka H0 diterima, selain itu H0 ditolak.
Diambil pada tabel Coefficientsa nilai thitung untuk self efficacy yaitu 5,128.
Sedangkan nilai ttabel dengan α = 0,05, dk = n – k = 40 – 2 = 38 menunjukkan nilai 2,02439. Dapat diketahui bahwa -ttabel < thitung < ttabel atau -2,024439 < 5,128 <
2,02439 sehingga H0 ditolak . Artinya terdapat pengaruh secara signifikan terhadap antara self efficacy dan hasil belajar matematika.
44 Analisis data untuk variabel self efficacy siswa kelas V dan VI SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang untuk indikator keyakinan dapat memotivasi diri dalam melakukan tindakan dan mampu menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas pada penelitian ini dominan pada kategori sedang. Begitupula dengan analisis data untuk hasil belajar matematika siswa dalam kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung juga pada kategori sedang.
Konsep dasar teori self efficacy adalah pada masalah adanya keyakinan bahwa pada setiap individu mempunyai kemampuan mengontrol pikiran, perasaan dan perilakunya. Ghufron (2014) mengungkapkan bahwa perbedaan self efficacy pada setiap individu terletak pada tiga dimensi, yaitu magnitude (tingkat kesulitan tugas), strength (derajat kemantapan, keyakinan, atau pengharapan) dan generality (luas bidang perilaku). Self efficacy merupakan masalah persepsi subyektif artinya self efficacy tidak selalu menggambarkan kemampuan yang sebenarnya, tetapi terkait dengan keyakinan yang dimiliki individu. Self efficacy berpengaruh terhadap kemandirian belajar, hal ini bisa dibuktikan dengan siswa yang memiliki keyakinan diri tinggi akan meningkatkan kemampuannya dalam menyusun tindakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dihadapi dengan percaya diri dan tanpa bantuan orang lain. Seorang siswa harus mempunyai keyakinan bahwa pada setiap individu mempunyai kemampuan mengontrol pikiran, perasaan dan perilakunya.
Self efficacy dapat ditingkatkan dengan beberapa cara seperti, 1) siswa yang merasa mendapatkan kesulitan tugas dapat berdiskusi dengan teman ataupun guru yang bersangkutan sehingga tidak terjadi indikasi menghindari situasi
45 perilaku yang ia persepsikan diluar batas kemampuannya. 2) siswa harus memiliki pengharapan yang kuat dan mantap sehingga mendorong untuk gigih dalam berupaya mencapai tujuan, walaupun mungkin belum memiliki pengalaman- pengalaman yang menunjang. 3) siswa harus merasa yakin terhadap pemahaman kemampuan dirinya dan harus mengerjakannya agar tujuan yang diharapkan tercapai. Secara logika bahwa siswa yang self efficacy dan motivasi berprestasinya tinggi akan mempunyai keyakinan diri dan meningkatkan semua kemampuan yang dimilikinya untuk mencapai suatu prestasi maksimal. Prestasi ini menjadi acuan kepada individu untuk selalu berusaha mengerjakan sendiri sesuai dengan kemandirian belajarnya.
Self efficacy dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap kemandirian belajar dimungkinkan bahwa siswa yang memiliki self efficacy dan motivasi berprestasi tinggi akan berhasil dengan prestasi yang maksimal. Self efficacy yang dimiliki individu akan mempengaruhi tingkah lakunya dalam beberapa hal, seperti: 1) Tindakan individu, efikasi diri menentukan kesiapan individu dalam merencanakan apa yang harus dilakukannya. individu dengan keyakinan diri tinggi tidak mengalami keraguan dan mengetahui apa yang harus dilakukannya. 2) Usaha, efikasi diri mencerminakan seberapa besar upaya yang harus dikeluarkan individu untuk mencapai tujuannya. 3) Daya tahan individu dalam menghadapi hambatan atau rintangan dan kegagalan, individu dengan efikasi diri tinggi mempunyai daya tahan yang kuat dalam menghadapi rintangan. 4) Pola pikir, situasi tertentu akan mempengaruhi pola pikir individu. Individu dengan efikasi diri tinggi pola pikirnya tidak mudah terpengaruh oleh situasi lingkungan dan
46 tetap memiliki cara pandang yang luas dari beberapa sisi. 5) Stress dan depresi, bagi individu yang memiliki efikasi diri rendah, kecemasan yang terbangkitkan oleh stimulus tertentu akan membuatnya mudah merasa tertekan. 6) Tingkat pencapaian yang akan terealisasikan, individu dengan efikasi diri tinggi dapat membuat tujuan sesuai dengan kemampuannya yang dimiliki serta mampu menentukan bidang pendidikan sesuai dengan minat dan kemampuan tersebut.
47 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
Penelitian yang berjudul “Pengaruh Self Efficacy terhadap Hasil Belajar Siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang” telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat dibuat simpulan dan saran dari penelitian ini, yakni:
A. Simpulan
Berdasarkan analisis data, pengujian hipotesis, hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan peneliti, maka didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara self efficacy terhadap hasil belajar matematika siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai sign pada uji regresi linear sebesar 0,842. Oleh karena 0,842 > 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan self efficacy terhadap hasil belajar siswa.
Koefisien (R2) 0,409% menunjukkan bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel bebas sebesar 40,9%. Hal ini menunjukkan bahwa 40,9% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh self efficacy, sedangkan 59,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Bentuk umum persamaan regresi yang dibentuk yaitu Y = 14,486 – 0,612 X yang berarti bahwa setiap perubahan satu satuan dari X akan diikuti perubahan Y sebesar 0,612. Rata-rata tingkat self efficacy siswa pada pelajaran matematika siswa SD Negeri 147 Pelali Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang termasuk dalam kategori sedang yaitu dengan presentase 67,5%.
48 B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang peneliti sampaikan demi keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar dalam rangka mutu pendidikan antara lain :
1. Bagi orang tua dan guru agar senantiasa turut serta dalam memotivasi anak/
siswa untuk memiliki dan meningkatkan self efficacy sejak dini mengingat self efficacy turut berperan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Bagi pihak sekolah hendaknya bekerja sama dengan orang tua atau wali murid turut serta dalam memotivasi siswa terutama siswa dengan self efficacy rendah agar siswa memiliki keyakinan pada kemampuannya dengan diimbangi usaha perbaikan dan persiapan diri dalam menghadapi tugas yang diberikan guru.
3. Bagi siswa diharapkan meningkatkan self efficacy dirinya karena dengan adanya self efficacy, siswa mampu mengembangkan motivasinya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tugas yang hendak diberikan oleh guru.
4. Kepada peneliti selanjutnya hendaknya meneliti faktor lain sehingga dapat menambah wawasan baru yang berguna dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu karaya ini bisa dijadikan reverensi untuk menambah pengalaman dan wawasan baik dalam penelitian pendididikan mauapun penulisan karya ilmiah.
49
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendidikan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Alwisol. 2006. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
Bandura, Albert. 2010. Self Efficacy, Online. Available at http://www.uky.edu/eushe/Bandura/BanEncy.html. Diakses tanggal 2 April 2020.
Darmiana. 2019. Hubungan Self Efficacy Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Inpres Lanraki 1 Kecamatan Tamalanrea Kota makassar.
Skripsi. Makassar. Universitas Negeri Makassar
Ghufron dkk. 2014. Teori-teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
H.Schunk and Pajares. Development of Academic Self-Efficacy. https:// www.
uky. /~eushe2/Pajares/eff. html.
H. Schunk, Dale and Frank Pajares. 2010. Self Efficacy Theory. Hand Book.
Hamzah dan Nurdin. 2012. Belajar dengan menggunakan pendekatan pailkem:
Pembelajaran aktif, inovatif, lingkungan, kreatif, efektif, menarik cetakan kedua. Jakarta: Bumi Aksara.
Handayani, Febrina dan Desi Nurwidawati. 2013. Hubungan Self Efficacy dengan Prestasi Belajar Siswa Akselerasi. Jurnal Penelitian. Universitas Negeri Surabaya.
Http://Risalatuna%20%20Efikasi%20Diri%20(Self%20Efficacy).html, diakses tanggal 16 Februari 2020
Hidayat, Anwar. 2017. Teknik purposive sampling. Diambil dari http://www.statistikian.com. Diakses pada Kamis, 12 November 2020.
Http://sindikker.dikti.go.id, diakses pada tanggal 16 Februari 2020 Nurfitriyani, Yusita. 2017. Pengaruh Self Efficacy terhadap Hasil Belajar
Matematika Siswa Kelas VII SMPN 1 Bandung Tulungagung Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi. Tulungagung. Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS. Yogyakarta : Mediacom.
50
Punaji. 2015. Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan. Jakarta:
Prenadamedia Group.
Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Purwanto. 2014. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sudjana, Nana .2014. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Sugiyono, 2010. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Sugiyono, 2018. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuntitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung : Alfabeta.
Suprijono, Agus. 2011. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Syarifuddin, Ahmad. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya: Ta’dib, (online), Vol.16 No.01, http://download.portalgaruda.org. Diakses tanggal 1 April 2020.
Yunanti Elis. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran dan Self-Efficacy Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMA Negeri 1 Parigi: E-Jurnal Mitra Sains. 4 (10), 92-100
Yusuf dan Juntika. 2011. Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rosdakarya.
51
LAMPIRAN-LAMPIRAN
52 Lampiran 1
Kisi-Kisi Angket Variabel X (Self Efficacy)
(Sumber : Darmiana 2019)
Indikator Nomor Soal Jumlah
Butir Soal Pernyataan
Positif
Pernyataan Negatif Yakin dapat
menyelesaikan tugas tertentu
1, 28 4, 9, 12, 27 6
Yakin dapat memotivasi diri untuk melakukan tindakan yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas.
5, 7, 14, 17 10, 16, 29, 30 8
Yakin bahwa diri mampu berusaha dengan keras, gigih dan tekun
3, 21, 22, 23 13, 25, 26 7 Yakin bahwa diri
mampu bertahan menghadapi hambatan dan kesulitan
2, 18, 19, 20,
24 - 5
Yakin dapat menyelesaikan tugas yang dimiliki range yang luas ataupun sempit (spesifik)
6, 8, 11, 15 - 4
Jumlah 19 11 30
53 Lampiran 2
Daftar Nama Sampel
NO NAMA SISWA
1 AHMAD HIDAYAT
2 AIRIN RAHMADANI
3 ALMAIRA LAMAN
4 ALVITA NUGRAH
5 ARMAN
6 M. AKHYEAR
7 MUH. ALDI FAUZAN
8 MUH. HAMIDUN
9 MUH. NUR RIZKI
10 MUHAMMAD BILAL
11 MUHAMMAD ELGI
12 MUHAMMAD FADEL
13 MUHAMMAD RAGIL
14 NABILA AZZAHRA
15 NAPISA
16 NUR SASKIA
17 AIRA
18 ALEKSA
19 ALIEN
20 ARSYAH
21 ARYA
22 ASRIL
23 ASRUL
24 DIMAS
25 FIKRAM
26 HERLINI
27 HUSNAINI
28 IRFANDI
29 JUNABIL
30 KIRANI
31 MASRIL
32 AFGAN
33 RAIS
34 JEFRI
54
35 FIAN
36 MUSLIMAH
37 SABILA
38 NURVAULIA
39 RAHMA
40 RASWAN
55 Lampiran 3
Angket Variabel X (Hubungan Self Efficacy)
Nama :
Kelas :
SD : Petunjuk pengisian angket:
1. Isilah identitas terlebih dahulu.
2. Bacalah dengan cermat setiap pernyataan yang telah tersedia di angket.
3. Berilah tanda (✓) pada salah satu jawaban yang tersedia.
Keterangan:
NO PERNYATAAN SS S TS STS
1 Jika belajar, saya mendapatkan nilai bagus
✓
Keterangan:
SS : Sangat Setuju S : Setuju
TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
NO PERNYATAAN SS S TS STS
1. Soal yang mudah maupun sulit pasti bisa saya selesaikan.
2. Berkat kemampuan saya, saya bisa mengerjakan soal sesulit apapun.
3. Saya bisa mengerjakan soal yang sulit, apalagi soal yang mudah.
4. Saya lebih suka mengerjakan soal-soal yang mudah.
5. Jika soal terlalu sulit, saya akan mencari cara untuk memecahkannya.
6. Nilai buruk saya dapatkan karena sebelumnya saya malas belajar.
7. Saya akan berpikir keras untuk memecahkan soal yang sulit.
8. Nilai buruk saya dapatkan karena saya belum belajar sebelum ulangan.
56 9. Lebih baik mengerjakan soal yang mudah
dari pada soal yang sulit.
10. Saya hanya mengerjakan soal yang mudah.
11. Meskipun saya sudah belajar, nilai saya kurang memuaskan karena saya hanya belajar ketika menjelang ulangan.
12. Saya menyerah jika mengerjakan soal yang sulit.
13. Saya tidak akan bisa mengerjakan soal yang sulit.
14. Jika menghadapi soal yang sulit, saya harus lebih berusaha.
15. Saya mendapatkan nilai yang memuaskan karena saya belajar setiap hari.
16. Soal yang sulit membuat saya malas untuk mengerjakannya.
17. Saya memiliki ide untuk mengerjakan soal yang sulit.
18. Jika saya berusaha, saya pasti bisa menyelesaikan soal-soal yang sulit.
19. Jika saya memiliki niat dan tujuan, saya pasti bisa menghadapi kesulitan.
20. Apapun soalnya, harus siap menghadapinya.
21. Banyak latihan membuat saya yakin pada kemampuan saya.
22. Keyakinan saya terhadap kemampuan yang saya miliki, semakin bertambah jika saya berhasil menyelesaikan soal yang sulit.
23. Saya mendapatkan nilai bagus karena kemampuan saya.
24. Harus memiliki keyakinan agar sukses.
25. Saya tidak yakin bisa mengerjakan soal yang sulit.
26. Jika semua soal sulit, pasti saya mendapatkan nilai yang buruk.
57 27. Kemampuan saya hanya sebatas untuk
menyelesaikan soal yang mudah.
28. Saya pintar, jadi saya pasti bisa mengerjakan soal yang sulit.
29. Jika menghadapi soal yang sulit, saya tidak berusaha untuk menyelesaikannya.
30. Saya tidak akan mengerjakan soal yang sulit.
58 Lampiran 4
Hasil Angket Jawaban Siswa
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70 Lampiran 6
Nilai Rata-rata Ulangan Harian Matematika Siswa
NO NAMA SISWA
Rata-rata Ulangan Harian Matematika
1 AHMAD HIDAYAT 81
2 AIRIN RAHMADANI 79
3 ALMAIRA LAMAN 73
4 ALVITA NUGRAH 63
5 ARMAN 73
6 M. AKHYEAR 69
7 MUH. ALDI FAUZAN 68
8 MUH. HAMIDUN 69
9 MUH. NUR RIZKI 78
10 MUHAMMAD BILAL 76
11 MUHAMMAD ELGI 73
12 MUHAMMAD FADEL 71
13 MUHAMMAD RAGIL 69
14 NABILA AZZAHRA 69
15 NAPISA 69
16 NUR SASKIA 77
17 AIRA 68
18 ALEKSA 80
19 ALIEN 71
20 ARSYAH 72
21 ARYA 72
22 ASRIL 69
71
23 ASRUL 70
24 DIMAS 69
25 FIKRAM 86
26 HERLINI 70
27 HUSNAINI 68
28 IRFANDI 71
29 JUNABIL 70
30 KIRANI 65
31 MASRIL 75
32 AFGAN 77
33 RAIS 69
34 JEFRI 77
35 FIAN 85
36 MUSLIMAH 78
37 SABILA 70
38 NURVAULIA 73
39 RAHMA 76
40 RASWAN 75
72 Lampiran 7
Data Analisis Deskriptif
Descriptives
Statistic Std. Error
Self efficacy Mean 95,20 ,853
95% Confidence Interval for Mean
Lower Bound 93,47 Upper Bound 96,93
5% Trimmed Mean 95,14
Median 96,00
Variance 29,138
Std. Deviation 5,398
Minimum 84
Maximum 107
Range 23
Interquartile Range 7
Skewness ,103 ,374
Kurtosis -,098 ,733
Hasil belajar Mean 72,73 ,816
95% Confidence Interval for Mean
Lower Bound 71,07 Upper Bound 74,38
5% Trimmed Mean 72,50
Median 71,50
Variance 26,666
Std. Deviation 5,164
Minimum 63
Maximum 86
Range 23
Interquartile Range 8
Skewness ,692 ,374
Kurtosis ,253 ,733
73 Lampiran 8
Uji Normalitas
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Self efficacy ,119 40 ,156 ,973 40 ,438
Hasil belajar ,131 40 ,082 ,953 40 ,097
a. Lilliefors Significance Correction
74 Lampiran 9
Uji Linearitas
ANOVA Table
Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
Hasil belajar * Self efficacy
Between Groups
(Combined) 583,796 15 38,920 2,048 ,057
Linearity 425,293 1 425,293 22,375 ,000
Deviation from Linearity
158,503 14 11,322 ,596 ,842
Within Groups 456,179 24 19,007
Total 1039,975 39
75 Lampiran 10
Analisis Korelasi
Correlations
Self efficacy Hasil belajar
Self efficacy Pearson Correlation 1 ,639**
Sig. (2-tailed) ,000
N 40 40
Hasil belajar Pearson Correlation ,639** 1
Sig. (2-tailed) ,000
N 40 40
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
76 Lampiran 11
Analisis Regresi Sederhana
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,639a ,409 ,393 4,022
a. Predictors: (Constant), Self efficacy
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 425,293 1 425,293 26,292 ,000b
Residual 614,682 38 16,176
Total 1039,975 39
a. Dependent Variable: Hasil belajar b. Predictors: (Constant), Self efficacy
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 14,486 11,376 1,273 ,211
Self efficacy ,612 ,119 ,639 5,128 ,000
a. Dependent Variable: Hasil belajar
77 Lampiran 12
Dokumentasi Penelitian
Dokumentasi bersama Kepala Sekolah
Dokumentasi Pembagian Angket di Rumah Siswa
78
79
80