• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskrikpsi Karakteristik Responden a. Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan identitas pegawai yang digunakan untuk mengetahui dan memprediksikan sikap dan perilaku seseorang dalam merespon dan melaksanakan tugas-tugas pokok dan fungsinya yang diberikan kepadanya. Secara ringkas hasil penelitian tersebut dapat ditunjukkan dalam table 1 berikut ini:

Tabel 1

Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa Jenis Kelamin Jumlah Responden Persen (%)

Laki-laki 17 56.7

Perempuan 13 43.3

Jumlah 30 100

Sumber : Hasil Pengelolahan Data 2015

Dari tabel 2 tersebut dapat dilihat bahwa dari hasil 30 kuisioner yang diedarkan pada responden karyawan pada kantor Dinas Sosial Tenaga Keja dan Transmigrasi kab. Gowa berdasarkan jenis kelamin, yaitu dari jenis kelamin laki-laki jumlah responden 17 orang atau 56.7% dan jenis kelamin perempuan jumlah responden 13 orang atau 43,3%. Dengan demikian dari total responden pada kantor Dinas

Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa sebagian besar berjenis kelamin laki-laki.

b. Usia

Identitas pegawai dapat juga diperlihatkan melalui mengelompokkan usianya yang menggambarkan sikap dan perilaku pegawai terutama dalam melakukan tugas-tugas pokok dan fungsinya yang diberikan kepadanya. Secara ringkas hasil penelitian tersebut dapat ditunjukkan dalam tabel 2 berikut ini:

Tabel 2

Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa

Usia Frekuensi Persen (%)

20-25 5 orang 16.5

26-30 10 orang 33

31-35 4 orang 13.2

36-40 3 orang 9.9

41-45 4 orang 13.2

46-50 4 orang 13.2

Jumlah 30 100

Sumber : Hasil Pengolahan Data 2015

Berdasarkan tabel 3 diatas maka dapat dilihat bahwa dari 30 responden yang diteliti terdapat 5 responden atau 16.5% yang memiliki usia antara 20-25, pada usia antara 26-30 terdapat 10 orang responden atau 33%, pada usia 31-35 terdapat 4 orang reponden atau 13,2% , pada usia 36-40 terdapat 3 orang responden atau 9.9%, pada usia 41-45 terdapat 4 responden atau 13.2%, dan pada usia 46-50 terdapat 4 responden atau 13.2%. Dengan demikian dari total responden pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Kab.Gowa sebagian besar berusia 26-30 tahun. Dapat diperoleh gambaran bahwa rata-rata pegawai berada pada usia yang sangat produktif.

c. Pendidikan Terakhir

Tingkat pendidikan seseorang dapat menjadi ukuran yang menentukan keluasan wawasan, kemampuan, sikap, nilai dan kebutuhan. Bagi seorang pegawai tingkat pendidikan merupakan hal yang penting karena dapat berhubungan dengan goncangan dan kepangkatan dan jika dihubungkan dengan disiplin kerja, maka secara teoritik semakin baik tingkat pendidikan seseorang semakin baik pula kemampuan kerjanya, dan semakin baik tanggung jawabnya terhadap pekerjaan. Secara ringkas hasil penelitian mengenai tigkat pendidikan responden ditunjukkan pada tabel 3 berikut:

Tabel 3

Klasifikasi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa

Pendidikan

Terakhir Frekuensi Persen (%)

SMU 2 orang 6.7

Diploma 3 orang 10.0

Sarjana (S1) 25 orang 83.3

Jumlah 30 100

Sumber : Hasil Pengolahan Data 2015

Berdasarkan tabel 4 diatas, maka dapat dilihat bahwa dari 30 responden yang diteliti terdapat 2 orang responden atau 6.7% yang berpendidikan SMU, 3 responden atau 10.0% yang berpendidikan Diploma, dan 25 responden atau 83.3% yang berpendidikan Sarjana

(S1). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan pegawai pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa yang dominan adalah sarjana dan memiliki persentase 83,3 %.

2. Deskripsi Variabel Penelitian

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Keja dan Transmigrasi kab.Gowa, maka berikut akan diuraikan hasil penelitian berupa tanggapan responden mengenai bererapa indikator yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Keja dan Transmigrasi kab. Gowa.

a. Variabel Gaya Kepemimpinan (X₁)

Data variabel gaya kepemimpinan dengan menggunakan kuesioner. kuesioner tersebut terdiri dari 5 item, dengan hasil rekapitulasi distribusi jawaban responden terhadap item-item dari variabel gaya kepemimpinan dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut:

Tabel 4

Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Variabel Gaya Kepemimpinan (X1)

Indikator Frekuensi Tanggapan Responden Rata 2 1 % 2 % 3 % 4 % 5 %

X1.1 0 0 0 0 0 0 7 23,3 33 76,7 4,76 X1.2 0 0 0 0 0 0 6 20,0 24 80,0 4,8 X1.3 0 0 0 0 0 0 11 36,7 19 63,3 4,63 X1.4 0 0 0 0 0 0 9 30,0 20 66,7 4,63 Data Hasil Pengolahan Kuesioner 2015

Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa tanggapan responden mengenai gaya kepemimpinan, responden lebih memilih sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa deskripsi dari indikator gaya kepemimpinan pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa secara umum gaya kepemimpinan berkategori baik dimana kemampuan pimpinan untuk memotivasi pegawai bekerja lebih baik, kemampuan pimpinan menjaga hubungan yang harmonis dengan bawahannya, kebijakan pimpinan dalam penempatan pegawai sudah baik, dan pimpinan selalu melakukan evaluasi atas tugas yang diberikan.

b. Variabel Disiplin Kerja (X2)

Data variabel disiplin kerja diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut terdiri dari 5 item, dengan hasil rekapitulasi distribusi frekuensi jawaban responden terhadap item-item dari variabel disiplin kerja dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut :

Tabel 5

Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Disiplin Kerja (X2)

Indikator Frekuensi Tanggapan Responden Rata 2 1 % 2 % 3 % 4 % 5 %

X2.1 0 0 0 0 0 0 3 10,0 27 90,0 4,9 X2.2 0 0 0 0 0 0 7 23,3 23 76,7 4,76 X2.3 0 0 0 0 0 0 9 30,0 21 70,0 4,7 X2.4 0 0 0 0 0 0 6 20,0 24 80,0 4,8 Data Hasil Pengolahan Kuesioner 2015

Dari tabel 5 dapat diketahui bahwa tanggapan responden mengenai tabel disiplin kerja, responden lebih memilih sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa deskripsi dari indikator disiplin kerja pada kantor

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa secara umum berkategori baik dimana kehadiran pegawai setiap hari, mengenakan pakaian kerja dan tanda pengenal, ketepatan jam kerja, dan ketaatan terhadap peraturan.

c. Variabel Kinerja Pegawai (Y)

Data variabel kinerja pegawai diperoleh cdengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut terdiri dari 5 item, dengan hasil rekapitulasi distribusi frekuensi jawaban responden terhadap item-item dari variabel kinerja pegawai dapat dilihat pada tabel 6 sebagai berikut:

Tabel 6

Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Kinerja Pegawai (Y)

Indikator Frekuensi Tanggapan Responden Rata 2 1 % 2 % 3 % 4 % 5 %

Y.1 0 0 0 0 0 0 6 20,0 24 80,0 4,8 Y.2 0 0 0 0 0 0 7 23,3 23 76,7 4,76 Y.3 0 0 0 0 0 0 7 23,3 23 76,7 4,76 Y.4 0 0 0 0 0 0 8 26,7 22 73,7 4,73 Data Hasil Pengolahan Kuesioner 2015

Dari Tabel 6 dapat diketahui bahwa tanggapan responden mengenai kinerja pegawai, responden lebih memilih sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa deskripsi dari indikator kinerja pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa secara umum berkategori baik dimana dengan kecepatan, kualitas, efesiensi dan efektivitas dalam menyelesaikan pekerjaan.

d. Pengujian Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Dalam hal ini digunakan item pertanyaan yang diharapkan dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur. Kriteria yang digunakan untuk menyatakan suatu instrumen dianggap valid atau layak digunakan dalam pengujian hipotesis apabila Corected Item-Total Correlation lebih besar dari 0,30.

Tabel 7 Hasil Uji Validitas

Variabel Item Corected Item – Total

Correlation

Syarat Keterangan

Gaya X₁.1 0.714 >0,300 Valid

Kepemimpinan X₁.2 0.765 >0,300 Valid (X₁) X₁.3 0,790 >0,300 Valid

X₁.4 0.782 >0,300 Valid

Disiplin Kerja (X2)

X₂.1 0.640 >0,300 Valid

X₂.2 0.780 >0,300 Valid

X₂.3 0.806 >0,300 Valid

X₂.4 0.591 >0,300 Valid

Kinerja Y.1 0.663 >0,300 Valid Pegawai (Y) Y.2 0.765 >0,300 Valid

Y.3 0.698 >0,300 Valid

Y.4 0.672 >0,300 Valid

Data Hasil Pengolahan SPSS 16

Dari uji validitas pernyataan kuesioner untuk variabel X₁ (Gaya Kepemimpinan), variabel X₂ (Disiplin kerja) dan variabel Y (Kinerja Pegawai) tersebut, terlihat bahwa semua pertanyaan kuesioner adalah valid, karena nilai dari masing-masing item

pernyataan berdasarkan kolom Corrected Item-Total Correlation memiliki nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar dari pada 0,300.

2. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel.

Menurut (Sugiyono 2006) sebuah instrumen dan data yang dihasilkan disebut reliable atau terpercaya apabila instrumen tersebut secara konsisten memunculkan hasil yang sama setiap kali dilakukan pengukuran. Reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach, dengan cara membandingkan nilai Alpha dengan standarnya, Reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,60

Tabel 8 Uji Reliabilitas

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

Cronbach's Alpha Based on Standardized Items

N of Items

.755 .762 4

Sumber : Data diolah 2015

Jadi disimpulkan bahwa variabel-variabel diatas telah reliabel karena keseluruhan variabel memiliki nilai cronbach’s alpha yang lebih besar dari 0,60 sehingga layak digunakan untuk menjadi alat ukur instrumen kuesioner dalam penelitian ini.

e. Analisis Regresi linear Berganda

Pada penelitian ini menggunakan persamaan analisis regresi linear berganda. Persamaan regresi linear berganda berfungsi untuk mengetahui besarnya pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.

Jadi secara implisit pembentukan persamaan regresi linear berganda sama artinya dengan menghitung besarnya pengaruh variabel-variabel bebas yang membentuk persamaan terhadap Y (Variabel Terikat). Teknik analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini, pengolahan data penelitian menggunakan alat bantu computer dengan program SPSS 16.0 dan diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 9

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel

Bebas

Variabel Terikat

B Beta T Sig

Gaya Kepemimpinan

(X1)

Kinerja Pegawai

0,310 0,371 2,880 0,008

Disiplin Kerja (X2)

Kinerja Pegawai

0,590 0,564 4,373 0,000 R = 0,793

R. Square = 0,628 F = 22,833

Sig = 0,000

Sumber : Hasil Print Out Komputer 2015

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas, hasil penelitian diperoleh data yang meliputi satu variabel kinerja pegawai (Y) dan dua

variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan (X1) dan disiplin kerja (X2).

Sehingga dari dua variabel bebas tersebut dapat dihitung besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :

Y = 1.924 + 0,310X1 + 0,590X2

a. Variabel Gaya Kepemimpinan (X1)

Dihasilkan nilai t-hitung sebesar 2,880 lebih besar dari t-tabel = 2,048 (2,880>2,048) atau nilai sig. 0,008<0,05 artinya dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa berarti ada pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja Pegawai.

b. Variabel Disiplin Kerja (X₂) :

Dihasilkan nilai t-hitung sebesar 4,373 > t-tabel = 2,048 (4,373<2,048) atau nilai sig. 0,000 < 0,05 artinya disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai.

Berdasarkan hasil uji t di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi Kinerja Pegawai adalah variabel Disiplin Kerja (X₂) dengan nilai t hitung yang paling besar (4,373).

Dokumen terkait