• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen analisis penerapan akuntansi manajemen (Halaman 57-72)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Januari 2021 sebanyak 143 orang yang terdiri atas pegawai tetap 121 orang dan pegawai tidak tetap sebanyak 22 orang.

Tabel 4.2

Jumlah Personalia Per 1 Januari 2019 s.d. 1 Januari 2021

Personalia 2019 2020 2021

Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap

125 75

125 75

128 89

Jumlah 200 200 217

Sumber : PDAM Bantaeng Kabupaten Bantaeng

diwawancarai:

TabeI 4.3 Identitas Informan

No Nama Jenis

KeIamin

Jabatan TanggaI

Wawancara 1. Muhammad

Nurfajri, SE L Direktur 6/Desember/2021

2. Nasir Baso, SE L Kabag adm dan

Keuangan 8/Desember/2021 3. Riphanova Skandi

H, SE L Kabag Teknik 8/Desember/2021

Sumber Data Primer (Wawancara)

Data diatas menggambarkan mengenai identitas sumber informasi daIam peneIitian ini karakter yang dimiIiki oIeh setiap jabatan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng.

2. Deskripsi Temuan Penelitian

a) Akuntansi Manajemen Lingkungan

Akuntansi manajemen lingkungan saling terkait dan terfokus pada arus nilai-nilai bahan dan energi. Konsep akuntansi manajemen lingkungan digunakan untuk melakukan pemonitoran dan pengevaluasian informasi yang terstruktur dari keuangan maupun akuntansi manajemen (dalam unit moneter) serta timbal balik guna meningkatkan efisiensi pemanfaatan bahan-bahan maupun energi, mengurangi risiko-risiko lingkungan dan memperbaiki hasil-hasil dari manajemen perusahaan.

b) Siklus Akuntansi PDAM

Siklus Akuntansi merupakan tahapan kegiatan yang harus

Buku Jurnal/

Buku Besar Kegiatan/

Transaksi

suatu siklus:

Gambar 4.4 Siklus Akuntansi PDAM

1. Transaksi/kegiatan yang terjadi harus diidentifikasi terlebih dahulu sebelum melakukan pencatatan. Transaksi/Kegiatan yang terjadi dicatat kedalam dokumen yang merupakan bukti dasar pembukuan.

2. Berdasarkan dokumen yang timbul, transaksi keuangan dicatat dalam buku jurnal. Bila diperlukan, dokumen pendukungtransaksi keuangan yang timbul, dicatat pula kedalam buku pembantu.

Untuk transaksi sejenis yang terjadi berulang-ulang dicatat kedalam buku jurnal yang terdiri dari:

a) Daftar voucher utang yang harus dibayar (DVUD) b) Jurnal Rekening Air dan Non Air (JR)

c) Jurnal penerimaan kas/Bank (JPKB) d) Jurnal pembayaran Kas/Bank (JBKB)

e) Jurnal pemakaian Bahan Instalasi dan Kimia (JPBIK) Laporan Pendukung Buku

Pembantu

Laporan Keuangan Dokumen(Bukti

Transaksi)

3. Jurnal kumulatif transaksi yang dicatat pada buku jurnal diposting kedalam buku besar. Transaksi-transaksi yang dicatat kedalam buku- buku jurnal pada akhir bulan dijumlahkan. Kemudian dimasukkan (diposting) kedalam buku besar, kecuali jika dipostingsetiap terjadi transaksi. Buku-buku pembantu diselenggarakan sebagai rincian dari perkiraan-perkiraan buku besar tertentu. Tiap jenis buku pembantu dibuatkan saldo per akhir bulan untuk dicocokkan/direkosiliasi dengan saldo buku besar yang bersangkutan.

4. Dari buku besar di buat nerca lajur sebagai media perantarauntuk memudahkan penyusunan neraca dan laba rugi.

Neraca lajur bulanan disusun berdasarkan angka-angka penjumlahan sisi debet dan kredit dalam buku besar pada bulan yang bersangkutan. Dari neraca lajur dibuat laporan keuangan bulanan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi.

c) Komponen Biaya Lingkungan Produksi Air (PDAM)

Komponen Biaya dalam pengolahan air baku menjadi air bersih adalah dengan pemeliharaan peralatan produksi dan penggunaan bahan kimia.

No Komponen Biaya Biaya

1 Reposisi Level Pompa Intake 300.255.000

2 Pencucian Pasir di WTP 504.741.000

3 Pengangkutan Kapasitor Instalasi Pengelolaan air Bersih (IPA) PDAM

914.939.000

4 Pengawan Proyek Pengangkutan Instalasi Pengelolaan Air Bersih (IPA) PDAM

259.071.000

5 Evaluasi Up-Rating WTP 450.000.000

6 Penggunaan Bahan Kimia 90.250.000

7 Biaya Pelatihan Setiap Unit Kerja 50.200.000

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng sudah mengeluarkan biaya-biaya lingkungan dalam pencatatan akuntansinya. Biaya pengelolaan lingkungan yang dikeluarkan oleh perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dicatat dalam laporan keuangan perusahaan sebagai beban langsung usaha.

d) Analisis Neraca dan Laba Rugi PDAM Kabupaten Bantaeng

Pelaporan keuangan di neraca dan laba rugi bertujuan untuk memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi (aktiva), kewajiban dan modal dari suatu entitas perusahaan.

Dengan demikian meringkaskan posisi keuangan perusahaan pada

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN BANTAENG NERACA

PER 31 DESEMBER 2020 ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 104.877.160.927

Piutang usaha 56.965.480.027

Penyisihan piutang usaha (27.204.415.976)

Piutang lain-lain 4.471.637.138

Persediaan 26.467.295.051

Biaya dibayar dimuka 229.897.954

Uang muka pajak 23.963.583

Jumlah Aset Lancar 165.831.018.704

ASET TIDAK LANCAR

Aset tetap-bersih 202.660.441.997

ASET LAIN-LAIN

Perhitungan dengan Pemkot 923.752.698

Asset lain-lain 48.111.328.281

Jumlah Aset Tidak Lancar 251.695.522.977

JUMLAH ASET 417.526.541.681

KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

Utang usaha 49.689.908.294

Biaya yang masih harus dibayar 3.536.144.811

Pendapatan diterima dimuka -

Utang pajak 10.600.039.554

Jumlah kewajiban jangka pendek 63.826.092.659

EKUITAS

Modal 425.726.612.630

Saldo laba (72.026.163.609)

Jumlah Ekuitas 353.700.449.021

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 417.526.541.681

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN BANTAENG LAPORAN LABA RUGI

PER 31 DESESEMBER 2020

Pendapatan Usaha 313.353.675.050

Beban Langsung Usaha (198.600.604.312)

LABA (RUGI) KOTOR Beban Usaha

114.763.070.738

Beban administrasi dan Umum (70.693.624.965)

Beban bunga dan denda pinjaman -

Jumlah Beban Usaha (70.693.624.965)

LABA (RUGI) USAHA 44.059.445.773

Pendapatan (beban) lain-lain

Pendapatan lain-lain 10.225.415.361

Beban non operasional (439.255.686)

Jumlah pendapatan (beban) lain-lain 9.816.159.675

LABA BERSIH SEBELUM PAJAK 53.875.605.448

Estimasi pph badan (13.384.871.664)

LABA BERSIH SETELAH PAJAK 40.490.733.785

Berdasarkan analisis neraca dan laba rugi pada laporan keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dapat diketahui bahwa biaya-biaya lingkungan tersebut belum dikelompokkan berdasarkan kategorinya atau elemen yang berkaitan dengan pengolahan lingkungan belum tersaji secara efektif

Dalam laporan keuangan belum ada laporan keuangan khusus untuk pelaporan biaya-biaya lingkungan namun dilaporkan secara keseluruhan.(Wawancara tanggal 8 Desember 2021)

Pelaporan keuangan laba rugi merupakan laporan ringkasan dari hasil kegiatan perusahaan selama satu periode akuntansi sehingga dipandang sebagai laporan yang paling penting dalam laporan keuangan dalam laporan tahunan. Laporan laba rugi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng terdiri atas pendapatan usaha, beban usaha, dan beban non operasional.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai entitas yang tidak terdaftar di pasar modal, ekuitasnya hanya berupa penyertaan pemerintah, saldo laba ditahan/akumulasi kerugian. PDAM menerbitkan laporan keuangan hanya untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal seperti pemilik dan kreditur dalam hal ini kementrian keuangan. Oleh karna itu, PDAM mengantut Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) Laporan Keuangan disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam pembukuan dan penyusunan laporan keuangan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng berpedoman pada keputusan Mentri Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tanggal 10 Agustus tentang pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Perusahaan telah menetapkan Standar Akuntansi Keuangan

Tabel 4.6

Beban Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng Tahun 2020

Uraian 31 Desember 2020

Beban Langsung Usaha Rp.198.600.604.312

Beban Administrasi dan Umum Rp. 70.693.624.965

Beban Bunga dan denda pinjaman -

Beban Non Operasional Rp. 439.255.686

Jumlah Beban Usaha Rp. 269.733.484.963

Dari komponen beban usaha diatas, terdapat biaya lingkungan yang tidak diakui secara khusus oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng. Adapun pencatatan beban atau biaya- biaya yang terkait lingkungan dalam laporan aktivitas tersebut adalah sebagai berikut:

1) Beban Langsung Usaha, merupakan biaya yang di keluarkan oleh pihak perusahaan dalam hal mengolah sumber air, biaya tunjangan- tunjangan sumber air, kesejahteraan karyawan sumber air dan pembinaan pegawai sumber air

2) Beban Administrasi dan Umum, merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan dalam hal gaji dan honor dan administrasi, tunjangan-tunjangan umum dan administrasi, lembur umum dan administrasi, insentif serta pakaian dinas pegawai umumdan administrasi

usaha, beban kerugian penyisihan piutang non usaha, beban kerugian penurunan nilai persediaan

Pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng terdiri dari pendapatan usaha dan non usaha.

Tabel 4.7

Pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng Tahun 2020

Uraian 31 Desember 2020

Pendapatan Usaha Rp. 313.353.675.050

Pendapatan Lain-Lain Rp.10.255.415.361

Berdasarkan tabel diatas terdapat pencatatan pendapatan terkait lingkungan dalam laporan aktivitas tersebut sebagai berikut:

1) Pendapatan Usaha, merupakan pendapatan yang berasal dari penjualan air yang diakui dengan terbitnya daftar rekening ditagih (DRD) Air. Pendapatan penjualan air diukur berdasarkan nilai tagihan pemakaian air yang diterbitkan dalam DRD Air setiap bulannya atau nilai pembayaran uang untuk transaksi penjualan air secara tunai. Pendapatan penjualan non air, merupakan pendapatan sambungan baru, pendapatan jasa laboratorium dan pendapatan non air lainnya yang diukur berdasarkan besarnya nilai hak yang ditagihkan

2) Pendapatan Non Usaha/Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan yang muncul dari pengguna aset oleh pihak lain

Kabupaten Bantaeng

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara ke beberapa pegawai Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng yang merupakan salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak dalam bidang pelayanan umum/jasa kepada masyarakan dalam penyediaan air bersih.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng menggunakan dua jenis bahan yaitu bahan baku dan bahan pembantu. Sekitar 95% bahan baku yang diolah PDAM Kabupaten Bantaeng berasal dari beberapa sungai dan bendungan yang ada di Kabupaten Bantaeng. Adapun bahan penolong yang digunakan dalam pengolahan air bersih PDAM Kabupaten Bantaeng adalah Aluminium Sulfat dan Polyaluminium Chloride (PAC).

Adapun proses produksi dalam penyediaan air bersih adalah sebagai berikut:

1) Pengolahan Air Baku

Bangunan intake berfungsi sebagai bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air baku. Pada umumnya, pengolahan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng diambil dari sungai Jeneberang dan pada bangunan intake terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda atau sampah-sampah yang tergenang dalam air. Selanjutnya air akan masuk ke bak yang akan di pompa ke

Penambahan bahan kimia yaitu proses pencampuran bahan kimia dengan air baku sehingga membentuk campuran yang homogen dengan disertai pengadukan cepat.

3) Proses Pengadukan

Pengadukan atau flokulasi yaitu proses pembemtukan partikekl flok yang besar dan padat dengan cara pengadukan lambat agar dapat diendapkan. Tipe flokulator terdiri dari hidrolis, mekamis, dan clarifier.

4) Proses Pemisahan

Proses pemisahan atau sedimentasi yaitu proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat jenis, dengan cara pengendapan. Tipe bak sedimentasi terdiri dari bak persegi (aliran horizontal), bak persegi aliran vertical (menggunakan plat/tabung pengendap), bak bundar (aliran vertical-radial dan kontak padatan), serta tipe cralifier. Keadaan bak berkisar antara 3-6 meter (bak persegi dan bak bundar) serta 0,5-1 meter (cralifier). Waktu retensi 1-3 jam (untuk tipe bakpersegi horizontal dan bak bundar ), 0.07 jam (waktu retensi pada plat/tabung pengendap), 2-2,5 jam (cralifier).

5) Proses Penyaringan

Penyaringan atau filtrasi yaitu proses pemisahan padatan dari air melalui media penyaring seperti pasir dan antrasit. Jenis saringan terdiri dari saringan biasa (gravitasi), saringan dengan

pencucian santar saringan) dan 12-33 m/jam (saringan bertekanan).

6) Proses Desinfeksi

Desinfeksi yaitu proses pembubuhan bahan kimia untuk mengurangi zat organik pada air baku dan mematikan kuman/organisme. Desinfeksi yang digunakan antara lain gas khlor dan kaporit.

Dalam proses produksi air bersih tersbeut menghasilkan limbah lumpur kasar dan halus. Kandungan dalam lumpur tersebut terdeteksi mengandung aluminium sulfat/tawas pada proses pengolahan air bersih. Adanya kandungan logam aluminium didalam lumpur tergolong sebagai limbah bahan berbahaya beracun sehingga diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Hasil wawancara yangdiperoleh dari Pak Muhammad Nurfajri mengatakan bahwa:

Limbah PDAM Kabupaten Bantaeng hanya berupa lumpur kasar dan lumpur halus dan PDAM melakukan kegiatan rutin yang berupa pengerukan/pengurasan lumpur yang di lakukan per empat bulan sekali atau tiga kali dalam setahun. Lumpur yang dihasilkan tersebut dapat diolah kembali sebagai bahan timbunan.(Wawancara tanggal6 Desember 2021)

Adapun kendala-kendala yang dihadapi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng seperti produksi air bersih apabila musim kemarau yang berdampak pada debit akan berkurang atau musim hujan yang tingkat kekeruhannya meningkat dibanding musim kemarau. Hasil wawancara dengan

kekeruhan semakin limbah lumpur itu semakin banyak juga tapi itu terjadi pada saat musim hujan yang biasa kekeruhannya dikisaran sampai 1000- an. Sedangkan jika musim kemarau cenderung kekeruhan lebih rendah di kisaran 20- 40an.(Wawancara tanggal 8 Desember 2021)

Biaya untuk aktivitas yang dilakukan untuk menentukan apakah produksi, proses dan aktivitas perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng telah memenuhi standar lingkungan yang berlaku atau tidak. Perusahaan dapat mengikuti standard llingkungan dan prosedur meliputi

1) Peraturan pemerintah

2) Voluntary standard (ISO 14001) yang dikembangkan oleh internationalstandards organization

f) Perlakuan Biaya Lingkungan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng

Akuntansi Lingkungan sebagai metode untuk mengungkap dan menyajikan perlakuan biaya yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan memerlukan tahap-tahap yang berurutan dan rinci dengan tetap mengacu pada standard akuntansi maupun pernyataan akuntansi yang berlaku umum. Tahap-tahap akuntansi yang meliputi identifikasi, pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan.

Berikut ini merupakan tahap perlakuan akuntansi lingkungan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng.

1) Pengidentifikasian

Identifikasi yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air

limbah di perlakukan sebagai biaya umum. Hasil wawancara dengan pak Nashir Baso, SE mengatakan bahwa :

Sementara kalau untuk penyajian biaya-biaya terkait limbah tidak secara detail tapi kegiatan-kegiatan kita dalam hal CSR (Corporate Social Rensponsibility) nya ada dan biaya pembersihan saluran air baku ada dan rutin.(Wawancara tanggal 8 Desember 2021)

2) Pengakuan

Pengakuan berhubungan dengan masalah transaksi akan di catat atau tidak kedalam sistem pencatatan, sehingga pada akhirnya transaksi tersebut akan berpengaruh pada laporan keuangan perusahaan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng mengakui jika ada elemen biaya yang digunakan dalam operasional peusahaan dalam mengelolah lingkungan. Hasil wawancara denga pak Nashir Baso, SE yang mengatakan bahwa :

ada kita akui sebagai biaya pemeliharaan saluran air baku tapi porsinya kecil.(Wawancara tanggal 8 Desember 2021)

3) Pengukuran

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dalam mengukur biaya-biaya lingkungan atas aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan yaitu dengan menggunakan Rupiah walaupun belum adanya standard pengukuran mengenai biaya lingkungan. Maka pengukuran biaya lingkungan berdsarakan kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan.

informasi keuangan akan disajikan dalam laporan keuangan.

Biaya yang timbul dalam hal pegelolaan lingkungan perusahaan di sajikan dengan biaya- biaya lain ke dalam laporan keuangan umum perusahaan. Hasil wawancara dengan Pak Nashir Baso, SE mengatakan bahwa :

Dalam laporan keuangan kita masukkan ke dalam biaya sumber air, sebagai biaya saluran dan penyajian biaya-biaya tersebut tidak secara detail.(Wawancara tanggal 8 Desember 2021)

5) Pengungkapan

Pengungkapan berkaitan dengan masalah bahwa suatu informasi keuangan atau kebijakan akuntansi perusahaan tersebut diungkapkan atau tidak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng mengungkapkan pengelolaan lingkungan hidup yang di catat sebagai biaya pengeluaran. Berdasarkan analisis, maka dapat di simpulkan bahwa perusahaan sudah mengidentifikasi, mengakui, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan informasi tentang pengelolaan lingkungan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa laporan biaya lingkungan masih menyatu dalam laporan keuangan umum perusahaan yang disajikandengan biaya- biaya lainnya.

Dalam dokumen analisis penerapan akuntansi manajemen (Halaman 57-72)

Dokumen terkait