BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
informasi keuangan akan disajikan dalam laporan keuangan.
Biaya yang timbul dalam hal pegelolaan lingkungan perusahaan di sajikan dengan biaya- biaya lain ke dalam laporan keuangan umum perusahaan. Hasil wawancara dengan Pak Nashir Baso, SE mengatakan bahwa :
Dalam laporan keuangan kita masukkan ke dalam biaya sumber air, sebagai biaya saluran dan penyajian biaya-biaya tersebut tidak secara detail.(Wawancara tanggal 8 Desember 2021)
5) Pengungkapan
Pengungkapan berkaitan dengan masalah bahwa suatu informasi keuangan atau kebijakan akuntansi perusahaan tersebut diungkapkan atau tidak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng mengungkapkan pengelolaan lingkungan hidup yang di catat sebagai biaya pengeluaran. Berdasarkan analisis, maka dapat di simpulkan bahwa perusahaan sudah mengidentifikasi, mengakui, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan informasi tentang pengelolaan lingkungan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa laporan biaya lingkungan masih menyatu dalam laporan keuangan umum perusahaan yang disajikandengan biaya- biaya lainnya.
1. Dalam meningkatkan kinerja, manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng merujuk pada tingkat kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Tingkat kerusakan lingkungan yang lebih rendah menunjukkan kinerja lingkungan perusahaan yang lebih baik.
Begitu pula sebaliknya, semakin tinggi tingkat kerusakan lingkungannyamaka semakin buruk kinerja lingkungan perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng yang melakukan penanaman pohon diarea sumber air baku.
2. Aktivitas pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dapat dijelaskan bahwa aktivitas tersebut bukan tanpa mengeluarkan biaya.
Aktivitas tersebut adalah beban yang harus dibiayai oleh perusahaan , dimana beban tersebut harus dilaporkan dalam laporan keuangan perusahaan.
3. Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng sudah mengeluarkan biaya-biaya lingkungan dalam pencatatan akuntansinya. Biaya pengelolaan lingkungan yang dikeluarkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dicatat dalam laporan keuangan perusahaan sebagai beban langsung usaha
4. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng telah menerapkan akuntansi manajemen lingkungan dan berperan dalam peningkatan kinerja lingkungan perusahaan.
pentingnya menerapkan akuntansi manajemen lingkungan. Hal ini terlihat jelas karena UD. Santoso tidak melakukan perhitungan biaya lingkungan. UD. Santoso tidak menyadari biaya-biaya yang tersembunyi dalam proses produksinya yang secara tidak langsung sudah menambah biaya. Biaya tersembunyi ini nantinya akan berdampak pada kinerja perusahaan yaitu berkurangnya pendapatan UD. Santoso dengan adanya biaya tersembunyi yang banyak maka menunjukkkan bahwa kinerja UD. Santoso dalam proses produksinya kurang maksimal.
Maka dari itu penerapan akuntansi manajemen lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan serta dalam memasukkan biaya- biaya yang dikeluarkan selama terjadi proses pelaporan biaya lingkungan itu sendiri.
60
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan oleh peneliti mengenai penerapan akuntansi manajemen lingkungan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dapat disimpulkan:
1. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng telah mengeluarkan biaya-biaya lingkungan.Dengan di keluarkannya biaya- biaya tersebut, maka perusahaan turut menjaga lingkungan hidup.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng juga telah menerapkan akuntansi manajemen lingkungan dan berperan dalam peningkatan kinerja lingkungan perusahaan.
2. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng meningkatkan kinerja lingkungan dengan upaya melakukan penanaman pohon atau penghijauan di area sumber air baku yaitu di sekitar bendungan dan hulu sungai
B. Saran
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dalam penerapan akuntansi manajemen lingkungan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dan hasil penelitian yang didapat, peneliti menyarankan:
3. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng sebaiknya lebih memaksimalkan lagi pengolahan limbah agar pengolahan lingkungan lebih terjaga dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perusahaan.
4. Peneliti berharap, akan ada penelitian selanjutnya yang menyempurnakan penelitian ini dengan menggali informasi lebih rinci mengenai pengelollan limbah.
62
DAFTAR PUSTAKA
Afazis, R. D., & Handayani, S. (2020). Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan: Kinerja Lingkungan Sebagai Pemediasi. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 22(2), 257–270.
https://doi.org/10.34208/jba.v22i2.702
Aminah, & Noviani. (2018). Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Rumah Sakit Mardi Maluyo Metro. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 5(2), 1– 16.
Budiawan, S. (2019). Analisis Pengungkapan Triple Bottom Line Dalam Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Pada Industri Pertambangan. Jurnal Accounting, 2(1), 22–30.
Bosshard, R.E. 2003. Environmental Accounting: A Case Study of its Application to a Small Business in Atlantic Canada. Tesis: Dalhousie University Halifax.
Nova Scotia.
Burhany, Dian Imania. Nurniah. 2012. Akuntansi Manajemen Lingkungan, Alat Bantu Untuk Meningkatkan Kinerja Lingkungan Dalam Pembangunan Berkelanjutan. Volume 17, Nomor 3.
Gaspersz, Vincent. 2005. Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Gendro,Wiyono. 2011. Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS 17.0 & Smart PLS 2.0. Yogyakarta: Percetakan STIM YKPM.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM. SPSS 19 (edisi kelima). Semarang: Universitas Diponegoro.
Gunawan, E., & Sugeng. (2019). Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Terhadap Limbah Pada Pabrik Gula Pradjekan. Jurnal Ekonomi Akuntansi, 2(1), 47–58.
Harimisa, S. R., Nangoi, G. B., & Runtu, T. (2018). Analisis Penerapan Auntansi Manajemen Lingkungan Pada UD. Santoso di Manado. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, 13(2), 300–311.
Hartono, Jogiyanto. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Edisi 6. Yogyakarta, Indonesia: BPFE Yogyakarta
Hasan, Iqbal. 2006. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Ikhsan, Arfan. 2008. Akuntansi lingkungan dan pengungkapannya. Edisi pertama.
Graha Ilmu, Yogyakarta.
Ikhsan, Arfan. 2009. Akuntansi manajemen lingkungan. Edisi pertama.Yogyakarta:
Graha Ilmu
Kementerian Lingkungan Hidup. (2020, Desember 10). Hasil Penilaian PROPER KLH 2020. Diakses 2 Juni, 2021, dari Kementerian Lingkungan Hidup:
https://proper.menlhk.go.id/proper/berita/detail/329
Indrawati, N. M., Rini, I. S., & Ayu, I. G. (2018). Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD)
Tabanan. KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, 9(2), 85.https://doi.org/10.22225/kr.9.2.480.85-95
Indriantoro dan Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi Pertama. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta.
Kumalawati, N., & Muhammad, R. N. (2020). Analisisi Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan di PT . PINDAD ( Persero ) The Implementation Analysis of the Environmental Management Accounting at PT . PINDAD ( Persero ). Indonesian Accounting Literacy Journal, 1(1), 54–65.
https://jurnal.polban.ac.id/ojs-3 1.2/ialj/article/view/2341
Manossoh, H. (2019). Analisis Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada Hotel Sapadia Kotamobagu. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 7(3), 2761–2770. https://doi.org/10.35794/emba.v7i3.23740 Perez, E. A., C. C. Ruiz, dan F. C. Fenech. 2007. Environmental Management
Systems as an Embedding Mechanism: a Research Note. Accounting, Auditing & Accountability Journal 20(3): 403-422.
Rahayu, A., Sari, R., & L, A. (2018). Analisis Pengaruh Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan dan Strategi Terhadap Produk dan Inovasi Proses (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdapat di Provinsi Riau). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 3(1), 595–608.
Setiawan, T. (2018). Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Pada Dua Puluh Lima Perusahaan Yang Terdaftar di Indeks Sri Kehati. Jurnal Akuntansi, 9(2), 110–129. https://doi.org/10.25170/jrak.v9i2.22
Stoner, James A.F. 2006. Manajemen. Jilid I. Edisi Keenam. Salemba Empat, Jakarta.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Shrivastava, P. 1955. The Role of Corporations in Achieving Ecological Sustainability. The Academy of Management Review. Vol. 20, No. 4, Halaman: 936-960
Tead, Ordway. 2008. Human Nature And Management. Kessinger Publishing, LLC.
Volosin, E., 2008 Environmental Accounting, Norderstedt Germany: GRIN Verlag W. Edwards Deming, Philip B. Crosby, and Joseph M. Juran., 2005. “Quality
Definition”, America.
65
LAMPIRAN
Daftar Lampiran
Transkip Wawancara
Lampiran 1
Informan 1
Nama : Muhammad Nurfajri, SE
Jabatan : Direktur
Hasil wawancara dengan Direktur PDAM Kabupaten Bantaeng.
Peneliti : Assalamualaikum, selamat siang pak, mohon maaf mengganggu waktu bapak saya ingin meminta waktunya sebentar untuk melakukan wawancara
Informan : Waalaikum salam, iya bisa dek
Peneliti : Maaf pak, saya Mahasiswa dari kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, dimana saya disini ingin melakukan penelitian terkait judul skripsi saya yaitu: Analisis Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Pada PDAM Kabupaten Bantaeng.
Informan : Iya silahkan dek apa pertanyaanya ?
Peneliti : Perkenalkan Nama saya Muh Ihza Mahendra dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar Jurusan Akuntansi disini saya akan melakukan wawancara untuk menyelesaikan tugas akhir saya. Apakah Bapak telah mengetahui konsep dari kinerja lingkungan?
Informan : Iya, dek. Kinerja lingkungan merupakan kinerja perusahaan yang dalam melakukan pengelolaan lingkungan sekitar tempat dimana perusahaan kami beroperasi yang dilihat dari cara perusahaan memperlakukanlingkungan sekitar, cara memperlakukan limbah, cara menggunakan energi, dan lain-lain.
Peneliti : Baik, terima kasih atas jawabannya. Selanjutnya, apakah Bapak telah mengetahui konsep dari akuntansi manajemen lingkungan?
Informan : Iya dek. Dimana hal-hal yang terkait dengan akuntansi manajemen lingkungan sudah kami lakukan seperti perhitungan terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan lingkungan.
Peneliti : Baik, terima kasih atas jawabannya. Selanjutnya, apakah bagaimana bentuk pengolahan limbah yang Bapak lakukan sebagai bentuk dari akuntansi manajemen lingkungan?
Informan : Limbah PDAM Kabupaten Bantaeng hanya berupa lumpur kasar dan lumpur halus dan PDAM melakukan kegiatan rutin yang berupa pengerukan/pengurasan lumpur yang di lakukan per empat bulan sekali atau tiga kali dalam setahun. Lumpur yang dihasilkan tersebut dapat diolah kembali sebagai bahan timbunan.
Peneliti : Sekiranya itulah yang dapat saya pertanyakan pak, terima kasih atas waktunya.
Informan 2
Nama : Riphanova Skandi, SE
Jabatan : Kepala Bagian Teknik
Hasil wawancara dengan Kepala Bagian Teknik PDAM Kabupaten Bantaeng.
Peneliti : Assalamualaikum, selamat siang pak, mohon maaf mengganggu waktu bapak saya ingin meminta waktunya sebentar untuk melakukan wawancara
Informan : Waalaikum salam, iya bisa dek
Peneliti : Maaf pak, saya Mahasiswa dari kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, dimana saya disini ingin melakukan penelitian terkait judul skripsi saya yaitu: Analisis Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Pada PDAM Kabupaten Bantaeng.
Informan : Iya silahkan dek apa pertanyaanya ?
Peneliti : Perkenalkan Nama saya Muh Ihza Mahendra dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar Jurusan Akuntansi disini saya akan melakukan wawancara untuk menyelesaikan tugas akhir saya. Apakah Bapak telah mengetahui konsep dari kinerja lingkungan?
Informan : Iya dek, tentu. Sebagaimana yang saya ketahui bahwa konsep dari kinerja lingkungan merujuk pada tingkat kerusakan lingkungan
yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan yang kami lakukan
Peneliti : Baik, terima kasih atas jawabannya. Selanjutnya, apakah Bapak telah mengetahui konsep dari akuntansi manajemen lingkungan?
Informan : Iya dek. Sebagaimana yang saya ketahui bahwa akuntansi manajemen lingkungan lebih menekankan pada aspek lingkungan dan dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan serta diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan perusahaan kami.
Peneliti : Baik, terima kasih atas jawabannya. Selanjutnya, kendala apa saja yang Bapak hadapi dalam pengolahan limbah sebagai bentuk dari akuntansi manajemen lingkungan?
Informan : Yang namanya limbah hasil olahan semakin tinggi tingkat kekeruhan semakin limbah lumpur itu semakin banyak juga tapi itu terjadi pada saat musim hujan yang biasa kekeruhannya dikisaran sampai 1000- an. Sedangkan jika musim kemarau cenderung kekeruhan lebih rendah di kisaran 20-40an
Peneliti : Sekiranya itulah yang dapat saya pertanyakan pak, terima kasih atas waktunya.
Informan 3
Nama : Nashir Baso, SE
Jabatan : Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Hasil wawancara dengan kepala bagian administrasi dan keuangan PDAM Kabupaten Bantaeng.
Peneliti : Assalamualaikum, selamat siang pak, mohon maaf mengganggu waktu bapak saya ingin meminta waktunya sebentar untuk melakukan wawancara
Informan : Waalaikum salam, iya bisa dek
Peneliti : Maaf pak, saya Mahasiswa dari kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, dimana saya disini ingin melakukan penelitian terkait judul skripsi saya yaitu: Analisis Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan Pada PDAM Kabupaten Bantaeng.
Informan : Iya silahkan dek apa pertanyaanya ?
Peneliti : Perkenalkan Nama saya Muh Ihza Mahendra dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar Jurusan Akuntansi disini saya akan melakukan wawancara untuk menyelesaikan tugas akhir saya. Apakah PDAM Kabupaten Bantaeng telah melakukan pencatatan biaya lingkungan pada laporan keuangan?
Informan : Iya, dek. Dalam laporan keuangan belum ada laporan keuangan khusus untuk pelaporan biaya-biaya lingkungan namun dilaporkan secara keseluruhan.
Peneliti : Apakah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dalam melakukan tahapan-tahapan perlakuan biaya lingkungan khususnya pengolahan limbah di perlakukan sebagai biaya umum?
Informan : Kalau untuk penyajian biaya-biaya terkait limbah tidak secara detail tapi kegiatan-kegiatan kita dalam hal CSR (Corporate Social Rensponsibility) nya ada dan biaya pembersihan saluran air baku ada dan rutin.
Peneliti : Apakah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng mengakui jika ada elemen biaya yang digunakan dalam operasional peusahaan dalam mengelolah lingkungan.?
Informan : Iya dek, ada kita akui sebagai biaya pemeliharaan saluran air baku akan tetapi porsinya kecil
Peneliti :Apakah biaya yang timbul dalam hal pegelolaan lingkungan perusahaan di sajikan dengan biaya- biaya lain ke dalam laporan keuangan umum perusahaan?
Informan : Dalam laporan keuangan kita masukkan ke dalam biaya sumber air, sebagai biaya saluran dan penyajian biaya-biaya tersebut tidak secara detail
Peneliti : Sekiranya itulah yang dapat saya pertanyakan pak, terima kasih atas waktunya.
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 104.877.160.927
Piutang usaha 56.965.480.027
Penyisihan piutang usaha (27.204.415.976)
Piutang lain-lain 4.471.637.138
Persediaan 26.467.295.051
Biaya dibayar dimuka 229.897.954
Uang muka pajak 23.963.583
Jumlah Aset Lancar 165.831.018.704
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap-bersih 202.660.441.997
ASET LAIN-LAIN
Perhitungan dengan Pemkot 923.752.698
Asset lain-lain 48.111.328.281
Jumlah Aset Tidak Lancar 251.695.522.977
JUMLAH ASET 417.526.541.681
KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Utang usaha 49.689.908.294
Biaya yang masih harus dibayar 3.536.144.811
Pendapatan diterima dimuka -
Utang pajak 10.600.039.554
Jumlah kewajiban jangka pendek 63.826.092.659
EKUITAS
Modal 425.726.612.630
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 417.526.541.681
LAPORAN LABA RUGI PER 31 DESESEMBER 2020
Pendapatan Usaha 313.353.675.050
Beban Langsung Usaha (198.600.604.312)
LABA (RUGI) KOTOR Beban Usaha
114.763.070.738
Beban administrasi dan Umum (70.693.624.965)
Beban bunga dan denda pinjaman -
Jumlah Beban Usaha (70.693.624.965)
LABA (RUGI) USAHA 44.059.445.773
Pendapatan (beban) lain-lain
Pendapatan lain-lain 10.225.415.361
Beban non operasional (439.255.686)
Jumlah pendapatan (beban) lain-lain 9.816.159.675
LABA BERSIH SEBELUM PAJAK 53.875.605.448
Estimasi pph badan (13.384.871.664)
LABA BERSIH SETELAH PAJAK 40.490.733.785
Lampiran 3 :Dokumentasi