HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
32
BAB IV
diberi perlakuan (pretest) adalah 64 dari skor ideal 100. Skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 80 dan skor terendah adalah 45, dengan standar deviasi sebesar 4,56 yang berarti bahwa skor hasil penelitian kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang pada pretest dari skor terendah 45 sampai skor tertinggi adalah 80.
Jika skor tes hasil penilaian keterampilan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang dikelompokkan dalam ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi skor frekuensi dan presentase yang ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel 4.2 Persentase Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Puisi Kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Kabupaten Bantaeng Sebelum diberi Perlakuan (Pretest)
No Interval Frekuensi Presentase (%) Kategori
1 90 – 100 0 0 % Sangat Baik
2 80 – 89 4 28,57 % Baik
3 70 - 79 2 14,28 % Cukup Baik
4 60 – 69 1 7,14 % Kurang Baik
5 0 – 59 7 50 % Sangat Kurang Baik
Jumlah 14 100 %
Berdasarkan tabel 4.1 dan tabel 4.2 dapat digambarkan bahwa dari 14 peserta didik kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Kabupaten Bantaeng yang hasil pretest, pada umumnya memiliki tingkat hasil penelitian keterampilan menulis puisi dalam kategori rendah dengan skor rata-rata 64 dari skor ideal 100.
Kemudian untuk melihat presentase kemampuan menulis puisi peserta didik sebelum perlakuan pretest dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Deskripsi Penilaian Kemampuan Menulis Puisi Kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Kabupaten Bantaeng Sebelum Perlakuan (pretest)
Skor Kategori Frekuensi %
0 – 69 Tidak Tuntas 8 57,14 %
70 – 100 Tuntas 6 42,85 %
Jumlah 14 100 %
Sumber dikelola dari lampiran 5 Berdasarkan tabel 4.3 sebelum menggunakan media gambar (pretest) dapat digambarkan bahwa peserta didik yang telah mencapai tingkat keberhasilan dengan kategori baik sebanyak 4 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan presentase 28,57%, cukup sebanyak 2 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan presentase 14,28 %, sedangkan yang tidak mencapai tingkat keberhasilan dengan kategori kurang dan sangat kurang baik sebanyak 8 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan presentase 57,14 %.
b. Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Puisi Siswa Setelah Perlakuan atau Postest
Berikut disajikan skor hasil penilaian kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Kabupaten Bantaeng setealh diberikan perlakuan.
Tabel 4.4 Deskripsi Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Kabupaten Bantaeng setelah diberikan Perlakuan atau Postest
Statistik Nilai Statistik
Ukuran Sampel 14
Skor Tertinggi 100
Skor Terendah 70
Skor Ideal 100
Rentang Skor 30
Skor Rata-Rata 79
Median 82,5
Standar Variasi 9,23
Sumber : Data diolah dari lampiran 5 Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa rata-rataskor hasil penilaian kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang setelah diberikan perlakuan (postest) adalah 79 dari skor ideal 100. Skor tertinggi yang dicapai peserta didik adalah 100 dan skor terendah adalah 70, dengan standar deviasi sebesar 9,23 yang berarti bahwa skor hasil penilaian kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang tersebar dari skor terendah 70 sampai skor tertinggi 100.
Jika skor tes hasil penilaian kemampuan menulis puisi siswa kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang setelah penggunaan media gambar (pretest) dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi skor frekuensi dan presentase yang ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel 4.5 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Sesudah Perlakuan atau Postest
No Interval Frekuensi Presentase (%) Kategori
1 90 – 100 2 14,28 % Sangat Baik
2 80 – 89 5 35,71 % Baik
3 70 - 79 7 50 % Cukup Baik
4 60 – 69 0 0 % Kurang Baik
5 0 – 59 0 0 % Sangat Kurang Baik
Jumlah 14 100 %
Berdasarkan tabel 4.4 dan 4.5 di atas, dapat digambarkan bahwa dari 14 siswa kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Kabupaten Bantaeng yang dijadikan sampel penilaian postest, pada umumnya memiliki tingkat keberhasilan dengan kategori sangat baik sebanyak 2 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan presentase 14,28 %, baik sebanyak 5 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan presentase 35,71 %, dan cukup sebanyak 7 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan presentase 50 %.
Kemudian untuk melihat presentase kemampuan menulis puisi siswa setelah perlakuan (postest) dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Deskripsi Penilaian Kemampuan Menulis Puisi Kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Kabupaten Bantaeng Setelah Perlakuan (postest)
Skor Kategori Frekuensi %
0 – 69 Tidak Tuntas 0 0 %
70 – 100 Tuntas 14 100 %
Jumlah 14 100 %
Sumber dikelola dari lampiran Berdasarkan tabel 4.6 setelah penggunaan media gambar (postesst) dapat digambarkan bahwa siswa yang telah mencapai tingkat keberhasilan dengan kategori
c. Perbandingan Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Puisi Siswa Sebelum dan Setelah Perlakuan
Pembahasan di atas, apabila disajikan dalam tabel akan terlihat jelas perbedaan hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan perlakuan (Pretest) dan setelah dilaksanakan perlakuan (Postest) yang ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.7 Distribusi Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Puisi Siswa Statistik Nilai Statistik
Pretest Postest
Ukuran Sampel 14 14
Skor Tertinggi 80 100
Skor Terendah 45 70
Skor Ideal 100 100
Rentang Skor 35 30
Skor Rata-Rata 64 79
Median 60 82,5
Standar Variasi 4.56 9,23
Tabel 4.7 digambarkan bahwa skor tertinggi hasil pretest pada kelas yang belum diterapkan media gambar belum mencapai skor ideal dengan skor ttertinggi 80. Sementara dari hasil postest, pada kelas yang telah diterapkan media gambar skor tertinggi mencapai 100.
Jika skor hasil tes hasil penilaian kemampuan menulis puisi siswa yang diajar dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh perbandingan distribusi skor frekuensi dan presentase yang ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel 4.8 Distribusi dan Presentase Perbedaan Skor Hasil Penilaian Kemampuan Menulis Puisi
Skor Kategori
Pretest Postest Frekuensi Persentase
(%) Frekuensi Persentase (%)
90-100 Sangat Baik 0 0 % 2 14,28 %
80-89 Baik 4 28,57 % 5 35,71 %
70-79 Cukup Baik 2 14,28 % 7 50 %
60-69 Kurang Baik 1 7,14 % 0 0 %
0-59
Sangat
Kurang Baik 7 50 % 0 0 %
Jumlah 14 100 % 14 100 %
Berdasarkan tabel 4.8, dapat digambarkan bahwa hasil penilaian kemampuan menulis puisi siswa sebelum penggunaan media gambar (pretest) bahwa siswa yang mencapai tingkat keberhasilan dengan kategori baik sebanyak 4 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan persentase 28,57
%, cukup sebanyak 2 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan persentase 14,28 %, kurang baik sebanyak 1 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan persentase 7,14 %, sedangkan kurang sangat baik sebanyak 7 orang dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan persentase 50 %.
Kemudian untuk melihat perbandingan persentase ketuntasan belajar keterampilan menulis puisi siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.9 Perbandingan Persentase Ketuntasan Belajar Kemampuan Menulis Puisi Siswa
Skor Kategori
Pretest Postest
Frekuensi Persentase
(%) Frekuensi Persentase (%)
0-69 Tuntas 8 57,14 % 14 100 %
70-100
Tidak
Tuntas 6 42,85 % 0 0 %
Jumlah 14 100 % 14 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.9 terlihat jelas perbedaan hasil belajar siswa sebelum pembelajaran penggunaan media gambar (pretest) yaitu terdapat 8 orang siswa dari jumlah keseluruhan 14 orang dengan persentase 57,14 % dan terdapat 6 orang siswa dari jumlah keseluruhan 14 roang yang tidak tuntas dengan persentase 42,85 %, sedangkan setelah digunakan media gambar (postest) yaitu terdapat 14 orang siswa dari jumlah keseluruhan 14 orang siswa dengan persentase 100 %.
Berdasarkan tabel 4.9 dapat digambarkan hasil penilaian kemampuan menulis puisi siswa sebelum menggunakan media gambar diterapkan (pretest) dan penilaian kemampuan menulis puisi siswa setelah menggunakan media gambar diterapkan (postest), jadi terdapat pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menyimak setelah menggunakan media gambar, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penilaian kemampuan menulis puisi siswa setelah menggunakan media gambar lebih baik, bahkan siswa lebih berani untuk mengemukakan pendapatnya setelah penggunaan media gambar diterapkan.
d. Hasil Analisis Statistika Inferensial
Sesuai dengan hipotesis penelitian yakni “Media Gambar Berpengaruh Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII MTs. Ma’arif Banyorang Kabupaten Bantaeng”, maka teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah teknik statistik inferesial dengan menggunakan uji-t.
Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:
1) Mencari harga “Md” dengan menggunakan rumus : Md = ∑ d
N
= 235
14
= 16,78
2) Mencari harga “∑ 𝑋2𝑑” dengan menggunakan rumus :
∑ X2d = ∑ d2 −(∑ d)2
N
= 5325 –(235)2
14
= 5325 –55225
14
= 5325 – 3945
= 1380
3) Menentukan harga thitung t = Md
√∑ X2d N(N−1)
= 16,78
√ 1380 14(13)
= 16,78
√1380 182
= 16,78
√7,58
=16,78 2,75
= 6,10 4) Menentukan𝐭𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥
Untuk mencari 𝐭𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥 peneliti menggunakan tabel distribusi f dengan taraf signifikan 𝜶 = 𝟎, 𝟎𝟓 dan 𝒅. 𝒃 = 𝑵 − 𝟏 = 𝟏𝟒 − 𝟏 − 𝟏𝟑 maka diperoleh 𝐭𝟎,𝟎𝟓 = 𝟐, 𝟏𝟔.