BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini yang berjudul Transformasi Nilai Edukatif dalam NovelMimpi Sejuta Dolar Ke dalam Film Mimpi Sejuta Dolar pertamakali yang dilakukan adalah Analisis Nilai Edukatif dalam Novel “Mimpi Sejuta Dolar”dan Analisis Nilai Edukatif dalam Film “Mimpi Sejuta Dolar”. Setelah ditemukan Nilai Edukatif dalam novel dan film “Mimpi Sejuta Dolar” maka dilakukan analisis Transformasi Nilai Edukatif Dalam Novel Mimpi Sejuta Dolar Ke Dalam Film Mimpi Sejuta Dolar dengann menggunakan kajian Enkranisasi.
Sesuai dengann Proses ekranisasi maka peneliti memperoleh hasil berupa proses ekranisasi tokoh dan alur novel Mimpi Sejuta Dolar ke dalam film Mimpi Sejuta Dolar dilihat dari kategori aspek penciutan atau pengurangan, penambahan dan perubahan bervariasi.
Dalam menganalisis novel dan film “Mimpi Sejuta Dolar” kita akan menggunakan 4 Kriteria Nilai Edukatif menurut Daulay yaitu Nilai Edukatif Religius, Nilai Edukatif Ketangguhan, Nilai Edukatif Kepedulian dan Nilai Edukatif Kejujuran.
Berikut beberapa proses ekranisasi alur dilihat dari kategori aspek pengurangan, penambahan, dan perubahan bervariasi.
59
1. Aspek Proses Ekranisasi Alur dan Tokoh Berdampak pada Nilai Edukatif Ketuhanan
a. Aspek Pengurangan Alur Berdampak pada Nilai Edukatif Ketuhanan Aspek pengurangan alur ialah proses pengurangan Alur pada Novel ketika proses Ekranisasi, artinya ada beberapa alur yang akan dihilangkan pada saat pembuatan film. Kategori aspek pengurangan alur berjumlah 8 deskripsi bagian. Deskripsi bagian tersebut terdapat dalam beberapa bagian yang berbeda dalam novel berdasarkan urutan kejadian. Kategori aspek penciutan ini dilihat dari tidak ditampilkannya bagian-bagian dalam novel tersebut ke dalam film setelah mengalami proses ekranisasi yang berefek pada berubahnya kuantitas nilai edukatif ketuhanan dan juga menyebabkan perubahan bentuk dalam penyampaian nilai edukatif ketuhanan tersebut.
Nilai Edukatif yang mencerminkan hubungan manusia dengann Tuhan atau disebut juga Nilai Edukatif Religius, yang meliputi nilai; berdoa, beriman, dan bertaubat yang dikategorikan menjadi Nilai Edukatif karakter religius. Nilai Edukatif Religius merupakan sudut pandang yang mengikat manusia dengann Tuhan pencipta alam dan seisinya. Berbicara tentang hubungan manusia dan Tuhan tidak terlepas dari pembahasan agama.
Agama merupakan pegangan hidup bagi manusia. Agama dapat pula bertindak sebagai pemacu faktor kreatif, kedinamisan hidup, dan perangsang atau pemberi makna kehidupan. Melalui agama, manusia pun dapat mempertahankan keutuhan masyarakat yang telah tetap sekaligus menuntun untuk meraih masa depan yang lebih baik.
60
Pembahasan pada aspek pengurangan alur akan dibahas satu persatu sesuai dengann urutan dalam novel maupun film berdasarkan penelitian.
1) Pengurangan pertama terhadap nilai edukatif ketuhanan yaitu pada [Hal.1] novel, berikut kutipannya;
Merry:“Tuhan menganuhgerahkan segala fitur di dalam tubuh dan pikiran kita. Aku bersyukur karena kusadari itu sejak muda untuk meraih sukses”.
Kutipan di atas yang berhuruf tebal merupakan kutipan yang mengandung unsur niali edukatif ketuhanan yang menunjukkan sikap Ria yang bersyukur kepada Tuhan, Bersyukur merupakan sikap atau contoh perilaku berkomunikasi dengann Tuhan atas nikmat yang telah diberikan atau wujud dari beriman atau percaya bahwa nikmat yang telah diberikan berasal dari Tuhan, sesuai dengann definisi di atas, kutipan di atas menceritakan Ria bersama Alva yang datang ke NTU setelah meraih sukses dan mengatakan bahwa Ia sangat bersyukur kepada Tuhan bahwa Ia telah diberi fitur pembangkit dalam tubuh dan pikiran dan Ia sadari itu sejak awal. Setelah dilakukannya proses ekranisasi pengurangan alur unsur nilai edukatif ketuhanan dalam alur film berkurang atau tidak ditemukan alur serupa sehingga kutipan yang mengandung nilai edukatif ketuhanan dalam novel tersebut mengalami pengurangan seiring dengann pengurangan alur.
2) Pengurangan alur yang kedua terdapat pada [Hal.40] yang menceritakan bahwa Ria berusaha berpikir positif bahwa keputusan kedua orangtuanya menyekolahkannya di luar negeri merupakan cara ampuh membuatnya
61
menjadi orang mandiri walau ini merupakan kali pertama Ria pergi jauh tanpa didampingi oleh kedua orangtuanya.berikut kutipannya;
Merry: “Aku berusaha menguatkan hati dan berpikir positif bahwa kepergianku ke negeri orang tanpa didampingi orangtua barangkali adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan kemandirianku di sana”.
Nilai edukatif ketuhananya terletak pada saat Ria berusaha membuat pola pikir bahwa keputusan kedua orang tuanya itu merupakan kehendak atau sudah menjadi rencana Tuhan untuk dirinya, pemikiran Ria tersebut merupakan pemikiran orang yang percaya akan adanya Tuhan dan ini merupakan wujud dari iman seseorang atau kepercayaannya terhadap Tuhan. Namun setelah dilakukan proses ekranisasi berupa pengurangan alur mengakibatkan kandungan nilai edukatif ketuhanan itu dihilangkankan atau dikurangi pada alur ini karena tidak adanya kutipan serupa pada versi film.
3) Pengurangan alur ketiga pada [Hal.104] yang menceritakan ungkapan yang biasa Ria sampaikan kepada para pendenganrnya ketika menjadi motivator pada alur ini terdapat unsur nilai edukatif ketuhanan lewat ucapan Ria berikut kutipan tersebut
“Kekuatan iman sangat berpengaruh dalam membentuk ketabahan seseorang, dan ini prinsip yang hakiki. Oleh sebab itu, hingga sekarang aku selalu mengatakan pada orang-orang yang meminta saran sukses dariku, “selalu sertakan Tuhan sebagai partner dalam bekerja.” Kita harus bersenyawa dengann Tuhan sehingga segala yang kita jalani berorientasi pada hal-hal yang baik dengann prinsip yang baik pula”.
Nilai edukatif ketuhanan terletak pada kutipan di atas Ria berpesan bahwa segala kegiatan yang dilakukan selalu untuk mengikut sertakan
62
Tuhan di dalamnya dan jadikan Tuhan sebagai teman yang selalu menunjukkan jalan kepada kita. Pada kutipan di atas memperlihatkan kita bahwa Ria begitu beriman kepada Tuhan dan memercayai kekuatan Tuhan. Namun setelah dilakukan proses ekranisasi, alur ini dihilangkan sehingga nilai edukatif ketuhanan yang dikandung alur tersebut berkurang dari segi kuantitasnya.
4) Pengurangan alur keempat terjadi pada [Hal.156] yang menceritakan Ria bersama Alva di sebuah taman mereka berjumpa dengann Tylus seorang anak muda yang sedang berjualan tiket seminar Anthony Robbins di sebuah lapak kecil, Ria melihat tiket tersebut dan spontan merasa kaget kegirangan kemudian langsung memberi tahu Alva bahwa tokoh idola mereka beberapa hari lagi akan datang ke Singapura, Ria dalam hati mengatakan bahwa ini merupakan berkat Tuhan, berikut kutipan Ria dalam novel,
“Merry: “Anthony Robbins akan datang ke singapura !”Aku memekik...Ya Tuhan, impianku sepertinya tengah berlari mendekatiku.”
Kutipan berhuruf tebal di atas merupakan kutipan yang mengandung nilai edukatif ketuhanan terdapat ketika Ria memercayai bahwa kejadian tersebut merupakan berkat Tuhan yang diberikan untuknya agar bisa bertemu dengann toko idola mereka yang Ia kenal melalui buku yang sering dibacanya.
Mereka pun berniat membeli tiket tersebut dan mengambil uang tabungan mereka. Proses ekranisasi pengurangan alur mengakibatkan
63
pula pengurangan tokoh seperti Tylus, seorang pemuda penjual tiket seminar Anthony Robbins, Anthony Robbins seorang motivator dari USA serta Bodyguard dan ShiefBodyguard Anthony Robbins sehingga membuat unsur nilai edukatif ketuhanan mengalami pengurangan terkhusus pada alur ini.
5) Pengurangan alur kelima terjadi pada novel [Hal.176] yang menceritakan kutipan Ria yang mengandung nilai edukatif ketuhanan;
“Merry: “Selain partner yang sevisi dan memiliki energi positif, di atas itu, jelas yang terpenting adalah partner tertinggi, yakni Tuhan. Yakni Tuhan. Aku tidak pernah melupakan dialogku dengann Tuhanku. Terlebih di masa-masa yang berat selama di NTU. Beribadah bagiku bukan semata menjalankan ajaran agama, tapi merupakan cara untuk menyerahkan hidupku dipimpin oleh-Nya. Kurasa iman adalah dasar terpenting dan paling dibutuhkan manusia di dunia sebelum berpikir untuk melakukan apapun”.
Kutipan berhuruf tebal di atas merupakan kutipan yang menunjukkan nilai edukatif ketuhanan yang menceritakan bahwa Ria selalu berdialog dengann Tuhan dengann cara beribadah dan menjadikan ibadah bukan semata-mata untuk menjalankan ajaran agama semata namun menjadikannya agama sebagai pedoman hidupnya dan dipimpin oleh Tuhan.
Setelah proses ekranisasi pengurangan alur mengakibatkan alur yang mengandung kutipan tersebut ditiadakan pada alur film sehingga mengurangi unsur nilai edukatif ketuhanan pada alur film dan beberapa tokoh dalam novel. Sesuai dengann pengertian nilai edukatif ketuhanan di atas bahwa nilai ketuhanan merupakan hubungan manusia dengann
64
Tuhan-Nya dengann berbagai cara berdasarkan agama yang dipeluknya, Ria dalam kutipan di atas memperlihatkan kepada kita bahwa Ia selalu melakukan dialog dengann Tuhan-Nya secara ketat dan memercayai bahwa Tuhan akan membimbing jalannya.
6) Pengurangan yang keenam terjadi pada kutipan novel [Hal.244]
menceritakan Ria yang selalu melakukan ibadah dan memohon agar utang pendidikannya dapat Ia lunasi, berikut kutipannya dalam novel,
“Setiap malam aku berdoa di kamar apartemenku yang sempit. Semoga uang pendidikanku bisa segera terbayar, dan pekerjaan yang kupilih ini memang bisa memberikan mukjizat”.
Kutipan tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa Ria sangat menyakini dengann adanya Tuhan melalui ibadah dan doanya kepada Tuhan agar diberi mukjizat untuk melunasi utang pendidikannya, kutipan tersebut dikategorikan dalam nilai edukatif ketuhanan karena memperlihatkan Ria yang selalu berdoa, doa merupakan upaya berkomunikasi dengann Tuhan.
Setelah mengalami proses ekranisasi pengurangan alur mengakibatkan kutipan serupa atau kutipan yang menggambarkan Ria berdoa dan beribadah itu dihilangkan, proses pengurangan alur secara tidak langsung mengakibatkan kandungan nilai edukatif ketuhanan mengalami pengurangan pada alur ini karena tidak ada lagi alur yang menceritakan Ria beribadah dan berdoa.
7) Pengurangan alur yang ketujuh terjadi pada [Hal.322] yang menceritakan Ria yang mengajarkan kepada kita bahwa keyakinan apapun yang kita
65
anut siapa pun Tuhan yang kita sembah, tetap jadikan Tuhan sebagai teman sejalan dan petunjuk jalan kita, serta mensyukuri keberhasilan walaupun kecil.berikut kutipannya pada novel;
“Siapa pun kita, kepercayaan apapun kita anut, sertakanlah Tuhan sebagai bagian atau partner kerja kita. Hidupkan rasa syukur dalam setiap pencapaian kecil dan berharaplah itu akan merujuk pada kesempatan besar”
Kutipan di atas merupakan nilai edukatif ketuhanan karena Ria mengajarkan kita untuk selalu mengikut sertakan Tuhan pada setiap aktivitas yang kita lakukan, sesuai dengann definisi nilai edukatif ketuhanan, bahwa nilai edukatif ketuhanan merupakan kepercayaan manusia kepada Tuhan yang dapat diwujudkan dengann berbagai cara termasuk percaya dengann kekuatan Tuhan.
Kutipan serupa tidak akan dijumpai dalam alur film karena telah mengalami proses ekranisasi berupa pengurangan alur, pengurangan alur ini mengakibatkan berkurangnya unsur nilai edukatif ketuhanan yang terdapat dalam alur cerita film.
8) Pengurangan alur kedelapan terjadi pada novel [Hal.343] yang menceritakan tentang kutipan Ria yang telah mampu melunasi utangnya dan mensyukuri nikmat Tuhan karena telah mengabulkan doa-doanya, berikut kutipannya;
“Tiada terkira rasa syukurku pada anugerah Tuhan yang luar biasa. Sekarang aku bisa merasakan pembuktian dari kekuatan doa dan kerja keras”.
Kutipan tersebut termasuk nilai edukatif ketuhanan karena Ria memperlihatkan rasa syukur Ria kepada Tuhan karena telah
66
membuktikan kekuatan doa dan kerja kerasnya, kutipan serupa tidak akan terlihat pada alur film karena telah mengalami proses ekranisasi pengurangan alur sehingga membuat kandungan unsur nilai edukatif ketuhanan tidak dijumpai pada alur film.
Pengurangan juga dilakukan karena tidak memungkinkan untuk memvisualisasikan semua cerita yang ada dalam novel. Sebagai contoh misalnya saat Ria saat memulai menjadi pembicara dan motivator.
Visualisasi pada film akan kesulitan mencari peserta, selain itu juga akan memakan banyak biaya untuk membayar peran tersebut, penghilangan juga bertujuan membuat waktu pemutaran film tidak terlalu lama dikarenakan banyaknya pekerjaan yang dilakoni Ria sewaktu di Singapura. Selain itu, dalam adegan tiga hari kegiatan seminar yang dilakukan oleh Anthony Robbins, dalam visualisasinya pada film akan kesulitan menghadirkan tokoh Anthony Robbins dan juga mencari ribuan orang untuk menyaksikan atau menghadiri seminar tersebut dan juga adegan saat Ria menjadi seorang manajer dan memiliki perusahaan, adegan ini kemungkinan besar menelan biaya yang sangat banyak.
b. Aspek Penambahan Alur Berdampak pada Nilai Edukatif Ketuhanan Aspek penambahan alur artinya adaya penambahan alur pada film yang tidak dapat ditemukan pada alur novel. Kategori aspek penambahan alur berjumlah 1 deskripsi adegan. Pengelompokan adegan tersebut dibagi berdasarkan urutan kejadian.
67
1) Data pertama yang menunjukkan penambahan alur yaitu pada film menit [F.27.28] yang menceritakan Ria yang berulang tahun mendapat kejutan dari Irene yang memberinya kue ulang tahun kecil dan merayakannya berdua di kamarnya. Mereka meniup lilin kemudian setelah itu, Irene meminta Ria untuk berdoa di hadapan kue tersebut, berikut kutipannya;
Ria:(Berdoa dihadapan kue ulang tahun yang dipegang Irene)
“Semoga gue bisa kembali bertemu dengann keluarga gue lagi dan semoga gue bisa bersahabatan terus dengann Irene”
Irene: “Semoga dia bisa bayar semua utangnya, ada lagi gak?”
Ria: “Semoga gue bisa kembali ke Indonesia sebagai orang sukses”
Kutipan film di atas menceritakan pada malam hari di kamar asrama Ria dan Irene sedang merayakan hari ulang tahun Ria seraya berdoa di hadapan kue tar kecil yang dipegang Irene.
Kutipan di atas yang berhuruf tebal merupakan kutipan film yang mengandung nilai edukatif ketuhanan, kutipan tersebut memperlihatkan kita bahwa semua hal yang kita doakan dan kita lakukan harus mengikut sertakan Tuhan di dalamnya dengann syarat harus berusaha dengann sungguh-sungguh. Kepercayaan dalam ajaran islam doa merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan bahkan tak terpisahkan bagi orang-orang yang beragama dan berdoa merupakan cara manusia untuk memohon dan berkounikasi dengann Tuhan. Berdoa merupakan wujud dari kepercayaan manusia bahwa Ia memercayai adanya kekuatan besar di luar dirinya yaitu kekuatan Tuhan.
68
Penambahan cerita memang wajar dilakukan dalam pembuatan film, dalam pembuatan film Mimpi Sejuta Dolar juga terjadi penambahan cerita.
Penambahan cerita tersebut secara keseluruhan tidak jauh menyimpang dari novel aslinya. Penambahan tersebut dilakukan untuk menambah daya jual film sehingga penonton tidak akan bosan saat melihat film tersebut.
Penambahan dilakukan dengann penambahan adegan antara Irene dengann Ria, penambahan adegan ketika Ria mendapatkan kejutan kue ulang tahun dari Irene dan memanjatkan doa bersama, penambahan adegan dalam alur film terletak ketika mereka berdua memanjatkan doa sedangkan adegan dalam novel tidak menceritakan adegan berdoa tersebut hanya menceritakan Ria yang mendapat kejutan dari teman-teman asrama lainnya dan merayakannya di lapangan kecil dekat asrama. Penonton yang terbawa alur cerita menjadi penasaran dengann akhir adegan dan doa yang telah dipanjatkan hingga akan menonton film hingga akhir.
c. Aspek Perubahan Bervariasi Alur Berdampak pada Nilai Edukatif Ketuhanan
Kategori perubahan alur bervariasi merupakan perubahan wujud alur dari novel ketika di filmkan, perubahan bervariasi artinya adanya bagian alur yang berubah atau adanya inprovisasi alur yang terjadinya, tidak dikurangi atau ditambah hanya saja disampaikan dengann tokoh yang berbeda maupun dengann kutipan yang berbeda.
69
Kategori aspek perubahan bervariasi pada alur berjumlah 4 variasi.
Kategori aspek perubahan bervariasi ini dilihat dari adanya perubahan penggambaran cerita dalam visualisasinya ke bentuk film.
1) Pembahasan untuk kategori perubahan bervariasi akan dibahas satu persatu sesuai dengann urutan hasil penelitian dalam waktu kemunculan.
Perubahan bervariasi pertama terjadi pada novel [Hal.2] yang menceritakan saat pertama kali Ria tiba di NTU, Ria berjalan kaki bersama teman-teman asal Indonesia di NTU menuju tempat penginapan atau asrama tempat mereka akan menginap selama kuliah disana, Ria yang merasakan kelelahan selama perjalanan dari Indonesia disuguhi pemandangan NTU di malam hari yang begitu indah, Ria berdialog dalam hati, berikut kutipannya;
Ria: “Akan tetapi tuhan begitu baik, karena jalan itu seperti diciptakan untuk mereka yang membutuhkan penghiburan sepanjang kaki mungil dengann kontur bukit yang mendamaikan, bangunan-bangunan asrama yang mirip deretan vila menyenangkan seperti yang kita dilihat di banyak film”.
Kutipan berhuruf tebal di atas menunjukkan nilai edukatif ketuhanan, karena telah memperlihatkan kita bahwa Ria percaya dan bersyukur kepada Tuhan karena selagi merasakan lelahnya perjalanan Ia kemudian menikmati keindahan pemandangan NTU yang begitu indah dan Ria menyakini bahwa keindahan tersebut telah dipersiapkan oleh Tuhan untuk mengobati rasa lelahnya. Percaya merupakan wujud iman seseorang kepada Tuhan, sesuai dengann perngertian di atas bahwa tanda nilai edukatif ketuhanan yaitu beriman kepada Tuhan.
70
Perubahan bervariasi alur terjadi ketika di filmkan, dalam alur film diceritakan awal mula kedatangan Ria ke NTU pada menit [F.07.75], berikut kutipannya;
Irene: “Lu butuh tempat nginep ajakan ? Ria: “Sampai Papa datang”
Irene: “Oke, gue punya ide sih, lo nginep di dorm gue aja”
Ria: “Emang boleh?”
Irene: “Gak boleh sih, ada guidenya(penjaga).”
Kutipan yang bergaris tebal di atas merupakan kutipan pada alur film yang menunjukkan alur awal kedatangan Ria ke NTU, dalam kutipan di atas menunjukkan kutipan Irene yang membantu Ria dengann memberinya tumpangan untuk bermalam di Asrama NTU.
Kedua kutipan tersebut sama-sama menceritakan awal kedatangan Ria ke NTU, namun dalam alur film telah mengalami proses ekranisasi pengurangan alur mengakibatkan unsur nilai edukatif ketuhanan yang terdapat pada kutipan novel telah ditiadakan.
2) Perubahan bervariasi alur kedua terjadi pada novel [Hal.37] yang menceritakan tentang Ria yang membuka buku harian Mama yang diberikan padanya, berikut kutipan dalam buku harian Mama yang Ria paling gemari;
“Serahkan segalanya pada Tuhan, dan Dia akan memberikan jalan padamu. Yakinlah bahwa semua akan indah pada waktu- Nya. Dia akan menunjukkan jalan selangkah demi selangkah menuju kebaikanmu.”
Kutipan berhuruf tebal di atas mengajarkan kita bahwa segala sesuatu jika dikerjakan dengann sungguh-sungguh serta mengikut sertakan Tuhan dalamnya maka Tuhan senantiasa membukan jalan untuk
71
kita sedikit demi sedikit menuju keinginan yang ingin kita capai. Dalam agama Islam biasa disebut dengann berserah diri.
Sesuai dengann pengertian nilai edukatif ketuhanan, Unsur nilai edukatif ketuhanan ialah beriman, beriman artinya percaya dalam hati, diucapkan dengann lisan dan dikerjakan dengann amal perbuatan, pada kutipan tersebut Mama mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan dengann cara menyerahkan segala urusan kepada Tuhan, maka Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.
Setelah mengalami proses ekranisasi perubahan bervariasi alur, alur film menceritakan bahwa Ria tidak memiliki buku harian Mama terlebih lagi untuk membaca buku pemberian Mama, melainkan Ria memiliki folder foto keluarga mereka, berikut kutipannya pada film menit [F.40.01];
Ria: “Lo punya Hard drive kan ? Irene: “Ada, kenapa ?”
Ria: “Mau nitip data-data gue (Folder foto keluarga), gue mau jual laptop gue”
Irene:“Hah ?, lu ngapain jual laptop ?, lu kalo butuh duit gue ada kok. Lu mau pinjam?”
Kutipan yang bergaris tebal di atas merupakan kutipan pada film yang menunjukkan bahwa alur telah mengalami proses ekranisasi perubahan bervariasi, dalam adegan film Ria berniat untuk meminjam harddisck milik Irene untuk menyimpan folder foto keluarganya karena Dia berniat untuk menjual laptopnya.
Semula dalam alur novel Ria memiliki buku harian Mama namun setelah di filmkan Ria hanya memiliki folder foto keluarga mereka.
72
Perubahan bervariasi ini secara tidak langsung menyebabkan hilangnya kandungan nilai edukatif ketuhanan dalam serial filmnya karena kutipan Mama dalam buku hariannya untuk berserah diri atau beriman kepada Tuhan telah digantikan.
3) Perubahan bervariasi ketiga terjadi pada novel [Hal.44] berikut kutipannya;
Merry:“Ini merupakan berkat Tuhan yang patut kusyukuri, Merry:”Bahwa aku berangkat bersama dengann rombongan
siswi yang sebagain besar telah aku kenal”.
Kutipan di atas menceritakan Ria yang berangkat ke Singapura bersama dengann sebagain besar siswi yang Ria sudah kenal dan Ria sangat mensyukuri nikmat Tuhan tersebut walaupun tidak berangkat bersama dengann kedua orangtuanya tetapi Ia berangkat dengann teman- temannya,
Kutipan novel di atas yang bergaris tebal menunjukkan nilai edukatif ketuhanan, sesuai dengann pengertian nilai edukatif ketuhanan di atas bahwa nilai edukatif ketuhanan meliputi beriman, berdoa dan bertobat, nilai edukatif ketuhanan terletak ketika Ria percaya dan bersyukur bahwa keberangakatanya telah dipersiapkan oleh Tuhan, syukur merupakan sifat atau cara manusia berterima kasihh kepada Tuhan atas berkah yang telah diberikan dan wujud dari keimanan seseorang.
Perubahan bervariasi terjadi pada alur film menit [F.03.34] berikut kutipannya;
73
Ria: “Papa apa-apaan sih ?? Ria gak mau pah, kita jalan semua atau gak jalan semua sekalian”
Papa:“Kamu gak bisa disini, disana kamu lebih aman,
walaupun kamu sendiri”, “ini tiket kamu ke Singapura”.
Kutipan bergaris tebal di atas merupakan kutipan percakapan Ria dan Papa yang terjadi di Bandara sebelum keberangkatan Ria ke Singapura yang menunjukkan bahwa alur cerita telah mengalami perubahan bervariasi, Ria diceritakan berangkat seorang diri dan kepergiannya secara tiba-tiba tanpa ada persiapan apapun dan keberangkatannya ke Singapura demi keselamatan hidupnya bukan untuk kuliah. Adanya perubahan alur ini membuat nilai edukatif ketuhanan itu ditiadakan, karena tidak terdapat alur yang menceritakan ketika Ria bersyukur kepada Tuhan bisa berangkat bersama dengann teman- temannya.
4) Perubahan bervariasi keempat terjadi pada novel [Hal.59] yang menceritakan saat Mama menelfon Ria yang menanyakan tentang keadaan Ria setelah beberapa hari di Singapura berikut kutipan percakapan mereka;
Mama: “Mama harap kamu baik-baik saja Ria”. “Mama akan berdoa terus untukmu,”
Kutipan bergaris tebal di atas memperlihatkan nilai edukatif ketuhanan yang dicerminkan oleh Mama yang terus mendoakan Ria dari kejauhan, sesuai dengann definisi nilai edukatif ketuhanan meliputi;
berberdoa, beriman dan bertobat, dalam kutipan tersebut memperlihatkan sosok Mama sangat religius namun setelah mengalami