• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pembahasan merupakan bagian yang penting dalam sebuah penelitian. Pada bagian ini akan ditemukan jawaban-jawaban yang berhubungan dengann rumusan masalah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi, yakni (a) Proses ekranisasi yang muncul pada tokoh yang mengakibatkan transformasi pada nilai edukatif dalam novel ke film Mimpi Sejuta Dolar, (b) Proses ekranisasi yang muncul pada alur yang mengakibatkan transformasu pada nilai edukatif dalam novel ke film Mimpi Sejuta Dolar.

Pada bagian ini akan dideskripsikan transformasi tokoh dan alur pada novel Mimpi Sejuta Dolar ke film Mimpi Sejuta Dolar. Deskripsi kedua hal tersebut akan dijelaskan secara berkesinambungan sesuai dengann data yang terdapat pada hasil penelitian. Kemudian penjelasan lebih lanjut terkait perubahan yang terjadi dan dampaknya terhadap nilai edukatif baik nilai edukatif ketuhanan, nilai edukatif ketangguhan, nilai edukatif kepedulian dan nilai edukatif kejujuran.

Berikut adalah pembahasan dari data-data tersebut.

1. Aspek Proses Ekranisasi Alur Berdampak pada Nilai Edukatif Ketuhanan a. Aspek Pengurangan Berdampak pada Nilai Edukatif Ketuhanan Alur

Kategori aspek pengurangan alur berjumlah 8 deskripsi bagian.

Deskripsi bagian tersebut terdapat dalam beberapa bagian yang berbeda dalam novel berdasarkan urutan kejadian, perubahan novel terjadi pada kutipan; [Hal.1], [Hal.40], [Hal.104], [Hal.156],176], [Hal244], [Hal.322], [Hal.343] Kategori aspek penciutan dilihat dari tidak ditampilkannya

126

bagian-bagian dalam novel tersebut ke dalam film setelah mengalami proses ekranisasi yang berefek pada berubahnya kuantitas nilai edukatif ketuhanan dan juga menyebabkan perubahan bentuk dalam penyampaian nilai edukatif ketuhanan tersebut serta adanya proses ekranisasi pada tokoh.

1) Pengurangan alur pertama berdampak terhadap pengurangan kuantitas nilai edukatif ketuhanan terjadi pada novel [Hal.1] pengurangan alur tersebut mengakibatkan pengurangan unsur nilai edukatif ketuhanan ketika menunjukkan sikap Ria yang bersyukur kepada Tuhan karena telah menganuhgerahkan segala fitur dalam tubuh dan pikiran yang Ria sadari sejak muuda, Bersyukur merupakan sikap atau contoh perilaku berkomunikasi dengann Tuhan atas nikmat yang telah diberikan, bersyukur juga merupakan wujud dari beriman atau percaya bahwa nikmat yang telah diberikan berasal dari Tuhan.

2) Pengurangan alur kedua terhadap nilai edukatif ketuhanan terjadi pada kutipan novel pada [Hal.40] yang bercerita saat Ria membuat pola pikir bahwa keputusan orangtuanya untuk menguliahkannya di luar negeri itu merupakan kehendak atau sudah menjadi rencana Tuhan untuk dirinya.

3) Pengurangan alur ketiga yang berdampak pengurangan terhadap nilai edukatif ketuhanan terjadi pada kutipan novel pada [Hal.104] ketika Ria menjadi pembicara dan Ia memberitahukan rahasia suksesnya kepada para peserta seminar, Ia mengatakan bahwa segala kegiatan yang dilakukannya selalu untuk mengikut sertakan Tuhan di dalamnya dan jadikan Tuhan sebagai teman yang selalu menunjukkan jalan kepada kita.

127

4) Pengurangan Alur keempat Terhadap nilai edukatif ketuhanan Kutipan novel pada [Hal.156] mengandung nilai edukatif ketuhanan terletak ketika Ria dalam hati mengatakan bahwa ini merupakan berkat Tuhan, karena tokoh idola mereka akan hadir di Singapura beberapa hari akan datang.

5) Pengurangan Alur lima berdampak terhadap nilai edukatif ketuhanan terjadi pada kutipan novel [Hal.176] yang mengandung nilai edukatif ketuhanan saat Ria selalu berdialog dengann Tuhan dengann cara beribadah dan menjadikan ibadah bukan semata-mata untuk menjalankan ajaran agama, namun menjadikannya agama sebagai pedoman hidupnya dan dipimpin oleh Tuhan.

6) Pengurangan Alur keenam yang berakibat pengurangan terhadap nilai edukatif ketuhanan terdapat pada [Hal.244], kutipan tersebut mengandung nilai edukatif ketuhanan terletak ketika Ria sangat menyakini dengann adanya Tuhan melalui ibadah dan doanya kepada Tuhan agar dirinya diberi mukjizat untuk melunasi utang pendidikannya.

7) Pengurangan Alur ketujuh yang mengakibatkan pengurangan terhadap nilai edukatif ketuhanan terdapat pada Kutipan novel [Hal.322] kutipan tersebut mengandung nilai edukatif ketuhanan terletak ketika Ria mengajarkan kita untuk selalu mengikut sertakan Tuhan pada setiap aktivitas yang kita lakukan apapun kepercayaan yang kita anut.

8) Pengurangan Alur kedelapan berdampak terhadap pengurangan nilai edukatif ketuhanan terletak pada kutipan novel [Hal.343], nilai edukatif

128

ketuhanan terletak ketika Ria bersyukur kepada Tuhan karena telah mengabulkan doa-doanya sehingga Ria dapat melunasi utang pendidikannya di Bank.

Pengurangan alur setelah proses ekranisasi merupakan hal wajar yang dilakukan demi beberapa pertimbangan, seperti mengurangi biaya prosuksi, mengurangi waktu penanyangan dan lain-lain. Delepan pengurangan alur di atas merupakan pengurangan pada film Mimpi Sejuta Dolar yang mengandung unsur nilai edukatif ketuhanan, penelitian serupa yang menggunakan kajian ekranisasi yaitu dari Devi Shyviana Arry Yanti. Pada tahun 2014 yang berjudul Ekranisasi Novel Ke Bentuk Film 99 Cahaya Di Langit Eropa Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Perbedaan penulis dan penelitian yang dilakukan Devi terletak pada objek kajian berupa novel maupun film, film yang diteliti oleh Devi yaitu novel dan film 99 Cahaya Di Langit Eropa sedangkan penulis meneliti novel dan film Mimpi Sejuta Dolar, perbedaan lain yaitu waktu penelitian dilakukan antara Devi pada Tahun 2014 sedangkan penulis pada Tahun 2019, selain itu perbedaan lain terdapat pada saat penulis mengamati pengurangan alur yang mengandung unsur nilai edukatif ketuhanan pada novel setelah mengalami melewati proses ekranisasi ke bentuk film, sedangkan penelitian yang dilakukan Devi tidak membahas mengenai nilai edukatif ketuhanan, hanya sebatas mengamati perubahan alur, tokoh dan latar yang terjadi akibat proses ekranisasi.

129

b. Aspek penambahan alur berdampak pada nilai edukatif ketuhanan Aspek penambahan alur artinya adaya penambahan alur pada film, yang tidak dapat ditemukan pada alur novel. Kategori aspek penambahan alur berjumlah 1 deskripsi adegan. Penjelasan adegan tersebut terlihat pada tambah alur di bawah ini:

1) Data pertama yang menunjukkan penambahan alur film yang berdampak pada penambahan nilai edukatif ketuhanan yaitu pada menit [F.27.28]

yang menceritakan Ria yang berulang tahun mendapat kejutan dari Irene yang memberinya kue ulang tahun kecil dan merayakannya berdua di kamarnya. Meraka meniup lilin kemudian setelah itu, Irene meminta Ria untuk berdoa di hadapan kue tersebut sambil direkam menggunakan gawai, berdoa merupakan wujud dari kepercayaan manusia bahwa Ia memercayai ada kekuatan besar di luar dirinya yaitu kekuatan Tuhan.

Berdoa merupakan bentuk komunikasi dan meminta kepada Tuhan.

Penelitian serupa telah dilakukan Mutia Mashita, dkk pada tahun 2013 yang beerjudul Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara dan Implikasihnya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pada penelitian yang dilakukan Mutia Ia mengutip pengertian nilai pendidikan menurut Zuriah,(2007: 139) diantaranya; (1) kerja keras, (2) kasihh sayang, (3) disiplin, (4) sabar dan (5) sportif.

Perbedaan penelitian penulis dengann yang dilakukan Mutia terletak pada beberapa poin yaitu penelitian yang dilakukan oleh Mutia tidak membahas poin nilai edukatif ketuhanan, dan perbedaan lain terletak

130

pada objek penelitian, Mutia fokus meneliti novel berjudul Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara sedangkan penulis melakukan penelitian pada novel yang difilmkan atau memakai kajian ekranisasi dengann judul novel dan film Mimpi Sejuta Dolar, kemudian penulis mengamati perubahan berupa penambahan tokoh dan alur yang mengandung nilai edukatif ketuhanan yang berdampak pada perubahan kuantitas nilai edukatif ketuhanan setelah melewati proses ekranisasi, penulis meneliti unsur nilai edukatif menggunakan definisi menurut Daulauy yang terdiri menjadi empat yaitu; nilai edukatif ketuhanan, nilai edukatif ketangguhan, nilai edukatif kepedulian dan nilai edukatif kejujuran.

c. Aspek perubahan bervariasi alur berdampak pada nilai edukatif ketuhanan.

Kategori perubahan alur bervariasi merupakan perubahan wujud alur dari novel ketika di filmkan, perubahan bervariasi artinya adanya bagian alur yang berubah atau adanya inprovisasi alur yang terjadinya, tidak dikurangi atau ditambah hanya saja disampaikan dengann tokoh yang berbeda maupun dengann alur kutipan yang berbeda.

Kategori aspek perubahan bervariasi pada alur berjumlah 4 variasi.

Kategori aspek perubahan bervariasi ini dilihat dari adanya perubahan penggambaran cerita dalam visualisasinya ke bentuk film yaitu.

1) Perubahan bervariasi pertama terjadi pada novel [Hal.2] menunjukkan perubahan bervariasi alur sehingga mengakibatkan perubahan kuantitas

131

nilai edukatif ketuhanan yang terkandung pada alur film akibat proses ekranisasi. Perubahan bervariasi alur terjadi ketika di filmkan, dalam alur film diceritakan awal mula kedatangan Ria ke NTU pada menit [F.07.75], yang menceritakan Ria bersama Irene masuk ke NTU secara ilegal, dengann adanya perubahan bervariasi ini megakibatkan pengurangan kunatitas nilai edukatif ketuhanan yang semula terdapat pada alur novel kemudian mengalami pengurangan kandungan nilai edukatif akibat dari perubahan bervariasi alur dan perubahan bervariasi tokoh.

2) Perubahan kedua terjadi pada novel [Hal.37] menceritakan tentang Ria yang membuka buku harian Mama yang diberikan padanya, dalam buku tersebut mengandung kutipan Mama yang mengandung nilai edukatif ketuhanan. Namun, setelah melewati proses ekranisasi ketika di filmkan alur berubah menjadi Ria tidak memiliki buku harian Mama terlebih lagi untuk membaca buku pemberian Mama, melainkan Ria hanya memiliki folder foto keluarga mereka yang ditunjukkan pada film menit[F.40.01].

Adanya perubahan bervariasi alur tersebut secara tidak langsung menyebabkan hilangnya kandungan nilai edukatif ketuhanan dalam serial filmnya karena kutipan Mama dalam buku hariannya untuk berserah diri atau beriman kepada Tuhan telah ditiadakan.

3) Perubahan bervariasi alur ketiga terjadi pada novel [Hal.44]

menceritakan Ria yang berangkat ke Singapura bersama dengann sebagain besar siswi yang Ria sudah kenal dan Ria sangat mensyukuri

132

nikmat Tuhan tersebut walaupun tidak berangkat bersama dengann kedua orangtuanya, perubahan bervariasi alur terjadi pada film menit [F.03.34], Ria diceritakan berangkat seorang diri dan kepergiannya secara tiba-tiba tanpa ada persiapan apapun dan keberangkatannya ke Singapura demi keselamatan hidupnya bukan untuk kuliah. Adanya perubahan bervariasi alur ini membuat nilai edukatif ketuhanan itu ditiadakan, karena tidak terdapat alur yang menceritakan ketika Ria bersyukur kepada Tuhan bisa berangkat bersama dengan teman-temannya.

4) Perubahan bervariasi keempat terjadi pada novel [Hal.59] yang menceritakan saat Mama menelfon Ria yang menanyakan tentang keadaan Ria setelah beberapa hari di Singapura, Perubahan bervariasi terjadi pada alur film menit [F.23.01] yang menceritakan Papa yang menelfon Ria setelah beberapa hari di Singapura, perubahan terjadi pada tokoh yang menelfon Ria setelah tiba di Singapura, pada novel Ria melakukan percakapan bersama Mama dan setelah di filmkan Ria berkomunikasi dengann Papa, sehingga kutipan yang mengandung unsur nilai edukatif ketuhanan saat menceritakan Mama yang akan terus mendoakan Ria itu ditiadakan.

Keempat perubahan bervariasi alur seteleh proses ekranisasi mengakibatkan pengurangan alur yang mengakibatkan pengurangan unsur nilai ketuhanan, Penelitian serupa telah dilakukan Mutia Mashita, dkk pada tahun 2013 yang beerjudul Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara dan Implikasihnya dalam

133

Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pada penelitian yang dilakukan Mutia Ia mengutip pengertian nilai pendidikan menurut Zuriah,(2007: 139) diantaranya; (1) kerja keras, (2) kasihh sayang, (3) disiplin, (4) sabar dan (5) sportif.

Perbedaan penelitian penulis dengann yang dilakukan Mutia terletak pada beberapa poin yaitu penelitian yang dilakukan oleh Mutia tidak membahas poin nilai edukatif ketuhanan, dan perbedaan lain terletak pada objek penelitian, Mutia fokus meneliti novel berjudul Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara sedangkan penulis melakukan penelitian pada novel yang difilmkan atau memakai kajian ekranisasi dengann judul novel dan film Mimpi Sejuta Dolar, kemudian penulis mengamati perubahan berupa penambahan tokoh dan alur yang mengandung nilai edukatif ketuhanan yang berdampak pada perubahan kuantitas nilai edukatif ketuhanan setelah melewati proses ekranisasi, penulis meneliti unsur nilai edukatif menggunakan definisi menurut Daulauy yang terdiri menjadi empat yaitu; nilai edukatif ketuhanan, nilai edukatif ketangguhan, nilai edukatif kepedulian dan nilai edukatif kejujuran.

2. Proses Ekranisasi Alur Berdampak pada Nilai Edukatif Ketangguhan a. Aspek Pengurangan Alur Berdampak pada Nilai Edukatif

Ketangguhan

134

Aspek pengurangan alur ialah proses pengurangan Alur pada Novel ketika proses Ekranisasi, artinya ada beberapa alur yang akan dihilangkan pada saat pembuatan film.

Kategori aspek pengurangan alur berjumlah 5 deskripsi bagian.

Deskripsi bagian tersebut terdapat dalam beberapa bagian yang berbeda dalam novel berdasarkan urutan kejadian. Kategori aspek penciutan ini dilihat dari tidak ditampilkannya bagian-bagian alur dan tokoh dalam novel tersebut ke dalam film setelah mengalami proses ekranisasi yang berefek pada berubahnya kuantitas nilai edukatif ketangguhan dan juga menyebabkan perubahan bentuk dalam penyampaian nilai edukatif ketangguhan tersebut.

Khaidir (Aulia, 2019: 27) menyatakan tangguh sama artinnya dengann kuat, kokoh, tahan banting, bertekad untuk berdiri tegak dan gigih serta pantang menyerah.

1) Pengurangan pertama terjadi pada novel [Hal.6] yang menceritakan Ria yang meminum air keran di NTU demi mengirit uang belanja, nilai edukatif ketangguhan terletak saat Ria meminum air keran yang secara kesehatan kurang steril karena air tersebut belum diolah, kemudian Ia harus melakukannya berkali-kali dan secara sembunyi-sembunyi.

Walaupun demikian Ria tidak pernah mengeluh dengann keadaanya dan tetap melanjutkan kuliahnya sampai selesai, sikap tersebut sesuai dengann definisi nilai edukatif ketangguhan yang diutaran Khaidir ( Aulia, 2019:27) bahwa tangguh artinya kuat, kokoh dan pantang

135

menyerah. Setelah melewati proses ekranisasi pada alur film, alur serupa tidak ditemukan sehingga membuat jumlah nilai edukatif ketangguhan pada alur film mengalami pengurangan.

2) Pengurangan kedua terjadi pada novel [Hal.61] yang menceritakan bahwa Ria sangat bergantung pada mie instan sebagai makanan pokok, Sesuai pengertian tangguh menurut Khaidir di atas bahwa tangguh artinya; kuat, kokoh dan pantang menyerah. Selama beberapa semester Ria lakukan itu untuk tetap bisa bertahan hidup. Setelah melewati proses ekranisasi alur ini telah mengalami perngurangan, artinya setelah difilkan tidak terdapat alur serupa yang menceritakan Ria yang harus memakan mie instan. Sehingga secara tidak langsung mengakibatkan unsur nilai edukatif ketangguhan di dalam alur film ikut mengalami pengurangan kandungan nilai edukatif ketuhanan.

3) Pengurangan ketiga terjadi pada novel [Hal.179] saat Ria dan Alva yang berdua berniat membuka bisnis percetakan skripsi dan juga baju kaos, mereka lalu mencari rekan bisnis atau pengusaha percetakan karena mereka belum memiliki alat dan mereka berniat untuk melakukan kerja sama. Namun tidak ada yang ingin bekerja sama dengann mereka, bahkan harga yang ditawarkan para pengusaha percetakan disana lebih murah dibanding harga yang Ria ingin tawarkan nantinya. Akhirnya mereka batal untuk melakukan bisnis tersebut. Namun mereka tidak patah semangat, merekah malah mencari peluang lain dengann mencari ide lain untuk membuka bisnis lain. Sesuai dengann pengertian tangguh

136

menurut Khaidir bahwa tangguh artinya kuat, kokoh, tahan banting dan pantang menyerah.

4) Pengurangan alur keempat terjadi pada novel [Hal.187] yang berdampak pada pengurangan kuantitas nilai edukatif ketangguhan yang menceritakan tentang Ria bersama Alva membuka bisnis Tianshi, sebuah merek kesehatan asal Tiongkok, sebuah produk kesehatan yang laris dan cukup terkenal di Indonesia namun produk tersebut gagal masuk ke Singapura, usaha yang berarti dalam kutipan di atas Ialah mereka telah melakukan promosi dan membeli beberapa produk dari Indonesia yang dibawa ke Singapura, tak sampai disitu saja mereka juga menerjemahkan bahasa Indonesia ke Inggris dan mencetak kemasan produk baru sebagai contoh barang, namun produk tiashi gagal masuk ke Singapura, Ria dan Alva yang tidak patah semangat dan bahkan berusaha menjadikan kegagalan mereka yang telah menelan biaya dan tenaga tersebut menjadi sebuah pembelajaran bagi mereka kedepannya. Pada proses pengurangan alur ini pula mengakibatkan pengurangan nilai edukatif ketangguhan karena setelah mengalami proses ekranisasi alur, pengurangan alur ini juga mengakibatkan pengurangan tokoh Indri, dalam novel Indri diceritakan sebagai teman Ria yang memberikan informasi bahwa akan ada produk kesehatan bernama tianshi yang akan masuk ke Singapura.

5) Pengurangan kelima terjadi pada novel [Hal.237] yang menceritakan tentang Ria yang menangis karena merasa kesulitan mendapatkan klien ketika Ia bekerja sebagai agen keuangan, namun Ia sadar bahwa Ia harus

137

bekerja keras lagi sebelum Ia mencapai tujuannya yaitu bebas dari kekurangan biaya sebelum usianya menginjak angka 30. Nilai edukatif ketangguhan terdapat pada saat Ria menghapus air matanya dan kembali semangat mencari klien agar ia dapat mencapai target. Ia tidak larut dalam kesedihan dan terpuruk dalam kesedihan, Ia sadar bahwa butuh perjuangan besar untuk mencapai tujuannya tersebut. Sesuai pengertian tangguh menurut Khaidir bahwa tangguh artinya adalah kuat, kokoh, tahan banting dan pantang menyerah itu tercermin pada alur kutipan novel di atas yang memperlihatkan Ria yang tidak mudah menyerah.

Setelah mengalami proses ekranisasi berupa pengurangan alur mengakibatkan adegan ini tidak ditayangkan dalam alur film, sehingga secara tidak langsung mengakibatkan pengurangan jumlah nilai edukatif ketangguhan pada sosok Ria pada saat Ia bekerja sebagai agen keuangan.

6) Pengurangan keenam terjadi pada novel [Hal.305] yang menceritakan saat Ria menjadi pembicara di Jakarta dan seseorang menanyanya,

“Kenapa kami mengalami banyak penolakan, Miss Merry apa yang salah dengann kami? kenapa Miss Merry bisa mendapatkan banyak nasabah dan kami susah?”

Sesuai dengan definisi Khaidir bahwa tangguh merupakan kuat dan pantang menyerah persis sama dengann sikap yang Ria tunjukkan dalam kutipan novel tersebut. Ria ajarkan kepada para hadirin yang menanyakan rahasia suksesnya, Ria mengatakan bahwa jangan pernah menyerah dan menjadikan kesalahan sebagai pembelajaran dan jangan

138

melakukan kesalahan yang sama. Setelah mengalami proses ekranisasi pengurangan alur mengakibatkan adegan ini tidak diceritakan pada alur film sehingga secara tidak langsung mengakibatkan hilangnya kandungan nilai edukatif ketangguhan yang semula terdapat pada alur novel kemudian ditiadakan pada alur film.

Pengurangan alur setelah proses ekranisasi merupakan hal wajar yang dilakukan demi beberapa pertimbangan, seperti mengurangi biaya prosuksi, mengurangi waktu penanyangan dan lain-lain. Delepan pengurangan alur di atas merupakan pengurangan pada film Mimpi Sejuta Dolar yang mengandung unsur nilai edukatif ketangguhan, penelitian serupa yang menggunakan kajian ekranisasi yaitu dari Devi Shyviana Arry Yanti. Pada tahun 2014 yang berjudul Ekranisasi Novel Ke Bentuk Film 99 Cahaya Di Langit Eropa Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Perbedaan penulis dan penelitian yang dilakukan Devi terletak pada objek kajian berupa novel maupun film, film yang diteliti oleh Devi yaitu novel dan film 99 Cahaya Di Langit Eropa sedangkan penulis meneliti novel dan film Mimpi Sejuta Dolar, perbedaan lain yaitu waktu penelitian dilakukan antara Devi pada Tahun 2014 sedangkan penulis pada Tahun 2019, selain itu perbedaan lain terdapat pada saat penulis mengamati pengurangan alur yang mengandung unsur nilai edukatif ketuhanan pada novel setelah mengalami melewati proses ekranisasi ke bentuk film, sedangkan penelitian yang dilakukan Devi tidak membahas mengenai nilai edukatif

139

ketangguhan, hanya sebatas mengamati perubahan alur, tokoh dan latar yang terjadi akibat proses ekranisasi.

b. Aspek Penambahan Alur Berdampak Pada Nilai Edukatif Ketangguhan

Aspek penambahan alur artinya adaya penambahan alur pada film, yang tidak dapat ditemukan pada alur novel. Kategori aspek penambahan alur berjumlah 1 deskripsi adegan. Pengelompokan adegan tersebut dibagi berdasarkan urutan kejadian.

1) Penambahan alur terjadi pada film [F.30.47] yang menceritakan saat Ria yang bekerja sebagai pembagi brosur dipecat karena tempat Ia bekerja dalam pengawasan Polisi sehingga Bos Brosur takut dan akhirnya memutuskan untuk memecat Ria, di Singapura terdapat peraturan yang melarang mempekerjakan seseorang dibawah umur dan bagi pendatang dari Negara lain diwajibkan memiliki surat izin kerja terlebih dahulu, terlebih Ria tidak memiliki surat izin kerja. Nilai edukatif ketangguhan terletak pada saat Ria mengatakan tidak apa-apa setelah Bos Brosur memecatnya. Berdasarkan definisi dari Khaidir bahwa tangguh artinya kuat, kokoh , tahan banting dan pantang menyerah itu terlihat pada kutipan novel di atas yang berhuruf tebal, yang memperlihatkan sikap Ria yang tetap kuat setelah bosnya terpaksa memecatnya. Nilai edukatif ketangguhan di atas merupakan adegan tambahan setelah mengalami proses ekranisasi, adegan pemecatan Ria tidak terdapat dalam alur novel, dan setelah proses ekranisasi penambahan alur, penambahan ini

140

mengakibatkan perubahan bervariasi tokoh bos Ria saat bekerja sebagai pembagi brosur, dalam novel tidak terdapat tokoh tersebut, karena Bos Ria sewaktu menjadi pembagi brosur merupakan seorang Pria paruh baya bernama Mr. Kenny. Setelah mengalami proses ekrnisasi berupa penambahan alur mengakibatkan penambahan nilai edukatif ketangguhan akibat Ria yang harus dipecat dan perubahan bervariasi tokoh bos tempat Ria bekerja sebagai pembagi brosur.

Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Megasari Martin pada tahun 2017 yang berjudul Ekranisasi Novel Surga yang Dirindukan Karya Asman Nadia ke Film Surga yang Dirindukan Karya sutradara Kuntz Agus. Perbedaan penelitian terletak pada objek penelitian yaitu novel dan film, Mega meneliti Novel Surga yang Dirindukan Karya Asman Nadia ke Film Surga yang Dirindukan Karya sutradara Kuntz Agus sedangkan penulis meneliti novel Mimpi Sejuta Dolar dan Film Mimpi Sejuta Dolar. Letak perbedaan lainnya terletak pada saat penulis hanya meneliti unsur nilai edukatif menurut Daulay setalah mengalami proses ekranisasi pada alur.

c. Aspek Perubahan Bervariasi Alur Berdampak Pada Nilai Edukatif Ketangguhan

Untuk kategori aspek perubahan bervariasi pada alur berjumlah 4 variasi alur. Kategori aspek perubahan bervariasi ini dilihat dari adanya perubahan penggambaran cerita dalam visualisasinya ke bentuk film.

Pembahasan untuk kategori perubahan bervariasi akan dibahas satu persatu

Dokumen terkait