BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
a. Analisis Data Deskriptif
Penelitian ini dilakukan di Galeri Investasi Bursa Efek Universitas Muhammadiyah Makassar dengan mengambil data laporan keuangan perbankan syariah di Indonesia melalui website resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dengan kriteria tertentu seperti perusahaan tersebut secara periode mengeluarkan laporan keuangan tiap bulannya selama periode pengamatan, dan perusahaan yang memiliki kelengkapan data keuangan untuk menghitung Debt Financing, Equity Financing dan Profit Expense Ratio. Berdasarkan variabel yang ada dalam penelitian, maka deskriptif statistik sebagai berikut.
Tabel 4. 1
DESKRIPISI DATA PENELITIAN
Statistics
Debt Financing Equity Financing
Profit Expense Ratio
N Valid 8 8 8
Missing 0 0 0
Mean .8418 1.2737 .4311
Median 1.0558 1.1512 .4714
Mode .21a .43a -.47a
Std. Deviation .52983 .70715 .43961
Variance .281 .500 .193
Minimum .21 .43 -.47
Maximum 1.58 2.40 .94
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Sumber data: Hasil Data Olahan (2020)
1. Deskripsi Data Debt Financing (X1)
Berdasarkan tabel 4.1 hasil uji data diketahui bahwa data Debt Financing (X1) diperoleh nilai tertinggi sebesar 1,58, nilai terendah sebesar 0,21, rata-rata sebesar 0.8418, median sebesar 1.0558, modus sebesar 0.21, standar deviasi sebesar 0.052983 serta varian sebesar 0.281. Berdasarkan data olahan menunjukkan bahwa Data Debt Financing perusahaan perbankan syariah tahun 2015 – 2019 yang paling besar, Bank BNI Syariah dan paling kecil Bank Victoria Syariah.
2. Deskripsi Data Equity Financing (X2)
Berdasarkan tabel 4.1 hasil uji data diketahui bahwa data Equity Financing (X2) diperoleh nilai tertinggi sebesar 2.40, nilai terendah sebesar 0.43, rata-rata sebesar 1.2737, median sebesar 1.2737, modus sebesar 0.43, standar deviasi sebesar 0.70715 serta varian sebesar 0.500. Berdasarkan data olahan menunjukkan bahwa Data Equity Financing perusahaan perbankan syariah tahun 2015 – 2019 yang paling besar, Bank Victoria Syariah dan paling kecil Bank Net Syariah.
3. Deskripsi Data Profit Expense Ratio (Y)
Berdasarkan tabel 4.1 hasil uji data diketahui bahwa data Profit Expense Ratio (Y) diperoleh nilai tertinggi sebesar 0.94, nilai terendah sebesar -0.47, rata-rata sebesar 0.4311, median sebesar 0.4714, modus sebesar -0.47, standar deviasi sebesar 0,43961.
Berdasarkan data olahan menunjukkan bahwa Data Profit Expense Ratio perusahaan perbankan syariah tahun 2015 – 2019 mengalami
pasang surut dimana banyak bank mengalami kerugian di antaranya Bank Mega tahun 2015, Bank Net Syariah 2015 , Bank Victoria Syariah tahun 2015.
b. Hasil Asumsi Klasik 1. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas adalah langka awal yang harus dilakukan untuk mengukur apakah data yang didapatkan memiliki distribusi normal sehingga dapat dipakai dalam statistik parametrik (statistik inferensial).
Uji normalitas dapat juga dilakukan dengan menguji nilai residual dengan Kolmogorov-Smirnov. Untuk menguji distribusi residual normal atau tidak, maka dapa dilakukan metode iju Kolmogorov- Smirnov. Hasil uji normalitas disajikan sebagai berikut terlihat pada tabel 4.2 di bawah ini:
Tabal 4.2
HASIL UJI NORMALITAS (K-S TEST)
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 8
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .16130253
Most Extreme Differences Absolute .141
Positive .140
Negative -.141
Kolmogorov-Smirnov Z .400
Asymp. Sig. (2-tailed) .997
a. Test distribution is Normal.
Sumber data : Hasil Data Olahan (2020)
Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan Nilai K-S sebesar 0,400 (sig 0,997) untuk semua variabel tersebut diatas 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel Debt Financing (X1), Equity Financing (X2), Profit Expense Ratio (Y) dinyatakan bahwa data dari masing- masing variabeI peneIitian tersebut secara statistik telah terdistribusi secara normal dan layak digunakan sebagai data penelitian.
2. Uji Heteroskedasitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya, jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka terjadi homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.
PeneIitian ini untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas daIam modeI regresi digunakan anaIisis dengan uji glejser. Tabel di bawah ini memperlihatkan uji Heteroskedastisitas.
Tabel 4.3
UJI HETEROSKEDASTISITAS (GLEJSER)
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -8.360 2.374 -3.522 .017
Debt Financing .106 1.516 .023 .070 .947
Equity Financing 2.527 1.136 .738 2.225 .077 a. Dependent Variable: Abs_RES
Sumber data : Hasil Data Olahan (2020)
Berdasarkan data hasil uji glejser pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa tidak ada satu pun variabel independen signifikan secara statistic mempengaruhi variabel independen. Hal ini terlihat bahwa nilai sig > alpa (5%) jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas.
3. Hasil Uji Multikolinearitas
Pengujian Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu menguji apakah modal regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau independent. Sebuah modeI regresi dikatakan muItikoIinearitas apabiIa terjadi hubungan Iinear yang sempurna atau pasti diantara beberapa atau semua variabeI bebas dari suatu modeI regresi.
Akibatnya akan kesuIitan untuk dapat meIihat pengaruh variabeI independen terhadap variabeI dependennya. ModeI regresi yang baik seharusnya tidak terjadi koreIasi diantara variabeI bebas (tidak terjadi MuItikoIinearitas). Tabel 4.4 di bawah ini memperlihatkan Uji Multikolinearitas.
Tabel 4.4
UJI MULTIKOLINEARITAS
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) .576 .231
Debt Financing .410 .148 .494 .849 1.177 Equity Financing -.385 .111 -.619 .849 1.177
a. Dependent Variable: Pofit Expense Ratio
Sumber data: Hasil Data Olahan (2020)
Berdasarkan tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa nilai Tolerance semua variabel lebih besar 0,05(>5%) serta nilai VIF semua variabel independen lebih kecil dari 10 (VIF<10). Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas.
4. Hasil Uji Hipotesis
Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dilakukan dengan menggunakan metode enter di mana semua variabel dimasukkan untuk mencari pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil analisis regresi berganda ini menggunakan program SPSS yang sudah tercantum pada tabel 4.5 di bawah ini:
Tabel 4.5
HASIL PENGUJIAN HIPOTESIS
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
T Sig.
KET B Std. Error
1 (Constant) .576 .231 .576 .055
Debt Financing .410 .148 .410 .039 Signifikan H1
Equity Financing -.385 .111 -.385 .018 Signifikan H2
R .812a
a. Dependent Variable: Profit Expense Ratio
Sumber data: Hasil Olahan 2020
Dari hasil analisis data di atas, maka hasil persamaan regresi adalah sebagai berikut:
1. AnaIisis Data lnferensiaI
Sebelum melakukan pengujian hipotesis penelitian terlebih dahulu dilakukan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi linear berganda
sebagai berikut:
Y = 0,576 + 0,410 -0,385
Adapun interpretasi dari persamaan regresi linear berganda tersebut adalah
a. Konstanta (a)
Ini berarti bahwa jika variabel Debt Financing (X1), Equity Financing (X2), tidak mengalami perubahan maka nilai Profit Expense Ratio (Y) sebesar 0,576.
b. Debt Financing (X1) terhadap Profit Expense Ratio (Y)
Nilai koefisien leverage untuk variabel X1 bertanda positive sebesar 0,410. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan sebesar 1, maka variabel dependen juga mengalami peningkatan sebesar 0,410. Dengan asumsi tidak ada penambahan (konstan) nilai Equity Financing (X2).
c. Equity Financing (X2) Terhadap Profit Expense Ratio (Y) Nilai koefisien leverage untuk variabel X2 bertanda negative sebesar -0,385. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan sebesar 1, maka variabel dependen juga mengalami penurunan sebesar -0,385. Dengan asumsi tidak ada penambahan (konstan) nilai Debt Financing (X1).
2. Hasil Uji Regresi Secara Parsial (Uji t)
Uji ini mengetahui dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi a < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen secara individu.
Sebaliknya jika signifikansi a> 0,05 maka tidak terjadi pengaruh yang signifikan. Berikut hasil uji regresi (uji t) dicantumkan dalam tabel 4.5 yang telah dibahas pada uji analisis regresi linear berganda:
a. Debt Financing (X1) menunjukkan Coefficients Beta bertanda positive sebesar 0,410 pada tingkat signifikansi 0,039, karena tingkat signifikansi 0,039 < 0,05. Hal ini berarti variabel Debt Financing (X1) berpengaruh terhadap Profit Expense Ratio (Y) dengan demikian hipotesis H0 diterim, H1 terima.
b. Equity Financing (X2) menunjukkan Coefficients Beta bertanda negative sebesar -0,385 pada tingkat signifikansi 0,018, karena tingkat signifikansi 0,015 < 0,05. Hal ini berarti variabel Equity Financing (X2) berpangaruh terhadap Profit Expense Ratio (Y) dengan demikian hipotesis H2 diterima.
3. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Jika (R2) yang diperoIeh mendekati 1 (satu) maka dapat dikatakan semakin kuat modeI tersebut menerangkan hubungan antar variabeI bebas dengan variabeI terikat.
Tabel 4.6
HASIL KOEFISIEN DETERMINASI
Model Summaryb Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson
1 .930a .865 .812 .19086 1.814
a. Predictors: (Constant), Equity Financing, Debt Financing b. Dependent Variable: Profit Expense Ratio
Sumber data: Hasil Olahan 2020
Berdasarkan tabel 4.6 di atas terlihat bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,812. Arti dari koefisien ini adalah bahwa pengaruh yang diberikan oleh kombinasi variabel Debt Financing (X1), Equity Financing (X2), terhadap Profit Expense Ratio (Y) adalah sebesar 81,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain sebesar 19,8%.