BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Berdasarkan tabel 4.6 di atas terlihat bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,812. Arti dari koefisien ini adalah bahwa pengaruh yang diberikan oleh kombinasi variabel Debt Financing (X1), Equity Financing (X2), terhadap Profit Expense Ratio (Y) adalah sebesar 81,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain sebesar 19,8%.
yang bersangkutan.
Hasil penelitian sesuai dengan Stewardship theory yang menyatakan bahwa Bank syariah yang merupakan pemilik dana menyerahkan dana kepada nasabah (steward) yang telah dipercaya untuk mengelolanya kemudian mengembalikan dana tersebut kepada pihak bank syariah. Bank syariah memberikan kepercayaan penuh sehingga nasabah dalam mengelola dana berjalan sesuai kesepakatan pada saat awal akad pembiayaan agar tercapai tujuan dengan harapan kedua belah pihak mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang didapatkan dalam pembiayaan tersebut akan menghasilkan pendapatan sehingga terjadi peningkatan laba bank syariah agar kinerja keuangan berjalan dengan lancar.
Hasil tersebut senada dengan hasil penelitian terdahulu oleh Amanda Maulidiyah Firdaus dan Ari Prasetyo (2017) dengan judul
“Pengaruh debt financing dan equity financing terhadap profit expense ratio Perbankan Umum Syariah Periode 2011-2015” dalam penelitiannya menunjukkan bahwa Debt financing dan Equity Financing memiliki pengaruh signifikan terhadap Profit ExpenseRatio
2. Hasil temuan hipotesis H2 Equity Financing (X2)
Hasil temuan kedua dalam penelitian ini menyatakan bahwa variabel equity financing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profit expense ratio. Pernyataan ini dapat dibuktikan dengan melihat tabel 4.5 di mana nilai tingkat signifikansi 0,018, karena tingkat signifikansi 0,018 < 0,05. Artinya Pendapatan atau keuntungan yang diperoleh dari usaha equity finaning ditentukan dari modal yang disalurkan. Semakin
besar modal yang disalurkan semakin besar pula keuntungan yang didapatkan. Sebaliknya semakin kecil modal yang disalurkan semakin kecil pula pendapatan yang didapatkan. Namun pada sistem bagi hasil bukan hanya berbagi keuntungan saja tapi siap pula berbagi kerugian dari hasil usaha yang dilakukan.
Penelitian ini ada beberapa bank yang mengalami penurunan laba (rugi) dari tahun ketahun seperti Bank Mega Syariah pada tahun 2015, Bank Net Syariah pada tahun 2018 dan 2019 dan Bank Victoria pada tahun 2015. Pada equity financing kunci pembiayaan terletak pada mudharabah dan musyarakah, keduanya sama sama menawarkan sistem bagi hasil dengan akad yang jelas
Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa nasabah yang menggunakan sistem pembiayaan equity financing lebih berorientasi pada modal kerja. Masyarakat ataupun nasabah memanfaatkanya untuk membiayai usaha mereka dengan kesepakatan keuntungan maupun kerugian ditanggung secara bersama sama sehingga resiko kebangkrutan dapat diminimalkan dengan syarat kedua belah pihak sama- sama menerapkan sikap jujur dalam pelaksanaanya.
Hasil penelitian sesuai dengan Stewardship theory merupakan keadaan manajer sebagai steward melakukan kinerja bukan untuk tujuan individu tetapi mengutamakan pada kepentingan bersama (principal).
Teori ini juga berpendapat dalam mencapai tujuan bersama kepentingan antara steward dan principal bisa sejalan namun apabila keduanya memilki tujuan yang berbeda, manajer harus tetap mengutamakan kebersamaan sehingga dapat tercipta suasana yang harmoni dalam
mencapai tujuan organisasi yang sebenarnya.
Hasil tersebut senada dengan hasil penelitian Rahayu et al yang menyatakan bahwa pembiyaan bagi hasil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas. Karena pembiayaan equity financing yang dilakukan oleh nasabah berpengaruh terhadap keuntungan yang didapatkan pihak bank dalam meningkatkan profit expense rationya.
Setahun setelahnya Dian Anita (2018) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Debt Financing dan Equity Financing Terhadap Profit Expense Ratio Bank Muamalat dan Bank Jabar Banten Syariah di Kota Bandung” dalam penelitiannya mengatakan bahwa secara keseluruhan variabel Debt financing dan Equity financing secara bersama-sama telah memberikan pengaruh terhadap Profit Expense Ratio.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pambahasan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.
Debt financing berpengaruh positif dan signifikan terhadap profit expense ratio. Artinya semakin tinggi debt financing perusahaan, maka semakin meningkat Profit Expense Ratio. Terbukti mayoritas laba perusahaan bank syariah di Bursa Efek Indonesia, pada tahun 2015 -2019 mengalami peningkatan.2.
Equity Financing berpengaruh negatif signifikan terhadap Profit Expense Ratio. Artinya Pendapatan atau keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut ditentukan dari modal yang disalurkan. Apabila modal yang disalurkan besar maka keuntungannya akan besar juga. Namun pada sistem bagi hasil bukan hanya berbagi keuntungan saja tapi siap pula berbagi kerugian dari hasil usaha yang dilakukan.3.
Hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0,812. Arti dari koefisien ini adalah bahwa pengaruh yang diberikan oleh kombinasi variabel Debt Financing (X1), Equity Financing (X2), terhadap Profit Expense Ratio (Y) adalah sebesar 81,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain sebesar 19,8%.65
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, adapun saran sebagai berikut:
1. Bagi Bank Umum Syariah
a. Bank Umum Syariah harus lebih meningkatkan pendapatan melalui pembiayaan bagi hasil, karena pada hakikatnya pembiayaan dengan sistem bagi hasil merupakan pembiayaan yang keuntungan dan kerugian akan ditanggung oleh kedua belah pihak.
b. Bank Umum Syariah harus lebih meningkatkan penyaluran pembiayaan secara meluas dalam hal bidang usaha, agar dapat menigkatkan profitabilitas perusahaan, sehingga masyarakat lebih percaya pada Bank Umum Syariah dalam mengelola dana.
c. Bank Umum Syariah harus lebih meningkatkan laba dan mengurangi masalah kerugian akibat pembiayaan bermasalah, karena hal tersebut akan menurunkan kualitas dan profitabilitas perusahaan.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
a. Penelitian ini akan lebih sempurna apabila variabel yang digunakan lebih banyak untuk mendukung dan menunjang penelitian.
b. Periode penelitian akan lebih baik apabila diperpanjang, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang keadaan Bank Umum Syariah di masa lalu.
c. Hasil penelitian akan lebih akurat apabila pengujian dilakukan menggunaan lebih dari 1 metode, sehingga hasil penelitian dapat dibandingkan mana yang lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Anita, Dian. 2017. Pengaruh Debt Financing Dan Equity Financing Terhadap Profit Expense Ratio Bank Muamalat dan Bank Jabar Banten Syariah di Kota Bandung
Anto & Wibowo, M.G. (2012). Faktor-Faktor Penentu Tingkat Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Islam La Riba. 6 (2),147-160 Anjani, R., dan Hasmarani, M.I. 2016. Pengaruh pembiayaan mudharabah, musyarakah dan murabahah terhadap profitabilitas BPRS di Indonesia periode 2012-2015
A.wirman Syafeii.2014.Majalah Ekonomi Syariah:”Pengukuran Kinerja Bank Syariah” Jakarta EKABA Universitas Trisakti
Adrianto dan Firmansyah. M.A. Manajemen Bank Syariah (Implementasi Teori dan Praktek). CV. Penerbit Kiara Media.
Dharma, Y., dan Pristianda, A. 2018. Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Dan Murabahah Terhadap Profitabilitas (Return On Assets) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Di Indonesia 2012-2016
Fadhila, Novi. 2015. Analisis Pembiayaan Mudharabah Dan Murabahah Terhadap Laba Bank Syariah Mandiri
Firdaus, M.F., dan Prasetyo, A. 2016. Pengaruh Debt Financing Dan Equity Financing Terhadap Profit Expense Ratio Perbankan Umum Syariah Periode 2011-2015
Firman Allah SWT dan Terjemahannya, Al-Baqarah ayat 275. Kementrian Agama RI.
Firman Allah SWT dan Terjemahannya, Q.S. Al-Muzzammil ayat 20. Kementrian Agama RI.
Firman Allah SWT dan Terjemahannya, Q.S. Ar-Ruum ayat 39. Kementrian Agama RI.
Gitman.2006. Principles Manajemen Perbankan. Bandung : Kappa.Sigma
Harianto, Syawal. 2017. Rasio Keuangan Dan Pengaruhnya Terhadap Profitabilitas Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Di Indonesia
Haq, N.A. 2017 Pengaruh Pembiayaan Dan Efisiensi Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah
Hernawati, Herni dan Puspasari, O.R. 2018. Pengaruh Faktor Makroekonomi terhadap Pembiayaan Bermasalah.
67
Indriyanto et al. 2018. Pengaruh Debt Financing Dan Equity Financing Terhadap Return On Equity Pada Bank Syariah Yang Terdaftar Di Bank Indonesia.
Janwari, Y. (2015). Lembaga Keuangan Syariah. (A. Kamsyach, Ed.) (Pertama).
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Karim, A. (2014). Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan. Jakarta: Rajawali pres.
Kartini, dan Arianto. 2008. Struktur Kepemilikan, Profitabiltas, Pertumbuhan Aktiva dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Keuangan dan Perbankan. Vol 12. No 1. Hal 11-21 Kamaruddin, Badrul Hisham,et.al. 2008. Assesing Production Efficiency of Islamic
Banks and Conventional Bank Islamic Window in Malaysia. International Journal of Business and Management Science, Vol 1(2),pp.31- 48Ismail, 2011, Perbankan Syariah, Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Kholis, N., dan Kurniawati, L. 2018. Pengaruh pembiayaan bagi hasil, Non Performing Financing (NPF) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Assets (ROA) pada bank umum syariah
Kuraesin, A., dan Suryaman. 2017. Analisis Debt Financing Dalam Meningkatkan Profitabilitas
Machmud, Amir, Rukmana. 2010. Bank Syariah : Teori, Kebijakan dan Studi Empiris di Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Nizar, A.S., dan Anwar, M.K. 2015. Pengaruh Pembiayaan Jual Beli, Pembiayaan Bagi Hasil Dan Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Bank Syariah.
Rahayu et al. 2016. Musyarakah Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Bank Umum Syariah Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014) Raharjo, Eko. 2007. “Teori Agensi dan Teori Stewardship dalam Perspektif
Akuntansi”. Jurnal Fokus Ekonomi, Vol. 2, No. 1, Hal: 37-46.
Rivai, V., dan Veithzal, A.P. 2008. Islamic Financial
Riyadi, Slamet dan Yulianto, Agung. 2014. ”Pengaruh Pembiayaan bagi Hasil, Pembiayaan Jual Beli, Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Non Performing Financing (NPF) terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia”. Accounting Analysis Journal. Vol. 3 (4), Hal: 466-474
Sulhan, Ely Siswanto. 2008. Manajemen Bank (Konvensional dan Syariah).
Malang: UIN press.
Sulhan, Ely Siswanto. 2008. Manajemen Bank (Konvensional dan Syariah).
Malang: UIN press.
Sari, Nilam. 2015. Kontrak (Akad) dan Implementasinya Pada Perbankan Syariah di Indonesia. Yayasan PeNA Banda Aceh, Jl. Tgk. Chik Ditiro No. 25 Gampong Baro
Susilawati, Ika. 2017. Pengaruh Tingkat Debt Financing Dan Equity Financing Terhadap Profit Expense Ratio Perbankan Syariah.
Syafi‟i, Muhammad. 2001. Bank Syariah: Dari Teori Ke Praktek Jakarta : Gema Insani Press.
Priyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Zifatama Publishing. Jl. Taman Pondok Jati, J3 Taman Sidoarjo
Pujiono, Arif. 2004. Posisi dan Prospek Perbakkan Syari’ah Dalam Dunia Bisnis.
Priyadi, M.A., dan Tandika, D. 2017. Pengaruh Tingkat Debt Financing dan Equity Financing terhadap Profit Expense Ratio Bank Umum Syariah Periode 2014-2017.
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-
Undang no 10 tahun 1992 tentang perbankan.
LAMPIRAN
Lampiran 1 : Tabel Perhitungan Debt Financing
Lampiran 2 : Tabel Perhitungan Equity Financing
Lampiran 3 : Tabel Perhitungan Profit Expense Ratio
Lampiran 4 : Uji SPSS
Statistics
Debt Financing Equity Financing
Profit Expense Ratio
N Valid 8 8 8
Missing 0 0 0
Mean .8418 1.2737 .4311
Median 1.0558 1.1512 .4714
Mode .21a .43a -.47a
Std. Deviation .52983 .70715 .43961
Variance .281 .500 .193
Minimum .21 .43 -.47
Maximum 1.58 2.40 .94
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
Profit Expense Ratio .4311 .43961 8
Debt Financing .8418 .52983 8
Equity Financing 1.2737 .70715 8
Variables Entered/Removedb
Model
Variables Entered
Variables
Removed Method 1 Equity
Financing, Debt Financinga
. Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Profit Expense Ratio
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .930a .865 .812 .19086 1.814
a. Predictors: (Constant), Equity Financing, Debt Financing b. Dependent Variable: Profit Expense Ratio
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1.171 2 .585 16.069 .007a
Residual .182 5 .036
Total 1.353 7
a. Predictors: (Constant), Equity Financing, Debt Financing b. Dependent Variable: Profit Expense Ratio
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) .576 .231 2.491 .055
Debt Financing .410 .148 .494 2.775 .039 .849 1.177
Equity Financing -.385 .111 -.619 -3.478 .018 .849 1.177
a. Dependent Variable: Profit Expense Ratio
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 8
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .16130253
Most Extreme Differences Absolute .141
Positive .140
Negative -.141
Kolmogorov-Smirnov Z .400
Asymp. Sig. (2-tailed) .997
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 8
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .16130253
Most Extreme Differences Absolute .141
Positive .140
Negative -.141
Kolmogorov-Smirnov Z .400
Asymp. Sig. (2-tailed) .997
a. Test distribution is Normal.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -8.360 2.374 -3.522 .017
Debt Financing .106 1.516 .023 .070 .947
Equity Financing 2.527 1.136 .738 2.225 .077
a. Dependent Variable: Abs_RES
Lampiran 5 : Surat Balasan
Lampiran 6 : Uji Turnitin