• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

h. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas bidang data, sistem informasi teknologi dan pengendalian pelaksanaan penanaman modal dan pelayanan perizinan; dan

i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan berkaitan dengan tugas pokok organisasi guna mendukung kinerja organisasi.

1. Relative advantage atau keunggulan relative

Inovasi harus memiliki keunggulan dan nilai, dibandingkan dengan inovasi sebelumnya, Selalu ada kebaruan yang melekat dalam inovasi, yang merupakan ciri khas. keunggulan relatif merupakan salah satu inovasi dari pemerintah tentang pelayanan. Keunggulan relatif yang dimaksud yaitu cepat, mudah dan akurat salah satunya inovasi pelayanan berbasis online di Dinas Penanaman Modal dan Ptsp Kabupaten Sinjai seperti pembuatan surat izin dan non perizinan berbasis online. berikut adalah perbandingan persyaratan dan kelengkapan berkas antara pengurusan izin secara offline dan online Di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sinjai.

Pelayanan ofline Pelayanan online 1. Membawa surat pengantar dari

kelurahan dan kecamatan 2. Membawa berkas tambahan (

KTP, PBB, NPWP)

3. Mengambil dan mengisi formulir pendaftaran

4. Membawa foto berwarna 5. Dokumen lingkungan (SPPL,

UKL-UPL, AMDAL)

6. Surat rekomendasi jenis usaha 7. Surat kepemilkian tanah

1. mengapload berkas ( KTP, NPWP)

2. mengisis data formulir secara online

3. memilki email Aktif

Tabel 4. 1 Persyaratan Pelayanan offline dan Online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai

Sumber data dari DPMPTSP Kabupaten Sinjai 2021

berdasarkan tabel di atas menjelaskan bahwa pada inovasi pelayanan berbasis online dari segi persyaratan itu jauh lebih mudah dan tidak berbelit- belit sehingga dinilai sangat mudah dan efektif. Dilihat dari persyaratan

pelayanan online yang sebelumnya memerlukan banyak persyaratan kini telah dipermudah dengan hanya memerlukan beberapa persyaratan saja.

a. Mudah

Mudah yaitu pelayanan berbasis online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai tidak memerlukan berkas tambahan seperti PBB, dokumen lingkungan (SPPL, UKL-UPL, AMDAL) cukup menyediakan KTP, NPWP dan E-mail.

Pelayanan ini dikatakan mudah karena dilihat dari persyaratan nya yang tidak sebanyak pelayanan offline, dalam inovasi ini pemohon dapat mengakses kemudian mendaftar lewat online hingga penerbitan dan pencetakan izin juga bisa dilakukan secara online dan pembuat tidak lagi membawa surat pengantar dari kantor lainnya seperti kantor lurah dan camat. Lebih lagi dalam pengaksesan pelayanan berbasis online karena penerbit cukup meng upload data dan menunggu penerbitan surat izinnya. Hal ini di ungkapkan RM selaku kasi pelayanan perizinan dan non perizinan yang menyatakan bahwa :

“Keunggulan relatif dari pelayanan berbasis online ini yaitu pemohon dapat mendaftarkan izin usahanya tanpa melalui camat lagi yang sebelumnya harus menyertakan tanda tangan lurah, camat kemudian melanjutkan ke kantor ptsp kabupaten sinjai akan tetapi dengan adanya pelayanan berbasis online yg salah satunya OSS RBA ini pemohon cukup memiliki KTP, NPWP dan E-mail aktif sudah bisa di daftarkan dan akan diterbitkan izinnya berupa nomor induk berusaha atau NIB. Untuk usaha mikro yang beresiko rendah cukup NIB saja. Pengurusan jadi mudah dan cepat (efisien) Pengurusan melalui online menjadi lebih mudah dikarenakan dapat mendaftar secara online dan mengakses sampai izin di terbitkan dan sudah tidak perlu menyiapkan kertas-kertas atau dokumen seperti sertifikat tanah, pbb cukup E-mail dan NPWP sudah bisa mendaftar melalui Online Singel Submission Risk-Based Approach (OSSRBA)”.

(wawancara peneliti dengan RM pada tanggal 17 september 2021)

Berdasarkan wawancara tersebut maka keunggulan relatif pelayanan berbasis online di DPMPTSP dalam membuat surat permohonan perizinan dan non perizinan lebih mudah, juga sangat efektif dilihat dari syarat yang tidak lagi berbelit-belit, dengan mudahnya persyaratan dalam pengajuan surat izin dan non perizinan secara tidak langsung mampu mendongkrak jumlah pemohon surat izin dan non perizinan. Disisi lain masyarakat yang mampu memanfaatkan inovasi ini tentunya sangat di mudahkan sebab surat permohonan dapat di terbitkan tampa harus datang kekantor.

Penjelasan ini di dukung juga oleh LD selaku kepala DPMPTSP kabupaten sinjai yang mengungkapkan bahwa :

“Dalam pelayanan berbasis online keunggulannya yaitu efektif,efisien dan akuntabel. Salah satu contohnya adalah digital signature (tanda tangan elektronik) dengan adanya inovasi tersebut dapat dengan mudah melayani masyarakat dan tidak terjadi antrian menyembabkan kerumunan, selanjutnya yaitu on time (waktunya jelas) untuk masalah efektif atau tidaknya pelayanan online kepada masyarakat sebelum itu kita punya aplikasi simpelmi (Sistem Informasi Pengelolaan Perizinan secara Online) yang merupakan aplikasi mandiri yang di miliki DPMPTSP yang memungkinkan kita melayani secara online kemudian pemohon dapat mendaftar secara online yang terlebih dahulu harus mendowload di playstore atau juga bisa melalui wesite resmi DPMPTSP.”. (wawancara peneliti dengan LD pada tanggal 22 september 2021)

Dari wawancara tersebut sangat jelas mengungkapkan keunggulan dari inovasi pelayanan berbasis online yang ada di DPMPTSP kabupaten sinjai ini seperti proses dan waktu penyelesaian yang transparan, pelayanan tidak lagi bersifat kaku dan monoton melainkan sangat fleksibel apalagi dengan adanya kebijakan digital signature, bahkan dijelaskan bahwa pemohon yang mampu memahami teknologi dengan baik dapat dengan

mudah mengajukan permohonan dari rumah saja bahkan dapat mengcetak sendiri jika punya alat print dirumah.

Pernyataan berbeda yang di ungkapkan oleh AW yang juga selaku pemohon surat perizinan dengan mengungkapkan bahwa:

“Iya saya tahu bahwa ada pelayanan secara online tapi saya lebih memilih untuk datang langsung karena jaringan di kampung tidak mendukung, dan kalau langsung datang di kantor bisa bertanya dan diarahkan oleh pegawai”. (wawancara peneliti dengan AW pada tanggal 22 september 2021)

Sesuai hasil wawancara dengan informan peneliti menganggap bahwa inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai kurang relefannya dengan lingkungan juga kemampuan teknologi masyarakat sehingga pelayanan berbasis online kurang di apresiasi atau direspon baik oleh penerima layanan.

Berdasarkan beberapa hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa lebih mudah yaitu penerima layanan tidak lagi harus datang dikantor hanya untuk mengantar berkas melainkan cukup mendaftar online dan hanya perlu mempunyai KTP, NPWP dan E-mail aktif permohonan sudah dapat di proses akan tetapi inovasi ini mengharuskan masyarakat mampu memahami perkembangan teknologi yang baik sehingga hal tersebut menjadi kendala pada kemudahan yang dihadirkan inovasi ini.

b. Cepat

Cepat yaitu pelayanan berbasis online dilihat dari prosesnya dapat mendaftarkan diri dari rumah saja dan tidak memerlukan lagi surat

pengantar dari kelurahan dan kecamatan dan tinggal datang di DPMPTSP Kabupaten Sinjai. pelaksanaan pelayanan lebih on time dengan adanya pelayanan berbasis online sehingga tidak lagi ribet bagi masyarakat yang ingin membuat surat perizinan dan non perizinan. Ungkapan di atas juga sesuai dengan AF selaku Kepala Seksi Administrasi Pelayanan dan non- perizinan yang mengatakan bahwa :

“Keunggulan dari pelayanan berbasis online ini yaitu pelayanan menjadi efektif, efisien dan transparan. Saat ini kami mengelola 3 jenis izin yang berbayar seperti reklame, IMB, dan trayek jadi semua itu di informasikan terkait jumlah biaya pasti yang akan dikenakan. Selain dari transparant pengurusan juga menjadi mudah dan cepat karena persyaratan yang tidak lagi ribet seperti sebelumnya juga semua dilakukan melalui online sehingga dapat meminimalisir waktu terbitnya izin”( wawancara peneliti dengan AF pada tanggal 17 september 2021).

Dari hasil wawancara diatas menjelaskan bahwa dengan adanya inovasi pelayanan berbasis online harusnya membawa dampak yang besar bagi jumlah penerbitan surat izin dikarenakan pengurusan yang selain mudah dan cepat sehingga masyarakat tidak lagi ragu dalam mendaftarka izin usahanya juga dari segi biaya sangat transparan.

Hal ini di ungkapkan RM selaku kasi pelayanan perizinan dan non perizinan yang menyatakan bahwa :

“Keunggulan relatif dari pelayanan berbasis online ini yaitu pemohon dapat mendaftarkan izin usahanya tanpa melalui camat lagi yang sebelumnya harus menyertakan tanda tangan lurah, camat kemudian melanjutkan ke kantor ptsp kabupaten sinjai akan tetapi dengan adanya pelayanan berbasis online yg salah satunya OSS RBA ini pemohon cukup memiliki KTP, NPWP dan E-mail aktif sudah bisa di daftarkan dan akan diterbitkan izinnya berupa nomor induk berusaha atau NIB. Untuk usaha mikro yang beresiko rendah cukup NIB saja. Pengurusan jadi mudah dan cepat (efisien) Pengurusan melalui online menjadi lebih mudah dikarenakan dapat mendaftar secara online dan mengakses sampai izin di terbitkan dan sudah tidak perlu menyiapkan kertas-kertas atau dokumen

seperti sertifikat tanah, pbb cukup E-mail dan NPWP sudah bisa mendaftar melalui Online Singel Submission Risk-Based Approach (OSSRBA)”.

(wawancara peneliti dengan RM pada tanggal 17 september 2021)

Berdasarkan wawancara tersebut maka keunggulan relatif pelayanan berbasis online di DPMPTSP dalam membuat surat permohonan perizinan dan non perizinan lebih mudah, juga sangat efektif dilihat dari syarat yang tidak lagi berbelit-belit, dengan mudahnya persyaratan dalam pengajuan surat izin dan non perizinan secara tidak langsung mampu mendongkrak jumlah pemohon surat izin dan non perizinan. Disisi lain masyarakat yang mampu memanfaatkan inovasi ini tentunya sangat di mudahkan sebab surat permohonan dapat di terbitkan tampa harus datang kekantor.

Hal tersebut tidak berbanding lurus dengan pernyataan oleh MT selaku pemohon surat izin usaha (masyarakat) yang mengungkapkan bahwa :

“Saya tidak mengetahui tentang keberadaan pelayanan berbasis online di sini, mungkin sosialisasinya yang kurang dan kalau pun saya tahu belum tentu saya tau cara menggunakannya karena jaringan di rumah kurang mendukung, makanya saya pasti tetap memilih untuk datang langsung”. (wawancara peneliti dengan MT pada tanggal 22 septembet 2021)

Sesuai degan yang diungkapkan informan peneliti melihat bahwa masyarakat banyak yang tidak mengetahui keberadaan inovasi pelayanan berbasis online kemudian untuk menggunakannya dinilai sulit dan sarana prasarana tidak memadai.

berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan tentang cepatnya pelayanan online maka dapat di simpulkan bahwa inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai belum berjalan efektif. Masih

banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan inovasi ini, sehingga keunggulan yang dihadirkan inovasi pelayanan berbasis online kurang dirasakan oleh masyarakat, di sisi lain bagi yang telah mengetahui keberadaan inovasi ini tetap masih dihadapkan pada pengetahuan teknologi dan akses internet.

Berdasarkan hasil observasi peneliti di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sinjai tentang relative atvantege atau keunggulan relatif terkait inovasi pelayanan berbasis online dengan langkah pendekatan secara khusus kepada pegawai dan pengguna layanan terdapat ada beberapa keunggulan seperti lebih mudah yaitu penerima layanan tidak lagi harus datang dikantor hanya untuk mengantar berkas melainkan cukup mendaftar online dan hanya perlu mempunyai KTP, NPWP dan E-mail aktif permohonan sudah dapat di proses. Akan tetapi dengan pelayanan online yang salah satu persyaratan nya menuntut masyarakat mampu memahami perkembangan teknologi yaitu masyarakat harus sepenuhnya mengakses melalui internet dan mempunyai E-mail sedangkan tidak semua masyarakat paham perkembangan teknologi apalagi membuat dan mempunyai E-mail.

Keunggulan relatif dari pelayanan online khususnya dalam aplikasi Simpelmi, yaitu JEMPOL SEHATI (Jemput online, Sehat Aman dan Pasti) yaitu inovasi ini bagi warga yang ingin mengurus izin, cukup di rumah saja dan mendaftar di link secara online, pihak PTSP akan turun tim survei dan tim teknis akan menjemput berkas, sekaligus melakukan survei dan

peninjauan lokasi, proses penerbitan izin akan dilakukan secara cepat, mudah dan pasti, dan di dukung dengan penandatanganan izin secara elektronik (Digital Signature), surat Izin yang telah selesai, diantar nya oleh Petugas PTSP ke alamat rumah pemohon izin, Inovasi ini selain efektif mencegah kerumunan di ruang pelayanan PTSP.

2. Compatibility atau kesesuaian

Inovasi juga memiliki sifat kompatibel atau konsisten dengan inovasi yang digantikannya. Tujuannya bukan hanya untuk membuang inovasi lama karena biayanya sangat murah, tetapi juga karena inovasi lama merupakan bagian dari transisi ke inovasi terbaru. Selain itu inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai dapat memper mudah proses adaptasi, dan proses pembelajaran yang inovatif lebih efektif dan efisien. Kesesuaian yang yang di maksud adalah dengan adanya pelayanan berbasis online masyarakat tidak lagi harus repot mempersiapkan surat atau dokumen seperti pelayanan terdahulu melainkan hanya mememerlukan NPWP dan E-mail aktif permohonan sudah dapat di proses.

Berikut merupakan proses pelayanan berbasis offline dan pelayanan berbasis online di DMPTSP Kabupaten Sinjai.

Proses pelayanan offline Proses pelayanan online 1. Mengambil dan mengisi

formulir

2. melengkapi berkas permohonan

3. mengembalikan formulir dan berkas

1. Membuat member 2. Pengajuan surat

permohonan 3. Verifikasi berkas

4. Menunggu konfirmasi dan pengiriman surat dari Admin

4. menunggu verifikasi dari loket

5. menurunkan tim survei dari dinas

6. melakukan pembayaran 7. mengambil surat izin

usaha

Tabel 4. 2 proses pelayanan berbasis offline dan online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai

Sumber data dari DPMPTSP Kabupaten Sinjai 2021

Tabel diatas menjelaskan bahwa pelayanan berbasis offline cenderung lebih rumit dan memerlukan waktu penyelesaian yang lebih lama dibandingkan pelayanan berbasis online dan bahkan memerlukan verifikasi tim survey meskipun permohonan izin tersebut UMK dan pada pelayanan online tidak memerlukan.

a. Mengatasi permasalahan pelayanan

Mengatasi permasalahan pelayanan yaitu menjawab dan dapatkan solusi dari permasalahan yang muncul dari pelayanan sebelumnya dari pelayanan offline di DPMPTSP kabupaten sinjai sehingga bisa mengatasi permasalahan yang dengan membuat pelayanan berbasis online agar mempermudah dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat yang mengajukan permohonan untuk surat izin dan non perizinan salah satunya dengan adanya pelayanan OSSRBA yang sebelumnya berbelit-belit. Berikut hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan ibu RM yang mengatakan bahwa :

Sebelum OSSRBA ada yg di namakan oss1.1 kemarin itu sudah dijalankan namun seperti yg saya jelaskan sebelumnya bahwa untuk

pengajuan memerlukan surat-surat atau dokumen yang di anggap berbelit- belit sehingga di intergrasikan ke OSSRBA jadi permasalahan hanya memerlukan hak akses dari oss1.1 langsung di interpretasikan ke ossrba secara otomatis izin baru dari pemohon bisa langsung terbit di ossrba dengan syarat dan ketentuan yg lebih mudah. Sehingga dengan adanya ossrba ini mampu mempermudah pemohon dalam pengajuan izin.

(wawancara peneliti dengan RM pada tanggal 17 september 2021)

Dari wawancara tersebut maka pelayanaan berbasis online ini merupakan hasil integrasi dari inovasi sebelumnya yaitu OSS1.1 yang dianggap susah dan sangat berbelt-belit sehingga dengan adanya inovasi pelayanan berbasis online salah satunya OSS RBA tidak hanya menggantikan inovasi baru melainkan juga mampu menjawab kekurangan inovasi sebelumnya yang di anggap kaku dan berbelit-belit.

Dilanjutkan wawancara dengan bapak LD selaku kepala DPMPTSP kabupaten sinjai yang mengatakan bahwa :

“Untuk SOP dan layanan yang kami telah siapkan sudah sangat mampu menjawab kekurangan inovasi sebelumnya dilihat dari kemudahan dan efektif juga efisiennya pengurusan secara online akan tetapi sesuai yang saya jelaskan sebelumnya bahwa banyak masyrakat yang tidak mampu mengoprasikan perangkat internet sehingga lebih memilih untuk datang langsung di kantor. Meskipun inovasi yang kita lakukan ini mempermudah masyarakat akan tetapi banyak yang tidak manfaatkan apa yang kita berikan”. (wawancara peneliti dengan LD pada tanggal 22 september 2021).

Sesuai hasil wawancara yang dikemukakan diatas peneliti melihat bahwa pelayanan yang disediakan guna menutupi kekurangan inovasi sebelumnya sesuai dengan hakikat dari kesusaian itu yang berarti tidak sekedar menggantikan yang lama melainkan harus mampu menjawab permasalahan selama ini, namun kemudahan yang telah disediakan tidak banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dengan berbagai faktor diantaranya

gaptek (gagap teknologi), perangkat dan juga akses internet yang tidak memadai.

Penjelasan tersebut ditambahkan oleh MT selaku pemohon surat izin usaha (masyarakat) yang mengungkapkan bahwa :

“menurut saya inovasi pelayanan berbasis online kurang sesuai dengan kondisi sebagian besar masyarakat saat ini, kenapa hal tersebut terjadi karena pelayanan online ini tentu memerlukan akses internet juga SDM yang memadai sedangkan sebagaian besar masyarakat tidak memenuhi hal itu, baiknya pihak pemerintah mencarikan solusi pada masalah tersebut”. (wawancara peneliti dengan MT pada tanggal 22 september 2021)

Berdasarkan hasil wawancara di atas menjelaskan bahwa pelayanan online mungkin bisa dikembangkan lagi dengan mempersiapkan orang yang dapat mengatasi masalah SDM dan akses internet tersebut, seperti lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya yang perada jauh dari pusat kota. Pendekatan yang dimaksud adalah pelatihan juga keberadaan pihak pendampingan pada setiap kecamatan.

Sesuai dengan beberapa hasil wawancara diatas maka dapat di simpulkan permasalahan sebelumnya kini sudah dapat diatasi dengan keberadaan pelayanan berbasis online, dalam pelayanan berbasis online pemohon tidak lagi datang dikantor untuk mendaftarkan diri dan membawa berkas yang banyak, cukup melengkapi KTP, NPWP dan E-mail aktif sudah bisa mendaftarkan izin usahanya dari rumah bahkan dapat mengcetak sediri dirumah, permasalahan yang di maksud ialah pelayanan offline anggap rumit dan tergolong susah dalam memenuhi persyaratan dan pengurusan yang

berbelit-belit, yang dimaksud disini adalah dalam pengurusan offline masyarakat memerlukan tanda tangan lurah, camat dan juga surat tanah.

b. Mampu dimanfaatkan

Mampu dimanfaatkan yaitu pelayanan berbasis online sudah bisa digunakan dan dimanfaatkan masyarakat yang ingin membuat surat izin dan non perizinan sehingga pelayanan berbasis online dapat mencapai tujuan awal yaitu mempermudah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Berikut adalah hasil wawancara peneliti dengan bapak SY selaku pengurus surat izin usaha mikro secara online yang mengatakan bahwa:

“karena adanya pelayanan online ini sekarang kalau mau mengurus surat izin itu tidak repot seperti dulu karena sudah tidak membutuhkan banyak berkas dan semuanya jelas, bahkan waktu selesainya juga sudah lebih cepat dari dulu”. (wawancara peneliti dengan SY pada tanggal 22 september 2021)

Berdasarkan apa yang dijelaskan bapak SY menjelaskan bahwa yang menjadi masalah pada pelayanan sebelumnya sudah dapat diatasi dengan keberadaan pelayanan berbasis online ini.

Selanjutnya hasil wawancara dengan ibu AF selaku kepala seksi administrasi yang megungkapkan bahwa :

“Dengan adanya inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai dilihat dari tujuan adanya pelayanan online agar mampu mempermudah, mempercepat dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan pelayanan bersifat efektif, efisien dan transparan.

contohnya melalui aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Perizinan secara Online (SIMPELMI) juga bisa melalui website resmi DPMPTSP kabupaten sinjai dan dapat melalui website oss.go.id. semua dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat dengan mudah menggunakan

inovasi pelayanan yang ada”. (wawancara peneliti dengan AF pada tanggal 17 september 2021)

Berdasarkan wawancara tersebut inovasi pelayanan berbasis online diluncurkan agar masyarakat dapat dengan mudah mengurus surat izin dan non perizinan karena pelayanan yang bersifat efektif, efisien dan transparan.

Berbeda dengan inovasi sebelumya yang tergolong ribet sehingga pelayanan berbasis online dapat memecah kebuntuan yang salah satu masalah terbesar selama ini yaitu banyaknya berkas yang harus disediakan tambah lagi waktu dan proses selesainya yang kurang transparan.

penjelasan diatas AW selaku pemohon surat perizinan dengan mengungkapkan bahwa :

“pelayanan online ini mungkin sebenarnya bagus karena pasti lebih cepat selesai tapi dilihat dari kondisi masyarakat sekarang pasti belum mampu memaksimalkan, karena pengusaha di daerah tentu punya banyak kendala seperti tidak tau cara mengurus online, jaringan kurang dan mungkin banyak yang tidak mau mecoba”. (wawancara peneliti dengan AW pada tanggal 22 september 2021)

Dari hasil wawancara tersebut dilihat bahwa SDM (Sumber Daya Manusia) dan jaringan internet masih menjadi masalah yang utama dalam pemanfaatan inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai, mungkin hal tersebut dapat menjadi perhatian utama bagi penyedia layanan.

Berdasarkan hasil beberapa hasil wawancara diatas maka dapat di simpulkan bahwa pelayanan berbasis online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai belum mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat banyak, dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi juga akses

internet yang kurang memadai ditambah lagi kebiasaan masyarakat yang kurang tertarik dan tidak mau mencoba hal yang baru. pelayanan berbasis online ini, manfaatnya hanya dirasakan oleh masyarakat yang paham perkembangan teknologi sedangkan untuk masyarakat yang tidak mampu menggunakan internet dan mempunyai akses internet akan merasa inovasi ini tidak berguna buat mereka.

Sesuai hasil obervasi terkait inovasi pelayanan berbasis online yang dilakukan peneliti di DPMPTSP Kabupaten Sinjai dengan indikator copatibility atau kesesuaian yaitu kekurangan atau kendala dari pelayanan offline yang banyak dari masyarakat menganggap rumit dan tergolong susah dalam memenuhi persyaratan dan pengurusan yang berbelit-belit, yang dimaksud disini adalah dalam pengurusan offline masyarakat memerlukan tanda tangan lurah, camat dan juga surat tanah. kini sudah dapat diatasi dengan keberadaan pelayanan berbasis online, dalam pelayanan berbasis online pemohon tidak lagi datang dikantor untuk mendaftarkan diri dan membawa berkas yang banyak, cukup melengkapi KTP, NPWP dan E-mail aktif sudah bisa mendaftarkan izin usahanya dari rumah bahkan dapat mengcetak sediri dirumah Akan tetapi inovasi pelayanan berbasis online ini, manfaatnya hanya dirasakan oleh masyarakat yang paham perkembangan teknologi sedangkan untuk masyarakat yang tidak mampu menggunakan internet dan mempunyai akses internet akan merasa inovasi ini tidak berguna buat mereka.

Dokumen terkait