BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Di sektor publik, inovasi sangat penting untuk pengembangan layanan publik. Inovasi hadir sebagai produk baru dan menggantikan cara lama.
Artinya, pada prinsipnya isi (content) dari setiap pelayanan publik harus mengandung inovasi baru. sebuah Layanan dapat dengan mudah diberikan melalui inovasi. Mengingat bahwa peningkatan persaingan dan perubahan sosial telah mendorong perubahan administratif, pentingnya pembangunan di area revormasi merupakan kajian yang sangat menarik. Konsep pelayanan yang cepat juga diartikan bahwa kesigapan dan ketulusan petugas/pegawai penyelenggara pelayanan publik dalam memberikan pelayanan serta menjawab petanyaan atau permintaan kepada masyarakat.
Inovasi pelayanan berbasis online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sinjai yaitu penerapan pelayanan melalui Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perizinan Online (SIMPELMI) dan Online Singel Submission Risk-Based Approach (OSSRBA) merupakan sistem pelayanan yang dijalankan oleh penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu di wilayah Sinjai yang dapat digunakan untuk memberikan pelayanan perizinan kepada masyarakat di internet, sehingga diperoleh pelayanan yang berkualitas dan peningkatan usaha. dan kegiatan komersial kenyamanan, juga daya saing daerah. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk memberikan layanan perizinan, memungkinkan layanan online untuk mengakses masyarakat secara lebih luas, sehingga memperoleh layanan yang berkualitas dan meningkatkan kemudahan dalam
berbisnis dan daya saing daerah. Selain itu, akan membantu pemerintah daerah, khususnya perusahaan jasa investasi dan PTSP, dalam pencatatan, pengolahan dan pengolahan izin, serta izin pencetakan.
1. Relative advantage atau keunggulan relatif
Inovasi harus memiliki keunggulan dan nilai, dibandingkan dengan inovasi sebelumnya, Selalu ada kebaruan yang melekat dalam inovasi, yang merupakan ciri khas. keunggulan relatif merupakan salah satu inovasi dari pemerintah tentang pelayanan. Keunggulan relatif yang dimaksud yaitu cepat, mudah dan akurat salah satunya inovasi pelayanan berbasis online di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Sinjai seperti pembuatan surat izin dan non perizinan berbasis online. Menurut Rogers dalam Agustina & Sadad, (2017) pada indikator relative advantage (keuntungan relatif) yang menjelaskan bahwa dalam sebuah inovasi selalu ada nilai kebaruan yang melekat dan menjadi ciri sedangkan keunggulan relatif inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai belum berjalan efektif karena kurang dimanfaatkan banyak masyarakat, hanya masyarakat yang paham teknologi dan mempunyai akses internet memadai yang merasakan keuntungan inovasi ini. Hasil tersebut sesuai juga dengan hasil penelitian Suryana, (2021) mengatakan keuntungan relatif di Mal Pelayanan Publik Pandeglang ini belum terlaksana secara optimal karena di Mal Pelayanan Publik yang belum strategis, karena banyaknya masyarakat Pandeglang di daerah selatan yang menempuh jarak cukup jauh supaya bisa memperoleh pelayanan di Mal Pelayanan Publik Pandeglang.
2. Compatibility atau kesesuaian
Inovasi juga memiliki sifat kompatibel atau konsisten dengan inovasi yang digantikannya. Tujuannya bukan hanya untuk membuang inovasi lama karena biayanya sangat murah, tetapi juga karena inovasi lama merupakan bagian dari transisi ke inovasi terbaru. Selain itu inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai dapat mempermudah proses adaptasi, dan proses pembelajaran yang inovatif lebih efektif dan efisien. Kesesuaian yang yang di maksud adalah dengan adanya pelayanan berbasis online masyarat tidak lagi harus repot mempersiapkan surat atau dokumen seperti pelayanan terdahulu melainkan hanya mememerlukan NPWP dan E-mail aktif permohonan sudah dapat di proses. Menurut Rogers dalam Agustina &
Sadad, (2017) pada indikator compability (kesesuaian) yang menyatakan bahwa inovasi dan dapat memudahkan proses pembelajaran terhadap inovasi secara lebih cepat. Hal ini hampir sama dengan hasil penelitian yaitu pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai telah mengatasi permasalahan pelayanan sebelumnya seperti pelayanan tidak berbelit-belit, mudah dan efisien sehingga memiliki keunggulan dan nilai lebih Akan tetapi inovasi ini tidak sejalan dengan tingkat sosialisasi dan pemahaman teknologi masyarakat sehingga kurang diminati ini berda dengan hasil penelitian Suryana, (2021) mengatakan Kesesuaian antara pembuat kebijakan masih kurang optimal dari sumber kebijakan seperti sumberdaya sarana dan prasarana yang kurang memadai dikarenakan kurang tersedia ruang tunggu
di luar kantor sebagai tempat antri masyarakat yang menyebabkan kerumunan masyarakat.
3. Complexity atau kerumitan
Dengan sifatnya yang baru, tingkat kerumitan inovasi bisa jadi lebih tinggi dari inovasi sebelumnya. Namun, karena inovasi memberikan pendekatan yang lebih baru dan lebih baik, tingkat kerumitan ini biasanya bukan merupakan masalah penting. Kerumitan yang dimaksud disini yaitu proses adaptasi masyarakat ataupun pegawai yang belum terbiasa dengan keberadaan inovasi baru namun hal tersebut dapat diatasi dengan cara melakukan pelatihan kepada pegawai guna memperbaiki sumber daya manusia yang dimiliki DPMPTSP Kabupaten Sinjai, pendekatan kepada masyarakat juga sangatlah penting karena hal tersebut menjadi penentu baik atau tidaknya respon masyarakat terhadap inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai. Menurut Rogers dalam Agustina & Sadad, (2017) complexity (kerumitan) yang menyatakan bahwa inovasi menawarkan cara yang lebih baru dan lebih baik maka tingkat kerumitan pada umumnya tidak menjadi masalah yang penting. dari hasil wawancara mengenai indikator terfokus pada kepentingan masyarakat di DPMPTSP Kabupaten Sinjai memiliki kerumitan yang terletak pada proses pendekatan kepada masyarakat yang kurang, kerumitan yang sangat jelas terletak pada kurang tersedianya akases internet yang memadai juga kualitas pengetahuan masyarakat banyak yang belum mampu mengimbangi teknologi saat ini Sehingga dengan keterbatasan tersebut membuat masyarakat enggang untuk
mencoba yang secara langsung membuat inovasi ini kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terkait maka dapat dikatakan bahwa kerumitan pada inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai belum optimal sedangkan dari hasil penelitian Suryana, (2021) pada indikator Complexity atau kerumitan yakni masih banyak calon pemohon yang gagap teknologi sehingga merasa kesusahan dalam menggunakan inovasi pelayanan di Mal Pelayanan Publik Pandeglang. Maka dari itu terkait dengan beberapa pendapat yang didapatkan.
4. Triabillity atau kemungkinan
Inovasi yang sudah dicoba hanya bisa diterima jika sudah teruji dan terbukti memiliki keunggulan atau nilai lebih dari pada inovasi lama. Oleh karena itu, produk inovatif seperti inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai harus diikuti oleh orang atau pihak sebelum mendapat kesempatan untuk memuji kualitas inovasi. Sebelum dincurkan inovasi juga harus menyiapakan keunggulan yang sekiranya dapat direspon baik dan juga mampu dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain mempunyai keunggulan proses pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat juga sangat penting guna menarik perhatian dan rasa penasaran untuk mencoba. Menurut Rogers dalam Agustina & Sadad, (2017) pada indikator triability (kemungkinan dicoba) yang menyebutkan bahwa sebuah produk inovasi harus melewati fase uji publik dimana setiap orang atau pihak mempunyai kesempatan untuk menguji kualitas dari sebuah inovasi sehingga dari hasil penelitian dilapangan bahwa kemungkinan (uji coba) pihak DPMPTSP kabupaten sinjai untuk inovasi ini
masih kurang maksimal meskipun diadakan pelatihan khusus dan sosialisasi melalui sosial media sehingga dari itu indikator kemungkian ini dinilai belum sesuai hampir sejalan dengan hasil penelitian Suryana, (2021) bahwa kemungkinan kurangnya pengawasan secara langsung yang dilakukan oleh pimpinan kepada pegawai yang sedang melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat, mengakibatkan masih adanya pegawai yang kurang disiplin terhadap waktu jam kerja.
5. Observability atau kemudahan
Teramati, sebuah inovasi juga harus bisa diamati dari segi cara kerjanya dan menghasilkan hasil yang lebih baik. Dengan demikian berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak DPMPTSP kabupaten sinjai dalam rangka memperkenalkan inovasi pelayanan berbasis online ini dengan cara sosialisasi melalui sosial media seperti (you tube, whatsap) media online/cetak, spanduk dan juga mengadakan bimbingan kepada para pelaku usaha dari setiap kecamatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurut Rogers dalam Agustina & Sadad, (2017) observability atau kemudahan adalah Sebuah inovasi harus dapat diamati dari segi bagaimana ia bekerja dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Dari hasil dengan penelitian kali ini bahwa kemudahan diamati dan digunakan inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP Kabupaten Sinjai kurang diketahui oleh masyarakat banyak dan cenderung hanya digunakan oleh masyarakat yang paham teknologi dan mempunyai akses internet memadai juga bagi masyarakat yang mau datang dikantor dan meminta pendampingan hampis
sama dengan penelitian Suryana, (2021) bahwa masih belum maksimalnya upaya Dinas Penamaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pandeglang pada saat melakukan sosialisasi terkait inovasi pelayanan kepada masyarakat..
BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan
Berikut hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis terkait inovasi pelayanan berbasis online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sinjai ini belum berjalan maksimal dan belum mencapai titik dari tujuan di luncurkannya dapat dilihat dari 5 (lima) atribut inovasi yaitu :
1. relative advantage atau keunggulan relatif yakni inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai belum berjalan efektif Karena kurang dimanfaatkan banyak masyarakat, hanya masyarakat yang paham teknologi dan mempunyai akses internet memadai yang merasakan keuntungan inovasi ini.
2. Compatibility atau kesesuaian pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai telah mengatasi permasalahan pelayanan sebelumnya seperti pelayanan tidak berbelit-belit, mudah dan efisien sehingga memiliki keunggulan dan nilai lebih akan tetapi inovasi ini tidak sejalan dengan tingkat sosialisasi dan pemahaman teknologi masyarakat sehingga kurang diminati.
3. Complexity atau kerumitan yaitu terletak pada proses pendekatan kepada masyarakat yang kurang, dan selain dari faktor pengetahuan teknologi beserta akses internet juga sulitnya menyakinkan masyarakat tentang keunggulan yang dimiliki.
4. Triabillity atau kemungkinan (uji coba) pihak DPMPTSP Kabupaten Sinjai untuk inovasi ini masih kurang maksimal meskipun diadakan pelatihan khusus dan sosialisasi melalui sosial media.
5. Observability atau kemudahan yaitu inovasi pelayanan berbasis online kurang direspon oleh masyrakat kerena banyaknya masyarakat yang tidak mampu memahami perkembangan teknologi juga tidak mempunyai akses internet yang baik. Dapat dilihat dari jumlah penerbitan izin melalui online hanya sangat sedikit yang artinya hanya masyarakat yang paham teknologi yang bisa merasakan kemudahan yang dimiliki inovasi ini.
banyak masyarakat yang kontra terhadap inovasi pelayanan berbasis online di Kabupaten Sinjai karena beberapa faktor seperti tidak merata nya sosialisasi sehingga banyak masyarakat yang tidak tau keberadaan inovasi yang ada, faktor kemampuan teknologi masyarakat yang kurang juga sarana dan prasarana yang tidak memadai seperti akses internet di setiap daerah kurang mendukung.
Inovasi pelayanan berbasis online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sinjai telah menghadirkan berbagai keunggulan dan kemudahan dibandingkan inovasi sebelumnya, sehingga masalah pada inovasi sebelumnya seperti perlunya tanda tangan camat, lurah dan surat tanah kini sudah dapat teratasi cukup mempunyai KTP, NPWP, dan E-mail aktif. akan tetapi inovasi pelayanan online terdapat kendala pada masyarakat yang tidak mampu memahami perkembangan teknologi dan tidak mempunyai akses internet yang memadai.
B. Saran
Sesusai dengan kesimpulan diatas, maka penulis memiliki saran dan masukan sebagai berikut :
1. Pemerintah DPMPTSP kabupaten sinjai agar lebih meningkatkan proses sosialisasi yang lebih inovatif lagi, seperti memberikan amanah kepada pemerintah desa agar melakukan sosialisasi terkait inovasi yang ada.
Pengenalan melalui video pendek yang di sebar di berbagai media sosial harusnya sering dilakukan, sehingga besar kemungkinan informasi dalam video tersebut tersebar merata pada setiap calon pengguna inovasi layanan.
2. Pemerintah DPMPTSP kabupaten sinjai perlu membuat layanan di setiap kecematan berupa gerai untuk mengatasi masyarakat yang gagap teknologi dan kekurangan akses internet.
3. Bagi calon pengguna inovasi layanan agar lebih membuka diri lagi untuk mau mencoba sesuatu yang baru. Karena setiap inovasi meskipun perlu melakukan adaptasi akan tetapi selalu memberikan sebuah keunggulan.
111
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, I., & Sadad, A. (2017). Inovasi Pelayanan Pembayaran Pajak Secara Elektronik (E-Billing) Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekanbaru Tampan. Jom Fisip.
Asdar, M. (2018). Aplikasi Simpelmi Resmi Diluncurkan, Mengurus Perizinan Di
Sinjai Kini Lebih Mudah. Beritabersatu.Com.
https://www.beritabersatu.com/2018/11/16/aplikasi-simpelmi-resmi- dilincurkan-mengurus-perizinan-di-sinjai-kini-lebih-mudah/
Djamrud, D. E. (2015). Inovasi Pelayanan Publik Di Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Ilmu Pemerintahan, 3(3), 1472–1486.
Emzir. (2017). Metodologi penelitian pendidikan kuantitatif & kualitatif. In Metodologi penelitian pendidikan kuantitatif & kualitatif.
Fitriana, D. N., Program, M., Ilmu, S., Negara, A., & Airlangga, U. (2014).
Inovasi Pelayanan Publik BUMN ( Studi Deskriptif tentang Inovasi Boarding Pass System dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kereta Api PT KAI di Stasiun Gubeng Surabaya ) Diah Nur Fitriana. 2, 1–10.
kemendagri. (2020). Jempol Sehati (Jemput Online, Sehat, Aman, Tertib dan Pasti
). Kemendagri.Co.Id.
https://tuxedovation.inovasi.litbang.kemendagri.go.id/detail_inovasi/11376?f bclid=IwAR0P9AA1cSWtEkKrFSmhAPs9v36nzkla_OMNOIgV8hnoaMl_1 _W9dRHmZaw
Kurniawan, R. C. (2017a). Inivasi Kualitas Pelayanan Publik Pemerintah Daerah.
FIAT JUSTISIA:Jurnal Ilmu Hukum.
https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v10no3.794
Kurniawan, R. C. (2017b). Inovasi Kualitas Pelayanan Publik Pemerintah Daerah.
FIAT JUSTISIA:Jurnal Ilmu Hukum.
https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v10no3.794
Lewandowski, C. M. (2015). Konsep Dasar Inovasi Pendidikan. The Effects of Brief Mindfulness Intervention on Acute Pain Experience: An Examination of Individual Difference, 1, 1–27.
Maryam, N. S. (2016). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. VI(1), 1–18.
Mirnasari, R. M. (2013). Inovasi Pelayanan Publik Uptd Terminal Purabaya- Bungurasih. Kebijakan Dan Manajemen Publik, 1(1), 71–84.
Novayanti. (2019). Responsivitas Pelayanan Publik Dalam Pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dpmptsp) Kabupaten Sinja. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Sari, desti riska. (2018). Implementasi Pelayanan Publik Berbasis Aplikasi Smart Netizen Pada Kabupaten Lampung Tengah. 53(9), 21–25.
http://www.elsevier.com/locate/scp
Sebastian, A. (2019). Inovasi Pelayanan Sim Booking Di Satlantas Polres Kudus.
Dialogue : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 1(2), 1–13.
https://doi.org/10.14710/dialogue.v1i2.6609
Setijaningrum, E. (2017). Inovasi Kebijakan dan Pelayanan Publik Best Practice di Indonesia. In Airlangga University Press.
Suasianawati. (2018). Analisis Kesiapan Inovasi Layanan Sistem Informasi Manajemen Dan Pelayanan Perizinan Elektronik (Simppel) Di Dinas Penanaman Modal, aPelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban. Publika.
Suhartoyo, S. (2019). Implementasi Fungsi Pelayanan Publik dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Administrative Law and Governance Journal, 2(1), 143–154. https://doi.org/10.14710/alj.v2i1.143-154
Sururi, A. (2017). Inovasi Kebijakan dalam Perspektif Administrasi Publik Menuju Terwujudnya Good Public Policy Governance. 12, 14–31.
https://doi.org/10.31227/osf.io/6djph
Suryana, S., Agustino, L., & Arenawati, A. (2021). Inovasi Pelayanan Publik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pandeglang. JDKP Jurnal Desentralisasi Dan Kebijakan Publik, 2(2), 239–
251. https://doi.org/10.30656/jdkp.v2i2.3415
Susianawati. (2018). Analisis Kesiapan Inovasi Layanan Sistem Informasi Manajemen Dan Pelayanan Perizinan Elektronik (Simppel) Di Dinas Penanaman Modal, aPelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban. Publika.
Suwarno, Y. (2020). Inovasi sektor publik. Kompas, 1.
https://www.inovasi.nsdbjweb
L A M
P
I
R
A
N
114
TABEL TRANSKIP WAWANCARA
Nama informan 1 : Rahmania, S.Sos (Kepala seksi pelayanan perizinan dan nonperizinan)
Waktu/Tempat wawancara : 17 september 2021/ Kantor DPMPTSP Kabupaten Sinjai
Fokus Masalah
pertanyaan jawaban
Relative atvantage atau
keunggulan relatif
1. Apa yang menjadi keuggulan dari inovasi pelayanan berbasis online
Untuk usaha mikro yang beresiko rendah cukup NIB saja. Pengurusan jadi mudah dan cepat (efisien) Pengurusan melalui online menjadi lebih mudah dikarenakan dapat mendaftar secara online dan mengakses sampai izin di terbitkan dan sudah tidak perlu menyiapkan kertas-kertas atau dokumen seperti sertifikat tanah, pbb cukup E-mail dan NPWP sudah bisa mendaftar melalui Online Singel Submission Risk-Based Approach (OSSRBA).
2. Apakah dengan adanya inovasi pelayanan berbasis online pengurusan izin dan non perizinan menjadi lebih cepat
Iya karena pemohon dapat mendaftarkan izin usahanya tampa melalui camat lagi yang sebelumnya harus menyertakan tanda tangan lurah, camat kemudian melanjutkan ke kantor ptsp kabupaten sinjai Compatibility
atau kesesuaian
1. Apakah inovasi pelayanan berbasis online sudah sesuai dengan inovasi sebelumnya
dari oss11 langsung di interpretasikan ke ossrba secara otomatis izin baru dari pemohon bisa langsung terbit di ossrba dengan syarat dan ketentuan yg lebih mudah. Sehingga dengan adanya ossrba ini mampu mempermudah pemohon dalam pengajuan izin
Complexity atau
1. Bagaimana proses login hingga pengurusan selesai dalam pelayanan berbasis oline
Proses login dalam pengurusan secara online ini untuk izin usaha bisa melalui ossrba langsung mengakses link oss.id, sedangkan untuk non perizinan berusaha kita
kerumitan dapat mengakses websitenya dpmptsp yaitu aplikasi simpelmi, dalam aplikasi simpelmi pemohon bisa mendaftar secara online, langkah dan prosedurnya sangat jelas di dalam aplikasi
2. Apakah banyak masyarakat yang kesusahan dalam pemanfaatkan inovasi pelayanan berbasis online
teknologi dan akses internet sehingga memilih untuk didampingi hal tersebut dilihat dari banyaknya pemohon yang memilih untuk datang secara langsung
3. Bagaimana cara pihak ptsp mengatasi keumitan dalam pelayanan berbasis online
Cara mengatasinya pihak PTSP mendampingi pemohon dalam melakukan pendaftaran melalui aplikasi atau ossrba pemohon cukup duduk dan menjawab pertnyaan untuk mengisi data-data yang di butuhkan dalam pengurusan secara online tersebut
Triabillity atau
kemungkinan
1. Bagaimana proses sosialisasi pihak DPMPTSP mengenai inovasi pelayanan
berbasis online
kami melakukan proses sosialisasi dan untuk pelayanan perizinan berbasis OSS RBA ini kita melaksanakan sosialisasi atau bimtek denga mengundang beberapa pelaku usaha dari setiap kecamatan
Observability atau
kemudahan
Apakah inovasi pelayanan berbasis online termasuk inovasi yang mudah di pahami dan digunakan oleh pemohon
masyarakat yang pahan teknologi maka akan sangat dengan mudah memahami dan memanfaatkan inovasi yang dikeluarkan karena telah tersedia petunjuk atau arahan yang sangat jelas
TABEL TRANSKIP WAWANCARA
Nama informan 2 : Afdhalinah, ST (Kepala seksi Administrasi pelayanan perizinan dan nonperizinan)
Waktu/Tempat wawancara : 17 september 2021/ Kantor DPMPTSP Kabupaten Sinjai
Fokus Masalah
pertanyaan jawaban
Relative atvantage atau
keunggulan relatif
1. Apa yang menjadi keuggulan dari inovasi pelayanan berbasis online
Keunggulan dari pelayanan berbasis online ini yaitu pelayanan menjadi efektif, efisien dan transparan. Saat ini kami mengelola 3 jenis izin yang berbayar seperti reklame, IMB, dan trayek jadi semua itu di informasikan terkait jumlah biaya pasti yang akan dikenakan
Compatibility atau
kesesuaian
1. Apakah inovasi pelayanan berbasis online sudah sesuai dengan inovasi sebelumnya
Dengan adanya inovasi pelayanan berbasis online di DPMPTSP kabupaten sinjai dilihat dari tujuan adanya pelayanan online agar mampu mempermudah, mempercepat dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan pelayanan bersifat efektif, efisien dan transparan
Complexity atau
kerumitan
1. Apakah banyak masyarakat yang esusahan dalam pemanfaatkan inovasi pelayanan berbasis online
kendala dalam pelayanan berbasis online ini yaitu yang pertama pasti jaringan, kemudian SDMnya kan karena banyak masyarakat yang masih belum bisa mengaplikasikan itu hp android, jangan jauh-jauh keluarga saya sendiri yang sudah agak berumur dan mau urus izin pasti minta bantuan dulu ke orang tentang cara penggunaan aplikasi ini
Triabillity atau
kemungkinan
1. Bagaimana proses sosialisasi pihak DPMPTSP mengenai inovasi pelayanan
berbasis online
Diawal peluncura pelayanan berbasis online ini itu kami melakukan banyak sosialisasi dan uji coba dimana saat itu media sosial yang menjadi salah satu media pengenalan pelayanan online contohnya, kami itu dulu membuat video pendek yang secara langsung diperangkan oleh pegawai PTSP itu sendiri kemudian disebar di group-group whatsap Observability
atau
kemudahan
1. Apakah inovasi pelayanan berbasis online termasuk inovasi yang mudah di pahami dan digunakan oleh pemohon
Sekarang ini pelayanan itu sudah diproses secara online bahkan yang sebelumnya penerbitan izin terkendala karena tanda tangan pak kepala dinas tapi sekarang sudah tidak karena beralih ke digital signature yang memungkinkan pak kadis dapat melayani kapan dan dimna saja.
TABEL TRANSKIP WAWANCARA
Nama informan 3 : Lukman dahlan,S. IP,M.Si (kepala DPMPTSP Kabupaten Sinjai)
Waktu/Tempat wawancara : 22 september 2021/Kantor DPMPTSP Kabupaten Sinjai
Fokus Masalah
pertanyaan jawaban
Relative atvantage atau keunggulan relatif
1. Apa yang menjadi keuggulan dari inovasi pelayanan berbasis online
Dalam pelayanan berbasis online keunggulannya yaitu efektif,efisien dan akuntabel. Salah satu contohnya adalah digital signature (tanda tangan elektronik)
Compatibility atau
kesesuaian
1. Apakah inovasi pelayanan berbasis online sudah sesuai dengan inovasi sebelumnya
Untuk sop dan layanan yang kami telah siapkan sudah sangat mampu menjawab kekurangan inovasi sebelumnya dilihat dari kemudahan dan efektif jg efisiennya pengurusan secara online
Complexity atau kerumitan
1. Apakah banyak masyarakat yang kesusahan dalam pemanfaatkan inovasi pelayanan berbasis online
banyak masyarakat yang datang dikantor kemudian diarahkan untuk melakukan pengurusan secara online namun masyarakat mengaku
tidak terlalu paham
menggunakannya Triabillity atau
kemungkinan
1. Bagaimana proses sosialisasi pihak DPMPTSP mengenai inovasi pelayanan
berbasis online
kami membuat sosialisasi melalui banyak berita di media juga mebuat video pendek untuk sosialisasi kemudian disebarkan kepada masyarakat
Observability atau
kemudahan
1. Apakah inovasi pelayanan berbasis online termasuk inovasi yang mudah di pahami dan digunakan oleh pemohon
setiap proses dan langkah tersedia petunjuk yang sangat jelas sehingga untuk masyarakat yang paham teknologi sudah pasti sangat mudah
TABEL TRANSKIP WAWANCARA