BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Pada bab ini akan dibahas hasil-hasil penelitian mengenai peningkatan kemampuan kognitif berbahasa (membaca) anak di Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa setelah diterapkan pembelajaran melalui metode suku kata. Hasil penelitian diklasifikasikan atas dua bagian, yaitu: deskriptif hasil siklus I dan siklus II.
1. Deskriptif Hasil Siklus Pertama
Kegiatan yang dilakukan pada siklus pertama: meliputi:
perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tipa-tiap kegiatan diuraikan sebagai berilkut:
a. Perencanaan
Perencanaan pada siklus pertama pada penelitian tindakan kelas ini merupakan meningkatkan kemampuan kognitif berbahasa (membaca) permulaan melalui penerapan metode suku kata anak di Taman Kanak-Kanak Kelompok B2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa. Perencanaan pembelajaran dengan kompetensi dasar membedakan kata-kata yang mempunyai suku kata awal yang sama dan suku kata akhir yang sama.
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan penelitian tindakan kelas pada siklus pertama yaitu:
46
1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP);
2) Menyiapkan sumber belajar dan alat pembelajaran;
3) Membuat format observasi proses pembelajaran dan proses pembelajaran aktivitas belajar siswa;
4) Menyusun tes kemampuan kognitif (membaca ) permulaan dalam bentuk lisan dan tertulis;
5) Penentuan kriteria keberhasilan penerapan metode suku kata dalam menerapkan kemampuan membaca permulaan anak mencapai rata-rata minimal standar KKM 65 ( mampu).
6) Menetapkan sebanyak empat kali pertemuan, dengan perincian yaitu dua kali pertemuan untuk proses pembelajaran, satu kali pertemuan untuk tes membaca permulaan dan satu kali kegiatan refleksi.
b. Pelaksanaan
Kegiatan pertemuan sebanyak empat kali pertemuan, dengan perincian yaitu 2 kali pertemuan untuk proses pembelajaran, satu kali pertemuan untuk tes membaca permulaan dan satu kali kegiatan refleksi. Pertemuan pertama tanggal 3 Maret 2013, pertemuan kedua tanggal 7 Maret 2013, tes kemampuan kognitif (membaca) permulaan pada tanggal 10 Maret 2013 dan kegiatan refleksi pada tanggal Maret 2013. Proses pembelajaran membaca permulaan melalui penerapan metode Suku Kata dibagi tiga kali kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir.
1) Kegiatan awal
Kegiatan awal yang dilakukan dalam pembelajaran Bidang Pengembangan Bahasa Indonesia tentang kemampuan kognitif membaca permulaan melalui penerapan metode Suku Kata anak di Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa pada siklus pertama yaitu mempersiapkan kelas dan mengabsensi siswa, melakukan apersepsi, mengemukakan tujuan pembelajaran dan memberi motivasi kepada siswa dalam mengikuti pembelajaran membaca.
2) Kegiatan inti
Dalam meningkatkan kemampun kognitif membaca permulaan pada di Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa maka digunakan metode Suku Kata . Metode ini dimaksudkan untuk mengajar siswa dalam memahami dan melafalkan huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan bantuan alat peraga kartu huruf, kartu suku kata, kartu kata, dan kartu kalimat sederhana agar bisa membedakan suku kata awal yang sama dan suku kata akhir yang sama.
Kegiatan inti yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran membaca permulaan, yaitu memperlihatkan gambar yang berhubungan dengan materi ajar, seperti ” mama”. Kemudian guru menyajikan materi pelajaran membaca dengan, menampilkan gambar sambil bercerita. Guru membaca kalimat pendek secara utuh
di papan tulis yang diikuti oleh semua siswa, seperti “ ini mama, ini iman, disertai dengan penggunaan kartu huruf, suku kata, dan kata.
Rangkaian huruf dalam kata kemudian diuraikan menjadi suku kata dan huruf, kemudian digabung kembali sambil melafalkannya dengan benar dan diikuti oleh semua siswa, baik secara individual maupun secara klasikal. Selanjutnya dilakukan tanya jawab materi pelajaran membaca permulaan.
3) Kegiatan akhir.
Kegiatan akhir yang dilakukan adalah memberikan kesimpulan dan penguatan, memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin berlatih membaca di rumah melalui bimbingan orang tua, memberikan pesan-pesan moral, dan mengemukakan materi yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya,
c. Observasi
Observasi proses pembelajaran membaca permulaan melalui metode Suku Kata di Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa dengan kompetensi dasar membedakan kata-kata yang mempunyai suku kata awal sama dan suku kata akhir sama. Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru, yaitu: melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai setelah proses pembelajaran. Akan tetapi pada kegiatan awal, guru tidak memberikan motivasi kepada siswa dalam mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran membaca permulaan. Selanjutnya pada
kegiatan inti, guru menyajikan materi pelajaran membaca dengan menampilkan gambar sambil membaca, mengajar siswa membaca dengan memperlihatkan kalimat secara utuh, kemudian mengajar siswa dengan membagi kalimat menjadi kata, suku kata, huruf, selanjutnya kembali menjadi kalimat utuh yang dilakukan secara individu maupun kelompok dan klasikal. Selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya walaupun hal tersebut hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil siswa untuk bertanya ataupun menjawab pertanyaan guru, dan memberikan pujian walaupun kurang merata kepada siswa.
Pada kegiatan akhir, guru membuat kesimpulan tentang materi pelajaran membaca permulaan, dan melakukan evaluasi guna mengukur keberhasilan pengajaran yang dilakukan pada pertemuan ketiga dengan cara tes membaca permulaan yang dilakukan secara individu.
Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa dalam mengikuti pelajaran membaca permulaan di Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa maka disajikan sebagai berikut:
1) Anak didik yang hadir pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 27 orang atau 81,8%
2) Anak didik yang aktif menyimak penjelasan guru sebanyak 93,94%, dan kurang aktif sebanyak 6,06 %.
3) Anak didik yang berani bertanya sebanyak 19 orang atau 57, 57 %, dan kurang aktif sebanyak 42,43%.
4) Anak didik yang dapat menyebutkan kata yang suku kata awalnya
sama (ba) Siswa 20 orang atau sebanyak 60,61 %, dan tidak aktif sebanyak 13 orang , 39 %.
5) Anak didik yang dapat menyebutkan kata yang suku kata awal sama (ka) dan suku kata akhirnya sama (li) sebanyak 21 orang atau 63, 63 %, dan tidak aktif sebanyak 13 orang atau 39,39%.
6) Anak yang dapat/mampu menyebutkan rangkaian huruf (b-u-k-u) sebanyak 18 orang atau 54,54% dan kurang mampu sebanyak 15 orang atau 45,46 %.
Adapun statistik deskriptif skor perolehan siswa setelah penerapan pembelajaran melalui metode suku kata adalah sebagai berikut,
Tabel 4.1 Statistik skor Hasil Tes Murid pada Siklus I
Dari tabel 4.1 menunjukkan bahwa skor rata-rata ( mean) hasil belajar pengembangan bahasa setelah diterapkan metode suku kata pada Anak didik Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa adalah dari 61,36 skor ideal yang mungkin dicapai adalah 100. Sedangkan secara individual skor yang dicapai Anak pada penerapan ini tersebar dengan s dan skor tertinggi 80 dan skor terendah
Statistik Nilai Statistik
Subjek 33
Skor Ideal 100
Skor Tertinggi 80
Skor Terendah 30
Rentang Skor 50
Skor Rata-Rata 61,36
30 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai 100 dan skor terendah yang mungkin dicapai 0, dengan rentang skor 50
Berdasarkan hasil tes kemampuan kognitif (membaca) permulaan pada siklus pertama, diklasifikasikan atas lima kategori yaitu: tinggi sekali, tinggi, sedang, rendah, dan rendah sekali.
Selengkapnya disajikan pada table 4.2 berikut:
Tabel 4.2 Kemampuan Kognitgif (Membaca ) Melalui Metode Suku Kata pada Murid Taman Kanak-Kanak Kelompok B2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa pada siklus pertama
Tabel 4.2 memberikan keterangan bahwa dari 33 subjek penelitian, sebanyak 14 siswa (42,42%) dengan kemampuan kognitif (membaca) dalam kategori sedang, disusul kategori tinggi sebanyak 7 siswa(21,21%) Kategori sangat baik sebanyak 0 siswa (0%) dan siswa dengan ketegori sangat rendah sebanyak 1 siswa (3.03%). Selanjutnya berdasarkan nilai rata-rata kemampuan kognitif membaca permulaan pada siklus pertama (lihat lampiran) sebesar 61,36 di mana nilai rata-rata tersebut berada pada interval 65-79 yang berarti cukup. Hal ini
Interval
Kemampuan
Membaca Frekuen si
Persentas e
90-100 Sangat
tinggi
0 0
80-89 Tinggi 7 21,21
65-79 Sedang 14 42,42
55- 64 Rendah 11 33,33
0-5 4 Sangat Rendah 1 3.03
Jumlah 33 100
berarti kemampuan kognitif (membaca) melalui metode Suku Kata di Taman Kanak-Kanak Kelompok B2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa sebagian besar kategori cukup, akan tetapi masih terdapat anak yang memiliki kemampuan kognitif membaca dalam kategori gagal.
Gambaran ketuntasan hasil belajar Anak didik Taman Kanak-Kanak Kelompok B2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa yang diperoleh berdasarkan skor hasil belajar adalah sebagai berikut:
Tabel. 4.3 Deskriptif Ketuntasan Belajar Murid pada Siklus I
Dari tabel 4.3 menunjukkan persentase ketuntasan belajar Anak didik Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa sebesar 36,36% atau 12 orang dari 33 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas dan 63,63% atau 21 orang termasuk dalam kategori tidak tuntas. Berikut diagram persentase ketuntasan belajar murid pada siklus I.
Skor Kategori Frekuensi Presentase 0-64 Tidak tuntas 12 36,36 (%)
65-100 Tuntas 21 63,63
Jumlah 33 100
Gambar 4.1 Diagram Batang Persentase Ketuntasan Belajar Siklus I
d. Refleksi
Berdasarkan hasil tes membaca permulaan dan hasil observasi di atas, maka dilakukan refleksi sebagai berikut:
1) Kemampuan kognitif (membaca) anak Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa sebesar 61,36 berarti belum memenuhi standar KKM sebesar 65. Hal ini memberikan gambaran belum optimalnya proses pembelajaran membaca permulaan pada siklus pertama. Hal ini ditandai dengan tidak dilakukannya pemberian motivasi kepada siswa dalam mengikuti pembelajaran membaca permulaan pada kegiatan awal pembelajaran, dan guru kurang memberikan perhatian dalam bentuk penguatan atau motivasi kepada siswa dalam belajar membaca permulaan. Oleh karena itu pada siklus kedua guru hendaknya lebih intensif memberikan motivasi penguatan, bahkan
guru seharusnya berkeliling disekitar siswa untuk mengajar atau membimbing siswa secara individu yang dianggap masih kurang mampu dalam membaca permulaan.
2) Aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pelajaran membaca permulaan, masih ada aspek tertentu yang kurang optimal, seperti:
tidak aktif dalam kegiatan tanya-jawab, dan tidak mampu mengenal dan menyebutkan huruf, suku kata, kata, dan rangkaian hururf dalam kata, sehingga hal tersebut mempengaruhi kemampuan kognitif siswa dalam membaca permulaan. Oleh karena itu, guru diharapkan memberi kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam tanya-jawab, memberikan motivasi agar mampu mengenal dan menyebutkan huruf, suku kata, dan rangkaiana huruf dalam kata agar kemampuan membaca permulaan dapat merata kepada semua di Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa
2. Deskriptif Hasil Siklus Kedua
Kegiatan yang dilakukan pada siklus kedua meliputi: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Masing-masing kegiatan diuraikan sebagai berilkut:
a. Perencanaan
Perencanaan pada siklus kedua sebenarnya sama dengan siklus pertama sebagai upaya meningkatkan kemampuan kognitif (membaca) permulaan melalui penerapan metode Suku Kata anak Taman
Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa.
Perencanaan pembelajaran dengan kompetensi dasar membedakan kata-kata yang mempunyai suku kata awal yang sama dan suku kata akhir yang sama.
b. Pelaksanaan
Kegiatan pertemuan sebanyak empat kali pertemuan, dengan perincian yaitu 2 kali pertemuan untuk proses pembelajaran, satu kali pertemuan untuk tes membaca permulaan dan satu kali kegiatan refleksi. Pertemuan pertama tanggal 15 Mei November 2013, pertemuan kedua tanggal 18 Mei 2013, tes membaca permulaan pada tanggal 22 Mei 2013 dan kegiatan refleksi pada tanggal 25 Mei 2013.
Proses pembelajaran membaca permulaan melalui penerapan metode Suku Kata, dibagi tiga kali kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir.
1) Kegiatan awal
Kegiatan awal yang dilakukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentang membaca permulaan melalui penerapan metode Suku Kata anak Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa pada siklus kedua yaitu mempersiapkan kelas dan mengabsensi siswa, melakukan apersepsi, mengemukakan tujuan pembelajaran dan member motiovasi kepada siswa dalam mengikuti pembelajaran membaca permulaan.
2) Kegiatan inti
Untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa maka digunakan metode Suku Kata. Metode ini dimaksudkan untuk mengajar siswa dalam memahami dan melafalkan huruf, suku kata, dan rangkaian huruf dalam kata dengan bantuan alat peraga kartu huruf, kartu suku kata,dan kartu kata.
Kegiatan inti yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran membaca permulaan, yaitu memperlihatkan gambar yang berhubungan dengan materi ajar,. Kemudian guru menyajikan materi pelajaran membaca dengan memperlihatkan bahasa siswa, menampilkan gambar sambil bercerita. Guru melafalkan/
menyebutkan suku kata secara utuh di papan tulis yang diikuti oleh semua siswa, seperti “ i-b-u” disertai dengan penggunaan kartu huruf, dan suku kata. Suku kata tersebut kemudian diuraikan menjadi huruf, kemudian digabung kembali sambil melafalkannya dengan benar dan diikuti oleh semua siswa, baik secara individual maupun secara klasikal. Selanjutnya dilakukan tanya jawab materi pelajaran membaca permulaan.
3) Kegiatan akhir
Kegiatan akhir yang dilakukan adalah memberikan simpulan dan penguatan, memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin berlatih membaca di rumah melalui bimbingan orang tua,
memberikan pesan-pesan moral, dan mengemukakan materi yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya.
a. Observasi
Observasi proses pembelajaran membaca permulaan melalui metode Suku Kata pada anak Taman Kanak-Kanak Kelompok B2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa, dengan kompetensi dasar membedakan kata-kata yang mempunyai suku kata awal yang sama dan suku kata akhir yang sama. Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru, yaitu: melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai setelah proses pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa dalam mempersiapkan diri mengikuti pelajaran membaca permulaan. Selanjutnya pada kegiatan inti, guru menyajikan materi pelajaran membaca dengan menampilkan gambar sambil membaca, mengajar siswa membaca dengan memperlihatkan suku kata secara utuh, kemudian mengajar siswa dengan membagi suku kata dalam rangkaian huruf, selanjutnya kembali menjadi suku kata utuh yang dilakukan secara individu maupun kelompok atau klasikal. Selanjurnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya walaupun hal tersebut hanya dimanfaatkan oleh sebagian kecil siswa untuk bertanya ataupun menjawab pertanyaan guru, dan memberikan pujian walaupun kurang merata kepada siswa. Pada kegiatan akhir,
guru membuat kesimpulan tentang materi pelajaran pengembangan bahasa dan melakukan evaluasi guna mengukur keberhasilan pengajaran yang dilakukan pada pertemuan ketiga dengan cara tes membaca permulaan yang dilakukan secara individu.
Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa dalam mengikuti pelajaran membaca permulaan di anak Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa, maka disajikan sebagai berikut:
1) Anak didik yang hadir pada saat pembelajaran berlangsung sebanyak 33 orang atau 100%
2) Anak didik yang aktif menyimak penjelasan guru sebanyak 30 orang atau 90,90%, dan kurang aktif sebanyak 3 orang atau 9,09 %.
3) Anak didik yang berani bertanya sebanyak 20 orang atau 60,60%, dan kurang aktif sebanyak 13 orang atau 39,40%.
4) Anak didik yang dapat menyebutkan kata yang suku kata awalnya sama (ba) Siswa 20 orang atau sebanyak 60,60 %, dan tidak aktif sebanyak 13 orang , 39, 40 %.
5) Anak didik yang dapat menyebutkan kata yang suku kata awal sama (ka) dan suku kata akhirnya sama (li) sebanyak 29 orang atau 87,87%, dan tidak aktif sebanyak 4 orang atau 12,12%.
6) Anak yang dapat/mampu menyebutkan rangkaian huruf (b-u-k-u) sebanyak 30 orang atau 90,90% dan kurang mampu sebanyak 3 orang atau 9,10 %.
Adapun statistik deskriptif skor perolehan siswa setelah penerapan pembelajaran melalui metode suku kata pada siklus II adalah sebagai berikut.
Dari tabel 4.3 menunjukkan bahwa skor rata-rata ( meari) hasil belajar pengembangan bahasa pada siklus II adalah 81.21 dari skor ideal yang mungkin dicapai adalah 100. Sedangkan secara individual skor yang dicapai murid pada penerapan ini tersebar dengan skor tertinggi 100 dan skor terendah 60 dari skor tertinggi yang mungkin dicapai 100 dan skor terendah yang mungkin dicapai 0, dengan rentang skor 40.
Pembelajaran siklus kedua dimaksud untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode anak Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa. Pembelajam dilaksanakan dengan mengajar Tabel 4.4 Statistik skor Hasil Tes Murid pada Siklus II
Statistik Nilai Statistik
Subjek 33
Skor Ideal 100
Skor Tertinggi 100
Skor Terendah 60
Rentang Skor 40
Skor Rata-Rata 81.21
siswa dalam mengenal dan melafalkan huruf dan suku kata, dengan bantuan alat peraga kartu huruf dan kartu suku kata.
Berdasarkan hasil tes membaca permulaan pada siklus kedua, diklasifikasikan atas lima kategori yaitu: sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Selengkapnya disajikan pada table 4.4 berikut.
Tabel 4.5 Kemampuan Kognitif Membaca Permulaan melalui Metode anak Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa pada siklus kedua
Tabel 4.5 di atas memberikan keterangan bahwa dari 33 subjek penelitian, sebanyak 11 anak (39,39%) dengan kemampuan kognitif (membaca) permulaan dalam kategori sedang, disusul kategori tinggi sebanyak 6 anak (18,18%), kategori sangat tinggi sebanyak 13 siswa (39,39%), dan tidak ada siswa dengan ketegori rendah dan sangat rendah.
Selanjutnya berdasarkan nilai rata-rata kemampuan membaca permulaan pada siklus kedua (lampiran 5) sebesar 81,84% di
Interval
Kemampuan
Membaca Frekuensi Persentase
90-100 Sangat tinggi 13 39.39
80-89 Tinggi 6 18.18
65-79 Sedang 11 33,33
55- 64 Rendah 3 9.09
0-5 4 Sangat Rendah 0 0
Jumlah 33 100
Sumber: Hasil tes kedua
mana nilai rata-rata tersebut berada pada interval 80-89 yang berarti tinggi. Hal ini berarti kemampuan membaca permulaan melalui penerapan metode Suku Kata, pada anak Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa sebagian besar kategori tinggi. Gambaran ketuntasan hasil belajar murid Taman Kanak-kanak B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa yang diperoleh berdasarkas skor hasil adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6 Deskriptif Ketuntasan Belajar Murid pada Siklus II Skor Kategori Frekuensi Presentase (%)
0-64 Tidak tuntas 3 9.09
65-100 Tuntas 30 90.90
Jumlah 33 100
Dari tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar murid Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa sebesar pada siklus kedua meningkat tajam yaitu 90.90% atau 30 orang dari 33 anak termasuk dalam kategori tuntas dan 9.09% atau 3 orang termasuk dalam kategori tidak tuntas. Berikut diagram persentase ketuntasan belajar murid pada siklus II.
Gambar 4.2 Diagram Batang Presentase Ketuntasan Belajar Siklus II
b. Refleksi
Berdasarkan hasil penelitian dan proses pembelajaran tentang kemampuan kognitif membaca pada melalui penerapan metode suku kata, kemampuan membaca permulaan siswa telah anak Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa pada siklus kedua mencapai rata-rata 81.84%
atau kategori tinggi, berarti indikator keberhasilan pembelajaran yang telah diterapkan sebelumnya yaitu minimal 65 sesuai standar KKM telah tercapai. Demikian pula proses kualitas pembelajaran membaca permulaan juga mengalami peningkatan dari setiap siklus sehingga dapat mendukung peningkatan kemampuan kognitif anak dalam membaca permulaan.
Guna membandingkan kemampuan membaca permulaan melalui penerapan metode Suku Kata anak Taman
Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa atau menguji hipotesis penelitian, maka digambarkan hasil kemampuan kognitif membaca permulaan siswa pada siklus pertama dan kedua.
Tabel 4.7 Gambaran Peningkatan Kemampuan Murid Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati Binaan PKK Kabupaten Gowa