PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS . 7
Penelitian yang Relevan
Salah satu bidang pengembangan kemampuan dasar yang berkaitan dengan kecerdasan anak adalah aspek perkembangan kognitif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode permainan balok dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak (Zalsa, 2012).
Kemampuan Kognitif
Hal mendasar yang perlu diketahui guru dalam rangka mengembangkan kemampuan kognitif anak tentunya adalah pengetahuan tentang perkembangan kognitif anak. Piaget (dalam Rina, 2011) membagi 4 tahapan perkembangan kognitif anak, yaitu tahap sensorik motorik, operasional pra konkrit, operasional konkrit, dan operasional formal. Kemampuan berkaitan dengan gerakan tangan halus/ketangkasan manual atau keterampilan motorik halus yang mempengaruhi perkembangan kognitif.
Hubungan Perkembangan Bahasa dan Kemampuan Kognitif
Pengertian metode suku kata menurut Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan (1992:12) adalah metode suku kata yang diawali pengajaran membaca dengan menyajikan kata-kata yang dirangkai menjadi suku kata, kemudian suku kata tersebut dirangkai menjadi kata dan terakhir kata dirangkai menjadi kalimat. . Sedangkan Pujiati berpendapat bahwa metode suku kata adalah “metode pengajaran yang menggunakan suku kata atau metode bunyi”. Dalam blognya, Pakde Sofa (2011) membagi metode ini menjadi dua jenis, yakni metode pengupasan suku kata dan metode kata institusi.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipastikan bahawa kelebihan kaedah suku kata ini adalah dapat membantu kanak-kanak bermasalah pembelajaran yang mudah bosan, supaya kaedah suku kata ini dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar membaca dalam kalangan kanak-kanak bermasalah. dalam pembelajaran. . Bagi kanak-kanak bermasalah pembelajaran yang tidak tahu abjad, mereka akan menghadapi kesukaran menyambung huruf menjadi suku kata. Setelah mengetahui batasannya, jelaslah apakah matlamat yang ingin dicapai dalam merancang pengajaran dalam memulakan bacaan menggunakan kaedah suku kata.
Untuk meningkatkan kemampuan anak, setelah anak dapat membaca BUKU CATATAN, tambahkan kata-kata yang dapat dibuat menjadi kalimat sederhana. Jadi dari huruf vokal U, A, I dan konsonan B, K, T, L, S, Y, anak dapat membuat kata dan kalimat baru dari kalimat BUKU CATATAN SAYA.
Kerangka Pikir
Hipotesis Tindakan
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi Subjek dan Penelitian
- Fokus Penelitian
- Prosedur Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Indikator Keberhasilan
Pada bab ini akan dibahas hasil penelitian mengenai peningkatan kemampuan kognitif berbahasa (membaca) anak di TK Kelompok B 2 Melati binaan PKK Kabupaten Gowa setelah dilaksanakannya pembelajaran dengan metode suku kata. Perencanaan pada siklus I penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif awal berbahasa (membaca) melalui penerapan metode suku kata pada anak TK B2 Kelompok Melati binaan PKK Kabupaten Gowa. Untuk meningkatkan kemampuan kognitif membaca awal di TK Kelompok B 2 Melati binaan PKK Kabupaten Gowa digunakan metode suku kata.
Observasi proses awal pembelajaran membaca menggunakan metode Suku Kata pada kelompok B 2 Melati Kopshti dibantu PKK Kabupaten Gowa dengan kompetensi dasar membedakan kata yang mempunyai suku awal sama dan suku akhir sama. Untuk meningkatkan kemampuan membaca awal pada kelompok TK B 2 Melati binaan PKK Kabupaten Gowa digunakan metode Sllable. Observasi proses awal pembelajaran membaca menggunakan metode Suku Kata pada anak Taman Kanak-kanak kelompok B2 Melati binaan PKK Kabupaten Gowa, dengan kompetensi dasar membedakan kata yang mempunyai suku awal sama dan suku akhir sama.
Anak TK Melati kelompok B 2 binaan PKK Kabupaten Gowa melalui metode Suku Kata menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca awal yang ditandai dengan peningkatan kemampuan kognitif (membaca) awal berdasarkan hasil tes kualitatif dan kuantitatif (rata-rata) yaitu : pada siklus I berada pada kategori sedang, kemudian pada siklus II meningkat menjadi kategori tinggi. Jadi metode Syllable sangat baik atau efektif digunakan guru dalam mengajar anak TK membaca di awal.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Proses pembelajaran membaca permulaan dengan metode suku kata dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan landasan dan kegiatan penutup. Kegiatan awal yang dilakukan dalam pembelajaran bidang pengembangan bahasa Indonesia terkait kemampuan kognitif membaca awal menggunakan metode Suku Kata anak di Kelompok B 2 TK Melati dibawah pimpinan PKK Kabupaten Gowa pada siklus I adalah mempersiapkan kelas dan melakukan kunjungan. siswa, melaksanakan apersepsi, menetapkan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran membaca. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai rata-rata (rata-rata) hasil belajar perkembangan bahasa setelah menggunakan metode suku kata pada siswa TK Melati Kelompok B 2 binaan PKK Kabupaten Gowa adalah 61,36, nilai ideal yang dapat dicapai adalah 100.
Perencanaan pada siklus II sebenarnya sama dengan siklus I sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan kognitif (membaca) awal melalui penerapan metode suku kata anak Taman. Kegiatan awal yang dilakukan untuk pembelajaran bahasa Indonesia dalam hal membaca awal melalui penerapan metode suku kata pada anak TK kelompok B 2 Melati binaan PKK Kabupaten Gowa pada siklus II adalah mempersiapkan kelas dan menjaga siswa, melakukan apersepsi, menetapkan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran membaca pengantar. Statistik deskriptif nilai siswa setelah pelaksanaan pembelajaran melalui metode kurikulum pada siklus II adalah sebagai berikut.
Pembelajaran siklus kedua dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan membaca awal melalui metode pada anak kelompok B TK Melati binaan PKK Kabupaten Gowa. Artinya kemampuan membaca awal melalui penggunaan metode suku kata pada anak TK kelompok B 2 Melati binaan PKK Kabupaten Gowa sebagian besar berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dan proses pembelajaran mengenai kemampuan membaca kognitif melalui penerapan metode suku kata, kemampuan membaca awal siswa kelompok B TK Melati 2 binaan PKK Kabupaten Gowa pada siklus II mencapai rata-rata 81,84 %.
Kelompok B 2 Anak Melati bimbingan PKK Kabupaten Gowa atau pengujian hipotesis penelitian, diuraikan hasil keterampilan kognitif membaca awal siswa pada siklus I dan II.
Pembahasan
Dalam pelaksanaannya guru menggunakan media berupa peta kata, gambar-gambar yang berkaitan dengan bahan bacaan awal dan benda-benda di lingkungan sekitar sebagai media untuk memudahkan siswa dalam mengenal dan mengidentifikasi huruf dan suku kata, nama/ucapan hingga berbicara. Kemampuan membaca permulaan anak TK Melati Kelompok B 2 binaan PKK Kabupaten Gowa dengan menerapkan metode suku kata, kompetensi dasar membedakan kata yang memiliki suku awal sama dan suku akhir sama, pada hasil tes siklus I yaitu berada pada kategori sedang dengan nilai skor rata-rata sebesar 61,36% meskipun masih terdapat beberapa siswa yang memiliki kemampuan membaca awal dalam kategori rendah mencapai 33,33%. Hal ini menggambarkan bahwa meskipun ada sebagian siswa yang mempunyai kemampuan membaca sedang, bahkan ada yang mempunyai kemampuan membaca tinggi, masih ada pula siswa yang mempunyai kemampuan membaca rendah.
Hasil tes pada siklus II menunjukkan bahwa kemampuan membaca awal anak TK Melati Kelompok B 2 binaan PKK Kabupaten Gowa mengalami peningkatan dari aspek kualitatif dan kuantitatif. Selain itu juga terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran dan aktivitas belajar siswa dalam penyampaian pembelajaran membaca awal dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dan pendapat di atas terlihat jelas bahwa tingkat kemampuan siswa pada aspek perkembangan bahasa dan membaca (kognitif) awal dengan kompetensi dasar membedakan kata yang mempunyai suku awal dan suku kata yang sama. suku kata yang sama Akhirnya kompetensi dapat ditingkatkan atau ditingkatkan bila digunakan metode yang tepat pada awal kegiatan membaca dan didukung dengan dukungan huruf.
Jika siswa diajarkan dengan metode suku kata yang didukung dengan bagan huruf dan gambar, maka anak mempunyai peluang lebih besar untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengenal dan melafalkan huruf, suku kata, dan suku kata dalam suku kata sebagai bekal anak untuk terus membaca. Mengenai penggunaan Metode Suku Kata disimpulkan dapat mengembangkan kognisi anak, sehingga dapat mendorong anak mengembangkan daya berpikir, menalar, menarik kesimpulan dan membuat generalisasi seperti yang disyaratkan dalam Kurikulum Taman Kanak-kanak.
Perbandingan Hasil Belajar Anak Didik Siklus I dan Siklus II
Berdasarkan uraian data dan pembahasan hasil penelitian yang disampaikan, maka dapat disimpulkan bahwa metode Suku Kata dapat meningkatkan kemampuan kognitif (membaca) awal anak di Taman Kanak-Kanak Kelompok B 2 Melati binaan PKK Kabupaten Gowa, hal ini terlihat dari kemampuan belajar anak. Hasil belajar pada mata pelajaran Perkembangan Bahasa di TK Kelompok B 2 Melati binaan PKK Kabupaten Gowa secara umum mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus ke siklus. Pada tes siklus I rata-rata skor kemampuan kognitif awal (membaca) anak Kelompok B TK Melati 2 binaan PKK Kabupaten Gowa melalui penerapan metode Suku Kata sebesar 61,36% dan pada siklus II meningkat sebesar skor rata-rata. sebesar 81,21%. Hal ini menunjukkan bahwa Metode Suku Kata dapat meningkatkan kemampuan kognitif (membaca) dan mengembangkan kognisi anak pada awalnya, sehingga dapat mendorong anak mengembangkan kemampuan berpikir, menalar, menarik kesimpulan dan membuat generalisasi sebagaimana yang disyaratkan dalam Kurikulum Taman Kanak-Kanak.
Nurani, Yulina, 2005a, Standar Kompetensi Kurikulum 2004, TK dan Raudhotul Athfal, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta. Rahma.2011.Mato Kuliah Kognitif Bahasa, (online) tersedia http://rahmaramadhan 11 .blogspot.com/201 l/06/mata-kuliah-kognitif-lingual-27-mei-10.html. Rim, Nurhayati, 2011. Pengembangan keterampilan kognitif dan kemandirian belajar anak prasekolah (online) tersedia: http://rinikediri.blogspot.
Metode Suku Kata Metode dan Metode Suku Kata Kalimat, (online) tersedia: http://massofa.wordpress.com suku kata-metode-metode-suku-sentence-and-method-ikp/ diakses 10 Februari 2013. Ba -ca, ba-iu dan suku kata terakhir yang sama, misalnya: la-ri, ta-ri.
PENUTUP
Simpulan
Saran
Direktur sekolah harus menyediakan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran agar dapat berjalan secara maksimal. Guru hendaknya selalu berusaha mendorong anak untuk lebih aktif agar kemampuan kognitifnya meningkat, khususnya kemampuan membaca awal. Sebaiknya guru mengajar dengan menggunakan metode yang variatif dan menyenangkan agar anak merasa nyaman dan tidak bosan.
Bagi calon peneliti/peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan pedoman atau acuan tambahan agar dapat lebih menerapkan metode pembelajaran ini. Zalsa, Nuri 2012. Meningkatkan kecerdasan kognitif siswa melalui permainan balok. . online) tersedia: http://nurizasalsa.blogspot.com/2012/08/peningkata n-kecerdasan-kognitif-bagi.htm.