BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS . 7
B. Hubungan Perkembangan Bahasa dan Kemampuan Kognitif
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan
berbahasa. Bayi yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami ligkungan, maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang komplek Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain, “menim” dan “menguasai hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa awal. Bayi bersuara “mmm mmm”, ibunya tersenyum, mengulang ^menirukan dan memperjelas dengan memberi arti suara itu menjadi “maem- maem
Bayi belajar menambah kata-kata dengan menim bunyi-bunyi yang didengarnya. Manusia dewasa (terutama ibunya) di sekelilingnya membetulkan dan memperjelas. Belajar bahasa yang sebenarnya bam dilakukan oleh anak berusia 6-7 tahun, di saat anak mulai bersekolah. Jadi perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat-alat berkomunikasi dengan cara lisan, tertulis. Maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu dan menguasai alat komunikasi di artikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain (Sunarto dan Hartono,dalam Nickma, 2012).
Bersosialisasi berarti melakukan konteks dengan yang lain. Seseorang menyampaikan ide dan gagasannya dengan berbahasa dan menangkap ide dan gagasan orang lain melalui bahasa. Menyampaikan dan mengambil makna ide dan gagasan itu merupakan proses berpikir yang abstrak. Ketidaktepatan
menangkap arti bahasa akan berakibat ketidaktepatan dan kekaburan persepsi yang diperolehnya. Akibat lebih lanjut adalah bahwa hasil proses berpikir menjadi tidak tepat benar. Ketidaktepatan hasil pemrosesan pikir ini diakibatkan kekurang mampuan ini dalam bahasa.
1. Metode Suku Kata
Pengertian metode suku kata menurut Depdikbud (1992:12) metode suku kata adalah suatu metode yang memulai pengajaran membaca permulaan dengan menyajikan kata-kata yang sudah di rangkai menjadi suku kata, kemudian suku- suku kata itu di rangkai menjadi kata yang terakhir merangkai kata menjadi kalimat. Sedangkan pendapat Pujiati (2011: 58) metode suku kata adalah “ suatu metode mengajar dengan menggunakan suku kata atau metode phonic. Dalam blog, Pakde Sofa (2011) membagi metode ini menjadi ada dua macam, yaitu metode kupas rangkai suku kata dan metode kata lembaga. Kedua metode ini dalam penerapannya menggunakan cara mengurai dan merangkaikan.
a. Metode Kupas Rangkai Suku kata
Penerapannya menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Guru mengenalkan huruf kepada siswa.
2) Merangkaikan suku kata menjadi huruf.
3) Menggabungkan huruf menjadi suku kata . Misalnya:
bu - ku
b - u - k - u bu-ku
b. Metode Kata Lembaga
Penerapannya menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Membaca kata yang sudah dikenal anak.
2) Menguraikan huruf menjadi suku kata.
3) Menguraikan suku kata menjadi huruf.
4) Mengabungkan huruf menjadi suku kata.
5) Menggabungkan suku kata menjadi kata.
Misainya: buku bu-ku
b - u - k - u b u – k u b u k u
c. Keunggulan Metode Suku Kata
Setiap metode memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing. Keuntungan dari metode suku kata yang membantu anak dalam membaca permulaan, antara lain:
1) Dalam membaca tidak ada mengeja huruf demi huruf sehingga mempercepat proses penguasaan kemampuan membaca permulaan 2) Dapat belajar mengenal huruf dengan mengupas atau menguraikan
suku kata yang dipergunakan dalam unsur-unsur hurufnya 3) Penyajian tidak memakan waktu yang lama
4) Dapat secara mudah mengetahui berbagai macam kata
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat di tegaskan keuntungan metode suku kata ini adalah untuk membantu anak kesulitan belajar yang cepat bosan, sehingg metode suku kata ini dapat di gunakan untuk meningkatkan motivasi belajar membaca anak kesulitan belajar.
d. Kelemahan Metode Suku Kata
Bagi anak kesuliatan belajar yang kurang mengenal huruf, akan mengalami kesulitan merangkaikan huruf menjadi suku kata.
Menurut Rukayah dalam blog Sofa (2011) anak atau siswa dikatakan berkemampuan membaca permulaan jika dia dapat membaca dengan lafal dan intonasi yang jelas, benar dan wajar, serta lancar dalam membaca dan memperhatikan tanda baca. Setelah mengetahui batasan tesebut maka jelas tujuan yang ingin dicapai dalam merancang pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakann metode suku kata.
e. Rancangan Pembelajaran Membaca Permulaan dengan Menggunakan Metode suku kata
Membaca 1 kata benda yang sudah dikenal oleh anak Buku
B u - K u B - U - K - U B u - K u Buku
Maka anak di ajarkan:
Vokal U Konsonan : B/K
No Aspek Kemampuan Penjabaran Tujuan
1.
Membaca 1 kata benda yang sering dijumpai oleh anak
BUKU Vokal: U Konsonan : B/K
Anak dapat membaca kata benda yang sering ditemuinya
2. Membaca 1 kata dasar TULIS Vokal: I Konsonan : T/L/S
*huruf u sudah di ajarkan
Menambah kosakata baru anak dari kata Buku tulis
3. Membaca 1 kata subjek SAYA Vokal: A Konsonan : S/Y
Dapat membaca kalimat sederhana serta membaca dan membuat kalimat baru dari kalimat yang dipelajari.
Setelah anak dapat membaca dengan benar maka tambahkan 1 kata lagiTULIS
tu - lis T - u - l - i - s t u - l i s tulis
Vokal : I Konsonan : T/L/S
Dari kata BUKU dan TULIS dapat digabungkan menjadi kata BUKU TULIS
buku tulis b u - k u t u - l i s
b - u - k - u t - u - l - i - s b u - k u t u - l i s
buku tulis
Dari kata BUKU TULIS anak dapat membuat kata baru, seperti:
1. siku 2. bulu 3. saku 4. tas 5. bisa 6. kusut 7. bisu
8. tuli 9. kubu 10. kutu 11. itu 12. kukuu 13. kiki
Untuk menambah kemampuan anak setelah anak dapat membaca BUKU TULIS, tambahkanlah kata yang dapat menjadi kalimat sederhana.
Tambahkan kata SAYA saya
sa-ya s-a-y-a sa-ya saya vokal : a
Konsonan: S/Y jadi : buku tulis saya bu - ku - tu - lis sa-ya
b - u - k - u t - u - l - i - s s - a - y - a bu - ku tu - lis sa-ya
Buku tulis saya
Jadi, dari vokal U, A, I dan konsonan B, K, T, L, S, Y anak dapat membuat kata dan kalimat baru dari kalimat BUKU TULIS SAYA.
Kata :
Kuku, Kubu, Kutu, Kiki, Kita, Kata, Kulit, Kuya, Kaya, Bisa, Bisu, Basi, Buta, Buka, Busa, Buaya, Lusi, Lika, Luki, Liku, Siku, Saku, Satu, Sisi, Suka, Tuba, Tuli, Tali, Tas, Sikat, Taksi, Kusut, dsb.
Dari kata BUKU TULIS SAYA anak dapat membuat kalimat baru, seperti:
1. buka tali itu 2. satu tas 3. kulit lusi