• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Paparan siklus I

Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK).

Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus yang masing-masing 3 pertemuan dalam 1 siklus. Siklus 1 pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 23 November 2021, pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 25 November 2021 dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 November 2021. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun proses pelaksanaan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian, peneliti dan guru terlebih dahulu membuat perencanaan mengenai solusi yang tepat dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional engklek. Peneliti dan guru melakukan beberapa persiapan yaitu:

1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) antara lain tema yang akan digunakan adalah Binatang dengan sub tema binatang hidup di darat, sub-sub temanya hewan berkaki 2 di kelompok B, dengan pelaksanaan kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Guru kelas

38

yaitu Ibu Sahariah, S.Pd bertindak sebagai pelaksana dan peneliti sebagai observer.

2. Berdiskusi dengan guru kelas untuk memilih tempat yang akan digunakan bermain, menyiapkan media permainan tradisional engklek yaitu membuat gambar engklek menggunakan lakban dan kertas yang ditulisi angka 1 sampai 9 kemudian ditempel kedalam kotak secara berurutan, setelah itu mencari batu yang akan digunakan peserta didik untuk bermain engklek.

3. Menyiapkan instrument penilaian berupa lembar observasi anak tentang kegiatan bermain engklek untuk meningkatkan motorik kasar. Lembar observasi ini digunakan sebagai alat pengumpulan data selama penelitian berlangsung.

4.Menyiapkan lembar observasi ceklis dan kamera untuk mendokumentasikan berlangsungnya kegiatan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan engklek.

b. Tahap Pelaksanaan 1) Siklus I Pertemuan I

Pelaksanaan siklus I pertemuan I dilakukan pada hari Selasa tanggal 23 November 2021 dengan waktu dimulai dari pukul 08.00 – 10.00 WITA.

Menggunakan tema Binatang, sub tema Bintang Hidup di Darat, Sub-sub tema Hewan Berkaki Dua. Dengan langkah-langkah pelaksanaan tindakan dilakukan sebagai berikut: kegiatan awal ± 30 menit, kegiatan inti ± 60 menit dan kegiatan akhir ± 15 menit. Anak yang hadir sebanyak 14 orang.

a. Kegiatan awal (30 menit)

Kegiatan awal anak mengambil posisi masing-masing untuk duduk, pada tahap awal pelaksanaan kegiatan pembelajaran pembukaan dimulai dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar hari ini, menyanyikan lagu seperti biasanya, menyebutkan nama-nama hari, tanggal, dan bulan pada hari itu (Selasa tanggal 23 November), Selanjutnya Membaca Surah Al-Fatihah, surah An-Nas, dan Al-Ikhlas, doa sehari-hari serta mengucapkan doa sebelum belajar bersama- sama yang menjadi pembiasaan di TK Pusat Paud Tunas Harapan.

Selanjutnya guru menyampaikan tema yang akan dipelajari pada hari itu yaitu

“Binatang” sebelum melakukan proses belajar mengajar guru terlebih dahulu memberikan gambaran dengan bercakap-cakap tentang tema binatang, sub tema binatang yang hidup di darat, sub-sub tema binatang berkaki 2. Selanjutnya guru meminta setiap anak untuk menyebutkan hewan apa saja yang berkaki 2.

b. Kegiatan inti (60 menit)

Pada kegiatan inti dimulai dengan guru terlebih dahulu memperkenalkan peneliti beserta maksud dan tujuannya berada dikelas B ini. Selanjutnya guru menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan, menjelaskan aturan dalam bermain, setelah itu guru membagi anak menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 7 orang, kemudian guru menjelaskan cara bermain engklek dengan mencontohkan bermain engklek serta guru menjelaskan tata cara dalam mengikuti bermain engklek. Apabila anak menginjak garis kotak saat membalik arah dan maupun saat anak melempar batu tidak sesuai dalam kotak maupun diluar kotak,

40

menginjak kotak yang berisi batu tandanya anak tersebut tidak dapat meneruskan permainan dan diganti yang lainnya secara bergiliran. Dalam kegiatan ini, anak disuruh untuk bermain engklek secara berkelompok dengan masing-masing anak dua pemain. Selanjutnya satu orang perwakilan setiap kelomopok diminta melakukan suit untuk menentukan siapa yang bermain duluan. Setiap anak memiliki kesempatan melempar batu 3 kali, sebagian besar anak masih belum bisa melempar batu tepat sesuai sasaran, masih ada anak yang beslum bisa membalik arah saat bermain tanpa menginjak garis dan masih ada anak yang belum bisa menjaga keseimbangannya saat melompat menggunakan satu kaki. Setelah permainan dilakukan guru memberikan tugas yaitu mencari jejak kandang ayam.

Setelah semua selesai mengerjakan tugas anak makan istirahat dan bermain bersama.

c. Kegiatan akhir (15 menit)

Kegiatan akhir guru dan peneliti melakukan evaluasi pembelajaran. Guru mengulas kembali dengan melakukan Tanya jawab mengenai pembelajaran yang sudah dilaksanakan pada hari tersebut. Kemudian anak membaca doa kedua orang tua, doa keselamatan dunia dan akhirat dan doa pulang sekolah.

Tabel 4.1 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional Engklek Siklus 1 Pertemuan 1

No. Nama anak

Indikator Kemampuan Motorik Kasar

Skor % kriteria Anak dapat

melempar batu tanpa keluar

garis

Anak dapat melakukan

gerakan membalik arah saat melakukan

permainan

Anak dapat melompat menggunakan

satu kaki dengan seimbang 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 FD ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

2 MFA ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

3 MAJ ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

4 MS ✓ ✓ ✓ 4 33,3 MB

5 NZ ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

6 NN ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

7 NAJ ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

8 NZP ✓ ✓ ✓ 4 33,3 MB

9 NQ ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

10 PPN ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

11 SMH ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

12 MAM ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

13 SN ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

14 WI ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

Keterangan:

BB = Belum Berkembang MB = Mulai Berkembang BSH = Berkembang Sesuai Harapan BSB =Berkembang Sangat Baik

42

Dapat dilihat pencapaian kemampuan motorik kasar pada anak melalui permainan tradisional engklek pada pertemuan 1 siklus 1 menggambarkan bahwa dari 14 anak ada 9 anak yang memiliki kriteria Belum Berkembang (MB) karena pada saat permainan dilakukan anak-anak belum mampu melakukan permainan sesuai dengan aturan dan pada saat meloncat anak belum bisa meloncat tepat didalam kotak. Lalu sebanyak 5 anak memiliki kriteria Mulai Berkembang (MB), Karena anak masi sudah mulai bisa melakukan permainan sesuai dengan arahan dari guru walaupun masih dibantu oleh guru.

2) Siklus I Pertemuan II a. Tahap Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian, peneliti dan guru terlebih dahulu membuat perencanaan mengenai solusi yang tepat dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional engklek. Peneliti dan guru melakukan beberapa persiapan yaitu:

1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) antara lain tema yang akan digunakan adalah Binatang dengan sub tema binatang hidup di darat, sub-sub temanya hewan berkaki 4 di kelompok B, dengan pelaksanaan kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Guru kelas yaitu Ibu Sahariah, S.Pd bertindak sebagai pelaksana dan peneliti sebagai observer.

2. Menyiapkan media permainan engklek yaitu gambar engklek dan batu

3. Menyiapkan instrument penilaian berupa lembar observasi anak tentang kegiatan bermain engklek untuk meningkatkan motorik kasar. Lembar observasi ini digunakan sebagai alat pengumpulan data selama penelitian berlangsung.

4.Menyiapkan lembar observasi ceklis dan kamera untuk mendokumentasikan berlangsungnya kegiatan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan engklek.

b. Tahap Pelaksanaan 1) Siklus I Pertemuan II

Pelaksanaan siklus II pertemuan dilakukan pada hari Kamis tanggal 24 November 2021 dengan waktu dimulai dari pukul 08.00 – 10.00 WITA.

Menggunakan tema Binatang, sub tema Bintang Hidup di Darat, Sub-sub tema Hewan Berkaki Empat. Dengan langkah-langkah pelaksanaan tindakan dilakukan sebagai berikut: kegiatan awal ± 30 menit, kegiatan inti ± 60 menit dan kegiatan akhir ± 15 menit. Anak yang hadir sebanyak 14 orang.

a. Kegiatan awal (30 menit)

Kegiatan pertama anak mengambil posisi masing-masing untuk duduk, pada tahap awal pelaksanaan kegiatan pembelajaran pembukaan dimulai dengan mengucapkan salam, menyanyikan lagu seperti biasanya, menyebutkan nama- nama hari, tanggal, dan bulan pada hari itu (Kamis tanggal 25 November), Selanjutnya Mengucapkan Surah Al-Fatihah, surah An-Nas, dan Al-Ikhlas, Doa sehari-hari serta mengucapkan doa sebelum belajar bersama-sama yang menjadi pembiasaan di TK Pusat Paud Tunas Harapan.

44

Selanjutnya guru menyampaikan tema yang akan dipelajari pada hari itu yaitu

“Binatang” sebelum melakukan proses belajar mengajar guru terlebih dahulu memberikan gambaran dengan bercakap-cakap tentang tema binatang, sub tema binatang yang hidup di darat, sub-sub tema binatang berkaki 4. Guru mengajak anak-anak untuk menyanyi bersama-sama dengan judul lagu (binatang).

selanjutnya guru meminta setiap anak untuk menyebutkan hewan apa saja yang berkaki 4.

b. Kegiatan inti (60 menit)

Pada kegiatan inti dimulai dengan guru menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan, menjelaskan aturan dalam bermain, setelah itu guru membagi anak menjadi 2 kelompok dengan orang yang berbeda dengan teman kelompok yang kemarin, setiap kelompok terdiri dari 7 orang, kemudian guru menjelaskan cara bermain engklek dengan mencontohkan bermain engklek serta guru menjelaskan tata cara dalam mengikuti bermain engklek. Apabila anak menginjak garis kotak saat membalik arah dan maupun saat anak melempar batu tidak sesuai dalam kotak maupun diluar kotak, menginjak kotak yang berisi batu tandanya anak tersebut tidak dapat meneruskan permainan dan diganti yang lainnya secara bergiliran. Dalam kegiatan ini, anak disuruh untuk bermain engklek secara berkelompok dengan masing-masing anak dua pemain. Selanjutnya satu orang perwakilan setiap kelomopok diminta melakukan suit untuk menentukan siapa yang bermain duluan. Setiap anak memiliki kesempatan melempar batu 3 kali, masih ada 8 anak yang belum bisa melempar batu tepat sesuai sasaran, dan ada 8 anak yang sudah mulai berkembang saat membalik arah saat bermain tanpa

menginjak garis dan masih ada anak yang belum bisa menjaga keseimbangannya saat melompat menggunakan satu kaki. Setelah selesai bermain anak diberi tugas yaitu menebali garis pada gambar kelinci, kemudian mewarnai gambar kelinci.

Setelah semuanya selesai mengerjakan tugas anak istirahat, makan dan bermain c. Kegiatan akhir (15 menit)

Kegiatan akhir guru dan peneliti melakukan evaluasi pembelajaran. Guru mengulas kembali dengan melakukan Tanya jawab mengenai pembelajran yang sudah dilaksanakan pada hari tersebut. Kemudian anak membaca doa kedua orang tua, doa keselamatan dunia dan akhirat dan doa polang sekolah.

Tabel 4.2 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional Engklek Siklus 1 Pertemuan 2

No. Nama anak

Indikator Kemampuan Motorik Kasar

Skor % kriteria Anak dapat

melempar batu tanpa keluar

garis

Anak dapat melakukan

gerakan membalik arah saat melakukan

permainan

Anak dapat melompat menggunakan

satu kaki dengan seimbang 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 FD ✓ ✓ ✓ 7 58,3 BSH

2 MFA ✓ ✓ ✓ 4 33,3 MB

3 MAJ ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

4 MS ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

5 NZ ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

6 NN ✓ ✓ ✓ 6 50 MB

7 NAJ ✓ ✓ ✓ 3 25 BB

8 NZP ✓ ✓ ✓ 6 50 MB

9 NQ ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

46

No. Nama anak

Indikator Kemampuan Motorik Kasar

Skor % kriteria Anak dapat

melempar batu tanpa keluar

garis

Anak dapat melakukan

gerakan membalik arah saat melakukan

permainan

Anak dapat melompat menggunakan

satu kaki dengan seimbang 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

10 PPN ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

11 SMH ✓ ✓ ✓ 4 33,3 MB

12 MAM ✓ ✓ ✓ 7 58,3 BSH

13 SN ✓ ✓ ✓ 4 33,3 MB

14 WI ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

Keterangan:

BB = Belum Berkembang MB = Mulai Berkembang BSH = Berkembang Sesuai Harapan BSB =Berkembang Sangat Baik

Dapat dilihat pencapaian kemampuan motorik kasar pada anak melalui permainan tradisional engklek pada pertemuan II Siklus I menggambarkan bahwa dari 14 anak ada 2 anak yang memiliki kriteria Belum Berkembang (BB) karena pada saat permainan dilakukan anak-anak masih belum mampu melempar batu tepat sasaran, melakukan gerakan membalikkan arah saat bermain dan melompat dengan seimbang tanpa menginjak garis. Lalu sebanyak 10 anak yang memiliki kriteia Mulai Berkembang (MB) karena sudah mulai melakukan permaian sesuai aturan walaupun masih butuh bantuan dari gurunya. Sebanyak 2 anak yang

memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) karena anak sudah cukup mampu melakukan permainan sesuai dengan aturan.

3) Siklus I Pertemuan III

Pelaksanaan siklus I pertemuan III dilakaukan pada hari sabtu tangal 27 November 2021 dengan waktu dimulai dari pukul 08.00 – 10.00 WITA.

Menggunakan tema Binatang, sub tema Binatang Hidup di Darat, Sub-sub tema Hewan Melata. Semua anak hadir itu.

a. Tahap Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian, peneliti dan guru terlebih dahulu membuat perencanaan mengenai solusi yang tepat dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional engklek. Peneliti dan guru melakukan beberapa persiapan yaitu:

1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) antara lain tema yang akan digunakan adalah Binatang dengan sub tema binatang hidup di darat, sub-sub temanya binatang melata di kelompok B, dengan pelaksanaan kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Guru kelas yaitu Ibu Sahariah, S.Pd bertindak sebagai pelaksana dan peneliti sebagai observer.

2. Menyiapkan media permainan engklek yaitu gambar engklek dan batu yang akan digunakan untuk bermain engklek.

3. Menyiapkan instrument penilaian berupa lembar observasi anak tentang kegiatan bermain engklek untuk meningkatkan motorik kasar. Lembar

48

observasi ini digunakan sebagai alat pengumpulan data selama penelitian berlangsung.

4.Menyiapkan lembar observasi ceklis dan kamera untuk mendokumentasikan berlangsungnya kegiatan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan engklek.

b. Pelaksanaan

a. Kegiatan awal (30 menit)

Kegiatan pertama anak mengambil posisi masing-masing untuk duduk, pada tahap awal pelaksanaan kegiatan pembelajaran pembukaan dimulai dengan mengucapkan salam, menyanyikan lagu seperti biasanya, menyebutkan nama- nama hari, tanggal, dan bulan pada hari itu (Sabtu tanggal 27 November), Selanjutnya Mengucapkan Surah Al-Fatihah, surah An-Nas, dan Al-Ikhlas, Doa sehari-hari serta mengucapkan doa sebelum belajar bersama-sama yang menjadi pembiasaan di TK Pusat Paud Tunas Harapan.

Selanjutnya guru menyampaikan tema yang akan dipelajari pada hari itu yaitu

“Binatang” sebelum melakukan proses belajar mengajar guru terlebih dahulu memberikan gambaran dengan bercakap-cakap tentang tema binatang, sub tema binatang yang hidup di darat, sub-sub tema binatang melata dan berdiskusi tentang bahaya binatang melata.

b. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti dimulai dengan guru menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan, menjelaskan aturan dalam bermain, setelah itu guru membagi anak

menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 7 orang, kemudian guru menjelaskan cara bermain engklek dengan mencontohkan bermain engklek serta guru menjelaskan tata cara dalam mengikuti bermain engklek. Apabila anak menginjak garis kotak saat membalik arah dan maupun saat anak melempar batu tidak sesuai dalam kotak maupun diluar kotak, menginjak kotak yang berisi batu tandanya anak tersebut tidak dapat meneruskan permainan dan diganti yang lainnya secara bergiliran. Dalam kegiatan ini, anak disuruh untuk bermain engklek secara berkelompok dengan masing-masing anak dua pemain. Selanjutnya satu orang perwakilan setiap kelomopok diminta melakukan suit untuk menentukan siapa yang bermain duluan. Setiap anak memiliki kesempatan melempar batu 3 kali, ada 3 anak yang sudah berkembang sesuai harapan saat melempar batu tepat sesuai sasaran, masih ada anak yang belum bisa membalik arah saat bermain tanpa menginjak garis dan masih ada anak yang belum bisa menjaga keseimbangannya saat melompat menggunakan satu kaki. Setelah selesai bermain anak diberi tugas yaitu meniru menulis nama-nama binatang melata, membuat bentuk ular dari kertas. Setelah semuanya selesai mengerjakan tugas anak istirahat, makan dan bermain

d. Kegiatan akhir

Kegiatan akhir guru dan peneliti melakukan evaluasi pembelajaran. Guru mengulas kembali dengan melakukan Tanya jawab mengenai pembelajran yang sudah dilaksanakan pada hari tersebut. Kemudian anak membaca doa kedua orang tua, doa keselamatan dunia dan akhirat dan doa polang sekolah.

50

Tabel 4.3 Hasil Observasi Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Engklek Siklus 1 Pertemuan 3

No. Nama anak

Indikator Kemampuan Motorik Kasar

Skor % kriteria Anak dapat

melempar batu tanpa keluar

garis

Anak dapat melakukan

gerakan membalik arah saat melakukan

permainan

Anak dapat melompat menggunakan

satu kaki dengan seimbang 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 FD ✓ ✓ ✓ 9 75 BSH

2 MFA ✓ ✓ ✓ 6 50 MB

3 MAJ ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

4 MS ✓ ✓ ✓ 6 50 MB

5 NZ ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

6 NN ✓ ✓ ✓ 8 66,6 BSH

7 NAJ ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

8 NZP ✓ ✓ ✓ 8 66,6 BSH

9 NQ ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

10 PPN ✓ ✓ ✓ 6 50 MB

11 SMH ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

12 MAM ✓ ✓ ✓ 9 75 BSH

13 SN ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

14 WI ✓ ✓ ✓ 5 41,6 MB

Dapat diketahui pencapaian dalam meningkatkan motorik kasar anak kelompok B usia 5-6 tahun, menggambarkan bahwa dari14 anak ada 10 anak yang memiliki kriteria Mulai berkembang (MB), karena pada saat melakukan kegiatan pembelajaran melalui permainan engklek anak mulau mampu mengikuti aturan-

aturan dalam permainan dan mulai memperlihatkan kemampuan diri dalam menyesuaikan dengan situasi. Lalu anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) ada 4 orang.

c. Tahap Pengamatan (Observasi) 1) Observasi Anak

Tahap ini dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran sedang berjalan, dalam penelitian ini tahap observasi dilakukan untuk memperoleh data bagaimana kegiatan pembelajaran. Peneliti mengamati perkembangan anak dalam kegiatan meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak melalui permainan tradisional engklek menggunakan lembar observasi anak. Adapun indikator yang diamati dalam kegiatan ini yaitu, Anak dapat melempar batu tanpa keluar garis, Anak dapat melakukan gerakan membalik arah saat melakukan permainan, Anak dapat melompat menggunakan satu kaki dengan seimbang. Pada hasil pengamatan pada siklus I ini, peneliti berkesimpulan bahwa peserta didik cukup aktif dan dalam bermain engklek sudah mulai berkembang namun belum secara keseluruhan

Dari tabel hasil observasi dan evaluasi aktivitas anak meningkatkan kemampuan motorik kasar pada siklus 1 di pertemuan kesatu, kedua, dan ketiga dapat dijelaskan pada tabel dibawah ini:

52

Tabel 4.4 Hasil Observasi dan Evaluasi Aktivitas Anak Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Melalui Permainan Engklek di TK Pusat Paud Tunas Harapan Siklus 1 Pertemuan 1,2, dan 3

No Nama Anak

Pertemuan

Jumlah Persenta se %

Kriteria I II III

1 FD 5 7 9 21 58,3 BSH

2 MFA 3 4 6 13 36,1 MB

3 MAJ 3 3 5 11 30,5 MB

4 MS 4 5 6 15 41,6 MB

5 NZ 3 5 5 13 36,1 MB

6 NN 5 6 8 19 52,7 MB

7 NAJ 3 3 5 11 30,5 MB

8 NZP 4 6 8 18 50 MB

9 NQ 3 5 5 13 36,1 MB

10 PPN 3 5 6 14 38,8 MB

11 SMH 3 4 5 12 33,3 MB

12 MAM 5 7 9 21 58,3 BSH

13 SN 3 4 5 12 33,3 MB

14 WI 3 5 5 13 36,1 MB

Rata-rata Persentase Aktivitas Anak Meningkatkan Kemampuan Motorik

Kasar Siklus l

40,1 MB

Keterangan:

BB (Belum Berkembang) = 0% - 25%

MB (Mulai Berkembang) = 26% - 50%

BSH (Berkembang Sesuai Harapan) = 51% - 75%

BSB (Berkembang Sangat Baik) = 76% - 100%

Dapat dilihat pencapaian kemampuan motorik kasar pada anak melalui permainan tradisional engklek pada siklus l menggambarkan bahwa dari 14 anak ada 12 anak yang memiliki kriteria Mulai Berkembang (MB) karena pada saat permainan dilakukan anak-anak masih belum bisa mengimbangi tubuhnya, masih ada anak yang kurang mampu melempar batu sesuai sasara, melakukan gerakan membalik arah saat bermain dan melompat dengan seimbang tanpa menginjak garis. Lalu sebanyak 2 anak memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH), karena sudah mamapu melakukan permainan engklek sesuai indikator.

Dari tabel hasil observasi meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak melalui permainan tradisional engklek di TK Pusat Paud Tunas Harapan Kabupaten Gowa di siklus l di atas, untuk lebih memperjelas maka disimpulkan melalui Tabel rekapitulasi hasil observasi siklus l sebagai berikut:

Tabel 4.5 Rekapitulasi Hasil Observasi Siklus l, Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Tradisional Engklek Kabupaten Gowa

No Kriteria Jumlah Anak Persentase

1 Belum Berkembang - -

2 Mulai Berkembang 12 38

3 Berkembang Sesuai Harapan 2 58,3

4 Berkembang Sangat Baik - -

Dari tabel diatas hasil dari rekapitulasi siklus l, dapat diperoleh dengan keterangan bahwa anak yang memiliki kriteria Mulai Berkembang (MB) berjumlah 12 orang anak dengan persentase 38% dan sebanyak 2 orang anak

54

berada pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 58,3%. Jadi pada siklus l kemampuan motorik kasar anak memperoleh 40,1%

dikategorikan Mulai Berkembang (MB).

2) Observasi Guru

Hasil observasi terhadap guru merupakan suatu gambaran pada keterampilan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Observasi yang dilakukan oleh peneliti menggunakan lembar observasi guru yang ada pada lampiran. Skor tertinggi untuk setiap aktivitas guru ada 3 dengan kriteria Baik (B), sedangkan jumlah yang diobservasi adalah 7.

Kriteria penilaian guru setiap pertemuan akan mendapat skor nilai dengan kategori Kurang (K), ukup (C), dan Baik (B).

d. Tahap Refleksi Siklus l

Berdasarkan hasil observasi kegiatan belajar mengajar pada siklus l, dapat disimpulkan bahwa indikator pembelajaran belum sepenuhnya tercapai dengan baik dimana masih banyak anak yang kurang dalam pencapaian indikator. Hal ini disebabkan beberapa faktor penyebab yaitu: terdapat beberapa anak yang masih kesulitan didalam bermain engklek seperti anak masih menginjak garis kotak, mengalami kesulitan ketika melempar batu tidak sesuai sasaran, ketika membalik arah juga kaki masih menginjak garis. Guru juga dalam menjelaskan dan mencontohkan tata cara bermain engklek masih kurang, guru juga sudah memberikan motivasi dan bimbingan dalam bermain engklek namun anak masih cenderung minta bantuan sama gurunya

Berdasarkan hasil refleksi di atas peneliti dan guru menyimpulkan bahwa pembelajaran pada siklus I belum sesuai yang diharapkan, maka perlu dilakukannya siklus II untuk memperoleh hasil yang diinginkan dan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak.

2. Paparan Siklus II

Siklus II dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil presentasi pada siklus I dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak melalui permainan tradisional engklek di TK Pusat Paud Tunas Harapan Kabupaten Gowa, yang dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa 30 November 2021, pertemuan kedua dilaksanakan pada Hari Kamis 02 Desember 2021, dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu 04 Desember 2021. Adapun tahap pada siklus II sama dengan tahap pada siklus I yaitu Perencanaan, Tindakan, Pengamatan (observasi), dan Refleksi. Tema yang digunakan yaitu “Binatang”. Berikut deskripsi pelaksanaan penelitian siklus II.

a. Tahap Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian, peneliti dan guru terlebih dahulu membuat perencanaan mengenai solusi yang tepat dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional engklek. Peneliti dan guru melakukan beberapa persiapan yaitu:

1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) antara lain tema yang akan digunakan adalah Binatang dengan sub tema binatang

Dokumen terkait