• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Penerapan permainan tradisional engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak di TK Pusat Paud Tunas Harapan Kabupaten Gowa

Penerapan Permainan tradisional engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak dapat membantu proses pembelajaran yang menyenangkan.

Permainan tradisional engklek dapat mengasah kemampuan motorik kasar pada anak melalui gerakan melompat, melempar, dan melakukan gerakan membalik arah. Dengan permainan tradisional engklek anak dapat belajar dengan mudah dan menyenangkan.

Permainan engklek adalah permainan tradisional lompat-lompatan paa bidang datar yang digambar diatas tanah. Permainan ini berbentuk kotak-kotak yang membentuk tanda tambah dengan gambar yang paling ujung setengah lingkaran.

Disetiap daerah permainan engklek mempunyai nama yang berbeda dan bentuk

kotaknya juga berbeda , dimakassar permainan ini dikenal dengan nama dende, di Jakarta permainan ini dikenal dengan nama dampu bulan, juga ada yang mengenal permainan ini badamprak.

Engklek merupakan salah satu permainan tradisional yang dapat mengembangkan motorik kasar anak yaitu meloncat. Permainan ini dilaksanakan menurut keinginan pemainnya, selain itu permainan ini dapat dilakukan dimana saja halaman rumah, halaman sekolah dan lain sebagainya. Heddy (2005).

Pada Pertemuan I siklus I dapat dilihat pencapaian kemampuan motorik kasar pada anak melalui permainan tradisional engklek pada pertemuan 1 siklus 1 menggambarkan bahwa dari 14 anak ada 9 anak yang memiliki kriteria Belum Berkembang (MB) karena pada saat permainan dilakukan anak-anak belum mampu melakukan permainan sesuai dengan aturan dan pada saat meloncat anak belum bisa meloncat tepat didalam kotak, hal ini dikarenakan anak baru memainkan permainan engklek jadi harus dilatih terus-menerus. Lalu sebanyak 5 anak memiliki kriteria Mulai Berkembang (MB), Karena anak masih sudah mulai bisa melakukan permainan sesuai dengan arahan dari guru walaupun masih dibantu oleh guru.

Pada pertemuan II Siklus I menggambarkan bahwa dari 14 anak ada 2 anak yang memiliki kriteria Belum Berkembang (BB) karena pada saat permainan dilakukan anak-anak masih belum mampu melempar batu tepat sasaran, melakukan gerakan membalikkan arah saat bermain dan melompat dengan seimbang tanpa menginjak garis. Lalu sebanyak 10 anak yang memiliki kriteia Mulai Berkembang (MB) karena sudah mulai melakukan permaian sesuai aturan

74

walaupun masih butuh bantuan dari gurunya. Sebanyak 2 anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) karena anak sudah cukup mampu melakukan permainan sesuai dengan aturan.

Pada pertemuan III siklus I dapat diketahui pencapaian dalam meningkatkan motorik kasar anak kelompok B usia 5-6 tahun, menggambarkan bahwa dari14 anak ada 10 anak yang memiliki kriteria Mulai berkembang (MB), karena pada saat melakukan kegiatan pembelajaran melalui permainan engklek anak mulau mampu mengikuti aturan-aturan dalam permainan dan mulai memperlihatkan kemampuan diri dalam menyesuaikan dengan situasi. Lalu anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) ada 4 orang.

Setelah dilakukan perbaikan yaitu siklus II menunjukkan adanya perubahan pada anak didik dalam melaksanakan proses pembelajaran terbukti yang tadinya anak belum mencerminkan sikap percaya diri dalam melakukan permainan engklek namun setelah melakukan pendekatan, memberi stimulasi saat bermain anak sudah bisa melakukan permainan engklek sesuai indikator yang ingin dicapai.

Pada pertemuan I siklus II dapat dilihat pencapaian kemampuan motorik kasar anak menggambarkan bahwa terdapat 2 anak yang memiliki kriteria Mulai Berkembang (MB), dan 12 anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) karena anak telah mampu melakukan gerakan gerakan bermain engklek sesuai indikator yang ingin dicapai walaupun belum semua indikator bisa dilakukan dengan baik.

Pada pertemuan II Siklus II dapat dilihat dari pencapaian Motorik Kasar anak terdapat 7 anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Karena anak sudah mulai bisa melempar batu tanpa keluar garis, melakukan gerakan membalik arah dan melompat tanpa menginjak garis. Lalu ada 7 anak yang memiliki kriteria Berkembanga Sangat Baik (BSB).

Pada pertemuan III Siklus II dapat dilihat dari pencapaian motorik kasar pada pertemuan III siklus II terdapat 5 anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 9 anak yang memiliki kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) karena sudah mampu melakukan permainan engklek sesuai indikator yang ingin dicapai tanpa bantuan guru.

Pencapaian indikator kemampuan motorik kasar di kelompok B (usia 5-6 tahun) berdasarkan Permendikbud 146 indikator pencapaian Dapat melempar batu tanpa keluar garis, Dapat melakukan gerakan membalik arah saat melakukan permainan, Dapat melompat menggunakan satu kaki dengan seimbang.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa melalui peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional engklek pada anak usia 5-6 tahun di TK Pusat Paud Tunas Harapan Kabupaten Gowa. Dari data yang didapatkan menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak didik di siklus pertama masih terdapat kriteria Mulai Berkembang.

Berdasarkan hasil evaluasi dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar menggunakan permainan tradisional engklek usia 5-6 tahun di TK Pusat Paud Tunas Harapan Kabupaten Gowa kemampuan motorik kasar sudah mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya. Berdasarkan hasil tersebut telah diketahui

76

bahwa peningkatan kemampuan motorik kasar di kelompok B sudah mencapai kriteria yang telah ditetapkan proses pembelajaran berlangsung pad asiklus II namun setelah melakukan observasi pembelajaran siklus II sudah lebih baik dari siklus I proses pembelajaran berlangsung kondusif dan antusias peserta didik untuk menunjukkan peningkatan kemampuan motorik kasar, selain itu lebih aktif dengan melihat hasil yang sudah diperoleh pada siklus I maka peneliti mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan lagi penelitian selanjutnya karena hasil pada siklus II telah mencapai angka indikator memenuhi target 74,5%.

Pada siklus I ada beberapa anak yang masih membutuhkan bantuan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar, dan masih 12 anak yang kurang mampu melempar batu tanpa keluar garis, melakukan gerakan membalikkan arah, serta 2 anak yang sudah mulai berkembang dalam melempar batu tanpa keluar garis, melakukan gerakan membalikkan arah saat bermain, melompat menggunakan satu kaki dengan seimbang. Sehingga rata-rata prsentase yang didapatkan pada siklus I yaitu 40,1%

Pada siklus II sudah ada peningkatan dari setiap indikator dari 14 anak sebanyak 6 orang anak yang mencapai kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan presentase sebesar 66,6% dan sebanyak 8 orang anak yang mencapai kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan presentase sebesar 85,1%

dengan rata-rata nilai siklus II meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak sebesar 74,5%.

77 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan peningkatan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisional engklek di TK Pusat Paud Tunas Harapan dikategorikan baik. Setalah dilakukan observasi siklus I dan siklus II diperoleh hasil bahwa adanya peningkatan kemampuan motorik kasar dalam permainan tradisional engklek meningkat. Pada hasil observasi siklus I, sebanyak 12 orang anak yang memiliki kriteria Mulai berkembang (MB) dengan rata-rata presentase sebesar 38%, dan 2 orang anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan presentase rata-rata sebesar 58,3%. Dengan hasil observasi pada siklus I sebesar 40,1%

dengan kriteria Mulai Berkembang (MB). Kemudian hasil observasi pada siklus II, sebanyak 8 orang anak yang memiliki kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan rata-rata presentase sebesar 66,6%, dan sebanyak 6 orang anak yang memiliki kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan rata-rata presentase 85,1%.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, selama proses pembelajaran, maka penerapan permainan tradisional engklek dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak di TK Pusat Paud Tunas Harapan, dengan jumlah rata- rata perolehan yaitu 74,5% dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH).

2. Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, beberapa saran sebagai berikut:

78

1. Kepada pihak sekolah

Hendaknya untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan tradisional engklek dapat diterapkan dan dikombinasikan pada tema- tema pembelajaran yang terkait.

2. Bagi Orang tua

Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak dengan memperhatikan kegiata-kegiatan yang dilakukan di rumah ataupun dilingkunyannya serta mengasah kemampuan motorik kasar anak dengan baik dan benar.

3. Kepada peneliti selanjutnya

Peneliti meyarankan untuk melakukan perbandingan penelitian terkait kemampuan motorik kasar pada anak melalui permainan tradisional engklek

DAFTAR PUSTAKA

Achroni, Keen. (2012). Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Tradisional. Jakarta: Javalitra.

Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Tindakan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. (2008). Pengembangan Kemampuan Motorik Kasar di Taman Kanak- Kanak. Jakarta: Direktorat Pembinaan TK SD.

Fadlillah, Muhammad. (2012). Desain Pembelajaran PAUD. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Farida, A. (2016). Urgensi Perkembangan Motorik Kasar Pada Perkembangan Anak Usia Dini. RAUDHAH.

Febrialismanto. (2017). Analisis Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar. Educhild.

Hakim, R. M. (2018). Pengembangan Fisik Motorik Melalui Gerak Tari di Kelompok B RA DWP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini.

Hartati, S. (2005). Perkembangan Belajar Pada Anak Usia Dini. Jakarta:

Departemen Pendidikan Nasional.

Hayati, S. (2017). Effect Of Traditional Games Learning Motivation and Learning Style on Childhood Gross Motor Skill. International Journal of Education and Research.

Hedy. 2005. Permainan Tradisional Jawa Yogyakarta: Prestasi Pustaka Raya.

Hidayanti, M. (2013). Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Bakiak. Jurnal Pendidikan Usia Dini.

Http://www.id.wikipeda.org/Permainan Lompat Tali bagi Anak-anak.

Iswinarti. (2010). Nilai-nilai Terapiutik Permainan Tradisional Engklek Pada Usia Sekolah Dasar. Jurnal Humanity. 6, 1-41.

Iswinarti. (2007). Identifikasi Permainan Tradisional Indonesia. Laporan Hasil Survey. Malang : Fakultas Psikologi UMM.

Izzaty, R. E. (2005). Mengenali Permasalahan Perkembangan Anak Usia TK.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Jamiah, Ruhil Jamil. “Peran Permainan Tradisional Engklek Dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Al-Mukhlisin .”Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, 2017.

Kunandar. (2012). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:

Rajagrafindo Persada. hlm. 45

Kurniati, Euis. (2016). Permainan Tradisional Dan Perannya Dalam mengembangkan keterampilan Sosial Anak. Jakarta: prenadamedia Group.

Maryati. S & Mas'udah. (2018). Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Sunda Manda Modifikasi Di PAUD Nur Amin Ridwan Gadingmangu Perak Jombang.

Maulidiyah, E. C. (2017). Asesmen Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun. Martabat : Jurnal Perempuan dan Anak.

Megarisna. “7 Permainan Unik Dunia Seperti Di Indonesia”. Dalam artikel http:/

7 Permainan Unik Dunia Seperti Di Indonesia - E-Book.Info.html.

Diakses Pada Tanggal 21 Mei Pukul 18.07 WIB.

Mulyani, Sri. (2013). Permainan Tradisional Anak Indonesia. Yogyakarta:

Langensari Punlishing.

Muslich, Masnur. (2013). Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:

Bumi Aksara. hlm. 9.

Nur Ali, Wahidmurni. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Malang: UM PRESS.

hlm. 101-102.

Nugraha, B. (2016). Manajemen Pembelajaran Gerak Untuk Anak. Jurnal Olahraga Prestasi, 12(1), 116233. https://doi.org/10.21831/

jorpres.v12i1.9501.

Rachmawati, Yeni, dkk. (2011). Metode Pengembangan Sosial Emosional.

Jakarta: Kencana.

Rahmawati, Ami. (2009). Permainan Tradisional Untuk Anak Usia 4-3 Tahun.

Bandung: Sanfiarta Sukses.

Rahyubi, H. (2012). Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik.

Bandung: Nusa Media.

Rahyudi. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Prenada.

Media Group.

Ratna. (2011). Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Richard, Decaprio. (2013). Pembelajaran Motorik Di Sekolah. Yogyakarta: DIVA Pres.

Rolina, Nelva. (2012). Alat Permainan Educatif Anak Usia Dini. Jogjakarta:

Ombak (Anggota IKPI).

Santrock, John W. (2009). Perkembangan Anak. Edisi 11. Jakarta: Erlangga.

Sari, Ami Sisilia. (2012). Perkembangan Motorik Kasar Anak Tk.

http://amisisiliasari.blogspot.com/2012/12/perkembangan-motorik-kasar- anak-tk.html diakses Pada Tanggal 18-02-2014.

Savitri, Arindah. “Penerapan Permainan Tradisional Engklek Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Autis.”Universitas Negeri Surabaya, 2020.

Setyawan, D.A. (2018). Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Negeri Pembina Kota Surakarta. Jurnal Penjakora Volume 5 No 1, Edisi April 2018. Universitas PGRI Semarang.

Soetjiningsih, H. C. (2014). Perkembangan Anak Sejak Pembuahan Sampaik Kanak- Kanak Akhir. Jakarta: Prenadamedia Group.

Sri Mahesa Putri.”Pengembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Tradisional Engklek Di Raudhatul Athfal Ummi Desa Tebat Gunung Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma.” Fakultas Tarbiyah Dan Tadris Institut Agama Islam Negeri Bengkulu,2019.

Sugden, D. (2013). Typical and Atypical Motor Development. United Kingdom:

Mac Keith Press.

Sujiono, Bambang. (2008). Metode Pengembangan Fisik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sujiono, Bambang. (2005). Metode Pengembangan Fisik (Edisi Revisi). Jakarta:

Universitas Terbuka.

Sujiono, Yuliani Nurani. (2004). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.

Jakarta: PT Indeks.

Sumantri. (2005). Model Pengembangan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta:

Departemen Pendidikan Nasional.

Taylor, & Doe. 2007. “Motor Skills Transfer From Gymnastics to Swimming”:

Journal Perceptual and Motor Skills.105(1):15-26

Wahyuningsih, Sri. 2009. Permainan Tradisional Untuk Usia 4-5 Tahun.

Bandung: Sandiarta Sukses.

Wiranti, Dwiana Asih, and Diah Ayu Mawarti.”Keefektiffan Permainan Engklek Dalam Mengembangakn Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini.”Jurnal Ilmiah Kependidikan 9, no, 01 (2018).

Wiyani, N.A,. (2014). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta:

Gava Media.

Wulan. (2011). Mengasah Kecerdasan Pada Anak. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Wulandari. Ari. (2012). Kisah 1001 Game/Permainan Paling Seru Di Dunia.

Jakarta: PT. Grasindo.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). (n.d.). Jakarta: Sinar Grafika.

Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014

LAMPIRAN 1

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

ANAK DAN GURU

Instrumen Penilaian (Lembar Observasi Guru) Nama Guru :

Hari/Tanggal :

No. Uraian Penilaian Penilaian

Ket.

B C K

1 Guru menyiapkan kelas sebelum memulai proses pembelajaran

2 Guru melakukan kegiatan pembukaan sesuai dengan tema yang berjalan

3 Guru melakukan kegiatan bercakap-cakap seputar kegiatan kemarin

4 Guru menyampaikan kegiatan yang akan di laksanakan hari ini

5 Guru mengumpulkan anak-anak untuk di berikan penjelasan tentang permainan engklek 6 Guru memberikan contoh kepada anak tentang

kegiatan bermain engklek.

7 Guru melakukan evaluasi pembelajaran

Instrumen Penilaian (Lembar Observasi Anak) Nama Anak :

Hari/Tanggal :

No. Indikator Kriteria Skor Deskripsi

1 Anak dapat melempar batu tanpa keluar garis

Belum

Berkembang 1

Anak belum mampu melempar batu tana keluar garis

Mulai

Berkembang 2

Anak kurang mampu melempar batu tanpa keluar garis

Berkembang Sesuai Harapan

3

Anak cukup mampu melempar batu tanpa keluar garis

Berkembang

Sangat Baik 4

Anak telah mampu melempar batu tanpa keluar garis

2

Anak dapat melakukan gerakan

membalikkan arah saat melakukan

permainan

Belum

Berkembang 1

Anak belum mampu Melakukan gerakan membalikkan arah saat melakukan permainan Mulai

Berkembang 2

Anak kurang mampu dalam melakukan gerakan membalikkan arah saat melakukan permainan Berkembang

Sesuai Harapan

3

Anak cukup mampu dalam melakukan gerakan membalikkan arah saat melakukan permainan Berkembang

Sangat Baik 4

Anak telah mampu dalam melakukan gerakan membalikkan arah saat melakukan permainan 3 Anak dapat melompat

menggunakan satu

Belum

Berkembang 1

Anak belum mampu melompat menggunakan satu kaki dengan

kaki tanpa seimbang seimbang Mulai

Berkembang 2

Anak kurang mampu melompat menggunakan satu kaki dengan

seimbang Berkembang

Sesuai Harapan

3

Anak cukup mampu melompat menggunakan satu kaki dengan

seimbang Berkembang

Sangat Baik 4

Anak telah mampu melompat menggunakan satu kaki dengan

seimbang

LAMPIRAN 2

RENCANA PELAKSANAAN

PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) TK PUSAT PAUD TUNAS HARAPAN

Semester/Minggu ke/ Hari ke : 1/11/ 1

Hari /tgl : ………..

Kelompok usia : B/5-6 Tahun

Tema/sub tema : Binatang / Hidup di darat (berkaki 2)

KD : 1.1 – 2.3 – 2.4 – 3.2 – 4.2 – 3.6 - 4.6 – 3.11 - 4.11 – 3.15 – 4.15

Alat dan bahan : - Lakban, kertas HVS, Spidol, Gacuk atau Batu - Gambar kandang ayam

- Pensil, buku gambar

Proses kegiatan:

A. KEGIATAN PEMBUKA 1. Penerapan SOP pembukaan 2. Menyanyi lagu binatang

3. Berdiskusi tentang aku ciptaan Tuhan

4. Berdiskusi tentang binatang yang hidup di darat 5. Berdiskusi tentang binatang berkaki 2

6. Mengenalkan kegiatan dan aturan yang digunakan bermain B. KEGIATAN INTI

1. Anak mengamati alat dan bahan yang digunakan 2. Anak melakukan permainan engklek

3. Mencari jejak kandang ayam C.RECALLING:

1. Merapikan alat-alat yang telah digunakan

2. Menceritakan kegiatan main yang telah dilakukan D. PENUTUP

1. Menanyakan perasaannya selama hari ini

2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkannya hari ini, 3. Menginformasikan kegiatan untuk besok

4. Penerapan SOP penutup

E. RENCANA PENILAIAN 1. Sikap

a.Dapat menghargai dan menyayangi binatang sebagai makhluk ciptaan Tuhan

b. Menggunakan kata sopan pada saat bertanya 2. Pengetahuan dan keterampilan

a. Dapat menyebutkan binatang yang hidup di darat b. Dapat mencarai jalan menuju kandang ayam c. Dapat melakukan permainan engklek

Mengetahui,

Kepala TK Pusat Paud Tunas Harapan Guru Kelompok

Sahariah, S.Pd Sahariah, S.Pd

Peneliti

Salsabila Suci Lestari

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) TK PUSAT PAUD TUNAS HARAPAN

Semester/Minggu ke/ Hari ke : 1/11/ 2

Hari /tgl : ………..

Kelompok usia : B/5-6 Tahun

Tema/sub tema : Binatang / Hidup di darat (berkaki 4)

KD : 1.1– 2.4 – 2.6 – 2.9 – 3.6 - 4.6 – 3.8 - 4.8 – 3.15 – 4.15 Alat dan bahan : - Lakban, kertas HVS, Spidol, Gacuk atau Batu - Gambar kelinci

- Pensil Proses kegiatan:

A. KEGIATAN PEMBUKA 7. Penerapan SOP pembukaan 8. Menyanyi lagu binatang

9. Berdiskusi tentang aku ciptaan Tuhan 10. Berdiskusi tentang binatang berkaki 4 11. Melompat seperti kelinci

12. Mengenalkan kegiatan dan aturan yang digunakan bermain B. KEGIATAN INTI

4. Anak mengamati alat dan bahan yang digunakan 5. Anak melakukan permainan engklek

6. Menebali garis pada gambar kelinci C.RECALLING:

3. Merapikan alat-alat yang telah digunakan

4. Menceritakan kegiatan main yang telah dilakukan D. PENUTUP

5. Menanyakan perasaannya selama hari ini

6. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkannya hari ini, 7. Menginformasikan kegiatan untuk besok

8. Penerapan SOP penutup

E. RENCANA PENILAIAN 1. Sikap

a.Dapat menghargai dan menyayangi binatang sebagai makhluk ciptaan Tuhan

b. Menggunakan kata sopan pada saat bertanya 2. Pengetahuan dan keterampilan

a. Dapat menyebutkan binatang berkaki 4 b. Dapat menebali garis pada gambar kelinci c. Dapat melakukan permainan engklek

Mengetahui,

Kepala TK Pusat Paud Tunas Harapan Guru Kelompok

Sahariah, S.Pd Sahariah, S.Pd

Peneliti

Salsabila Suci Lestari

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) TK PUSAT PAUD TUNAS HARAPAN

Semester/Minggu ke/ Hari ke : 1/11/ 3

Hari /tgl : ………..

Kelompok usia : B/5-6 Tahun

Tema/sub tema : Binatang / Hidup di darat (melata)

KD : 1.1– 2.4 –2.6 –2.9 –3.7- 4.7– 3.10- 4.10– 3.13 – 4.13- 3.15-4.15

Alat dan bahan : - Lakban, kertas HVS, Spidol, Gacuk atau Batu - Pensil

Proses kegiatan:

A. KEGIATAN PEMBUKA 1. Penerapan SOP pembukaan 2. Menyanyi lagu binatang

3. Berdiskusi tentang aku ciptaan Tuhan 4. Berdiskusi tentang binatang melata

5. Mengenalkan kegiatan dan aturan yang digunakan bermain B. KEGIATAN INTI

1. Anak mengamati alat dan bahan yang digunakan 2. Anak melakukan permainan engklek

3. Meniru menulis nama-nama binatang melata C.RECALLING:

5. Merapikan alat-alat yang telah digunakan

6. Menceritakan kegiatan main yang telah dilakukan D. PENUTUP

1. Menanyakan perasaannya selama hari ini

2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkannya hari ini, 3. Menginformasikan kegiatan untuk besok

4. Penerapan SOP penutup

E. RENCANA PENILAIAN 1. Sikap

a.Dapat menghargai dan menyayangi binatang sebagai makhluk ciptaan Tuhan

b. Menggunakan kata sopan pada saat bertanya 2. Pengetahuan dan keterampilan

a. Dapat menyebutkan binatang melata

b. Dapat meniru menulis nama-nama binatang melata c. Dapat melakukan permainan engklek

Mengetahui,

Kepala TK Pusat Paud Tunas Harapan Guru Kelompok

Sahariah, S.Pd Sahariah, S.Pd

Peneliti

Salsabila Suci Lestari

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) TK PUSAT PAUD TUNAS HARAPAN

Semester/Minggu ke/ Hari ke : 1/12/ 1

Hari /tgl : ………..

Kelompok usia : B/5-6 Tahun

Tema/sub tema : Binatang / Hidup di air (ikan)

KD : 1.1– 2.4 –2.5–2.12–3.3-4.3– 3.6- 4.6– 3.7– 4.7-3.15- 4.15

Alat dan bahan : - Lakban, kertas HVS, Spidol, Gacuk atau Batu - Pensil

- Gambar ikan Proses kegiatan:

A. KEGIATAN PEMBUKA 1. Penerapan SOP pembukaan 2. Menyanyi lagu Ikan

3. Berdiskusi tentang aku ciptaan Tuhan 4. Berdiskusi tentang jenis-jenis ikan

5. Mengenalkan kegiatan dan aturan yang digunakan bermain B. KEGIATAN INTI

1. Anak mengamati alat dan bahan yang digunakan 2. Anak melakukan permainan engklek

3. Mengurutkan gambar ikan dari ukuran kecil- besar C.RECALLING:

1. Merapikan alat-alat yang telah digunakan

2. Menceritakan kegiatan main yang telah dilakukan D. PENUTUP

1. Menanyakan perasaannya selama hari ini

2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkannya hari ini, 3. Menginformasikan kegiatan untuk besok

4. Penerapan SOP penutup

E. RENCANA PENILAIAN 1. Sikap

a.Dapat menghargai dan menyayangi binatang sebagai makhluk ciptaan Tuhan

b. Menggunakan kata sopan pada saat bertanya 2. Pengetahuan dan keterampilan

a. Dapat menyebutkan jenis-jenis ikan

b. Dapat mengurutkan gambar ikan dari ukuran kecil-besar c. Dapat melakukan permainan engklek

Mengetahui,

Kepala TK Pusat Paud Tunas Harapan Guru Kelompok

Sahariah, S.Pd Sahariah, S.Pd

Peneliti

Salsabila Suci Lestari

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) TK PUSAT PAUD TUNAS HARAPAN

Semester/Minggu ke/ Hari ke : 1/12/ 2

Hari /tgl : ………..

Kelompok usia : B/5-6 Tahun

Tema/sub tema : Binatang / Hidup di laut (kura-kura)

KD : 1.1–2.5–2.6–2.9–3.6- 4.6– 3.10– 4.10-3.11-4.11-3.15- 4.15

Alat dan bahan : - Lakban, kertas HVS, Spidol, Gacuk atau Batu - Pensil

- Gambar kura-kura Proses kegiatan:

A. KEGIATAN PEMBUKA 1. Penerapan SOP pembukaan 2. Berdiskusi tentang binatang laut 3. Menirukan jalannya kura-kura

4. Mengenalkan kegiatan dan aturan yang digunakan bermain B. KEGIATAN INTI

1. Anak mengamati alat dan bahan yang digunakan 2. Anak melakukan permainan engklek

3. Anak mewarnai gambar kura-kura C.RECALLING:

1. Merapikan alat-alat yang telah digunakan

2. Menceritakan kegiatan main yang telah dilakukan D. PENUTUP

1. Menanyakan perasaannya selama hari ini

2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkannya hari ini, 3. Menginformasikan kegiatan untuk besok

4. Penerapan SOP penutup

E. RENCANA PENILAIAN 1. Sikap

a.Dapat menghargai dan menyayangi binatang sebagai makhluk ciptaan Tuhan

b. Menggunakan kata sopan pada saat bertanya 2. Pengetahuan dan keterampilan

a. Dapat menyebutkan binatang laut b. Dapat mewarnai gambar kura-kura c. Dapat melakukan permainan engklek

Mengetahui,

Kepala TK Pusat Paud Tunas Harapan Guru Kelompok

Sahariah, S.Pd Sahariah, S.Pd

Peneliti

Salsabila Suci Lestari

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) TK PUSAT PAUD TUNAS HARAPAN

Semester/Minggu ke/ Hari ke : 1/12/ 3

Hari /tgl : ………..

Kelompok usia : B/5-6 Tahun

Tema/sub tema : Binatang / Binatang yang bisa terbang (burung) KD : 1.1–2.4–2.12–3.3–4.3- 3.6– 4.6– 3.8-4.8-3.15-4.15 Alat dan bahan : - Lakban, kertas HVS, Spidol, Gacuk atau Batu - Pensil

- Gambar burung Proses kegiatan:

A. KEGIATAN PEMBUKA 1. Penerapan SOP pembukaan

2. Berdiskusi tentang binatang yang bisa terbang

3. Mengenalkan kegiatan dan aturan yang digunakan bermain B. KEGIATAN INTI

1. Anak mengamati alat dan bahan yang digunakan 2. Anak melakukan permainan engklek

3. Anak menempel plastic bekas pada gambar burung C.RECALLING:

1. Merapikan alat-alat yang telah digunakan

2. Menceritakan kegiatan main yang telah dilakukan D. PENUTUP

1. Menanyakan perasaannya selama hari ini

2. Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkannya hari ini, 3. Menginformasikan kegiatan untuk besok

4. Penerapan SOP penutup

Dokumen terkait