BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Menerbitkan NPWZ (Nomor Pokok Wajib Zakat) 4) Eksekutif
Bertanggung jawab kepada Badan Pengurus Lazismu di masing-masing tingkatan.
Bertugas membantu pengurus Lazismu dalam pengelolaan dana ZISKA.
5) Kantor Layanan
Menghimpun dana ZISKA (Zakat, Infaq, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan).
Kantor layanan Lazismu memiliki wewenang mengusulkan penyaluran dana ziska kepada Lazismu yang membentuk.
2. Strategi Lazismu Kota Makassar dalam mengembangkan tentang pendistribusian zakat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Harus ada orang-orang yang selalu bisa membantu menginformasikan data-data calon mustahiq, maka dari itu dibutuhkan relawan-relawan yang dapat memberikan informasi sehingga bisa di data dan assessment.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa untuk dapat mengembangkan dalam pendistribusian zakat yaitu Lazismu membutuhkan bantuan orang-orang yang dapat memberikan informasi tentang data-data calon mustahiq sehingga nantinya dapat di salurkan ke mustahiq tersebut.
3. Bentuk rancangan dalam pendistribusian zakat di Lazismu Kota Makassar.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Tergantung dari hasil assessment yang menjadi database dari best operation Lazismu. Ketika sudah ada datanya maka itulah yang akan di rancang seperti program Lazismu itu ada 4 pilar penyaluran yaitu pendidikan, dakwah, kesehatan dan sosial kemanusiaan.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa rancangan dalam pendistribusian zakat dapat juga disalurkan ke program Lazismu itu yang 4 pilar meliputi pendidikan, dakwah,
kesehatan dan sosial kemanusiaan dimana program itu sangat membantu masyarakat.
4. Ruang lingkup pendistribusian zakat terhadap ke 8 asnaf.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Ada, tapi pertimbangannya sesuai dengan kondisi lokasi Lazismu karena tidak semua asnaf ada di sekitaran lokasi.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa ruang lingkup pendistribusian nya itu dikondisikan karena ke 8 asnaf itu di zaman sekarang bisa dikatakan hanya beberapa yang ada tergantung dari dimana daerahnya.
5. Persyaratan bagi mustahiq untuk bisa menerima pendistribusian zakat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Syaratnya sesuai ke 8 asnaf tersebut dimana mustahiqnya masuk di lingkupnke 8 asnaf yang telah di tentukan.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa syaratnya itu yah sesuai dengan kriteria ke 8 asnaf yang ada sehingga pendistribusian nya bisa tepat sasaran.
6. Realisasi pelaksanaan dalam pendistribusian zakat di lapangan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Pelaksanaannya itu sesuai data baru di datangi, adapun mustahiqnya bisa dating langsung ke kantor lazismu da nada juga ketika mustahiqnya lagi di luar kota maka di tranferkan.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa pelaksanaan dalam pendistribusian zakat dilapangan itu bisa dikatakan efektif sebab banyak cara yang dilakukan oleh lazismu dalam pendistribusian zakat terhadap mustahiq.
7. Bagian pengawasan di dalam pendistribusian zakat dan yang bertanggung jawab.
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Ada yang mengawasi dan untuk bertanggung jawab secara personal tidak ada tetapi kalau secara institusi yang bertanggung jawab adalah badan pengurus.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa yang bertanggung jawab penuh adalah Badan Pengurus atau yang bekerja di kantor Lazismu Kota Makassar .
8. Ketika ada penyelewengan dalam pengumpulan serta saat pendistribusian zakat tindakan yang dilakukan oleh Lazismu Kota Makassar.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Belum di pikirkan, sebab orang-orang yang bekerja di lazismu itu sudah dipercaya.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa belum memikirkan dalam menetapkan hukum atau aturan pemberian sanksi yang akan diberikan oleh Lazismu Kota Makassar bila
adanya terjadi penyelewangan atau pelanggaran yang dilakukan saat pendistribusian zakat dilakukan. Kita ketahui tidak ada manusia yang sempurana dan kejahatan bisa terjadi ketika adanya peluang atau kesempatan.
9. Pengelolaan dana zakat yang telah dikumpulkan dan distribusikan oleh Lazismu Kota Makassar, apakah sudah adil.
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Sudah adil, tetapi tergantung sesuai kondisi daerah, contohnya : ketika kita memiliki uang 800 ribu lalu orang miskin ada 10 dan muallaf ada 1 orang, maka kebutuhan orang miskin lebih banyak di bandingkan dengan muallaf.
Berdasarkan keputusan Dewan Syariah itu boleh di kondisikan, tidak harus sama sesuai dengan kondisi.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa pendistribusian dana zakat yang dilakukan oleh Lazismu Kota Makassar itu sudah berlaku adil dengan berlandaskan keputusan Dewan Syariah, yang dimana berlaku adil itu tidak selamanya pembagian itu harus merata tapi dikondisikan sesuai kebutuhan ke 8 asnaf tersebut, jadi dapat diputuskan bahwa adil dalam pendistribusian zakat itu disesuaikan dengan kondisi.
10. Pengumpulan dana zakat itu sudah terbagi ke 8 asnaf secara adil atau belum.
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak selaku sekretaris badan pengurus di Lazismu Kota Makassar menyatakan bahwa :
“Dana zakat sudah terbagi ke 8 asnaf dan sudah adil (dikondisikan) tetapi ketika kondisi fakir dan miskin membutuhkan dana, maka dana beberapa asnaf yang tersimpan akan digunakan sebagian untuk di salurkan ke asnaf yang lebih membutuhkan.”
Hasil wawancara dengan bapak Muflih Razak dapat kita simpulkan bahwa pembagian dana zakat sudah terbagi ke 8 asnaf dan pendistribusiannya juga sudah adil, sebagaimana kita lihat Lazismu Kota Makassar menjalankan program dan penyalurannya di masyarakat.