BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil penelitian
4) Memeriksa hasil kerja bawahan agar sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku.
5) Menyiapkan penilaian prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembagan karier.
6) Menyiapkan laporan tugas seksi industri mesin, logam dan elektonika.
7) Menyusun dan mengevaluasi laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan program kerja.
8) Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan.
B. Hasil Penelitian
Berdasarkan tabel 4.1 maka dapat di deskripsikan bahwa karakteristik responden jenis kelamin pria mendominasi dalam melakukan analisa Pengaruh Hubungan dan Kondisi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa, yang mana jenis kelamin pria berada pada 33 responden (62%), sedangkan jenis kelamin wanita berada di angka 20 responden (38%) atau berada pada posisi bawah dari jenis kelamin pria.
b) Deskripsi profil responden berdasarkan usia
Sebagaimana penetapan karaktristik responden, maka peneliti menyajikan karakteristik ini dalam bentuk tabel sebagai berikut :
tabel 4.2 Karakteristik Responden Menurut Usia
NO Umur responden Frekuensi responden Frekuensi %
1 21 - 29 tahun 22 42%
2 30 - 39 tahun 18 34%
3 40 – 49 tahun 8 15%
4 50 tahun 5 9%
Jumlah 53 responden 100%
Sumber data primer yang diolah 2020
Berdasarkan uraian tabel 4.2 maka di peroleh hasil dari karakteristik responden dari segi umur yakni; responden yang berumur 21 – 29 tahun. Merupakan responden berada di angka 22 responden (42%), sedang responden yang berumur 30 – 39 tahun berada di angka 18 responden (34%), serta responden yang berumur 40 – 49 tahun berada di angka 8 responden (15%), dan responden yang berumur 50 ke atas berada di angka 5 responden (9%), maka dapat di interpretasikan dalam
perspektif keilmuan bahwa rata- rata responden yang berumur 21 – 29 tahun merupakan pegawai yang melakukan analisa Pengaruh Hubungan dan Kondisi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa.
c) Deskripsi profil responden berdasarkan pendidikan
Karakteristik responden dari segi pendidikan akan menggambarkan latar belakang dari responden, sehingga dalam kegiatan ini dapat di klarifikasikan sesuaikan dengan tingkat pendidikan responden yakni: D3, SI, S2 dan S3. Maka dari itu pengelompokkan karakteristik ini dapat di lihat dari tabel sebagai berikut :
tabel 4.3 Karakteristik Responden Menurut Pendidikan
No Pendidikan terakhir Frekuensi responden Frekuensi %
1 Akademik (D3) 10 19%
2 S1 25 47%
3 S2 13 25%
4 S3 5 9%
Jumlah 53 responden 100%
Sumber data Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa Secara seksama, dari tabel 4.3 dapat di analisa di mana karakteristik responden di tingkat pendidikan sarjana (S1) mendominasi di mana tingkat pendidikan ini berada pada angka 25 responden (47%), sedang dari tingkat pendidikan yang lain hanya tidak mencapai angka lebih dari angka 30%, sehingga dapat di simpulkan bahwa responden tingkat pendidikan sarjana (S1) lebih mendominasi melakukan analisa Pengaruh Hubungan dan Kondisi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja
Pegawai pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa.
2. Deskripsi Variabel
Deskripsi variabel peneltian yang di sajikan dari hasil penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum mengenai penyebaran data yang diperoleh. Data yang disajikan berupa data mentah yang diolah menggunakan teknik statistic deskripsi. Adapun yang disajikan dalam deskripsi variabel ini adalah berupa distribusi frekuensi yang disajikan per indikator beserta presentase frekuensi dan perolehan skor.
Berdasarkan judul dan perumusan masalah penelitian dimana penelitian ini terdiri dari Variabel Hubungan Kerja (X1), Kondisi Kerja (X2), dan Kepuasan Kerja (Y). Sampel yang diambil data dalam penelitian ini adalah 53 responden di Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa. Deskripsi dari masing-masing variabel berdasarkan hasil penyebaran kuesioner tersebut hasilnya dijelaskan seperti dibawah ini.
a. Analisis Deskripsi Variabel Hubungan Kerja (X1)
Berikut ini hasil interpretasi dari responden terkait variabel Hubungan Kerja :
tabel 4.4 Interpretasi responden Hubungan Kerja
NO Pernyataan Alternatif Jawaban
SS S KS TS STS
1 Hubungan antara pimpinan dan pegawai sangat baik
11 33 8 1 0
2 Hubungan antara sesama pegawai sangat baik
14 29 8 2 0
3 Bila terjadi masalah di lingkungan kantor antara sesama pegawai bisa di selesaikan dengan baik
7 38 8 0 0
4 Saya bekerjasama dengan pegawai lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan
8 37 6 2 0
5 Saling membantu dalam pekerjaan di tempat sangat baik
11 33 8 1 0
Sumber data primer yang diolah 2020
Berdasarkan tabel 4.4 interpretasi responden di atas terkait dengan variabel Hubungan Kerja, indikator pertama yang menyentuh angka 33 responden dan indikator kedua yang menyentuh angka 29 responden, selanjutnya indikator ke tiga yakni 38 responden serta indikator ke empat sebesar 37 responden, selanjutnya indikator ke lima sebesar 33 responden menjawab setuju. Sehubungan dengan hasil interpretasi responden di atas maka dapat disimpulkan, bahwa pada variabel hubungan kerja responden mendominasi menjawab setuju, di Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa.
b. Analisis Deskripsi Variabel Kondisi Kerja (X2)
Berikut ini hasil interpretasi dari responden terkait variabel Kondisi Kerja :
tabel 4.5 Interpretasi responden Kondisi Kerja
NO Pernyataan Alternatif Jawaban
SS S KS TS STS
1 Penerangan di tempat kerja membantu saya dalam menyelesaikan pekerjaan
22 31 0 0 0
2 Saya dapat berkonsentrasi dengan baik karena jauh dari kebisingan
22 25 6 0 0
3 Saya ikut serta dalam menjaga kebersihan di tempat kerja
18 33 2 0 0
4 Sirkulasi udara di tempat kerja saya sangat baik
15 38 0 0 0
5 Satuan keamanan di tempat kerja saya sudah bekerja dengan baik sehingga saya merasa nyaman
17 27 9 0 0
Sumber data primer yang diolah 2020
Berdasarkan tabel 4.5 interpretasi responden di atas terkait dengan variabel Kondisi Kerja, indikator pertama yang menyentuh angka 31 responden dan indikator kedua yang menyentuh angka 25 responden, selanjutnya indikator ke tiga yakni 33 responden serta indikator ke empat sebesar 38 responden, selanjutnya indikator ke lima sebesar 27 responden menjawab setuju. Sehubungan dengan hasil interpretasi responden di atas maka dapat disimpulkan, bahwa pada variabel kondisi kerja responden mendominasi menjawab setuju, di Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa.
c. Analisis Deskripsi Variabel Kepuasan Kerja (Y)
Berikut ini hasil interpretasi dari responden terkait variabel Kepuasan Kerja :
tabel 4.6 Interpretasi responden Kepuasan Kerja
NO Pernyataan Alternatif Jawaban
SS S KS TS STS
1 Saya puas dengan besaran dan jenis tunjangan yang diterima pegawai
14 30 8 1 0
2 Saya puas dengan kelengkapan sarana prasana untuk melaksanakan tugas
8 38 7 0 0
3 Saya puas dengan dukungan dan bantuan dari pegawai lainnya di kantor
9 37 5 2 0
4 Saya puas dengan setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk peningkatan karier atau untuk
dipromosikan
11 32 7 3 0
5 Saya puas dengan hasil kerja yang baik menghasilkan adanya promosi jabatan pada pegawai
11 34 7 1 0
Sumber data primer yang diolah 2020
Berdasarkan tabel 4.6 interpretasi responden di atas terkait dengan variabel Kepuasan Kerja, indikator pertama yang menyentuh angka 30 responden dan indikator kedua yang menyentuh angka 38 responden, selanjutnya indikator ke tiga yakni 37 responden serta indikator ke empat sebesar 32 responden, selanjutnya indikator ke lima sebesar 34 responden menjawab setuju. Sehubungan dengan hasil interpretasi responden di atas maka dapat disimpulkan, bahwa pada variabel kondisi kerja responden mendominasi menjawab setuju, di Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa.
3. Uji Kualitas Instrumen Penelitian a. Uji validitas
Setiap penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode angket atau kuesioner harus dilakukan dengan uji validitasnya. Uji validitasnya berguna untuk mengetahui kevalidan atau kesesuaian angket yang peneliti gunakan untuk memperoleh data dari para responden. Uji validitas product moment pearson corelation menggunakan prinsip mengkorelasikan atau menghubungkan antara masing-masing skor total yang diperoleh dalam penelitian.
Setiap uji dalam statistic tentu mempunyai dasar dalam pengambilan keputusan sebagai acuan untuk membuat kesimpulan, begitupula uji validitas product moment pearson corelation, dalam uji validitas ini, dasar pengambilan keputusannya sebagai berikut :
1. Jika nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel, maka angket atau kuesioner tersebut dinyatakan valid, sedangkan
2. Jika nilai r hitung lebih kecil dari nilai r tabel, maka angket atau kuesioner tersebut dinyatakan tidak valid.
Uji Validitas ini jumlah sampel yang digunakan yaitu: 53 responden pada signifikan 5% yang dilihat melalui r tabel ditemukan nilai sebesar 0,270. Setelah diketahui angka r tabel maka selanjutnya dibandingkan dengan r hitung yang ditemukan melalui hasil SPSS.
Tabel 4.7 Uji Validitas
No Variabel Pernyataan r hitung r tabel Keterangan 1 Hubungan
Kerja
X1.1 X1.2 X1.3 X1,4 X1.5
0,844 0,728 0,591 0,576 0,844
0,270 0,270 0,270 0,270 0,270
Valid Valid Valid Valid Valid
2 Kondisi Kerja X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5
0,734 0,849 0,844 0,620 0,865
0,270 0,270 0,270 0,270 0,270
Valid Valid Valid Valid Valid 3 Kepuasan
Kerja
Y1 Y2 Y3 Y4 Y5
0,631 0,615 0,646 0,686 0,672
0,270 0,270 0,270 0,270 0,270
Valid Valid Valid Valid Valid Sumber data : IBM SPSS Statistics 25
Dengan demikian, dari hasil tabel 4.7 variabel (X1) Hubungan Kerja serta variabel (X2) Kondisi Kerja dan variabel (Y) Kepuasan Kerja, setelah membandingkan r hitung dan r tabel diketahui bahwa semua nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel, yang artinya semua item angket tersebut dinyatakan valid dan bisa dijadikan sebagai alat pengumpul data dalam penelitian yang dilakukan.
b. Uji Realibilitas
Secara umum realibilitas diartikan sebagai sesuatu hal yang dapat dipercaya atau keadaan yang dapat dipercaya. Dalam statistic SPSS uji
realibilitas berfungsi untuk mengetahui tingkat konsistensian angket atau kuesioner yang digunakan oleh peneliti sehingga angket tersebut dapat diandalkan, walaupun penelitian dilakukan berulangkali dengan angket yang sama.
Uji realibilitas dalam hal ini mengacu pada nilai Alpha yang dihasilkan dalam output SPSS. Seperti halnya pada uji-uji statistic lainnya hasil uji realibilitas Alpha cronboach pun berpedoman pada dasar pengambilan keputusan yang telah ditentukan.
Dasar pengambilan keputusan dalam uji realibilitas adalah jika nilai Alpha lebih besar dari nilai probabilitas maka item-item angket yang digunakan dinyatakan realibel atau konsisten, sebaliknya jika nilai Alpha lebih kecil dari nilai probabilitas maka item-item angket yang digunakan dinyatakan tidak realibel atau tidak konsisten.
Menurut sugiyono, (2016) uji realibilitas merupakan sejauh mana hasil pengukuran menggunakan objek yang sama akan menghasilkan hasil yang sama, dan apabila skor total item menyentuh lebih dari angka atau di atas dari 0,6 maka di katakan realibel.
Tabel 4.8
Hasil Uji Realibel Angket No. Variabel Croncbach
Alpha
Standar
Realibilitas Keterangan
1. X1 0,765 0,60 Realibel
2. X2 0,844 0,60 Realibel
3. Y 0,655 0,60 Realibel
Sumber data : IBM SPSS Statistics 25
Dari gambar output diatas, diketahui bahwa nilai Alpha variabel X1 yaitu Hubungan Kerja sebesar 0,765, serta variabel X2 yaitu Kondisi Kerja sebesar 0,844, dan variabel Y yaitu Kepuasan Kerja sebesar
0,655, kemudian nilai alpha dibandingkan dengan nilai probabilitas dengan nilai N=53 dicari pada distribusi nilai probabilitas signifikan 5%
diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,60. Maka dapat disimpulkan Alpha variabel X1 yaitu Hubungan Kerja sebesar 0,765, variabel X2 yaitu Kondisi Kerja sebesar 0,844, dan variabel Y yaitu Kepuasan Kerja sebesar 0,655 lebih besar dari nilai probabilitas = 0,60 yang artinya item- item angket tersebut dapat dikatakan realibel atau terpercaya sebagai alat pengumpulan data dalam penelitian selanjutnya.
c. Analisis Regresi Linear Berganda
Dari hasil analisis SPSS dapat diinterpretasikan dengan mengkaji nilai-nilai yang penting dalam regresi linear yakni koefisien determinasi.
Analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan dengan menggunakan model analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk menerangkan apakah berpengaruh variabel bebas Hubungan Kerja (X1), Kondisi Kerja (X2) terhadap variabel terikat (Y) yaitu Kepuasan Kerja dengan cara menguji kemaknaan dari koefisien regresinya.
Tabel 4.9
Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,410 1,981 ,712 ,480
TOTAL_X1 ,771 ,065 ,848 11,802 ,000
TOTAL_X2 ,151 ,068 ,159 2,217 ,031
a. Dependent Variable: TOTAL_Y
Dari tabel 4.9 diatas, maka hasil yang diperoleh dimasukkan kedalam persamaan sebagai berikut :
Y= a + b1x1 + b2x2
Dimana :
a = Nilai Koefisien b1b2 = Koefisien Regresi X1 = Hubungan Kerja X2 = Kondisi Kerja Y = Kepuasan Kerja
Sehingga diperoleh persamaan regresi adalah sebagai berikut : Y = 1,410+0,771.X1 +0,151.X2
Dimana :
a = 1,410, angka tersebut menunjukkan bahwa tanpa adanya hubungan kerja dan kondisi kerja maka akan mempengaruhi kepuasan kerja.
b1x1 = 0,771, ini diartikan bahwa hubungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
b2x2 = 0,151, ini menunjukkan bahwa kondisi kerja mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja.
Hasil penelitian regresi dari tabel 4.6 menunjukkan bahwa hubungan kerja berpengaruh secara positif signifikan dan kondisi kerja berpengaruh secara positif signifikan terhadap kepuasan kerja. Dari hasil perhitungan regresi berganda tersebut diperoleh nilai signifikan Hubungan Kerja (X1) adalah sebesar 0,000, Kondisi Kerja (X2) adalah sebesar 0,031. Nilai t digunakan untuk menguji apakah variabel
independent berpengaruh secara signifikan atau tidak pada variabel dependent yang akan dibahas pada bagian pengujian hipotesis. Adapun ketentuan penerimaan atau penolakan hipotesis dalam buku (Sugiyono, 2016) apabila terjadi, jika signifikan lebih kecil atau sama dengan 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan nilai signifikannya yaitu variabel X1 = 0,000, X2 = 0,031, maka dapat disimpulkan bahwa variabel X1 hubungan kerja sangat berpengaruh signifikan (diterima) dan variabel X2 kondisi kerja sangat berpengaruh signifikan terhadap variabel Y yaitu kepuasan kerja, pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa.
4. Pengujian Hipotesis
Analisis data dengan menggunakan pengujian regresi berganda untuk mengetahui pengaruh hubungan kerja dan kondisi kerja terhadap kepuasan kerja. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan tiga metode berdasarkan koefisien determinasi, uji F dan uji T.
a. Koefisien determinasi (R2)
Tabel 4.10
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,861a ,742 ,731 1,115
a. Predictors: (Constant), TOTAL_X2, TOTAL_X1
Dari tabel 4.10 diatas, berdasarkan ketentuan kuat tidaknya pengaruh yang dijelaskan pada bagian sebelumnya, dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Nilai R pada tabel 4.7 adalah 0,861 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat dimana variabel hubungan kerja (X1) dan kondisi kerja (X2) mempengaruhi kepuasan kerja (Y) sebesar 86,1%.
2. Nilai R square menunjukkan bahwa variabel Y yaitu kepuasan kerja dipengaruhi hubungan kerja (X1), dan kondisi (X2) sebesar 74,2 % dan sisanya 25,8% dipengaruhi oleh variabel lain.
b. Uji t (Uji Parsial)
Hasil uji T dapat dilihat dari output coefficients dari hasil regresi berganda berikut ini :
Tabel 4.11 Hasil Uji T Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,410 1,981 ,712 ,480
TOTAL_X1 ,771 ,065 ,848 11,802 ,000
TOTAL_X2 ,151 ,068 ,159 2,217 ,031
a. Dependent Variable: TOTAL_Y
1. Uji signifikan variabel hubungan kerja terhadap kepuasan kerja, diperoleh hasil nilai value = 0,000 lebih kecil dari nilai standar 0,05 sedang nilai t hitung = 11,802, dan nilai t tabel sebesar 1,675, dari hasil ini dapat diasumsikan bahwa variabel hubungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
2. Uji signifikan variabel kondisi kerja terhadap kepuasan kerja, diperoleh hasil nilai value = 0,031 lebih kecil dari nilai standar 0,05 sedang nilai t hitung = 2,217, dan nilai t tabel sebesar 1,675, dari hasil ini dapat diasumsukan bahwa variabel promosi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Gowa.
c. Uji F (Uji Simultan)
Hasil uji F dapat dilihat dari output annova dari hasil regresi berganda berikut ini :
Tabel 4.12 Hasil Uji F ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 178,401 2 89,200 71,788 ,000b
Residual 62,128 50 1,243
Total 240,528 52
a. Dependent Variable: TOTAL_Y
b. Predictors: (Constant), TOTAL_X2, TOTAL_X1
Berdasarkan tabel di atas maka di peroleh hasil nilai signifikansi uji simultan yakni : 0,000 lebih kecil dari nilai 0,05 atau nilai f hitung lebih besar dari nilai f tabel ( 71,788 > 3,180), sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel indenpenden berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent secara bersama-sama.